yosh, akhirnya chapter ini dipublish juga...! disini akan ada OC, untuk sekedar perwakilan dari dunia biasa saja. OC-nya gak akan Perfect, kok! emm... sudah ya, basa basinya, kita Capcuss yuk!


Draco menatap jendela disebelahnya. terlihat permandangan Wiltshire dimalam hari. tatapannya kosong. "Hermione..." gumamnya. "sorry..." Dia teringat hal yang terjadi kemarin.

#Flashback

"hey! Draco! ini milikmu kan? nih, aku kembalikan!" kata Renata (OC yang di chapter satu itu lho...) sambil melempar sebuah tongkat sihir ke Draco. "lagipula aku tidak bisa menggunakannya... percuma saja..." cewek itu pergi begitu saja.

"Dracoooo!" terdengar suara berat dari Lucius Malfoy yang berlari lebay kearah anaknya. "Ada yang baru nih!" katanya OOC setelah berpaspasan dengan anaknya. Draco hanya menoleh tidak tertarik. "Oreo sambal- eh, maksudku, lihat ini!" Lucius mengacung-acungkan sebuah poster bertemakan Eyang Voldy. "lalu?" tanya Draco cuek. Lucius manyun. dia yang ingin terlihat imut-imut, malah jadi amit-amit… "kita ikut yuk!" Lucius kembali mengacung-acungkan poster Gaje itu ke wajah Draco. "kau tidak lihat tujuan mereka?! tujuan mereka itu UNTUK MENGUASAI KEDUA DUNIA!" teriak Lucius membuat Draco segera menyumpal telinganya dengan kapas dan menyolong payung terdekat untuk menghambat hujan lokal mendadak dari ayahnya. "lalu kenapa kalau mereka ingin menguasai kedua dunia? lagipula, bukankah kita harusnya menghentikannya?" Draco berusaha membuat alasan. "lima orang pertama akan mendapat jatah kekuasaan," Lucius berusaha menenangkan dirinya. "aku ingin kau bergabung dengan mereka," Draco menggeleng "tidak," "Kau HARUS BERGABUNG DENGAN MEREKA!" Bentak Lucius. "Tidak! aku tidak mau bergabung dengan Death Eaters atau apapun itu!" tegas Draco. "hey, kau tahu, jika kau bergabung dengan mereka, kau bisa membentuk dunia yang kau inginkan, apapun itu," Lucius menepuk pundak anaknya. "pikirkanlah lagi, kau dapat membuat dunia sesuai keinginanmu," Draco mengangguk. ia lalu pergi ke kamarnya.

#Flashback off

seorang pemuda berambut pirang platinum pendek berjalan menyusuri tempat kediaman Malfoy, menuju kamar seorang Lucius Malfoy.

kreeek...(Suara pintu dibuka)

"bagaimana, Draco?"

"aku ikut,"


Voldy tersenyum bangga melihat senjata-senjata di depannya. senjata yang berbahaya seperti pistol, Machine gun, panah, bahkan meriam. semuanya dikumpulkan oleh warga London yang setia padanya. Voldy menyeringai.

"baiklah, permainan akan segera dimulai..."

[Next target: Prancis]

Paris.

kota dengan julukan kota mode ini memiliki permandangan yang indah. kota ini memiliki mena- (#kok jadi promosi?)

"woooohoooo! akhirnya kita di Prancis jugaaa...!" teriak Wormtail gaje sambil berlari lari disekitar menara eiffel. Voldemort mengangkat tangannya, memanggil dua laki laki dibelakangnya. "Draco Malfoy, Lucius Malfoy, senang bisa bergabung dengan kalian,"

Deg...

"Mione, kau tidak apa-apa?" bisik Harry di balik sebuah tembok. "a... aku t-tidak apa apa kok, Harry..." Harry menatap gadis di sebelahnya sebelum kembali beralih pada rombongan Eyang Voldy.

"ibu, mereka siapa? menyeramkan sekali..." kata seorang anak sambil memeluk ibunya. "tidak tau sayang..." kata sang ibu sambil memandang bingung rombongan aneh itu. Vody sengaja tidak membawa seluruh pasukannya, karena menurut seseorang disana, akan susah mengatur SEMUA warga Inggris. Voldemort mengeluarkan tongkat sihirnya, dan... "Acio!" Voldy mengambil sebuah apel dengan tongkatnya, membuat atraksi hebat dari tongkatnya yang mengundang perhatian banyak orang. Voldy lalu meledakkan apel tersebut. orang orang terlihat terkejut. "expulso!" Voldy kembali meledakkan sebuah mobil. "apa kalian menginginkan kekuasaan?" tanya Voldemort sambil tersenyum licik.

Hermione menggertakkan giginya. dia tidak sanggup membendung amarahnya. dia akan berjalan keluar tempat persembunyiannya kalau Harry tidak menahannya. "jangan gegabah, kita akan menghentikan mereka jika Voldemort lengah," Hermione menoleh kearah Harry. "bukan itu, Harry," dia kembali menoleh kearah rombongan Voldemort. Death Eaters dari dunia sihir baru Wormtail, Draco, Lucius dan Bellatrix. Bellatrix sudah bergabung dengan mereka semenjak Wormtail menyebarkan Death Eaters di dunia sihir secara diam diam. "ada hal lain yang harus aku lakukan," ia lalu keluar dari tempat persembunyiannya, dan terlihat oleh Voldy. "Hermione Ganger," Voldy kembali tersenyum licik. "apa yang akan kau lakukan disini, hm?" Hermione mengepalkan tangannya. "aku tidak akan membuang waktuku bersamamu, bodoh," dia melirik ke arah Draco. "Draco, aku ingin bicara padamu," Draco mengangguk. dia mengikuti Hermione.

(#cewek en cowok berduaan, yang ketiganya setan. dan setan ini akan menghampiri mereka, cuma, setan ini namanya, AMARAH.)

plak!

Hermione menampar Draco hingga pemuda itu oleng, dan pipinya memar. "mengapa kau ikut ke organisasi -Sensored- itu?!" kata Hermione kesal. Draco hanya diam. "Draco Malfoy! jawab aku!" (#waah... ini bukan Fic hum- udah ah, back to story) Draco membuka mulutnya. "Aku punya alasan sendiri Hermione," katanya tenang. "dan apa alasannya?!" Hermione berusaha menenangkan pikirannya.

"itu bukan urusanmu," (D)

"Kau temanku, masalahmu masalahku juga,"(H)

"kau tidak akan mengerti, Mione," (D)

"aku mengerti semuanya, Draco..." Hermione menghela Nafas. "aku tahu apa arti dari surat itu. Mi dispiace, ti amo. Maafkan aku, aku mencintaimu. aku tidak bodoh, Draco..." Hermione menatap Draco yang tertunduk. "jika kau mencintaiku, aku tahu kau tidak akan melakukan itu, tanpa alasan yang jelas," Draco memejamkan matanya. berusaha menenangkan dirinya. "seperti yang ku bilang, aku punya alasan sendiri Hermione," dia tersenyum lembut. "tenang saja, semuanya akan membaik," dia lalu berjalan pergi, meninggalkan Hermione yang terpaku ditempatnya.

"Mint... Mint, pengacau itu telah mengambil alih seluruh Pera-zzzzt..."(Alat komunikasi dimatikan)

"hn, tenang saja, mereka tidak akan mengambil alih negara kita, maupun sekutu kita, aku yakin," seorang gadis mulai menyeringai. 'aku mulai tertarik dengan kasus ini,'

Voldy menyeringai. warga Prancis benar-benar terkena sihir Imperionya. mereka semua kini sedang membuat pusat dari organisasi Death Eaters. tersisa 1 orang lagi untuk pembagian kekuasaan keraja-maksudnya kedua dunia. "Voldemort," panggil seseorang. "ah, Antonin Dolohov," jawab Voldy. "kau bilang kau punya sebuah organisasi untuk menguasai-" "tentu," potong Voldy(#emangnya kue dipotong potong?!) "aku ikut,"

"Pettigrew," panggil Antonim... eh, maksudnya Antonin. "ya?" jawab si gigi tikus yg sedang mengumpulkan dokumen data diri tentara negara Perancis. "Kata Eyang Voldy, sebarkan Death Eaters ke dunia sihir secara terbuka," "kalau ga mau gimana?" tanya Wormtail malas. Antonin mengacungkan tongkat sihirnya. "Ba...Baik!"

"Harry," panggil Hermione di suatu tempat. "mereka membuat organisasi Death Eaters. kita juga harus membuat organisasi yang menantang mereka," Harry mengangguk. "orde," Harry mengepalkan tangannya. "nama organisasi penentang Voldemort,"

Harry dan Hermione kembali ke Hogwarts untuk memberitahukan informasi tentang EV (ini adalah singkatan dari Eyang Voldy. author sering menyebutnya begitu) sekaligus mencari pengikut untuk Orde.

"Lily?" tanya Renata pada Lily. mereka berada di sebuah Café. "kau tidak pernah menyebutkan margamu. bukankah... tidak masalah jika aku mengetahui margamu?" tanyanya. Lily yang sedang meminum minumannya(#ya iyalah, masa' punya Renata?) tersenyum. "ini rahasia," dia menyandarkan punggungnya ke kursi. "kau boleh mengetahuinya, setelah kau berjanji tidak akan membeberkannya," Renata menghela nafas. "baiklah..." "janji?" Lily menyodorkan kelingkingnya. "janji," Renata menautkan kelingkingnya ke kelingking Lily. "baiklah, margaku adalah," Lily mulai berbisik. 'Potter,' Renata mengernyit bingung. "aku-" ucapan Renata terpotong ketika Lily menariknya ke tempat yang sepi setelah Lily membayar makanan mereka. l"aku belum pernah melihat namamu di daftar keluarga Potter," (#ada gak ya? diada adain aja deh) Lily tersenyum misterius. dia lalu menceritakan semuanya.

Flashback

"kak Al," panggil Lily pada kakaknya, Albus. "ya?" "kau pernah berfikir kalau om Ron sama tante Mione tidak cocok?" Albus memasang muka kesal. "Aku selalu berpikir mereka tidak cocok. Lihat, tante Hermione pintar dan cantik, sedangkan om Ron bodoh dan jelek," katanya. Lily tersenyum.

"aku punya rencana,"

Lily diam diam mengambil kalung time turner milik ibunya memakainya dan memutarnya

hingga dia sampai ke zaman ini(dimana ada EV)

Lily berjalan ke arah Hogwarts. tempatnya mendarat mirip tempatnya di masa depan, hanya saja beberapa pohon dan bunga terlihat lebih muda. 'tampaknya... ini adalah tempat beberapa bulan sebelum tragedi... EV,' Lily berjalan seperti biasa, berusaha tidak menarik perhatian. "hei!" panggil seseorang. 'jangan jangan...' "kau bukan dari Hogwarts?" tanya orang itu. Lily mengedarkan pandangan di sekelilingnya. Tidak ada orang. "Dibawah!" Kata suara itu. Seekor- eh, kurcaci-(#digebukin Flitwick) seorang Flitwick berada di belakangnya. "Eh? Grumpy?" Tanya Lily refleks. "Hey, aku bukan dari negeri dongeng anak muda...!Apa yang kau lakukan disini?" Bantah + Tanya Flitwick = Lily mikir dulu. 'Apa ya... Tidak mungkin aku memberi tahu yang sebenarnya pada si KerdilMan ini... Ah!' "Eh... Aku mau daftar untuk masuk ke Hogwarts..." Kata Lily berbohong.

Flashback end.

"Tapi Lily... Kalau masuk ke masa lalu berarti..." Pertanyaan Renata dipotong dengan Lily. "Mengubah masa depan. aku tahu," Lily menarik nafas. "Aku ingin mengubah nasib tante Hermione dan om Ron... Aku tidak akan ikut campur dengan tragedi EV, karena itu akan mengubah masa depan," "tapi... Kalau kau ketahuan, apa yang terjadi?" "Aku tidak tahu, kuharap tidak terjadi apa-apa," Renata tersenyum.

"Aku akan membantumu,"

"Kalian menginginkan kekuatan?" Kata Wormtail lantang, di depan kerumunan orang orang. "Kalian ingin dunia seperti keinginan kalian?" Kata Wormtail lagi. Disekitarnya terdapat beberapa tentara Inggris yang melindunginya. "Bergabunglah dengan kita. Bersama, kita akan membuat dunia seperti keinginan kita," Wormtail menyeringai. "Yang berpatisipasi di organisasi kami, Death Eaters, adalah Lord Voldemort sebagai pemimpin, dengan julukan Eyang Voldy. Lalu ada Draco Malfoy, Lucius Malfoy," Narsis, eh maksudnya Narcissa Malfoy, yang kebetulan ada disana mulai tertarik. "Antonin Dolohov, dan," Wormtail menyeringai.

"Seluruh warga Inggris dan Perancis,"

Cedric Diggory yang berada dibalik dinding menulis sesuatu di kertas. "Heh, kau terlalu ceroboh, Eyang Voldy," gumamnya. "Rencana A?" Tanya perempuan disebelahnya, Ginevra Weasley. Sedric mengangguk.

"Permainan dimulai,"

Ginny beraksi. Dia mengambil tongkatnya dan mengucapkan mantra Bat-Bogey Hex. Sekerumunan Bogey berterbangan ke arah Wormtail, namun Wormtail menghindarinya. Tentara-tentara disana mulai mengambil ancang ancang. Mereka mengeluarkan Machine Gun mereka dan mulai menembak. Namun, beberapa dari mereka tidak bisa menghindari mantra mantra dari penyihir yang cukup hebat seperti Ginny dan Sedric. "Akh!" Lengan Ginny tergores peluru dari seorang tentara. "Avada Kedavra!" Ucap Ginny untuk membunuh tentara itu. Cedric mengejar Wormtail yang berusaha kabur.

Ginny terduduk. Tubuhnya lelah karena serangan tentara yang lemah namun banyak tersebut, juga, meng-Stupefy puluhan orang dalam satu hari lebih melelahkan dari yang dia bayangkan. Wanita blonde itu menyandarkan punggungnya ke dinding terdekat. Berusaha mengisi kembali Chakra, eh, maksudnya tenaganya.

"Petter, Berhenti disana!" Teriak Cedric sambil terus mengejar Wormtail. Wormtail tetap berlari. Jika dia menghadap Cedric sekarang, dia akan mati. Sihirnya tidak ada apa apanya dibandingkan seorang Cedric Diggory'. "Avis!" 'Sial!' Batin Wormtail sambil menghalau burung yang berasal dari tongkat Sedric.

DOR!

Bruk!

Tubuh bulatnya terjatuh ketika dia merasakan sesuatu yang seperti jarum menusuk di kakinya, namun, sakit. Sangat sakit. Matanya berkunang kunang. Rasa sakit yang luar biasa menyerang kepalanya, hingga semuanya gelap.

Wormtail Pov

Gelap...

Ah, apa itu?

Seekor... Jerapah?

Mengapa jerapah berwarna Pink?

Disebelahnya ada sosok berambut pirang dikuncir, sedang menari ballerina dengan lebaynya...

dia memakai memakai baju ballerina pink...

Dia dengan gaya ballerinanya dia berjalan mendekatiku, membalik badannya, menampakkan wajahnya,

Tunggu, dia...

.

.

.

.

.

.

.

Sule?

"GYAAAA!"

End wormtail Pov

"Siapa kau?" Tanya Cedric pada seorang perempuan yang telah menembak Wormtail. "Itu tidak penting," jawab perempuan itu sambil melirik ke arah Wormtail. "Bawa dia, dia belum mati. Aku hanya membiusnya,"Cedric mengangguk, lalu menggendong tubuh berat Wormtail. "Kau sepertinya bukan penyihir," katanya. Perempuan itu mengangguk.(#nih cewek pelit kata banget sih?) "Terima kasih. Kita memang memerlukannya untuk diintrogasi," Sedric tersenyum. "Hn. Aku ikut,"

"Rencana berhasil," kata Cedric sesampainya di markas Orde. "Kerja bagus, Cedric, Ginny," kata Hermione tersenyum. "Siapa perempuan disebelahmu?" Tanyanya. "Dia manusia biasa. Dia yang telah membius Pettigrew," jawab Brunette. "Hn. Dia akan bangun besok," kata perempuan itu. "Potter," panggil perempuan itu. Harry mengalihkan perhatiannya dari data yang dibawa Cedric. "Ya?" "Aku tertarik untuk bergabung dengan Orde," Harry tersenyum tipis. "Baiklah, tapi, dalam Orde, tidak ada yang boleh disembunyikan. Kau harus memberitahu namamu, umur, apa yang dapat kau lakukan, dan kau harus berjanji tidak akan mengkhianati kita, atau, kau akan terbunuh," katanya. Perempuan berambut emas yang sedikit gelap itu menutup matanya sejenak, berpikir. Beberapa detik kemudian, dia membuka matanya.

"Baiklah,"

Back to Wormtail's Pov

Singkirkan diriku dari banci ini!

Aku berusaha menghilangkan Sule berbaju Ballerina itu dari hadapanku.

Poff!

Akhirnya...

Apa lagi itu?

Voldemort?

Voldemort memiliki tanduk?

Terus, dari mana lensa kontak Pink dan Background bunga bunga itu?

Dan,

MENGAPA AKU BERADA DI TEMPAT YANG ANEH...?!


Tbc/to be continue/Te Be Ce/TuBerCulosis/Tempe BaCem(?)

Yosh, akhirnya chapter 3 selesai juga ^ ^ chapter ini akan jadi Hadiah buat Emma Watson (aktor Hermione) dan arthur bowen (Aktor Albus) yang ulang tahun! Happy Birthday! Disini juga akan ada OC, tapi OCnya bukan sebagai pemanis, tapi pengasem(?) Cuma sebagai karakter tambahan dari dunia manusia… Ah ya, berhubung sebentar lagi Ujian, aku akan Mogok buat Fic dulu. Kira kira aku akan membuat kelanjutan Fic ini ketika libur, dan, akan Dipublish kalau menurut aku lumayan banyak yang me-Review. So, Review please! Katakan menurut kamu EV itu jelek atau bagus, aneh atau ngebingungin(?), de el el.

Thanks for Reading!

Shappire