Main Cast : Lee Sungmin
Cho Kyuhyun
Author : Cho Ocean
Rate : T
Genre : Romance,Hurt
Disclaimer : Semua Cast milik Tuhan dan Orang cerita ini MURNI milik author .
Warning : YAOI PERDANA, dan aku selalu buat genre HURT jadi yang gak suka silakan di CLOSE aja..Gomawo.
Kyuhyun 25 tahun ( N )
Sungmin 16 tahun ( N )
.
.
Happy reading...Enjoy it...Syalalalalalaa,,,
.
.
.
Why it's so Hard to Love Me and so Hurt to Love You?
Author POV
Sungmin melepaskan pelukan Kyuhyun dengan cepat lalu menatap namja itu dengan kerutan yang tecetak jelas didahinya.
" Apa maksud Hyung? Jangan karena ingin menghiburku Hyung jadi membual " Kyuhyun menggelengkan kepalanya kemudian menangkupkan tangannya dikedua pipi Sungmin.
" Dengar, mungkin ini terlalu tiba-tiba dan cepat, tetapi aku bersungguh-sungguh jika aku mencintaimu " Ucap Kyuhyun dengan penuh kepastian tanpa rasa ragu sedikitpun.
" Tapi bagaimana mungkin Hyung? Bahkan aku belum berusaha apapun untuk membuat kau mencintaiku " Kyuhyun tersenyum sejenak sebelum melepaskan tangkupan tangannya diwajah Sungmin, lalu menyenderkan kepalanya dibahu Sungmin.
" Saat aku melihatmu menangis dan tersakiti seperti tadi, hatiku pun ikut sakit, aku tak ingin melihatmu terluka, aku benci ketika orang lain memojokanmu dan menghinamu, tadi aku sempat berpikir dan mengingat jika aku juga tak bisa kehilanganmu, seharusnya aku sadar sejak kemarin jika aku sudah mencintaimu sejak lama namun karena aku tak peka pada perasaanku sendiri maka aku hanya berpikir jika aku hanya menyayangimu sebagai adik, namun sepertinya aku keliru, apa kau percaya padaku? " Kyuhyun mengangkat kepalanya dari bahu Sungmin kemudian kembali menatap Sungmin.
" Entahlah, ini masih mengejutkanku Hyung " Sungmin lebih memilih mengalihkan tatapannya ke lantai ruangan Kyuhyun, ia masih belum bisa percaya dengan ucapan Kyuhyun yang begitu tiba-tiba.
" Aku tak memaksamu untuk percaya padaku tapi aku akan membuktikan kesungguhan perasaanku padamu jika aku mencintaimu " Kyuhyun menarik Sungmin kedalam pelukannya, Sungmin sendiri menyamankan kepalanya yang menyender di dada Kyuhyun. Hangat. Itulah yang mereka rasakan ketika saling berbagi pelukan seperti ini. Namun tiba-tiba Sungmin melepaskan tautan tubuh mereka membuat Kyuhyun terkejut.
" Hyung! Aku lupa jika aku kemari membawakanmu makan siang, aigoo kenapa bisa lupa, sebaiknya Hyung makan sekarang ne? " Dengan cepat Sungmin membuka kotak makanan yang tadi belum sempat dibukanya, lalu menyodorkannya kehadapan Kyuhyun agar segera menyantap makanan yang sudah dimasakannya.
" Suapiiiii " Ucap Kyuhyun manja, Sungmin berdecak sebal melihat tingkah manja dirinya.
" Hyung kau sudah terlalu tua untuk disuapi, bahkan anak kecil saja sudah pintar makan sendiri "
" Shirooo aku hanya ingin makan jika disuapi kekasihku tercinta " Sungmin terkekeh kemudian mengecup pipi Kyuhyun sekilas.
" Yak kenapa dipipi, aku mau disini " Kyuhyun mengetuk-ngetuk bibirnya dengan jari telunjuknya.
" Andwe, jika aku mencium Hyung disana nanti Hyung bukan memakan masakanku tetapi bibirku, sudah jangan banyak protes, sekarang buka mulut Hyung aaaaa " Sungmin menyodorkan nasi dan potongan daging ke depan mulut Kyuhyun dan langsung disambut Kyuhyun dengan senang hati. Sungmin tersenyum senang saat melihat Kyuhyun memakan masakannya dengan lahap.
" Kau tidak makan? " Sungmin kembali menyodorkan nasi dan lauk lainnya saat makanan dimulut Kyuhyun sudah tertelan habis.
" Tidak, aku sudah makan sebelum kemari tadi " Kyuhyun mengunyah makanannya cepat kemudian menelannya segera.
" Yah lain kali kau makan bersamaku disini Min, jangan makan dirumah arra? " Sungmin mengangguk sebagai jawaban kemudian kembali menyuapi Kyuhyun sampai makanan itu habis tak bersisa.
" Setelah ini kau ingin kemana? " Tanya Kyuhyun setelah menyelesaikan makan siangnya, Sungmin sendiri sedang merapihkan kotak makanan yang dibawanya tadi.
" Aku akan langsung pulang dan tak pergi kemanapun, Hyung setelah selesai bekerja langsung pulang ne? " Kyuhyun tersenyum nakal kemudian memeluk Sungmin dari belakang dan menopangkan dagunya dibahu Sungmin.
" Wae, kau sudah merindukanku eoh? " Sungmin terkekeh mendengar Kyuhyun yang begitu percaya diri.
" Ne, tentu saja, bukankah pasangan yang baru merajut cinta selalu merasa rindu setiap saat? Apa Hyung tak begitu? " Sungmin membalikan tubuhnya dan melingkarkan tangannya dileher Kyuhyun.
" Hmm bagaimana yaaah? " kyuhyun tampak berpura-pura berpikir membuat Sungmin merasa jengkel seketika.
" yasudah jika tak merindukanku " Sungmin sudah ingin melepaskan kedua tangannya yang melingkar dileher Kyuhyun namun dengan cepat Kyuhyun menahannya.
" Aku bercanda sayang, tentu aku akan selalu merindukanmu, bahkan jika bisa aku ingin terus berada dirumah berdua denganmu " Kyuhyun menggesek-gesekan hidungnya dan hidung Sungmin.
" Aigoo, apa kekasihku seorang perayu? Manis sekali rayuannya " Cibir Sungmin membuat Kyuhyun meledakan tawanya.
" hahaha Kau ini aku berbicara kenyataan sayang " Kyuhyun mengecup sekilas bibir Sungmin.
" Ne, aku percaya, aku hanya bercanda tadi " Sungmin mengelus rambut Kyuhyun dengan lembut, Kyuhyun memejamkan matanya sejenak menikmati sentuhan Sungmin yang menenangkan.
" Min, mau berjanji satu hal padaku? " Tanya Kyuhyun setelah membuka kedua matanya yang sempat terpejam.
" Ne, janji apa? " Kyuhyun menatap dalam mata Sungmin.
" Apapun rintangannya, apapun keadaannya, sesulit apapun nanti bahkan sampai membuat sulit bernafas, berjanjilah jangan pernah meninggalkanku barang selangkahpun, kumohon " Pinta Kyuhyun dengan nada yang begitu lirih dan sarat akan permohonan yang begitu dalam.
.
.
.
Sesampainya dirumah Sungmin merebahkan dirinya diatas ranjang kemudian memejamkan matanya. Kilasan kejadian dikantor Kyuhyun tadi kembali terngiang dipikirannya.
" Apapun rintangannya, apapun keadaannya, sesulit apapun nanti bahkan sampai membuat sulit bernafas, berjanjilah jangan pernah meninggalkanku barang selangkahpun, kumohon "
" Kenapa Hyung bicara seperti ini? "
" Hanya perlu berjanji Min "
" Baiklah, aku berjanji "
Sungmin kembali membuka kedua matanya, ia memandang langit-langit kamarnya yang kini menjadi kamar Kyuhyun juga karena Kyuhyun memutuskan untuk tidur dalam satu kamar juga satu ranjang bersama Sungmin.
" Kau tau Hyung, sekarang aku merasa ketakutan, aku tau jika ini tak akan berjalan lancar, bahkan kaupun merasa khawatir, akupun begitu. Aku mampu bertahan jika itu tak membuatmu sulit, tapi kini aku takut dan ragu karena aku tahu semuanya akan mempersulit dirimu pada akhirnya " Guman Sungmin sambil menetesan air matanya, perasaannya sungguh diselimuti dengan ketakutan yang begitu dalam.
Hubungan terlarangnya dengan Kyuhyun, Donghae yang terang-terangan menentangnya. Bahkan baru ada satu orang yang menentang saja membuatnya sulit bernafas apaplagi jika seluruh masyarakat, Sungmin sadar betul jika kini ia dan juga Kyuhyun sudah masuk kedalam golongan minoritas, golongan pencinta sesama jenis yang ditentang oleh masyarakat. Ibaratkan orang yang sudah tahu dirinya berbuat salah namun berusaha menutupinya namun sekuat apapun menutupi kesalahan itu, pada akhirnya akan terungkap juga. Begitu pula dengan hubungannya dan Kyuhyun, seberusaha apapun ia dan kyuhyun menutupinya itu tak akan bertahan lama dan akan terbongkar juga. Jika itu terjadi Sungmin tak berani membayangan apa yang terjadi setelahnya, ia tak memikirkan bagaimana ia tetapi bagaimana Kyuhyun? Peranan Kyuhyun sangat penting, ia seorang pengusaha muda yang terkenal, pasti jika masyarakat tau hubungan mereka tentu tak akan baik untuk Kyuhyun.
Sungmin bangkit dari atas ranjang dan mendudukan dirinya, Sungmin mengusap wajahnya dengan kasar. Semakin dipikirkan semakin membuatnya terpojokan, banyak yang harus dipertimbangkan untuk terus melangkah bersama Kyuhyun, setidaknya berhati-hati adalah kunci pentingnya, sebisa mungkin Sungmin harus membuat hubungan ini tak tercium dimasyarakat terutama rekan bisnis Kyuhyun.
" Aku harus berhati-hati setidaknya ini demi Kyuhyun Hyung " Sungmin bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamar mandi, berendam sepertinya pilihan yang tepat untuk membuatnya sedikit rileks.
.
.
.
CKLEK
Kyuhyun barus saja pulang dari kantor, jam masih menunjukan pukul 6 sore, tadi ia sengaja pulang tepat pukul 5 sore. Sebenarnya banyak pekerjaan yang belum selesai namun ia menyerahkan pada peawainya, ia ingin sekali segera pulang dan menemui kekasihnya. Kyuhyun mencium aroma masakan dari arah dapur, Kyuhyun tersenyum saat melihat Sungmin yang sibuk memasak makan malam tanpa menyadari Kyuhyun memperhatikan dirinya. Kyuhyun menghampiri Sungmin dengan perlahan agar Sungmin tak menyadari kedatangannya.
CUP
" OMO " Sungmin mengusap-usap dadanya karena terkejut mendapat ciuman dipipi oleh orang yang tak dikenal namun saat melihat pelakunya ternyata Kyuhyun, ia merasa lega.
" Hyung mengejutkanku " Sungmin mempoutkan bibirnya kesal, Kyuhyun tekekeh sambil mengacak-acak rambut Sungmin gemas membuat rasa kesal Sungmin bertambah.
" Yaaak Hyung! " Kyuhyun memeletkan lidahnya kearah Sungmin kemudian meninggalkan Sungmin sambil tertawa terbahak-bahak membuat Sungmin semakin kesal.
" Semakin hari tingkahnya semakin menyebalkan dan juga manja, huh menyebalkan " Grutu Sungmin kemudian kembali berkutat pada masakannya.
.
.
.
Setelah selesai mandi, Kyuhyun berjalan menuju ruang makan, dilihatnya Sungmin tengah menyiapkan makan malam mereka diatas meja. Kyuhyun mendudukan dirinya disamping Sungmin yang sudah lebih dulu duduk dengan manisnya.
" Selamat makan " Ucap Kyuhyun lalu mengambil lauk dan memasukannya kedalam mulut.
" Hmm masakanmu selalu enak, membuatku selalu lahap saat makan, jika begini terus perutku bisa membuncit " Canda Kyuhyun namun Sungmin hanya diam saja tanpa minat untuk menanggapinya.
" Tapi tak apa jika aku buncit, kau tetap mencintaiku kan? " Goda Kyuhyun namun lagi-lagi Sungmin tak menanggapinya, Kyuhyun mengehentikan makannya kemudian membenarkan posisi duduknya menghadap Sungmin.
" Kau kenapa? Marah soal tadi hmm? " Kyuhyun meletakan tangan kanannya diatas kepala Sungmin.
" Tentu saja, Hyung menyebalkan " Sungmin mengaduk-aduk makanannya kasar sehingga menimbulka bunyi dentingan sedok dan juga mangkuk.
" kkkk kau lucu sekali jika merajuk begini " Kyuhyun terkekeh melihat tingkah Sungmin, dengan gemas dicubitnya pipi mulus Sungmin.
" Ck, Hyuuuuung " Rengek Sungmin karena lagi-lagi Kyuhyun menggodanya seperti itu.
" Arrasho, Hyung minta maaf ne? Tapi kau sungguh-sungguh menggemaskan min, membuat Hyung senang menggganggumu "
" Tapi aku tak senang Hyung ganggu, sudahlah kita lanjutkan saja dulu makan malamnya " Kyuhyun tak lagi mengganggu Sungmin dan kembali melanjutkan makan malam mereka dengan tenang.
Setelah menyelesaikan makan malam Sungmin membereskan meja makan dan juga mencuci piring sedangkan Kyuhyun menunggu Sungmin sambil menonton TV. Setelah selesai dengan pekerjaannya Sungmin menghampiri Kyuhyun dan mendudukan dirinya disamping Kyuhyun. Melihat jarak duduk antara dirinya dan Sungmin sedikit jauh, Kyuhyun menarik Sungmin agar duduk mendekat kearahnya.
" Jangan jauh-jauh begitu kalau duduk, aku tak suka " Sungmin hanya tersenyum kemudian menyandarkan kepalanya didada Kyuhyun sambil memeluk Kyuhyun dari Samping, tangan kiri kyuhyun sendiri sudah sejak tadi bertengger manis dipinggang Sungmin. Mereka berdua menonton Tv sambil sesekali Kyuhyun memberikan kecupan-kecupan kecil di kepala Sungmin.
" Hyung " Sungmin mendongakan kepalanya untuk melihat Kyuhyun.
" Hmm " Guman Kyuhyun tanpa mengalihkan tatapannya dari televisi membuat Sungmin berdecak kesal.
" Lihat aku Hyung jika aku bicara ck menyebalkan " Sungmin berdecak kesal, karena tak ingin Sungmin kembali mendiaminya, Kyuhyun pun mengalihkan tatapannya kepada Sungmin, dengan usil Kyuhyun mencuri kecupan kecil disudut bibir Sungmin.
" Wae hmm? " Sungmin menopangkan dagunya dibahu Kyuhyun .
" Hmm aku kan sudah mendapatkan bayaranku dari novel yang kubuat, sesuai janjiku dulu aku ingin mentraktir Hyung, jadi apa bisa weekend ini Hyung meluangkan waktu untuk kita? "
" Kau ini berbicara seolah-olah aku tak pernah menghabiskan weekend dirumah saja, tentu saja bisa sayang " Sungmin tersenyum senang kemudian memeluk Kyuhyun erat.
" Ahhh senangnya, sekalian itu akan menjadi kencan pertama kita " Mata Sungmin berbinar membayangkan kencan pertamanya dengan Kyuhyun.
" Tidak, itu tidak masuk dalam kencan pertama karena kau yang mentraktir, mana ada namja yang ditraktir kekasihnya, yang benar itu namja yang mentraktir " Ucapan Kyuhyun membuat Sungmin terdiam.
" tetapi aku juga namja Hyung " Ucap Sungmin dengan lirih, seakan tersadar Kyuhyun merutuki mulut bodohnya yang asal mengucap tanpa memikirkannya.
" Ah sudahlah Hyung tak usah dipikirkan, Hyung menganggapku yeojapun tak apa, tak masalah " Ucap Sungmin sambil memberikan senyumannya.
" Yasudah sebaiknya aku kembali kekamar, aku sedikit lelah hari ini, Hyung ingin langsung tidur atau masih ingin menonton? " Kyuhyun menatap Sungmin sendu, ia tahu jika Sungmin sedang terluka, Kyuhyun menarik Sungmin kedalam pelukannya.
" Mianhae, tak seharusnya aku menyakitimu dengan ucapanku tadi " Kyuhyun mengeratkan pelukannya pada Sungmin.
" Gwencana Hyung, aku tak apa sungguh " Sungmin menepuk-nepuk punggung Kyuhyun mencoba menangkan.
" Jangan berbohong Min, jangan menyembunyikan apapun yang kau rasakan, jika marah katakan marah, jika sakit katakan sakit dan jika senang katakan senang, jangan bersikap seolah baik-baik saja tetapi didalam hatimu menyimpan sakit dan kesedihan, aku tak mau itu terjadi. Jangan memupuk kesedihanmu, karena semakin kau memupuk maka itu akan menjadi senjata untukmu meninggalkan aku suatu hari nanti, aku takut dan tak ingin itu terjadi "
" Kenapa Hyung selalu takut aku meninggalkan Hyung? Aku tak akan melakukan itu, justru aku yang takut Hyung meninggalkan aku demi wanita lain " Kyuhyun melepaskan pelukannya dengan kasar kemudian menatap Sungmin tajam.
" Kenapa kau berkata seperti itu? Aku ketakutan setengah mati jika kau meninggalkanmu, lalu kenapa aku harus meninggalkanmu jika aku sangat takut kehilanganmu sayang? " Sungmin menundukan kepalanya merasa bersalah karena masih meragukan Kyuhyun.
" Entahlah, tetapi wajar kan Hyung jika aku merasa takut jika Hyung meninggalkanku? " Kyuhyun kembali memeluk Sungmin.
" Tentu saja wajar, karena kau mencintaiku maka kau merasa takut jika aku meninggalkanmu begitu pula dengan diriku, tapi saat dikantor tadi kau sudah berjanji tak akan meninggalkanku bukan? Akupun begitu, aku berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu " Sungmin mengangguk dalam pelukan Kyuhyun.
" Kita sudah saling berjanji hyung " Kyuhyun melepaskan pelukannya pada Sungmin dan menatap Sungmin intens, seakan mengerti keinginan Kyuhyun, Sungmin memejamkan kedua matanya, perlahan jarak diantara keduanya telah terkikis kini kedua bibir itu kembali saling bertautan, seolah tak pernah bosan Kyuhyun begitu bersemangat melumat bibir atas dan bawah Sungmin secara bergantian, Sungmin pun membalasnya tak kalah bersemangat, tak ada nafsu diantara ciuman itu namun persaan yang menggebu diantara keduanyalah yang membuat mereka saling berebut ingin mendominasi ciuman mereka.
.
.
.
Sesuai rencana, minggu pagi ini Kyuhyun dan Sungmin sudah bersiap untuk pergi berkencan, mereka merencanakan untuk ketaman hiburan setelahnya mereka akan makan malam di restauran. Sebenarnya Kyuhyun menolak saat Sungmin mengusulkan pergi ketaman hiburan, namun karena Sungmin memasang wajah sedihnya mau tak mau Kyuhyun pun menuruti keinginanya. Saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju taman hiburan.
" Ahhhhh aku senaaaaang " Sungmin terus saja berteriak gembira disepanjang perjalanan, Kyuhyun sendiri hanya mengulum senyum melihat Sungmin yang terlihat sangat bahagia.
" Hyung, aku ingin kita menaiki semua wahana di sana ne? " Mata Sungmin berbinar membayangkan akan menaiki semua wahana disana.
" Kalau semua wahana kita naiki, bisa-bisa kita pulang malam sekali, waktunya tak akan cukup sayang, naiki saja wahana yang menurutmu paling menarik " Sungmin mendengus kesal namun apa yang dikatakan Kyuhyun benar adanya, mau tak mau ia menelan kekecewaan karena tak dapat menaiki semua wahana disana.
" Sudah jangan cemberut seperti itu, lain kali kita bisa kesana lagi sampai kau menaiki semua wahana itu " Hibur Kyuhyun sambil melemparkan senyumnya pada Sungmin.
" Ne, arrasho Hyung " Keduanya kembali terdiam, Kyuhyun fokus menyetir sedangkan Sungmin memandang jalanan.
Tak terasa merekapun sampai ditaman hiburan, setelah membeli tiket Sungmin menarik Kyuhyun untuk segera menaiki wahana roller coaster. Kyuhyun hendak menolak karena mereka baru akan mulai bermain seharusnya wahana yang biasa terlebih dahulu yang mereka naiki namun melihat binar mata Sungmin membuat Kyuhyun mau tak mau menuruti Sungmin.
Selama mengantri kedua tangan mereka terus bertautan, Kyuhyun sibuk memperhatikan roller coaster yang bergerak cepat, sedangkan Sungmin yang tadinya merasa antusias kini hanya terdiam karena sayup-sayup beberapa orang yang membicarakan mereka.
" Lihat, apa yang lebih pendek itu namja? "
" Molla tapi wajahnya seperti yeoja "
" Tapi dadanya rata, apa mereka pasangan gay? "
" Aku tak tahu, bisa saja itu adiknya "
" Tapi itu terlalu mesra untuk ukuran kakak beradik "
Sungmin perlahan melepaskan tautan tangannya dengan Kyuhyun membuat Kyuhyun mengerutkan keningnya.
" Wae? "
" Tak Apa Hyung, ayo maju sebentar lagi giliran kita " Sungmin pun mendorong Kyuhyun agar segera maju karena kini giliran mereka untuk menaiki wahana roller coaster.
Setelah menaiki wahana roller coaster, Sungmin dan Kyuhyun beristirahat sebentar dibangku yang tak jauh dari wahana yang mereka naiki tadi.
" Yang tadi benar-benar daebak Hyung, keren sekali " Ucap Sungmin sambil terengah-engah mengatur nafas, sedangkan Kyuhyun tak sanggup lagi berbicara, ia sungguh tak suka dengan wahana ekstreme seperti ini namun demi Sungmin, ia rela untuk mencobanya.
" Selanjutnya kau ingin menaiki yang mana? " Tanya Kyuhyun setelah nafasnya kembali teratur. Sungmin tampak melihat sekeliling kemudian tatapannya jatuh pada satu wahana yang menarik perhatiannya.
" Yang itu Hyung! " Tunjuk Sungmin dengan semangat, kyuhyun menoleh kearah wahana yang ditunjuk Sungmin, seketika mata Kyuhyun membulat melihat wahana yang ingin Sungmin naiki.
" Gyro Swing? Kau tak salah sayang? " Kyuhyun membatu ditempat melihat wahana itu, pasalanya Gyro Swing adalah wahana permainan yang ekstreme, berbentuk ayunan kincir dan jangakauan ayunan yang tinggi membuat permainan ini cukup menguji adrenalin.
" Wae? Hyung takut ? " Sungmin memandang wajah Kyuhyun khawatir namun terselip kekecewaan juga takut-takut ia tak dapat menaiki wahana itu. Kyuhyun membenarkan posisi duduknya menghadap Sungmin, diiusapnya lembut kepala Sungmin.
" Bukan masalah takutnya sayang, tapi kita baru saja menaiki wahana yang ekstreme jika kau menaiki wahana yang sama ekstremenya nanti tenagamu keburu habis, lebih baik kita menaiki wahana yang lebih ringan saja ne? " Sungmin berpikir sejenak kemudian mengangguk menyetujui usulan Kyuhyun membuat Kyuhyun bernafas lega, setidaknya keadaan jantungnya terselamatkan sejenak.
" Lalu kita menaiki wahana apa Hyung? " Kyuhyun tampak melihat sekeliling mencari wahana yang tak begitu ekstreme namun tak jauh dari tempat mereka duduk sekarang.
" Ah itu saja " Kyuhyun menunjukan permainan seperti bom bom car, setidaknya itu tak begitu berbahaya dan tak terlalu kekanakan namun cukup menghibur.
" Kajja " Kyuhyun mengulurkan tangannya paga Sungmin namun Sungmin hanya diam.
" Wae? " Tanya Kyuhyun memandang wajah Sungmin yang menunduk.
" Tak apa Hyung " Sungmin kembali mendongakan kepalanya dan melempar senyumnya pada Sungmin.
" Jangan berbohong, sudah kukatakan untuk jujur dengan perasaanmu, kenapa kau selalu berusaha menutupi semuanya dariku? Aku berusaha terbuka padamu, namun kau terus menutup dirimu, bagaimana kita dapat menjalani hubungan ini dengan baik jika kau saja seperti ini " Sungmin menunduk, merasa bersalah namun ia sungguh tak bermaksud untuk menutupi perasaannya dari Kyuhyun, hanya saja ia tak ingin membebani pikiran Kyuhyun.
" Mianhae Hyung " Kyuhyun menggenggam kedua tangan Sungmin dan menarik dagu Sungmin agar menatapnya. Sungmin memandang sekitar, untung saja tak banyak orang disekitaran mereka dan beberapa orang pun tak memperhatikan mereka.
" Katakan ada apa hmm " Kyuhyun sengaja mengelus-elus tangan Sungmin agar Sungmin sedikit tenang dan mau menceritakan mengenai perasaannya.
" Saat tadi kita mengantri roller coaster aku mendengar orang yang membicarakan kita, melihat kita yang bergandengan tangan dan berbicara yang membuatku merasa takut " Kyuhyun menghela nafasnya kasar.
" Jadi karena itu kau tak mau kugenggam? Kita tak perlu memikirkan ucapan orang lain, itu justru akan menjadikan beban untuk kita sayang " Sungmin tampak menggeleng tak setuju dengan pendapat Kyuhyun.
" Anni, tentu kita saja kita harus memikirkan ucapan orang lain Hyung, kita harus berjati-hati jangan sampai orang lain mencurigai kita, aku bukan malu mengakui hubungan kita namun aku memikirkan Hyung, bagaimana jika relasi bisnis Hyung melihat kita dan menimbulkan kecurigaan, jika sampai itu terjadi keadaan perusahaan Hyung mungkin akan terancam dan Hyung sendiri tahu bagaimana Donghae Hyung begitu protektif pada hyung dan juga perusahaan Hyung. Aku tak ingin mempersulit Hyung, dengan Hyung membalas perasaanku saja membuatku merasa begitu bahagia jadi aku tak ingin lagi menyusahkan Hyung dengan menimbulkan masalah karena hubungan kita " Ucap Sungmin dengan lirihnya, Kyuhyun sendiri tertegun dengan ucapan Sungmin. Tak menyangka Sungmin memikirkan dirinya sampai sebegitunya. Meskipun Kyuhyun sendiri tak memikirkan masalah itu namun jika Sungmin sudah sampai begitu mau tak mau Kyuhyun hanya bisa menurut, setidaknya jika itu membuat Sungmin tenang akan ia lakukan.
" Ne arrasho, sudah jangan dipikirkan lebih baik sekarang kita fokus bermain dan lupakan masalah yang tadi, kita kesini untuk bersenang-senang bukan untuk memikirkan hal-hal yang tak perlu dipikirkan saat ini, jadi tersenyumlah " Sungmin pun mengembangkan senyumnya, Kyuhyun pun emmbalas senyuman Sungmin sambil mengelus pipi bulat Sungmin.
" Hyung benar, yasudah ayo kita bermain lagi " Sungmin kembali menarik Kyuhyun dan merekapun kembali menaiki wahana-wahana yang ada disana dengan gembira tanpa memikirkan apapun yang mungkin nantinya akan menjadi beban pikiran mereka.
.
.
.
Setelah pulang dari taman bermain Sungmin langsung bergegas kekamar mandi didalam kamarnya begitu juga dengan Kyuhyun, setelah selesai mandi seperti biasanya Kyuhyun masuk kedalam kamar Sungmin, sejak mereka resmi menyandang status sebagai sepasang kekasih, kyuhyun tak pernah lagi tidur dikamarnya, ia akan selalu tidur bersama dengan Sungmin.
CKLEK
" Oh, hyung sudah selesai mandi? Cepat sekali " Sungmin mendudukan dirinya disamping kyuhyun sambil menggosok-gosokan rambutnya dengan handuk, melihat itu Kyuhyun pun membantu Sungmin menggosok-gosokan kepalanya.
" Sayang, besok sepertinya aku harus pergi ke jeju lagi selama satu minggu, dan kali ini aku tak bisa mengajakmu, kau tau sendiri kan bagaimana Donghae Hyung, aku tak ingin kau tersakiti lagi mendengar kata-katanya dan akupun tak mau hubunganku dan Donghae Hyung kembali merenggang, bagaimanapun sejak orang tuaku meninggal, Donghae Hyung yang menjagaku jadi aku tak ingin ada keributan lagi dengannya " Kyuhyun mengehentikan pergerakan tangannya menggosok rambut Sungmin kemudian menunggu respon Sungmin.
" Ne tak apa, aku mengerti tapi.. " Sungmin menunduk kemudian kedua tangannya memilin-milin kaos yang digunakannya.
" Wae? " Kyuhyun memandang Sungmin khawatir, takut-takut kembali menyakiti Sungmin.
"B.. Bagimana jika aku merindukan Hyung dan ingin bertemu Hyung? " Sungmin semakin menunduk menyembunyikan wajahnya yang merona malu, Kyuhyun menyeringai mendengarkan ucapan Sungmin kemudian membisikan sesuatu ditelinga Sungmin.
" Apa perlu kau menyusulku saja tanpa sepengetahuan Donghae Hyung " Sungmin menggeleng tak setuju.
" Jangan, nanti jika ketahuan akan semakin memperburuk keadaan, sebisa mungkin aku akan menahan rasa rinduku sampai Hyung pulang setelahnya ak.. aku tak ingin melepas Hyung lagi " Sungmin menarik kaos yang Kyuhyun kenakan, wajah malu-malu Sungmin membuat Kyuhyun terkekeh.
" Aigoo kekasihku manis sekali " Kyuhyun menarik Sungmin kedalam pelukannya dan menindih tubuh Sungmin sehingga Sungmin dipenjarakan oleh tubuh Kyuhyun.
" H.. Hyung apa yang Hyung lakukan? " Darah Sungmin berdesir saat Kyuhyun menatapnya intens.
" Anni, aku hanya ingin memandangmu saja, karena selama seminggu aku tak akan bisa melihatmu karena aku sibuk, jadi aku ingin memandangmu " Tatapan Sungmin mulai tak fokus karena seluruh darah yang ada disekujur tubuhnya berdesir hebat, jantungnya terasa melemah tak sanggup melihat tatapan mata Kyuhyun, alhasil yang dapat dilakukannya hanya memejamkan kedua matanya erat.
" Eiii, apa kau ingin Hyung cium? Kenapa memejamkan matamu begitu " goda Kyuhyun, Sungmin kembali membuka matanya.
" Bisakah Hyung beranjak dari atas tubuhku, aku merasa tak nyaman karena sulit bernafas " Kilah Sungmin, padahal dirinya sangat gugup karena posisi Kyuhyun dan Sungmin begitu intim.
" Ah mianhae " Kyuhyun pun beranjak dari atas tubuh Sungmin dan merebahkan dirinya disamping Sungmin.
" Sini, taruh kepalamu diatas sini dan peluk aku " Kyuhyun mengarakan kepala Sungmin agar menyandar didadanya. Sejenak mereka terdiam menikmati posisi mereka, Kyuhyun mengelus rambut Sungmin.
" Gomawo " Ucap Kyuhyun tiba-tiba.
" Untuk? "
" Karena hadir didalam hidupku, karena mengisi hariku dengan kebahagiaan, karena memberikan cinta yang lain yang belum pernah aku rasakan, aku sangat berterima kasih padamu sayang " Sungmin tersenyum dan mengeratkan pelukannya pada Kyuhyun.
" Aku juga berterima kasih pada Hyung, karena Hyung menyelamatkan hidupku dari keterpurukan, karena Hyung aku dapat meraih mimpiku jadi penulis, dan karena Hyung membalas cintaku untuk Hyung, aku bahagia sangat bahagia meskipun terselip rasa kekahwatiran karena hubungan kita yang berbeda dari pasangan pada umumnya namun aku percaya rasa cinta yang tulus justru lebih kuat dari segalanya. Kita memulai, kita berjanji dan kita juga menjalankannya dan apapun rintangannya kita hadapi bersama Hyung, kau dan aku memperjuangkan hati kita bersama " Sungmin melepaskan pelukannya pada Kyuhyun kemudian sedikit menindih Kyuhyun yang tidur terlentang sambil menatapnya dengan senyuman, Kyuhyun mengelus rambut Sungmin kemudian turun kepipinya. Sungmin menghentikan pergerakan tangan Kyuhyun, Sungmin merendahkan wajahnya dan langsung melumat bibir Kyuhyun penuh perasaan. Kyuhyun tersenyum dalam ciumannya, diangkatnya tubuh Sungmin agar menindih sepenuhnya pada tubuhnya kemudian dipeluknya pinggang Sungmin yang menempel erat pada tubuhnya, kedua tangan Sungmin sendiri sudah meremas memberi jambakan-jambakan kecil pada rambut Kyuhyun sambil terus melumat bibir Kyuhyun semakin intens, tangan kanan Kyuhyun pun mulai mendorong tengkuk Sungmin agar semakin dalam menciumnya. Tanpa memikirkan pasokan oksigan atau apapun, mereka terus melakukannya dengan intens tanpa celah.
" APA YANG KALIAN LAKUKAN? "
TBC
Akhirnya update lagi, cepet kan updatenya? Ada yang sebel gak sama tulisan TBC nya? Aku juga sebel huh, dan udah panjang kan? ah iya ada yang bilang alurnya kecepetan yah? Tiba-tiba Kyuhyun udah ngaku cinta aja gitu yah? Maaf sebesar-besarnya karena aku mempercepat pernyataan cinta Kyuhyun dari rencana awal yang aku buat, karena aku harus udah menyelesaikan ff ini minggu depan sebelum aku mulai sibuk, dari kemaren aku udah muter otak dan berusaha update secepat yang aku bisa untuk menyelesaikan ff ini, aku pun diburu waktu jadi mau gak mau aku harus mempercepat pernyataan cinta Kyuhyun. Jadi maaf yang kecewa ne? Maklumin aku ne, di chap ini kyumin momentnya gimana? Suka gak? Maaf klo banyak typo karena ngetiknya ngburu waktu, maaf kalau ceritanya ngbosesnin dan gak menarik karena lagi-lagi ngetiknya gak pake mikir banget-banget Cuma nyalurin apa yang ada dibayangan aku aja, oke deh sampai ketemu chap depan yang sebisa mungkin aku update cepat lg, gomawo dan terakhir tolong reviewnya ne ^^ dan makasih yahudah reviewchapkemeren ne:)
