First fanfic, newbie author, yoroshiku. Don't like don't read.
Tittle : You
Disclaimer: Fujimaki Tadatoshi
Rate: T
Genre: Romance, Friendship, Humor (?)
Pair: AoKise
Warn: AU, typo(s), OOC(?), Abal, Gaje, DLL
Summarry: "Huh?! Mai-chan?!" / "Ah.. anu.. kamu anak baru itu ya?" / "Aomine-kun suka kise-kun?" 'BLUSHH' / "Sumimasen! Sumimasen! Sumimasen! Sumimasen!" / "Ki-kise! Ada apa denganmu?! " / "…Kise-kun, mengapa kau sama sekali.. TIDAK PEKA?! AKASHI-KUN MENYUKAIMU KISE-KUN!..."/ Satu kata, GAJE.
.
.
.
Chapter 4 : To Love You
(Aomine POV)
"Kise!"
Aku memanggilnya. Ya, dia kise ryouta, cinta pertamaku tadi pagi. Kini rintik hujan sudah mulai turun. Aku menghampirinya yang jatuh terduduk di halaman sekolah. Bajunya yang berantakan kini sudah basah karena hujan. Ia terus menunduk sambil memeluk lututnya. Aku tidak tau apa yang terjadi. Aku langsung menghampirinya "Ki-kise! Ada apa denganmu?! " Ia mendongak. Kami-sama! Dia terluka! Kulihat matanya bengkak dan ujung mulutnya itu biru. Ia kaget melihatku dan langsung memelukku. Aku sempat blushing, namun tak bertahan lama. Ia pingsan. Aku langsung menggendongnya di punggungku lalu ku bawa ke apartemenku.
Aomine's Apartement On Mon At 09.40 P.M
Kini, kise sedang berbaring di tempat tidurku. Ia sedang di obati oleh momoi dengan memberinya kompres. Tak lupa juga momoi memberi asanplast pada ujung mulutnya itu "Dai-chan, nanti kalau kise-kun sudah sadar, beri obat ini yah, kalau badannya masih panas. Ingat, kalau masih panas!" Ia memberikan ku sebungkus pil "Hn. Iya iya" "Apanya yang 'iya'? waktu itu ku suruh kau memberikan obat berupa teh untuk sepupumu yang sakit. Ku bilang supaya di kasih jika tehnya hangat. Eh, kau kasih saat masih panas! Untuk mulut sepupumu tak melepuh. Ah, sudahlah. Rawat kise ya, aku mau mengerjakan PR ku!" Ia pun menghilang dari balik pintu. Lalu beberapa menit terbuka lagi "Dan juga PR mu dai-chan" tatapannya langsung berubah menjadi seram. Ah, aku hanya memandangnya malas. Biarkan ia mengerjakan PR ku. Toh, dia pintar. Aku melihat jam weker ku sebentar. Waktu sudah menunjukan pukul sembilan. Aku mengambil tempat di samping kise yang masih pulas tertidur. Ku lihat selimutnya turun. Kunaikkan sedikit agar ia tidak kedinginan. Malam ini hujan cukup deras, jadi tak akan mungkin kise pulang. Aku menatap wajahnya. Hei.. kuroko benar. Muka kise cantik dan tampan secara bersamaan. Bulu matanya lentik, kulitnya yang putih seperti seorang perempuan, dan juga surai emasnya yang harum. Aku sedikit tersenyum mendengar dengkuran kecilnya. Begitu merdu. Ah, sebaiknya aku tidur juga, supaya kejadian tadi pagi tidak terulang.
(End Aomine POV)
At 11.20 P.M
Kise ryouta tengah mengerjapkan matanya. Ia terbangun dari lelapnya 'Eh? Ini di mana? Bukan kamarku..' Lalu ia menengok ke sebelahnya, terlihat sosok mahkluk berkulit hitam legam tengah tertidur di sampingnya dengan mulut menganga "AAAAA!" "Huwah! Kise?! Apa yang kau lakukan?!" "A-ah.. aominecchi… aku kira kau hantu.." Kata kise sambil memegang selimut erat – erat. Aomine menghela nafas "Ah! Ponsel aominecchi ketinggalan di sekolah? Aku menemukannya.. ini" "Jadi, kau ke sekolah untuk mengambil ponselku?" "Ah, tidak. Ada buku ku yang tertinggal" Muka aomine langsung saja menjadi poker face. Dia sudah ke GR an sendiri "Kise.. kau tau? Aku khawatir padamu" Kata aomine sambil memegang luka kise. Kise agak mengernyit "Kise, sejak tadi pagi aku merasakan sesuatu. Entah apa namanya. Tapi.. aku rasa.. err.." "Ada apa aominecchi? Kau tidak enak badan?" "Bukan! Entah kenapa waktu itu, saat aku terlambat dan saat aku melihatmu, aku merasakan ada yang aneh di dadaku" Kise langsung blushing berat "Aku rasa.. aku jatuh cinta pada pandangan pertama kise. Aku jatuh cinta padamu. Entah apa alasannya, aku tak tau. Aku rasa ada ikatan yang kuat" Aomine mengatakan hal seperti itu sambil menggaruk – garuk kepalanya dan agak blushing. Sementara itu sang target menyembunyikan wajahnya yang sudah sangat merah di balik selimut "A-Aominecchi.. K-kau tau? K-kau itu me-menarik.. se-sejak pertama bertemu denganmu, da-dadaku berdegup kencang. Ta-tapi aku malu kalau menyatakannya duluan. A-aku gak yakin aominecchi akan menganggapnya serius…" Aomine terbelalak, lalu ia pun blushing. Ia tidak menyangka kise membalas perasaannya. Kise yang waktu itu blushing berat semakin mempererat selimut yang menutupi wajahnya itu. Aomine langsung mendekatinya. Berusaha melepas selimut yang kise pegang untuk menutupi wajahnya itu. Akhirnya kise membukanya dan langsung menunduk menyembunyikan wajahnya "Kise, kau manis sekali" Aomine tersenyum. Mata kise membulat dan mukanya sangat sangat merah. Aomine memajukan kepalanya, menghapus jarak antara dia dan kise. Tangan aomine memegang tengkuk kekasih barunya itu. Ia memiringkan kepalanya dan mengulum bibir kekasihnya lembut. Memainkan lidahnya sedikit, mengabsen setiap baris gigi putih milik lelaki bernama kise. Setelah beberapa menit mereka berciuman, mereka menghentikannya karena oksigen masing – masing sudah mulai habis "Demamu sudah turun, kise. Tidak panas lagi" Aomine tersenyum jahil kepada kise. Kise langsung blushing dan cemberut "A-aominecchi!~" Aomine tertawa lepas. Ia merasa sangat bahagia. Cinta pertamanya tadi pagi dengan secepat itu menjadi miliknya. Ia sangat senang "Kise, kenapa kau bisa terluka begitu?" Aomine menatapnya iba. Kise hanya tersenyum canggung "Tadi aku jatuh aominecchi, jatuh dari tangga! Mataku terbentur, lalu mulutku kena ujung meja! Hehehe" Jawab kise bohong. Aomine hanya mengangguk pelan "Lain kali hati – hati ya… sayang" Aomine tersenyum menatap kise. Kise serasa mau pingsan lagi. Ia langsung menyembunyikan tubuhnya dan membaringkan tubuhnya dengan cepat. Aomine juga ikut berbaring di samping kise "Hei, kau membelakangiku, kise" Aomine langsung membalikan tubuh kise dan ia melihat muka kise merah kembali. Ia langsung mencium jidat kise dan menaruh kepalanya di dadanya yang bidang "Hmm.. tidurlah, besok kita harus bangun pagi" Kise mengangguk dan balik memeluk aomine.
-000-
Skip Time, Teikou High School On Fri At 07.27 A.M
"Kise-kun!"
"Kyaa~ kise-kun tampak tampan hari ini!"
"Kise-kun! Terimalah coklat ini!"
"Kise-kun! Aku minta tanda tanganmu!"
"Kise-kun! Terimalah surat cinta ini!"
"KISE-KUN! NIKAHILAH AKU!"
Lalu, teriakan para siswi dari Kise Ryouta Fans Club hening. Sang idola hanya menggelengkan kepalanya dan menghela nafas. Sementara itu pemuda berkulit tan di sampingnya murka. Mengapa fans kise terlalu fanatik? Mereka juga terlalu berlebihan? Dirinya saja yang merupakan fans berat dari mai-chan tidak sebegitunya kepada mai-chan. Dan parahnya lagi, ia dan kise yang baru saja datang di gerbang sekolah sudah di kerumuni fansnya kise. Pantas saja kise selalu menjomblo, karena ada pernyataan: "Menjadikan kise kekasih, adalah tantangan". Bagaimana tidak disebut 'tantangan', setiap hari harus ikut – ikutan di desak oleh kerumunan siswi yang berjibun jumlahnya, tiap hari harus merasakan cemburu karena banyaknya surat cinta dan coklat – coklat pemberian oang yang menyukai kise, dan juga padatnya jadwal kegiatan kise sebagai seorang model terkenal. Begitulah perasaan aomine setelah 4 hari menjalani hubungannya dengan kise. Mereka merahasiakan hubungan mereka dan hanya mereka berdua saja yang tau. Jangan sampai hubungan mereka terkuak ke orang lain, apalagi media. Kalau sampai terkuak, turunlah reputasi kise sebagai seorang model. Lalu muncullah di koran "Model tampan kita, Kise Ryouta, ternyata seorang GAY". Ah, betapa malu nya kise. Tetapi mereka tetap berhubungan semestinya pasangan biasa. Semakin lama, siswi-siswi semakin menjadi. Ada yang menjambak rambut kise, muncubit pipi kise, meremas baju kise dan sebagainya. Aomine pun berbicara "Nona-nona, menyingkirlah dari hadapan kami. Kami ingin SEGERA masuk kelas" Kata aomine sambil tersenyum dengan aura biru tua di sekitarnya. Para siswi tersebut menatap aomine takut-takut layaknya seseorang yang ingin di bunuh. Mereka pun bubar dan kecewa karena lagi-lagi tidak bisa berlama-lama dengan idola mereka. Setelah mereka bubar, kise menatap aomine "Arigatou aominecchi~" Aomine tersenyum "Ayo, segera masuk kelas" Tanpa mereka tau, ada seorang pemuda dengan seragam sekolah lain sedang menghentikan sepedanya tepat di depan gerbang "Huh? Kise?"
Teikou High School's Canteen On Fri At 08.30 A.M
"Kurokocchi!"
Kise memeluk kuroko yang ingin duduk di kursi kantin. Yang di peluk hanya bertampang datar sambil meminum vanilla shake "Kise-kun, aku sesak nafas" "Maaf! Bagaimana denan akashicchi?~" Kise bertanya sambil mengedip- ngedipkan matanya. Kuroko masih bertampang datar karena mukanya memang begitu "Ia menerima suratku" Kise bertampang senang "Lalu saat aku melihatnya dari jauh, surat ku di buang" Kise langsung beraut sedih dan melepaskan pelukannya dari kuroko. Kuroko langsung mengambil tempat duduk, sama halnya kise "Maaf kurokocchi, aku tidak bermaksud…." "Tidak apa – apa. Aomine-kun mana?" "Eh? Kau mengenalnya?" "Kemarin aku menyelamatkannya. Dompetnya di rampok. Aku menggunakan misdirection" "Aaa~ kurokochhi hebat-ssu!" "Biasa saja" "Kata aominecchi, ia ingin ke toilet sebentar…ya…toilet.. aaa~~" Kise langsung menutupi mukanya yang merah. Yah, walaupun toilet tempat yang tidak nyaman, tapi kenyataannya tempat itu saksi bisu kise dan aomine memulai percakapan pertama mereka "Ada apa dengan toilet, kise-kun?" "Ah, tidak ada~" hening sejenak dan kantin mulai sepi "Kise-kun, kau tidak pernah merasakan bahwa orang yang ku sukai menyukai mu?" "Eh? Akashicchi? Hahaha, tidak mungki-" 'BRAAK' Kuroko menggebrak meja sambil berdiri. Ia sudah kehilangan kesabaran. Kise kaget. Mengapa kise tidak peka? Sifat Akashi yang hanya selalu baik padanya, pulang bersama, perhatian, dan sebagainya selalu di tujukan pada kise. Kuroko berharap akashi bersikap begitu padanya, suatu hari nanti "Kise-kun, kau tau berapa kali aku memberikannya surat, coklat dan kartu ucapan perasaan? Kau tau sakitnya hatiku saat ia menolak mentah – mentah semua pemberianku dengan tatapan dingin, kise- kun? Kise-kun, mengapa kau sama sekali.. TIDAK PEKA?! AKASHI-KUN MENYUKAIMU KISE-KUN! TAK AKAN PERNAH ADA HARAPAN BUATKU!" "Ku-kurokocchi.. maafka-" "Aku yang minta maaf. Maaf kise-kun, aku lepas kendali. Aku ke kelas dulu" Kuroko pun menhilang dengan cepat. Kise hanya menatapnya iba 'Maafkan aku kurokocchi… aku memang bodoh..'
Teikou High School's Toilet On Fri At 08.40 A.M
'Ah, aku ingat ini tempat pertama percakapanku dengan kise. Tempat yang konyol' Aomine tersenyum kecil. Lucu juga kalau ada tempat pertemuan sepasang kekasih di toilet. Pacaran di toilet, melamar di toilet, bertunangan di toilet, menikah di toilet dan *beep*di toilet. Ada – ada saja. Oh iya, aomine melupakan sesuatu. Ia belum mendaftarkan dirinya ke ekstra kulikuler favoritnya, basket. Ia segera mencuci tangannya dan segera menuju pintu keluar. Namun, di luar ada seorang pemuda yang menghalanginya "Kau bernama aomine?" "Ada perlu apa?" Pemuda tersebut tersenyum sarkastik "Ingin ikut klub basket?" "Dari mana kau tau?" "Heh, ikut aku" Aomine hanya segera mengikuti pemuda itu yang sepertinya punya suatu rahasia.
TBC
.
.
.
Makasih sudah membaca. mohon maaf jika masih banyak kekurangan (_ _) RnR?
