hanna

dul

set

Present Day

At the school

"lalu apakah kita sudah pantas menjadi orang tua? Kita masih menjadi siswa sekolah noona! Kita masih harus menyelesaikan kewajiban kita menimba ilmu pendidikan untuk masa depan kita" Kyuhyun beralasan membela diri

"kenapa kau tidak memikirkannya saat kau mencoba mencumbuiku saat itu? Hari itu kau tidak ingat kau adalah seorang siswa saat menelanjangiku dikamarku. Dengan begitu percaya diri kau renggut kehormatanku. Kau tidak ingat kau pernah berkata apapun yang terjadi kau akan bertanggung jawab" Sungmin mendorong Kyuhyun ketembok lalu mereka menjadi bertengkar saling membentak dan saling mendorong

Tanpa mereka sadari pertengkaran mereka disaksikan siswa juga wali kelas mereka.

"apa yang sedang terjadi disini? Sepertinya ada yang harus bertanggung jawab dan seseorang sedang hamil. Apakah saya tidak salah Ma sungsenim?" guru Han yang adalah wali kelas Kyuhyun berkata pada guru Ma yang adalah wali kelas Sungmin

"sepertinya begitu Han sungsenim!" jawab guru Ma menatap Kyuhyun dan Sungmin sinis

"kalian berdua ikut kami kekantor!" guru Han membentak

.

.

.

Didalam ruang guru Kyuhyun dan Sungmin tak bergeming sedikitpun saat wali kelas mereka memberondong mereka dengan banyak pertanyaan yang menanyakan tentang hubungan mereka.

"aku menyerah jika keduanya hanya tutup mulut saja. Sepertinya kita harus memberitahukan nyonya Cho tentang kejadian ini" ancam guru Han menatap Kyuhyun masih sangat sinis menekan nomer nyonya Cho untuk mengabarkan apa yang sudah terjadi terhadap anaknya

"andwee! Jangan libatkan nae eomma dalam masalah ini sungsenim! Jebal. Baiklah aku akan mengatakan yang sesungguhnya." Kyuhyun mencegah wali kelas yang hendak menelpon eomma

"kami berdua memang sedang berpacaran, tapi kami terlalu jauh melangkah dan bertindak. Kami terlalu terlena akan kisah cinta yang sedang kami rajut sehingga aku hamil Han Sungsenim" Sungmin membantu Kyuhyun menjelaskan dengan wajah yang memerah dan menahan air mata

"mworago? Kau hamil?" guru Ma seolah baru saja disambar petir. Wajahnya pucat menatap Sungmin tanpa berkedip

"jeosungeo sungsenim! Aku sangat bodoh" Sungmin menundukan wajahnya lebih dalam lagi

"Cho Kyuhyun! Kau tahu konsekwensi yang harus kamu ambil jika kau melakukan kesalahan seperti ini bukan? Kalian harus mengundurkan diri dari sekolah ini" guru Han bergantian memandangi Kyuhyun juga Sungmin dengan wajah yang kecewa

"arraseo sungsenim!" Kyuhyun mengangguk lalu menunduk

.

.

.

Siang itu tanpa menyelesaikan pelajarannya, Kyuhyun dan Sungmin pulang lebih awal dari siswa lainnya karena kepala sekolah memutuskan untuk menghukum mereka dengan memberikan skorsing selama satu minggu dan membereskan masalah yang sudah mereka buat. Mereka berdua yang dianggap sudah mencemarkan nama baik sekolah.

"sekarang apa rencana kita selanjutnya Kyu?" Tanya Sungmin berusaha mengejar langkah Kyuhyun yang begitu cepat

"noona aku mohon beri aku waktu untuk bernafas sebentar saja. Aku baru saja mendapatkan hukuman dari sekolah dimana nae eomma adalah donator tetap sekolah ini. Apa yang harus aku katakan pada eomma?" Kyuhyun kembali membentak Sungmin lalu berjalan menjauhi Sungmin

"kau katakan saja kau sudah membuat kekasihmu hamil!" teriak Sungmin percaya diri sambil terus mengejar Kyuhyun

"tidak semudah yang kau katakan noona! Kau tahu aku mencintaimu dengan begitu banyak. Tapi aku belum siap untuk membuat eomma kecewa" Kyuhyun menghentikan langkahnya lalu membalikan badannya menghadap Sungmin

"lalu apa yang harus aku lakukan?" Sungmin menunjukan ekspresi putus asa diwajahnya

"apakah kau benar – benar ingin memeliharan kehamilanmu noona? Kau benar – benar ingin menikah denganku?" Tanya Kyuhyun dengan tatapan yang penuh haru pada Sungmin

"macha! Aku ingin membesarkan janin ini Kyu! Didalam rahimku ada buah cinta kita Kyu! Aku berharap janin ini kelak tumbuh menjadi anak lelaki yang sama tampannya seperti kau Kyu!" Sungmin mengusap perutnya yang masih ramping karena janin belum berkembang membuat perutnya buncit

"aku belum siap untuk menikahimu noona! Aku belum mempunyai penghasilan. Dari mana aku akan membiayai hidup kita? Aku saja masih meminta pada appa dan eomma" Kyuhyun mematahkan semangat Sungmin mencengkran bahu Sungmin

"akan aku pastikan janin ini tetap hidup dalam rahimku Kyu. Akan aku pastikan kau akan menikahiku bagaimanapun caranya" Sungmin lepaskan tangan Kyuhyun yang menempel dikedua bahunya lalu melangkah cepat meninggalkan Kyuhyun dihalte bus

.

.

.

The day after

Sungmin sudah rapi berdandan memakai pakaian resmi model sackdress yang dia balut kembali dengan coat tebal karena Korea memang sedang dingin. Membaca dengan seksama sebuah kartu nama milik seseorang.

"aku akan datang menemuimu nyonya! Kaulah satu – satunya harapan terakhirku" monolog Sungmin berbicara sendiri lalu memasukan kartu nama itu kedalam tas kulitnya

Berjalan dengan begitu pasti dan percaya diri menuju halte bus yang akan mengantarkannya menuju tempat tujuannya siang itu. Bus sudah datang, Sungmin segera melangkah menaiki bus berwarna hijau itu.

Sebuah gedung berlantai 5 yang merupakan yayasan didirikan nyonya Cho adalah tempat tujuan Sungmin siang itu.

Menunjukan kartu identitasnya sebagai siswi sekolah elit dimana nyonya Cho adalah salah satu donaturnya pada seorang receptionist, Sungmin dipersilahkan untuk naik kelantai 5 dimana ruangan Nyonya Cho berada.

"silahkan masuk! Kebetulan sekali presdir sedang memiliki waktu luang!" ujar sekertaris nyonya Cho begitu ramah pada Sungmin

"ghamsamida!" Sungmin menganggukan wajahnya melangkah masuk kedalam ruangan nyonya Cho

.

.

"sekertarisku bilang kau adalah chingu uri Kyuhyun. Apakah itu benar?" Tanya nyonya Cho saat Sungmin duduk dihadapannya dan tentu saja setelah dia meminta sekertarisnya menyuguhkan Sungmin minuman

"benar nyonya! sebenar saya adalah kekasih Cho Kyuhyun" Sungmin berusaha berlaku sopan

"Maksudmu ein?" nyonya Cho ingin ketegasan seraya melihat Sungmin dari atas kepala hingga kebawah

"nee! Kami memang sedang berkencan nyonya" jawab Sungmin tersenyum menyungging dan terlihat dia begitu gugup

"ahh aku tidak pernah menyangka uri Kyunnie secepat ini akan jatuh cinta. Dia diam – diam sudah memiliki kekasih! taingita!" nyonya Cho tertawa puas terlihat dia begitu senang

"anda tidak keberatan putera anda berkencan denganku nyonya?" Sungmin terheran melihat reaksi yang diperlihatkan nyonya Cho padanya

"kenapa aku harus keberatan dan mempermasalahkan hubungan asmara yang sedang dijalani puteraku? Setiap orang pasti akan melewati fase jatuh cinta. Sebagai ibu aku tidak ingin menyulitkan puteraku saat dia sedang melewati fase ini" jawab nyonya Cho begitu bijak

"jeosungeo nyonya. Sebenarnya aku begitu khawatir karena aku hanyalah seorang gadis yatim piatu. Ibuku tidak lama meninggal setelah supir pribadi Kyuhyun menabraknya" Sungmin kini terlihat kaku ada air bening menggenang dimatanya

"mworago? Jadi kau adalah puteri dari wanita yang ditabrak supir kami? Kenapa bisa ada kejadian seperti ini?" wajah nyonya Cho menjadi pucat menatap Sungmin seolah tak percaya apa yang sedang dilihat dan didengarnya

"jeosungeo nyonya,,, saya sudah membuat anda terkejut" Sungmin terlihat semakin tidak nyaman

"ani…aniya. Kenapa kau harus meminta maaf padaku…ya Tuhan kenapa bisa seperti ini" nyonya Cho berdiri melangkah menuju meja kerjanya lalu meneguk minuman dari gelasnya

"nyonya…. kedatangan saya kesini sebenarnya membawa kabar yang mungkin sangat buruk untuk nyonya dengarkan" wajah Sungmi memerah dia lalu menggigit bibir bawahnya

"berita buruk apa nona? Berita buruk apa lagi yang ingin kau sampaikan padaku?" nyonya Cho terlihat cemas dan waswas

"sssayaa hamil nyonya" gugup dan kaku Sungmin mengaku

"mworago? Kau hamil anak Kyuhyun?" nyonya Cho tidak mampu mengontrol volume suaranya melangkah menghampiri Sungmin

"jeosungeo nyonya! Jeongmal!" Sungmin semakin menunduk

"lalu apakah kau sudah mengatakannya pada Kyuhyun?" nyonya Cho mengangkat dagu Sungmin menghadap kearahnya

"sudah nyonya" jawab Sungmin dengan air mata yang baru saja menetes

"lalu apa jawaban yang dia berikan?" nyonya Cho terlihat begitu penasaran

"dia mengatakan dia belum siap untuk menjadi seorang ayah" jawab Sungmin dengan air mata yang semakin berderai

"mwo?" nyonya Cho terlihat marah

"kau pulanglah! Tinggalkan nomer telponmu. Aku akan menghubungimu setelah aku berbicara dengan puteraku" nyonya Cho berdiri terlihat dia begitu gelisah

"apakah aku dapat mengandalkanmu nyonya? Terus terang aku tidak ingin menggugurkan bayi yang ada didalam rahimku ini. Aku ingin membesarkannya nyonya" tangisan Sungmin semakin menjadi

"kau dapat mengandalkanku nona kecil! Pulanglah dan jaga kesehatanmu!" nyonya Cho menepuk bahu Sungmin untuk memberikan calon menantunya itu ketenangan

.

.

.

At Cho palace

Nyonya Cho sedang duduk dikursi kerjanya menunggu puteranya datang. Nyonya Cho sudah mendapatkan berita buruk yang pertama dari sekolah puteranya yang dihukum karena tindakan indisipliner. Dan berita mengejutkan lainnya adalah kehamilan Lee Sungmin karena puteranya.

Nyonya Cho tentu saja tidak tahu bahwa mungkin saja janin yang ada dalam kandungan Sungmin adalah benih dari tuan Cho suaminya yang terhormat.

Toktoktok

Pintu ruang kerja nyonya Cho diketuk seseorang dari luar.

"masuklah!" balas nyonya Cho memandang kearah pintu yang mulai terbuka

Kyuhyun masuk dengan senyum kaku karena dia tahu nyonya Cho akan menanyainya seputar hukuman yang diberikan pihak sekolah atas dirinya

"kau tahu kenapa eomma memanggilmu kesini bukan?" nyonya Cho tidak membuang waktunya untuk berbasa basi meski dengan putranya sendiri

"tentu saja untuk membahas hukuman yang diberikan pihak sekolah bukan?" Kyuhyun menunjukan ekspresi kaku dan sangat canggung

"kau akan keluar dari sekolah itu secepat mungkin" ujar nyonya Cho tanpa senyum diwajahnya

"keluar? Wae? Sekolah hanya menghukumku selama satu minggu eomma!" Kyuhyun berkilah sok manja

"apakah kau masih selalu merindukan Ahra Kyuhyun-ah?" nyonya Cho menurunkan intonasi suaranya dan tiba – tiba membahas Cho Ahra

"kenapa tiba – tiba eomma membicarakan noona?" Tanya Kyuhyun mengerutkan keningnya

"jawablah! Apakah kau masih sering merindukannya?" tajam nyonya Cho menatap puteranya tajam

"tentu saja eomma! Aku masih selalu merindukannya. Tapi kenapa eomma tiba – tiba membicarakan noona?" Kyuhyun kembali bertanya masih dengan dahi yang mengkerut

"apakah kau masih ingat bagaimana cara dia pergi meninggalkan kita semua?" mata nyonya Cho berkaca – kaca

"pendarahan hebat karena aborsi eomma. Wae? Wae? Aku sudah tidak ingin mengingat bagaimana tragisnya noona meninggalkan kita. Kenapa eomma harus mengingatkanku lagi?" Kyuhyun berdiri menatap nyonya Cho kecewa

"kau sadar cara Ahra pergi begitu tragis! Lalu kenapa kau lari dari tanggung jawabmu setelah kau menghamili kekasihmu? Kau bilang kau belum siap menjadi seorang appa. Lalu kenapa kau menyentuhnya? Kenapa kau tidur dengannya? Diluar semua itu kau menghamili puteri dari wanita yang ditabrak mati oleh supirmu Cho Kyuhyun! Dimana rasa kemanusiaamu?" bentak nyonya Cho yang sudah mulai emosi melepaskan rasa kecewa terhadap puteranya

"eomma! Bagaimana kau tahu masalah itu? Siapa yang memberitahumu?" wajah Kyuhyun yang pucat itu kini berubah merah

"eomma tidak mau tahu. Kau harus menikahi kekasihmu itu lalu pindah dari tempat ini untuk menetap di Seoul bersama appa. Disana kau kembali bersekolah dan kembali menjadi siswa sekolah walaupun saat kau kembali kerumah kau adalah seorang suami dari kekasihmu itu. Eomma akan berusaha menemukan sekolah yang paling baik di Seoul. Tapi berjanjilah kau tidak akan lari dari tanggung jawabmu yang sudah menghamili kekasihmu itu. Eomma tidak ingin kekasihmu itu putus asa lalu berniat menggugurkan kandungannya karena kau tidak mau bertanggung jawab atas kehamilannya. Jangan sampai apa yang sudah menimpa Ahra kembali terulang dikeluarga kita" ujar nyonya Cho tegas

"menikahinya? Apakah kami akan baik – baik saja eomma?" Kyuhyun menatap nyonya Cho syahdu

"baik atau tidak itu semua bergantung dari kalian berdua yang akan menjalaninya. Eomma akan mengatur pernikahanmu serapi mungkin sehingga kau masih bisa meneruskan sekolahmu. Langkah awal eomma harus menghubungi appa untuk pulang" nyonya Cho berkata panjang lebar dengan ekspresi yang jauh lebih tenang

.

.

.

Couple days later

Singkat cerita tuan Cho sudah kembali dari Seoul untuk merundingkan masalah pernikahan dini yang akan dijalankan puteranya. Kyuhyun dan Sungmin sudah resmi mengundurkan diri dari sekolah dimana mereka menimba ilmu.

Sore itu nyonya Cho mengutus supirnya menjemput Sungmin untuk dikenalkan pada tuan Cho yang akan menjadi mertuanya.

Sungmin sudah berada dihalaman rumah keluarga Cho. Kyuhyun sang kekasih segera menyambutnya lalu membawanya masuk untuk menemui kedua orang tuanya yang sudah menunggu mereka diruang kerja.

"noona gwencana?" Tanya Kyuhyun yang terlihat begitu mengkawatirkan kekasihnya itu

"aku cemas Kyu… aku takut ayahmu tidak akan menyukaiku" jawab Sungmin gugup

"kau tidak perlu mencemaskannya noona… selama eomma menyukaimu appa sudah bisa dipastikan akan menyukaimu juga" Kyuhyun merangkul bahu Sungmin dan memberinya ketenangan

"gomawo Kyu… akhirnya kau bersedia menikahiku" Sungmin kini tersenyum

"aku tidak pernah menolak untuk menikahimu noona… hanya saja saat itu aku takut dan bingung akan reaksi orang tuaku… tapi ternyata eomma tidak seburuk itu… dia memang eomma yang hebat" Kyuhyun menghela nafas panjang dan matanya berkaca – kaca

'kau benar Kyu… eommonim adalah wanita yang sangat hebat.. tidak sepantasnya lelaki bangsat itu mengkhianatinya dengan memperkosaku… aku ingin sekali menolongnya untuk meninggalkan lelaki brengsek itu'.

.

.

.

Sungmin dan Kyuhyun sudah berada didalam rumah dan melangkah menuju ruang keluarga. Langkah Sungmin menjadi berat saat kedua pasang mata tuan Cho yang sedang duduk berdampingan dengan nyonya Cho menatapnya tajam dan terlihat syock. Wajah tuan Cho sedikit pucat dan dia tidak sedikitpun mengalihkan pandangannya dari Sungmin yang kini sudah berdiri dihadapannya berdampingan dengan putera kesayangannya

'wae? Apakah kau terkejut brengsek? Aku yeoja yang sudah kau nodai dan cumbui berkali – kali dan kini berdiri dihadapanmu sebagai calon menantumu. Apa yang akan kau lakukan?'

"appa.. perkenalkan dia Lee Sungmin kekasihku yang akan segera menjadi menantumu.. jeosungeo aku tidak menjalankan peranku dengan baik appa… aku sudah mengecewakanmu dengan menghamili kekasihku…. Aku mohon izinkan aku menikahinya.. aku tidak ingin yeoja ini putus asa lalu menggugurkan kandungannya… aku tidak ingin ahra noona…."

"cukup!" tuan Cho memutuskan kalimat yang akan dikatakan Kyuhyun puteranya

"appa…" Kyuhyun tampak kecewa

"apakah kau yakin bayi yang ada dalam kandungannya adalah puteramu?" Tanya tuan Cho pada Kyuhyun namun tatapannya tertuju pada Sungmin

"yeobo! Apa maksud ucapanmu?" nyonya Cho menyela dan menatap tuan Cho begitu kecewa

"jika anda tidak yakin bayi yang ada dalam kandungan saya adalah cucu anda, maka tunggulah hingga bayi ini lahir lalu lakukanlah tes DNA untuk memastikannya, saya hanya meminta tolong nikahkan kami hingga bayi ini lahir" Sungmin menatap wajah tuan Cho penuh emosi dan wajahnya memerah

"kau…!" bentak tuan Cho menatap Sungmin dengan mata yang hampir keluar

"waeyeo? Kenapa anda sepertinya sangat tidak menyukai saya? Apakah hanya karena saya adalah anak yatim piatu dan tidak sepadan dengan putera anda?" tantang Sungmin menatap tuan Cho dengan angkuh

'gadis bodoh ini berani menantangku… apakah dia ingin mencari masalah denganku? Hamil anak Kyuhyun? Jadi kau juga tidur dan bercumbu dengan puteraku? Brengsek lihat saja apa yang bisa aku lakukan untukmu yang sudah berani mengkhianatiku'

"Sungmin-ssi… tenanglah… kalian pasti akan segera menikah. Eommonim sudah menghubungi pendeta yang akan menikahkan kalian. Lusa kalian akan segera resmi menjadi pasangan suami istri. Kau tidak usah menghiraukan apa yang dikatakan olehnya. Aku yang akan menjamin kau akan menjadi menantu keluarga ini" nyonya Cho berdiri menghampiri Sungmin lalu menyuruhnya untuk duduk

"jeosungeo eommonim… aku sudah mengacaukan keluarga ini" air mata Sungmin sudah tak tertahankan dia begitu menyesal

'Tuhan aku sangat tersentuh dengan kebaikan yeoja ini.. apa yang harus aku lakukan? Apakah aku masih pantas untuk melanjutkan balas dendamku terhadap lelaki brengsek itu? Ataukah aku harus menyerah lalu membesarkan kandungan ini sendirian? Aku tidak ingin menggugurkannya karena aku ingin sekali meyakini bayi ini adalah anak dari Cho Kyuhyun'

tbc

annyeong!

vai update lagi nihh skyscraper chapter 4

miane kalo updatenya telat yah!

gomawo buat sambutannya atas comebacknya vai ke ffn

walau banyak juga yang gak suka :(

anyway...

gimana chapter ini?

pasti langsung pada kesel ama kelakuannya si Kangin kan? hhehe

kira" apa yah yang akan dilakukan Sungmin selanjutnya? atau apa yang akan dilakukan Kangin untuk menghukum Sungmin?

kalo penasaran tunggu kelanjutannya yah

jangan lupa reviewnya

gomawo

annyeong!