Title : FATE
Author : cindyjung / jungharu
Pairing : YunJae (Jung Yunho X Kim Jaejoong)
Genre : Sad, Romance
Halooo cindy kembali dengan Fate disini XD maaf kalo dicerita ini YunJae nya ga bersatu-satu dan sedikit banget romance YunJaenya huhuhu. Disini full of Flash Back so, bersiaplah membaca tulisan yang miring2 selama part ini XD
Balasan Review
Vic89 : Ne... Vic, makasih yah udah mau ngikutin cerita ini J
Yuuka Shim : Huahahaha . kenapa aku dibakar eoh? *balikin obornya* iya Changmin sadar kan masih ada aku (?) /digeplak Yunho. Makasih mau baca cerita ini yak J
Izca RizcassieYJ : iya semacam klimaks wkwkwkw. Kemana hayo? Ikuti terus lanjutannya XD Makasih yah udah mau terus baca cerita ini J
Vnyj : yup. It's fun for me to wrote angst wkwkw /digeplak. Maap ya kalo updatenya ngga asap XD ide kabur-kaburan but thanks udah mau ngikutin cerita ini J
Chris1004 : Siap! Terimakasih yah udah mau baca :D
Meybi : kehatiku (?) /ditendang. Untuk part ini mungkin Changmin ngga akan nampak dulu ^^v Makasih udah mau ngikutin cerita ini J
MaghT : Siap. Siap! Makasih ne udah mau baca J
Jae milk : ikuti cerita ini terus XD makasih udah mau baca sampe sekarang ya :D
Chan Nuriza : salam kenal juga :D yah begitulah setidaknya kesimpulannya yah XD wkwkwk endingnya semoga menggugah ntar XD makasih udah mau baca cerita ini :D
Terimakasih buat semuanya yang sudah mendukung Fate XD mungkin Fate akan berakhir dengan 10 episode eh chapeter aja biar YunJaenya ga semakin nyesek hehehe ^^v. Soal ending ntar semoga ga mengecewakan kalian yah L
Sekali lagi TERIMAKASIH, ARIGATOU, KAMSAHAMNIDA,XIE-XIE, AND MANY MANY THANKS BUAT SEMUANYA :DD . I LOVE YOU ALL MY READER :* /KECUPIN SATU-SATU SAMPE CAPSLOCK JEBOL
Now let's the story begin
.
.
.
Past, the place that we had passed
Present, the place that we have stay
Future, the place that we...
Well, who knows?
#YunJae#
Spring, 2006
"Namaku, Kim Jaejoong, senang bertemu dengan kalian. Mohon bantuannya" kata seorang namja manis yang tengah berdiri di depan ruang kelas tersebut
"Baiklah, silahkan pilih tempat dudukmu" kata seorang namja yang tampak telah berumur yang adalah dosen yang sedang mengajar di kelas tersebut
Namja itu kemudian melangkah mengambil sebuah tempat duduk disebelah namja bermata musang yang kini tampak sedang menyembunyikan kepalanya diantara tangannya di meja belajarnya. Rambut panjang namja tersebut juga sedikit mengganggu pengelihatan si namja manis yang bernama Kim Jaejoong tersbut. Mata doe namja itu menatap dalam namja disebelahnya sambil menerka wajah seperti apa yang ada dibalik tangan-tangan indah tersebut.
PLUK!
Sebuah penghapus whiteboard telak mengenai kepala namja tersebut dan membuatnya menggerakan sedikit tubuhnya dan membuatnya membangkitkan tubuhnya dan membuatnya menghadap ke arah Jaejoong. Mata musang namja tersebut mengerjap pelan sebelum akhirnya menyadari keberadaan wajah asing disampingnya.
"Ya! Siapa kau?" kata namja itu sedikit ketus
Pemilik mata doe itu sedikit terperanjat ketika tubuh namja disampingnya memperlihatkan wajahnya. DEG! Jantung Jaejoong berdegup pelan ketika menatap wajah namja yang ada disampingnya itu. Jaejoong hanya terdiam sambil menatapi wajah namja yang berambut sedikit panjang itu (style di Beautiful You aja gimana XD). Mata musang itu menatapi Jaejoong dari bawah hingga keatasnya.
"Kau namja?" kata namja itu sambil mendenguskan nafasnya kecil
Jaejoong hanya membelalakan matanya ketika mendengar pernyataan dari namja yang baru dikenalnya itu. Apa namja ini mempertanyakan 'kesejatian'nya?
"Berani sekali kau memukul kepalaku huh?" kata namja itu dengan wajah kesal
"Bukan..."
"Ya!" belum selesai Jaejoong membela dirinya namja disampingnya itu sudah memberdirikan dirinya dari kursinya dan memukul meja keras sambil menatapnya kesal. Semua mata mahasiswa yang terdapat diruang kelas itu tersebut langsung mengarah padanya dan menatap mereka secara bergantian
"Ya! Jung Yunho! Apa-apaan kau?" kata dosen yang merasa terganggu dengan tingkah namja yang adalah Yunho tersebut
"Orang ini! Siapa orang asing yang berani memukul kepalaku ini?!" pekik Yunho keras
"Ano, bukan aku" kata Jaejoong sambil berusaha membela dirinya didepan Yunho
PLUK!
Sebuah lemparan penghapus kembali mengenai kepala Yunho tepat sasaran dan membuat Yunho merintih pelan kala merasakan sakit yang sama seperti pukulan pertama.
"Siapa yang memukul eoh? Sekali lagi kudapati kau tidur dikelasku bukan hanya penghapus ini yang kulemparkan padamu, arraseo, Jung Yunho?" kata dosen tersebut keras pada Yunho
Yunho terdiam sambil mengamati dua penghapus whiteboard yang kini sudah ada di dekat tempat duduknya. Yunho menundukkan kepalanya sambil merutuki dirinya penuh malu lalu kembali ke tempat duduknya. Sementara murid lain dikelas yang menatapnya penuh keseriusan kini hanya dapat menahan tawa karena tingkah bodoh yang dilakukan Yunho tadi. Tidak hanya mereka bahkan Jaejoong kini tengah menutupi mulutnya yang tengah tersenyum karena merasa lucu akan namja disampingnya.
Satu jam berlalu dan kuliah mata pelajaran hari ini pun telah selesai. Yunho masih terduduk dan merutuki dirinya. Selama satu jam ini, tidak ada yang ia pikirkan selain dirinya yang ketahuan tidur dikelas dan juga dirinya yang telah memarahi orang yang salah. Ah.. benar juga, orang itu, masih sangat asing dikepalanya.
Jaejoong melangkahkan kakinya berusaha menuju ke kantin saat sebuah tangan berhasil mengambil alih tangan kanannya dan membuat tubuhnya berbalik. Seketika wajah namja yang telah membuatnya tertawa itu kini kembali tampak dihadapannya.
"Ya!" panggil Yunho pada Jaejoong yang kini tengah menatapnya bingung
"Apa?" jawab Jaejoong singkat
Yunho menatap wajah polos Jaejoong yang sedikit membuat hatinya bergetar. Tapi getaran ini Yunho anggap getaran karena ketakutan atas kesalah pahaman tadi. Tangannya yang tadinya masih menggenggam tangan Jaejoong erat kini terlepas perlahan dan lalu Yunho masukan kedua tangannya pada saku celananya.
"Maafkan aku, tadi.. anu..." kata Yunho gugup sambil kadang mengeluarkan sebelah tangannya untuk menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
"Tidak apa-apa, malah itu sangat lucu bagiku haha" kata Jaejoong sambil tertawa kecil saat mengingat kejadian tadi
"Aish, itu memalukan" kata Yunho sambil menghela nafasnya kecil dan mengalihkan pandangannya ke arah lain karena merasa malu sementara Jaejoong hanya tersenyum kecil menatapnya
"Ah! Aku baru melihatmu! Kau orang baru?" tanya Yunho sambil kembali mengalihkan pandangannya pada Jaejoong
"Ah, ye. Aku baru saja pindah, namaku Kim Jaejoong" kata Jaejoong sambil mengulurkan tangannya pada Yunho
"Ah, aku Jung Yunho!" kata Yunho sambil menggenggam tangan namja yang terasa sangat halus dipori-pori tangan Yunho tersebut
"Sekali lagi, maafkan aku ne? Ah, apa kau ingin makan? Akan kutraktir kau makan sebagai ucapan maafku, bagaimana? Lagipula ini kesempatan yang baik untuk berteman bukan?" kata Yunho menggenggam erat tangan Jaejoong sambil tersenyum memohon
"Hahaha, baiklah Jung Yunho" kata Jaejoong kemudian
"Apa kau suka makanan pedas? Atau asin? Atau bagaimana?" tanya Yunho lagi bersemangat
"Aku suka pedas" kata Jaejoong sambil tersenyum
"Baiklah! Ayo ikut aku!" kata Yunho penuh semangat lalu menarik tangan Jaejoong penuh semangat.
Memiliki teman baru itu... Menyenangkan bukan?
#YunJae#
Winter, 2006
"Kim Jaejoong, apa isi kadomu itu?" tanya Yunho penasaran
"Ini? Rahasia! Wlee" kata Jaejoong sambil memeletkan lidahnya
"Aeh! Pelit sekali! Aku kan hanya ingin tahu" kata Yunho mempoutkan bibirnya
"Kau benar-benar ingin tau hum?" kata Jaejoong sambil memperlihatkan kadonya tepat didepan wajah Yunho
"Tentu saja!" kata Yunho kemudian mengikuti gerakan kotak kado itu yang kini sudah kembali dalam pelukan Jaejoong
"Isinya adalah hatiku" kata Jaejoong dengan pipi yang sedikit merona. Entah merona karena dinginnya musim salju ini atau karena Jaejoong sedang merasakan hangat dalam dirinya.
Jantung Yunho berdetak pelan ketika ia memperhatikan raut wajah yang tidak biasa dari seorang Kim Jaejoong. Sudah berbulan-bulan ia mengenal Jaejoong dan baru kini ia melihat Jaejoong dengan wajah yang sangat manis seperti itu. Membayangkan wajah manis Jaejoong dihdapannya perlahan membuat debarann jantung Yunho bergetar semakin keras dan membuat sebuah rona merah muda juga hinggap dipipinya. Lagi-lagi seperti ini. Seperti ini setiap kali berada disisi namja ini. Kim Jaejoong.
Sementara Jaejoong masih tersenyum kecil sambil merasakan hangat pada pipinya. Ia pasti tengah merona kini. Setiap kali ia membayangkan apa yang ada di dalam kotak itu selalu membuat kepalanya beralih kepada namja yang ada disampingnya yang juga tengah tampak merona. Mungkin, itu akibat namja itu tengah mengalami kedinginan yang amat sangat. Tapi bagi dirinya, rona ini adalah karena perasaan hangat dalam dirinya yang ia rasakan karena namja disampingnya ini. Jung Yunho.
"Hatimu... akan kau berikan pada siapa?" tanya Yunho sambil enggan menatap namja bermata doe yang berhasil membuat jantungnya berdegup keras tersebut
"Lihat saja nanti" kata Jaejoong sambil memeluk erat kado tersebut dan memeletkan lidahnya pada Yunho
"Aish, kau ini menyebalkan sekali" kata Yunho sambil berusaha menangkap Jaejoong yang tampak mulai menghindarinya dan kemudian berlari kecil mengejarnya
Saat orang merasakan sebuah getaran kecil yang membuatnya nyaman mungkinkah itu awal dari tumbuhnya cinta? Bahkan jika getaran itu sangat-sangat kecil, mungkinkah itu terjadi? Jaejoong merasakan perasaan tiba-tiba ini begitu saja sejak kedua mata mereka bertemu. Cinta pada pandangan pertama hum?
Bisakah ini disebut cinta?
Yunho mengerjapkan matanya perlahan saat sebuah getaran mengganggu tidurnya. Ia mengarahkan tangan kanannya kebelakang berharap bisa menemukan benda yang telah berhasil mengganggu tidurnya tersebut, tapi ternyata tangannya meraba sesuatu yang lain berada didekat punggungnya. Yunho membalikan tubuhnya menghadap ke arah benda tersebut dan melebarkan matanya sejenak.
Matanya menangkap sebuah kotak kado yang amat tidak asing. Kado yang saat itu sedang dipegang dan dibawa oleh namja yang beberapa waktu ini berhasil menggetarkan hatinya lebih besar daripada biasanya. Ya, namja itu, Kim Jaejoong.
Yunho menatap kotak itu sebelum membangkitkan tubuhnya dari tempat tidur ragu. Ia memposisikan dirinya dalam posisi duduk ditempat tidurnya dan kemudian memegangi kotak kado tersebut. seketika pikiran-pikiran tentang kotak kado tersebut melayang pada kepala Yunho/
"Isinya adalah hatiku" suara Jaejoong yang terbayang dalam kepala Yunho mau tidak mau membuat mata musang itu menelan salivanya dalam-dalam
Yunho membuka kotak kado itu ragu dan melihat isinya dengan sebelah matanya seperti mengintip. Saat kotak itu benar-benar terbuka Yunho mengeluarkan benda yang terdapat pada kotak tersebut. Sebuah syal berwarna merah yang tampak cukup hangat untuk dikenakan setiap musim dingin seperti hari ini. Secarik kertas terselip diantara lipatan syal yang tampaknya buatan tangan itu
'Semoga bisa selalu menghangatkanmu. Ini adalah hatiku. Jaga ia baik-baik. Jung Yunho, selamat hari natal'
"Kim Jaejoong!" kata Yunho sambil bergegas berlari dan menuju ketempat yang saat ini mungkin sedang didatangi oleh orang yang sedang mengisi pikirannya kini
Yunho menjalankan sepeda itu dengan tergesa-gesa dan menghentikannya tepat ditempat parkir kampusnya yang dekat dengan perpustakaan kampus yang suka Jaejoong datangi. Yunho melangkahkan kakinya dan melihat Jaejoong yang tepat saja baru keluar dari ruang perpustakaan itu. Ia tahu bahwa saat ini kuliah sedang libur namun tetap saja namja ini mendatangi perpustakaan kampus ini dengan penuh semangat.
"Kim Jaejoong!" kata Yunho sambil memegangi kotak kado tersebut
Jaejoong hanya menatap Yunho yang tampak terengah-engah tersebut sambil melebarkan matanya. Wajah jaejoong hari ini terlihat tampak sangat kedinginan. Terlihat dari merahnya hidungnya dan juga telinganya. Walaupun ia sudah memakai syal yang tampak cukup tebal kini.
Yunho mengeluarkan syal merah tersebut dari kotak kadonya dan melilitkan syal panjang itu kelehernya dan juga ke leher Jaejoong yang sudah tertutupi syal saat itu.
"Hari ini sangat dingin, kau harus tetap menjaga tubuhmu tetap hangat" kata Yunho sambil mendekatkan wajahnya pada Jaejoong.
"Eh? Tapi aku membuatkan syal ini untukmu" kata Jaejoong sambil merasakan kehangatan pada sekitar lehernya karena syal tersebut
"Tidak ada syal yang memiliki panjang seperti ini bodoh. Jika panjangnya seperti ini kita bisa memakainya berdua" kata Yunho sedikit galak pada Jaejoong
"Ah? Benarkah? Berarti aku gagal membuatnya" kata Jaejoong tampak sedikit kecewa dan mempoutkan bibirnya
Yunho menatap namja yang tengah memoutkan bibirnya itu gemas. Dari awal Yunho melihat Jaejoong, Yunho memang sudah yakin bahwa dia terlalu lembut untuk ukuran seorang namja. Lihat saja sifat yang tampak manja ini? Bagaimana seorang Jung Yunho tidak menatapnya gemas sekarang?
Yunho menaikan tangannya dan menyentuh puncak kepala Jaejoong dengan sayang.
"Bagaimanpun ini hatimu. Aku, akan menjaganya" kata Yunho kemudian sambil tersenyum pada Jaejoong yang membuat jantung Jaejoong bergetar semakin hebat
Inikah cinta?
#YunJae#
Summer, 2008
"Mari kita rayakan setahun kebersamaan kita dan juga kepindahan kita ke apartemen ini!" pekik suara itu senang
"Aih, Yunnie ya! Bisakah kau kecilkan suaramu itu sedikit?" kata Jaejoong sedikit melirik-lirik keluar jendela berharap tidak ada yang merasa terganggu
"Aih, ini apartemen, boo. Tidak akan apa-apa. Lagi pula aku tidak berteriak sekencang itu kok" bela Yunho pada dirinya sendiri
"Ya! Ya! Diperayaan seperti ini, kenapa kalian malah bertengakar eoh?" kata namja bersuara husky yang datang dengan membawa beberapa gelas kecil ditangannya
"Ah, Yoochun ah! Dia yang menyebalkan!" kata Jaejoong sambil sedikit memoutkan bibirnya
"Eh? Kenapa aku?" kata Yunho tidak mau disalahkan
"Suaramu itu terlalu besar kau tau" kata Jaejoong kemudian
"Ya! Ya! Karena soal suara saja kalian sudah ribut seperti ini, bagaimana kalau kalian sudah menikah dan benar-benar memiliki rumah tangga sendiri eoh?" kata Yoochun berusaha menengahi sambil mengatur gelas gelas ditangannya di meja kecil di ruang tv tersebut
Jaejoong terdiam sementara Yunho hanya melirik Jaejoong sejenak sebelum akhirnya mencubit pout bibir Jaejoong.
"Jangan lakukan hal seperti itu, kau membuatku ingin menciummu saja" kata Yunho sedikit serius tapi bercanda yang berhasil membuat rona merah muda pada pipi Jaejoong
"Lagipula kau tau kan ada suara yang lebih berisik dari suaraku?" kata Yunho sambil tersenyum sedikit
"Eh?" kata Jaejoong bingung
"JUNG YUNHOOO!" panggil suara nyaring yang tengah memasuki pintu masuk itu dengan hebohnya
"Dia datang" kata Yunho sambil terkekeh kecil ketika suara nyaring itu semakin mendekat
Jaejoong hanya memeperhatikan Junsu yang baru saja memasuki pintu apartemen mereka dan memasuki ruang tv ini dengan bersemangat. Jaejoong kemudian menarik kedua ujung bibirnya dan membentuk senyuman ketika Junsu semakin mendekat. Tangan kanan Jaejoong menutupi sebagian wajah Jaejoong yang tengah tertwa kini. Benar juga, ada yang lebih nyaring dari suara kekasihnya ini.
"Semuanyaaa! Ja! Ja! Banyak makanan ringan yang sudah kubeli!" kata namja manis bernama Kim Junsu itu heboh
" Ya! Ya! Tenanglah sedikit! Yang sedang merayakan hari jadi kan mereka bukan kita!" kata Yoochun sedikit risih pada Junsu yang tampak terlalu bersemangat
"Kita?" kata Junsu menghentikan kegiatannya sebentar yang hanya dibalas oleh rona merah muda pada pipi Yoochun
"Ayo kita mulai saja acaranya" kata Yoochun sedikit gugup
Pasangan Yunho dan Jaejoong yang merasakan sikap aneh Yoochun hanya dapat terkekeh kecil ketika melihat Yoochun yang tampak salah tingkah itu. lalu Yoochun mengambil sebuah botol champange dan menyerahkannya pada Yunho.
"Ah! Ayo kita foto!" kata Junsu heboh sambil mengeluarkan kamera pocketnya
"Baiklah, sebelum membukanya, kalian berposelah dulu" kata Yoochun memberi pengarahan pada Yunho dan Jaejoong
Yunho dan Jaejoong kemudian saling memeluk pinggang dengan sebelah tangan mereka yang memegang champange tersebut. Jaejoong sebagai tangan kiri yang menggenggam dan Yunho adalah tangan kanannya.
"Baiklah, hana, dul, set!" kata Junsu yang menekan tombol pada kameranya tersebut
Dan terambillah moment berharga yang mungkin tidak akan terlupakan oleh keempat orang didalamnya. Bahkan kedua orang yang menjadi fokus foto tersebut. Musim panas yang menyenangkan. Bolehkan kita berharap untuk seperti ini terus?
#YunJae#
Auntumn, 2009
"Aku akan memperkenalkanmu pada orang tuaku" kata Yunho tegas pada Jaejoong
Jaejoong sedikit menggidikkan tubuhnya ketika mendengar pernyataan Yunho tersebut. Sudah lebih dari setahun bahkan menginjak dua tahun sejak akhirnya mereka menyatakan perasaan masing-masing dan menjalin hubungan yang bisa dikatakan 'berpacaran' dan waktu dua tahun lebih ini sudah cukup untuk membuat orang tua kedua pihak saling bertemu. Tapi Jaejoong merasakan jantungnya berdetak tidak nyaman saat Yunho mengatakan hal itu. Bukan karena tidak ingin, hanya saja, mereka menjalani hubungan yang mungkin saja masih tabu di mata orang banyak dan bahkan mungkin sangat tabu di hadapan kedua orang tua masing-masing.
"Apa kau yakin mereka..." kata Jaejoong meragu
"Tidak" jawab Yunho tegas
"Aku tidak yakin mereka akan menerima tapi setidaknya aku berharap mereka tau, bahwa yang kuinginkan untuk berada disisiku adalah kau, Kim Jaejoong" lanjutnya
Jaejoong sedikit menundukkan kepalanya di meja makan tersebut. Ia menatap ke cangkir yang ia beli bersama Yunho tersebut. Ia menatap sekeliling dan menatap apartemen yang berhasil disewa mereka berdua dan mereka tinggali selama hampir setahun ini. dan keadaan setahun ini sangat terasa menyenangkan bagi mereka Apakah mereka masih bisa merasakan keadaan yang sama setelah ini?
Jaejoong melangkahkan kakinya menuju ke dalam rumah yang tampak cukup berada itu. bagaimana tidak? Yunho adalah pewaris tunggal perusahaan milik ayahnya. Dan Jaejoong baru mengetahuinya, saat Yunho berencana untuk memperkenalkan Jaejoong pada orang tuanya.
PLAK!
Sebuah tamparan tepat mengenai pipi kanan Yunho dengan pelak dan kasar. Amarah terlihat menghiasi tamparan yang diberikan oleh ayahnya Yunho itu pada anak laki-laki satu-satunya tersebut.
"Anak bodoh! Bagaimana kau bisa mencintai sesama jenis seperti ini! kami tidak mendidikmu untuk menjadi namja seperti ini!" Pekik ayahnya Yunho frustasi
"Ayah, tapi, aku mencintainya" kata Yunho teguh
PLAK!
Lagi. Sebuah tamparan pelak mengenai pipi sebelah kiri Yunho.
"Cinta?! Kenapa kata-kata itu terdengar menjijikan saat kau mengatakannya untuk namja itu huh?!" kata ayah Yunho dengan nada lebih tinggi
"Kau!" kata ayah Yunho sambil berusaha mendekati Jaejoong
"Ayah! Jangan!" kata Yunho berusaha menghentikannya
PLAK!
Sebuah tamparan tepat mengenai pipi Jaejoong yang tengah terdiam dan membuat Jaejoong melebarkan matanya.
"Apa yang kau lakukan pada anakku?!" kata ibu Yunho yang ternyata sudah berjalan mendekati Jaejoong sejak Yunho teralihkan oleh ayahnya
"Ibu!" pekik Yunho sambil mendekati Jaejoong yang tampak syok dengan tindakan ibunya
"Yunho ya... jangan seperti ini..." kata ibunya Yunho sambil menghentikan Yunho dan mengambil tangan Yunho agar tidak mendekati Jaejoong
"Oemma..." kata Yunho dengan nada memohon
"Ibumu benar, Jung Yunho... Aku...sebaiknya pergi saja.." kata Jaejoong sambil membalikkan tubuhnya dan melangkahkan kakinya berusaha meninggalkan Yunho dibelakangnya
Jaejoong berjalan semakin menjauh dari Jung Yunho. Sudah ia duga bahwa ini akan menjadi ide yang sangat buruk. Ini terlalu tabu. Terlalu tabu bagi semuanya, mungkin tidak untuk teman-temannya tapi bagi keluarganya? Itu sesuatu hal yang berbeda.
Jaejoong melangkahkan kakinya keluar sambil merasakan sesuatu yang panas pada matanya. Sebuah cairan bening kemudian menjatuhi pipinya. Jaejoong menangis, dengan hati yang terasa sakit ia menangis. Dengan langkah yang membuatnya merasa tercekik ia menangis.
"Kim!" kata Yunho berusaha melepaskan jeratan ibunya dan mengejar Jaejoong yang sudah semakin menghilang dari pandangannya
"Jung Yunho! Berani kau mengejar namja itu, kau harus mengangkat kaki dari rumah ini selamanya!" kata ayah Yunho yang membuat Yunho sedikit menghentikan langkahnya dan membuatnya meragu atas segala keputusannya
Ia melemah dan mengendurkan perlawanannya dan terdiam. Pertahanan ibunya pun turun mengurang ketika ibunya melihat Yunho terdiam. Kepalanya menerawang akan segala hal yang telah dilaluinya dengan Jaejoong selama ini. Baginya, takdir telah membawa Jaejoong untuknya. Takdir.
"Kim Jaejoong!" kata Yunho kemudian lalu melangkahkan kakinya mengejar namja manis itu
"Jung Yunho!" pekik kedua orang tuanya di dalam rumahnya
Sementara Yunho berlari mengejar namja yang punggungnya sudah semakin terlihat itu dan kemudian mengambil tangannya dan menyeret namja itu untuk ikut berlari bersamanya.
"Ayo kita temui orang tuamu" kata Yunho pasti sementara Jaejoong masih mengalirkan air mata dari pelupuk matanya
#YunJae#
PLAK!
Lagi sebuah tamparan mengenai pipi mulus Jaejoong. Yunho yang hendak menolong Jaejoong pun menghentikan langkahnya ketika Jaejoong di rumah Jaejoong tidak jauh berbeda dengan apa yang mereka alami di rumah Yunho tadi. Ternyata hubungan mereka masih terlalu tabu dimata orang lain. Dan orang tuanya.
"Aku mencintainya, ayah" kata Jaejoong kali ini yang terdengar tegas
"Aku! Menyekolahkanmu! Bukan untuk menjadi anak yang seperti ini! dimana otakmu, Kim Jaejoong?!" pekik Ayah Jaejoong frustasi sambil menaruh jari telunjukanya di kening Jaejoong
"Maafkan aku...tapi aku..." kata Jaejoong sambil merasakan lagi panas pada matanya
PLAK!
Lagi tamparan itu mengenai pipi Jaejoong yang membuat Jaejoong merasakan perih yang amat sangat.
"Cinta?! Aku geli mendengarnya!" kata ayah Jaejoong yang hanya dibalas keterdiaman
"Ya! Tuan!" kata Yunho berusaha membela Jaejoong dan mengubah posisi Jaejoong jadi berada dalam perlindungannya dibelakangnya
"Berisik kau!" pekik ayah Jaejoong sambil mengambil kerah baju Yunho dan membawanya pada tatapan ayah Jaejoong
"Yeobo, sudah, hentikan, aku tidak tahan lagi" kata ibu Jaejoong yang tampak membela kami berduadengan menggenggam tangan ayah Yunho yang tampak akan memukul Yunho
"Pergilah!" kata Ayah Jaejoong yang menepis tangan ibunya tersebut
"Oemma!" pekik Jaejoong tidak terima saat melihat ibunya terjatuh tak berdaya akibat ayahnya
"Ayah! Apa yang kau lakukan hum? Aku minta maaf! Aku benar-benar minta maaf! Tapi aku... Aku.." Kata Jaejoong sedikit meragu diakhirnya karena bingung antara mengamati Yunho dan melihat keadaan ibunya
"Tak apa, Jaejoong ah..." kata ibu Jaejoong yang tampak lemah
"Ibu... selalu mendukungmu..." kata ibu Jaejoong terpingsan dan membuat Jaejoong membulatkan matanya
"Oemma!" pekik Jaejoong yang membuat Ayah Jaejoong dan Yunho berbalik menatapnya
#YunJae#
Sebuah foto yang terpajang disana membuat namja berwajah manis itu menitihkan air matanya. Namja itu menangis bagai keran yang tidak bisa tertutup. Air matanya itu terus mengalir, terus dan terus.
"Oemma..." katanya serak saat ia merasa suaranya sudah tidak dapat dikeluarkan lagi
Oksigen dalam dadanya terasa terlalu sedikit dan membuatnya semakin sesak, namun udara-udara yang dihirupnya membuatnya ingin memuntahkan semuanya. Rasanya seperti menusuk dadanya. Sakit dan perih.
Ibu Jaejoong, telah pergi.
Penyakit Jantung ibunya serta komplikasi darah rendahnya kembali kambuh setelah kejadian tersebut. Ini terlalu cepat bagi Jaejoong. sangat cepat. Bahkan ketika ada seseorang yang mau membelanya kenapa semuanya harus berakhir seperti ini?
"Oeemmmaa..." kata Jaejoong lagi merajuk penuh kesakitan sambil memndangi foto oemmanya kini
Berjam-jam telah berlalu dan Jaejoong berhasil mengontrol kembali emosinya walau tidak sepenuhnya ia rasakan kebaikan seperti yang dulu. Ia mengganti pakaian duka citanya dengan pakaian biasa yang berwarna hitam dan masih menggambarkan duka cita yang mendalam saat itu. jung Yunho tidak menghadiri pemakaman ini, bahkan jika ia memaksa untuk pergi dan menemui Jaejoong mungkin ia akan langsung diusir oleh ayah Jaejoong.
"Kim Jaejoong..." kata suara seorang yang tampak lebih seperti berbisik pada Jaejoong yang hendak melangkah keluar
"Junsu ah..." kata Jaejoong yang nampak suaranya mulai habis setelah menangis tadi
"Aku tau ini bukan waktu yang tepat tapi... aku... mohon...aku.." kata Junsu terbata diantara isak yang diperlihatkannya pada Jaejoong
#YunJae#
"Kau mau kemana?" tanya Yunho pada Jaejoong yang tampak tengah mengemasi barangnya
"Pulang" jawab Jaejoong singkat
"Eoh? Apa maksudmu, Kim Jaejoong?" kata Yunho sambil mendekati Jaejoong dan memegangi tangannya erat
Jaejoong menepisnya pelan dan kembali melanjutkan mengemasi barangnya tanpa menatap Yunho.
"Kim Jaejoong" panggil Yunho sambil berusaha menghentikan Jaejoong yang hendak keluar dari apartemen mereka tersebut
"Ini semua karenamu..." kata Jaejoong masih memunggungi Yunho yang membuat Yunho berhenti
"Ibuku... " kata Jaejoong sambil menahan isakannya
"Semuanya..." katanya lagi
"Semua karenamu.." lanjutnya
"Karena kita..."
"... terlalu memaksa..."
"Kim Jaejoong..." panggil Yunho lemah saat mendapatkan firasat buruk akan semuanya
"Pulanglah ke rumahmu Yunho ya" kata Jaejoong sambil berusaha membalikan tubuhnya
"Karena setelah aku pikirkan kembali..."
"Ternyata aku..."
"Aku membencimu" kata Jaejoong kini menatap Yunho tajam dan membuat Yunho terlonjak dan melebarkan matanya
Jaejoong melangkahkan kakinya sambil membuka kenop pintu apartemen itu berusaha keluar dan pergi sejauh mungkin. Junsu sudah menangis dihdapannya dan berharap Yunho pulang, bagaimanpun Jaejoong tidak ingin Yunho merasakan kehilangan keluarga seperti apa yang telah dirasakannya. Tidak. Jangan.
"Kim Jaejoong..." panggil Yunho sekali lagi lemah
"Mulutmu itu..mengatakan sisi mana?" kata Yunho sedikit memperdengarkan isakannya
"Diantara perkataan logika dikepalamu, dan perkataan hati di dadamu. Sebagai penengah, mulutmu itu... mengatakan sisi yang mana?" tanya Yunho yang suaranya sudah semakin bergetar
Jaejoong hanya menundukkan kepalanya ragu. Ia tahu benar mana yang dikatakannya. Hatinya berteriak memohon agar berbalik dan memeluk namja itu dan mengatakan bahwa semua itu adalah kebohongan tapi...
"Annyeong" kata Jaejoong mengucapkan selamat tinggal untuk terakhir kalinya sebelum tangannya benar-benar memutar kenop pintu itu dan pergi
Punggung itu meninggalkannya. Seperti daun yang meninggalkan batangnya saat musim gugur ini.. punggung Kim Jaejoong itu... akhirnya menghilang...
#YunJae#
Present, 2013
Jaejoong terduduk terdiam setelah ia tiba di tempat itu. tempat ia melangkahkan kakinya untuk meninggalkan tempat ini dan pergi untuk menuju ke Seoul. Menuju ketempat baru yang membuatnya bertemu dengan namja yang berhasil menaut hatinya. Jung Yunho.
"Kau lagi?" kata seorang namja paruh baya yang tampak mengenali Jaejoong
"Maaf?" kata Jaejoong tampak tidak mengenali wajah asing tersebut
"Apa kau lupa padaku?" tanya namja paruh baya yang adalah supir bus terminal tersebut yang hanya dibalas senyum aneh dari Jaejoong
"Hah, mungkin tiga tahun lebih memang berlalu sudah cukup lama yah?" kata ahjussi tersebut
"Maksud ahjussi?" tanya Jaejoong semakin bingung
"Aku ingat sekali dirimu, tiga tahun lalu, mungkin lebih, mengejar bis ku dan memaksa untuk naik. Namja sepertimu, namja yang tampak putus asa saat itu" kata ahjussi itu lagi
"Eh?"
"Ah.. kau ini amnesia atau apa? Kau saat itu menyusul bisku, memaksaku menghentikan bis dan lalu menyusul temanmu yang berada dalam bis itu bukan? Tapi lalu terjadi kecelakaan..." kata ahjussi itu berusaha menjelaskan namun hanya dibalas tatapan bingung Jaejoong
"Kurasa kau memang amnesia" kata ahjussi itu mulai menanggapi dengan malas
"Teman? Tiga tahun? Kecelakaan? Apa maksudmu ahjussi?" tanya Jaejoong mulai penasaran
Ahjussi itu kemudian membuka topi supirnya dan memperlihatkan kepalanya dimana sebelah kirinya tak ada lagi rambut yang tumbuh yang memperlihatkan bekas luka panjang dikepalanya.
"Ini akibat terkena pecahan kaca, kulit kepalaku jadi robek seperti ini. semua karena kecelakaan itu. Mungkin kau juga amnesia karena kecelakaan itu" kata ahjussi itu menjelaskan
"Kau hanya mengalami amnesia saja" terngiang perkataan Dara saat pertama kali Jaejoong bertemu dengannya
Jaejoong langsung melangkahkan kakinya berusaha menuju rumahnya. Sebelumnya tidak lupa ia membungkukkan badan dan berterima kasih pada ahjussi tersebut atas informasi yang telah di berikan padanya. Saat ini yang mengganggu Jaejoong adalah hal yang sama seperti apa yang mengganggunya tiga tahun yang lalu.
Siapa dirinya?
TBC
Heyaaaahhh akhirnyaaaa.. update jugaaa hahaha. Maaf updatenya ga asap karena kemaren ikut tes salah satu perguruan tinggi dulu ^^v. Doakan cindy berhasil yaahh XD
Dan maaf bagi pembaca Hello, Baby! Typo bertebaraaaaaannn ;A; Miaaaanhaaeeeeee sekali lagiiii *bow*bow*bow
Terimakasih yang sudah mau mengikuti Fate dari awal hingga akhir kecup dan peluk untuk kalian :* /mumpung udah buka puasa XDv
