Main Cast : Lee Sungmin

Cho Kyuhyun

Author : Cho Ocean

Rate : T

Genre : Romance,Hurt

Disclaimer : Semua Cast milik Tuhan dan Orang cerita ini MURNI milik author .

Warning : YAOI PERDANA, dan aku selalu buat genre HURT jadi yang gak suka silakan di CLOSE aja..Gomawo.

Kyuhyun 25 tahun ( N )

Sungmin 16 tahun ( N )

.

.

Happy reading...Enjoy it...Syalalalalalaa,,,

.

.

.

Why it's so Hard to Love Me and so Hurt to Love You?

Author POV

DEG

Seakan telah kembali kesadarannya, Kyuhyun melepaskan panggutan bibirnya dengan Sungmin. Sejenak Kyuhyun melihat tatapan kecewa Sungmin saat ia menghentikan ciuman mereka. Kyuhyun tampak bingung dengan apa yang terjadi, Sungmin menangkap raut wajah Kyuhyun yang terlihat bingung.

" Hyung, wae? " Sungmin mencoba menyentuh pipi Kyuhyun namun dengan segera Kyuhyun menghindar.

" Sebaiknya kau tidur, aku akan kembali kekamar" Ketika Kyuhyun hendak bangkit dari atas ranjang Sungmin, dengan cepat Sungmin menahan Kyuhyun.

" Bukankah Hyung ingin tidur disini? Kenapa sekarang Hyung ingin kembali kekamar? " Tanya Sungmin dengan lirih.

Kyuhyun diam, ia pun bingung untuk menjawab apa namun saat ini dia memang tidak bisa berada didekat Sungmin. Melihat Kyuhyun hanya diam saja membuat Sungmin dengan perlahan melepaskan genggaman tangannya pada Kyuhyun dan mengalihkan pandangannya kearah lain.

" Pergilah, aku mengerti " Ucap Sungmin dengan nada bergetar.

Kyuhyun menatap Sungmin dengan sendu, ia tau kini ia sudah menyakiti Sungmin namun ia pun tak mengerti apa yang terjadi dengan dirinya tadi sehingga melakukan hal yang tak seharusnya ia lakukan bersama Sungmin tadi dan sekarang segala pertanyaan berkecamuk didalam pikirannya. Dengan perlahan tanpa menoleh atau berbicara apapun lagi kepada Sungmin, Kyuhyun melangkah pergi meninggalkan Sungmin.

BLAM

Setelah pintu tertutup air mata Sungmin pun langsung jatuh, Sungmin menekan dadanya yang berdenyut sakit. Tanpa isakan, namun cukup menyesakan dadanya karena menangis dalam diam.

" Harusnya aku tahu jika tak mungkin Hyung menyukaiku, kau bodoh Lee Sungmin, sungguh bodoh " Sungmin terus merutuki dirinya yang begitu menyesal telah mengira Kyuhyun memiliki perasaan yang sama dengannya. Perlahan Sungmin merebahkan dirinya diatas ranjang, mengingat kejadian tadi membuatnya tak bisa menghentikan tangis. Sungmin meraba bibirnya, dapat dirasakannya bagaimana tadi Kyuhyun memanggut bibirnya, membalas tiap lumatannya pada bibir Kyuhyun, panggutan tadi terasa menyenangkan dan begitu manis dirasakan namun setelahnya hanya kepahitan yang tertinggal, hanya ada rasa sakit yang tersisa dari setiap panggutan yang mereka lakukan.

" Hikss pabboya hikss jeongmal pabboya " Sungmin menutup wajahnya dengan bantal untuk meredamkan suara isakannya.

.

.

.

Kyuhyun POV

BLAM

Aku menyenderkan tubuhku di pintu kamarku, sejenak aku merasa bodoh dan bingung, sebenarnya apa yang aku lakukan tadi? Entahlah saat Sungmin memulai semuanya tadi tanpa sadar aku mengikuti apa yang Sungmin lakukan, ini salah aku tau ini sangat salah namun aku merasa sudut hatiku tak menyesal ataupun jijik dengan apa yang telah aku lakukan tadi. Aku merasa seperti suka melakukannya namun aku tak mengerti, mengapa aku menyukainya? Bukankah ini salah? Tak seharusnya aku melakukannya dengan namja terlebih aku menyukainya, ini sangat tidak benar. Kupejamkan mataku mengingat kejadian tadi, kuraba dadaku, jantungku berpacu begitu cepat ketika mengingat kejadian tadi, aku menggelengkan kepalaku keras. Ini tak mungkin terjadi padaku, aku masih normal, ini tak mungkin.

Aku melangkah menuju kamar mandi, kubasuh wajahku berharap dapat menjernihkan pikiranku. Semoga saja aku hanya terbawa suasana tadi, aku tak bisa membiarkan diriku terjebak dalam perasaan yang tak seharusnya ada, ini sebuah kesalahan dan aku tak boleh lagi melakukannya, kuanggap tadi hanya kekhilafanku saja. Benar, setelah ini aku akan melupakan semuanya, menganggap semuanya tak pernah terjadi. Setelah membasuh wajahku, aku bergegas berjalan menuju ranjang dan merebahkan diriku diatasnya dan mencoba untuk tidur. Sangat sulit memang ketika aku memejamkan kedua mataku, bayangan saat kami berciuman tadi melintas kembali didalam benakku. Aku kembali membuaka kedua mataku, ini benar-benar sulit, sangat sulit untuk dilupakan.

Kyuhyun POV END

.

.

.

Author POV

Pagi ini seperti biasanya setelah bangun, Sungmin menyiapkan sarapan untuk Kyuhyun. Semalam tidurnya sangat kacau, dan pagi ini pun sebenarnya Sungmin terbangun lebih cepat dari biasanya. Sungmin begitu resah memikirkan apa yang akan terjadi setelahnya karena kejadian semalam namun semakin dipikirkan itu membuat semuanya menjadi kacau.

" Aku harus bagaimana ? " Tanyanya lirih pada dirinya sendiri.

Jam masih menunjukan pukul 06.00 dan biasanya ia akan mebangunkan Kyuhyun pukul 06.30 namun pagi ini Sungmin lebih berharap Kyuhyun terbangun dengan sendirinya. Sungmin tak siap sebenarnya bertemu dengan Kyuhyun, ia takut sikap Kyuhyun padanya akan berubah atau mungkin malah menjauhinya. Sungmin menggelengkan kepalanya, tidak, ia tidak siap kalau sampai Kyuhyun menjauhinya, bagaimanapun selama ini ia telah terbiasa dengan sikap lembut dan penuh perhatian yang Kyuhyun berikan untuknya. Entahlah bagaimana dirinya kalau sampai mendapati Kyuhyun bersikap dingin apalagi sampai menjauhinya, membayangkannya saja membuat dadanya sesak apalagi sampai itu benar terjadi.

" Apa yang kau pikirkan? " Kyuhyun mendudukan dirinya dikursi yang berada diruang makan.

Sungmin mengalihkan tatapannya kearah Kyuhyun, dilihatnya Kyuhyun sudah rapi dan kini sedang menatapnya heran. Kalau dilihat-lihat memang tak ada perubahan apapun dari sikap Kyuhyun terhadap Sungmin namun itu tak lantas membuat Sungmin merasa lega. Justru sekarang Sungmin merasa malu mengingat kebodohannya semalam.

" Kau tak mendengarku? Kau kenapa? " Tanya Kyuhyun lagi tanpa berniat beranjak mendekati Sungmin.

" Anni, Hyung ingin sarapan sekarang? " Kyuhyun hanya menjawab dengan anggukan sebelum mengalihkan pandangannya pada ponsel yang sejak tadi berada digenggamannya. Sungmin pun menyiapkan sarapan diatas meja makan, pagi ini Sungmin hanya menyiapkan kimbap dan kopi untuk sarapan Kyuhyun. Setelah semuanya tertata rapi Sungmin pun duduk dan sarapan bersama Kyuhyun. Jujur saja Sungmin merasa canggung karena pagi ini Kyuhyun mengacuhkannya dan lebih memilih fokus pada sarapannya dan juga ponselnya, seketika Sungmin merasa kecewa atas sikap Kyuhyun padanya pagi ini namun Sungmin pun tak berani untuk protes, jika dulu Sungmin tak segan melayangkan protes jika diacuhkan Kyuhyun, lain halnya dengan sekarang.

" Apa rencanamu hari ini? " Sungmin tersenyum sekilas karena akhirnya Kyuhyun mengalihkan perhatian padanya.

" Hari ini aku hanya akan bertemu dengan penerbit setelahnya tak ada kegiatan, dan siang nanti aku akan mengantarkan makan siang ke kantor Hyung " Ujar Sungmin bersemangat.

" Tak perlu, hari ini tak perlu kekantorku " Ucapan Kyuhyun sukses membuat Sungmin melemas seketika.

" W.. Wae? " Tanya Sungmin sambil menatap Kyuhyun sendu.

" Hari ini aku akan makan siang bersama klien jadi kau tak perlu kekantor " Kyuhyun kembali menyuapkan potongan kimbap kedalam mulutnya.

" Hyung, ada apa denganmu? " Tanya Sungmin sambil menatap Kyuhyun, mendengar pertanyaan Sungmin membuat Kyuhyun menghentikan kunyahannya dan mengalihkan pandangannya untuk menatap Sungmin.

" Aku? Kenapa? "

" Hyung, jika karena semalam membuat Hyung jadi menghindariku, aku minta maaf, Sungguh aku minta maaf tapi kumohon jangan perlakukan aku seperti ini. " Sungmin menundukan kepalanya dalam, tak sanggup untuk melihat Kyuhyun.

" Aku tak sedang menghindarimu, jika aku memang menghindarimu untuk apa aku berada disatu meja untuk makan bersamamu? Dan soal semalam sebaiknya kita lupakan dan anggap tak pernah terjadi, tak seharusnya kita melakukan kesalahan seperti tadi malam, arrachi? " Sungmin mengangkat kepalanya dan memberanikan diri menatap Kyuhyun, dapat Kyuhyun lihat mata Sungmin yang berkaca-kaca.

" Jadi menurut Hyung apa yang kita lakukan semalam adalah kesalahan? " Tanya Sungmin dengan nada bergetar, sebisa mungkin Sungmin tidak menangis walau ia tau jika air matanya sudah menggenang dipelupuk matanya.

" Ne, tentu kau tau kau namja begitupun dengan aku, tak seharusnya kita melakukan hal seperti itu dan aku minta maaf untuk yang semalam " Sungmin tersenyum kecut dan berdiri dari duduknya.

" Ne, arrasho, lebih baik memang dilupakan " Ucap Sungmin sambil menghapus air matanya yang jatuh. " Tapi cinta ini aku tak yakin bisa melupakannya " Batin Sungmin setelah itu Sungmin kembali kekamarnya dan mengunci rapat pintu kamarnya. Sepertinya lebih baik hari ini ia membatalkan janji dengan penerbit karena ia tak yakin akan terlihat baik-baik saja nantinya.

Sepeninggalan Sungmin, Kyuhyun duduk terdiam. Dia sadar sudah menyakiti Sungmin namun tak ada yang bisa dilakukannya selain bersikap seperti tadi, setidaknya ia mencoba agar tak mengulang kesalahan seperti semalam. Setelah menyelesaikan sarapan, Kyuhyun begegas untuk mandi setelahnya berangkat kekantor tanpa berpamitan dengan Sungmin.

.

.

.

" Ada apa denganmu? Kau terlihat tidak fokus saat meeting tadi? Ingat Kyu, klien kita tadi adalah orang yang berpengaruh untuk kemajuan perusahaanmu " Kyuhyun tampak tak menanggapi ucapan Donghae, ia tau jika Donghae berbicara soal kebenaran untuk perusahaannya namun kali ini Kyuhyun begitu jenuh karena sikap protektif Donghae terhadap perusahaan miliknya yang bahkan dia sendiripun tak sebegitu protektifnya.

" Kau tak menjawabku? Ada apa denganmu? " Donghae mendudukan dirinya dihadapan Kyuhyun. Kyuhyun mengusap wajahnya kasar, pikirannya terlalu dipenuhi soal semalam dan soal sikapnya pada Sungmin pagi tadi. Rasa bersalah berkecamuk dalam hatinya berbenturan dengan logikanya yang mengatakan jika apa yang telah dilakukannya sudah benar.

" Entahlah Hyung, hati dan pikiranku sedang kacau saja " Ucap Kyuhyun malas-malasan, saat ini ia tak ingin membahas apapun dan tak ingin orang lain mengetahui masalahnya kali ini.

" Apa ini ada hubungannya dengan Sungmin? " Tebakan Donghae membuat Kyuhyun terpaku menatap namja itu, dalam hatinya berkata " Bagaimana ia tau " namun tentu saja pertanyaan itu tak dilontarkannya.

" Apa tebakanku benar tuan Cho? " Kali ini ada nada meremehkan yang tertangkap dari ucapan Donghae.

" Apa maksud Hyung? " Kyuhyun tak mengerti apa yang kini sedang ada didalam pikiran Donghae.

" Sungmin, dia menyukaimu kan? " Pertanyaan Donghae membuat Kyuhyun membulatkan kedua matanya, bahkan Kyuhyun pun tak tahu apa Sungmin menyukainya atau tidak. Kejadian semalam dianggapnya hanya kekhilafan mereka yang terbawa suasana saja.

" Dengar Kyu, tak perlu kau jawab pertanyaanku tadi. Mungkin kau tak mengerti namun sebelum semua terlambat aku akan menjelaskannya padamu. Aku selama ini memperhatikan gerak gerik Sungmin terhadapmu karena aku melihat keanehan pada anak itu saat menatapmu dan puncaknya semalam saat diam-diam ia memperhatikan kedekatanmu dengan Qian. Dia menyukaimu Kyu, dan aku sebagai sahabatmu dan juga sudah menganggapmu sebagai dongsaengku tentu tak menginginkan kau terjerat bersamanya didalam kubangan dosa. Kau namja normal Kyu, kau tak boleh terjebak kedalam pesonanya, kuakui dia memiliki wajah seperti yeoja namun tetap saja pada kenyataanya dia adalah namja dan kau pun juga begitu. Jika dia menjadi gay tentu tak berpengaruh besar, namun jika kau terjerat dan ikut menjadi gay, kau tau apa yang akan terjadi dalam hidupmu? Kehancuran akan menghampirimu, aku bukan menakuti dirimu namun kau harus sadar siapa dirimu, kau itu orang terpandang, apa kata relasi bisnismu jika tau mereka bekerja sama dengan seorang pencinta sesama jenis hm? Coba kau pikirkan baik-baik ucapanku ini " Kyuhyun menujukan tatapan mata yang kosong, ia memikirkan setiap ucapan Donghae, logikanya mengatakan ya sedangkan sudut hatinya berkata tidak. Jika ia harus mengikuti ucapan Donghae, apa yang harus dilakukannya terhadap Sungmin?

" Aku tak tahu Hyung " Hanya kalimat itu saja yang mampu Kyuhyun ucapkan untuk menjawab Donghae. Sejenak Donghae menghela nafas beratnya.

" Aku mengerti jika kau tak ingin menyakiti Sungmin namun kau harus tetap melakukan ini, sekarang aku bertanya padamu, apa kau masih menyukai wanita atau kau menyukai Sungmin? " Kyuhyun menatap Donghae dalam diam.

" Aku tak tahu menyukai Sungmin atau tidak " Jawab Kyuhyun.

" Kalau begitu masih ada kemungkinan kau masih menyukai wanita, mungkin karena rasa sayangmu saja kepada Sungmin yang terlalu berlebihan, maka dari itu jangan menyalah artikan rasa sayangmu padanya sebagai cinta, dan untuk Sungmin sendiri kau tahu kan dia masih sangat muda? Usianya masih 16 tahun, apa kau tak kasihan jika dia menjadi gay? " Kyuhyun menggeleng keras.

" Aku tak ingin dia menjadi gay hyung " Ucap Kyuhyun lirih, tentu saja ia tak ingin Sungmin menjadi berbeda sehingga masyarakat tak dapat menerimanya karena ia tahu jika itu terjadi maka hidup Sungmin akan lebih menderita dari sebelumnya.

" Oleh karena itu, luruskanlah kembali perasaannya, jangan beri dia harapan terlalu tinggi dan jangan terlalu memperhatikannya terlalu berlebihan. Kalau kau melakukan itu justru akan membuat perasaannya semakin tumbuh. "

" Lalu apa yang harus aku lakukan? Tak mungkin aku menghindarinya kan? "

" Carilah kekasih agar dapat membatasi hubunganmu dengan Sungmin sehingga ia tak berharap apapun lagi "

.

.

.

" MWO? YAK KAU GILA LEE DONGHAE " Donghae tampak menutup kedua telinganya saat kekasih cantiknya berteriak tepat disamping telinganya.

" Hyukkie chagi, jangan berteriak begitu, aku belum tuli " Donghae mengusap-usap telinganya yang terasa bergengung akibat teriakan Hyukkie.

" Kenapa kau tega melakukan itu eoh? " Hyukkie melipat kedua tangannya didada meminta penjelasan Donghae. Setibanya Donghae diapartemennya, Donghae menjelaskan kepada Hyukkie soal masalah Kyuhyun sebenarnya semalam diperjalanan pulang dari rumah Kyuhyun, Donghae sudah menceritakan mengenai kecurigaannya terhadap Sungmin namun ia sendiri tak sepemikiran dengan Donghae namun ia tak menyangka kekasihnya itu terlibat terlalu jauh dengan masalah Kyuhyun.

" Aku bukan tega chagi, tapi aku memang harus melakukan ini, aku tak ingin Kyuhyun salah arah dan menjadi gay padahal dia adalah namja normal, aku hanya tak ingin ia menghancurkan hidupnya sendiri " Donghae mencoba menjelaskan namun tetap saja Hyukkie tak sepemikiran dengan Donghae.

" Lalu, kau tak memikirkan perasaan Sungmin? Kau tahu jika Kyuhyun mengikuti saran darimu maka yang tersakiti disini justru Sungmin? Demi Tuhan Lee Donghae, dia hanya anak berusia 16 tahun, dia bukan ancaman besar, jika kau merasa Kyuhyun normal seharusnya kau tak perlu takut Kyuhyun akan berubah haluan, seharusnya kita yang membimbing Sungmin agar kembali pada jalan kebenaran. Anak itu tak mengerti apa-apa soal perasaannya, tak seharusnya kau berbuat seperti itu, menghakiminya seolah-olah dia yang paling bersalah, sejak kecil dia diperlakukan buruk oleh imonya dan setelahnya dia mendapatkan perlakukan lembut dari Kyuhyun jadi wajah jika dia memiliki perasaan lebih pada Kyuhyun tapi tidak begini cara menghentikan perasaannya "

" Lalu, apa hanya dengan membimbingnya saja bisa menjamin dia akan normal kembali? Ayolah Hyukkie, yang jadi fokus utama disini Kyuhyun, Sungmin hanyalah orang lain, tak berarti apapun " Hyukkie menatap kekasihnya tak percaya.

" Kenapa kau bisa sekejam ini eoh? Mungkin bagimu Sungmin bukan apa-apa, tapi bagi Kyuhyun? Apa kau tega membuat mereka menderita karena pemikiranmu yang kau anggap paling benar? Aku tau percintaan sesama jenis salah dan tak seharusnya terjadi, namun dengan menyakiti hati orang lain pun suatu tindakan yang salah dan tak menjamin yang tersakiti akan menghilangkan perasaannya begitu saja, justru rasa sakit itu akan membuat perasaannya semakin berkembang. Aku sungguh kecewa dengan sikapmu seperti ini, kau seperti manusia tanpa hati, kau terlalu menghakimi seseorang yang berbeda, kau tak pernah memposisikan dirimu jika menjadi Sungmin, sekali saja bertindahklah menggunakan hatimu bukan logikamu " Setelah itu Hyukkie meninggalkan Donghae yang terdiam menuju kamarnya.

" Aku sudah benar, tak ada yang salah " Guman Donghae.

.

.

.

Sepulangnya dari kantor Kyuhyun tak melihat Sungmin, dimeja makan memang tersedia makan malam untuknya namun tak ada Sungmin yang menunggunya pulang kerja. Kyuhyun tahu jika Sungmin berada didalam kamarnya namun entahlah ia tak ingin mengganggu Sungmin dan kalaupun ia bertemu Sungmin, entah apa yang akan dilakukannya.

Setelah membersihkan diri, Kyuhyun merebahkan dirinya diatas ranjangnya, tatapannya menerawang keatas langit-langit kamarnya. Sejenak ia memejamkan mata memikirkan ucapan Donghae siang tadi.

" Apa yang harus aku lakukan? " Bisik Kyuhyun pada dirinya sendiri. Sebenarnya Kyuhyun sendiri ragu akan melakukan saran dari Donghae atau tidak. Kalaupun ia melakukannya namun untuk apa? Ia sendiri belum tahu bagaimana perasaan Sungmin padanya, belum tentu Sungmin menyukainya, tapi jika Sungmin menyukainya apa harus ia melakukan saran dari Donghae? Itu justru akan menyakiti hati Sungmin dan Kyuhyun tak ingin melakukan hal itu.

" Aishhhhh ini memusingkan " Kyuhyun mengacak-acak rambutnya frustasi, semuanya begitu rumit. Kyuhyun memeluk gulingnya namun seketika dihempaskan guling yang dipeluknya ke lantai dikamarnya.

" Aishhh guling itu tak sehangat dan senyaman ketika memeluk Sungmin " Kyuhyun mengeram frustasi, namun sebisa mungkin ia mencoba untuk tidur walaupun sulit.

.

.

.

Kyuhyun hari ini memutuskan untuk tidak pergi bekerja, pagi tadi ia sudah minta izin pada Donghae agar menggantikannya untuk meeting hari ini dan melimpahkan seluruh pekerjaannya pada Donghae. Semalam ia tak tidur dengan baik sehingga pagi ini tubuhnya merasa tidak begitu enak, sejak pagi Kyuhyun belum keluar dari kamarnya, kepalanya terasa pusing, tidur adalah pilihan yang tepat untuknya saat ini.

Sungmin yang sejak tadi menunggu Kyuhyun keluar dari kamarnya pun sedikit heran karena sampai puku 08.00 Kyuhyun belum menampakan batang hidungnya sama sekali, ia sangat cemas dan ingin sekali memanggil Kyuhyun namun Sungmin merasa ragu dan sedikit takut, masalah kemarin saja belum terselesaikan meskipun Kyuhyun mengatakan bahwa lebih baik melupakannya namun Sungmin merasa itu bukan penyelesaiannya tapi ia bisa apa, selain diam. Karena sudah tidak dapat menahan rasa penasarannya lagi, Sungmin akhirnya memutuskan untuk menghampiri kamar Kyuhyun.

TOK TOK TOK

" Hyung "

" ... " Tak ada jawaban apapun membuat Sungmin semakin cemas, dengan perlahan Sungmin membuka pintu kamar Kyuhyun yang tidak dikunci, Sungmin menengokan kepalanya melihat kedalam. Lampu kamar Kyuhyun mati namun Sungmin dapat menangkap gundukan seseorang dibalik selimut diatas ranjang.

" Apa masih tidur? Bukankah dia harus bekerja " Guman Sungmin namun dengan perlahan Sungmin masuk kedalam dan berjalan mendekat kearah ranjang Kyuhyun. Diperhatikannya wajah terlelap Kyuhyun, Sungmin mengerutkan keningnya saat melihat cara tidur Kyuhyun yang tak setenang biasanya, sedikit ragu namun Sungmin akhirnya mengulurkan tangannya untuk menyentuh kening Kyuhyun.

" OMO, Hyung demam " Dengan panik Sungmin berlari keluar kamar Kyuhyun menuju dapur, tingkahnya tadi cukup membuat Kyuhyun terganggu dan perlahan membuka kedua matanya.

" Eunghh berisik sekali, apa yang anak itu lakukan " Kyuhyun mengubah posisi tidurnya yang terlentang kini menghadap kearah meja nakas disampingnya setelah itu kembali memejamkan kedua matanya.

Sungmin sibuk mengambil baskom berisi air dingin dan handuk, setelah itu kembali lagi kekamar Kyuhyun. Dengan cekatan Sungmin mengompres kening Kyuhyun dengan handuk yang sudah dicelupkan kedalam air.

" Kenapa bisa demam begini Hyung? " Kyuhyun menggerakan tubuhnya tak nyaman karena handuk basah yang ada dikeningnya, perlahan Kyuhyun membuka kedua matanya yang terasa berat.

" Eughhh apa yang kau lakukan Min? " Kyuhyun mencoba menyingkirkan handuk yang berada dikeningnya namun dengan segera Sungmin mencegahnya.

"Jangan Hyung, kau demam dan aku sedang mengompres keningmu " Kyuhyun pun menurut dan kembali memejamkan kedua matanya.

" Hyung istirahat saja dulu, aku akan membuatkan bubur untuk Hyung dan jangan singkirkan handuk itu, ne? "

" Eungg " Kyuhyun hanya menanggapi dengan dengungan, Sungmin pun pergi menuju dapur membuatkan bubur untuk Kyuhyun.

Setelah berkutat selama setengah jam akhirnya bubur buatan Sungmin jadi juga, bubur yang masih panas itu Sungmin bawa dengan nampan beserta minum dan obat penurun panas yang ada dikotak obat. Dengan perlahan Sungmin membawa nampan itu menuju kamar Kyuhyun, sesampainya dikamar Kyuhyun, Sungmin melihat Kyuhyun masih terlelap. Ditaruhnya nampan itu diatas nakas, kemudian Sungmin mengambil handuk yang masih berada diatas Kening Kyuhyun.

" Tak sepanas tadi " Sungmin pun mencoba membangunkan Kyuhyun dengan berbisik ditelinganya.

" Hyung bangun, kau harus makan dulu " Kyuhyun menggeliat sedikit kemudian membuka kedua matanya.

" Aku tak lapar " Kyuhyun sudah ingin membalikan tubuhnya memunggungi Sungmin namun dengan cepat Sungmin mencegahnya.

" Hyung harus makan kalau tidak Hyung tidak akan sembuh, sekarang makan setelahnya jika Hyung ingin tidur aku tak akan mengganggu lagi, ne? " Dengan enggan Kyuhyun pun menganggukan kepalanya menyetujui permintaan Sungmin.

Dengan semangat Sungmin mengambil mangkuk berisi bubur yang asapnya masih mengebul, menandakan bubur itu masih dalam keadaan panas. Dengan perlahan Sungmin meniup-niup bubur yang sudah ia sendokan setelah memastikan tak sepanas sebelumnya, Sungmin pun menyendokan bubur itu kehadapan Kyuhyun, dengan perlahan Kyuhyun membuka mulutnya dan mulai melahap bubur buatan Sungmin.

" Apa enak? " Tanya Sungmin sambil kembali meniup bubur yang ada dihadapannya.

" Entahlah, aku tak bisa merasakannya, semua terasa hambar, lidahku terasa pait " Jawaban Kyuhyun membuat Sungmin mempoutkan bibirnya , namun ia kembali tersenyum menoba mengerti jika Kyuhyun saat ini sedang sakit.

" Lagi pula kenapa Hyung bisa sampai sakit? Apa kemarin telat makan? Apa yang Hyung makan? Atau Hyung lelah bekerja? Hyung boleh fokus bekerja tapi jangan terlalu berlebihan, kesehatan Hyung yang lebih penting " Kyuhyun terkekeh mendengar pertanyaan Sungmin.

" Kenapa tertawa? " Sungmin kembali mempoutkan bibirnya.

" Habis kau seperti ajhumma-ajhumma saja, cerewet sekali " Sungmin menyendokan kembali buburnya untuk Kyuhyun dan kembali diterima Kyuhyun dengan lahap.

" Habis Hyung membuatku khawatir saja, kalau tak ingin mendengar aku cerewet seperti tadi maka lekaslah sembuh " Sungmin mengaduk-aduk bubur ditangangannya dengan kesal dan masih setia mempoutkan bibirnya. Kyuhyun mengambil alih mangkuk bubur yang ada ditangan Sungmin kemudian diatruh diatas nakas, saat Sungmin ingin memprotesnya, Kyuhyun justru menarik Sungmin kedalam pelukannya.

" Hmm hangat dan nyaman " Guman Kyuhyun sambil memejamkan matanya.

" Hyung belum selesai makan, bahkan Hyung baru makan dua suap " Kyuhyun menggelengkan kepalanya.

" Cukup berada dipelukanku maka sakitku akan hilang, yang kubutuhkan hanya kenyamanan saja " Sungmin tersenyum mendengarnya, Sungminpun ikut menyamankan dirinya dipelukan Kyuhyun.

" Apa aku membuat hyung nyaman? "

" Eungg "

" ... " Tak ada lagi pembicaraan diantara keduanya, Kyuhyun dan Sungmin lebih memilih untuk saling berbagi kehangatan. Sungmin tersenyum lebar, kemarin pikirannya dipenuhi dengan pemikiran yang tidak-tidak soal ia dan Kyuhyun namun perlakuan Kyuhyun sekarang membuat harapan disudut hatinya kembali mengembang.

" Ah Hyung, soal malam itu.. A.. Ak.. "

" Kumohon jangan membahas soal itu dulu " potong Kyuhyun, Sungmin terdiam namun setelahnya senyum miris mengembang diwajahnya.

" Wae? Kupikir kita harus membahas ini Hyung " Sungmin mencoba bangkit dari atas tubuh Kyuhyun namun Kyuhyun menahannya agar tetap diposisi semula.

" Kumohon hentikan pembicaraan soal ini, tak bisakah kita melupakannya dan kembali bersikap seperti biasanya? " Pinta Kyuhyun sambil mengertakan pelukannya pada tubuh Sungmin.

" Kenapa harus dilupakan jika aku tak bisa melupakannya? Kenapa Hyung tak ingin membahas soal ini? Kupikir melupakan begitu saja tak akan menyelesaikan apapun, justru semuanya tak akan menjadi jelas " Suara Sungmin mulai bergetar, lagi-lagu Kyuhyun mengeratkan pelukannya pada Sungmin.

" Tak ada yang perlu diperjelas, seperti kataku kemarin, ini hanya kekhilafan kita saja " Sungmin menggeleng keras.

" Jadi bagi Hyung ini hanya kekhilafan saja? " Sungmin memakasa untuk bangkit dan melepaskan kungkungan Kyuhyun pada tubuhnya. Kyuhyun terdiam tak menjawab pertanyaan Sungmin. Sedangkan Sungmin sudah meneteskan air matanya.

" Mungkin menurut Hyung ini hanya sebuah kekhilafan tapi bagiku tak begitu, maaf jika Hyung akan kecewa padaku namun aku hanya ingin jujur jika aku tak pernah merasa khhilaf melakukannya dengan Hyung, aku sangat teramat sadar dan hatiku memang menginginkan itu. Maka dari itu aku ingin kita membahasnya, namun kalau memang bagi hyung itu hanya sebuah kekhilafan maka aku mengerti sekarang " Sungmin diam sejenak kemudian menghapus air matanya lalu menatap Kyuhyun sendu.

" Itu artinya kita tak sejalan, kita berbeda dan maaf atas sikapku yang tak berkenan " Setelahnya Sungmin berlari menuju kamarnya meninggalkan Kyuhyun yang hanya bisa menunduk sambil mencengkram kaos yang dikenakannya dengan erat. Kyuhyun menatap pintu kamarnya dengan sendu.

" Mianhae .. " Bisik Kyuhyun lirih dengan suara bergetar.

TBC

Maaf untuk update yang sangat lama, aku baru selesai UAS jadi beberapa minggu kemarin aku fokus sama UAS.

Dan untuk semua yang mereview, maaf gak bisa nyebutin satu-satu karena waktu yang gak memungkinkan. Aku ngetik memburu waktu dan GOMAWO untuk semua dukungan kalian, aku makasih banget.

Sekedar pemberitahuan setelah FF ini aku mungkin akan hiatus karena smster depan aku mulai SKRIPSI, dan kalau ada waktu dan juga memungkinkan aku akan post ff baru tp kalau gak mungkin setelah skripsian baru aku bakal kembali ke ff, mohon doanya biar lancar yaaah. Tunggu updatean aku chap berikutnya.

Ah untuk penjelasan chap ini.

Untuk Hae sebenernya dia gak jahat, dia Cuma gak mau Kyuhyun terjebak dalam dosa aja sih sebenernya tapi cara dia emang agak tega aja. Dan untuk Kyuhyun sendiri perasaan dia itu masing ngambang-ngambang ke Sungmin jadi dia gak mau ngambil kepustusan cepat makanya nyuruh Sungmin melupakan kejadian malam itu ditambah lagi kepengaruh sama omongan hae yang ngebuat dia makin bimbang dan make loginya banget dari pada hatinya. Yah pokoknya gitulah yah, dan maaf kalau banyak typo karena gak pke edit, ngeburu waktu banget, terakhir TOLONG REVIEW YAAAAAAAH.. GOMAWO ^^