First fanfic, newbie author, yoroshiku. Don't like don't read.
Tittle : You
Disclaimer: Fujimaki Tadatoshi
Rate: T
Genre: Romance, Friendship, Humor (?)
Pair: AoKise
Warn: AU, typo(s), OOC(?), Abal, Gaje, DLL
Summarry: "Huh?! Mai-chan?!" / "Ah.. anu.. kamu anak baru itu ya?" / "Aomine-kun suka kise-kun?" 'BLUSHH' / "Sumimasen! Sumimasen! Sumimasen! Sumimasen!" / "Ki-kise! Ada apa denganmu?! " / "…Kise-kun, mengapa kau sama sekali.. TIDAK PEKA?! AKASHI-KUN MENYUKAIMU KISE-KUN!..."/ Satu kata, GAJE.
Akashiki kazuyuki: Makasih! Jadi seneng di bilang 'suka' gitu hahay (halah) sebenarnya aku suka AkaKise juga sih (di gampar) tapi kalau di presentasikan AoKise suka nya 100% kalau AkaKise 99.9 % gitu jadi maaf ya =..=a Baiklah akan ku usahakan di lanjutkan! Sekali lagi makasih review nya!
.
.
.
Chapter 5 : Chance
Teikou High School On Fri At 02.25 P.M
KRIIIIING!
Murid – murid berhamburan keluar sekolah untuk menghirup udara segar dan menikmati moment yang di tunggu – tunggu setiap murid malas di setiap sekolah yaitu, pulang. "Haaah…" Model tampan Tokyo, Kise Ryouta beberapa kali ini menghela nafas. Bagaimana tidak, tiap hari di kerumuni fans, plus tadi ia bertengkar dengan kuroko. Padahal rencananya ia akan pulang dengan kuroko dan aomine. Entah apalagi yang akan menimpanya sekarang. Saat kise berjalan menuju gerbang, tiba – tiba handphone mini nya berbunyi menandakan sebuah e-mail masuk. Ia pun berhenti berjalan dan membuka e-mail tersebut.
From: Aominecchi
Sub: Maaf, kise
Maaf kise ku yang manis (halah), hari ini aku tidak bisa mengantarmu pulang. Aku sedang ada urusan. Nanti kau ada potret untuk majalah kan? Langsung ke lokasi ya, jangan pergi ke mana-mana. Aku takut terjadi apa-apa. Bye jaga dirimu, manis. Aku menyayangimu.
"Aominecchi jahat-ssu! Tapi manis.. hihihi" Kise senyum – senyum plus blushing melihat e-mail singkat dari aominecchi nya. Tetapi ada rasa kecewa juga, karena biasanya mereka pulang bersama, sekarang tidak. Padahal kise ingin mampir ke restoran favoritnya untuk mengajak aomine makan bersama. Tapi harapan tinggal harapan. Ia pun berjalan lunglai menuju gerbang sekolah. Ia tidak tau ada seseorang yang berlari ke arahnya "Heh, kau ku dapatkan lagi"
-000-
Teikou High School's Basketball Club Room On Fri At 02.30 P.M
"Sudah selesai mengirimkan e-mail untuk kekasihmu, daiki?" Orang itu bertanya dan membuat aomine kesal "Cih. Jangan seenaknya memanggil namaku. Bahkan aku belum tau siapa namamu" "Kau tidak tau?" Orang itu tersenyum khas sembari duduk di kursi nya "Aku kapten tim basket Teikou, Akashi Seijuuro" Seketika itu mata aomine membulat. Ia ingat percakapannya dengan kuroko "Jauhi Kise Ryouta" Raut muka aomine berubah. Ia menjadi sangar "Hmmm… apa alasannya? Ah, ah, jangan beritahu aku. Kise Ryouta, seorang model ternama menjalin hubungan sesama jenis dengan seorang pemuda, hm?" "Bagaiman-!" "Aku, Akashi seijuuro mengetahui semuanya" Akashi tersenyum sarkastik dan menopang pipi nya dengan tangannya "Aku bosan dengan topik ini, daiki. Kau ingin bermain basket bukan?" Aomine terdiam "Kau berbakat dan aku tau itu. Kau bisa saja ku masukkan ke tim utama. Dengan satu syarat saja" Aomine menaikan alis "Aku rasa kau tak sanggup" "Kau meremehkanku?!" "Putuskan hubunganmu dengan Ryouta, masuklah ke tim kami" Akashi tersenyum penuh kemenangan. Sementara aomine terbelalak dan spontan menarik kerah baju Akashi "Apa maumu hah?! Aku baru empat hari berpacaran kau tau?! Aku tidak akan melepaskan kise hanya untuk orang sepertimu! Kau egois!" Akashi hanya tersenyum meremehkan dan menjentikkan jari. Seketika itu juga datang dua pria berbadan besar, berpakaian serba hitam dan berkaca mata hitam, meninju aomine sampai aomine terhempas ke belakang "Jangan seenaknya menyentuh Akashi – sama" Kata salah satu pria berbadan besar tersebut "A-apa?!" "Daiki, aku seorang Akashi, marga pembangun kota besar ini, Tokyo. Beribu bodyguard dan mata – mata tunduk padaku. Maka dari itu, kau bersedia memenuhi syaratku kan daiki?" Aomine terdiam. Ia bingung dan takut jika ia mengambil keputusan yang salah. Tanpa basket, tak ada gunanya ia bersekolah. Tanpa kise, tak ada artinya dia hidup "Aku tau ini berat, daiki. Aku akan berikan waktu untuk berpikir tiga hari saja. Aku harap kau berikan jawaban terbaik, daiki" Akashi tersenyum penuh kemenangan sementara aomine bertampang sangar "Jangan sombong dulu, Akashi"
-000-
Teikou High School On Fri At 02.37 P.M
Model kita, tengah menunggu taksi yang ia telpon tadi. Tiba – tiba ada yang memeluk dia dari belakang "Kise!~" Kise tertegun. Ia tau suara ini. Keringat mulai turun di pelipisnya "Ha-haizaki – san?" "Tepat sekali! Hmmm…" Haizaki mencium bahu kise "Ha-haizaki – san! Lepaskan!" Kise meronta di pelukan haizaki. Akhirnya haizaki melepaskan kise "Bagaimana jawabannya kise?" Haizaki tersenyum aneh "Jawaban a-apa?" "Masa' kau lupa? Aku menyukaimu kise. Terimalah aku! Apa kurangnya aku hah?! Tampan, pemberani apalagi?" "Su-sudah berapa kali aku bilang, aku menolakmu haizaki – san! Aku tak suka pada lelaki kasar sepertimu!" "Apa kau bilang?! Terimalah ini!" 'Aominecchi!' Haizaki memukul kise, tetapi kise tidak merasakan sakit atau apapun "Siapa kau hah?!" "Jangan ganggu kise" Pria berambut hitam dengan seragam sekolah Kaijou Gakuen tengah menahan pukulan kise "Kasamatsu – senpai?!" "Cih" Haizaki menyingkir dari mereka lalu berbalik badan "Kau ku tagih terus kise! Camkan itu!" Haizaki pun berlari ke trotoar "Kau tidak apa – apa kise?" Kasamatsu mengulurkan tangannya dan kise meraihnya "Tidak apa – apa kok, senpai! Sudah biasa! Hehehe"'JDUAAK' "itte~ sakit senpai.." "Bodoh! Kalau kau setiap hari di labrak seperti itu, berarti mukamu itu bonyok terus, bukan?!" "Iya" " 'JDUAAK' "Aduuh.." "Berarti itu keterlaluan tau! Kau ini bodoh sekali!" Kasamatsu melipat tangannya di dada. Kise tersenyum "A-apa kau? Senyum – senyum sendiri seperti orang gila?" "Hehehe.. tidak apa – apa. Hanya saja senpai manis kalau marah" 'BLUSSH' "Pfftt" "Ba-baka! Cepat naik ke sepedaku! Kau ku antar pulang" "Tapi aku ada pemotretan-ssu!" "Baiklah, kuantar" "Terimakasih senpai!" Kise tersenyum manis a la uke(?) membuat kasamatsu kembali blushing. Merke pun mulai menaiki sepeda. Kasamatsu pengayuh dan kise hanya di bonceng "Mengapa senpai peduli padaku?" Kise bertanya saat menaikki sepeda "Tentu saja karena aku lebih tua darimu…"'Dan karena aku suka padamu, bodoh' Tambah kasamatsu dalam hati. Mereka pun mulai berjalan beranjak dari sekolah yang sepi itu.
-000-
Skip Time, On The Way Aomine's Apartement On Fri At 03.30 P.M
"Uh.. jadi kenapa kau mengajakku pulang bersama?" Momoi menatap malas pemuda di sampingnya. Saat ia sedang asik – asiknya berpacaran, tiba – tiba aomine menarik tangannya dan mengajaknya pulang bersama. Poor momoi "Aku sedang bingung" "Bingung kenapa? Koleksi majalah mai – chan mu di makan tomket? Atau kau ingin aku mengerjakan PR mu? " "Bukan begitu, bodoh. Ini soal kise" "Kise – kun? Yang waktu itu kau tolong saat hujan?" "Iya. Kau bisa jaga rahasia?" "Raha—APA?! DAI – CHAN JADIAN DENGAN KISE – KUN?! KYAAA!~~" "Psssstt!" Orang – orang di sekitar trotoar mulai memperhatikan mereka. Mengapa momoi berteriak? Karena ia seorang fujoshi akut yang memulai ke fujoshi annya pada umur 5 tahun. Waktu itu aomine dan momoi kecil sedang berjalan – jalan. Tiba – tiba ada anak lelaki yang imut terjatuh dari sepeda dan aomine menolongnya sementara momoi diam saja. Anak imut itu berterima kasih dengan cara mencium pipi aomine. Sementara itu aomine blushing. Momoi kecil berbinar – binar melihatnya. Jadi deh. Fujoshi stadium 4 "Gawat kalau kedengaran orang bodoh!" "Maaf heheh.. lalu?" "Lalu… bla bla bla" Aomine mulai menceritakan masalahnya kepada sahabat nya. Sedikit – sedikit momoi memberikan candaan kepada aomine agar susasana tidak canggung. Begitulah mereka sepanjang trotoar. Di waktu yang bersamaaan, kasamatsu dan kise sudah sampai di tempat pemotretan. Tanpa sadar, kise melihat aomine bersama perempuan manis di seberang trotoar "Aominecchi?" 'Katanya ada urusan-ssu.. kok malah pergi dengan perempuan lain.. a-ah! Jangan berfikiran negatif, kise!' Kise memukul pipinya "Er.. kau tidak apa – apa, kise?" "I-iya! Ayo kita masuk!" Kise masuk ke lokasi duluan, meninggalkan kasamatsu sendirian. Kasamatsu melihat orang yang sama dengan orang yang bersama kise di gerbang tadi pagi "Dia…"
-000-
Tokyo International Airport On Fri At…
"Hm.. Jepang banyak perubahan" Kata orang itu. Lalu ia melihat Handphone nya yang berisi foto pemuda berambut biru "Aku datang. Ku harap kau tidak berubah"
TBC
.
.
.
Di sini haizaki nya berambut abu – abu. Bukan item seperti waktu melawan kise ._.a makasih sudah membaca. Mohon maaf jika masih banyak kesalahan m(_ _)m RnR?
