last chapter

"kau,, kau sudah membunuh ibuku! Kau harus mati! kau harus mati!" teriak siswi cantik itu histeris meluapkan emosinya pada Kyuhyun

Dalam kesakitan karena pukulan yang diterimanya dari siswi yang sudah menggetarkan hatinya itu, Kyuhyun menyempatkan matanya untuk membaca papan nama yang menempel dijas seragam sekolah siswi itu. Lee Sungmin adalah nama indah yang dimiliki siswi cantik dan baru saja ditinggalkan eommanya karena supir pribadinya telah menabraknya. Dan harus Kyuhyun sadari dialah penyembab utama kecekalaan itu terjadi.

hanna

dul

set

"aku tidak akan pernah memaafkanmu seumur hidupku! Kau telah membunuh eommaku" teriak Sungmin histeris memandangi Kyuhyun dengan penuh kebencian

"jeosungeo tapi harus kau tahu bukan aku yang membunuh eommamu. Supirku yang telah menabraknya. Aku hanya pemillik dari mobil yang menabrak ibumu" Kyuhyun membela diri dengan penuh rasa sesal

"kau pikir aku peduli? Yang aku tahu kaulah pemilik mobil maut itu! Ingatlah tuan muda, aku tidak akan melepaskanmu begitu saja" Sungmin ambruk dan terjatuh dilantai rumah sakit yang dingin itu

.

.

.

Siang hari tiga hari berikutnya Kyuhyun datang kerumah duka untuk memberikan rasa belasungkawanya terhadap Sungmin. Stelan jas warna hitam Kyuhyun kenakan siang itu. Kyuhyun masuk kedalam ruangan dimana foto milik nyonya Lee dipajang dikelilingi bunga krisan putih disekelilingnya.

Sungmin memandangi kedatangan Kyuhyun dengan wajah yang penuh rasa benci. Namun dia masih berusaha menahan emosinya dan tidak menucapkan kalimat apapun pada Kyuhyun termasuk saat Kyuhyun memberikan penghormatannya pada dirinya.

Jenasah nyonya Lee telah dikremasi dan abunya disebar diatas laut sesuai keinginannya jika membicarakan tentang kematian. Sungmin begitu terpuruk dan rapuh setelah kepergian eomma keluarga satu – satunya yang dia miliki.

Kyuhyun dari kejauhan selalu datang untuk memberikan perhatiannya pada gadis yang kini hidup sebatangkara karena kecerobohan dirinya.

"Tuhan apa yang harus aku lakukan untuk menebus rasa bersalahku pada gadis itu? Aku begitu sangat terharu melihat kehidupannya yang kini menjadi begitu kesepian" monolog Kyuhyun dalam hatinya merasa iba saat melihat Minnie biasa yeoja itu dipanggil mencari uang untuk melanjutkan hidup tanpa siapapun disampingnya

"noona!" dengan begitu lantang Kyuhyun berlari menghampiri Sungmin saat gadis itu keluar dari rumah sederhanannya

"kau!" Sungmin menunjukan ekspresi marah

"aku tahu kau begitu sangat membenciku. Aku tahu kau tidak akan pernah memaafkanku. Tapi berikan aku kesempatan untuk menebus rasa bersalahku" Kyuhyun dengan memelas berkata sepenuh hati

"jika kau ingin menebus rasa bersalahmu, hidupkan eomma kembali! Bawa dia kehadapanku sekarang juga, dengan begitu aku akan memaafkanmu" bentak Sungmin dengan mata berkaca – kaca

"noona!" tatapan sendu Kyuhyun tunjukan pada Sungmin

"wae? tidak bisa? Maka enyahlah dari hadapanku! juga hidupku!" Sungmin dorong dengan kasar bahu Kyuhyun lalu dia melewati Kyuhyun begitu saja dan meninggalkannya

.

.

Kyuhyun tidak menyerah begitu saja. Dia bertahan duduk didepan rumah sederhana Sungmin walau hari itu cuaca begitu dingin.

Empat jam berlalu, Sungmin masih belum juga kembali. Sementara Kyuhyun sudah kedinginan menunggui gadis cantik namun begitu sadis itu hingga langit mulai gelap.

Tubuh Kyuhyun gemetaran bibirnya mulai membiru menahan rasa dingin yang mulai menusuk hingga ketulang.

Dari kejauhan Sungmin pontang panting berlarian seperti tengah dikejar seseorang. Semakin dekat semakin terlihat, Sungmin sedang menangis dalam pelariannya.

"kau! Apa yang kau lakukan disini? Kenapa kau tidak juga pergi dari hidupku hah?" bentak Sungmin saat mendapati Kyuhyun berada didepan rumahnya

"aaaku kkkedinginaan noonnnnah!" dengan bibir gemetar Kyuhyun menjawab Tanya Sungmin

"jika kau kedinginan kenapa kau tidak pulang saja kerumah besarmu itu!" bentak Sungmin menarik kasar tangan Kyuhyun menjauhi pintu rumahnya

"berikan aku air panas noona aku mohon! Aku kedinginan!" wajah Kyuhyun mulai membiru dan matanya mulai tertutup

Bruk

Kyuhyun pingsan tidak sadarkan diri didepan rumah Lee Sungmin.

"aaaaaaaa! Kenapa hidupku begitu hancur Tuhan!" histeris Sungmin berteriak menutup wajahnya lalu menangis sejadinya

.

.

Setelah agak tenang, Sungmin menarik kasar tubuh Kyuhyun yang pingsan kedalam rumahnya. Membaringkan tubuh namja tampan itu diatas lantai yang beralaskan kasur lipat. Sungmin mulai menutupi tubuh Kyuhyun dengan selimut tebal yang dia ambil dari dalam kamarnya

"sebenarnya apa yang sedang kau lakukan? Tahukah kau betapa sulitnya aku menjalani hariku ini?" Sungmin berbicara sendiri saat menyelimuti Kyuhyun.

Sungmin meninggalkan Kyuhyun yang masih terbaring diruang tamu rumahnya tanpa kursi itu. Dia masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

Sungmin sudah tidak berpakaian lagi. Kran pancuran mulai dia putar lalu air keluar dari pancuran itu membasahi kepala juga tubuh Sungmin.

Sungmin menangis segukan saat air pancuran itu semakin membasahi tubuhnya. Tangannya terus saja membersihkan bagian vaginanya seperti organ vitalnya itu kotor sekali

"eomma miane. Miane eomma. Aku telah berdosa. Aku dan ahjussi ahhh eommma!" Sungmin menjatuhkan tubuhnya diatas lantai kamar mandi yang licin itu.

.

.

Setengan jam berlalu Sungmin pun keluar dari kamar mandinya. Dengan rambut dan tubuh yang basah walau sudah ditutupi handuk, Sungmin keluar dan melewati Kyuhyun yang masih berbaring masuk kedalam kamarnya.

Berganti pakaian lalu kembali keluar untuk memeriksa tamu tak diundangnya. Kaki Sungmin sepertinya menendang sesuatu yang tergeletak diatas lantai kayu itu. Sesuatu itu adalah sebuah dompet kulit milik Kyuhyun yang pastinya terjatuh saat Sungmin menyeretnya.

Sungmin ambil dompet itu lalu dengan pelan dan ragu dia buka dompet itu untuk melihat isinya. Didalam dompet itu terdapat foto keluarga Cho yang masih lengkap. Tuan dan nyonya Cho, Cho Ahra puteri pertama keluarga itu juga Cho Kyuhyun.

Blash

Jantung Sungmin terasa ditusuk pisau tajam saat melihat foto keluarga itu. Wajah Sungmin seketika pucat lalu menjatuhkan dompet itu.

"noona! Aku dimana?" tiba – tiba suara parau Kyuhyun terdengar memanggilnya

Sungmin melirik kearah Kyuhyun dengan bibir gemetaran. Sungmin berusaha begitu keras mengontrol dirinya saat menatap Kyuhyun

"kau berada didalam rumahku" jawab Sungmin dingin

"mianata aku pasti menyulitkanmu" Kyuhyun berusaha bangun namun dia begitu lemas

"kau memang sangat menyulitkanku. Dan jangan kau ulangi lagi" balas Sungmin duduk disamping Kyuhyun

"aku tidak pernah ada niat untuk menyusahkanmu. Apalagi membuatmu menangis. Aku ingin sekali menolongmu, membantumu keluar dari masa sulitmu, aku ingin,,," Kyuhyun tak kuasa meneruskan kalimatnya lagi

"kau ingin apa? lanjutkan kalimatmu" Tanya Sungmin dingin

"aku ingin menyayangimu noona" suara Kyuhyun parau terdengar pelan

"sayang? Menyayangiku? Seperti dongsaeng pada noonanya?" Sungmin terus memancing dengan wajah sinis

"aniya,, ani" Kyuhyun menggelengkan kepalanya

"lalu?" tantang Sungmin datar

"namja kepada seorang yeoja!" jawab Kyuhyun dengan wajah yang sangat bersungguh sungguh

"kau masih kecil dan aku rasa kau belum memahami apa itu rasa sayang. Kau hanyalah merasakan iba padaku, mengasihiku karena kau merasa kasihan padaku" Sungmin berdiri menuju rak dimana piring dan gelas tersusun rapi

"ani! Aniya!" Kyuhyun spontan menyela

Sungmin melirik dingin lalu menuangkan air panas kedalam mug yang sudah dia masukan teh

"saranghae Lee Sungmin agasshi!" dengan tatapan mata yang dalam Kyuhyun berdiri menatap Sungmin lalu melangkah mendekatinya

"sarang! Kenapa begitu mudah kau ucapkan kalimat itu? Apa yang membuatmu begitu mudah jatuh cinta padaku?" dengan mimic wajah tanpa ekspresi sungmin tidak menghiraukan pernyataan cinta seorang Cho Kyuhyun

"tidak sulit untukku mencintaimu noona! Aku hanya membutuhkan dua detik untuk menyadari betapa cantiknya kau. Aku hanya membutuhkan lima menit untuk menyadari betapa mempesonanya kau meski dalam amarahmu. Aku hanya membutuhkan waktu satu jam untuk menyadari aku ingin dekat denganmu. Aku hanya membutuhkan waktu satu hari untuk menyadari aku ingin terus bersamamu. Dan aku jatuh cinta padamu" Kyuhyun melangkah semakin mendekat

'kau pikir aku akan tergoda dengan rayuan gombalmu itu hah? Aku tidak akan pernah jatuh kedalam permainanmu. Lihatlah kau akan aku jadikan pion dan bermain dalam papan caturku. Aku akan mengendalikanmu'

"berikan aku waktu untuk memikirkannya. Kau harus ingat aku lebih tua darimu" balas Sungmin memberikan mug isi teh pada Kyuhyun

"jinjayo? Apakah noona benar – benar akan memikirkannya?" Kyuhyun antusias sekali saat mendengar ucapan Sungmin

"tentu saja" jawab Sungmin meneguk tehnya menatap Kyuhyun tajam.

.

.

Two days later

At the Court

Sidang pertama kasus tabrakan maut dengan tersangka supir keluarga Cho sudah digelar. Hanya nyonya Cho Jung Soo dan Kyuhyun yang ikut hadir untuk memberikan kesaksian saat jaksa penuntut meminta kehadiran mereka untuk memberikan keterangan kondisi mobil yang digunakan tersangka saat kecelakaan itu terjadi.

Lee Sungmin puteri dari korban ikut hadir dalam persidangan itu dipenuhi derai air mata saat jaksa menunjukan beberapa foto mendiang eommanya yang diambil dari lokasi kejadian

"eomma gadis itu adalah puteri dari korban yang meninggal. Dia satu sekolah denganku eomma. Dia kini hidup sendirian dan sangat memprihatinkan. Apakah eomma akan menolongnya keluar dari kesulitannya?" Kyuhyun membuka suara dengan berbisik pada nyonya Cho menunjukkan gadis bernama Lee Sungmin yang kini sangat dicintainya

"Ya Tuhan dia masih sangat muda untuk hidup sendirian. Eomma akan meminta sekertaris Wang untuk mengurusnya Kyuhyun-ah kau tidak perlu mencemaskannya" dengan wajah yang penuh simpati menatap gadis dengan mata sembab itu

'tahukah kau eomma aku begitu mencintai gadis itu' dalam hati Kyuhyun bersuara

.

.

.

Couple days later

At the Cho palace

Toktoktok

Ruang kerja tuan Cho Youngwon diketuk direktur Park, orang kepercayaan tuan Cho

"masuklah!" tuan Cho menghentikan kegiatannya memeriksa beberapa arsip diruang kerjanya

"nyonya Cho meminta sekertaris Wang untuk memberikan tunjangan hidup juga pendidikan sebesar 50 juta Won untuk seorang gadis bernama Lee Sungmin yang adalah puteri dari korban tabrakan maut supir tuan muda. Saya rasa saya perlu melaporkannya pada anda pak presiden" ujar direktur Park memberikan laporan

"yeoja itu hanya tau bagaimana cara menghabiskan uang tanpa tahu betapa susahnya aku mengumpulkan uang sebanyak itu. Dia mungkin sudah lupa untuk mencapai posisi sekarang ini apa yang sudah aku perjuangkan dan korbankan" keluh tuan Cho dengan wajah geram

"jeosungeo saya presiden!" direktur Park menunduk dan wajahnya agak memerah

"lakukan saja! Mungkin dengan begitu nama Cho tidak akan memburuk setelah tabrakan maut itu. Ingat untuk memecat supir dan tanpa memberikan sedikitpun pesangon untuknya" tuan Cho mengancam dengan wajah memerah

"nee arraseo pak presiden" direktur Park kembali mengangguk

.

.

.

One weeks later

Kyuhyun kini mulai mengumpulkan keberanian untuk mulai menemui Sungmin dilingkungan sekolah untuk mendapatkan jawaban atas pernyataan cintanya.

Siang itu Kyuhyun sengaja menemui Sungmin yang sedang menikmati makan siangnya bersama Kim Ryeowook sahabatnya.

"noona! Bolehkan kita bicara sebentar?" Tanya Kyuhyun ragu

"Minnie-ah bukankah dia majikan supir maut itu?" dengan wajah sinis Wookie menatap Kyuhyun

"Wookie-ah! Sudahlah. Supir itu sudah mendapatkan hukumannya sekarang" Sungmin menepuk bahu Reowook lalu berdiri menghampiri Kyuhyun

"jika kau bisa keluar dari rumah besarmu itu. Malam ini aku tunggu kau dirumah" dengan suara pelan Sungmin berbicara pada kyuhyun

"nee arraseo!" wajah Kyuhyun berubah sumringah dan cerah mendapat angin segar yang dihembuskan Sungmin padanya.

.

.

"Minnie-ah kamu ceroboh!" Wookie berlari menutupi kursi Minnie dimana terdapat noda darah

"waeyeo?" Sungmin tampak agak panic

"kamu lagi datang bulan yah? Liat sampai tembus gitu!" ujar Wookie sambil terus menutupi bagian kursi itu dengan selembar kertas Minnie

"jinjayo?" wajah Minnie memerah karena dia merasa malu

"jinja!" seru Wookie

"ahh padahal kemarin itu sudah hari terakhir dan sudah benar – benar bersih. Itu sebabnya aku tidak memakai pembalut hari ini" keluh Sungmin memeriksa bagian belakangnya.

.

.

.

At Lee Sungmin place

Sungmin sedang memanaskan air untuk membuat segelas coklat hangat untuknya.

Kriiing kriiiing

Terdengar suara ponsel miliknya yang tidak pernah dia bawa kesekolah berbunyi. Sungmin melihat caller id yang memanggilnya itu. Dan tertulis "LELAKIKU". Wajah Sungmin berubah murung dan cemberut saat melihat "lelakiku" yang memanggilnya namun begitu dia tetap menjawabnya

"yeobseo!" sapa Sungmin

"aku sedang dirumah dan tidak melakukan apapun"

"yah aku sudah makan dan sekarang aku sedang minum susu coklat. Bagaimana dengan tuan? Apakah tuan sudah makan?"

"nado bogoshipo"

Sungmin menutup panggilan itu dan menyimpan kembali ponsel pintar itu kedalam saku bajunya.

Mata Sungmin tiba – tiba berkaca – kaca lalu air mata berlinang membasahi pipinya. Sungmin terus menangis segukan entah apa yang dia tangisi malam itu lalu

"eommma! Eommaaa!"

.

.

Toktoktok

Pintu rumah Sungmin diketuk seseorang. Sungmin lalu menyeka air matanya yang membasahi pipinya. Dia lalu membuka pintu rumah itu dan ternyata Cho Kyuhyun adalah tamunya

"noona! Kau menangis?" Tanya Kyuhyun melihat mata sembab Sungmin

"ahh aku hanya teringat eomma. Masuklah!" ajak Sungmin

Kyuhyun segera masuk kedalam rumah sederhana itu. Lalu duduk diatas lantai kayu ruang tamu rumah sederhana itu

"aku buatkan minum!" Sungmin berlalu untuk membuatkan minuman

"gumapsemida" balas Kyuhyun

.

.

Sungmin dan Kyuhyun terlibat percakapan ringan sambil menikmati coklat panas yang disuguhkan Sungmin.

"noona ada hal yang sangat ingin aku tanyakan padamu tapi aku ragu karena itu sangat sensitive" tiba – tiba Kyuhyun terlihat begitu kaku

"tentang jawabanku?" Sungmin balik bertanya

"itu memang tujuanku datang kemari mala mini. Tapi ada hal lain yang ingin aku tanyakan padamu" Kyuhyun terlihat canggung

"baiklah tanyakan saja" tantang Sungmin

"sebelumnya aku minta maaf karena terlalu lancang untuk menanyakan hal ini padamu. Bagaimana kau bisa bersekolah disekolah kita dengan keadaan ekonomi yang kau miliki? Apa kau mendapatkan beasiswa?" Tanya Kyuhyun hati – hati sekali

"oh ternyata kau memikirkan sampai sejauh itu Kyu! Tentu saja kau pasti memikirkannya karena betapa mahalnya untuk bisa sekolah disana dengan keadaanku ini. Aku memiliki orang tua asuh yang membiayayi sekolahku. Dan sekarang setelah eomma pergi aku mendapatkan tunjangan dari nyonya Cho yang adalah eomma-mu dan sudah masuk kedalam rekeningku. Apa kau tahu itu Kyu?" jawab Sungmin dengan tanpa beban

"ahh aku tenang sekarang. Ternyata kau tidak sesulit itu menghadapi hidup noona! Aku tahu eomma memang sudah memberikan tunjangan untukmu" Kyuhyun tersenyum puas lalu meneguk sisa susu coklatnya

"ah tapi siapa orang tua asuhmu itu noona? Dan bagaimana kau mengenalnya?" Kyuhyun bertanya kembali

"jika aku ceritakan semua malam ini aku takut kau tidak akan penasaran lagi untuk mendengar kisah hidupku yang lain Kyu, aku ingin kau terus datang untuk mendengar kisahku. Aku ingin kau terus mengunjungiku karena aku ingin selalu bersamamu Kyu!" Sungmin mulai membuka diri tersenyum manja pada Kyuhyun

"jinja? Apakah itu adalah jawabanmu noona?" Kyuhyun terperangah menatap Sungmin

"iyaa Kyu aku ingin selalu bersamamu!" Sungmin menyandarkan kepalanya dibahu Kyuhyun dan bermanja – manja

Suasana malam itu membawa Kyuhyun dan Sungmin lupa akan statusnya sebagai seorang pelajar. Kyuhyun dan Sungmin mulai berciuman mesra dan panas diatas lantai kayu rumah sederhana itu.

"hmm mmm" bibir mereka berpagutan tanpa melepaskannya. Mereka bergulingan diatas lantai itu dengan bibir yang terus menempel.

Tangan Kyuhyun kini mulai nakal meraba sekitar dada Sungmin dan meremas buah dada yang menonjol itu

"ahhh hmmm" Sungmin terengah saat merasakan sensasi sentuhan Kyuhyun yang mematikan itu

Kyuhyun kini berbaring menindih tubuh Sungmin yang berada dibawahnya. Sungmin merasakan sesuatu ditubuh Kyuhyun yang mulai berubah dan menyodok bagian vitalnya

"Kyu aku rasa kau harus turun dari tubuhku" ujar Sungmin merintih karena dia merasa berat dan kesakitan terbaring diatas lantai tanpa alas

"apakah kita harus pindah kekamarmu noona?" Kyuhyun duduk dan menutupi bagian vitalnya yang menonjol

"apa yang akan kita lakukan didalam sana?" Tanya Sungmin polos

"aku akan membuktikan rasa cintaku padamu noona! Dan apapun yang akan terjadi aku akan bertanggung jawab" jawab Kyuhyun dengan wajah penuh hasrat

"aku takut Kyu!" Sungmin menunduk

"aku akan selalu ada disampingmu noona! Percayalah kita akan bahagia" bisik Kyuhyun lalu mengangkat tubuh Sungmin masuk kedalam kamarnya.

Kyuhyun membaringkan tubuh Sungmin diatas kasur lipatnya. Lalu mulai membuka satu persatu pakaian yang dikenakannya. Dan hanya menyisakan bra dan celana dalam Sungmin.

"Kyu aku takut!" Sungmin mengeluh

"mungkin awalnya akan terasa sakit noona! Tapi kau akan mulai menikmatinya" Kyuhyun mulai membuka bra Sungmin dan menjilatinya juga memainkan putting Sungmin

"ahhh ahhh Kyuuuh" Sungmin meronta dan mendesah

Kyuhyun serta merta membuka semua pakaiannya karena libidonya sudah meninggi. Kyuhyun sudah tidak memakai apapun dan mulai melepaskan celana dalam Sungmin tanpa memperhatikan celana dalam itu.

"Kyu apakah kita memang harus melakukannya?" Tanya Sungmin saat Kyuhyun hendak memasukan organnya

"percayalah aku pasti akan bertanggung jawab" ujar Kyuhyun merentangkan paha Sungmin dan mulai memasukan organnya

"aaaahh" Sungmin menjerit saat organ itu masuk kedalam vitalnya

"apakah kau merasa kesakitan noona?" Tanya Kyuhyun saat organnya sudah didalam vagina Sungmin

"ahh iya Kyu!" jawab Sungmin memejamkan matanya.

Kyuhyun mulai menggenjot bokongnya naik turun diatas vagina Sungmin yang sudah basah karena lender

"ahhh ahhh hmmm Kyuuuuh ahhh" Sungmin terus mendesah dan melupakan rasa sakitnya mengarahkan bokong Kyuhyun masuk lebih dalam kedalam vaginanya

"hmmm mmmm ahhhh" Kyuhyun mendesah dan mempercepat genjotannya

"ahh Kyuuuh hmmm ahhhh" Sungmin mendesah semakin kencang karena nikmat yang luar biasa diberikan Kyuhyun padanya

"ahhh noona aku akan keluar ahhh" desah Kyuhyun

"aahhh Kyuuuhh hmmm" desah Sungmin memenuhi atmosphere kamar itu

Lalu croooooot

Kyuhyun mencapai orgasmenya dan memenuhi dinding vagina Sungmin tanpa memakai pelindung apapun

"ahhhh" desah keduanya saat nikmat itu mereka capai

"kyuu apakah aku tidak akan pernah meninggalkanku?" Tanya Sungmin saat Kyuhyun turun dari tubuhnya

"tentu saja tidak noona percayalah" jawab Kyuhyun

Sungmin lalu duduk untuk membersihkan vaginanya yang dipenuhi sperma milik Kyuhyun

"Kyu darah!" teriak Sungmin saat melihat darah yang sudah bercampur sisa sperma mengotori kasurnya

"ah aku pikir kau sudah tidak perawan noona! Ternyata darah itu keluar bukti kau sudah kehilangan selaput daramu" Kyuhyun ikut duduk melihat noda darah

"apa kau bilang? Aku sudah tidak perawan?" bentak Sungmin dengan wajah kecewa

"sesaat tadi saat aku mulai memasukan vitalku! Aku tidak menemukan kesulitan untuk memasukannya noona. Miane karena aku namja dan aku tahu itu" jawab Kyuhyun tanpa beban

"lalu darah ini apa Kyu? Kau begitu tega mengatakan aku tidak perawan. Lalu dengan siapa aku melakukannya hah? Aku tidak memiliki seseorang dalam hidupku" teriak Sungmin begitu kecewa dan marah

"miane noona! Aku tidak bermaksud untuk menyakitimu. Kau masih perawan atau tidak aku tidak akan mempermasalahkannya karena aku mencintaimu noona!" Kyuhyun memeluk Sungmin kedalam pelukannya

tbc

annyeong haseo

miane buat chapter yg semalam vai update

vai g sempet baca ulang krn itu sudah jam 3 pagi pas vai baca siangnya ternyata jadi ketumpuk - tumpuk dan gak beraturan

vai gak ngerti masalahnya dmn soalnya vai udh copas dari word ke ffn seperti biasanya

mdh"an yang sekarang bisa memuaskan pembaca semua

review yah biar vai tau gmn pendapat kalian ttg ff ini

sekali lagi miane jeongmal miane buat yg tdk nyaman

anyeong