Disclaimer: I am not own Fairy Tail or my sweet bodyguard
A Man with Blue Hair
Suasana diruangan tersebut menjadi hening saat nama Jelall keluar dari mulut Lucy. "Pilihan yang bagus untuk pertama"Komentar Gray.
"Jelall bisa sangat protective Lucy"kata Sting sambil menggaruk kepalanya.
"Itu benar" balas Rogue menyetujui kata – kata Sting.
Lucy hanya terdiam. Ia berpikir apa ia telah salah membuat keputusan. "Nona Lucy Dreyar " panggil Jelall yang membuyarkan lamunan Lucy. "Eh" respon Lucy.
Jelall tersenyum. "Aku akan menjaga keselamatan nona Lucy"kata Jelall penuh rasa hormat. "Terima kasih Jelall-kun" kata Lucy sambil tersenyum juga. "Lucy, Boleh aku minta jadwal kuliahmu ?"kata Ultear. Lucy pun memberitahu Ultear jadwal kuliahnya sementara Ultear mencatat apa yang diucapkan Lucy.
"Ayo nona Lucy kita harus memberitahu perdana menteri details penjagaanmu"Kata Jelall.
"Uh.. Jelall – kun… panggil saja aku Lucy"kata Lucy tersenyum.
"Baik"jawab Jelall. Jelall dan Lucy pun menuju ruang perdana menteri.
Di ruangan perdana menteri Jude Heartfilia, Ayah dari Lucy sudah menunggunya. Jellal pun menjelaskan detail keamanan pada Jude. "Ah jadi kau memilih Jellal Fernandez untuk giliran pertama"kata Jude.
"Ya tuan"jawab Lucy.
"Panggil aku papa Lucy"Pinta hanya terdiam. 'Aku baru mengenal pria ini sebagai ayahku . Untuk memanggilnya ayah rasanya itu terlalu cepat'pikir Lucy.
Seakan – akan bisa membaca pikiran Lucy, Jude hanya bisa menghembuskan nafas."Jika kau sudah siap Lucy"kata Jude"Jellal tolong jaga Lucy"
"Siap"kata Jellal.
"Jadi kalian akan langsung ke rumah Lucy?"tanya Jude.
" Seperti itu rencananya"kata Jellal.
"Baik. Hati – hati dijalan"kata Jude. Jellal dan Lucy pun pamit.
Jellal dan Lucy berjalan bersama menuju teras. Dimana sebuah mobil keluaran terbaru telah menunggu mereka. Jellal membuka pintu mobil untuk Lucy. "Terima kasih Jellal-kun"kata Lucy. Ia pun memasuki mobil.
Jellal Pov
Aku menyetir menuju rumah Lucy bersama putri perdana menteri. Jalanan tidak terlalu padat tetapi dari kaca spion aku bisa melihat ada dua mobil hitam mengikuti kami. "Lucy kau tahu cara menidurkan kursi mobil?"tanya Jellal. Gadis pirang itu menganggukan kepalanya. "Tolong lakukan sekarang Lucy"kataku sambil memeriksa GPS. Lucy memaksimal kursi mobil hingga pada posisi tidur. "Tetap seperti itu Lucy" kata Jellal.
"Ada apa Jellal – kun?" tanya Lucy khawatir.
"Tidak apa – apa "Jawabku sambil menambah kecepatan untuk meloloskan diri dari dua mobil yang mengikuti kami.
Lucy Pov
Berada didalam mobil dengan kecepatan tinggi memang tidak menyenangkan terutama, bila orang yang menjaganya tidak mengatakan apa – apa . Lucy berada diposisi tidur hingga tidak terlihat dari luar. Dari sudut mata Lucy, aku bisa melihat pantulan mobil di kaca spion yang mengejar mereka.
"Jellal – kun apa yang kau lakukan? Aku tahu jalan pintas."kata Lucy yang melihat Jellal yang sibuk memeriksa sesuatu di GPS. "Jangan jalan pintas terlalu berbahaya."balas Jellal yang masih menyetir."Aku mencari jalan yang cukup ramai"lanjutnya seakan menebak isi kepala Lucy.
Setelah dua puluh menit, Jellal menyetir dengan kecepatan penuh. Akhirnya mereka bisa melepaskan diri dari kedua mobil yang mengikuti mereka.
Jellal menelepon Hibiki dan memberitahu apa yang terjadi serta nomor plat mobil yang mengikuti mereka begitu Jellal dan Lucy sampai di apartemen Lucy.
"Berapa nomor apartemen mu?"Tanya Jellal.
"10" jawab Lucy yang sudah turun dari mobil. Jellal pun berjalan lebih dulu untuk memeriksa keadaan sekitar. Lucy pun membuka pintu apartemennya.
Apartemen Lucy terbilang sederhana. "Maaf jika berantakan"kata Lucy. "Cukup mengejutkan, seorang putri perdana menteri tinggal di apartemen sederhana"komentar Jellal.
"Ibu dan kakekku hanyalah orang sederhana. Mereka hanya sanggup membiayai pendidikanku sampai Sma"Jelas Lucy sambil membuat teh
"Jadi kau bekerja sebagai pelayan café untuk membiayai kuliahmu"kata Jellal .
"Ya dan tidak. Aku mendapatkan bea siswa untuk pelajaran astronomi"kata Lucy.
"Kau menyukai bintang?" tanya Jellal. Lucy menganggukan kepalanya. "Aku hanya menyukai hujan meteor"aku Jellal.
"Jadi beritahu aku apa rencanamu besok?" tanya Jellal.
"Aku ada kuliah pagi dua mata pelajaran setelah itu janji bertemu Levy di perpustakaan dan membantu kakek di toko buku miliknya" jelas Lucy sambil menyajikan teh.
"Untuk bodyguardmu besok aku sarankan, Hibiki atau Rogue mereka berdua tidak terlalu berisik dan bisakah kau luangkan waktumu pada malam hari perdana menteri ingin makan malam bersamamu." Kata Jellal.
Lucy mengangguk. "Kalau begitu aku pinjam kamar mandimu. Aku ingin mandi"Kata Jellal sambil melonggarkan dasinya.
Selagi Jellal mandi, Lucy menyiapkan makan malam. Lucy memasak makan malam yang terdiri dari, nasi,Ikan goreng dan telur dadar. Hanya butuh waktu setengah jam bagi Lucy untuk memasak semua itu.
"Baunya harum dan lezat" kata Jellal yang telah keluar dari kamar mandi. "Aku memasak makan malam. Kau bisa makan lebih dulu. Aku mau mandi"kata Lucy sambil menuju kamar mandi.
Jellal kini mengenakan kaos putih dan celana jeans biru. Jellal mulai melihat – lihat foto – foto Lucy yang berada diruangan tersebut. Kebanyakan foto Lucy bersama kakeknya atau seorang pemuda berambut pirang yang selalu terlihat menggendongnya,saat Lucy berusaha sepuluh atau sembilan tahun.
"Kau belum makan Jellal – kun"kata Lucy yang telah selesai mandi. "Ah aku terlalu serius melihat foto – foto ini"kata Jellal tersenyum kecil. Lucy melihat foto yang dilihat Jellal. "Ah itu waktu umurku 10 tahun. Orang yang menggendongku Laxus – nii."jelas Lucy tersenyum.
"Dimana kakakmu sekarang?"tanya Jellal.
"Dia bekerja dirumah sakit sebagai dokter"jawab Lucy. "Nee ayo makan malam"
"Baiklah"balas Jellal yang berjalan menuju meja makan. Suasana makan malam berjalan dengan cukup nyaman. "Nee kau tidak ada tugas kuliahkan Lucy?"tanya Jellal ditengah – tengah makan malam.
Lucy pun berpikir sejenak. "Tidak ada "kata Lucy.
"Beristirahatlah, aku yang akan membereskan makan malam" kata Jellal. "Aku akan menyiapkan futon untukmu" kata Lucy.
