First fanfic, newbie author, yoroshiku. Don't like don't read.

Tittle : You

Disclaimer: Fujimaki Tadatoshi

Rate: T

Genre: Romance, Friendship, Humor (?)

Pair: AoKise

Warn: AU, typo(s), OOC(?), Abal, Gaje, DLL

Summarry: "Huh?! Mai-chan?!" / "Ah.. anu.. kamu anak baru itu ya?" / "Aomine-kun suka kise-kun?" 'BLUSHH' / "Sumimasen! Sumimasen! Sumimasen! Sumimasen!" / "Ki-kise! Ada apa denganmu?! " / "…Kise-kun, mengapa kau sama sekali.. TIDAK PEKA?! AKASHI-KUN MENYUKAIMU KISE-KUN!..."/ Satu kata, GAJE.

.

.

.

Chapter 6 : Chance 1

Kise's Bed room On Fri At 08.35 P.M

"Uuuh"

Kise Ryouta, ikemen(?) kita tercinta ini tengah menenggelamkan kepalanya di boneka beruang yang cukup besar berwarna coklat dengan pita berwarna biru tua di lehernya. Boneka itu hadiah dari aomine saat mereka kencan pertama. Menurut kise, aomine bukan tipe yang romantis. Tetapi jika ia berada di sisi aomine ia merasa nyaman. Sekarang ia sedang pusing lantaran sejak tadi pagi ia mendapat kesialan yang bertubi – tubi. Di mulai di kerumuni fans yang lebih banyak dari biasannya, bertengkar dengan kuroko, pulangnya tidak bisa bersama aomine dan kuroko, di labrak haizaki, dan paling parah ia melihat aomine bersamam wanita lain. Poor kise "Bahkan ia tidak menelpon atau mengirim e-mail-ssu…" Kise menatap layar Handphone nya. Tetap hampa "Aominecchi menyebalkan-ssu!" Kise membanting Handphone miliknya ke kasur. Tiba – tiba.. 'TRIING' Baru saja kise membanting HP nya, kekasihnya menelpon.

"Halo.." Suara kise tampak lesu dan galau(?)

"Hey,hey… ada apa dengan kekasihku ini? Kau sakit?"

"Tidak kok.. aominecchi jahat-ssu! Tidak pulang bersamaku, lalu bilang ada urusan. Setelah itu, kau jalan dengan perempuan lain! Pintar sekali-ssu…" Air mata kise menggenang. Ia benar – benar stress sekarang.

"Maaf, kise. Aku benar – benar ada urusan. Kau melihatnya? Perempuan yang kau lihat itu momoi, teman kecilku dan juga yang telah menolongmu. Lalu yang ke dua, soal ekstra basket. Aku ingin masuk ke sana. Tetapi Akashi melarangku"

"Ah.. maaf aominecchi ku kira kau berbohong padaku. Eh? Akashicchi?"

"Mana mungkin aku berbohong. Jangan terlalu dekat dengannya, aku bisa marah" Kise tau aomine sedang bertampang sangar di seberang sana.

"Aku mengerti, pokoknya besok aominecchi harus pulang bersamaku-ssu!" Kise bersemangat kembali.

"Hahaha baiklah kise. Uuh! Kau imut sekali!"

"A-Aominecchi! memalukan!" Kise blushing seketika. Suara baritone di sana terdengar tertawa lepas. Akhirnya mereka bisa berbalikan kembali. Ah, masa muda.

-000-

Kuroko's Apartement On Fri At 09.54 P.M

Pria bersurai baby blue itu tengah membaca novel kesayangannya di ranjang apartemennya. Banyak yang belum tau ia tinggal sendiri. Orang tuanya berada di desa sementara ia bersekolah di kota. Mengapa? Supaya kelak ia bisa memajukan desanya dan membuat orang tuanya bangga. Ia menguap kecil saat membaca novel nya. Mata nya tertarik pada dua buah foto yang di pajang di atas meja belajarnya. Pertama, foto sang idola, Akashi Seijuuro. Ia menyesali kesalahannya memarahi kise "Besok aku harus minta maaf ke kise-kun" Lalu matanya beralih pada foto ke dua, terlihat anak kecil yang memegang bola basket dengan rambut merah tua tertiup angin tengah menyeringai ke arah kamera "Kagami-kun jahat. Ia meninggalkan ku demi kakak bohong – bohongannya. Menyebalkan" Mimik muka kuroko yang agak kesal beberapa detik berubah menjadi senyuman tipis "Seperti apa dia sekarang ya?" Ia bertanya kepada dirinya sendiri. Kuroko dan kagami adalah teman kecil. Orang tua mereka bersahabat. Saat itu, orang tua kagami yang merupakan pengusaha beras(?) pergi ke desa tempat kuroko tinggal. Desa tempat kuroko tinggal terdapat banyak sekali sawah. Orang tua kuroko yang bekerja sebagai petani, di datangi oleh orang tua kagami. Mereka berbicara tentang persawahan(?). kagami kecil sangat tertarik pada suasana perdesaan tersebut. Ia melihat kuroko yang sedang duduk di pinggir sawah sambil membaca sebuah buku. Kagami menyapa kuroko dan akhirnya mereka berbagi cerita. Mulai dari orang tua mereka, tempat tinggal mereka, sampai hobi mereka masing – masing. Dari situ lah mereka dekat. Beberapa bulan setelah kejadian itu, kagami menelpon kuroko untuk memberitahu bahwa kagami ingin pergi ke amerika untuk mengunjungi kakak bohong – bohongannya. Waktu itu, kuroko kecil terkejut dan takut kehilangan kagami. Ia langsung menutup telepon dan berlari ke kamarnya untuk menangis. Sementara itu bakagami kecil mengira telponnya terputus. Nyesek "Bakagami" Kuroko bergumam lalu meletakkan kasar foto teman kecilnya itu.

-000-

Teikou High School On Sat At 07.25 A.M

"Hey, lihat lelaki itu.. perawakannya sangar"

"Iya, iya! Serperti nya bukan murid sini"

"Tubuhnya tinggi, pasti pemain basket"

"Di lihat – lihat tampan juga ya.. hihi"

"Oi oi kau pacarku, bodoh"

Begitulah gunjingan siswa Teikou Gakuen saat mereka baru masuk. Mereka melihat seorang lelaki berambut merah tua tengah duduk di kursi taman mengenakan seragam Teikou Gakuen. Sepertinya ia sedang menunggu seseorang "Belum datang, huh? Dasar bayangan" Kagami menyeringai tipis lalu bankit dari kursi taman tersebut. Ia menulusuri sekolah baru yang ia tempati setelah pulang dari amerika. Ia bertanya kepada beberapa murid dengan pertanyaan 'apakah kau tau kuroko tetsuya? Anak kelas 1' dan nihil. Tidak ada yang tahu. Kagami memukul jidatnya sendiri 'Dasar bayangan. Saking tipisnya kah kehadiranmu membuat orang – orang tidak mengenalimu?' Akhirnya ia menyerah. Ia lelah menelusuri sekolah ini. Ia pun duduk kembali di sebuah kursi yang dekat dengan sebuah loker dan menyeringai tpis sambil menatap layar handphone nya"Walaupun kehadiranmu tipis bagi orang lain, tapi kehadiranmu tidak tipis di hatiku (halah)" "Benarkah? Lalu mengapa tak mengabari ku?" "iy- HUWAA?!" Tanpa sadar, orang yang di carinya sudah ada di sebelahnya, Kuroko Tetsuya. Kagami yang otaknya loading tetapi lebih parah aomine, bertampang cengo 'Rambut itu! Tampang datar itu!' "Kuroko! Finally I found you! I'm really happy right now!" "Sombong" "Huh?" "Baru datang dari amerika sudah pamer berbicara bahasa inggris" Kuroko memalingkan muka dari kagami. Ia mengingat masa keclnya yang ditinggalkan kagami… yah, menurut author sih bukan hal sepele (halah). Kuroko masih agak sakit hati, tetapi ia tidak mengeluarkan ekspresinya karena mukanya datar dari lahir. Bahkan saat ibunya melahirkan ia tidak menangis dan sempat membuat panik karena ia bisa menghilang sejak bayi. Aneh "Maafkan aku, kuroko. Aku menelpon ke rumahmu yang dulu, ibumu bilang kau pindah ke kota. Lalu saat ku tanyakan nomor ponselmu, ibumu tidak tahu" "Entah" "O-okay! Okay! It's my fault! I'm so sorry, kuroko! Ayo kita mulai dari awal lagi! Namaku Kagami Taiga, namamu?" Kagami tersenyum sementara itu kuroko menoleh dengan tatapan kesal namun datar(?) "Kagami-kun, kau sudah tau namaku" 'CTIK' urat di dahi kagami muncul "Ini perumpamaan, kuroko!" "Sampai jumpa, bakagami" "Hey, hey! Tunggu!" Kuroko yang ber misdirection itu menghilang diikuti kagami yang mengejarnya. Satu sisi, kuroko senang kagami kembali, di sisi yang lain ia masih kesal karena kagami egois. Namun sepertinya… kuroko tak sepenuhnya kesal.

-000-

Teikou High School On Sat At 02.27 P.M

"Ryouta.. jadi.. kau tidak mau pulang bersamaku?" Kise mengangguk. Akashi tengah berada di dalam kelas 2 – B, kelas Kise dan Aomine. Ia tau ini akan terjadi, tentu karena aomine melarangnya. Seorang Akashi Seijuurou kalah? 'Tak akan ku biarkan kau menang, daiki' "Maaf sekali ya, akashicchi! Aku sudah ada janji!" Kise memohon – mohon kepada Akashi. Akashi hanya bisa menghela nafas. Ia melihat aomine bersandar di pintu kelas sambil melipat dada dan menyeringai menang. Itu semakin membuat Akashi kesal. Untung saja guntingnya tidak ia bawa karena larangan kise. Kalau saja ia bawa… mampus sudah "Baiklah. Kali ini saja ya, ryouta? 'CHUU' "A-akashicchi?!" Kise dan aomine kaget karena barusan Akashi mencium jidat kise "Tsk. Ayo pulang, kise!" "E-eh?!" Aomine segera menarik tangan kise untuk pergi dari tempat itu. Akashi tersenyum aneh "Kurasa aku harus membeli buku dulu"

Book Store On Sat At 03.06 P.M

Tokyo, termasuk kota pendidikan di jepang. Tetapi kedua setelah Osaka (kalo gak salah di IPS kaya gitu) banyak orang mendatangi kota ini hanya untuk kuliah dan mencari ilmu. Akashi seijuurou, murid yang terkenal jenius di kelasnya pun begitu. Sebenarnya ia murid pindahan dari Shibuya, tetapi banyak yang tidak tahu. Kini ia sedang berada di sebuah toko buku langganannya. Ia yang jenius itu, jika memiliki waktu senggang, ia mampirkan pergi ke toko ini. Ia mulai melihat rak – rak buku yang tertata rapi. Ia melihat dan terus melihat sampai – sampai ada yang menarik perhatiannya. Seorang pemuda yang tengah bercanda gurau dengan… kelihatannya senpai nya. Dan ia memgang salah satu buku yang di cari Akashi "Mirip.. Ryouta"

TBC

.

.

.

Jujur aku sedikit malas menulis == (di gampar) tetapi akan ku lanjutkan sampai habis (padahal ga ada yang peduli) makasih sudah membaca. Mohon maaf jika masih banyak kesalahan m(_ _)m RnR?