Main Cast : Lee Sungmin
Cho Kyuhyun
Author : Cho Ocean
Rate : T
Genre : Romance,Hurt
Disclaimer : Semua Cast milik Tuhan dan Orang cerita ini MURNI milik author .
Warning : YAOI PERDANA, dan aku selalu buat genre HURT jadi yang gak suka silakan di CLOSE aja..Gomawo.
Kyuhyun 25 tahun ( N )
Sungmin 16 tahun ( N )
.
.
Happy reading...Enjoy it...Syalalalalalaa,,,
.
.
.
Why it's so Hard to Love Me and so Hurt to Love You?
Author POV
Setelah mengamankan Sungmin dirumahnya, Kyuhyun, Donghae berserta pengacara Kyuhyun mendatangi restauran Rim Ajhumma. Kyuhyun tak ingin membuang waktunya untuk menunda menyelesaikan masalah yang dihadapi Sungmin apalagi setelah mendengar langsung dari mulut namja itu mengenai kehidupannya selama ini. Kyuhyun tau Sungmin masih muda namun dia tak menyangka dia semuda dari yang diperkirakannya dan ditambah lagi dengan kehidupan yang dijalaninya selama ini, sudut hati kecilnya sebagai seorang manusia tergerak untuk membantu. Nasibnya yang sama seperti Sungmin yang tidak memiliki kedua orang tua lagi membuatnya semakin bertekad untuk membantu Sungmin.
Sesampainya direstauran Rim Ajhumma tanpa berbasa basi lagi Kyuhyun masuk kedalam diikuti Donghae dan pengacaranya. Rim Ajhumma yang melihat kedatangan Kyuhyun kontan langsung menyambutnya dengan suka cita ditambah karena Kyuhyun membawa dua orang, dipikirannya Kyuhyun akan mengadakan acara makan-makan bersama teman kantornya.
" Tuan, anda kemari ingin makan disini? Bukankah tadi Sungmin sudah mengantarkan pesanan kekantor anda? "
" Begini, saya ingin bicara sesuatu hal pribadi dengan anda, bisa kita bicara ditempat yang sedikit tenang? Sepertinya pengunjung sedang banyak, anda tak keberatan bukan? " Rim Ajhumma tampak menimbang permintaan Kyuhyun, namun akhirnya Rim Ajhumma membawa mereka kesudut restaurant yang tak begitu banyak pengunjung.
" Jadi apa yang ingin anda bicarakan tuan? " Tanya Rim Ajhumma tanpa berbasa-basi.
" Pengacara saya yang akan menjelaskannya " Pengacara Kyuhyun pun mengangguk paham dan sedikit berdehem sebelum memulai pembicaraannya.
" Jadi begini Ny. Rim, ini masalah menyangkut keponakan anda Lee Sungmin, seperti yang diketahui bahwa kedua orang tua Lee Sungmin telah meninggal dunia dan hak asuh jatuh ketangan anda selaku bibi kandung dari pihak Ayahnya. Namun disini anda menyalahkan wewenang yang diberikan dalam mengasuh keponakan anda " Rim ajhumma tampak belum paham dengan apa yang pengacara Kyuhyun sampaikan.
" Maksud anda apa dengan menyalahi wewenang? Saya merawatnya dengan baik sampai usianya 16 tahun, lalu apanya yang menyalahi? "
" Begini, sesuai dengan keterangan Klien saya Tn. Cho Kyuhyun dan juga Lee Sungmin sebagai korban penganiayaan yang sering anda lakukan terhadap kepo.. "
" MWO? APA MAKSUDNYA INI? " Rim Ajhumma tampak murka, tak lagi diperhatikannya sekeliling orang yang menatapnya heran. Kyuhyun sendiri hanya memandang Rim Ajhumma datar sedangkan Donghae hanya menyimak saja.
" Tadi keponakan anda saat datang kekantor klien saya dalam keadaan banyak luka lebam dan saat Klien saya menanyakannya ternyata itu hasil perbuatan anda, dan menurut dari keterangan yang keponakan anda berikan bahwa hal seperti ini bukan satu dua kali anda lakukan kepadanya. Bahkan anda mempekerjakannya disini tanpa bayaran dan hanya diberi makanan. Anda tahu keponakan anda masih dibawah umur untuk dipekerjakan seperti ini " Rim Ajhumma tampak geram dan tak berani mengelak.
" Tapi tetap saja dia adalah keponakan saya tentu saya berhak melakukan apa saja karena saya yang membesarkannya "
" Tetap anda tak bisa memperlakukan keponakan anda sesuka hati apalagi sampai melakukan tindakan kekerasan. Anda bisa kami jebloskan kepenjara " Rim Ajhumma tampak mulai gelisah, dipilinnya aparon yang melekat ditubuhnya.
" Lalu mau anda apa? Melaporkan saya kepolisi? " Saat pengacaranya ingin menjelaskan Kyuhyun menahannya.
" Tak akan saya laporkan jika anda menandatangani surat perjanjian jika anda melepas hak asuh anda terhadap Lee Sungmin dan memberikan saya wewenang untuk merawatnya dan juga anda tak berhak lagi atas hidup Sungmin mulai dari saat ini " Rim Ajhumma tampak mengeram marah namun selanjutnya dia mengangguk setuju.
" Baiklah, dimana saya harus tanda tangan? " Pengacara Kyuhyun mengeluarkan surat perjanjian dan juka pulpen agar Rim Ajhumma menandatangani surat itu. Setelah Rim Ajhumma selesai menggoreskan tanda tangannya diatas surat itu tanpa berbasa basi lagi Kyuhyun beranjak dari sana dan diikuti oleh Donghae dan juga pengacaranya.
.
.
.
CKLEK
Kyuhyun memasuki rumahnya, meskipun dia pemilik perusahaan namun rumahnya bukanlah rumah bak istana yang megah. Kesederhanaan yang ditanamkan oleh kedua orang tuanya membuat dia terbiasa hidup sederhana.
" Ah, anda sudah pulang " Sungmin muncul dari arah dapur dengan mengenakan aparon biru muda.
" Apa yang sedang kau lakukan? " Kyuhyun menghampiri Sungmin yang sudah kembali masuk ke dapur.
" Aku hanya membuat makan malam, maaf jika lancang menggunakan dapur anda tanpa izin terlebih dahulu " Sesal Sungmin namun Kyuhyun hanya menanggapi dengan senyuman dan menepuk sekilas bahu Sungmin.
" Tak usah merasa tak enak seperti itu, ada yang mau repot-repot memasakanku makan malam saja aku sangat berterima kasih " Ucap Kyuhyun tulus.
" Aniyo, seharusnya aku yang berterima kasih karena anda mau membantuku keluar dari masalahku padahal kita baru saja saling mengenal "
" Aku membantumu hanya berdasarkan rasa kemanusiaan, kau mulai sekarang tak perlu sungkan lagi padaku dan sebenarnya aku tak nyaman dengan panggilan sopanmu itu, cukup panggil aku Kyuhyun Hyung itu lebih terdengar akrab " Sungmin tampak ragu untuk memanggil Kyuhyun Hyung .
" Tak perlu merasa tak enak, justru jika kau terus menggunakan bahasa yang terlampau sopan aku seperti merasa kau menjaga jarak padaku "
" Baiklah Hyung " Kyuhyun tersenyum kemudian mengacak pelan rambut Sungmin membuat dada Sungmin seketika menghangat. Sejak kepergian kedua orang tuanya belum ada yang memeperlakukannya sehangat tadi, ini kali pertamanya Sungmin merasakannya dan hal itu didapatkannya justru oleh orang yang sama sekali tak ada ikatan apa-apa dengannya.
" Bukankah kau sedang memasak? Apa makanannya sudah jadi? Aku sangat lapar " Sungmin pun tersadar jika dia sedang memasak tadi, dengan segera Sungmin menyiapkan masakannya dan menatanya dimeja makan.
" Maaf jika masakanku tak enak Hyung, selama ini aku hanya melihat bagaimana Ajhumma memasak tanpa mempraktekannya secara langsung, semoga saja ini bisa dimakan " Kyuhyun pun mencoba makanan yang dibuat Sungmin.
" Uhukk uhuukk " Kyuhyun terbatuk setelah menyuapkan sesendok makanan yang Sungmin buat, melihat itu membuat Sungmin terlonjak kaget namun dengan cepat mengambil minum dan memberikannya kepada Kyuhyun.
" Mianhae Hyung, sebaiknya tak usah dimakan lagi " Sungmin mengelus-elus punggung Kyuhyun perlahan.
" Aniyo, ini enak. Sungguh " Kyuhyun sudah ingin menyuapkan lagi makanan itu namun dengan segera Sungmin menahan pergerakan tangan kyuhyun.
" Jangan dipaksakan Hyung, kalau terjadi sesuatu padamu aku akan merasa bersalah "
" Hei, makananmu enak sungguh, aku tadi terbatuk bukan karena bermasalah dengan makanannya namun aku begitu terkejut karena masakanmu rasanya mirip dengan buatan mendiang ibuku " Kyuhyun menuntun Sungmin untuk duduk disebelahnya.
" Saat ibuku masih hidup, beliau sering memasakan aku banyak makanan. Dengan memakan masakanmu sekarang rasa rinduku terhadap Eomma sedikit terobati, gomawo " Sungmin tersenyum lega karena setidaknya dia berguna bagi Kyuhyun yang sudah membantunya.
" Ne, mulai sekarang aku akan memasakan sarapan, makan siang dan malam untuk Hyung agar Hyung bisa terus mengobati rasa rindu terhadap Eommonim "
" Ne, ayo kita makan " Mereka pun mulai makan dengan lahap sambil sesekali bercerita soal makanan kesukaan mereka dan hobi mereka.
.
.
.
Hari ini hari libur dan Kyuhyun pun mengahbiskan waktunya hanya dirumah bersama Sungmin. Sudah satu minggu Sungmin tinggal dirumahnya dan Kyuhyun merasa tidak kesepian lagi, apalagi sekarang rumahnya terurus dan lebih bersih dari sebelumnya.
" Min, apa yang kau lakukan didalam kamar? Tak mau menemaniku menonton eoh? " Teriak Kyuhyun karena sedari tadi Sungmin belum menampakan batang hidungnya.
" Ah Hyung, tadi aku hanya sedang menulis beberapa catatan maka dari itu aku lama dikamar " Sungmin pun duduk disebelah Kyuhyun.
" Catatan apa hingga kau menulis selama itu didalam kamar? " Sungmin tampak terdiam dan ragu untuk mengatakannya dan Kyuhyun pun mengerti dengan melihat raut wajah Sungmin.
" Tak apa jika tak ingin bercerita " Sungmin spontan menggeleng karena tak ingin Kyuhyun salah paham.
" Bukan itu maksudku Hyung, aku hanya malu mengatakannya. Hmm sebenarnya aku sedang menulis sebuah cerita, dari dulu aku bercita-cita ingin menjadi penulis " Sungmin menunduk malu saat mengungkapkan cita-citanya karena ini pertama kalinya dia menceritakan apa yang menjadi impiannya.
" Kau menulis dengan apa? Kau punya laptop? " Sungmin menggeleng.
" Menggunakan buku dan pensil, aku mana sanggup membeli laptop, aku menyisihkan uang dari tip pelanggan untuk membeli buku dan pensil untuk aku menulis Hyung " Kyuhyun tampak tersenyum miris mendengar cerita Sungmin, diusianya yang masih sangat muda dia bahkan harus mengalami hidup sesulit itu.
" Apa kau tak berniat untuk kembali bersekolah? Aku akan membiayai sekolahmu " Sungmin menggeleng sebagai penolakan.
" Anni Hyung, aku sudah ditolong, diberi tempat tinggal bahkan diberi makan oleh Hyung saja aku bersyukur, aku juga diperlakukan sangat baik oleh Hyung. Jika Hyung membiayai sekolahku tentu akan memakan biaya yang tak sedikit ditambah lagi usiaku akan menginjak 17 tahun, sudah tertinggal jauh kalau aku masuk sekolah sekarang. Lagi pula cita-citaku adalah seorang penulis, tak perlu ijasah pun aku bisa menjadi penulis asalkan aku mampu membuat karya yang bagus dan untuk pengetahuan umum aku bisa pergi ke perpustakaan kota untuk belajar jadi tak perlu mengeluarkan banyak biaya " Kyuhyun kagum dengan pemikiran Sungmin, tak menyangka anak semuda itu sudah memikirkan masalahnya dengan cara dewasa tanpa mau menyulitkan orang lain.
" Baiklah, lakukan apa yang membuatmu nyaman dan apa yang menurutmu benar " Kyuhyun mengacak-acak rambut Sungmin membuat Sungmin tersenyum senang.
" Hyung, hari minggu begini tak pergi kencan dengan yeojachingumu? " Tanya Sungmin sambil menonton acara televisi yang ada dihadapannya. Kyuhyun terdiam tak menjawab pertanyaan Sungmin, kehadiran Sungmin ditambah banyaknya pekerjaan dikantor membuat Kyuhyun sejenak melupakan mantan kekasihnya itu namun saat ini dia harus kembali teringat karena pertanyaan polos Sungmin yang tentunya tak disadari oleh Sungmin bahwa pertanyaan itu membuat luka lama Kyuhyun kembali terkuak.
" Hyung, kenapa diam saja? Apa aku salah bicara? " Tanya Sungmin mulai khawatir, Sungmin menatap wajah Kyuhyun yang murung.
" Anni, aku tak punya pacar " Sungmin tersenyum kemudian memegang tangan Kyuhyun dengan erat membuat Kyuhyun menatapnya heran.
" Putus cinta itu biasa Hyung, hanya perlu membuka hati untuk cinta baru saja meskipun terasa sulit "
" Memangnya kapan aku bercerita kalau aku putus cinta? "
" Ck, terlihat dari wajahmu Hyung " cibir Sungmin membuat Kyuhyun melotot kearahnya.
" YAK! JANGAN MENGEJEKKU ANAK NAKAL! " Sungmin terbahak mendengar teriakan Kyuhyun.
" Hahaha ada orang tua mengomel weeek " Sungmin langsung bangkit dari dudukny dan berlari saat Kyuhyun hendak melemparnya dengan bantalan sofa.
" YAK ANAK NAKAL BERANINYA KAU YAAAH! " Kyuhyun terus mengejar Sungmin yang berlari kearah dapur dan mereka pun terus berlari-lari mengelilingi meja makan.
" Yah min, berhenti aku lelah hosh hoshh aku tak sanggup berlari lagi " Kyuhyun berhenti sejenak kemudian duduk dikursi meja makan, mengatur nafasnya yang tersengal-sengal. Sungmin pun ikut mengatur nafasnya dan ikut duduk disebelah Kyuhyun sambil mengatur nafasnya. Saat Sungmin tengah lengah dengan cepat Kyuhyun mengungkung Sungmin dengan memeluknya dari belakang.
" Kena kau anak nakal " Kyuhyun tersenyum senang saat Sungmin meronta-ronta meminta dilepaskan.
" Hyung ampun Hyuuuung "
" Rasakan ini anak nakal " Kyuhyun pun menggelitiki perut Sungmin membuat Sungmin semakin meronta-ronta dan menggerakan tubuhnya dengan brutal.
" Yaakk yaaak min, jangan mundur-mundur begini yaaahhh aaaaaahhh "
BRUKKK
Akhirnya keduanya terjatuh dengan posisi Kyuhyun dibawah dan punggung Sungmin yang menimpa dada Kyuhyun.
" Awww Appooo " Ringis Kyuhyun, Sungmin pun segera bangkit dari atas tubuh Kyuhyun.
" OMO Hyung, mianhaeeee " Dengan segera Sungmin menarik tangan Kyuhyun agar bangkit dari lantai namun tindakannya yang cepat dan kasar membuat Kyuhyun semakin terpekik kesakitan.
" Ahh Appo, jangan ditarik begitu " Karena terkejut mendengar Kyuhyun kesakitan dengan refleks Sungmin melepaskan pegangan tangannya pada tangan Kyuhyun.
BRUK
" APPOOOOOO " Kyuhyun semakin teriak kesakitan karena dirinya kembali terhempas kelantai membuat Sungmin membekap mulutnya karena tindakannya malah membuat Kyuhyun semakin kesakitan.
.
.
.
" Ahh pelan-pelan Min " Ringis Kyuhyun saat Sungmin memijat punggungnya yang dibaluri minyak angin.
" Mianhae Hyung, karena aku sakit dipunggung Hyung bertambah parah "
" Gwencana, salah aku juga tadi karena terus menggelitikimu " Kyuhyun pun bangkit dari tungkerapnya dan duduk menghadap Sungmin.
" Kenapa bangun? Aku belum selesai memijat Hyung " Kyuhyun mengacak-acak rambut Sungmin.
" Sudah tak begitu sakit kok, sebaiknya kau cuci tanganmu" Sungmin pun beranjak untuk mencuci tangannya.
" Hyung malam ini ingin makan apa? Aku akan memasakannya untukmu " Teriak Sungmin dari arah dapur.
" Aku ingin makan bulgogi saja " Kyuhyun menghampiri Sungmin dan duduk manis dikursi ruang makan sambil memperhatikan Sungmin yang memilih bahan makanan yang akan dimasaknya.
" Hyung bisa bantu aku merendamkan dagingnya dengan perasan air lemon? "
" Ne, tentu saja " Kyuhyun pun mulai membantu Sungmin memasak, tak banyak yang bisa kyuhyun bantu hanya hal-hal kecil dan mudah saja yang dapat dilakukannya. Setelah satu jam lamanya masakan mereka pun jadi, Kyuhyun membantu Sungmin menata meja makan sedangkan Sungmin mengambil nasi untuk mereka.
" Cha, masakan selesai " Ucap Sungmin sambil menangkupkan kedua tangannya.
" Hmm harumnya enak, pasti rasanya juga tak kalah enak " Kyuhyun pun mencomot daging bulgogi dan memasukannya kedalam mulut.
" Hmm mashita, ini benar-benar enaaaak " Kyuhyun kembali mencomot dagingnya.
" Hyung, bahkan kita belum berdoa " tegur Sungmin membuat Kyuhyun menepukan jidatnya dengan telapak tangan.
" Mianhae Hyung lupa, ayo kita berdoa " Mereka pun berdoa sejenak sebelum akhirnya menyantap makan malam mereka dengan tenang.
.
.
.
Hari ini Sungmin pergi kekantor kyuhyun untuk membawakan makan siang spesial sebagai ungkapan terima kasihnya. Pagi tadi Sungmin dikejutkan saat Kyuhyun memberikannya hadiah berupa laptop, Kyuhyun mengatakan kalau sekarang Sungmin tak perlu lagi menulis cerita dengan menggunakan buku dan pensil karena memakan waktu yang sangat lama oleh karena itu Kyuhyun membelikan Sungmin laptop dan beberapa buku yang dapat Sungmin baca. Karena merasa tak mampu membalas dengan materi maka itu Sungmin memasakan makan siang spesial untuk Kyuhyun, setidaknya sebagai ungkapan rasa terima kasihnya akan kebaikan Kyuhyun selama ini.
" Permisi saya ingin bertemu dengan Cho Kyuhyun Sangjangnim " Ucap Sungmin sopan kepada resepsionis yang bername tag Solbi.
" Apa anda sudah membuat janji? "
" Ah, saya belum memberitahunya kalau akan kemari tapi coba katakan saja jika Lee Sungmin datang " Solbi pun mengangguk paham sebelum akhirnya menyambungkan telepon kepada Kyuhyun, setelah mendapat persetujuan Solbi pun mempersilahkan Sungmin langsung keruangan Kyuhyun. Karena ini bukan kali pertama Sungmin kekantor Kyuhyun ( Yang pertama waktu nganterin makanan kekantor Kyuhyun ada di chap 1 ) , dia pun sudah tau harus menuju kemana.
Saat sudah sampai didepan ruangan Kyuhyun, sekertaris Kyuhyun pun langsung mempersilahkan Sungmin masuk karena sebelumnya Kyuhyun sudah memberitahu kalau Sungmin akan datang.
TOK TOK TOK
" Masuk " Suara Kyuhyun terdengar dari dalam.
CKLEK
" Hyung " Sungmin menengokan kepalanya kedalam ruangan Kyuhyun.
" Masuklah, apa yang kau lakukan disitu? " Sungmin hanya menyengir tak jelas kemudian masuk kedalam ruangan Kyuhyun.
" Apa yang kau bawa? Biasanya aku akan meminta bekal makananku langsung sebelum berangkat bekerja, tapi seingatku pagi tadi aku tak memintamu membuatkan bekal " Kyuhyun menghentikan pekerjaannya sejenak kemudian menghampiri Sungmin yang sudah duduk manis disofa yang ada diruangan Kyuhyun.
" Ini inisiatifku sendiri, hitung-hitung sebagai ucapan terima kasih karena Hyung sudah memberikanku hadiah pagi tadi. Hmm apa Hyung sudah makan siang? Ini sudah lewat 1 jam dari jam makan siang, aku terlambat yah? " Kyuhyun menggeleng kemudian mengacak-acak rambut Sungmin.
" Ani, aku bahkan belum sempat makan tapi syukurlah kau membawakan makanan, jadi kau memasakanku apa hmm? " Dengan semangat Sungmin membuka kotak makanan yang dibawanya. Mata Kyuhyun berbinar saat melihat makanan yang tersaji dihadapannya namun senyumnya menghilang saat dilihat warna hijau ikut menghiasi bekal makanannya.
" Kenapa ada sayuran? Kau tau aku tak suka sayur " Sungmin menghela nafasnya sejenak kemudian mengelus pipi Kyuhyun dengan lembut.
" Hyung itu perlu asupan sayuran untuk menjaga tubuh Hyung agar tetap sehat, jika hyung tak mengkonsumsi sayuran bagaimana Hyung dapat terus menjaga kesehatan hmm? " Sungmin menatap kedalam mata Kyuhyun membuat kyuhyun ikut menatap mata Sungmin.
" Aku tahu, tapi kau juga tahu kan aku tak suka sayuran, mau dipaksakan pun tak bisa " lirih Kyuhyun, Sungmin kembali mengelus pipi Kyuhyun membuat Kyuhyun sejenak menutup kedua matanya.
DEG DEG DEG
Jantung Sungmin berdetak keras saat menyadari jika jarak wajahnya dan Kyuhyun terlampau dekat namun entah mengapa ia enggan untuk menjauh, dia merasa nyaman melihat Kyuhyun dari jarak sedekat ini, wajah Kyuhyun membuatnya tak bosan untuk terus menatap. Sungmin tersenyum saat Kyuhyun terlihat nyaman karena belaian tangan Sungmin dipipinya.
" Wajah ini, wajah malaikat penolongku " Guman Sungmin dalam hati.
" EHEM " Suara deheman seseorang menyadarkan Sungmin dan Kyuhyun seketika. Mereka pun terlihat sedikit salah tingkah dan gugup.
" Apa aku mengganggu? " Ucap orang itu kemudian mendudukan dirinya dihadapan Kyuhyun dan Sungmin.
" Anni, ada apa hae Hyung? " Donghae menatap curiga kearah Kyuhyun dan Sungmin.
" Tadinya aku ingin mengajakmu makan siang tapi sepertinya kau akan makan siang dengan Sungmin " Donghae mengalihkan tatapannya kearah Sungmin. Entah hanya perasaanya atau bagaimana tapi Sungmin merasa tatapan yang Donghae berikan kepadanya terlihat mengintimidasi.
" Anni, sebenarnya aku kemari hanya mengantarkan bekal makan siang untuk Kyuhyun Hyung tapi jika Donghae Hyung belum makan sebaiknya makan bersama saja karena aku membuatkan makanannya banyak sekali " Tawar Sungmin namun Donghae langsung beranjak dari duduknya.
" Tak perlu, aku akan makan di cafe saja, aku permisi " Donghae pun keluar dari ruangan Kyuhyun membuat Kyuhyun dan Sungmin menatapnya aneh.
" Ada apa dengan Donghae hyung? Tak biasanya dia seperti itu? " Tanya Sungmin.
" Molla, sudah lebih baik kita makan berdua saja, kau belum makan kan? "
" Baiklah, ayo kita makaaaaaaan " Sungmin dan Kyuhyun pun menyantap makanan mereka dengan lahap sambil sesekali mengobrol dan bercanda.
.
.
.
" Kyu, minggu depan kita harus ke Jeju, ada project untuk proyek baru disana "
" Berapa lama kita disana Hyung? " Kyuhyun memeriksa beberapa berkas penting yang dibawa oleh Donghae.
" Mungkin sekitar 4 hari, wae? " Donghae membereskan berkas yang sudah selesai Kyuhyun tanda tangani dan memasukannya kedalam map.
" Pesankan satu tiket lagi ne " Donghae mengerutkan keningnya sejenak dan menatap Kyuhyun heran.
" Untuk apa? Yang akan pergi nanti hanya kau, aku dan sekertarismu, aku sudah memesankan 3 tiket " Kyuhyun meregangkan ototnya yang kaku sejenak kemudian bangkit dari duduknya lalu berdiri disebelah Donghae.
" Untuk Sungmin, kasihan dia kalau ditinggal sedirian selama 4 hari dirumah, lagi pula biarkan sesekali dia berlibur " Donghae menatap Kyuhyun penuh keanehan.
" Kau, sedekat apa hubunganmu dengannya? " Kyuhyun balik menatap Donghae penuh tanda tanya tak mengerti arah pertanyaan Donghae.
" Huh? Maksudmu? "
" Yah hubungan kalian? Kau dan Sungmin "
" Kau lucu sekali Hyung, tentu saja dia sudah kuanggap sebagai dongsaengku, apalagi yang kau pikirkan? " Kyuhyun menggeleng melihat raut wajah Donghae yang masih berpikir keras.
" Kau yakin? " Tanya Donghae memastikan.
" Hyung, aku masih normal jika hubungan yang kau maksud adalah sepasang kekasih. Kami hanya sebatas hyung dan dongsaeng, kami ini sama-sama namja hyung, bagaimana mungkin kau berpikir kami menjalin hubungan yang seperti itu. Saat ini kami tinggal bersama karena memang hak asuh Sungmin sekarang ada ditanganku yang berarti dia akan tinggal bersamaku sampai batas usia dimana dia dianggap dewasa. Karena kami tinggal satu atap tentu menjalin hubungan baik dan akrab sangat diperlukan, kami sama-sama tak punya siapapun lagi didunia ini Hyung, jangan berpikiran yang macam-macam " Donghae pun tampak bernafas lega meskipun masih ada yang mengganjal hatinya, mungkin Kyuhyun memang tidak perlu dicurigai tapi Sungmin? Entahlah sepertinya Donghae masih menaruh curiga pada Sungmin.
" Baiklah, aku akan memesankan tiket satu lagi dan ah ya kamar hotel perlukah aku pesankan lagi? "
" Tak perlu, kamar yang kau pesankan untukku ranjangnya cukup untuk dua orang kan? Sungmin bisa tidur dikamarku, dan jangan berpikiran macam-macam, kami memang terkadang tidur diatas ranjang yang sama jika selesai menonton film dikamarku jadi tak masalah jika kami tidur bersama toh selain menghemat juga karena kami sesama namja tentu tak ada masalah kan? " Donghae hanya mengangguk paham.
" Baiklah, aku kembali keruanganku dulu "
.
.
.
" Huwaaaaaaa pantaaaaaaaiiiiiii " Sungmin terpekik gembira saat sampai di Jeju Kyuhyun langsung mengajaknya kepantai, beruntung Kyuhyun memulai pekerjaannya esok hari jadi hari ini dia dan Sungmin punya waktu untuk pergi jalan-jalan.
" Hyung sini, kita buat istana pasir " Sungmin menarik tangan Kyuhyun untuk membuat istana pasir bersamanya. Kyuhyun mengacak-acak rambut Sungmin saat dilihatnya wajah gembira Sungmin.
" Wah sudah lama aku tak bermain dipantai, terakhir aku kepantai sebelum kedua orang tuaku tiada " celoteh Sungmin sambil terus membuat istana pasir, Kyuhyun memandang wajah Sungmin sendu. Kyuhyun merasa keputusannya untuk mengajak Sungmin kepulau jeju sangat tepat setidaknya Sungmin bisa pergi berlibur dan tertawa senang karena dia yakin selama ini Sungmin tak merasakan kegembiraan seperti ini.
" Kalau begitu ayo kita buat istana pasir yang megah " Kyuhyun pun mulai membantu Sungmin membuat istana pasir, keduanya begitu fokus membuat istana pasir yang megah.
" Cha jadi jugaa, kyaaaa bagus kan hyuuung? " Sungmin melonjak gembira membuat Kyuhyun terkekeh.
" Tentu saja bagus, aku yang membuat istananya menjadi bagus, jika kau buat sendiri tentu tak akan sebagus ini " Sungmin mempoutkan bibirnya kesal karena ejekan Kyuhyun.
" Ya ya ya aku tau tak usah mengejekku seperti itu Hyung " Dengan gemas Kyuhyun mencubit kedua pipi Sungmin.
" Ahhhh Hyung Appooo " Sungmin mengusap kedua pipinya yang tadi dicubit Kyuhyun.
" Cha, kita sebaiknya cari makan ne? " Kyuhyun menggandeng tangan Sungmin menuju kedai dekat pantai, sejenak Sungmin terpaku melihat genggaman tangan Kyuhyun yang menyelimuti tangannya yang lebih kecil. Semburat merah kini menghiasi pipi Sungmin.
" Hangat " Guman Sungmin dalam hati.
Sesampainya dikedai Sungmin dan Kyuhyun memesan beberapa makanan untuk mereka makan. Sejenak keduanya terdiam, Kyuhyun sibuk dengan ponselnya sedangkan Sungmin sibuk menatap hamparan laut dihadapannya.
" Hyung, boleh aku bertanya? "
" Bertanya apa? Silahkan saja, asal kau jangan bertanya berapa pin ATMku dan kode brankasku saja " Canda Kyuhyun.
" Ishhh seriuslah sedikit Hyung " Rengek Sungmin.
" Ne, arrasho, jadi apa yang ingin kau tanyakan? "
" Apa Hyung pernah jatuh cinta? Bagimana rasanya jatuh cinta itu? " tanya Sungmin dengan eksperesi penuh rasa keingin tahuan.
" Bagaimana yah, aku juga sulit untuk menjelaskannya, harus dirasakan sendiri baru bisa " Sungmin tampak tak puas dengan jawaban Kyuhyun.
" Yah hyung, jelaskan dengan benar agar aku mengerti " Kyuhyun pun akhirnya merapatkan duduknya dengan Sungmin.
" Baiklah, ikuti intrupsiku, pertama jika kau merasa malu dan pipimu memanas didekat seseorang kemungkinan kau menyukainya namun itu belum cukup untuk meyakinkan dirimu jika kau benar-benar jatuh cinta padanya " Terang Kyuhyun, Sungmin hanya mengangguk mengerti.
" Lalu, lalu? " Tanya Sungmin semakin antusias.
" Untuk lebih meyakinkan dirimu lagi, coba kau tatap dalam matanya, kau selami matanya seperti ini " Kyuhyun menatap Sungmin yang kini juga menatapnya.
" Jika saat bertatapan seperti ini kau merasakan debaran jantungmu menggebu lebih cepat dari biasanya maka bisa dikatakan kau jatuh cinta padanya " Kyuhyun memajukan kembali wajahnya beberapa centi lebih dekat dengan Sungmin dan itu membuat Sungmin semakin tekunci oleh tatapan tajam Kyuhyun.
Deg deg deg
Sungmin tampak terpaku, bukan iya tak menyadari jika sejak tadi jantungnya terus berdegup kencang saat Kyuhyun menatap dalam matanya dengan jarak yang begitu dekat tapi dia tidak mengerti kenapa dia merasakannya saat bersama Kyuhyun.
" Tapi itu juga belum cukup untuk dijadikan alasan jika kau jatuh cinta, satu lagi jika kau terus memikirkannya bahkan disaat kau menutup mata bayangan dia yang kau pikirkan maka kau benar-benar jatuh cinta padanya " Kyuhyun memutuskan kontak matanya dengan Sungmin karena pelayan sudah datang membawakan makanan yang mereka pesan, namun tidak dengan Sungmin, dia justru kini menutup matanya rapat.
" Kenapa Bayangan Kyuhyun Hyung yang melintas dipikiranku, apakah aku .. ? "
" Min, heiii, apa yang kau lakukan? Ayo kita makan " Suara Kyuhyun pun menyadarkan Sungmin, sedikit salah tingkah namun Sungmin pun akhirnya menyantap makanannya dengan tenang meskipun pikirannya tak lagi tenang.
" Aku rasa ini ada yang salah " Guman Sungmin dalam hati.
TBC
Wahhh update juga chap 2 maaf kelamaan, karena kemaren kan libur tahun baruan dan banyak tugas numpuk jadi baru bisa update sekarang, mianhae. Jujur aku gak pede banget sama ff ini karena ini yaoi aku sendiri nulis susah buat dapet feelnya, aku tahu pasti chap ini jauh dari kata bagus jadi maaf klo ga dapet feelnya ne?
Laelileleistiani : Tenang aja di ff ini kyuhyun juga tersiksa dan maaf yah updatenya lama karena banyak tugas.
JoyELF : Iya itu Typo mianhae, iya ceritanya Sungmin suka disiksa sama imonya dan karakter Kyuhyun emang aku buat baik hati kok di ff ini
ChoLee.13 : judul ff ini itu buat mewakili perasaan keduanya jadi gak Cuma Ming yang ngerasain sakitnya tapi Kyu juga.
.136 : Haha iya aku gak tersinggung, itu bukan typo loh tapi kan disitu Sungmin lagi nangis maksudnya kan si ming nangis tuh nah karena si hae gak mau kalau ada org yang lewat terus ngeliat ming nangis dikirain mereka ngapa-ngapain ming kyk perumpamaannya si Kyu mau ngapa-ngapain anak gadis org gitu karena ming nangis. Dan yng motor jd mobil itu bru typo. Mianhae
Danhobak15 : Iya itu typo maaf yaaah .
137 : Iya itu typo mianhae
Heldamagnae : Update ne ^^
Gyurievil : Aku liat di fb temen aku hehe
Keroro. : baru gosip dari fanacc sihh yah benar atau ganya suka-suka dia ajalah paling aku mah nangis bombay aja dikamar hehe iya akupun lebih suka buat GS tapi banyak yg minta yaoi juga jadi gak ada salahnya mencoba hal baru ^^
Ckhislsm137 : Udah update yah
Sitara1083 : Ember ada typo biasalah author dongdong nih, mianhae
RithaGaemGyu137 : Saran ditampung dulu, kalau memungkinkan dijalankan tapi takut ditengah jalan aku berubah pikiran gpp ne? Hehe
: Sama aku juga kasian sama minnienya Kyu : (
ChanMoody : Hooh miris yah, kayak cintaku pada kyu yang bertepuk sebelah tangan #abaikan
Kyumin joyer : Buuuuuubbb tebakan anda salaaaah hahaha, silahkan dicoba lagi mungkin berikutnya anda beruntung .
Chikyumin : ini udah lanjuuuttt
Winecouple : Iya jahat yah ajhummanya, ini udah lanjut
Kmalways89 : iya jahat yaah huh
Sissy : Udah lanjut yah
Guest : Ini sudah yaaah
UnyKMHH : Iya, kalau gak ketemu Kyu nanti gak ada jalan ceritanya dong kakah..
Cywelf : sudaaah kaaaan
.1 : sudaaaah
Laviniaebo : iya semoga aja hoakss, iya ini udah lanjut, kyu nya mah masih biasa aja karena min duluan yang jatuh cinta
: Namamu panjang kali nak nak, tp gpp ini udah lanjut yaaah
5351 : ditujukan kepada keduanya kok, ikutin terus yah lika liku percintaan Daddy Mommy aku
Kyumin 137 : salam kenal juga, ini udah lanjut yaaaah
137 : sabar buuu, tarik nafas dulu, aku gak tega masukin ajhumma yang keriputan kedalem penjara huhu
:Haha emang gak gitu keliatan sih yaoinya soalnya aku juga ngetiknya sedikit mikirin kalau ini ff gs padahal kan yaoi yah -.-
NOTE : Udah kan yah aku review semua, yang gak ada namanya boleh protes yaaah.. pada intinya ini judul ditujukan untuk mereka berdua, ff kali ini gak hanya ming yg tersiksa tapi kyu juga jadi kalau mau tau gmna kesiksanya mereka berdua baca terus dan review terus neh gomawo : )
