Main Cast : Lee Sungmin

Cho Kyuhyun

Author : Cho Ocean

Rate : T

Genre : Romance,Hurt

Disclaimer : Semua Cast milik Tuhan dan Orang cerita ini MURNI milik author .

Warning : YAOI PERDANA, dan aku selalu buat genre HURT jadi yang gak suka silakan di CLOSE aja..Gomawo.

Kyuhyun 25 tahun ( N )

Sungmin 16 tahun ( N )

.

.

Happy reading...Enjoy it...Syalalalalalaa,,,

.

.

.

Why it's so Hard to Love Me and so Hurt to Love You?

Author POV

Sejak kejadian hari itu, Sungmin selalu menghindari Kyuhyun, sebisa mungkin ia tidak bertemu Kyuhyun. Berada dikamar sebelum Kyuhyun pulang, terkadang pulang setelah Kyuhyun tertidur kemudian pergi sebelum Kyuhyun terbangun dengan menyiapkan makanan untuk Kyuhyun terlebih dahulu tentunya. Bagaimanapun Sungmin tak mungkin melalaikan tugasnya untuk memasakan Kyuhyun makanan. Dan ini sudah terhitung satu minggu Sungmin menghindari Kyuhyun, sebenarnya Kyuhyun menyadari dan merasa gelisah karena Sungmin menghindarinya namun Kyuhyun mencoba mengerti mungkin Sungmin memang butuh waktu untuk sendiri, walau tak dapat dipungkiri Kyuhyun begitu merindukannya.

" Kyu, bagaimana perkebangan soal Sungmin, sejak saat itu kau belum bercerita apa-apa lagi, apa kau sudah memikirkan saranku? " Saat ini Donghae dan Kyuhyun sedang makan siang bersama dicafe dekat perusahaan Kyuhyun.

" Aku sedang tak ingin membahas itu " Kyuhyun tak menatap Donghae sama sekali, dia fokus pada makanannya. Sebenarnya sejak saat itu, Kyuhyun begitu menghindari pembahasan ini karena ia tak ingin semakin rumit dengan pemikirannya dan juga hatinya.

" Baiklah, tapi kuharap kau memikirkan pendapatku dan mencobanya " Setelah itu tak ada lagi pembicaraan diantara keduanya.

Drrttt Drrtttt

Kyuhyun menghentikan makannya sejenak kemudian merogoh kantung jasnya dan mengambil ponselnya yang diselipkan disana.

From : Sungmin Bunny

Hyung, jika pekerjaanmu telah selesai,

segeralah pulang, aku menunggumu

Kyuhyun tersenyum mendapati sms Sungmin, sudut hatinya merasa lega karena Sungmin sudah mulai ingin menemuinya, yang itu tandanya mereka dapat memperbaiki semuanya nanti. Seketika Kyuhyun tak sabar menunggu jam pulang kerja, ia Sudah sangan merindukan Sungmin.

To : Sungmin Bunny

Ne, tunggu Hyung ^^

Setelah itu Kyuhyun kembali memasukan ponselnya kedalam saku jas dan kembali melanjutkan makannya. Donghae menatap curiga kearah Kyuhyun saat mendapatinya tersenyum senang saat menerima sebuah pesan.

" Ada apa denganmu? Terjadi sesuatu yang menyenangkan? Apa ada kaitannya dengan Sungmin? " Donghae menatap curiga kepada Kyuhyun dan itu membuat Kyuhyun jengah.

" Aku mengerti jika Hyung menyayangiku dan ingin menjagaku, tapi kumohon Hyung jangan bertindak seolah-olah Sungmin adalah virus mengancam, aku sudah cukup dewasa untuk dapat melakukan apapun yang ingin aku lakukan, Hyung memang sudah kuanggap seperti Hyungku sendiri tapi segala yang kulakukan akan kulakukan berdasarkan apa yang aku inginkan bukan yang Hyung inginkan " Setelah itu Kyuhyun pergi meninggalkan Donghae yang terpaku oleh ucapan Kyuhyun.

" Apakah aku salah jika tak ingin hal buruk menimpamu Kyu " Lirih Donghae sambil menatap kepergian Kyuhyun.

.

.

.

Setelah pekerjaan dikantor selesaipun Kyuhyun langsung bergegas pulang kerumah, sejak tadi ia memikirkan pesan dari Sungmin sehingga ia ingin cepat-cepat sampai dirumah. Begitu sesampainya dirumah Kyuhyun langsung melesat menuju dapur, karena saat masuk kedalam rumah ia mencium aroma masakan yang tentunya sudah ia tau pasti Sungmin yang memasaknya.

GREP

Kyuhyun memeluk Sungmin dari belakang secara tiba-tiba membuat Sungmin berjingkit karena terkejut.

" Oh, Hyung sudah pulang, aku tak mendengar suara Hyung masuk " Sungmin kembali melanjutkan memasaknya dan membiarkan Kyuhyun memeluknya.

" Bogoshipoyo " Bisik Kyuhyun dengan lirih membuat kegiatan Sungmin memasak terhenti kemudian Sungmin tersenyum sekilas.

" Ne, sekarang lebih baik Hyung mandi dan kita makan bersama " Kyuhyun menatap kepala belakang Sungmin dan setelahnya membalikan tubuh Sungmin agar menghadapnya.

" Kau tak merindukanku? " Tanya Kyuhyun sambil menatap dalam dua bola mata kelam Sungmin.

" Nado Hyung, kha sebaiknya kau mandi sekarang " Sungmin mendorong Kyuhyun menuju kamar agar segera mandi. Kyuhyun pun menuruti Sungmin dan bergegas mandi, setelah Kyuhyun benar-benar menghilang dibalik pintu kamar mandi Sungmin menatap pintu itu dengan sendu.

" Tentu saja aku merindukanmu, sangat merindukanmu " Ucap Sungmin lirih lalu kembali kedapur untuk menyelesaikan masakannya.

" Waah harumnya sepertinya enak " Kyuhyun memandang takjub aneka hidangan yang ada diatas meja makan, ia langsung mengambil posisi duduk ditempat biasanya ia makan. Sungmin pun sejak tadi sudah terlebih dahulu mengambil posisi duduk ditempat biasanya ia duduk.

" Kenapa kau memasak makanan sebanyak ini, apa ada suatu perayaan hmm? " Kyuhyun menatap Sungmin sekilas sebelum melahap udang yang tadi menjadi incarannya.

" Makan saja dulu baru nanti aku ceritakan, sekarang Hyung harus menghabiskan makanan ini ne? " Kyuhyun mengangguk antusias lalu melanjutkan lagi memakan masakan Sungmin.

.

.

.

Setelah selesai menyantap makan malam, Kyuhyun dan Sungmin memilih duduk di teras halaman belakang rumah sambil meminum secangkir teh hangat.

" Jadi apa yang ingin kau ceritakan? " Kyuhyun mengesap sedikit demi sedikit tehnya sambil melirik kearah Sungmin menunggu jawabannya. Sungmin nampak menghela nafas sejenak.

" Aku sudah menerima bayaranku dari penerbit dan mereka ingin aku terus menghasilkan cerita kepada mereka " Kyuhyun terpekik gembira mendengarnya.

" Waaah, chukkae " Kyuhyun bangkit dari duduknya kemudian mendekati Sungmin lalu memeluknya, Sungmin membalas pelukan Kyuhyun sejenak sebelum kembali melepaskannya.

" Gomawo Hyung, ini semua berkat dirimu, aku tak tahu harus membalas apa tetapi yang pasti aku sangat berterima kasih padamu " Kyuhyun berjongkok didepan Sungmin, menggenggam kedua tangannya erat.

" Tak perlu berterima kasih, kau juga karena kehadiranmu dirumah ini membuatku tak kesepian lagi, dan aku senang akan itu " Sungmin tersenyum namun Kyuhyun tahu jika senyum yang terlukis saat ini bukan senyum tulus yang biasanya Sungmin berikan.

" Hei, ada apa denganmu Min? " Sungmin menunduk tak berani menatap wajah Kyuhyun, dengan lembut Kyuhyun mengusap kepala Sungmin.

" Katakanlah, jika kau hanya diam begini aku tak tahu ada apa denganmu " Sungmin memberanikan diri menatap Kyuhyun.

" Hyung, selama seminggu ini aku memikirkan banyak hal, aku sudah memikirkan matang-matang semuanya dan aku memutuskan untuk pindah dari rumahmu " Kyuhyun terkejut mendengar penuturan Sungmin, dipegangnya erat kedua bahu Sungmin dan menatap Sungmin tajam.

" Apa maksudmu? Apa alasanmu? Jelaskan padaku! " Bentak Kyuhyun membuat Sungmin kembali menunduk takut.

Sungmin hanya bisa diam menunduk bahkan tubuhnya bergetar takut mendapat sentakan dari Kyuhyun, tak pernah Kyuhyun semarah ini padanya. Perlahan Kyuhyun melepaskan pegangannya pada kedua bahu Sungmin, ia terduduk dibawah kaki Sungmin. Keduanya terdiam, Sungmin sendiri sudah menitikan air matanya, Kyuhyun dapat mendengar isakan kecil yang keluar dari bibir Sungmin.

" Setidaknya berikan alasan yang masuk akal padaku kenapa kau ingin meninggalkanku? Jika aku melakukan kesalahan maka aku akan memperbaiki dan juga meminta maaf, kupikir kau memintaku pulang dan memasakan banyak makanan untuk memperbaiki hubungan kita yang renggang belakangan ini, tapi ternyata kau meminta keluar dari rumahku, sungguh aku tak dapat menerimanya begitu saja " Sungmin menghapus air matanya, ia menatap kepala belakang Kyuhyun, ingin sekali ia memeluk Kyuhyun namun sebisa mungkin iya tahan.

" Kupikir lebih baik aku keluar dari rumah ini Hyung, aku tidak ingin mempersulitmu karena perasaanku padamu, jujur saja aku mencintaimu, bukan cinta sebagai saudara namun lebih dari itu " Kyuhyun tertegun mendengar pengakuan Sungmin namun ia hanya diam saja memberikan kesempatan pada Sungmin untuk menjelaskan semuanya.

" Aku tahu jika Hyung normal maka dari itu aku memilih keluar dari rumah ini, aku tidak ingin dianggap mempengaruhi Hyung untuk menyimpang sepertiku, aku sadar diri jika Hyung sudah baik sekali padaku selama ini sehingga aku tak ingin lagi mempersulit dirimu karena perasaanku jadi kumohon biarkan aku pergi agar semua dapat berjalan sebagaimana mestinya, namun meskipun aku keluar dari rumah ini, aku ingin persaudaraan kita tetap terjalin dan tidak putus, aku hanya butuh menenangkan perasaanku saja Hyung " Setelah Sungmin selesai menjelaskannya, Kyuhyun kembali menghadapkan tubuhnya kearah Sungmin.

" Apa Donghae berbicara sesuatu padamu sehingga kau seperti ini? " Sungmin menggeleng sebagai jawaban.

" Anni, ini murni keputusanku, kupikir tak baik kita terus tinggal bersama jika aku memiliki perasaan padamu, lebih baik aku pergi dan mencoba melenyapkan perasaan ini " Kyuhyun menatap nyalang pada Sungmin kemudian bangkit dari duduknya.

" Aku tak akan pernah mengizinkanmu keluar dari rumah ini " Setelah itu Kyuhyun berbalik meninggalkan Sungmin.

" Hyung tak bisa melakukan ini padaku, kumohon mengertilah! " Sungmin berteriak membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya dan kembali membalikan tubuhnya menghadap Sungmin.

" Jika dengan menjadikanmu kekasihku membuatmu tak meninggalkanku maka sekarang kau kekasihku! kita berpacaran tapi ingat jangan sekali-kali kau pergi meninggalkan aku! Arra? " Kyuhyun membalas berteriak pada Sungmin, tangis Sungmin kembali pecah. Sungmin menghapus air matanya yang tak henti mengalir sambil menggelengkan kepalanya.

" Bukan itu hiks, kau tak mengerti Hyung. Aku tersiksa dengan perasaan ini kau tahu, aku mencintaimu namun kau tak mencintaiku, aku tak ingin berpacaran denganmu karena kau tak mencintaiku, aku bukan butuh status namun aku butuh perasaan yang terbalaskan dan aku tau sampai kapanpun itu tak akan terjadi karena kau normal jadi kumohon lepaskan aku demi kebaikan kita Hyung hiks jebal " Lirih Sungmin sambil terus menangis.

" Kalau begitu buat aku mencintaimu, buat aku membals perasaanmu, tapi jangan tinggalkan aku, jangan pernah, karena itu artinya kau membunuhku secara perlahan, aku tak mengerti ada apa dengan diriku namun satu yang aku tahu, aku tak siap jika kehilanganmu dan tak pernah ingin kehilangan dirimu " Kyuhyun mengampiri Sungmin yang terpaku dengan ucapan Kyuhyun, setelah sampai dihadapan Sungmin, dengan cepat Kyuhyun merengkuh Sungmin kedalam pelukannya.

" Jangan tinggalkan aku jebal " Mohon Kyuhyun dengan suara bergetar, Sungmin tak dapat menahannya lagi, Sungminpun membalas pelukan Kyuhyun dan mengangguk menyetujui permintaan Kyuhyun.

" Ne Hyung " Kyuhyun tak dapat membendung lagi perasaan lega dan juga senangnya, Kyuhyun melepaskan pelukannya pada Sungmin kemudian menarik tengkuk Sungmin untuk memepertemukan kedua bibir mereka, Kyuhyun melumat lembut bibir atas dan bawah Sungmin, menyadari Kyuhyun tengah menciumnya Sungmin pun membalas panggutan bibir Kyuhyun. Keduanya terhanyut dalam ciuman yang dalam, Sungmin tak dapat lagi membendung senyuman disela-sela ciumannya dengan Kyuhyun. Setelah puas mencium bibir Sungmin, Kyuhyun melepaskan tautan bibir mereka. Keduanya saling melempar senyum satu sama lain, sesungguhnya Kyuhyun sendiri tak mengerti kenapa ia harus mencium Sungmin namun ia mengikuti kata hatinya sedangkan Sungmin sudah tak peduli lagi alasan kenapa Kyuhyun menciumnya namun yang Sungmin tahu ia sangat mencintai namja dihadapannya ini.

.

.

.

" Hyuuuuuung, sampai kapan kau mau memeluku terus begini? " Hari ini hari libur dan sejak bangun tadi Kyuhyun masih belum mau melepaskan Sungmin dari kukungan tubuhnya. Kyuhyun masih setia menghirup aroma tubuh Sungmin di lekukan leher Sungmin, hangat dan wangi tubuh Sungmin membuatnya betah berlama-lama dalam posisi seperti ini.

" Yaaahh kau mengganggu kesenangan Hyung, biarkan seperti ini, salah sendiri kau menghindari Hyung seminggu ini, jadi hari ini Hyung tak ingin melepaskanmu " Kyuhyun semakin erat membekap Sungmin.

" Ck, aku yang lebih muda kenapa Hyung yang jadi manja, huh menyebalkan " Sungmin mengerucutkan bibirnya sebal.

CUP

" Jangan mengerucutkan bibirmu seperti itu " Ucap Kyuhyun setelah mengecup bibir Sungmin, rona merah wajah Sungmin muncul membuatnya tak dapat menahan malu karena Kyuhyun menciumnya.

" Aigooo, wajahmu memerah, apa begini sikap malu-malumu? Manis sekali " Goda Kyuhyun, Sungmin memukul dada Kyuhyun pelan setelahnya menyembunyikan wajahnya didada Kyuhyun.

" Manisnya kekasihku ini " Bisik Kyuhyun ditelinga Sungmin, membuat Sungmin mendongak mentap Kyuhyun bingung.

" Kekasih? Hyung jangan bercanda " Elak Sungmin, ia tak ingin besar hati dengan ucapan Kyuhyun.

" Wae? Bukankah semalam aku bilang kau kekasihku? " Sungmin menggeleng.

" itu kan karena Hyung tak ingin aku pergi darimu " Kyuhyun mengelus rambut Sungmin dengan sayang.

" Ne, tapikan aku juga memintamu membuatku jatuh cinta padamu, dan aku menjadikanmu kekasihku agar aku semakin berhak atas dirimu dan kau berhak atas diriku sehingga tak ada salah satupun diantara kita yang akan saling meninggalkan, sungguh aku tak ingin itu terjadi sayang " Kyuhyun mengelus pipi Sungmin yang kembali merona karena panggilan sayang Kyuhyun padanya.

" Hmm, apa Hyung merasa terpaksa melakukan ini padaku? " Sungmin merasa takut menanti jawaban Kyuhyun, dengan gemas Kyuhyun mencubit hidung Sungmin kemudian mengecupnya.

" Anni, apa yang aku lakukan selama ini tulus dari dasar hatiku, aku tak pernah merasa terpaksa jadi jangan berpikir macam-macam, cukup berada disampingku jangan pernah tinggalkan aku " Kyuhyun kembali memeluk Sungmin erat.

" Saranghae Hyung " Ucap Sungmin sambil tersenyum manis.

" Ne, arrasho, aku menyayangimu " Meskipun sedikit kecewa karena Kyuhyun belum membalas ucapan cintanya namun Sungmin memakluminya karena Kyuhyun pasti butuh waktu untuk itu semua dan Sungmin sudah bertekad akan menunggu sampai Kyuhyun dapat membalas ucapan cintanya.

" Sayang, poppo " Kyuhyun memajukan bibirnya ingin Sungmin menciumnya membuat Sungmin terkekeh kemudian mencium sekilas bibir Kyuhyun namun saat ingin melepaskan ciumannya Kyuhyun menahan tengkuk Sungmin dan kejadian semalam kembali terulang, Kyuhyun kembali memonopoli bibir Sungmin, entahlah ia begitu menyukai tekstur bibir Sungmin yang lembut dan juga kenyal membuatnya selalu ingin terus mengecap bibir Sungmin. Keduanya terlarut dalam ciuman panjang karena masing-masing belum ada niat untuk melepaskan panggutan kedua bibir mereka.

.

.

.

Donghae menatap Kyuhyun heran, begitu juga dengan hyukkie, sejak pagi Kyuhyun begitu bersemangat, biasanya Kyuhyun kekantor dengan lesu dan tak fokus pada pekerjaannya namun sekarang ia lebih terlihat bersemangat mengerjakan semua pekerjaannya.

" Apa terjadi sesuatu Kyu, kau terlihat begitu senang " Tanya Hyukkie

" Ah apa biasanya aku tidak terlihat bahagia noona? Hehe " Kyuhyun hanya terkekeh dan kembali pada berkas ditangannya.

" Apa ada hubungannya dengan Sungmin? " tanya Donghae sambil menatap Kyuhyun tajam, Hyukkie menendang kaki Donghae yang ada tepat disampingnya.

" Bisakah Hyung tak merusak moodku yang bagus ini? " Kyuhyun memutar bola matanya malas melihat Donghae yang tampak tidak puas karena Kyuhyun belum menjawab pertanyaannya.

" Sudahlah Hae, kau jangan memojokan Kyuhyun seperti ini terus, dia tau apa yang harus dilakukannya, jangan memulainya lagi " Donghae pun hanya diam dan kembali mengalihkan perhatiannya pada berkas ditangannya. Ketiganya sedang membicarakan proyek yang akan dikerjakan dalam waktu dekat ini, seharusnya mereka mengerjakannya berempat bersama Qian tapi Qian izin tak bisa datang karena ada kepentingan lain.

TOK TOK TOK

" Masuk " Jawab Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya pada berkas dan laptop dihadapannya.

" Permisi sajangnim, Lee Sungmin ingin bertemu anda " Mendengar nama Sungmin membuat Kyuhyun dengan cepat mengalihkan pandangannya dari pekerjaannya, dan itu sangat membuat Donghae menatap curiga pada Kyuhyun.

" Persilahkan saja untuk masuk, dan lain kali jika ia datang kemari tak usah meminta izin padaku, langsung saja suruh ia masuk kedalam ruanganku "

" Ye sajangnim " Setelah sekertarisnya menghilang dari balik pintu, kini munculah Sungmin yang begitu manis dengan kaos v neck berwarna soft pink dengan kardigan putihnya.

" Oh, ada Donghae Hyung dan Hyukkie noona " Sungmin terkejut saat melihat tahu Kyuhyun tak sendiri diruangannya.

" Ahhh Minnie-ah aku merindukanmuuuu " Hyukkie menghampiri Sungmin dan memeluknya erat.

" Noona, jangan memeluknya seperti itu " Kyuhyun menghampiri keduanya dan melepaskan tautan tubuh Sungmin dan Hyukkie lalu menarik Sungmin menuju sofa yang ada diruangannya.

" Yakk tuan cho, aku masih merindukannya, kau menyebalkan " Hyukkie menghentakan kakinya kesal kemudian kembali duduk.

" Apa yang kau bawa sayang? " Donghae dan Hyukkie membelakan kedua mata mereka saat mendengar Kyuhyun memanggil Sungmin sayang.

" Apa maksudmu Cho Shii? " Kyuhyun dan Sungmin mengalihkan pandangan mereka ke Donghae yang sudah berdiri dihadapan mereka dengan tatapan tajam dan juga kedua tangan yang terlipat didada.

" Huh? Kau kenapa Hyung? " Hyukkie menelan salivanya berat, ia tau jika sesuatu sebentar lagi akan terjadi.

" Apa maksudmu memanggil Sungmin sayang huh? Kalian kini sudah berpacaran? Kau sudah ikut menyimpang sama sepertinya? " Tunjuk Donghae dihadapan wajah Sungmin dan itu cukup membuat Sungmin bergetar ketakutan.

" Turunkan tanganmu itu dari hadapannya! " Kyuhyun menepis tangan Donghae dengan kasar membuat Donghae menatapnya tak percaya.

" Kau bahkan berbicara kasar padaku hanya karena namja tak tahu diri ini? Namja menjijikan ini huh? Ohh Sungguh hebat sekali Sungmin Shii ini, berhasil membuat dongsaengku ikut menyimpang sepertimu! Menjijikan " Kyuhyun tak dapat lagi membendung amarahnya, dengan kesal Kyuhyun ikut berdiri dan mengahadap kearah Donghae.

` " Jangan menghakimi kekasihku seperti itu! Jika aku menyimpang ini bukan salah ia, tapi karena aku memang memilih menjalanin ini! Dan kau tak berhak menghakimi seseorang seperti ini karena kau bukan Tuhan jadi berhenti memojokan kekasihku! Kau sudah terlalu jauh ikut campur dalam masalah hidupku! " Teriak Kyuhyun mengelurakan amarahnya, Hyukkie ikut bangkit menengahi keduanya.

" Kumohohon jangan seperti ini, kita bisa membicarakannya dengan baik-baik dan kau hae sudah berapa kali aku katakan kau jangan seperti ini, aku tahu kau menyayangi Kyuhyun tapi kau juga tak berhak mengatur hidupnya, jika Sungmin sumber kebahagiaannya sekarang kau jangan menghalanginya lagi " Donghae menatap nayalang kearah Hyukkie.

" Apa sekarang kau ikut sama anehnya dengan mereka? Bagaimana mungkin kita bisa mendukung sebuah tindakan yang salah, yang berdosa, yang menentang Tuhan, kau ingin kita dan juga Kyuhyun dihukum Tuhan karena masalah ini? Aku tak perduli jika Sungmin yang dihukum Tuhan, dia tak ada kaitannya dalam hidup kita " Amarah Kyuhyun semakin memuncak saat mendengar penuturan Donghae.

" CUKUP! Jangan menghina dan memojokan Sungmin lagi, aku yang memintanya untuk menjadi kekasihku, jangan terus menghakiminya " Sungmin menarik jas Kyuhyun, Kyuhyun menengok kearah Sungmin, dilihatnya Sungmin yang sudah menangis, Sungmin menggelengkan kepalanya.

" Cukup " bisik Sungmin nyaris tak terdengar karena ia juga sedang menahan isakan agar tak lolos dari bibirnya. Kyuhyun kembali duduk dan menangkupkan telapak tangannya diwajah Sungmin lalu menghapus air matanya.

" Sttt uljima sayang " Donghae menatap jengah pemandangan dihadapannya, sedangkan Hyukkie menatap iba pada Kyuhyun dan Sungmin.

" Menjijikan " Ucap Donghae sebelum meninggalkan ruangan Kyuhyun.

" Kyu, mohon maafkan Donghae, aku akan bicara dengannya, sebaiknya kau tenangkan Sungmin " Ucap Hyukkie sebelum keluar dari ruangan Kyuhyun. Kyuhyun menghela nafasnya kemudian merengkuh Sungmin kedalam pelukannya, Sungmin bergetar hebat dan tak dapat lagi membandung isak tangis yang sejak tadi ditahannya.

" Sttt uljima sayang, jangan menangis lagi, kita akan menghadapinya bersama-sama " Sungmin menggelengkan kepalanya.

" Sebaiknya kita akhiri saja Hyung, apa yang Donghae Hyung katakan itu benar "

" Andwe, kita baru mencobanya, dan aku tak ingin melepaskanmu, jadi kumohon bertahanlah " Sungmin pun mengangguk dan memeluk Kyuhyun erat.

" Apapun yang terjadi kita harus bertahan, kita harus saling menguatkan tak boleh saling meninggalkan, aku mencintaimu Sungmin... "

TBC

Pendekah? aku usahain chap depan update agak panjang, tapi menurut aku chap ini hampir semua Kyumin moment kan yah? Hehehe, dan aku mau klarifikasi ( Berasa artis ) aku emang mau hiatus TAPI itu setelah ff ini selesai, aku gak akan menelantarkan ff ini begitu aja, jadi tenang aja ne? Sebenernya aku lg galau, aku dapet ide baru untuk buat cerita baru tp blm bisa dibuat karena kendala mau nyusun skripsi padahal tangan udah gatel mau cerita itu ditulis. Huwaaa galaaauu, tapi yasudahlah yaaah, oia aku gak akan pernah buat ff rate M jadi jangan berharap lebih ne? Paling parah juga T+ aja dan masalah mpreg aku belum tau, masih dipertimbngkan jd maaf klo ada yg brharap ada nc jd kecewa, aku belum bisa karena aku emang gak bisa dan maksih untuk yang review chap kemaren dan gak bisa sebut satu-satu dan bales satu-satu tapi aku baca semua kok review kalian, chap kemaren emang sedih yah? Padahal buat aku belum sedih-sedih amat, chap ini juga, sedih bangetnya nanti pas ... rahasiaaaaaa, udah deh gitu aja, terimakasih udah baca dan jangan lupa reviewnya ^^