Title : 30 Days with Miracle
Author: Arinna Neo Conquerra
Rating : T, biar aman :3
Pairing : Shizuo x Izaya
Disclamer : Kalau Durarara! punya saya, sekarang juga pasti belum selesai ceritanya 8I (inget naskah novel yang terbengkalai setelah lebih dari setahun diketik -_-")
Warning : Gaje, OOC, de el el.
Yay! Chapter baru~! Sebelumnya saya mau memberitahu, berhubung saya masih pelajar dan jarang punya waktu OL dengan laptop (karena biasanya saya OL pakai HP), saya tidak bisa setiap hari update. Tapi saya akan berusaha update tiap weekend atau pas liburan. Sekian, terima kasih, dan selamat membaca~ X9
Chapter 2 : Nice to See You Here, Shizu-chan!
Sesosok bayangan yang tinggi menjulang menutupi pandanganku. Lalu kudengar suara yang cukup familiar, memanggil namaku;
"Izaya!?"
Aku menoleh. Seperti yang kukira, suara itu adalah suara dari Heiwajima Shizuo, Fortissimo Ikebukuro. Aku benar-benar tak menyangka bakal bertemu dengan monster kesayanganku di saat seperti ini. Aku cepat-cepat berdiri dan memasang senyum khas ala Orihara Izaya, karena aku tahu dia membenci senyumanku. Tapi saat aku akan melontarkan kalimat-kalimat menyebalkan padanya, aku sadar, dia tidak benar-benar melihat ke arahku. Yah, dia memang melihat ke arahku, tapi dia tidak melihat ke mataku, bahkan mungkin dia tidak melihat wajahku. Ah? Yang benar saja? Mungkin itu hanya perasaanku.
"…Shizu-chan!" aku memanggilnya dengan suara ceria yang dibuat-buat. Tapi sepertinya dia tidak mendengarku, karena dia tetap berdiri ditempat semula tanpa reaksi. Hmm… aneh! Padahal biasanya jika dia mendengar atau melihatku, meski hanya sekilas, dia bakal menggila dan berteriak-teriak atau mulai mengangkat benda-benda super berat dengan kekuatan monsternya. Tapi sekarang dia hanya diam ditempat seperti baru dikutuk jadi batu oleh ibu Malin Kundang.
"Shizuu-chaa~n! Halooo~~~!" Aku melambai-lambaikan tanganku didepan wajahnya. Dia tidak bergeming.
"Aneh," gumamnya akhirnya. Tapi sikapnya kelewat kalem dari biasanya ketika dia menyadari keberadaanku.
"Yang aneh itu kamu, Shizu-chan!" kataku dengan kekesalan yang dibuat-buat.
Shizuo tetap berdiri diam, menghisap rokoknya dan menghembuskannya dengan tenang. Entah mengapa agak creepy juga melihat Monster Ikebukuro setenang itu.
"Sepertinya tadi aku mencium bau kutu busuk itu," gumamnya lagi, yang kemungkinan besar ditujukan pada dirinya sendiri, "Tapi dia tidak ada dimanapun."
Aku menaikkan alis. Apa katanya? Jelas-jelas aku disini! Tapi kenapa dia bilang aku tidak ada? Dan lagi, kenapa dia juga bersikap seperti tidak melihat dan mendengarku?
Aah! Ini membingungkan! Padahal aku ada didepan matanya, tapi Shizu-chan tidak sadar-sadar juga! Setelah diabaikan seperti hantu oleh manusia-manusia tercintaku, berhalusinasi dengan melihat tubuhku bisa menembus berbagai benda, sekarang aku juga tidak bisa mengacau dengan Shizu-chan juga? Hari ini bertambah aneh dan membosankan! Apa sih yang sebenarnya terjadi!? Apa Shizuo sedang merencanakan sesuatu dengan pura-pura tidak melihatku, lalu menangkapku saat aku lengah? Aah, aku benci tidak mengetahui segala hal!
"Shizu-chaaaan! Aku disiniii! Matamu tidak minus, 'kan!? Tidak plus, 'kan?! Atau astigmatisma!? Ayolaaaah~~~! Akuuu disiniiiiii~!" aku meloncat-loncat seperti anak kecil didepannya, berusaha mendapatkan perhatiannya. Tapi Shizuo tetap tidak sadar aku disini. "Shizuuuu-chaaaaaan! Yuhuuuuu~~~!"
"Shizuo?"
Sebuah suara lain muncul. Aku melihat melalui bahu Shizuo dan melihat seorang pria berkulit gelap berjalan mendekat. Shizuo menoleh dan menunduk sedikit.
"Ada apa? Kenapa kau terlihat bingung begitu?"
"Uh, tidak," Shizuo berkata pelan, "Tadi aku seperti mencium bau kutu busuk itu, dan setelah kutelusuri, baunya berasal dari sini," dia menjelaskan, "Tapi tidak ada siapapun disini."
"HEI!" Aku berteriak-teriak memprotes lagi. Jelas-jelas aku ada didepan matanya! Tapi setelah berteriak-teriak tanpa hasil, Tanaka Tom, pria berkulit gelap tadi, menoleh kearahku dengan tatapan aneh. Dia juga bersikap seperti tidak bisa melihat maupun mendengarku. Tapi dia terlihat mengetahui sesuatu, jadi kuputuskan untuk diam dan mengumpulkan informasi darinya.
"'Kutu busuk'?" Tom berkata heran, "Maksudmu… Orihara Izaya?"
"Tentu saja! Siapa lagi kutu yang bisa menyebarkan bau busuk seperti ini ke seantero 'Bukuro?" Tom memandangnya aneh.
"Itu mustahil," gumam pria berkulit gelap yang juga merupakan partner kerja Shizu-chan itu heran. Kulihat Shizuo menaikkan alisnya mendengan gumaman Tom.
"Uh, Shizuo, jadi kau belum tahu?" kata Tom sambil tanpa sengaja melihat ke arahku seperti melihat hantu. Sontak Shizu-chan (dan aku) menoleh kearahnya dengan pandangan bertanya-tanya.
"Orihara Izaya… sudah meninggal."
Author's Note:
Chapter 2 here! Gimana? Sepertinya sudah pada tahu ya Izaya itu hantu? Yap, Izaya itu hantu. Bagaimana dia meninggal, siapa yang melakukannya, bakal diurai di chapter-chapter selanjutnya! Daaan~ biar gak kaget, saya bilang nih. Nanti bakal ada OC dari saya, tapi tenang, gak banyak kok. Tokoh utamanya tetap Shizuo dan Izaya~ Anyway, please review~
