Wrong Identity

Crime, Suspense, Suspense with All Super Junior Member

Disclaimer : They was not my mine, they are belong to themeselves

Nurama Nurmala©2011

Ready to Reserved


.

.

.

[Gyongbokgung-Korea, pukul 14.35]

"Berikan satu alasan untukku kenapa aku harus menemanimu melakukan hal seperti ini!" Heechul bersungut-sungut kesal; masih memancang seseorang berpenampilan menarik di sebelahnya dengan mata membeliak. Ia tak bergeming. Heechul dengan sengaja menyentaknya dengan sekali ayunan tangan hingga memancing ekspresi kusut dari lawan bicaranya.

Tangan kanan yang sedari tadi memegang teropong ia turunkan dari jendela mobil sementara bibir merah ranumnya mendesis; kesal dengan perilaku Heechul. "Harus mulai dari mana aku menjelaskannya padamu?" alisnya berkerut sementara tangan kirinya yang bebas memegang keningnya yang dirasa pening menghadapi Heechul yang hanya angkat bahu; terserah. "Dari pertemuan terahir kita, Leeteuk dan Kibum sudah menjelaskan secara detil mengenai target buruan kita. Target kita adalah Diamond bikini, berlian paling berharga di dunia. Pada tanggal 12 April mendatatang, berarti satu bulan lagi, Diamond Bikini akan dipamerkan dalam pameran berlian di London. Dan entah apa yang menjadi pola pikir Leeteuk-sialan itu, ia mengharuskan kita semua melancarkan pencurian di hari berlian itu dipamerkan," jelas wanita manis berambut pendek itu sambil mengerlingkan matanya. "Si peretas gendut itu (Shindong) sudah mendapatkan cetak biru dari gedung pameran, sementara si kecil (Kibum) berhasil mengetahui jenis sistem keamanan yang digunakan. Lalu si kaya (Kyuhyun) berhasil mengetahui orang berpengaruh di balik pameran berlian itu, yang ternyata…" ia sedikit memainkan nada bicara pada kalimat akhirnya. "Adalah orang yang menyimpan kode akses bagi berlian yang menjadi target kita."

"Ya, aku paham sampai di sana."

Si wanita mengangguk, lalu kembali membuka bibir merah yang sudah ia hias menawan itu. "Walaupun kita berhasil mematahkan sistem keamanan gedung dengan memutuskan aliran listrik misalnya, namun sistem keamanan berlian tidak akan mati semudah itu," ia menolehkan kepalanya, lalu kembali mengawasi sebuah gedung yang dikenal sebagai hotel bintang empat di Gyongbokgung. "Mematikan sistem keamanan gedung hanya akan menjadi kamuflase bagi kita agar para pengunjung panik. Atau setidaknya… mengalihkan perhatian pengunjung dari berlian yang dipamerkan," Heechul mengikuti arah pandang wanita itu, lalu menyipitkan matanya; mencari seseorang yang sudah seharian ini mereka tunggu.

"Kita tetap akan mengambil berlian itu dengan akses legal. Yaitu… menggunakan kode akses dari orang yang diberi hak akses berlian itu."


1 . Matt H. Gilberd

Salah satu pemegang saham terbesar perusahaan Crown Media Holdings yang menguasai kapitalisasi pasar sebesar US$ 414 juta.

2 . Michael Bloomberg

Walikota New York yang juga dijuluki sebagai Raja Media.

3 . Warren Buffet


Pemilik Berkshire Hathaway (40 miliyar dollar AS)

"Dan kita di sini… untuk mengintai salah satu dari tiga orang itu?" Heechul bertanya gamang.

"Ya. Lebih tepatnya kita mengintai Matt Gilbert untuk mendapatkan 4 digit kode akses beserta sidik jari dan kode retinanya."

"WHAT?"

"Ya," wanita itu kembali mengerlingkan matanya. "What the hell with this sh*t! Leeteuk-sialan itu memang tak pernah jengah memberiku kesulitan," ia bersungut-sungut kesal, lalu kembali meneropong restoran hotel yang terlihat dari selasar parkir.

"Bagaimana caranya kita bisa mendapatkan ketiga kode akses dari Matt Gilbert?" risau Heechul beradu harap.

Wanita itu meretas senyum hingga bibirnya ranum merekah. "Hanya mendapatkan sidik jari dan cetak retina sih gampang…" ia tersentak pelan sementara napasnya mulai meradiasikan perbedaan yang signifikan. "Dia keluar," seorang lelaki setengah baya tampak keluar dari gerbang hotel dengan dikawal sang asisten yang tampak jauh lebih muda beberapa tahun dari dirinya. "Ayo, Ah Mi!" wanita itu menarik pintu mobil, lalu berjalan tergesa; berhambur menuju Matt dengan menarik lengan seorang wanita tinggi yang masih saja bersungut-sungut kesal.

Langkahnya kecil-kecil namun cepat. Terlihat sekali ia sudah piawai dengan sepatu berhak tinggi khas kebanggaan tiap wanita Korea itu. Sedang temannya yang dikenal dengan sebutan Ah Mi terlihat repot dengan gaun yang panjang berjumbai sementara kakinya yang jenjang dibalut sandal tipis modis.

Wanita yang lebih mungil, yang tampak sangat feminin dan manis itu tanpa aling-aling langsung mendatangi Matt yang tengah berjalan ke arah Cadillac hitamnya yang masih berdiam di pojok lahan parker. "Sir?" ia mencoba beroleh peruntungan dengan memanggil gentleman itu manja. Matt yang merasa terpanggil oleh suara halus itu pun menoleh.

"Yes?"

"Saya Go Eun Na, dan ini kakak saya, Go Ah Mi. Kami putri dari Go Yeong Bi," wanita mungil itu mulai memperkenalkan diri.

Asisten yang tanggap setelah mendengar nama Go Yeong Bi disebut langsung ingat pada seorang tokoh di Korea Selatan yang ikut menggerakan perusahaan raksasa yang bergelut di bidang telekomunikasi, apalagi kalau bukan mobile phone Samsung. "Go Yeong Bi adalah wakil direktur dari Samsung Corp," bisik sang asisten pada Matt yang masih memandang Eun Na dan Ah Mi dengan tatapan tertarik. Lalu ia mengangguk-angguk paham.

"Ada yang bisa saya bantu, Nona?" tawar Matt sambil melayangkan sebuah senyum ramah yang membuat siapapun nyaman, namun nyatanya itu semua hanyalah sebuah senyum bisnis.

Eun Na, gadis yang lebih muda merekah senyum malu-malu. "Maafkan kami, kami tidak ingin Anda kira penguntit. Tapi… Anda adalah Matt Gilbert, no?"

"Yes," pandangan matanya meneduh, ingat pada Chris; putrinya yang masih berusia 16 tahun di Los Angeles sana. Mereka berdua; Eun Na dan Chris pasti seumuran. Pikir Matt melayang pada putri semata wayangnya.

"Ini, sudinya Anda hadir pada acara ulang tahun perusahaan ayah. Perayaan akan dibuka dengan launching 10 produk baru yang akan dilepas di pasaran Amerika," ucapnya sumringah. Tangannya terulur mengapit sebuah surat invitation berwarna putih.

Manik Matt menelisik, jatuh menuju secarik undangan yang Eun Na sodorkan.

Matt mendongak perlahan, matanya menerawang. "Terimakasih atas undangannya, Nona," ia akhirnya tersenyum pada Eun Na. Sedetik kemudian pandangannya beralih pada Ah Mi. "Anda juga, Nona," Ah Mi seketika salah tingkah.

"Besar harapan kami agar Anda dapat hadir," Eun Na mengakhiri kalimatnya dengan tawa menggemaskan khas wanita terhormat. Lalu seketika alisnya beradu melihat wajah Matt yang masih bersahabat. "Tuan, apakah Anda mengalami iritasi?"

"Eh? Apa?" Matt bertanya tak mengerti.

"Mata Anda merah."

"Ahh… mungkin karena debu—" belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, wanita manis itu; Eun Na sudah menyentuh dada Matt yang dibungkus lapisan jas apik khas pakaian konglomerat, sementara kakinya yang dialasi sepatu ber-hak itu berjinjit. Eun Na meniup mata kiri Matt dengan seksama. Sang asisten agak salah tingkah melihatnya.

"Lebarkan mata Anda, biar saya tiup."

Matt kaget dengan perilaku Eun Na. Namun pada akhirnya ia menurut juga pada intruksi Eun Na dan melebarkan pupil matanya.

Dengan bibirnya yang tipis, yang telah diolesi oleh lipstick orange tipis-tipis, Eun Na mengembuskan napas pelan yang ditujukan pada mata Matt yang terbuka. Namun Matt yang merasa bahwa adegan ini seharusnya tak terjadi segera mengerjapkan matanya beberapa kali. Lalu dengan senyum lebar ia berkata bahwa ia tak apa-apa. Ia sudah baikan.

Eun Na tersipu malu ketika Ah Mi menarik lengannya dan membisikan tentang perbuatan yang melanggar etika kesopanan. Semburat merah menyerang pipi putih itu seketika.

"Maaf, Tuan. Saya… sudah terbiasa melakukan hal itu pada anggota keluarga kami," Matt menggeleng lalu tersenyum maklum. Ia tak memandang bahwa perbuatan Eun Na tadi adalah sebuah kesalahan. Ia memaklumi perbedaan adab dan kebiasaan antara negaranya dan negara penghasil ginseng tersebut.

"Tuan, sudah waktunya kita pergi," sang asisten mengingatkan.

"Well," manik birunya kembali tertuju pada diri Eun Na yang manis. "Sepertinya pertemuan kita sayangnya harus diakhiri."

Eun Na dan Ah Mi saling bertukar pandang, lalu tersenyum senang. "Tidak apa Tuan, bahkan kami minta maaf karena kami telah lancang menghabiskan waktu Anda."

"Ah, tidak, tidak. Sebuah kehormatan bisa berbincang dengan dua gadis manis di sisi lahan parkir," Matt dan Eun Na tertawa bersamaan setelah Matt melontarkan lelucon ringan. Yang mana sebenarnya adalah kenyataan.

"Baiklah, kami harap Anda bisa hadir di pesta perusahaan kami. Semoga hari Anda menyenangkan," Eun Na melayangkan senyum termanisnya, lalu menjabat tangan Matt agak lama. Begitu juga dengan Ah Mi.

Setelah yakin Matt meninggalkan lahan parkir dengan ditandai melajunya Cadillac putih melewati mereka, mereka berdua pun kembali ke dalam mobil yang terparkir di baris ketiga dari tempat mereka berdiri.

"Hanya itu saja? Hanya basa-basi seperti itu saja?" Heechul, yang tak lain beberapa menit lalu memperkenalkan diri sebagai Ah Mi berkata tak percaya pada gadis manis yang sudah terlebih dahulu masuk ke dalam mobil.

Gadis itu tersenyum penuh arti. "Ya… hanya itu. Kita sudah mendapatkan sidik jari dan cetak mentah retinanya."


Wrong Identity

Part 9 = Matt H. Gilbert


[Bucheon —Korea, 17.43]

Hari itu juga, selepas misi awal mereka bertemu dengan sang pengusaha Amerika bernama Matt Gilbert, beberapa anggota yang berkepentingan kembali ke markas perkempulan mereka di Bucheon.

Tempat yang mereka jadikan markas adalah sebuah gedung tua yang terdiri dari dua lantai. Sudah lama tak terpakai dan lagi jauh dari domisili masyarakat terdekat. Zhoumi yang menyarankan. Yah… mengingat apa profesinya sebelum ini, tak aneh jika Zhoumi memiliki banyak sekali tempat persembunyian.

Satu minggu yang lalu seluruh anggota harus mau direpotkan dengan peralatan-peralatan besar yang dibawa Kibum, dan beberapa peralatan berbahaya yang dibawa Ryeowook. Tempat itu kini menjadi semacam mini lab dengan tiga ruangan. Satu kamar mandi, satu ruangan utama, dan satu ruangan server. Semua anggota selalu berkumpul di ruangan utama. Melakukan aktivitasnya di sana, seperti saat ini.

"Bagaimana kecil? Sidik jarinya tercetak sempurna?" seseorang yang masih berada dalam balutan pakaian wanita bertopang dagu meneliti apa yang tengah dilakukan Kibum dengan peralatan bio-teknik. Beberapa layar komputer terpajang di sana. Tentu dengan Shindong yang mengoperasikannya. Sementara beberapa peralatan berat terlihat mengelilingi Kibum.

"Ya, sempurna," wanita yang masih bersidekap di depan Kibum bersiul seketika.

"Sudah kubilang, pekerjaan apapun yang kulakukan pasti beres," seringainya bangga. Ia melangkah menuju sofa, menuju seseorang yang tengah duduk mengistirahatkan diri di sana sambil melepas rambut panjang ikal yang sedari tadi menutupi kepalanya. Rupanya itu adalah sebuah wig.

"Aku tak menyangka bahwa kau mengenakan sarung tangan gel sebelum berjabat tangan dengan si bule itu," seseorang yang sedang duduk di sana, yang tak lain adalah Heechul masih tak percaya dengan apa yang ia saksikan sebelumnya.

Wanita mungil itu, yang bernama Go Eun Na tak lain adalah perwujudan lain dari seorang lelaki bernama Lee Sungmin. Berdasarkan pada pengalamannya selama ini yang sudah terjun di dunia hitam bersama rekannya; Zhoumi, ia dapat dengan mudah mendapatkan sidik jari dan cetak retina dari orang yang menjadi target.

Ia tak menyangka, bahwa tangan mungil itu telah dilapisi oleh sepasang sarung tangan yang sangat tipis pencetak sidik jari. Ia mengaku bahwa ia mendapatkan sarung tangan itu dari seorang ilmuan yang menjualnya di pasar gelap. Lalu, Heechul juga tak menyangka bahwa sikap pura-pura Sungmin waktu itu; yang secara tidak sopan meniup mata Matt dengan alasan kemasukan debu adalah cara yang jitu untuk mendapatkan cetak retina dari target. Kembali, sebelum ia bertemu dengan Matt, Sungmin terlebih dahulu memakai retina identification yang dapat meng-copy retina siapapun yang berada setengah meter dari tempatnya berdiri.

Dan wah. Sungmin memang seorang professional.

Lalu soal identitas penyamaran mereka yang mengaku sebagai putri keluarga Go, itu murni… Leeteuk yang merencanakan. Leeteuk sadar bahwa perusahaan Samsung Corp akan mengadakan acara ulang tahun perusahaan sekaligus launching produk baru di Amerika. Kebetulan, wakil direktur Samsung memiliki dua orang putri yang masih remaja, dan kebetulan juga Matt Gilbert tengah dalam perjalan bisnis ke Korea. Leeteuk dengan pikiran briliannya memintan kesediaan Kyuhyun, yang seorang anak duta besar Korea untuk memintakan sebuah undangan kepada Go Eun Na yang asli. Lalu, berdasarkan prediksi Leeteuk, Matt tidak akan bisa hadir pada acara Samsung karena pada pekan itu perusahaannya tengah mengadakan invasi ke Connecticut. Sehingga penyamaran Heechul dan Sungmin masih under cover.

"Sidik jari dan retina duplikat akan siap dalam 14 jam," ucap Kibum perlahan.

"Hm…" seseorang, di tengah ruangan itu masih terlihat menyatroni sebuah laptop hasil boikot dari Shindong. "Bagus."

Sungmin memandang lelaki yang masih duduk serius itu dengan ekor matanya.

Si Sialan itu… rupanya ia masih geram pada sosok lelaki yang membelakanginya. Si Sialan itu… bagaimana bisa melangkah sejauh ini? Bagaimana bisa me-manage orang-orang sinting ini? Bagaimana ia bisa menkorelasikan semua rencananya?

"Ah, ya," lelaki itu mengalihkan perhatiannya sejenak. Lalu memandang Kibum yang masih sibuk dengan pekerjaannya. "Bagaimana kabar Donghae dan Zhoumi yang bertugas mendapatkan kode akses dari Michael Bloomberg?"

"Mereka?" Kibum menghentikan aktivitasnya, lalu balik memandang lawan bicaranya. "Mereka baru berangkat ke Kansas, Leeteuk Hyung."

Lelaki itu, yang tak lain adalah Leeteuk meretas senyum dalam. "Mereka pasti bisa."


To be Continued….

AN : Huuuaaaahhhh! Setelah saya cek arsip FF ini, FF ini terakhir update di FFN pada tanggal 26 Maret 2011. Berarti sudah 15 bulan FF ini vakum. 15 BULAN? Eh, gila… ngapain aja tuh orang yang nulis ni FF ya? #plakduakh

Hehehe… kembali, saya sangat kangen… dengan Wrong Identity. Kangen dengan sisi kelamnya, dark-nya, dan suspense-nya. Apakah teman semua juga kangen? Kalau iya, semoga kangennya terobati ya ^^

Part depan mungkin akan beralih pada aksi Donghae-Zhoumi demi mendapatkan kode akses dari Michael Bloomberg. Gak akan pake tipu muslihat macam Sungmin, tapi bakal pake caranya Zhoumi. Seperti apakah itu?

Kita tunggu saja dengan sabar ^^

Nah, untuk apresiasinya, silahkan klik tombol review dan isi kotak kosong di sana dengan testimoninya ;)