Main Cast : Lee Sungmin
Cho Kyuhyun
Author : Cho Ocean
Rate : T
Genre : Romance,Hurt
Disclaimer : Semua Cast milik Tuhan dan Orang cerita ini MURNI milik author .
Warning : YAOI PERDANA, dan aku selalu buat genre HURT jadi yang gak suka silakan di CLOSE aja..Gomawo.
Kyuhyun 25 tahun ( N )
Sungmin 16 tahun ( N )
.
.
Happy reading...Enjoy it...Syalalalalalaa,,,
.
.
.
Why it's so Hard to Love Me and so Hurt to Love You?
Author POV
Sepulangnya dari pantai Sungmin terus memikirkan akan perasaannya kepada Kyuhyun. Ia merasa ragu namun juga yakin disaat yang bersamaan dan itu membuatnya semakin bingung dan bimbang. Jika benar dia mencintai Kyuhyun tentu itu perasaan yang salah, keduanya sama-sama namja dan tentu percintaan sesama namja menentang takdir Tuhan dan juga norma dalam masyarakat dan belum lagi jika Kyuhyun mengetahuinya dipastikan Sungmin akan diusir dari rumah Kyuhyun karena dianggap manusia menjijikan. Sungmin belum pernah jatuh cinta sebelumnya jadi inilah kali pertamanya dia merasakan apa itu cinta, namun sungguh Sungmin merutuki perasaannya yang harus jatuh pada Kyuhyun, seorang namja yang sudah berbaik hati menolongnya.
Sungmin terus berpikir keras sampai-sampai tak menyadari jika Kyuhyun memperhatikannya sejak tadi. Sebenarnya Kyuhyun ingin menegur Sungmin namun entahlah ekspresi Sungmin yang berpikir keras seperti itu tampak imut sekaligus menggemaskan.
" Aisshhh mengapa seperti ini siihh " Grutu Sungmin tanpa sadar sambil mengacak-acak rambutnya.
" Sebenarnya apa yang kau pikirkan sejak tadi hmm? " Sungmin terlonjak kaget saat menyadari Kyuhyun duduk dihadapannya sambil melipat kedua tangannya didada.
" Huh? Apa? " Tanya Sungmin sedikit linglung, Kyuhyun bangkit dari duduknya dan menghampiri Sungmin lalu duduk disamping Sungmin.
" Apa yang kau pikirkan sejak tadi eoh? Jangan terlalu berpikir keras sampai-sampai mengacak rambutmu seperti ini " Kyuhyun merapihkan kembali rambut Sungmin yang berantakan akibat ulahnya tadi. Sungmin mencoba menetralkan detak jantungnya yang menggebu, dapat dirasakannya deru nafas Kyuhyun yang menerpa wajahnya. Setelah merapihkan rambut Sungmin, Kyuhyun kembali menatap Sungmin dan itu membuat Sungmin salah tingkah.
" Apa lagi sekarang hmm? Kenapa kau terus banyak berpikir semenjak kita pulang dari pantai? Ada masalah? Ceritakanlah padaku " Kyuhyun menggenggam tangan Sungmin, dan Sungmin mencoba menghilangkan rasa gugupnya dengan memandang kearah lain.
" Hmm entahlah hyung, aku hanya berpikir cerita mana yang akan aku coba berikan kepada penerbit, aku sudah menyelesaikan dua cerita dan sedikit bingung ingin memberikan yang mana " Kilah Sungmin, Kyuhyun terkekeh dan mencubit pipi sebelah kanan Sungmin dengan gemas.
" Aigooo, kupikir kau ada masalah apa sampai-sampai serius seperti itu berpikir. Hmm kalau menurutku tak ada salahnya kau memberikan keduanya, kalau keduanya diterima lebih bagus kan? " Sungmin mengangguk pura-pura setuju kemudian bangkit dari duduknya dan meregangkan sedikit ototnya yang menegang kaku sejak Kyuhyun mendekat kearahnya.
" Hmmm hyung tidak mengantuk? Aku sudah ingin tidur " Kyuhyun tampak melihat jam, dan baru menunjukan pukul 8 malam.
" Bukankah masih terlalu sore untuk tidur? Tapi jika kau mengantuk ayo kita tidur " Kyuhyun menarik Sungmin menuju ranjang kemudian tidur menghadap kearah Sungmin sedangkan Sungmin memunggungi Kyuhyun.
" Hei, masa kau tidur memunggungiku begitu, ayo berbalik, aku ingin melihat wajah lucumu dulu sebelum terlelap " Sungmin memejamkan matanya erat saat Kyuhyun berusaha membalikan tubuhnya namun pada akhirnya Sungmin hanya bisa menuruti saja. Jangan ditanya bagaimana keadaan jantungnya saat ini, tentu sangat kacau karena berdertak tak karuan. Karena tak ingin tertangkap basah salah tingkah dihadapan Kyuhyun, Sungmin pun memilih memejamkan matanya mencoba tidur.
Saat sedang mencoba untuk tidur, dirasaka tangan Kyuhyun membelai lebut rambutnya. Sungmin tetap pada posisi awal memejamkan mata pura-pura tertidur.
" Anak yang malang, umur semuda dirimu harus mengalami hidup yang sulit, tapi mulai sekarang aku akan menjagamu, menjaga adik laki-lakiku, kau tak perlu khawatir lagi karena aku ada disisimu mulai sekarang dan juga akan melindungimu dari apapun, jaljayeo Min "
CUP
Setelah mengecup kening Sungmin, Kyuhyun menyusul Sungmin yang dikiranya sudah berada dialam mimpi. Sungmin mendengar itu semua, entahlah rasanya campur aduk antara senang, sedih, bersyukur sekaligus berterima kasih. Sungmin bertekad tak akan menyusahkan Kyuhyun yang sudah berbaik hati padanya dengan perasaan yang dirasakannya sekarang.
.
.
.
Sungmin menghela nafas beratnya, sejak tadi pagi sepeninggalan Kyuhyun untuk mengurusi projectnya tak ada yang dapat dikerjakan Sungmin selain diam dikamar. Sebenarnya bisa saja Sungmin pergi keluar untuk berjalan-jalan namun ia enggan untuk pergi sendiri. Sesekali Sungmin melihat keponselnya, tak ada panggilan dari Kyuhyun sama sekali.
" Haahhh bosan sekali " Sungmin berjalan menuju balkon hotel dan mencoba menikmati pemandangan jeju dari kamar hotelnya.
Drttttt Drrrtttt
Sungmin merogoh kantung celananya untuk mengambil ponselnya, dilihat nama Kyuhyun yang tertera dilayar ponselnya membuat senyuman mengembang dibibir Sungmin.
" Yeoboseo Hyung " Jawab Sungmin dengan antusias.
" Min, kau sedang apa? Sudah makan? "
" Aku sedang menikmati pemnadangan dari kamar hotel dan aku sudah makan tadi, Hyung sudah makan? Kapan akan kembali? "
" Kau tak pergi berjalan-jalan? Hyung sudah makan dan mungkin sore akan kembali, jika kau bosan berjalan-jalan lah, minta pihak hotel untuk mencarikanmu tour guide nanti hyung yang akan membayarnya "
" Anni, aku hanya ingin pergi bersama Hyung jadi setelah pekerjaanmu selesai segera kembali ne " Dari seberang sana Kyuhyun tersenyum menanggapi ucapan Sungmin.
" Ne, jika sudah selesai aku akan segera kembali, baiklah aku harus segera kembali bekerja, jaga dirimu baik-baik, annyeong "
" Annyeong Hyung " lagi-lagi Sungmin hanya menghela nafasnya, baru saja dia merasa bahagia karena mendengar suara Kyuhyun namun sekarang keheningan kembali menyelimutinya.
" Aaaaah bosaaaaaan " Sungmin masuk kedalam kamar dan menghempaskan dirinya diatas ranjang dengan posisi terlentang. Karena tak ada yang bisa dilakukan pada akhirnya Sungmin memilih untuk tidur.
.
.
.
CKLEK
" Min " Panggil Kyuhyun setibanya dia dikamar hotel, Kyuhyun mengerutkan keningnya saat tak ada tanggapan apapun dari Sungmin. Namun senyuman tertera diwajahnya saat melihat Sungmin tertidur pulas, dihampirinya Sungmin lalu duduk disamping Sungmin. Disingkirkannya helaian poni yang menutupi sebagian mata Sungmin yang terpejam.
" Kasian sekali, kau pasti kesepian ne " Sungmin sedikit menggeliat dalam tidurnya saat Kyuhyun membelai keningnya lembut namun itu tak membuatnya terbangun.
" Hah lebih baik aku mandi sambil menunggu kelinci kecil ini bangun dari tidurnya " Kyuhyun pun beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah setengah jam berkutat dikamar mandi Kyuhyun pun bergegas keluar dari kamar mandi setelah mengenakan pakaian tentunya.
" Eoh, kau sudah bangun? " Kyuhyun menghampiri Sungmin dan duduk disisi ranjang, Sungmin hanya diam memperhatikan Kyuhyun yang sibuk mengeringkan rambutnya.
" Apa yang kau lihat? " Tanya Kyuhyun heran karena Sungmin memperhatikannya sejak tadi.
" Aku hanya heran kenapa Hyung tak menggunakan pengering rambut saja agar rambut Hyung cepat kering? "
" Kalau terlalu sering menggunakan pengering justru membuat rambut jadi cepat rusak " Terang Kyuhyun, Sungmin sendiri hanya menganggukan kepalanya sebagai respon kemudian berdiri dan berjalan menuju kamar mandi.
" Kau cepat selesaikan mandimu setelah itu kita akan pergi " Teriak Kyuhyun dari dalam kamar dan tak ada tanggapan apapun dari Sungmin.
Setelah Sungmin siap dan selesai dengan ritual mandinya mereka pun pergi menuju sebuah kedai makanan yang tak jauh dari hotel tempat mereka menginap. Disana sudah ada Donghae yang menunggu mereka.
" Hyung sudah lama menunggu? " Kyuhyun mendudukan dirinya dihadapan Donghae sedangkan Sungmin duduk disamping Kyuhyun. Sekilas Donghae tampak melirik kearah Sungmin namun segera ia mengalihkan pandangannya dan mengabaikan Sungmin yang tampak menunduk saat menerima tatapan yang begitu menusuk dari Donghae.
" Anni, baru saja aku sampai, kupikir kau datang sendiri " Ucap Donghae tanpa melihat kearah Sungmin sedangkan Sungmin hanya diam saja, entahlah perasaannya mengatakan kalau Donghae tak menyukainya.
" Bagaimana bisa aku pergi tanpa Sungmin, bahkan anak ini tak pergi kemanapun sejak tadi pagi " Kyuhyun mengacak-acak rambut Sungmin dan sukses membuat Sungmin tersenyum malu.
" Ah sebaiknya segera pesan makanan, aku sudah lapar " Donghae mengalihkan pembicaraan, dan mereka pun mulai memesan makanan. Tak lama makananpun datang, setelahnya mereka makan dengan tenang.
Seusai makan Kyuhyun mengajak mereka untuk berjalan-jalan sebentar, merekapun berjalan menyusuri kawasan penduduk yang ramai karena menurut info yang mereka dengar tak jauh dari kedai itu warga akan mengadakan pesta kembang api, Sungmin pun terlihat paling antusias.
" Waaahh ramai sekali disini Hyung " Kyuhyun menggenggam tangan Sungmin membuat Sungmin tersenyum malu.
" Tentu saja ramai, maka dari itu jangan lepaskan genggaman tanganmu agar tak hilang, kau terlalu mungil jadi kalau hilang sulit mencarimu, arrachi? " Sungmin mempoutkan bibirnya kesal dibilang mungil.
" Jangan selalu menganggapku anak-anak Hyung, akun sudah 16 tahun " Kyuhyun terkekeh lalu mengacak-acak rambut Sungmin, mereka asik dengan dunia mereka berdua dan mengabaikan Donghae yang terus menerus memperhatikan gerak gerik mereka.
" Ah iya sebelum kembang apinya dimulai, sebaiknya aku membeli cemilan dan minuman. Min, kau ingin memesan apa? Kau juga Hyung? " Tanya Kyuhyun.
" terserah kau saja " Jawab Donghae.
" terserah Hyung saja, ayo aku temani " Jawab Sungmin.
" Anni, aku sendiri saja, kau dan Donghae Hyung tunggu saja disini, ah iya Hyung aku titip kelinci nakal ini ne? Awas jangan sampai hilang " Sungmin mendengus kesal mendengar ejekan Kyuhyun namun Kyuhyun malah mengecup pipinya membuatnya salah tingkah.
CUP
" Aku hanya bercanda, aku pergi dulu ne? Baik-baik bersama Donghae Hyung " Setelah itu Kyuhyun pun pergi membeli cemilan dan minuman.
Setelah kepergian Kyuhyun suasanapun menjadi canggung. Sungmin sibuk mengalihkan tatapannya kearah lain karena ia tahu kini Donghae sedang menatap tajam kearahnya. Hati Sungmin gusar, dalam hati terus bertanya-tanya apa kesalahannya sehingga Donghae tampak begitu membenci Sungmin. Bohong kalau Sungmin tak merasa ketakutan, Sungmin sungguh tak nyaman berada didekat Donghae, namun ia pun tak bisa menghindar begitu saja yang justru membuat Donghae semakin menatapnya penuh kebencian.
" Sungmin " Panggil Donghae, mau tak mau membuat Sungmin menoleh kearahnya.
" Ne? " Sungmin berusaha menetralkan suaranya, namun jauh didalam hatinya sedang meredam rasa takut yang mendalam.
" Jangan berdiri terlalu jauh, nanti jika kau menghilang Kyuhyun akan mengamuk padaku " Sungmin pun menganggukan kepalanya canggung kemudian mendekat kearah Donghae namun tetap menjaga jarak dan kembali melihat kearah lain.
" Sungmin " Panggil Donghae lagi. Sungmin menghela nafas sejenak sebelum kembali mengalihkan tatapannya kearah Donghae.
" Ne? " Donghae mendekat kearah Sungmin lalu mendekatkan wajahnya sambil memeperhatikan Sungmin, dan itu sukses membuat Sungmin menjaukan kepalanya dan menatap Donghae terkejut.
" A.. Apa yang Hyung lakukan? Tanya Sungmin terbata-bata, merasa aneh dengan Donghae.
" Anni, tadi aku hanya melihat debu hitam disudut matamu " Donghae membersihkan sedikit sudut mata Sungmin setelah itu kembali mengalihkan tatapannya kedepan. Sungmin sendiri sudah berdoa dalam hati agar Kyuhyun segera kembali, dia tak bisa berlama-lama berdua bersama Donghae sungguh dia sangat tidak nyaman.
" Maaf menunggu lama " Sungmin bernafas lega saat melihat Kyuhyun datang membawa makanan dan minuman ditangannya, Kyuhyun menyerahkan minuman dan makanan ditangannya kepada Donghae dan Sungmin.
" Hyung lama sekali " Protes Sungmin.
" Mian, tadi mengantri sangat lama apa acaranya sudah dimulai? "
" Mungkin sebentar lagi " Mereka pun mencari tempat yang nyaman untuk duduk menikmati cemilan sambil menunggu acara kembang api dimulai.
Tak lama terdengar ledakan kembang api dilangit gelap itu, Sungmin menatap takjub kearah kembang api yang mengeluarkan cahaya warna warni. Sejenak Kyuhyun menoleh kearah Sungmin dan menatap lekat wajah yang terus mengembangkan senyuman. Tanpa sadar Kyuhyun ikut tersenyum, terselip rasa nyaman dan bahagia saat melihat senyuman Sungmin itu. Hatinya menghangat kala Sungmin mengalihkan pandangannya kearah Kyuhyun yang menatapnya lekat, mereka terus berpandang-pandangan seolah tak menghiraukan lagi keadaan sekitar dan juga kembang api yang masih meluncur dilangit.
" EHEM " Seketika mereka tersadar saat mendengar suara deheman Donghae, Kyuhyun mencoba mengalihkan kembali pandangannya kelangit meskipun sebenarnya ia sudah sangat salah tingkah. Sungmin sendiri sudah merona hebat namun menutupinya dengan menundukan kepalanya. Donghae menatap keduanya intens.
" Ini benar-benar tidak beres " Guman Donghae dalam hati saat merasa ada yang janggal antara Kyuhyun dan Sungmin.
.
.
.
Sore ini Sungmin memasak menu spesial karena siang tadi pihak penerbit menerima kedua karya Sungmin untuk diterbitkan. Setelah mendapat kabar gembira itu Sungmin segera menghubungi Kyuhyun agar memintanya segera pulang setelah pekerjaannya selesai, Kyuhyun menanyakan mengapa Sungmin memintanya segera pulang namun Sungmin mengatakan ingin memberikan kejutan. Dan untuk merayakan keberhasilannya Sungmin pun memasak beberapa menu makanan kesuakaan Kyuhyun. Waktu dua bulan lebih tinggal bersama Kyuhyun membuatnya mengetahui apa yang Kyuhyun suka dan tidak.
Setelah masakan selesai Sungmin pun segera bergegas untuk mandi dan bersiap menyambut kedatangan Kyuhyun. Setelah selesai mandi Sungmin mulai menata meja makan, dikira sudah cukup Sungmin pun duduk sambil menunggu Kyuhyun datang. Sungmin tersenyum kala merasa bahagia karena cita-citanya dapat terwujud dan itu berkat Kyuhyun, entah apa jadinya dia jika terus berada ditempat Rim Ajhumma namun semua itu sudah berakhir. Sungmin begitu nyaman tinggal bersama Kyuhyun, meskipun ia tahu mungkin tak akan berlangsung lama, setelah dia punya penghasilan tetap dia harus segera pergi dari rumah Kyuhyun karena bagaimanapun suatu saat Kyuhyun akan menikah dan dia tak mungkin bergantung terus menerus seumur hidup dengan Kyuhyun.
" Menikah? " Guman Sungmin sambil tersenyum pahit, sebulan belakangan ini Sungmin akhirnya menyadari bagaimana perasaannya terhadap Kyuhyun. Bukan sebagai adik pada kakaknya namun lebih dari itu dan dia pun tahu jika perasaannya ini salah, bagaimana mungkin dia yang seorang namja juga menyukai namja tetapi kembali lagi jika perasaan seseorang tak pernah ada yang tahu dan menebak. Kalau bisa memilih Sungmin pun ingin memiliki perasaan yang normal, tetapi Kyuhyun menjeratnya begitu dalam sampai dia sulit untuk menghilangkan perasaan ini.
CKLEK
" Aku pulang " Teriakan Kyuhyun membuat Sungmin tersadar dari lamunannya dan segera menghampiri Kyuhyun. Langkah Sungmin terhenti ketika melihat Kyuhyun datang bersama Donghae dan dua wanita yang entah siapa Sungmin pun tak tahu.
" Min, aku mengajak Donghae dan dua temanku karena kita akan membahas suatu project, tak apa kan? " Tanya Kyuhyun saat melihat sikap Sungmin yang begitu canggung.
" Ah, kenapa harus tak boleh, ini kan rumah Hyung " Sungmin mencoba tersenyum walau matanya tak dapat teralihkan dari seorang wanita yang merangkul tangan Kyuhyun.
" Oh iya kenalkan ini Hyukkie, yeojachingu Donghae Hyung dan ini Qiannie sahabatku dari China " Sungmin tersenyum sambil membungkuk hormat.
" Annyeonghaseo Lee Sungmin imnida "
" Aigooo kau cute sekali " Hyukkie langsung saja menghampiri Sungmi dan mencubit pipi Sungmin gemas sedangkan Sungmin meringis kecil dan sedikit salah tingkah mengahadapi keagresifan Hyukkie dan belum lagi tatapan tak bersahabat dari Donghae.
" Ah Kyu, kenapa kau tak bilang jika memiliki adik selucu dia, hei Sungmin-ah mau jadi adik noona? " Tanya Hyukkie penuh harap, Sungmin melirik kearah Donghae yang menatapnya tajam dan itu membuat Sungmin takut.
" Tak bisa, dia hanya boleh jadi adikku, jadi noona jangan berharap lebih arra? " Kyuhyun menarik tubuh Sungmin dari Hyukkie dan memeluknya posesif, Hyukkie mengerucutkan bibirnya sambil berjalan menghampiri Donghae dan merengek manja.
" Hae, temanmu ini pelit sekali sih " adu Hyukkie.
" Sudahlah, Sungmin sepertinya tak nyaman karena tindakanmu tadi jadi jangan memaksa lagi " Hyukkie semakin cemberut karena Donghae tak mendukungnya.
" Jadi ini adik yang sering kau ceritakan Kyu? Kenapa imut sekali? " kini Qian menghampiri Sungmin dan menatap wajahnya intens.
" Wah, kau mirip adik sepupuku Henry yang memeliki wajah imut juga " Sungmin hanya menanggapi dengan senyuman.
" Sebaiknya kalian makan dulu, aku sudah memasakan sesuatu " Sungmin pun bergegas kedapur untuk menambahkan porsi makanan yang ada dimeja makan. Setelah semua selesai merekapun mulai ritual makan.
" Waaah masakanmu enak sekali Sungmin-ah aah aku benar-benar ingin memiliki adik sepertimu " Ucap Hyukkie setelah mereka semua selesai makan, Sungmin lagi-lagi hanya tersenyum. Sungmin bangkit dan segera membereskan piring kotor mereka.
" Ayo Sungmin-ah aku bantu membereskannya " Qian berdiri dan siap membantu begitu juga dengan Hyukkie namun Sungmin menggelengkan kepalanya.
" Tak usah Noonadeul, aku bisa membereskannya sendiri, kalian segera saja mulai pekerjaannya, jika kalian menundanya maka akan semakin lama selesainya dan ini sudah malam nanti bisa-bisa selesai tengah malam, kalian juga harus beristirahat untuk aktifitas besok kan? "
" Aigoo kau pengertian sekali, hah aku iri denganmu cho, sayangnya kau tak mau berbagi adik denganku huh " cibir Hyukkie namun Kyuhyun hanya menanggapi dengan senyuman bangga. Setelahnya Qian, Hyukkie dan Donghae berjalan menuju ruang keluarga untuk memulai membahas project mereka namun Kyuhyun lebih dulu menghampiri Sungmin.
" Benar tak perlu dibantu? " Kyuhyun menaruh dagunya dibahu Sungmin sedangkan kedua tangannya berpegangan pada sisi westafel tempat mencuci piring dan memenjarakan tubuh mungil Sungmin.
" Tak usah, sebaiknya Hyung segera menghampiri mereka saja " Sungmin menahan nafasnya sejenak karena degup jantungnya yang memberontak begitu ekstrem didalam sana. Namun Kyuhyun tak bergeming.
" Hyung " Panggil Sungmin, sungguh ia ingin Kyuhyun segera beranjang pergi karena kini ia sangat sulit untuk bernafas.
" Hmm nanti saja " Ucap Kyuhyun sambil memejamkan mata, Sungmin sendiri mau tak mau membiarkannya. Namun nafas Sungmin makin tercekat kala kedua tangan Kyuhyun kini melingkar erat dipingganggnya dan semakin merapatkan tubuh mereka. Wajah Kyuhyun pun terbenam diceluruk leher Sungmin. Sungmin sungguh tak sanggup untuk mengeluarkan satu katapun, bahkan untuk bernafas saja sulit.
" Tubuhmu hangat dan aroma tubuhmu menenangkan, rasanya lelah ditubuhku menghilang begitu saja " Sungmin tak menjawab, sejenak Sungmin pun merasa nyaman, mereka berdua terus menempel erat sambil menikmati kehangatan yang terkuar dari tubuh keduanya.
" EHEM " Sungmin tersentak saat mendengar suara deheman sedangkan Kyuhyun langsung membalikan tubuhnya dan mendelik kearah Donghae sebagai pelakunya.
" Apa aku mengganggu? " Tanya Donghae.
" Yah, kau sangat mengganggu Hyung " Setelah itu Kyuhyun pun bergegas meninggalkan dapur dengan perasaan kesal. Sungmin langsung menyibukan diri menghindari tatapan Donghae yang menusuknya.
" Bisa kau antarkan minuman? Kami haus " Sungmin pun mengangguk kemudian mengambil beberapa kaleng soda dan membawanya keruang keluarga. Donghae sendiri bergegas mencuci tangannya karena itulah tujuan awalnya pergi kedapur tadi.
Setelah mengantar minuman Sungmin sedikit mengintip kearah ruang keluarga, dapat dilihatnya Kyuhyun dan qian yang terlihat begitu dekat satu sama lain. Sungmin cemburu? Entahlah namun dia merasa tak nyaman melihat hal itu, akhirnya Sungmin pun membalikan tubuhnya namun ia berjingkit terkejut saat melihat Donghae berdiri dibelakangnya.
" Apa yang kau lihat? " tanya Donghae namun Sungmin tak menjawab dan hanya menunduk takut. Sungmin selalu merasa tak nyaman karena Donghae selalu menatap tajam kearahnya.
" Ah, kau melihat Kyuhyun dan Qiannie? Bagaimana? Mereka serasikan? " Tanya Donghae, Sungmin hanya mengangguk lemah.
" Yah tentu saja serasi, memang begitu seharusnya, laki-laki diciptakan untuk perempuan begitu juga sebaliknya " Ucap Donghae penuh penekanan, Sungmin hanya diam sampai Donghae mendekatkan bibirnya kearah telinga Sungmin.
" Tak ada sejarahnya didunia ini namja dengan namja " Bisiknya, Setelah itu Donghae menepuk –nepuk bahu Sungmin dan bergegas kembali menghampiri Kyuhyun dan yang lainnya. Mata Sungmin memanas, dia tak bodoh untuk mengerti ucapan Donghae, sedikit banyaknya dia mengerti kenapa selama ini Donghae selalu menatap tajam kearahnya. Sepertinya Donghae menyadari perasaanya terhadap Kyuhyun, entahlah Sungmin merasa malu, takut, sakit dan bingung disaat yang bersamaan. Sungmin menekan dadanya yang berdenyut sakit, memikirkan ucapan Donghae tadi membuatnya semakin sakit, dengan langkah Gontai Sungmin bergegas menuju dapur dan merapihkan semuanya.
.
.
.
Sungmin duduk dipinggiran ranjangnya, entahlah banyak hal yang dipikirkannya. Mulai dari perasaannya terhadap Kyuhyun dan juga ucapan Donghae tadi. Sungmin menghela nafas berat, selama ini ia berusaha mengabaikan perasaannya dan bersikap normal dihadapan Kyuhyun. Tak ada niat sedikitpun untuk berharap pada Kyuhyun karena ia tahu Kyuhyun normal tak sepertinya. Sikap baik Kyuhyun selama ini dan juga perhatiannya hanyalah sebagai bentuk kasih sayang dari kakak terhadap adiknya, sungguh Sungmin tak pernah menyalah artikan semua sikap Kyuhyun kepadanya karena dia cukup tahu diri.
TOK TOK TOK
" Min, kau sudah tidur " Sungmin memejamkan matanya sejenak lalu menghirup udara dalam-dalam dan membuangnya. Kemudian Sungmin beranjak membukakan Kyuhyun pintuk.
" Belum, ada apa Hyung? Apa mereka sudah pulang? " Kyuhyun langsung masuk kedalam kamar Sungmin dan merebahkan dirinya diatas ranjang Sungmin.
" Sudah, dan mereka menitip salam padamu, tak sempat pamit karena sudah malam" Sungmin kembali duduk disisi ranjang.
" Malam ini aku ingin tidur disini ne? " Sebenarnya Sungmin ingin menolak namun apa haknya? Rumah ini milik Kyuhyun tentu saja ia tak bisa melarangnya.
" Ne Hyung " Kyuhyun pun memindahkan posisi tidurnya dengan menjadikan paha Sungmin sebagai bantalnya.
" Tadi kau menyuruhku pulang cepat ada apa? Apa ada sesuatu yang terjadi? " Sungmin seketika teringat jika ingin menyampaikan berita bahagia itu kepada Kyuhyun.
" Ah iya, siang tadi penerbit mengabariku jika kedua ceritaku akan dijadiakan novel Hyung " Jawab Sungmin antusias, Kyuhyun pun langsung terbangun dan menatap Sungmin bahagia.
" Jeongmal? " Sungmin mengangguk.
" Waaah, chukkae Min " Kyuhyun pun langsung memeluk erat Sungmin, Sungmin membalasnya dengan tak kalah eratnya.
" Mianhae aku tak tahu jika hal menggembirakan itu yang ingin kau sampaikan, jika aku tahu tentu aku tak akan mengajak mereka kemari dan akan merayakannya berdua denganmu. Kyuhyun melepaskan pelukannya pada Sungmin.
" Gwencana, lagi pula tadi pekerjaan Hyung lebih penting kan? Kita bisa merayakannya nanti setelah terbit dan aku mendapat honorku, aku ingin mentraktir Hyung makan dan jalan-jalan " Kyuhyun mengacak-acak rambut Sungmin gemas.
" Kuingat terus janjimu Min, baiklah sekarang waktunya tidur, besok Hyung harus kembali bekerja " Sungmin pun merebahkan dirinya disebelah Kyuhyun tentu menjaga jarak amannya.
" Kenapa jauh sekali tidurmu? Aku ingin tidur bersamamu karena ingin menghirup aroma tubuhmu yang menenangkan itu, aku lelah Min dan aku ingin tidur nyenyak malam ini, jadi kemarilah " Kyuhyun menarik Sungmin lembut kedalam pelukannya, Sungmin sedikit merasa tak nyaman karena Kyuhyun merapatkan tubuh mereka tanpa celah ditambah hembusan nafas Kyuhyun dilehernya.
" Min " Panggil Kyuhyun.
" Hmm? " Sungmin mendongak menatap Kyuhyun, mereka berdua saling bepandangan satu sama lain.
" Mulai malam ini kita akan terus tidur dalam kamar yang sama ne? " Sungmin mengerjapkan kedua matanya.
" W.. Wae? " Tanyanya dengan terbata-bata.
" Entahlah, kau selalu membuatku nyaman dengan kebaradaanmu disampingku, kau membuatku tak bisa lepas darimu, entah mengapa dan jangan bertanya soal ini padaku karena aku tak bisa menjelaskannya " Kyuhyun mengelus pipi Sungmin lembut, sejenak Sungmin memejamkan matanya, mencoba mengumpulkan keberanian setelah itu ia membuka kedua matanya dan langsung disambut dengan tatapan hangat Kyuhyun.
" Balas aku Hyung " Ucap Sungmin ambigu.
" Huh? " Tanya Kyuhyun tak mengerti.
" Balas aku jika kau menyukainya juga " Setelah itu tanpa menunggu jawaban dari Kyuhyun, Sungmin menarik tengkuk Kyuhyun dan melumat bibir Kyuhyun dengan lembut. Sedangkan Kyuhyun sangat terkejut dengan perlakuan Sungmin yang tiba-tiba ini. Sejenak Kyuhyun hanya diam saat bibir Sungmin terus bergerak diatas bibirnya, namun dia mengingat lagi perkataan Sungmin.
"Balas aku jika kau menyukainya juga " Kyuhyun merasakan degup jantungnya yang berpacu cepat, tanpa sadar bibirnya ikut bergerak seirama dengan pergerakan bibir Sungmin. Setelah mendapatkan balasannya dari Kyuhyun, Sungmin pun tak ragu-ragu lagi untuk terus membuat keduanya terhanyut dalam kelembutan dan kehangatan yang tercipta. Mungkin setelah ini ada yang berubah diantara keduanya, namun Sungmin yakin jika kebahagiaanlah yang akan menyelimuti kehidupannya kelak.
TBC
Makasih untuk yg review dan untuk guest yg review
mungki kalo GS bisalah kyuhyun dipanggil 'oppa' tapi kalo buat yaoi sungmin manggil kyuhyun 'hyung' itu aneh sumpah! gua seorang fujo,tapi baru kali ini gua baca ff yaoi aneh kaya gini -_-
Balesan: Gini yah, diatas udh aku kasih tau umur Sungmin lebih muda dari Kyuhyun dan udah pasti kan manggil Kyuhyun itu HYUNG? Dan gak mungkin aku paksain Kyuhyun panggil Sungmin hyung, dan aku emanh ngbuat umur kyuhyun lebih tua disini, dan kalau kamu ngerasa aneh atau gak suka, gak apa-apa, gak perlu dibaca lagi. Terima Kasih.
Dan aku mau ngebahas sesuatu, ini untuk yg comment di MY LOVELY FIANCE
MafiaFanfiction chapter 12 . Jan 19
Hahaha! Beneran gue ngakak.
Sorry aja, gue malas baca FF lo!
Lo tau sampah nggak?
Nggak tahu?
Biar gue kasih tahu.
Fic lo ini sampah!
Sok bikin judul pake bahasa Inggris pula!
Jijik gue! Kalo bener lo bisa bahasa Inggris harusnya lo bisa baca peraturan FFn kan?
NGAAK USAH NYAMPAH DI SITUS INI GOBLOK!
Punya otak nggak sih lo?
Balesan :
Lucu banget baca comment lo di ff gw sumpah..ngatain gw bego? please yah yg bego gw apa lo? bilang ff gw sampah masih aja dibaca.. yg TOLOL SIAPA? kalau mau comment dipikirin dulu, gak asal comment aja..gak suka gak usah dibaca, manusia macem lo yah begini, cuma bisa ngoceh gak jelas, kalau lo ngerasa bisa bikin karya yg baik, TUNJUKIN sama gw karya yang menurut lo BUKAN SAMPAH itu! suka suka gw mau pke bahasa inggris kek bahasa planet sekalipun, karya karya gw, cara lo comment menunjukan KETIDAKMAMPUAN lo dan menunjukan sebenernya diri lo GAK ada apa2nya, kalau putus asa sama hidup lo cari hal berguna jgn cuma ngebacot doang!
NOTE : Aku terima kritikan mengenai tulisan aku JIKA memang itu masuk akal untuk dikritik, kalau sampai bilang FF Aku sampah, berhak dong aku marah, aku buat susah payah dan seenaknya dibilang sampah, dibilang aneh, aneh kalau jalan erita ngaco aku bisa terima tapi dibilang aneh Cuma karena panggilan Hyung yang menurut aku gak salah karena sesuai ceritanya itu aku jujur aja sakit hati, kalau memang udah gak ada yg berminat sama cerita aku gak apa-apa, aku bias gak lanjut cerita ini. Sekian. Terima Kasih.
