Epilog

Namja tinggi dengan pakaian rapi itu melangkah dengan mantap masuk ke dalam sebuah ruangan yang terletak tidak jauh didepannya. Ia membuka pintu itu dengan sedikit ragu sebelum akhirnya membukanya dengan cukup lebar dan menampakkan sosok cantik didalamnya. Tampak seorang namja dengan kemeja putihnya kini tengah bersolek di depan sebuah cermin.

"Changmin ah?" panggil namja itu saat melihat pantulan namja tinggi itu di cermin

"Jaejoong hyung" panggil Changmin dengan senyum di kedua ujung bibirnya seraya melangkah masuk mendekati hyungnya itu

"Wah, kau tampan sekali hari ini" kata Jaejoong sambil menatap Changmin yang hari ini memang sangat tampan dengan rambut pendeknya yang ia spike dan juga kemeja putih dan jas hitamnya membuatnya tampak mampu mempesona siapapun disekelilingnya

"Tentu saja, aku tidak mau kalah tampan dari mempelai pria" kata Changmin bercanda

"Hahaha, kalian adalah dua namja yang sangat tampan menurutku" kata Jaejoong sambil berdiri dan mengacak rambut Changmin yang sudah tampak rapi saat itu

"Hyung!" rajuk Changmin tidak suka kala Jaejoong merusak rambutnya

Jaejoong menatap adik sepupunya sebentar lalu tersenyum lebar. Perasaannya sangat terharu mengingat hari ini Changmin bisa menghadiri pernikahannya dengan Yunho. Padahal dulu, dirinya bahkan tidak mengikuti atau mendatangi pernikahan Changmin hanya karena masalahnya dengan Dara tapi Changmin...

"Terimakasih" kata Jaejoong penuh haru

Changmin yang tadinya memasang air wajah kesal kemudian kembali membawa senyum pada air wajahnya.

"Sudah sewajarnya" kata Changmin yang kini tersenyum sambil menatap Jaejoong tak kalah haru. Ia tidak menyangka akhirnya dapat melihat kebahagian pada mata hyungnya

"Dia datang?" tanya Jaejoong kemudian yang membuat aiir wajah Changmin kembali berubah. Kali ini seujung bibirnya saja yang tertarik sambil dihelakannya sedikit nafasnya.

Changmin tau jelas siapa yang dimaksud hyungnya ini.

Tidak lain dan tidak bukan adalah Fanny.

Mantan istrinya.

"Entahlah" jawab Changmin tanpa menatap Jaejoong

"Kutunggu kau di altar hyung" kata Changmin sambil kembali memasang senyum yang sesungguhnya tidak dapat menyembunyikan luka di wajahnya

Setiap persatuan akan selalu ada perpisahan. Setiap kebahagian akan selalu ada orang yang terluka.

Saat Yunho dan Jaejoong akhirnya bersama, Changmin memutuskan untuk berpisah dengan Fanny.

Bukan ia tidak mencintai yeoja itu hanya saja... Changmin terlalu mencintainya untuk membuatnya bersamanya dan memaksanya untuk mencintainya bila ia saja bahkan masih menyimpan namja lain dihatinya. Ia hanya butuh waktu. Mereka butuh waktu, untuk sendiri. Dan saat keduanya telah siap. Takdir pasti akan mempertemukan mereka kembali.

Ah... Hidup memang selalu seimbang.

#YunJae#

Changmin menatap kedua manusia yang tengah tampak indah kini tengah saling mengikrarkan janji di hadapan seluruh umat di dalam kapel kecil ini. Perasaan bahagia tidak pelak menyeruak dari dalam seluruh umat yang hadir untuk menyaksikan peristiwa yang sangat jarang ini.

Karena Yunho yang tengah menyelamatkan hyungnya dari tembakan itu hingga harus masuk rumah sakit dan sempat koma, pada akhirnya membuat sang ahjussi –Mr. Kim- akhirnya menyetujui hubungan itu walau tidak sepenuhnya menyetujui namun dengan waktu, semua perlahan bisa membaik bukan?

Sementara rasa bersalah Mr. Jung pada dua pasangan ini membuatnya sadar akan tindakannya yang keterlaluan dan akhirnya ia mengijinkan anaknya untuk menikahi namja cantik yang kini tengah berdiri di depan altar bersama anaknya tersebut. Mungkin tidak buruk juga bila ia mengalah, setidaknya sekarang, ia dapat melihat binar kebahagiaan di mata anaknya itu.

Junsu dan Yoochun? Berdiri dengan tak kalah cantiknnya disamping mempelai tersebut. Mereka menjadi pendamping mempelai dengan sangat indah. Rasa bersalah karena telah memisahkan Yunho dan Jaejoong selama ini, seakan menguap kala Yunho dan Jaejoong masih menerima mereka dengan baik dan mau memaafkan mereka. Setidaknya tanpa mereka yang merencanakan bertemu saat sebulan kedatangan Yunho dan Jaejoong, pasti pasangan ini tidak akan saling bertemu lagi dan berkenalan bukan?

Changmin menarik kedua ujung bibirnya dan kemudian tertawa lebar disana kala menatap dua orag yang kini telah menyatukan bibir mereka. Ah, bukan hanya bibir, namun jiwa dan raga mereka kini telah bersatu sebagai suami dan istri.

Seketika sebuah kilas masalalu kembali menyeruak di kepala Changmin. Sebuah kenangan tentang dirinya dan Fanny kini kembali mengisi kepalanya dan membuat hatinya sedikit ngilu. Ah, rasanya bahagia sekali saat kau bisa bersama orang yang kau cintai. Walaupun rasanya sangat sakit saat akhirnya kalian harus berpisah.

Kepala Changmin terus menegadah haru menatap ke altar. Walaupun bukan hyungnya itu yang kini menjadi pikiran utamanya kala menegadah namun pikiran lain yang membuatnya kembali menarik senyumnya. Sudah cukup lama ia tidak melihat yeoja itu. Bagaimana kira-kira kabarnya sekarang?

Ia memberdirikan tubuhnya hendak meninggalkan kursinya mengikuti yang lain yang hendak melempar pengantin dengan bunga sebelum sebuah benda kecil bergulir dan menyapa kakinya. Direndahkannya tubuh Changmin sambil berlutut kemudian mengambil benda bulat tersebut dan kemudian menatapnya. Benda yang sangat tidak asing dimatanya. Bahkan terlalu familiar.

"Ah, maaf itu cincinku! Aku mema..." kata seorang yeoja yang berlarian mendekati Changmin dan kemudian pernyataannya terhenti kala kepala itu mendongak dan memperlihatkan wajah Changmin yang kini membulatkan matanya sempurna

Yeoja yang ada dihadapannya pun hanya dapat membelalakan matanya sambil mengangakan sedikit mulutnya kala menatap sosok yang sangat tidak asing baginya.

"Ch.. Changmin ah..." kata yeoja itu dengan sedikit terbata

Changmin memberdirikan kembali tubuhnya dan kemudian menatap yeoja yang sudah sangat lama tidak ia temui itu, ah tidak, lebih tepatnya ia hindari itu. Changmin menatap Fanny yang kini tengah mengenakan gaun coklat cantik senada dengan pita yang kini tengah singgah dengan manis dirambut hitamnya yang bergelombang tersebut. Yeoja ini, masih sangat cantik dimata Changmin.

Mereka hanya saling menatap sama lain sambil berbicara melalui mata mereka. Changmin menggenggam cincin ditangannya dengan sangat erat. Cincin yang Changmin genggam adalah cincin pernikahannya dengan Fanny dulu, dan kini, di depan altar yang sama, dan dihadapan yeoja yang sama, dan sebuah cincin dalam genggamannya, apa yang akan dilakukannya?

.

.

Takdir datang dengan membawa pilihan di dalamnya,

Mengacuhkannya?

Menyapanya?

Memeluknya?

Kembali mencintainya?

Entahlah,

Apapun pilihan kita, kita harus menentukannya dengan bijak

Karena pilihan kitalah, yang menentukan takdir kita selanjutnya

.

.

"Kau memang ceroboh, Fanny ah" kata Changmin sambil mengukir senyum di wajahnya

END

Iyaapp lagi-lagi endingnya gaje sekali saudara-saudara wakakakaka. Maap karena dadakan bikin epilog, tapi Cindy ngerasa ada yang kurang kalau ngga semuanya dijelaskan kenapa bisa begini dan begitu, terutama soal Changmin yang masih menggantung bangetttt, jadi dibikinlah epilog ini, walau akhirnya juga masih menggantung sih wkwkwkw

Oh ya, yang Jaejoong kunjungin di hapeter sebelumnya itu makam mamahnya yang waktu itu meniggal karena mau ngelindungin Jaejoong dari bapanya yang juga kalap hehehehe

Makasih juga buat semua review, kritik dan saran dan membangun dari semua reader :D lope lope lope sekali kalian :D

Eh iya, ini kejadian sebelum YunJAe ke makam mamahnya Jaejoong ya :D. Semoga walau pendek dan ribet dan lieur kalian masih bisa menikmati epilog ini ya :D soal Sayonara, nanti akan Cindy lanjutin lagi :D harap bersabar yah :D