First fanfic, newbie author, yoroshiku. Don't like don't read.

Tittle : You

Disclaimer: Fujimaki Tadatoshi

Rate: T

Genre: Romance, Friendship, Humor (?)

Pair: AoKise

Warn: AU, typo(s), OOC(?), Abal, Gaje, DLL

Summarry: "Huh?! Mai-chan?!" / "Ah.. anu.. kamu anak baru itu ya?" / "Aomine-kun suka kise-kun?" 'BLUSHH' / "Sumimasen! Sumimasen! Sumimasen! Sumimasen!" / "Ki-kise! Ada apa denganmu?! " / "…Kise-kun, mengapa kau sama sekali.. TIDAK PEKA?! AKASHI-KUN MENYUKAIMU KISE-KUN!..."/ Satu kata, GAJE.

.

.

.

Chapter 3 : You and Him

Teikou High School's 3 - B Class On Mon At 12.34 P.M

"Jadi akashicchi? Buat apa kau memanggilku ke sini? Mau mengajakku pulang bersama?" Kise memulai pembicaraan setelah hening yang cukup lama. Di sinilah ia, saat murid – murid bergegas pulang. Di Kelas 3 bersama senpai nya yang berambut merah itu. Akashi Seijuurou. Sekaligus kapten tim basket Teikou "Tidak. Aku hanya ingin bertanya, siapa pemuda yang duduk bersamamu saat istirahat di atap?" Kata akashi sembari mengambil tempat duduk di depan kise "Ah! Dia itu aominecchi! Anak baru, pindahan dari touou. Ia sangat menyukai basket. Anaknya baik walaupun kadang bikin kesal! Kenapa akashicchi bertanya?" 'Hm. Anak baru huh? Anak baru sudah mendekati ryouta. Dia belum tau aku menyukainya. Ah, biarkan saja, nanti juga ada yang memberitahunya' "…cchi? Akashicchi?" Suara kise membuyarkan lamunan akashi, langsung saja akashi sadar dan mengerjapkan matanya "Iya? Maaf, aku melamun" "Ah, akashicchi aneh-ssu!" Kata kise sambil mengerucutkan bibirnya. Akashi hanya tersenyum melihat tingkah laku kise yang seperti ini. Ia menyukai kise sejak kise masuk pertama kali di sekolah ini. Menurut akashi, kise itu cantik dan tampan dalam saat yang bersamaan, iris madunya bening, sifatnya sungguh manis. Selain akashi banyak yang menyukainya di sekolah ini "Ya sudah, ayo kita pulang. Sudah sepi" "Baiklah akashicchi!" Sebelum mereka keluar, kise teringat kalau buku nya tertinggal di kelasnya "Ah! aku lupa buku ku! Kuambil dulu ya, Akashicchi? Akashicchi bisa pulang duluan" Kata kise sambil tersenyum "Tidak. Aku akan menunggumu" "Aaa! Tidak! Akashicchi harus pulang, kalau tidak aku tidak akan pulang bersama akashicchi lagi!" Kise pun kembali mengerucutkan bibirnya "Hahah, baiklah. Aku pulang dulu ryouta, hati – hati na-" Belum sempat akashi menyelesaikan omongannya, lawan bicaranya sudah lari duluan. Akashi hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala lalu langsung menuju pintu gerbang. Dan tanpa akashi sadari, ada yang terus menatapnya dari jendela kelas 1 "Akashi-kun…"

-000-

On The Way MJF (Maji Junk Food) Restaurant On Mon At 12.40 P.M

Tokyo siang hari. Tergambarkan suasana kota yang panas dan dibanjiri oleh manusia – manusia yang berlalu lalang di trotoar dan jalan raya. Mereka sibuk akan aktivitas mereka. Ada yang makan siang, pulang sekolah, pulang kerja, atau hanya sekedar membeli junk food karena malas membuatnya di rumah. Sama seperti pemuda berkulit tan ini, Aomine Daiki. Ia hendak mampir ke restoran junk food sebelum ia pulang ke apartemennya. Ia lebih memilih junk food, kenapa? Karena ia malas memasak. Ralat. Tepatnya tak bisa memasak. Kadang – kadang momoi lah yang memasakannya di apartemennya. Pernah satu kali, momoi mengajarinya masak telur mata sapi, aomine langsung hendak keluar apartemen hendak membeli… Mata sapi. Momoi langsung palm face di tempat dan langsung menyentil jidat ahomine. Sebegitu bodohnya kah aomine? Mungkin. Dari teikou butuh waktu 20 menit agar sampai ke restoran tersebut. Aomine hanya berjalan santai tanpa peduli dompetnya hampir jatuh. Lalu tiba – tiba ada pencopet yang mengambil dompetnya dan langsung lari dengan sangat cepat "Ah! Dompetku! Sial!" Aomine langsung berlari namun pencopet itu cepat sekali. Di saat ia berlari ia samar – samar melihat ada orang di sampingnya ikut berlari juga. Namun saat dia menengok tak ada apa – apa. Lalu saat dia berbalik ke depan kembali… "Maaf. Ini dompetmu" "HUWAA?!"

-000-

MJF (Maji Junk Food) Restaurant On Mon At 01.00 P.M

Kini, aomine bersama pemuda kecil bersurai biru duduk di meja ke lima restoran ini. Aomine memesan 1 buah hamburger deluxe dan soft drink juga tak lupa sebuah cheese burger dan french fries untuk di makan di apartemen. Sementara itu pemuda bersurai biru hanya minum segelas vanilla shake "Jadi.. makasih atas pertolongannya tadi, Kuroko.. siapa namamu?" "Sama – sama. Aku Kuroko Tetsuya" "Ah, seragammu dari teikou… HUH?! Teikou?! Kenapa aku tak pernah melihatmu?!" Aomine mulai histeris sendiri "Kata teman – temanku keberadaanku sangat tipis. Jadi jarang di perhatikan. Tapi sebenarnya aku baik" Aomine hanya menatap iba. Jadi, Kuroko Tetsuya ini adalah kouhai kelas 1 – B. Selalu bertampang datar. Entah perasaan aomine atau apa, pemuda di depannya ini terlihat sedih. Matanya terlihat sayu "Oi. Kau sedang ada masalah?" "Tidak" "Argh, jujur saja. Aku dengarkan" "Baiklah. Sebenarnya aku sedang menyukai Akashi Seijuurou. Kau tau? Ini sangat tidak mungkin dia membalas perasaanku" Kata kuroko sambil menaruh gelas vanilla shake nya "Huh? Akashi? Siapa dia?" "Ah. Kau tidak tau? Dia idola se-teikou. Sekaligus kapten tim basket teikou.. dan juga.. menyukai kise-kun.." 'BRUUUSSHH' aomine menyemburkan soft drink nya ke depan muka kuroko. Langsung saja kuroko mengambil tisu dan mengusap mukanya pelan. Aomine kaget. Kenapa bisa ada nama Kise di sana "Kise?! Maksudmu Kise Ryouta?!" "Iya" "Aku tidak percaya kise di sukai sama akashi. Kenapa selera seorang idola seperti itu sih. Seharusnya seorang idola menyukai laki – laki yang tampan dan menyukai perempuan yang manis. Ini? Dia malah menyukai kise" Aomine mulai menggerutu tentang akashi. Kuroko menatap aomine yang sedang sibuk menggerutu "Aomine-kun suka kise-kun?" 'BLUSHH' Sontak saja aomine blushing. Mukanya sangat panas. Kuroko dengan tampang polosnya bertanya tepat sasaran begitu "T-tentu saja! A-ah, maksudku tentu saja tidak!" "Aomine-kun, aku bisa membaca pikiran orang" Aomine hanya diam saja. Ia melirik arah lain sambil menunggu muka nya normal kembali. Terjadi keheningan beberapa menit. Lalu aomine bertanya pada kuroko "Apakah kise di sukai banyak orang?" "Tentu. Di kalangan perempuan dan laki – laki kise-kun itu tampan dan cantik secara bersamaan. Selain itu dia baik dan ceria. Hampir seluruh senpai kelas 3 suka padanya" "Tidak hanya akashi saja?" "Tidak. Kita ambil contoh haizaki-senpai, senpai yang mesum dan kasar. Jarang ada yang suka padanya. Tapi yang ku tahu, dia menyimpan rasa pada kise-kun. Hanya di depan kise-kun dia baik" 'Kise pasti tidak suka pada orang yang seperti itu' "Ada lagi yang menyukai kise selain haizaki dan akashi?" "Sudah ku bilang banyak, Aomine-kun. Lalu ada Midorima-senpai yang sekarang sudah lulus. Dulu sih katanya ia pernah suka pada kise-kun. Tapi sekarang ia punya pengganti yaitu takao-senpai" "Hmm.. Ada lagi?" "Ada lagi satu, Kasamatsu-senpai. Dia tetangga kise-kun dan tetanggaku juga. Aku kurang dekat dengan kasamatsu-senpai" 'Argh! Mengapa dia terkenal sekali dan aku tidak sadar?! Aomine! Kau bodoh sekali!' Batin aomine berteriak. Ia menjambak rambutnya yang hitam itu. Ia tidak mengira seorang kise ryouta bisa setenar itu "Ah. Kise-kun seorang model majalah ternama di Tokyo" "HAH?! Pantas saja! Kenapa kau tidak bilang dari tadi, bodoh!" Aomine menjambak rambut kuroko sehingga pengunjung restoran tersebut memperhatikan mereka. Akhirnya mereka duduk kembali. Sambil mengelus rambutnya, kuroko menunjuk ke arah sebuah poster di tempat duduk paling belakang restoran. Aomine pun mengikuti ke mana arah telunjuk kuroko. Di poster setengah badan(?) tersebut bergambar seorang pemuda berambut kuning emas yang cerah sedang memakai topi santai berwarna biru tua dan sedang memegang hamburger seakan – akan memberikannya pada siapapun yang melihatnya. Tak lupa juga jersey berwarna hitam dengan garis biru tua yang memanjang dari bahu sampai ujung lengan. Aomine terpesona akan gambar tersebut. Lalu saat ia berbalik… "Oi-" Kuroko sudah tidak ada.

-000-

Tokyo yang tadinya sangat panas sekarang mulai mendung. Maklum, sekarang musim panca roba jadi cuaca berubah – ubah. Aomine melangkahkan kakinya menuju apartement lalu ia ingat sesuatu. Ia harus mengirim momoi e-mail supaya pekerjaan rumahnya bisa di kerjai oleh momoi. Aomine kan bodoh, mana mungkin ia bisa mnegerjakan sebuah pekerjaan rumah dengan baik. Otaknya saja Cuma seperempat(?). apalagi kalau di suruh mengerjakan PR matematika. Ah sudahlah. Dia kan memang bodoh. Ia pun mengacak isi tasnya untuk mengambil ponselnya 'Ponselku? Ah.. iya..'

-Flashback-

Sekarang aomine sedang berada di kelasnya, kelas 2 – B. Karena pelajaran terakhir tidak ada guru, ia hanya diam di kelas. Memandangi kise yang tengah di kerumuni siswi – siswi yang meminta tanda tangannya. Aomine hanya bisa menghela napas. Ia pun mengambil ponsel dari dalam tasnya, ia memainkan banyak game di ponsel nya. Saat ia berdiri karena bokongnya sakit, ia di senggol oleh sakurai "Sumimasen! Sumimasen! Sumimasen! Sumimasen!" Ponsel aomine langsung jatuh ke bawah meja kise tanpa sepengetahuan kise dan aomine "Kau!" Aomine menarik kerah seragam sakurai. Sakurai sudah menangis sambil meneriakan 'Sumimasen'nya, lalu pada saat aomine ingin meninju sakurai, bel sudah berbunyi.

-End of Flashback-

Aomine hanya menghela napas dan berbalik menuju sekolah. Yah, ia sadar kalau masih ada yang lebih bodoh dari dia. Beberapa menit ia berlari – lari kecil ke gerbang sekolah, dan di depan gerbang ia melihat pemandangan yang membuatnya sakit hati "Kise!"

TBC

.

.

.

Makasih sudah membaca. mohon maaf jika masih banyak kekurangan (_ _). RnR?