Main Cast : Lee Sungmin
Cho Kyuhyun
Author : Cho Ocean
Rate : T
Genre : Romance,Hurt
Disclaimer : Semua Cast milik Tuhan dan Orang cerita ini MURNI milik author .
Warning : YAOI PERDANA, dan aku selalu buat genre HURT jadi yang gak suka silakan di CLOSE aja..Gomawo.
Kyuhyun 25 tahun ( N )
Sungmin 16 tahun ( N )
.
.
Happy reading...Enjoy it...Syalalalalalaa,,,
.
.
.
Why it's so Hard to Love Me and so Hurt to Love You?
Author POV
" APA YANG KALIAN LAKUKAN? "
Mendengarkan teriakan itu sontak Sungmin dan Kyuhyun melepaskan tautan bibir mereka lalu melihat siapa seseorang yang menginterupsi kegiatan mereka. Keduanya serempak menengok keasal suara dan mereka begitu terkejut saat melihat Hyukkie berdecak pinggang didepan pintu kamar mereka yang terbuka lebar.
" Noona " Jawab keduanya, dengan segera Sungmin bangkit dari atas tubuh Kyuhyun dan mendudukan dirinya begitu pula dengan Kyuhyun yang dengan cepat mendudukan dirinya.
" Yak apa yang kalian lakukan? Berbuat mesum eoh? Untung aku yang melihat kalian, kalau Donghae bisa habis kalian ditangannya " Hyukkie menghampiri keduanya mendekat kearah Kyuhyun lalu memberikan sebuah amplop cokelat.
" Ini, berkas yang belum kau tanda tangani, Donghae memintaku mengantarkan kemari, sedari tadi aku tak dapat menghubungimu, kau buang kemana ponselmu huh? " Kyuhyun menerima amplop itu lalu mengambil bolpoint yang ada dilaci meja samping ranjangnya kemudian menandatanganinya lalu kembali memberikannya pada Hyukkie.
" Ponselku habis baterai, Lalu bagaimana noona masuk kedalam rumah? " Hyukkie memutar bola matanya malas.
" Karena tak dapat menghubungimu maka dari itu Donghae memberitahukanku password pintu rumahmu, untung Donghae memutuskan menunggu didalam mobil, aku tak bisa membayangkan apa yang terjadi dengan kalian jika Donghae sampai melihat kejadian tadi " Sungmin menundukan kepalanya, perasaannya campur aduk antara takut dan juga malu.
" Yasudah Noona yang pentingkan Donghae Hyung tak melihat apa yang kami lakukan tadi " Jawab Kyuhyun cuek, dalam hati ingin sekali Sungmin menjambak rambut Kyuhyun.
" Kau ini, yasudah aku pulang " Hyukkie membalikan tubuhnya berjalan keluar kamar namun baru sampai pintu kamar langkahnya berhenti lalu membalikan tubuhnya kembali.
" Kyu, jangan berbuat lebih, ingat Sungmin masih dibawah umur " Setelah itu Hyukkie pergi begitu saja meninggalkan wajah keduanya yang sudah merona hebat.
" Isshhh aku malu sekaliiiii " Sungmin menutup wajahnya dengan kedua tangannya, Kyuhyun melirik kearah Sungmin lalu tersenyum nakal kemudian mendekatkan bibirnya ketelinga Sungmin.
" Mau melanjutkan yang tadi? " Bisik Kyuhyun, dengan segera Sungmin melepas tangan yang tadi menutupi wajahnya kemudian melempar bantal kewajah Kyuhyun.
" Hyung mesum! Aku ingin tidur! " Sungmin menghempaskan tubuhnya diatas ranjang lalu menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
" Yaaak bukankah tadi kau duluan yang menciumku? " Kyuhyun menarik-narik selimut Sungmin, dengan kesal Sungmin membuka selimut yang menutupi wajahnya.
" Diam! Sebaiknya Hyung tidur, aku mengantuk " Sungmin kembali menutupi wajahnya dengan selimut. Kyuhyun berdecih sebal meskipun begitu ia tetap merbahkan dirinya disamping Sungmin, membuka selimut yang Sungmin kenakan lalu menarik Sungmin kedalam pelukan sebelum kembali menyelimuti keduanya dan tidur terlelap.
.
.
.
Pagi ini Sungmin bangun lebih cepat karena ia ingin membuatkan sarapan untuk Kyuhyun sebelum Kyuhyun berangkat ke Jeju. Sungmin membuatkan Kyuhyun nasi goreng kimci, telur gulung dengan nori, kemudian sosis goreng juga daging asap. Terlalu wah memang untuk ukuran sarapan pagi namun Sungmin ingin Kyuhyun sarapan dengan makanan yang bergizi agar sesampainya disana ia bisa bekerja dengan baik. Setelah seluruh makanannya jadi, Sungmin bergegas menuju kamarnya untuk membangunkan Kyuhyun, saat memasuki kamar Sungmin tersenyum sambil menggelengkan kepalanya karena melihat Kyuhyun yang masih membungkus tubuhnya dengan selimut. Dengan perlahan Sungmin menghampiri Kyuhyun dan duduk ditepian ranjang, ditatapnya wajah namja yang dicintainya itu, Sungmin tersenyum lembut lalu mengulurkan tanganya dan mengelus rambut Kyuhyun dengan lembut. Merasa ada pergerakan diatas kepalanya dengan perlahan Kyuhyun membuka kedua matanya, saat itu juga pengelihatannya menangkap wajah Sungmin yang tengah tersenyum kepadanya. Kyuhyun pun membalas senyuman itu sambil menggenggam tangan Sungmin yang tadi digunakan untuk mengelus rambutnya.
" Pagi sayang " Ucap Kyuhyun kemudian menarik tengkuk Sungmin dan mengecup bibirnya.
" Pagi " Balas Sungmin dengan wajah memerah karena baru saja mendapat morning kiss.
" Bangunlah hyung lalu mandi setelah itu kita sarapan bersama " Kyuhyun bukannya bangun malah merebahkan kepalanya diatas paha Sungmin.
" Aku masih mau bermanja denganmu sayang, kita tidak akan bertemu selama seminggu ini dan aku pasti merindukanmu " Sungmin mengelus rambut Kyuhyun dengan sayang.
" Aku tau, akupun begitu tapi jika Hyung tak cepat mandi nanti akan tertinggal pesawat, jika kau telat nanti Donghae Hyung akan murka sayang " Dengan berat hati Kyuhyun pun menuruti kemauan Sungmin.
" Arrasho tapi sebelum aku mandi berikan aku ciuman seperti semalam ne? " Sungmin menggeleng keras sebagai penolakan.
" Wae? " Protes Kyuhyun.
" Jika kita melakukannya nanti justru semakin membuat Hyung terlambat karena aku tahu Hyung tak akan melepaskannya jadi sekarang hyung mandi dan aku akan menunggu diruang makan, semua pakaian sudah aku siapkan " Sungmin pergi meninggalkan Kyuhyun sebelum Kyuhyun kembali memprotesnya. Dengan langkah gontai Kyuhyun pun akhirnya memulai ritual mandinya.
.
.
.
Setelah menyelesaikan sarapan pagi mereka, Kyuhyun pun pamit untuk segera berangkat ke Jeju, sungmin hanya mengantar sampai depan pintu rumah. Sungmin terlihat murung sejak mereka memulai sarapan pagi, kyuhyun menyadari itu namun Kyuhyun memilih diam dari pada membuat Sungmin semakin sedih.
" Sayang, sudah jangan sedih lagi, aku hanya pergi seminggu " Kyuhyun menarik Sungmin dalam pelukannya sambil mengelus punggung namja yang dicintainya itu.
" Entahlah Hyung, ini pertama kalinya kita akan berpisah dalam waktu yang lama " Ujar Sungmin sambil meremas jas Kyuhyun dibagian dada.
" Aku mengerti, begini saja, Hyung akan usahakan selesaikan semuanya lebih cepat agar Hyung dapat pulang lebih cepat, eotthe? " Sungmin pun menganggukan kepalanya tanda setuju, Kyuhyun tersenyum saat Sungmin mulai bisa merelakannya pergi.
" Baiklah, sekarang Hyung lekas berangkat nanti terlambat " Sungmin melepaskan pelukannya dengan Kyuhyun sambil merapikan jas Kyuhyun yang sedikit kusut akibat ulahnya.
" Baiklah, sebelum aku pergi, aku mau kau menciumku disini " Kyuhyun mengetuk-ngetuk jari telunjuknya dibibir membuat Sungmin terkekeh meskipun pada akhirnya Sungmin pun mencium Kyuhyun. Sungmin tau Kyuhyun tak akan mau menginginkan ciuman yang singkat oleh karena itu Sungmin memiliki inisiatif sendiri untuk memulai melumat bibir kyuhyun, memberikan kesempatan pada namja yang dicintainya itu agar dapat mengeksplor bibirnya lebih lama, keduanyapun mulai terlarut dalam ciuman panas namun sayangnya ciuman itu harus berakhir karena ponsel Kyuhyun berdering. Dengan enggan Kyuhyun melepaskan tautan bibirnya dengan Sungmin. Kyuhyun merogoh kantung jasnya dilihat id Donghae yang tertera dilayar ponselnya membuatnya menghela nafas beratnya.
" Sepertinya aku harus berangkat sekarang sayang " Kyuhyun menggoyangkan ponselnya dihadapan Sungmin, membuat Sungmin paham jika Kyuhyun harus berangkat sekarang juga. Sungmin menghela nafas beratnya.
" Arrasho, begitu sampai segera hubungi aku dan jangan lupa jam makanmu, aku tak ingin kau pulang dalam keadaan sakit " Kyuhyun mengangguk lalu memeluk Sungmin sekilas dan mengecup kening Sungmin lama.
" Kau juga jaga dirimu baik-baik dirumah, kalau terjadi sesuatu hubungi aku, arrchi? " Setelah mendapatkan jawaban Sungmin dengan anggukan kepalanya, Kyuhyun pun bergegas memasuki mobilnya sebelum benar-benar pergi meninggalkan Sungmin.
" Hahh sepinya rumah ini tanpamu Hyung " Sungmin pun masuk kedalam rumah setelah mobil Kyuhyun benar-benar hilang dari pandangannya.
.
.
.
Sungmin berjalan menusuri lorong disebuah gedung sambil membawa sebuah map cokelat, sesekali Sungmin tersenyum karena kali ini ia akan bertemu langsung dengan direktur utama yang menjadi penerbit novelnya. Selama ini ia hanya bertemu dengan asistennya saja, Sungmin merasa senang sekaligus gugup karena bagaimanapun yang akan ditemuinya ini adalah orang yang begitu penting, dan berjasa untuknya.
" Permisi, saya Lee Sungmin, saya sudah ada janji dengan Park Yuk Jin sajangnim " Ucap Sungmin dengan sopan.
" Ah iya, anda sudah ditunggu diruangannya Lee Sungmin Shii, mari saya antar anda kedalam " Sungmin mengekori sekretaris Park Yuk Jin Sajangnim, setelah dipersilahkan untuk masuk Sungmin pun memasuki ruangan itu.
" Annyeonghaseo Lee Sungmin imnida " Sungmin membungkuk sopan kepada Park Yuk Jin.
" Ah, annyeonghaseo Lee Sungmin Shii, senang bertemu denganmu, silahkan duduk " Park Yuk Jin mempersilahkan Sungmin untuk duduk dikursi dihadapannya. Sungmin memperhatikan wajah Park Yuk Jin dengan lekat membuat Park Yuk Jin sedikit tak nyaman.
" Apa ada yang aneh diwajahku? Kenapa menatapku seperti itu Sungmin Shii? " Seakan tersadar dari kebodohannya Sungmin pun membungkuk meminta maaf.
" Maafkan atas kelancangan saya Park Sajangnim, saya hanya tak menyangka jika anda masih muda, saya pikir anda sudah berumur " Park Yuk Jin pun hanya tersenyum maklum.
" Tak apa, banyak penulis seperti anda pun awal bertemu dneganku merasa seperti itu, umurku memang baru 25 tahun "
" Sama dengan umur Kyuhyun Hyung " Guman Sungmin dalam hati.
" Ah iya sajangnim, ini setengah cerita yang sudah saya buat, bisa anda lihat " Sungmin pun menyodorkan map cokelat yang dibawanya. Park yuk Jin tampak membaca sekilas cerita yang sudah Sungmin buat, Sungmin menatap was-was kearah Park Yuk Jin takut kalau-kalau ceritanya tak sesuai dengan keinginan.
" Hmm temanya tentang percintaan sesama jenis? Cerita yang langka dan jarang orang membuatnya, baru membaca awalnya saja aku merasa tertarik dan menginginkan untuk membaca lanjutannya. Sudah bagus mungkin hanya perlu diperbaiki dibeberapa halaman saja " Sungmin tersenyum lega, setidaknya tahap awal berjalan dengan lancar.
" Kamsahamnida sajangnim " Sungmin menarik kedua sudut bibirnya menampilkan senyuman manisnya, Park Yuk Jin pun membalas senyuman Sungmin.
" Kau tak perlu terburu-buru menulis cerita selanjutnya, yang terpenting cerita yang kau buat menghasilkan jalan cerita yang bagus " Sungmin mengangguk paham.
" Ne sajangnim, baiklah jika tak ada yang dibicarakan lagi, saya akan pamit " Park Yuk Jin mengecek jam pergelangan tangannya.
" Sudah waktunya makan siang, apa kau mau menemaniku makan siang? Dan jangan panggil aku sajangnim lagi, panggil saja Yuk Jin Hyung " Sungmin menggaruk kepalanya yang tak gatal, jujur saja ia merasa canggung dan tak enak pasalanya mereka baru saja bertemu dan Park Yuk Jin adalah direktur penerbit tempatnya bekerja.
" Sudah tak usah sungkan, kita akan bekerja sama dalam waktu yang lama, sudah seharusnya kita membina hubungan yang baik kan? " meski agak ragu namun Sungmin pun menganggukan kepalanya. Merekapun berjalan menuju cafe didekat sana, mereka memilih untuk berjalan kaki, disepanjang perjalanan mereka terlibat obrolan kecil dan baru Yuk Jin ketahui jika namja disebelahnya ini berumur 9 tahun dibawahnya, begitu muda.
" Kau tau novelmu yang pertama terbit berjudul true love, kekasihku begitu menyukainya. Ia begitu menyukai karyamu, kuharap dilain waktu kau mau ikut makan malam bersama dengan kami " Sesampainya direstauran dan memesan makanan, mereka pun kembali memulai obrolan yang sempat tertunda.
" Ah, benarkah Hyung? Wah aku tak menyangka jika ada yang menyukai karyaku " Ucap Sungmin dengan mata berbinar.
" Tentu saja, karyamu sangat bagus, yeojachinguku begitu menyukainya sampai-sampai membaca novelmu berulang kali " Sungmin membuka lebar mulutnya saking tak percaya, adakah orang yang sesuka itu dengan karyanya.
" Hyung jangan membuatku besar hati, masa ada yang sesuka itu dengan karyaku? Masih banyak karya orang lain yang jauh lebih bagus dari punyaku " Yuk Jin tersenyum melihat kerendah hatian Sungmin.
" Kau tak boleh seperti itu, kau harus percaya diri dengan apa yang telah kau buat, itu karyamu jika dirimu sendiri saja menganggap karyamu tak bagus bagaimana orang lain dapat menganggap karyamu itu bagus. " Dalam hati Sungmin setuju dengan ucapan Yuk Jin namun ia masih saja tak percaya padahal penjualan novelnya sangat laris namun tetap saja tak cukup membuatnya percaya.
" Sebenarnya, aku ingin mengadakan even fansign bagi pembaca novelmu, bagaimana menurutmu? Pasalnya banyak penggemarmu ingin melihat wajah penulis yang mereka idolakan sekaligus meminta tanda tangannya " Yuk Jin tampak memperhatikan wajah Sungmin yang terlihat ragu.
" Bagimana? Dengan acara itu dapat membuktikan jika pembacamu banyak dan kau dapat mendekatkan diri dengan para pembacamu, ini kesempatan besar " Sungmin mengigit bibirnya ragu. Namun tiba-tiba ponselnya bergetar.
" Hyung, bolehkah aku mengangkat telpon sebentar? " Sungmin merasa tak enak disela-sela waktu bicaranya dengan Yuk Jin tiba-tiba Kyuhyun menelponnya.
" Dari siapa memangnya? "
" Dari namjachinguku " Seakan tersadar Sungmin membekap mulutnya, ia merutuki dirinya yang keceplosan membongkar aibnya sendiri, dilihatnya Yuk Jin tampak terkejut sejenak namun dengan cepat mengusai dirinya agar tetap tenang.
" Angkatlah " Sungmin meremas ujung kemeja yang dikenakannya sambil menatap Yuk Jin ragu.
" Angkat saja, kau bisa menjelaskannya nanti " Sungmin mengangguk kemudian mengangkat telepon dari Kyuhyun.
" Yeoboseo, sayang kenapa lama sekali mengangkat teleponku? "
" Mianhae Hyung, aku sedang bersama direktur penerbit novelku " Sungmin sesekali mencuri pandang kearah Yuk Jin yang menyibukan dirinya dengan ponsel ditangannya.
" Kau membuatku khawatir, kau sudah makan siang? "
" Aku baru saja memesan makanan, apa hyung sudah makan siang? "
" Kau makan siang dengan direktur itu? " Terselip nada cemburu dipertanyaan Kyuhyun.
" Kami membicarakannya sambil makan siang karena ini sudah waktunya makan siang Hyung, kuharap kau juga tidak lupa dengan makan siangmu " Tampak helaan nafas dari Kyuhyun.
" Ne, aku juga sedang memasan makanan, aku merindukanmu makanya aku menelponmu " Sungmin kembali melirik kearah Yuk Jin, pelayan tiba-tiba datang mengantarkan makanan yang mereka pesan membuat Yuk Jin menyudahi kesibukannya dnegan ponsel digenggamannya tadi.
" Hyung, pesanan makananku sudah datang, setelah sampai dirumah aku telepon Hyung lagi "
" Hahh baiklah, makan dengan baik ne? Yasudah saranghae, bogoshipoyeo.. "
" Nado " Balas Sungmin singkat kemudian menyudahi teleponnya.
" Ayo dimakan dulu " Yuk Jin pun memulai menyuapi makanan kedalam mulutnya namun Sungmin tak bergeming.
" Kau kenapa? " Mau tak mau Yuk Jin menghentikan acara makannya ketika dilihatnya Sungmin terus menundukan wajahnya.
" Miahae " Hanya kata itu yang dapat keluar dari mulut Sungmin, masih dengan posisi menundukan kepalanya. Yuk Jin menghela nafasnya sejenak.
" Dengar Sungmin, jujur saja aku cukup terkejut akan ucapanmu yang tak sengaja itu. Namun meskipun begitu, itu hak mu, itu pilihan hidupmu dan aku tak berhak menghakimi dirimu dan juga menyudutkanmu namun aku pun tak mendukung apa yang telah terjadi pada dirimu. Kita baru saja bertemu dan aku merasa tak berhak ikut campur urusanmu, urusan kita hanya pekerjaan dan pertemanan mungkin jika kau mau. Kau tak perlu menundukan wajahmu seperti itu, tak akan ada yang berubah, tak usah malu juga, aku mengerti keadaanmu " Sungmin menatap Yuk Jin sambil meneteskan air matanya.
" Aku hanya merasa tak enak pada Hyung, pasti memalukan memiliki partner kerja sepertiku " Yuk Jin memindahkan posisinya duduk disamping Sungmin dan menepuk nepuk bahu Sungmin mencoba menguatkan.
" Aku tak merasa seperti itu, sungguh. Jadi kau berhenti menangis, dan anggap semua baik-baik saja ne? " Sungmin pun akhirnya mengangguk setuju, Yuk Jin pun kembali ketempat semula dan mereka pun mulai memakan makan siang mereka sambil sesekali Yuk Jin mengajak Sungmin bercanda untuk mencairkan suasana.
.
.
.
Ini malam ketiga Kyuhyun berada di Jeju, sepulangnya dari cafe tadi Sungmin hanya berdiam diri didalam kamar sambil memeluk bantal yang biasa Kyuhyun kenakan. Sungmin sangat merindukan Kyuhyun, ingin Kyuhyun berada disampingnya juga memeluknya.
" Hyung, aku merindukanmu, aku ingin kau peluk " Rancau Sungmin sambil menghirup aroma Kyuhyun yang tertinggal dibantal yang ia peluk.
" Hyung, apakah aku salah jika mencintaimu? Apa aku salah jika perasaan ini memeilih dirimu? Seketika aku tampak menjijikan, membuat namja normal sepertimu menjadi tak normal karenaku. Tapi aku selalu meyakini jika tak ada cinta yang tak suci begitupun dengan cintaku padamu, namun tak banyak orang yang menerima kita, meskipun ada beberapa orang yang memaklumi entah mengapa aku tetap merasa jika aku begitu menjijikan. Ini salahku, ini salahku yang membuatmu ikut terjerumus dalam kubangan dosa bersamaku. Benar kata Donghae hyung, pantas saja jika ia membenciku, lalu aku haus bagaimana Hyung? Hiks " Sungmin membenamkan wajahnya dibantal untuk meredam isak tangisnya.
Drrrttt Drrtttt Drrttttt
Sungmin menghentikan tangisnya sejenak, mengusap air matanya kemudian mendudukan dirinya diranjang. Diambilnya ponsel yang tergeletak diatas nakas samping tempat tidurnya. Ada pesan masuk, Sungmin membulatkan matanyan saking terkejutnya. Tiga buah gambar Kyuhyun dengan seorang yeoja. Dua gambar Kyuhyun dan yeoja itu tampak mengobrol dan satu gambar yeoja itu tampak memeluk Kyuhyun. Tubuh Sungmin bergetar hebat, matanya bahkan sudah tak dapat membendung air mata yang tergenang dipelupuk matanya. Sungmin pun membaca pesan yang masuk diponselnya, itu dari Donghae, pesan dan gambar itu dari Donghae. Sungmin tak kuat lagi akhirnya ia kembali melepas tangisnya. Tubuhnya bergetar hebat, dadanya sesak sekali.
To : Sungmin
Yeoja itu mantan yeojachingu Kyuhyun,
Kurharap setelah ini berhenti berharap padanya,
Karena aku tahu Kyuhyun masih mencintai yeoja itu.
Donghae
Tak lama ponsel kembali bergetar namun saat melihat nama Kyuhyun yang tertera diponselnya, Sungmin tak ingin menjawabnya. Sungmin menyelimuti seluruh tubuhnya dan kembali menangis, ia tak peduli apapun lagi selain menangis, setidaknya biarka rasa sesaknya menghilang dengan isak tangisnya.
.
.
.
Ini hari terakhir Kyuhyun di Jeju, sejak 3 hari yang lalu ponsel Sungmin tak dapat dihubungi, bukan ponsel Sungmin mati namun kekasihnya itu bahkan tak mengangkat teleponnya sama sekali membuat Kyuhyun cemas setengah mati.
" Sayang, ayo angkat teleponku " Kyuhyun tampak gelisah menunggu panggilannya dijawab oleh Sungmin namun sepertinya ia harus kembali kecewa karena Sungmin tak kunjung menjawab panggilannya.
" kau ada apa Kyu? Kau sudah siap-siap? Kita akan kembali ke seoul satu jam lagi "
" Aku sedang menghubungi ponsel Sungmin, tapi ia masih tak menjawab teleponku Hyung " Kyuhyun terus berusaha menghubungi Sungmin, Donghae sendiri hanya tersenyum mendengar penuturan Kyuhyun tanpa Kyuhyun sadari.
" Sudahlah, toh kau pun akan pulang dan bertemu dengannya. Sekarang bersiap lalu kita pulang " Kyuhyun pun mau tak mau menuruti keinginan Donghae dan bersiap-siap pulang ke Seoul.
.
.
.
BRAK
" SUNGMIN " Begitu sampai dirumah Kyuhyun membuka pintu rumahnya dengan kasar, ia mencari Sungmin disekeliling rumahnya tak ada, kemudian ia mencari kedalam kamar mereka. Terdengar suara gemercik air shower dari dalam kamar mandi dalam kamar mereka membuat Kyuhyun bernafas lega. Kyuhyun akhirnya menunggu Sungmin menyelesaikan riual mandinya, Kyuhyun merebahkan tubuhnya diatas ranjang.
CKLEK
Begitu mendengar suara kunci pintu terbuka Kyuhyun dengan segera bangkit dari ranjangnya dan begitu Sungmin keluar dari kamar mandi, Kyuhyun langsung berlari kearahnya.
GREP
" Bogoshipoyeo, kenapa 3 hari ini kau tak juga menjawab teleponku? Dan tak membalas smsku? Kau tau aku panik dan khawatir setengah mati, ingin pulang namun pekerjaan menahanku untuk tetap tinggal, apa yang terjadi sayang? " Kyuhyun melepaskan pelukannya pada Sungmin dan mengelus kedua pipi Sungmin dengan kedua tangannya.
" ... " Sungmin hanya diam dan lebih memilih mengalihkan pandangannya kearah lain selain kearah Kyuhyun membuat Kyuhyun yakin terjadi sesuatu dengan Sungmin.
" Ada apa? Apa aku berbuat salah? Katakanlah " Kyuhyun menarik dagu Sungmin agar menatap kedua matanya, Sungmin melepaskan tangan Kyuhyun yang memegang dagunya kemudian mengambil ponselnya yang ada diatas nakas, lalu memberikannya pada Kyuhyun. Pada awalnya Kyuhyun mengerutkan keningnya bingung dengan tindakan Sungmin namun saat melihat ponsel Sungmin, kedua matanya membulat tak percaya, rahangnya mengeras menahan amarah.
" Donghae Hyung " Geram Kyuhyun.
" Sekarang kau segera ganti pakaian, aku akan menunggumu diluar, setelahnya kita akan menemui Donghae untuk meminta penjelasan, tapi satu hal yang perlu kau tahu sayang, itu semua tak seperti apa yang kau pikirkan, aku berani bersumpah, aku akan menunggumu diluar " Kyuhyun mengecup kening Sungmin sekilas kemudian keluar dari kamar mereka. Setelah Kyuhyun keluar Sungmin terduduk diranjang sambil termenung.
" Apa aku harus percaya padamu Kyu? " Guman Sungmin. Ditengar rasa percaya tidak percaya Sungmin pun pada akhirnya memustuskan untuk mengikuti keinginan Kyuhyun, dengan segera ia mengganti pakaiannya setelah itu keluar menemui Kyuhyun.
CKLEK
Sungmin keluar dari kamar lalu menghampiri Kyuhyun yang sedang sibuk dengan ponselnya. Sungmin duduk disebelah Kyuhyun namun tak menatap namja disebelahnya itu. Kyuhyun menghembuskan nafas beratnya saat dilihatnya ekspresi diwajah Sungmin tak berubah sejak peratama ia datang tadi. Dengan lembut digenggamnya tangan Sungmin dan mengelusnya dengan lembut.
" Aku tau sulit bagimu untuk percaya padaku sekarang, aku akan menjelaskannya nanti setelah kita menemui Donghae Hyung, jadi bisa kita pergi sekarang? " Sungmin mengangguk sebagai jawaban. Tak ingin mengulur waktu Kyuhyun pun menggandeng tangan Sungmin bergegas menuju apartemen Donghae.
Setelah perjalanan yang tak begitu lama, mereka pun sampai di apartemen Donghae, dengan emosi memuncak Kyuhyun memencet bel apartemen Donghae dengan kasar.
TING TONG TING TONG
CKLEK
" Oh Kyu, Minnie ada apa kalian kemari " Tanpa menjawab pertanyaan Hyukkie, Kyuhyun masuk kedalam masih menggenggam tangan Sungmin.
" DONGHAE! KELUAR KAU! " Teriak Kyuhyun dengan murka tanpa memperdulikan sopan santun. Sungmin menatap Kyuhyun tak percaya, tak pernah dilihatnya Kyuhyun semarah ini, jujur saja ia mulai takut. Apalagi tangan Kyuhyun tak juga melepaskan genggaman pada tangannya.
" Kyu ada apa ini? Donghae sedang mandi " Hyukkie mencoba menenangkan Kyuhyun namun Kyuhyun tak peduli.
" DONGHAE KELUAR! " Tak lama Donghae pun keluar, dengan penampilan segar sehabis mandi, ia mengerutkan keningnya saat dilihat Kyuhyun menatapnya tajam.
" Ada apa dengamu? Datang krumah orang sambil berteriak-teriak begini " Kyuhyun melepaskan genggamannya pada Sungmin kemudian menghampiri Donghae.
BUGH BUGGHHH BUGHHHH
Kyuhyun memukul Donghae bertubi-tubi melampiaskan kekesalannya, Hyukkie berteriak saking terkejutnya, Sungmin membekap mulutnya tak percaya.
" Kyu, Noona mohon hentikan, kita bisa bicara baik-baik " Hyukkie tampak kewalahan menghalangi Kyuhyun kembali memukul Donghae, Sungmin melihat itu pun bergegas membantu Hyukkie.
" Kyuhyun Hyung, hentikan jebal " Sungmin memegang kedua tangan Kyuhyun namun Kyuhyun masih berontak.
" Kesabaranku sudah habis! Karena ulahnya membuat hubungan kita terancam Min " Sungmin memeluk Kyuhyun dari samping.
" Tapi tidak dengan cara seperti ini Hyung, kasihan Hyukkie noona " Kyuhyun melihat Hyukkie menangis sambil memeluk Donghae yang babak belur dengan mata terpejam.
" Sebenarnya ada apa hiks? Kenapa sampai seperti ini " Kyuhyun pun tak berontak lagi dalam pelukan Sungmin, Kyuhyun mencoba mengatur nafasnya yang masih memburu.
" Tanyakan saja pada kekasihmu noona, apa yang dia lakukan sampai membuat Sungmin mengacuhkanku selama 3 hari ini " Kyuhyun kembali menatap Donghae tajam setelah melihat Donghae membuka kedua matanya.
" Aku hanya ingin uhuk me.. menyelamatkanmu Kyu " Donghae mencoba mendudukan dirinya sambil terbatuk menahan sakit disekujur tubuhnya.
" MENYELAMATKAN AKU DARI APA HAH? JANGAN KATAKAN INI SOAL HUBUNGANKU DENGAN SUNGMIN! INI JALAN YANG TELAH AKU PILIH BERSAMANYA HYUNG, AKU MENCINTAINYA, JADI KUMOHON JANGAN USIK KEHIDUPAN KAMI, AKU SUDAH SANGAT DEWASA UNTUK MEMUTUSKAN APA YANG MENJADI PILIHAN HIDUPKU! TAK SEHARUSNYA HYUNG MEMFITNAH AKU DENGAN CARA KEJI SEPERTI ITU, PADAHAL HYUNG TAHU JIKA PERTEMUANKU DENGAN YEOJA ITU TANPA SENGAJA, HYUNG JUGA TAU KETIKA YEOJA ITU MEMINTAKU KEMBALI AKU TELAH MENOLAKNYA LALU KENAPA KAU MENGATAKAN SEBALIKNYA PADA SUNGMIN HAH? " Hyukkie menatap donghae tak percaya, dilepaskannya pelukannya pada Donghae.
" Apa benar kau melakukan itu pada Kyuhyun dan Sungmin? " donghae menatap Hyukkie dan berusaha menggapai tangan Hyukkie namun Hyukkie malah menjauh.
" Cukup jawab aku Donghae! " Teriak Hyukkie.
" Ya, aku melakukannya karena tak ingin mereka terus bersama, aku tak pernah menyetujui hubungan mereka. " Kyuhyun berdecih mendengar alasan Donghae.
" Tapi bukan seperti ini, kau tak berhak mengatur Kyuhyun, dia bahagia bersama Sungmin, kita tak dapat menghalanginya setidak setuju apapun kita terhadap mereka tapi ini hidup mereka " Ucap Hyukkie dengan lirih, mendengar itu membuat hati Sungmin tercubit, meskipun Hyukkie dan Yuk Jin tak melarang mereka pun tak juga menyetujui apa yang dilakukannya, itu artinya hubungannya dengan Kyuhyun adalah sebuah kesalahan. Sungmin menunduk menahan air matanya.
" Hyung, kau tau sendiri bagaimana yeoja itu meninggalkanku dan membuatku terpuruk, kini hanya Sungmin yang dapat membahagiakan aku, hanya dia yang aku inginkan sekarang Hyung, aku tak memintamu merestui hubungan kami, tapi kumohon jangan pula hancurkan hubungan kami yang baik-baik saja ini " Kyuhyun menggenggam tangan Sungmin sambil menatap Sungmin penuh kasih sayang, Sungmin dapat melihat cinta yang begitu besar dari mata Kyuhyun untuknya. Sungmin melempar senyumannya pada Kyuhyun membuat Kyuhyun mau tak mau ikut membalas tersenyum. Donghae melihat itu, melihat binar bahagia dari mata Kyuhyun untuk Sungmin dan sebaliknya Sungmin terhadap Kyuhyun.
" Terserah kalian saja, aku tak peduli " Donghae berusaha bangkit dari duduknya dibantu Hyukkie, merekapun masuk kedalam kamar. Tak lama Hyukkie keluar lagi menghampiri Kyuhyun dan Sungmin yang sudah terduduk di sofa apartemen Donghae.
" Kyu, Minnie, aku mewakili Donghae meminta maaf pada kalian atas perbuatannya. Aku tau tindakannya sudah melebihi batas oleh karena itu kumohon maafkan dia " Ucap Hyukkie penuh penyesalan.
" Sudahlah noona jangan dipikirkan lagi, yang terpenting Sungmin sudah percaya lagi padaku dan maafkan aku telah membuat Donghae Hyung terluka, aku benar-benar sangat marah tadi " Hyukkie hanya mengangguk sebagai jawaban.
" Aku juga ingin meminta maaf, tolong noona sampaikan pada Donghae Hyung maafkan aku telah membuat hubungannya dan Kyuhyun Hyung menjadi buruk, sungguh aku tulus mencintai Kyuhyun Hyung, aku akan membahagiakannya jadi kumohon percayalah padaku " Hyukkie menghampiri Sungmin kemudian memeluknya.
" Aku tau ini berat untukmu, bertahanlah jika kau benar-benar mencintai Kyunnie, jangan menyakitinya, arrachi? " Sungmin mengangguk dalam pelukan Hyukkie. Tak lama Hyukkie melepaskan pelukannya pada Sungmin.
" Baiklah, kami pamit pulang dulu noona, banyak yang ingin aku bicarakan dengan Sungmin dirumah "
" Ne, kalian hati-hati dijalan " Kyuhyun dan Sungmin pun meninggalkan apartemen Donghae sambil bergandengan tangan.
.
.
.
Sesampainya dirumah, Sungmin menyuruh Kyuhyun untuk mandi karena sesampainya dari jeju mereka langsung ke apartemen Donghae, sedangkan Sungmin membuat makan malam untuk mereka. Setelah selesai makan malam, keduanya duduk di balkon kamar mereka dengan Sungmin yang berada dipangkuan Kyuhyun. Dengan erat Kyuhyun melingkarkan kedua tangannya dipinggang Sungmin sambil memeluknya dari belekang.
" Dengan kejadian tadi kau percaya kan Min jika aku benar-benar mencintaimu? " Kyuhyun memulai membuka pembicaraan setelah keduanya setia pada keheningan yang melanda.
" Maafkan aku karena sempat tak mempercayaimu Hyung, seharusnya aku lebih mempercayaimu namun aku begitu cemburu " Sesal Sungmin, Kyuhyun tersenyum saat Sungmin mengatakan bahwa ia cemburu.
" Aku senang kau cemburu padaku artinya kau mencintaiku sayang " Bisik Kyuhyun sambil mengecup kuping Sungmin.
" Hyuuuung " Rengek Sungmin saat Kyuhyun menggodanya membuat Kyuhyun tertawa terbahak.
DUG
Sungmin menyikut perut Kyuhyun membuat Kyuhyun menghentikan tawanya seketika lalu Sungmin bangkit dari pangkuan Kyuhyun.
" Hyung menyebalkan! " Sungmin masuk kedalam kamar sambil menghentakan kakinya lalu menyelimuti seluruh tubuhnya. Kyuhyun menyusul Sungmin dan tersenyum saat dilihatnya Sungmin merajuk, ia merindukan Sungmin bersikap seperti ini padanya. Dengan perlahan Kyuhyun menghampiri Sungmin, memeluk tubuhnya yang masih diselimuti oleh selimut.
" Sayang, sudahlah jangan merajuk lagi, aku merindukanmu, aku hanya ingin mengajakmu bercanda, ayo jangan merajuk lagi, maafkan aku " Kyuhyun menggoyangkan tubuh Sungmin membuat Sungmin berdecak sebal lalu membuka selimutnya dan menatap Kyuhyun tajam.
CUP
" Sudah jangan marah lagi " Kyuhyun mengecup bibir Sungmin singkat membuat Sungmin luluh lalu memeluk leher Kyuhyun dan membenamkan wajahnya dileher Kyuhyun.
" Aku merindukanmu Hyung " Kyuhyun balas memeluk Sungmin sambil mengecup kepala Sungmin berkali-kali.
" Aku lebih merindukanmu sayang " Keduanya terlarut dalam pelukan hangat, saling menikmati kebersamaan yang sempat menghilang seminggu belakangan ini. Hanya dengan itu saja sudah membuat rasa rindu mereka berdua dapat tersalurkan, tak butuh yang lain asalkan bisa menikmati waktu berdua tanpa gangguan orang lain saja sudah cukup bagi mereka.
.
.
.
Tak terasa hubungan mereka terjalin sudah hampir satu tahun, banyak hal terjadi diantara mereka. Tak jarang mereka adu cek cok namun justru itu yang mempererat hubungan mereka, tak ada yang berkembang diantara mereka. Keintiman keduanya pun hanya sebatas ciuman atau pelukan saja, meskipun sering kali Kyuhyun meminta lebih namun Sungmin mencoba menahan hasrat Kyuhyun yang menggebu, seperti sekarang ini Kyuhyun yang merajuk ingin melakukan hubungan yang lebih intim, tentu saja Sungmin menolaknya.
" Ayolah Min, masa hubungan kita seperti ini terus tak ada perkembangan, aku namja dewasa yang membutuhkan hal semacam itu " Sungmin memutar bola matanya bosan, alasan Kyuhyun tak pernah berubah selalu seperti itu. Bukan Sungmin tak mau, bahkan mereka sudah sering hampir melewati batas jika saja Sungmin tidak menghentikannya.
" Kenapa kau selalu menolakku sih? Aku tahu kau masih berusia 17 tahun, tapi apa aku harus menunggu sampai kau berusia 20 tahun? Itu sangat lama " Kyuhyun masih saja merengek mencari-cari alasan agar Sungmin mau menuruti keinginannya, Sungmin menghentikan kegiatan menulisnya.
" Semakin lama kenapa yang kau pikirkan hanya hubungan sex? Tak adakah pembahasan lain selain itu Hyung? Kau jauh lebih tertarik membahas soal sex ketimbang pekerjaanku sebagai penulis, jika aku bercerita tentang pekerjaanku kau hanya menanggapi seadanya, sejak kapan kau berubah menjadi semesum ini huh? " Sungmin melipat kedua tangannya didada, berdiri dihadapan Kyuhyun mencoba menghakimi.
" Ini karena aku sering mempergoki Hyukkie Noona dan Donghae Hyung bermesum ria saat jam istirahat kantor, akupun ingin merasakan seperti mereka " Ucap Kyuhyun jujur, Sungmin menghela nafas sejenak kemudian duduk disamping Kyuhyun.
" Mereka berdua sudah sama-sama dewasa, secara pribadi sudah merasa siap untuk melakukannya, sedangkan aku merasa aku belum siap untuk melakukan itu ditambah ini hubungan sesama namja, dan aku berperan sebaga pihak yeoja disini. Hyung mungkin tak akan merasakan perbedaan yang besar karena Hyung tetap berperan sebagai namja, sedangkan aku? Mengertilah posisiku yang tak mudah ini Hyung, bukan aku tak mau dan tak mencintaimu namun tunggulah saat dimana aku sudah merasa siap untuk melakukannya " Keduanya saling memandang, Kyuhyun seakan tersadar jika selama ini ia selalu berlaku egosi tak memikirkan posisi Sungmin. Kyuhyun menarik Sungmin kedalam pelukannya.
" Mianhae karena aku sudah bertindak egois, seharusnya aku lebih memahami dirimu sayang " Sungmin tersenyum dalam pelukan Kyuhyun.
" Tak apa, yang penting sekarang Hyung mengerti alasanku menolaknya, bersabarlah sampai aku siap, ne ? " Sungmin mendongak menatap Kyuhyun, bukannya menjawab Kyuhyun lebih memilih mendaratkan bibirnya di atas bibir ranum milik Sungmin, mengecup lembut sebelum melumatnya penuh perasaan. Tak apa jika sekarang hanya sebatas berciuman atau berpelukan asal Sungmin tetap disampingnya itu sudah sangat cukup bagi Kyuhyun. Tak lama merekapun melepaskan tautan bibir keduanya.
" Hyung, weekend besok kita berkencan, bagaimana? Kita sudah lama tak berkencan " Kyuhyun tampak berpikir sejenak kemudian tak lama ia mengangguk tanda setuju.
" Baiklah, kali ini kau yang menentukan tempat kita berkencan sayang, aku akan mengikuti apapun yang kau mau " Kyuhyun menggigit gemas bibir Sungmin membuat Sungmin terpekik karena terkejut, dengan kesal Sungmin memukul dada Kyuhyun.
" Menyebalkan " Sungmin mengusap bibirnya yang sedikit perih karena gigitan Kyuhyun.
" Habis aku gemas, hehe jadi kau ingin kita berkencan dimana? " Sungmin tampak berpikir sejenak.
" Ah aku hanya ingin menonton bioskop lalu makan malam romantis di restauran, bagaimana? " Kyuhyun mengangguk setuju.
" Apapun untukmu sayang " Sungmin berteriak kegirangan sambil memeluk Kyuhyun erat.
" Kyaaaaa kau yang terbaik Hyung, aku mencintaimuuuuuu "
" Aku lebih mencintaimu sayang "
.
.
.
Kencan mereka pun dimulai, setelah memebli tiket keduanya pun membeli beberapa cemilan dan minuman sebelum memasuki gedung bioskop. Keduanya asik bergandengan tangan, menikmati kencan yang jarang dilakukan karena kesibukan mereka masing-masing. Biasanya mereka lebih memilih menghabiskan waktu luang berduaan dirumah dari pada pergi keluar untuk berkencan namun ada juga masa-masa dimana mereka bosan dan ingin pergi berkencan seperti sekarang yang mereka lakukan.
" Hyung, apa kau tak apa menonton film genre romantis? Bukankah Hyung tak suka? " Sungmin menyenderkan kepanya dibahu Kyuhyung dengan tangan kanan yang digenggam erat oleh tangan kiri, kini keduanya sudah berada didalam bioskop karena sebentar lagi film diputar.
" Aku kan sudah mengatakannya jika hari ini semua kau yang menentukan jadi tak masalah untukku " Sungmin tersenyum senang kemudian mengecup pipi kyuhyun.
" Gomawo " Merekapun menikmati film, sebenarnya hanya Sungmin yang menikmati karena Kyuhyun lebih senang memandang raut wajah Sungmin yang manis dan cantik disaat yang bersamaan.
" Aku mencintaimu sayang " Sesekali Kyuhyun membisikan kata cinta ditelinga Sungmin membuat senyum Sungmin mengembang.
" Aku juga sayang " Balas Sungmin lalu kembali mengalihkan tatapannya kelayar lebar dihadapannya.
Setelah sekitar tiga jam lebih mereka menonton kini keduanya keluar dan bergegas menuju restaurant untuk makan malam.
" Oh, bukankah itu Kyuhyun sajangnim, siapa namja disampingnya itu? " Tanya salah seorang yeoja paa teman yeojanya yang lain.
" Oh, iya itu Kyuhyun Sajangnim, kenapa mereka berpegangan tangan seperti itu? Ah bukankah itu Sungmin Shii yang sering kekantor itu? " jawab teman yeoja itu.
" Jangan-jangan mereka ... " Keduanya saling berpandangan.
.
.
.
" Wah Hyung, steak disini enak sekali, pasti dagingnya kualitas terbaik " Sungmin mengunyah daging steak dengan nikmat, Kyuhyun tersenyum melihat Sungmin makan dengan lahap.
" Tentu saja restaurant disini selalu menyajikan daging kualitas terbaik, dan aigoo makanmu berantakan sekali sih " Kyuhyun mengapus sisa saus disudut bibir Sungmin dan itu sukses membuat Sungmin tersipu malu.
" Hyung jangan begini nanti diperhatikan banyak orang " Sungmin menunduk malu sambil sesekali melihat kesana kemari.
" Tak apa, lupakan orang disekitar kita malam ini, yang terpenting kita menikmati waktu berdua, arrachi? " Sungmin mengangguk, Kyuhyun menyodorkan potongan daging kedepan mulut Sungmin dan dengan segera Sungmin melahapnya dengan semangat. Sungmin pun tak ingin kalah, ia menyodorkan potongan daging kemulut Kyuhyun dan merekapun menghabiskan makan malam penuh dengan canda tawa dan kebahagiaan, saling menikmati waktu mereka bersama tanpa perduli bagaimana pandangan orang lain terhadap mereka.
.
.
.
Kyuhyun berjalan sepanjang koridor menuju ruangannya, terdengar bisik-bisik dari beberapa karyawan saat ia melintas. Sebenarnya kyuhyun cukup terganggu namun sebisa mungkin ia tidak menghiraukan itu, Kyuhyun bergegas memasuki ruangannya dan disambut dengan tatapan mengintimidasi dari Donghae, didalam ruangannya pun sudah ada Hyukkie dan Qian yang sepertinya sejak tadi menunggu kehadirannya.
" Ada apa dengan kalian? " Kyuhyun menaruh tasnya diatas meja kemudian ikut bergabung dengan Donghae, Hyukkie dan Qian yang duduk disofa. Donghae melempar sebuah map kearah Kyuhyun.
" Jung Crop membatalkan kerja sama dengan kita untuk proyek di Jeju! Kau tau berapa kerugian yang harus ditanggung perusahaan? " Ucap Donghae dengan nada marah.
" Apa alasan mereka membatalkan perjanjian ini secara sepihak? " Donghae berdecih dan siap ingin memarahi Kyuhyun namun Hyukkie menahannya.
" Apa saja yang kau lakukan dengan Sungmin semalam Kyu? " Kyuhyun mengerutkan keningnya masih belum mengerti keadaan.
" Huh? Maksud noona? Kenapa jadi membawa Sungmin dalam pembicaraan ini? Ini pekerjaan kita tak ada hubungannya dengan Sungmin "
" TENTU SAJA ADA BODOH! KALAU SAJA KALIAN SEMALAM TIDAK BERMESRAAN DIDEPAN UMUM, DIRESTAURANT DAN BIOSKOP TENTU HUBUNGAN KALIAN TIDAK AKAN DIKETAHUI OLEH SELURUH PEGAWAI DISINI DAN JUNG SAJANGNIM! " Donghae sudah tak dapat membendung lagi amarahnya, Hyukkie mengusap punggung Donghae mencoba menenangkan. Qian menghampiri Kyuhyun dan duduk disebelahnya.
" Kyu, ketika semalam kau berada di bioskop bersama Sungmin, ada dua pegawai berada ditempat yang sama dan karena mereka berita hubunganmu dengan Sungmin tersebar pagi ini, dan juga saat kau berada direstaurant kebetulan Jung Sajangnim dan keluarganya ada disana dan ketika ia ingin menghampirimu namun ia terkejut saat melihat kau bermesraan dengan seorang namja. Dan setelahnya kau tau apa yang terjadi " Penjelasan Qian membuat Kyuhyun mengusap wajahnya kasar, ia bingung harus berbuat apa, sekarang perusahaannya terancam.
" Sudah berapa kali aku katakan seharusnya kau akhiri saja hubungan kalian! Jika sudah begini kalian tak dapat berbuat apapun, ini perusahaan peninggalan kedua orang tuamu, jangan karena Sungmin, kau sampai kehilangan kenangan mereka, jerih payah mereka selama ini untuk memajukan perusahaan " Kyuhyun terdiam, ia tak tahu apa yang harus dilakukan.
" Sudah jangan saling menyalahkan, lebih baik kita pikirkan jalan keluar dari masalah ini " Ucap Qian bijak dan disetujui oleh Hyukkie dengan anggukan. Mereka pun mulai membahas apa yang akan dilakukan. Tanpa disadari keduanya, Sungmin sejak tadi menguping pembicaraan mereka, Sungmin membekap mulutnya menahan isak tangisnya, ia menggenggam erat map yang rencananya akan diberikan kepada Kyuhyun karena tertinggal dirumah namun saat ingin memasuki ruangan Kyuhyun yang didengarnya justru membuatnya terkejut setengah mati.
" Ini salahku hiks, apa yang harus aku lakukan Hyung hiks " Dengan langkah gontai Sungmin meninggalkan kantor Kyuhyun, tak dipedulikannya tatapan pegawai disana dan juga cibiran terhadapnya. Ia butuh sendiri untuk memikirkan semua masalah ini.
TBC
Huwaaaa selesai jugaaaa, udah panjang kan? Tadinya masih mau lanjut tapi udh kepanjangan jadi dipotong disitu, mungkin 2 chap lagi selesai, maaf untuk waktu yang lama bwt updatenya karena seminggu kemaren aku sibuk ngurusin banyak hal, maaf juga gak bisa nyebutin satu-satu yg udah review tapi aku baca semua kok, susah banget dapet waktu senggang, ini aku ngetik baru tengah malam mumpung hari ini libur. Dan kemaren 8 Maret aku ulang tahun ke 24, ucapin selamet dooong ( Ngarep yaah hehe ) Oia chap depan udah mulai konflik panasnya yaah, bersabar untuk chap depan karena aku harus curi waktu bwt ngetik lagi, sekali lagi terima kasih buat yang review.. aku sayang kalian : ) jangan lupa reviewnya yaaaah ^^
