Main Cast : Lee Sungmin
Cho Kyuhyun
Author : Cho Ocean
Rate : T
Genre : Romance,Hurt
Disclaimer : Semua Cast milik Tuhan dan Orang cerita ini MURNI milik author .
Warning : YAOI PERDANA, dan aku selalu buat genre HURT jadi yang gak suka silakan di CLOSE aja..Gomawo.
Kyuhyun 25 tahun ( N )
Sungmin 16 tahun ( N )
.
.
Happy reading...Enjoy it...Syalalalalalaa,,,
.
.
.
Why it's so Hard to Love Me and so Hurt to Love You?
Author POV
CKLEK
" Min"
Kyuhyun melangkah menuju dapur untuk menemui Sungmin, namun Kyuhyun mengerutkan keningnya karena tak menemukan Sungmin didapur. Biasanya Sungmin sedang menyiapkan makan malam untuk mereka berdua ketika ia pulang dari kantor. Karena tak menemukan Sungmin didapur, Kyuhyun pun melangkah menuju kamarnya, senyum terukir dibibir Kyuhyun ketika melihat Sungmin sedang fokus pada layar laptopnya. Kyuhyun berjalan mendekati Sungmin lalu memeluk leher Sungmin dari belakang.
" Oh, kau sudah pulang hyung? Mengejutkanku saja " Kyuhyun tersenyum kemudian memutar tubuh Sungmin agar berhadapan dengannya.
" Apa kau ingin menggodaku eoh? " Sungmin mengerutkan keningnya tak mengerti ucapan Kyuhyun.
" Huh? Maksud Hyung? " Kyuhyun mengelus pipi Sungmin kemudian mengecup bibir Sungmin.
" Apa yang kau kenakan ini? Kemeja kebesaran yang hanya bisa menutupi butt sexy mu lalu kau hanya mengenakan celana dalam? Maksudmu apa hmm? " Sungmin tersadar dengan apa yang dikenakannya, ia dengan cepat bangkit mengambil selimut untuk menutupi tubuh bagian bawahnya namun dengan cepat pula Kyuhyun menahannya dan menjatuhkan Sungmin kedalam pangkuannya.
" Hyuuuung " rengek Sungmin, namun Kyuhyun tak menghiraukannya, Kyuhyun justru memeluk Sungmin erat dan menenggelamkan wajahnya dipotongan leher Sungmin. Menghirup dalam-dalam aroma tubuh namja yang dicintainya ini.
" Biarkan begini sebentar, kumohon " pinta Kyuhyun dengan lirih.
" Ada apa denganmu Hyung? Apa ada masalah dikantor hmm? " Sungmin mengusap lembut rambut Kyuhyun dengan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya menepuk-nepuk pungggung Kyuhyun.
" Tak ada masalah apapun, aku hanya lelah dan membutuhkan dirimu agar rasa lelahku hilang sayang " Sungmin tersenyum kecut, Kyuhyun menutupi semuanya. Sungmin mengerti jika Kyuhyun tidak ingin ia ikut terbebani dengan masalah ini, namun bagi Sungmin semua masalah yang terjadi pada Kyuhyun itu semua berawal darinya. Andai saja ia tak pernah mencintai namja dihadapannya ini dan andai saja Kyuhyun tak menolongnya waktu itu, mungkin masalah ini tak akan pernah terjadi dalam hidup Kyuhyun. Sungmin tau jika perusahaan itu adalah milik keluarga Kyuhyun dan itu satu-satunya peninggalan dari orang tuanya, maka dari itu Sungmin sangat merasa bersalah dan merutuki semuanya karena baginya ini semua kesalahannya.
" Hyung " Ucap Sungmin tiba-tiba setelah keheningan sempat melanda keduanya.
" Hmm? " Guman Kyuhyun tanpa melepaskan pelukannya pada Sungmin.
" Aku sudah siap " Kyuhyun mengerutkan keningnya tak mengerti ucapan Sungmin.
" Siap apa?"
" Siap.. hmm untuk bercinta denganmu " Ucapan Sungmin sontak membuat Kyuhyun melepaskan tautan tubuh mereka dan menatap Sungmin tak percaya.
" Jangan bercanda sayang, sungguh aku tak ingin memaksamu untuk melakukannya, kita tak perlu melakukan itu, asal kau tetap disampingku maka aku akan menahannya " Sungmin tersenyum lembut pada Kyuhyun sambil mengusap pipi Kyuhyun. Terselip rasa bahagia juga bangga memiliki kekasih yang penuh pengertian seperti Kyuhyun.
" Gwencana, aku memang sudah siap dan ingin melakukannya sayang. Bukankah Hyung selalu menungguku untuk siap? Aku pikir inilah saat yang tepat " Setelahnya Sungmin mendaratkan bibirnya di atas bibir Kyuhyun mengecup sesaat sebelum melumatnya dengan lembut, Kyuhyun sempat terpaku mendapatkan perlakuan seperti itu. Sejenak Sungmin melepaskan panggutan bibirnya dengan bibir Kyuhyun.
" Kenapa hanya diam saja? Hyung tak mau? Yasudah tak jadi saja " Sungmin sudah ingin bangkit dari pangkuan Kyuhyun namun dengan sigap Kyuhyun menahannya.
" Aku tidak pernah mengatakan jika aku tak mau, hanya saja aku terlalu terkejut, tetapi jika kau juga menginginkannya jangan salahkan aku jika aku tak akan berhenti nantinya " Sungmin membulatkan kedua matanya.
" Ishhhh hyung, sudah lakukan saja, tapi jika aku lelah Hyung harus berhenti jika tidak jangan harap aku akan memberikannya lagi pada Hyung " Sungmin mempoutkan bibirnya.
" Aku tak berjanji sayang " Setelah itu tak ada lagi percakapan diantara keduanya, Kyuhyun sudah membungkam bibir Sungmin dengan ganasnya, bahkan Sungmin mencoba menyeimbangi panggutan bibir Kyuhyun. Tangan Sungmin sudah melingkar erat dileher Kyuhyun saat Kyuhyun menggendongnya menuju ranjang mereka tanpa melepaskan tautan bibir keduanya, Kyuhyun mengempaskan tubuh keduanya diatas ranjang untuk memulai aktifitas ranjang mereka.
SKIP
Nafas keduanya terengah-engah ketika menyelesaikan sesi panas selama lima jam nonstop bahkan Sungmin sudah merasa kehabisan nafas dan tenaga, Sungmin melirik Kyuhyun kesal .
BUK
" Menyebalkan " Sungmin memukul bahu Kyuhyun karena kesal Kyuhyun tak mau berhenti meskipun ia memohon, Kyuhyun terkekeh lalu mengecup kilat bibir Sungmin.
" Sudah aku katakan jika aku tak bisa berhenti, sebenarnya aku masih sanggup jika kau mau melanjutkannya lagi sayang " Kyuhyun mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda Sungmin namun dengan segera Sungmin melempar wajah Kyuhyun dengan bantal.
" Dasar mesum! " Sungmin memunggungi Kyuhyun sambil menarik selimut menutupi tubuh polosnya yang penuh dengan bercak kemerahan.
" Sayang jaljayeo " Kyuhyun memeluk Sungmin dari belakang sebelum memberikan kecupan di kepala Sungmin, setelahnya keduanya pun mulai terlelap.
.
.
.
" Eughh " Kyuhyun melenguh dari tidurnya, tak lama kedua matanya pun mengerjap. Kyuhyun mendudukan dirinya kemudian menyender dikepala ranjang.
" Cepat sekali ia terbangun" guman Kyuhyun saat tak mendapati Sungmin disampingnya namun seketika seulas senyum mengembang dibibir Kyuhyun kala mengingat kejadian tadi malam. Kyuhyun tak pernah membayangkan bercinta dengan Sungmin yang jelas namja lebih membuatnya merasa tak ingin berhenti meskipun lelah.
Kyuhyun memutuskan untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket, lalu kemudian menemui Sungmin yang sudah pasti sedang berkutat didapur untuk sarapan paginya. Ketika memasuki kamar mandi senyum semakin mengembang dibibir Kyuhyun saat dilihatnya kemeja dan celana untuknya bekerja sudah menggantung di tempat pakaian yang ada didalam kamar mandi.
" Hah berasa seperti memiliki istri saja " Kyuhyun terkekeh dengan ucapannya sendiri, meskipun masalah perusahaan sedang pelik namun Sungmin berhasil membuatnya melupakan semua masalahnya itu.
Setelah menyelesaikan ritual mandinya selama 15 menit Kyuhyun pun akhirnya keluar dari kamar menuju dapur dengan pakaian yang rapi. Dimeja makan terdapat beberapa makanan untuk sarapan dan juga kotak bekal yang sepertinya juga telah Sungmin siapkan.
" Kemana Sungmin? " Tanyanya pada diri sendiri, Kyuhyun menelusuri rumahnya untuk mencari keberadaan Sungmin, tiap sudut rumahnya telah ia cari namun tak menemukan sosok yang dicintainya itu, Kyuhyun kembali kekamar untuk mengambil ponselnya dan menghubungi Sungmin namun ternyata nomor Sungmin tak aktif, perasaannya begitu kalut. Kyuhyun mengecek lemari pakaian dan benar saja, tak ada satu helai pakaian milik Sungmin yang tersisa. Kyuhyun mengedarkan pandangannya keseluruh kamarnya berharap menemukan petunjuk, dan dilihatnya laptop yang dulu Kyuhyun berikan kepada Sungmin dalam keadaan terbuka dan ditempelkan note kecil dilayarnya. Kyuhyun mencabut note yang tertempel itu kemudian membacanya.
Hyung, buka laptop ini.
Pass : ChoKyunnieSarang
Lalu cari folder " Nae Kyunnie" dan lihatlah ,,,
Dengan cepat Kyuhyun menyalakan laptop itu dan memasukan password sesuai yang ada di note lalu mencari folder yang Sungmin maksudkan, setelah menemukannya Kyuhyun membuka folder itu dan ternyata itu sebuat video. Kyuhyun duduk disofa kamarnya lalu memangku laptop milik Sungmin sambil menonton video itu. Pada awal video muncul tulisan " For Nae Kyunnie" setelahnya muncul foto-foto kebersamaan mereka setahun belakangan ini dengan lagu tell me good bye dari boy band big bang. Kyuhyun tersenyum melihat itu, setelahnya muncul wajah Sungmin yang tersenyum kearahnya.
" Kyunnie annyeong, aku boleh kan memanggilmu begitu? Sudah lama aku ingin memanggilmu kyunnie tapi baru sekarang aku lakukan.. "
" Bodoh harusnya kau lakukan itu dari awal " umpat Kyuhyun namun terkekeh setelahnya.
" Aku tak tahu harus memulai dari mana, hmm aku ingin mengucapkan banyak terima kasih karena kau mau membantuku selama ini, kau pun memberikan kebahagiaan, dan cinta untukku dan aku sangat bahagia bersamamu sayang. Tapi aku tahu jika ini akan sulit untuk kita, terutama untukmu. Aku ingin bertahan sungguh, tapi aku tak yakin jika aku terus mempertahankanmu apa kau benar-benar bisa bahagia. Kemarin ketika aku datang kekantormu, aku mendengar semuanya, mendengar masalah yang kini menimpamu dan perusahaanmu hiks jujur aku merasa sangat bersalah dan hiks aku tak ingin semua terjadi ... " Sungmin menghentikan ucapannya sejenak, tangisnya pecah, melihat itu membuat mata Kyuhyun ikut memanas, tak diperdulikannya lagi jam yang menunjukan pukul 9 yang artinya ia terlambat untuk masuk kantor dan tak diperdulikannya lagi pipinya yang basah karena air mata, yang ia rasakan kini hanya sakit, melihat orang yang dicintainya menangis seperti itu, ingin merengkuh Sungmin kedalam pelukannya namun ia sendiri tak tahu keberadaan Sungmin sekarang.
" Untuk itu aku memutuskan untuk pergi, aku tak ingin membuatmu semakin sulit, aku memikirkan banyak hal tentang ini, mencari jalan untuk semua masalah ini namun aku tak menemukan jawaban apapun selain perpisahan hiks aku tak ingin kau terjatuh dan terpuruk semakin dalam sehingga kupikir ini jalan yang terbaik dan aku tidak ada cara lain untuk melindungimu selain cara ini, kumohon mengetilah sayang... Aku tahu setelah ini kau akan marah, kau akan membenciku, aku akan menerimanya tapi berjanjilah untuk hidup lebih baik setelah ini, carilah wanita baik yang kelak akan memberikanmu keturunan yang baik, pertahankanlah perusahaan peninggalan kedua orang tuamu dengan sebaiknya, hiduplah dengan normal seperti sedia kala, hiks maaf karena telah menimbulkan masalah dalam hidupmu, aku bukan ingin melarikan diri, jika aku tetap bisa terus disampingmu tanpa menimbulkan masalah baru nantinya maka aku akan melakukan itu bahkan mengabdikan hidupku untukmu tapi aku tahu jika aku terus disampingmu maka masalah akan terus muncul. Jangan mencariku setelah ini, berjanjilah untuk hidup dengan bahagia setelah ini, maafkan aku dan aku mencintaimu sayang " Setelahnya video itu benar-benar berakhir, Kyuhyun tak dapat menahan tangisnya lagi.
" Hikss pabboya, bagaimana aku bisa bahagia, bagaimana aku bisa hidup jika kau pergi? Kau nafasku, kau hidupku cho Sungmin, kau bodoh, aku mencintaimu dengan sangat tapi kenapa kau tak mau bertahan untukku hiks kita bisa mencari jalan keluarnya bersama bodoh hikss kembalilah kumohon Cho Sungmiiiiiiiiiinn AAARRRRRGGGHHHHHH " Kyuhyun menangis sejadi-jadinya, nafasnya terasa tercabut begitu saja, bagaimana hidupnya setelah ini, Sungmin tak lagi disampingnya.
.
.
.
Sungmin memandang jalanan sambil terus menangis, kini ia sedang dalam perjalanan menuju Mokpo. Pagi tadi sebelum Kyuhyun terbangun ia sudah bersiap untuk berangkat, semua sudah ia rencanakan ketika pulang dari kantor Kyuhyun. Ini pilihan yang sulit namun itu lebih baik dari pada melihat Kyuhyun menderita lebih lama lagi, tak apa cintanya yang dikorbankan asal Kyuhyun dapat menjalani kehidupan normal seperti sedia kala sehingga tak ada orang yang mencemoohnya. Sejak awal Sungmin tak peduli jika ia yang dihina dicaci maki oleh orang lain, namun jika itu Kyuhyun tentu sebisa mungkin ia akan melindunginya.
" Hikss mianhae Kyunnie " Sungmin terus saja menangis, tak dipedulikannya pandangan orang dikereta saat melihatnya menangis.
" Ini yang sudah benar, ini yang terbaik " guman Sungmin dalam hati kemudian mengahapus air mata yang tak hentinya mengalir. Setelahnya ia akan memulai kehidupan yang baru, tanpa Kyuhyun disisinya.
.
.
.
" Kyuhyun-ah " Donghae berteriak mencari keberadaan Kyuhyun dirumahnya, mengtahui Kyuhyun tak datang kekantor ditambah ponselnya yang tak dapat dihubungi membuat Donghae kalang kabut mencari Kyuhyun. Pasalnya masalah dikantor tak dapat ditinggalkan begitu saja, Kyuhyun harus mempertahankan perusahaannya jika tak ingin jatuh bangkrut. Donghae berjalan menuju kamar Kyuhyun namun tak menemukan Kyuhyun disana dan Donghae pun melangkahkan kakinya menuju kamar disebelah kamar Kyuhyun.
CKLEK
Donghae mengintip sebentar, dan dilihatnya Kyuhyun tertidur memeluk sebuah laptop. Donghae menghampiri Kyuhyun dan duduk dihadapannya, dilihat bekas air mata yang mengering dipipi Kyuhyun membuat Donghae bertanya-tanya apa yang terjadi dengan Kyuhyun ditambah lagi sejak tadi tak menemukan Sungmin didalam rumah ini.
" Apa yang terjadi dengan mereka " Guman Donghae, kemudian ia mengguncang tubuh Kyuhyun untuk membangunkannya.
" Kyu, ireona " Kyuhyun menggeliat dalam tidurnya kemudian membuka kedua kelopak matanya.
" Donghae Hyung " lama menangis membuat suara Kyuhyun terdengar serak.
" wae? Apa terjadi sesuatu " pertanyaan Donghae kembali membuatnya mengingat Sungmin yang kini meninggalkannya, Kyuhyun kembali menangis. Donghae dengan sigap mendekati Kyuhyun lalu memeluknya, mencoba menenangkan dongsaeng kesayangannya itu.
" Uljima, aku tak tahu apa yang sedang terjadi tapi kau harus kuat, perusahaan sedang membutuhkanmu, menjadilah kuat untuk menghadapi semua masalah yang sedang terjadi. Jika kau terpuruk maka kau tak akan bisa menyelesaikannya " Donghae menepuk-nepuk punggung Kyuhyun.
" Dia pergi hyung hiks Sungmin pergi, ia tak ingin membuatku sulit karena masalah perusahaan hiks dia meninggalkanku hiks ak.. aku tak bisa tanpanya hiks " Donghae terdiam mendengar itu, Kyuhyun yang sekarang jauh lebih rapuh ketimbang dulu ketika mantan yeojachingunya meninggalkannya.
" Dia punya alasan yang kuat kan mengapa meninggalkanmu? " Kyuhyun mengangguk dalam pelukan Donghae.
" Dia ingin aku mempertahankan perusahaan dan ingin aku kembali hidup normal hiks, dia meninggalkanku hyung " Donghae melepaskan pelukannya pada Kyuhyun dan memegang kedua bahu Kyuhyun erat.
" Aku memang menentangmu dengannya, tapi jika sampai Sungmin meninggalkanmu aku percaya baginya ini yang terbaik. Dia mencintaimu maka dari itu dia meninggalkanmu, dia mengorbankan hatinya hanya untukmu, jika kau hanya diam dan menangis tanpa melakukan apapun maka pengorbanan Sungmin akan sia-sia. Tunjukanlah jika kau mampu membuat perusahaanmu kembali berdiri dari keterpurukan setelah itu cari dia dan bawa dia kembali bersamamu, ketika saat itu tiba aku berjanji untuk mendukung hubungan kalian, akan melindungi hubungan kalian, tapi saat ini kumohon bertahanlah, perusahaan membutuhkanmu " Kyuhyun terdiam memikirkan ucapan Donghae yang ada benarnya, jika ia terus menangis tanpa melakukan apapun tentu tak ada yang berubah. Kyuhyun menghapus air matanya dan menatap Donghae.
" Hyung benar, aku harus bangkit, perusahaan membutuhkanku dan aku berjanji akan menemukan Sungmin " Donghae menepuk bahu Kyuhyun.
" Itu baru Cho Kyuhyun " Keduanya saling melempar senyum.
" Cha, bersiaplah kita harus menghadapi masalah dikantor " Kyuhyun mengangguk kemudian mengganti pakaiannya dengan yang baru. Setelah selesai Kyuhyun melangkah menuju dapur dan memakan sarapan buatan Sungmin yang sudah dingin dengan lahap sampai habis tak bersisa kemudian mengambil bekal buatan Sungmin lalu kembali menghampiri Donghae untuk segera pergi ke kantor.
" Ayo hyung, aku sudah siap membuat perusahaanku kembali bangkit " Donghae merangkul Kyuhyun dan berjalan menuju perusahaannya.
.
.
.
5 Bulan Kemudian
TOK TOK TOK
" Masuk " Kyuhyun tak mengalihkan pandangannya pada layar laptop hanya untuk sekedar melihat siapa yang masuk kdalam ruangangannya.
" Kyu, ini sudah waktunya makan siang, istirahatlah sebentar " Donghae mendudukan dirinya dihadapan Kyuhyun.
" Hyung makan saja duluan, pekerjaanku masih banyak" Donghae menghela nafasnya sejenak.
" Jika kau begini terus, tubuhmu semakin mengurus, lihat pipimu yang semakin tirus, aku memang ingin kau bangkit dari keterpurukan dan kau berhasil membuat perusahaanmu sedikit demi sedikit bangkit namun tidak dengan cara seperti ini, kesehatanmu juga penting " Kyuhyun menghentikan kegiatannya sejenak.
" Tapi aku belum lapar Hyung " Donghae berdecak sebal.
TOK TOK TOK
" Kalian lama sekali " Sebelum dipersilahkan masuk, Hyukkie sudah masuk kedalam ruangan Kyuhyun terlebih dahulu.
" Kyuhyun lagi-lagi menolak untuk makan siang " Kyuhyun tak menghiraukan aduan Donghae pada Hyukkie mengenai dirinya.
" Yasudah kita pesan saja makanannya dan makan bersama disini " Donghae pun memesan makanan, itu pilihan yang lebih baik dari pada Kyuhyun tidak makan sama sekali. Selama lima bulan ini Donghae, Hyukkie dan Qian bergantian mengontrol keadaan Kyuhyun. Sampai saat ini mereka belum menemui dimana keberadaan Sungmin, maka dari itu Kyuhyun terus berjuang untuk perusahaanya agar bisa segera menemukan keberadaan Sungmin.
" Noona, apa masih belum ada kabar tentang Sungmin? " Hyukkie menggelengkan kepalanya.
" Aku sudah menemui perusahaan penerbit buku namun mereka tak mengetahui keberadaan Sungmin, entah benar tak tahu atau sengaja menutupinya " Kyuhyun mengusap wajahnya kasar.
" Aku merindukannya " Kyuhyun membuka laci yang berisi semua novel buatan Sungmin, ia tahu selama ini Sungmin masih menulis bahkan karya-karyanya berada ditangannya, tak ada satu karyapun yang tak Kyuhyun beli.
" Bersabarlah Kyu, jika Tuhan menghendaki pasti kau akan bertemu lagi dengannya, percayalah padaku " Kyuhyun tak menjawab, memilih kembali berkutat dengan pekerjaaanya membuat Donghae dan Hyukkie menggelengkan kepala.
.
.
.
" Uhhh, baby jangan bergerak terus " Sungmin mengelus perutnya yang membuncit. Kini ia tengah hamil 5 bulan, perutnya yang membesar dan bayi yang ada dikandungannya yang aktif membuatnya sering meringis kesakitan.
FLASHBACK
Sudah beberapa minggu ini Sungmin merasakan mual-mual dipagi hari, ia pikir jika ia salah makan namun karena tak tahan dengan rasa mual itu ditambah tubuhnya yang semakin melemah membuat Sungmin memutuskan untuk memeriksakan dirinya ke dokter.
" Tuan Lee " Seorang suster memanggil namanya karena kini giliran Sungmin untuk diperiksa.
" Silahkan masuk " Sungmin pun masuk kedalam ruangan serba putih itu lalu menghampiri Dokter bername tag "Park Yoochun" .
" Tuan Lee, ada yang bisa saya bantu? Apa keluhan anda " tanya Dr. Park ketika Sungmin sudah duduk dihadapannya.
" Begini dok, saya mersakan mual dipagi hari beberapa minggu belakangan ini dan kepala saya juga sering pusing " Dr. Park menganggukan kepalanya mengerti.
" Apa anda makan sesuatu yang membuat anda mual? " Sungmin menggelengkan kepalanya.
" tidak Dok, saya makan seperti bisa saja " Dr. Park menganggukan kepalanya lagi.
" Baiklah, biar saya periksa dulu " Sungmin pun diperkiksa, entah perasaannya saja atau memang Dr. Park memeriksanya berulang-ulang kali bahkan ada seorang dokter yang tiba-tiba masuk kedalam dan ikut memeriksanya. Setelah selesai Sungmin pun kembali duduk dan menunggu hasil pemeriksaannya, tak lama Dr. Park dan seorang dokter yang tadi memeriksanya menghampiri Sungmin.
" Hmm begini Tn Lee, awalnya saya sedikit ragu dengan pemeriksaan yang saya lakukan sehingga saya meminta Dr. Kim Junsu membantu dalam pemeriksaan anda, dan hasilnya anda postif hamil 3 minggu " Sungmin membulatkan kedua matanya mendengar penuturan Dr. Park
" Ba.. bagaimana bisa dok? Saya seorang namja, dan itu tidak mungkin " Sungmin menggelengkan kepalanya tak percaya, Dr. Park melirik kearah Dr. Kim memberi isyarat untuk menjelaskan kepada Sungmin.
" Memang ini sulit dipercaya Tn Lee namun kemungkinan tetap saja aja meskipun kasus seperti ini langka, karena anda seorang namja dan umur anda yang masih sangat muda kami harap anda dapat menjaga janin yang ada didalam kandungan anda dengan baik dan rutin melakukan pemeriksaan guna melihat perkembangan janin anda. Saya juga menyarankan agar anda mengkonsumsi makanan yang sehat agar janin anda dapat tumbuh sehat mengingat tidak sempurnanya rahim anda karena bagaimanapun anda seorang namja " jelas Dr Kim, Sungmin tak mampu berkata-kata, ia tak percaya kini didalam perutnya ada kehidupan baru dan itu hasil buah cintanya dengan Kyuhyun. Entah harus merasa senang atau sedih, Sungmin bingung bagaimana harus menjalani hidupnya setelah ini
FLASHBACK END
Sejak dinyatakan hamil, Sungmin benar-benar menjaga kondisi tubuhnya dengan mengkonsumsi makanan bergizi, ia juga rutin memeriksakan kandungannya ke dokter. Beruntung pekerjaannya sebagai penulis tidak membuang banyak tenaga sehingga ia tetap bisa beristiahat cukup namun bisa menghasilkan uang.
Sungmin memandang layar laptop dihadapannya, terdapat foto Kyuhyun, setiap hari ia melihat pemberitaan mengenai perusahaan kyuhyun yang kembali maju. Sungmin tentu senang mendapati kabar itu, itu artinya Kyuhyun bisa hidup tanpa dirinya meskipun Sungmin tak benar-benar menegtahui apa yang terjadi pada hidup Kyuhyun selama ia pergi.
" Baby, cepatlah keluar, Mommy bosan hidup sendirian, jika baby sudah keluar Mommy akan mengajak untuk melihat Daddy meskipun kita tidak menemuinya secara langsung " Sungmin kembali mengelus perutnya yang membesar sambil mengembangkan senyumannya.
.
.
.
4 Tahun Kemudian
" Mommy pokoknya Hyunnie tak akan makan jika tak menemui Daddy sekarang! " Sejak pagi tadi Minhyun terus saja merajuk ingin menemui Kyuhyun, sebenarnya sejak Minhyun putrinya dan Kyuhyun lahir, Sungmin rutin membawa Minhyun menemui Kyuhyun satu bulan sekali untuk melihat Kyuhyun meskipun dari kejauhan. Tapi semakin besar Minhyun tak merasa cukup hanya menemui Kyuhyun satu bulan sekali ditambah ia tak bisa menyentuh Daddy nya. Sebenarnya Minhyun sering menanyakan kenapa ia tak boleh menemui Daddy nya, Sungmin selalu beralasan " Bos Daddy tak suka melihat Daddy diganggu saat bekerja, kalau kita menemui Daddy nanti bisa-bisa Daddy dipecat dan Minhyun tak bisa makan dan membeli pakaian " Selalu itu alasan yang Sungmin lontarkan, dan Minhyun sudah bosan mendengar alasan yang sama, bahkan hanya untuk sekedar menelpon pun ia tak bisa.
" Baby, jangan memulai lagi " Sungmin mulai jengah melihat tingkah Minhyun sejak pagi tadi.
" Kenapa Hyunnie tak bisa seperti teman-teman yang lain Mom? Hyunnie juga ingin dipeluk daddy " Mata Minhyun berkaca-kaca membuat Sungmin teriris, dengan lembut Sungmin membawa Minhyun kedalam dekapannya. Sungmin tak dapat mengatakan apapun karena ia tak memiliki alasan apapun lagi saat ini.
Drrrttt Drrrttt Drrrttt
Sungmin melepaskan pelukannya pada Minhyun dan menyambar ponsel yang ada dimeja, dilihatnya telepon dari Yuk Jin, dengan segera Sungmin mengangkatnya.
" Yeoboseo "
" ... "
" Ah baiklah, ne " Sungmin menutup telponnya dan mengalihkan pandangannya kearah Minhyun.
" Masih mau bertemu Daddy? " Tanya Sungmin yang dibalas Minhyun dengan anggukan semangat.
" Cha, kita siap-siap "
" Jinjja Mom? " Sungmin menganggukan kepalanya sambil tersenyum.
" yeaaayy Hyunnie bertemu daddy " Minhyun meloncat-loncat diatas sofa, ia senang akhirnya bisa bertemu daddynya lagi.
.
.
.
" Baby ingat, kita hanya bisa melihat daddy dari sini dan Hyunnie jangan berteriak atau melakukan apapun yang membuat daddy melihat kita, arrasho? " Minhyun mengangguk menuruti nasehat Sungmin. Kini keduanya sedang berada ditaman perusahaan Kyuhyun yang berhadapan langsung dengan Lobby perusahaan Kyuhyun. Mereka bersembunyi dibalik tanaman-tanaman sehingga tak ada yang bisa melihat keberadaan mereka.
" Ah itu daddy " pekik Minhyun ketika melihat Kyuhyun berdiri dilobby. Sungmin sibuk menerima telpon dari Yuk Jin sehingga tak begitu memperhatikan pekikan Minhyun. Minhyun terus menatap Kyuhyun penuh rasa rindu, dilihatnya Sungmin yang sedang membelakanginya dan sibuk menerima telepon sehingga hal itu dimanfaatkan oleh Minhyun untuk menghampiri Kyuhyun. Sesekali Minhyun menoleh kebelakang takut-takut Sungmin menyadari jika ia tak berada didekatnya. Namun sepertinya keberuntungan sedang dipihak Minhyun karena Sungmin masih fokus bicara dengan Yuk Jin di line telepon. Minhyun kini berdiri tepat dihadapan Kyuhyun yang sedang mengobrol dengan Donghae dan Hyukkie. Minhyun menarik jas Kyuhyun agar Kyuhyun menoleh kearahnya.
SRET
" Daddy " Panggil Minhyun, Kyuhyun menoleh kearah Minhyun begitu juga dengan Donghae dan Hyukkie.
" Huh? " Kyuhyun menatap Minhyun bingung, dilihatnya mata Minhyun yang berkaca-kaca membuat Kyuhyun tak tega melihatnya, Kyuhyun berjongkok mensejajarkan tingginya dengan tinggi Minhyun.
" Ada apa hmm anak manis? " Kyuhyun mengelus lembut rambut Minhyun membuat hati Minhyun bergetar dan langsung menerjang Kyuhyun dan memeluk leher Kyuhyun erat.
" Daddy hiks Hyunnie merindukan daddy hiks " Kyuhyun menepuk-nepuk punggung Minhyun, dipikirannya ia mengira anak yang ada didalam pelukannya ini sedang merindukan ayahnya.
" memang daddy mu dimana anak manis? " Hyukkie ikut berjongkok dan menghapus air mata Minhyun.
" Ini daddy hyunnie " Minhyun menunjuk kearah Kyuhyun membuat Kyuhyun, Donghae dan Hyukkie membulatkan mata mereka.
" Apa yang anak ini katakan " Donghae menatap Minhyun tak percaya.
" Anak manis, mengapa kau mengira aku ini daddymu? Aku belum pernah menikah jadi tak mungkin aku memiliki anak " ucapan Kyuhyun membuat Minhyun kembali berkaca-kaca.
" Kenapa daddy tak mau mengakui Hyunnie hiks? Mommy bilang daddy adalah Appa Hyunnie, dari kecil mommy hanya memperbolehkan hyunnie melihat daddy dari jauh. Setelah Hyunnie bisa menemui daddy secara langsung kenapa daddy tak mau mengakui hyunnie hiks? Apa karena ini mommy hanya memperbolehkan Hyunnie melihat daddy dari jauh hik? Salah Hyunnie apa sehingga daddy tak mau mengakui Hyunnie? " Tangis Minhyun, Hyukkie membawa Minhyun kedalam pelukannya.
" Sstttt uljima, lalu dimana Mommymu? " Tanya Hyukkie.
" Hyunniee, Minhyuuuuuun " keempatnya sontak menatap kearas sumber suara, ditaman depan lobby seorang namja manis sedang kebingungan mencari anaknya.
" Mommy " lirih Minhyun. Kyuhyun membulatkan matanya ketika melihat dengan jelas wajah Sungmin. Wajah namja yang dicintai dan dirindukannya. Tubuh Kyuhyun bergetar hebat, detak jantungnya membuncah, bahkan yang dapat dilakukannya hanya diam karena shock. Begitu juga dengan Donghae dan Hyukkie yang menatap Sungmin tak percaya.
Sungmin mengalihkan pandangannya kearah lobby dan dilihatnya anak yang dicarinya berada didekat Kyuhyun yang kini menatapnya dari kejauhan. Sungmin terdiam, tubuhnya kaku tak bisa digerakan, hatinya berdebar. Tatapan itu, wajah itu, tubuh itu, begitu ia rindukan. Dengan perlahan Sungmin berjalan menghampiri keempatnya, ketika sudah dihadapan keempatnya Sungmin berjongkok menghadap Minhyun tanpa menatap ketiga orang yang memandangnya terutama namja yang dicintainya itu.
" Baby, kenapa tak mendengarkan mommy hmm? Kenapa meninggalkan mommy? " Minhyun langsung memeluk Sungmin, ia kembali menangis didalam pelukan Sungmin.
" Mom, ayo kita pulang, daddy tak mengakui Hyunnie, kita pulang saja hikss " Sungmin memberanikan diri menatap Kyuhyun, keduanya tenggelam dalam tatapan yang sulit diartikan.
" Sebaiknya kita bicara diruangan Kyuhyun, tak enak kita ditonton banyak karyawan " Ucap Donghae, Hyukkie membantu Sungmin untuk bangkit dan masuk kedalam perusahaan Kyuhyun. Sungmin menggendong Minhyun yang masih saja menangis, berjalan lebih dulu bersama Hyukkie, dibelakang Kyuhyun dan Donghae menyusul dibelakang. Kyuhyun tak mengalihkan tatapannya sedikitpun dari Sungmin, banyak pertanyaan yang bersarang dibenaknya, mengenai kemana selama ini Sungmin bersembunyi dan juga mengenai Minhyun.
Sesampainya di ruangan Kyuhyun, Sungmin mendudukan Minhyun disofa namun Minhyun tak mau melepas pelukannya pada lengan Sungmin. Donghae, Kyuhyun, dan Hyukkie menunggu Sungmin menenangkan Minhyun.
" Baby, jangan seperti ini, Mommy harus menjelaskan semuanya dulu, Hyunnie duduk dengan benar ne? Hyunnie sayang Mommy kan? " Minhyun mengangguk kemudian mengecup bibir Sungmin sebelum akhirnya melepaskan Sungmin.
" Ehem " Sungmin berdehem sejenak sebelum mengalihkan tatapannya kearah Kyuhyun.
" Annyeong Hyung, sudah lama tak bertemu, bagaimana kabarmu? " Kyuhyun diam tak menjawab apapun. Sungmin mencoba tersenyum maklum.
" Jika kalian bertanya mengenai kemana aku pergi, selama ini aku menetap di Mokpo " Sungmin masih menunggu respon Kyuhyun namun tak ada respon sama sekali dari Kyuhyun.
" Anak itu mengapa memanggilmu Mommy dan Kyuhyun daddy? " Tanya Donghae to the point.
" Apa ada yang salah jika seorang anak memanggil kedua orang tuanya dengan sebutan Mommy dan Daddy? "
" Apa maksudmu? " Kali ini Kyuhyun mulai merespon ucapan Sungmin.
" Hyung tak lupa kan jika sebelum aku pergi kita melakukannya? Tiga minggu setelah kepergianku, aku dinyatakan positif hamil, awalnya aku tak percaya namun dokter mengatakan ini mungkin terjadi walaupun mustahil, anak disampingku ini bernama Cho Minhyun, anakku denganmu Hyung, sejak ia lahir aku tak pernah menyembunyikan identitas ayah kandungnya, sejak dia lahir hingga sekarang berusia 4 tahun aku rutin membawanya untuk melihatmu dari kejauhan. Seperti halnya hari ini namun karena kelalaianku, Minhyun menemuimu secara langsung. Maafkan aku telah membuat kekacauan ini " Sungmin melirik kearah Minhyun yang menatap Kyuhyun penuh harap. Sungmin bangkit dan menghampiri Kyuhyun dan berjongkok dihadapan Kyuhyun. Mengelus lembut pipi Kyuhyun.
" Aku merindukanmu Kyunnie" Sungmin memeluk Kyuhyun erat, sangat erat sampai-sampai tak ada jarak lagi diantara keduanya.
" Bodoh, pabboya " Kyuhyun membalas memeluk Sungmin dan menenggelamkan wajahnya dibahu Sungmin.
" Kenapa baru sekarang kembali? Aku hampir mati merindukanmu sayang " Kyuhyun tak dapat menyembunyikan lagi air mata dan kebahagiaannya. Donghae dan Hyukkie tersenyum melihat itu.
" Mom, dad " Kyuhyun melepaskan pelukannya pada Sungmin dan menghampus kasar air matanya lalu melempar senyum pada Minhyun.
" Putri daddy, kemarilah " Kyuhyun merentangkan kedua tangannya, dengan semangat Minhyun berlari dan menerjang tubuh Kyuhyun lalu memeluknya erat.
" Daddy hiks daddy hyunnie merindukan daddy, hyunnie menyayangi daddy hiksss " Kyuhyun menempuk lembut punggung daddy.
" Ne, maafkan daddy ne yang tak pernah tahu keberadaanmu, tapi daddy janji akan memberikan kasih sayang daddy untukmu mulai saat ini " Sungmin tersenyum dalam tangisnya, ia bahagia bisa melihat Minhyun memeluk daddynya dan ia bisa kembali bertemu dengan Kyuhyun.
" Sini sayang " Kyuhyun menarik Sungmin untuk bersama-sama memeluk anak mereka. Senyuman bahagia menghiasi kelimanya. Sesuai janji Kyuhyun tak akan melepaskan Sungmin lagi dan akan terus bersama Sungmin dan Minhyun anak mereka.
TBC
Maaf atas keterlambatannya, aku kemaren sibuk ngurusin judul skripsi yang ditolak terus hmm, jadi updatenya telat banget, tapinya mau End sampe disitu aja tapi kurang pas kalo Kyumin gak dinikahin, tadinya masih mau dipanjangin untuk ngebuat mereka pisah lama tapi aku sadar gak punya waktu cukup untuk memanjangkan cerita lebih panjang lagi jadi aku buat kayak gitu aja, maaf ngecewain ne? Oke deh segitu aja, selamat membaca, makasih yang review chap kemaren dan chap ini tlg reviewnya yah, Gomawo ^^
