Tittle: You're So…!
Author : Kim Ji Ki
Cast : Oh Sehun, Kim Jongin(Kai)
Rate : T / M ?
Genre : Romance (maybe)
Disclaimer: Cast yang pasti punya Tuhan YME, orang tuanya, entertainment, dan fans.
Warning : typo(s), GS! For uke
NO BASH! NO PLAGIAT!
Note: ff ini asli dari otak ku sendiri, bukan hasil PLAGIAT!
walau ff nya abal dan gaje, tapi ini tetap ff murni dari otak ku!
.
Happy Reading… ^^
.
.
.
Ini masih pukul 3 pagi, tetapi sehun sudah bangun atau lebih tepatnya terbangun.
Ia tidak tau mengapa, tapi tenggorokkan nya sangat kering sekarang.
Sehun pun turun dari ranjangnya lalu berjalan keluar menuju dapur. Sehun masih memikirkan siapa sebenarnya Kai itu. Kalau dia benar berandalan, mengapa ajhussi-ajhussi kemarin takut padanya, hanya melihat tatapan kai lalu mereka semua langsung berlari seperti itu. Dan juga, bagaimana bisa dia kenal dengan pemilik tempat dia bekerja dulu, Chanyeol itu lumayan kaya.
Lalu apartement ini? Tidak mungkin seorang berandalan mempunyai apartement yang lumayan luas. Itu sih pendapat sehun.
Sehun mengambil gelas dan mengisinya dengan air, lalu ia meminum air tersebut sambil matanya bergerak keseluruh penjuru dapur.
GREP
Tiba-tiba seseorang memeluknya dari belakang. Sehun terbelalak kaget, ia menatap tangan kekar yang melingkar di perut nya. Lalu merasakan pundak kirinya berat, seperti ada beban. Ia mengalihkan pandangannya untuk melihat orang yang memeluknya itu.
"Kai?" gumam sehun. "hm?" kai menatap sehun lalu mengecup singkat bibir tipis itu.
"mengapa kau bisa ada disini? Kau terbangun?" Tanya sehun. "ya, begitulah. Aku tadi hendak ke dapur ingin minum juga, tapi ternyata kau juga ada disini…" kai menghirup leher sehun dan sedikit menjilat leher putih itu.
"k-kai? A-apa yang kau lakukan?" sehun memberontak. Kai menatap sehun, "aku mencintaimu, sehun."
"a-aku…" sehun tidak tau dengan hatinya sekarang. Dia baru mengenal Kai kemarin. Jadi, mana dia tau perasaanya terhadap jongin sekarang. Tapi, saat kai menciumnya kemarin ia merasa ada yang janggal di dada nya. Apa dia juga menyukai kai? Tidak! Itu tidak mungkin!
Sehun menggelengkan kepalanya. Kai menyeringai, "akan ku buat kau mencintai ku juga…" sehun menatap kai tidak percaya. "a-apa maksudmu?" "aku tau ini terlalu cepat. Tapi, aku sudah lama memperhatikan mu, hun-ah." Kai berbisik di telinga sehun.
Sehun hanya diam, tidak merespon kai. Tangan kai dengan nakalnya masuk ke dalam piyama yang sehun kenakan, "k-kai…" "ssstt… tenang dan nikmati saja, hun…" "t-tapi aku… ngh…" sehun melenguh saat tangan kai mengusap perutnya pelan.
Kai membalikkan tubuh sehun agar berhadapan dengannya, dan langsung melumat bibir sehun. Sehun dengan refleknya mengalungkan tangannya pada leher kai dan membalas lumatan kai.
Tubuhnya benar-benar tidak bisa menolak apa yang kai lakukan, jadi dia harus bagaimana?
Sehun meremas rambut bagian belakang kai saat ia merasakan tangan kai mengelus-elus pinggangnya.
Lumayan lama mereka berciuman, kai pun memutuskan ciuman tersebut saat merasakan sehun sudah kehabisan pasokan untuk menghirup oksigen.
Nafas sehun tersenggal-senggal, lalu ia menatap kai yang sedang tersenyum padanya, sehun membalas senyuman tersebut. Kai sedikit membungkukan badannya agar wajahnya dapat mencapai leher sehun, lalu ia mencium leher tersebut dan membuat kiss mark disana, membuat sehun mendesah.
"sepertinya kita tidak bisa bermain disini." Dengan begitu kai langsung menggendong sehun ala bridal dan membawa nya ke ruang tamu.
Kai pun mendudukan sehun di sofa, lalu menindih tubuh tersebut dan mencium bibir sehun. Melumatnya dengan kasar dan berusaha memasukkan lidahnya kedalam mulut sehun. Sehun yang tidak tau harus berbuat apa, membuka mulutnya menerima lidah jongin untuk masuk.
Tangan kai membuka satu persatu kancing piyama sehun, sehingga semua kancing terlepas. Kai melepaskan ciumannya lalu turun pada dada sehun dan memberi kiss mark disana.
"ngh… k-kai…" sehun meremas rambut kai karena merasa geli dengan apa yang kai lakukan. Sehun merasa panas sekarang, ia sangat resah karena piyama nya membuat tubuhnya semakin panas. Dengan tangan yang sedikit bergetar, sehun membuka piyama nya, membuat kai menyeringai.
kini sehun hanya memakai bra dan celana piyamanya saja. "aku sudah mengatakannya dari awal, kalau kau itu sexy, hunna." Ucap kai sambil mengelus pipi sehun. Sehun hanya tersenyum, "aku baru pertama kali disentuh, kai. Dan orang itu adalah kau…"
"jadi, apa kau mencintai ku?" Tanya kai. "entahlah. Tapi, itu mungkin." Kai tersenyum, lalu mengecup singkat bibir sehun terus turun kebawah sampai pada dada sehun yang masih tertutup bra.
"bukakan untukku." Ucap kai sambil menunjuk dada sehun. Sehun menatap kai dengan kening berkerut, "apa-apaan kau!" sehun menggerutu tapi tangannya tetap bekerja menuruti perintah kai. "kau selalu begitu. Kau tidak mau, tapi itu kau kerjakan juga," ucap kai sambil tersenyum miring. Sehun hanya berdecih.
Kai melihat sehun dengan tatapan ingin cepat-cepat menerkam mangsanya. Bagaimana tidak, ia melihat sehun sedang membuka bra nya sendiri dengan sedikit erotis-itu menurut kai-, dengan dada yang di busungkan dan tangan yang berusaha membuka pengait bra tersebut.
Sehun menatap kai, "kau tidak adil, kai…" ucap sehun sambil membuka branya. "kenapa?" Tanya kai. Ia duduk di samping sehun, "aku sudah half naked, sedangkan kau masih berpakaian lengkap. Tentu aku tidak terima." Ucap sehun. Kai tersenyum menatap sehun, tadi sehun berkata dia tidak pernah di sentuh, tapi mengapa dia santai saja saat ia menampakkan dada nya pada kai?
"aku curiga padamu. Apa kau benar-benar tidak pernah disentuh?" ucapan kai membuat sehun menatap kai cepat, "kau!" sehun dengan cepat mengambil piyamanya lalu menutup dada nya dan hendak pergi, tapi kai dengan cepat menarik sehun, sehingga sehun berada di pangkuan kai sekarang.
"aku kan hanya bertanya, baby. Kenapa kau marah seperti itu?" kai mengambil piyama sehun lalu meletakkan piyama itu di sampingnya. "baby? Apa aku ini pacarmu? Sejak kapan?" ucap sehun kesal. "sejak sekarang, mungkin?" kai meremas dada sehun, membuat sang pemilik mendesah. "ngh… a-aku tidak pernah b-bilang kalau aku mencintai mu, ah…" sehun berkata sambil mendesah, membuat kai tertawa kecil. "benarkah? Aku akan membuat kau mencintai ku…" kai menelitir nipple sehun. "ngh… k-kai hhh…" sehun meletakkan kepalanya pada pundak kai.
Sebelah tangan kai menelusup masuk ke dalam celana piyama sehun, "k-kai… n-neo…" sehun menegakkan kepalanya lalu menatap kai. "apa?" Tanya kai. Sehun menatap pakaian kai, lalu dengan pelan menarik-narik kaos kai, "sudah ku bilang, kau tidak adil." Sehun mengerucutkan bibirnya.
Tangan yang tadi sudah masuk pada celana sehun, kembali keluar lalu mengelus tengkuk sehun. "aku tidak yakin mau membukanya sekarang," ucap kai. Kening sehun berkerut. "ck!" sehun pun langsung menarik ujung kaos kai dengan kuat, membuat kaos tersebut menjadi robek.
"kau kuat juga ternyata, hunnie." Kai menidurkan sehun di sofa, lalu menindihnya. "walau pun aku yeoja, tapi aku pernah mengikuti taekwondo, jadi kau jangan meremehkanku." Ucap sehun, dengan nakal ia menaikkan lututnya dan membuatnya bersentuhan dengan 'milik' kai.
"kau mengikuti taekwondo? Sejak kapan?" Tanya kai, ia menarik celana piyama sehun dan hanya menyisakan underwear sehun. "i-itu sudah lama, hhh…" sehun mendesah saat tangan kai mengelus paha bagian dalamnya.
"kalau kau ikut taekwondo, mengapa kau tidak melawan ajhussi-ajhussi yang mengejarmu kemarin?" tangan kai kini menarik underwear sehun. Sehun pun sudah telanjang tidak ada sehelai benang pun yang melekat di tubuhnya.
"mereka tidak sendiri, kai… ahh… l-lagian tubuh mereka be-besar semua… ngghh… a-aku tidak mungkin-ahh melawan mereka… nggh… stop kai!" sehun menahan tangan kai yang bermain di sekitar dadanya.
"wae? Kenapa berhenti?" Tanya kai sok polos. "ck! Kau memang namja sialan!" sehun menggerutu. "tapi aku tampan,kan?" kai menjilat dada sehun lalu memberinya kiss mark. "ngghhh… k-kai…" sehun membusungkan dada nya. 'ini nikmat…' batin sehun.
Tangan sehun bergerak membuka celana piyama kai, di bantu oleh kai.
Kini kai naked.
Sehun menatap bibir kai, lalu dengan cepat ia menarik tengkuk kai dan melumat bibir tebal tersebut. Kai menyeringai dalam ciumannya. Ia merasa sehun sudah tergila-gila padanya sekarang. 'aku tidak akan melepaskanmu, hun. Kau milikku.' Batin kai. Ia membalas sehun.
Tangan kai bergerak menuju kebawah, tempat dimana hole sehun berada. Sehun dengan reflek melebarkan selangkangannya. Tangan sehun kini juga tidak bisa diam, sebelah tangannya meremat rambut bagian belakang kai, dan tangan lainnya bergerak memainkan nipple kai.
Sehun masih melumat bibir kai, sedangkan kai sudah bermain-main dengan hole sehun, membuat sehun mendesah dalam ciumannya.
Sehun melepaskan ciumannya, di ujung bibirnya terdapat benang saliva hasil ciumannya tadi dengan kai.
"aku benar-benar berfikir bahwa kau adalah yeoja nakal, hun-ah." Kai melesakkan jari telunjuknya masuk ke dalam hole sehun, membuat sehun tersentak, "ahhh… kaihhh…" sehun mencengkram kedua pundak kai.
"j-jadi kau pikir a-aku ini a-apahhh…?" sehun berkata sambil mendesah karena jari kai dengan santainya keluar masuk di hole nya.
"apa ya? Mungkin yeoja ku. Kau nakal hanya padaku. Kau bilang, kau belum pernah di sentuh kan?" kai memasukkan dua jari. Sehun mengangguk sambil menggigit bibirnya.
"jangan ditahan, sayang," kai menjilat bibir sehun.
Desahan pun keluar dari bibir mungil sehun. "a-aku tidak tau harus menganggap mu apa sekarang, kaihhh… t-tapi, aku rasa a-aku mulai menyukai muhhh… nghh…" ucapan sehun membuat kai tersenyum. "arraseo. Kau milik ku, hun…" sehun mencium bibir sehun.
.
.
Kini mereka sudah berpindah ke kamar kai. Melanjutkan kegiatan panas mereka.
"a-ahh… kaihhh… fasterhhh…." Sehun mendesah dengan kuatnya saat merasakan 'milik' kai dengan cepat menggenjot hole nya.
"ngghh… kaihh… a-aku… hhh.." tubuh sehun melengkung keatas merasakan kenikmatan yang diberikan kai. "sebentar lagi, baby," kai menggeram pelan saat merasakan hole sehun menjepit 'milik' nya sangat kuat.
"oh my god ahhh… kaihhh… a-aku tidak… ahhh… tahanhhh…aaa KAI!" sehun mencengkeram pundak kai dengan kuat, saat 'milik' kai berhasil menumbuk spot nya kuat.
Kai pun sudah klimaks, ia mengeluarkan cairan itu di dalam sehun. Lalu mengeluarkan 'milik' nya secara perlahan, "nggh…" dada sehun naik turun karena nafasnya tersenggal-senggal akibat permainan panas ia dengan kai.
Kai membaringkan tubuhnya di samping sehun, lalu memeluk tubuh ramping tersebut. Ia mencium kening sehun lembut, "saranghae, hun…" bisik kai.
Sehun membuka matanya yang tadi terpejam, "n-nado…" kai tersenyum mendengar jawaban dari sehun. Ia mengambil selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua dan kembali memeluk tubuh tersebut.
Sehun menenggelamkan kepalanya pada dada bidang kai dan membalas pelukan kai. "jaljayo, my princess…" kai mencium puncuk kepala sehun lembut.
Dan dengan jahilnya ia meremas bokong sehun, membuat sehun mendongak menatap kai, "sudahlah, aku mengantuk kai," ucap sehun. "hahaha… arraseo arraseo. Mianhe… tidurlah,"
Mereka pun terbang(?) ke alam mimpi mereka masing-masing.
.
.
.
Drrt… Drrt...
Sebuah getaran dirasakan kai di bawah bantalnya. Dengan setengah sadar, ia mencari benda persegi panjang tersebut.
Setelah mendapatkannya, tanpa melihat layar handphone tersebut, ia langsung menjawab panggilan itu.
"yoboseyo?" kata kai dengan suara serak khas orang baru bangun tidur. "YAK! Kai oppa! Aku di depan apartement mu, keluar lah!" pekik suara di sebrang sana. Kai yang mendengar pekikan itu menjauhkan handphone itu dari telinganya, dan menatap layar tersebut.
Matanya terbelalak menatap nama yang tertera pada layar, lalu berdecak kesal.
"Hei gadis manja! Ada apa kau datang pagi-pagi ke apartement ku?" ucap kai sedikit keras, membuat yeoja di sampingnya menggeliat dan membuka matanya perlahan.
"kai? Ada apa?" Tanya sehun sambil menatap kai.
Kai pun menoleh pada sehun, lalu memberi jarak pada handphone nya, agar seseorang di sebrang itu tidak mendengarnya "eo? Kau sudah bangun? Apa aku membangunkanmu?" kata kai setengah berbisik.
Sehun tersenyum, lalu menggeleng, "aniya… ah, lebih baik aku mandi, ini sangat lengket," kai hanya tersenyum mendengar sehun.
Sehun pun beranjak dari ranjang, lalu dengan cepat ia keluar dari kamar.
Setelah sehun pergi, kai kembali mendekatkan handphone itu ke telinganya, "KAI OPPA! Kau tidak mendengarkanku?" seorang disana makin kesal. "aishh… tunggu sebentar, kau benar-benar menyusahkan." Runtuk kai.
.
.
Dengan tampilan yang berantakan, kai berjalan menuju pintu depan lalu membuka pintu tersebut, dan nampaklah seorang yeoja berdiri disana dengan sebuah paper bag di tangan kanannya.
Kai hanya menghela nafas kasar menatap yeoja di depannya, "mengapa kau kemari?" Tanya kai ketus, membuat yeoja di depannya hanya cemberut, "apa salahnya aku mengunjungi namjachinguku?" kata yeoja itu dengan tampang ngambek nya.
Kai hanya memutar bola matanya malas, "huh, sudahlah," kai pun berjalan masuk ke dalam apartement nya, diikuti oleh yeoja itu.
"apa kau sudah sarapan, oppa? Aku membawa sarapan untukmu. Aku memasaknya sendiri, ya, walau Bibi Lee sedikit membantu," celoteh yeoja itu sambil menuruti kai yang berjalan menuju dapur.
Sehun yang baru keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap, berhenti, karena mendengar suara seorang yeoja.
"nugu?" gumam sehun. Ia berjalan pelan menuju sumber suara yang ternyata berasal dari dapur.
Disana sehun melihat kai dengan seorang yeoja yang sedang meletakkan sebuah paper bag di tangannya.
Kai yang tidak sengaja melihat keberadaan sehun, tersenyum kearah sehun. Membuat gadis yang berada di dekat kai mengerutkan dahi nya. Lalu ia mengikuti arah pandang kai. Dan terbelalak menatap seorang yeoja disana.
"oppa! Nugu?" Tanya yeoja itu heboh.
Kai menatap yeoja di dekatnya malas, "kau santai saja. Tidak perlu berteriak heboh seperti itu, sohee," kai mengambil gelas, dan mengisi nya dengan air minum.
"aissh, tapi siapa yeoja ini? Apa kau selingkuh dari ku!" kata sohee.
Kai menatap sohee tajam, "selingkuh? Memangnya kau siapa aku? Seingatku, aku tidak mempunyai yeojachingu, jadi mengapa kau mengatai aku selingkuh darimu?"
Sehun yang tidak mengerti dengan apa yang terjadi, hanya berdiri diam di posisi nya. Ia menatap lekat yeoja di dekat kai, yang ia ketahui bernama sohee itu. Sepertinya gadis itu bukanlah gadis biasa. Maksudnya, sohee itu bukanlah anak dari seorang yang mempunyai ekonomi yang dibawah standar, dia pasti anak dari seorang yang kaya.
Dilihat dari penampilannya saja, sehun sudah tahu itu. Jadi, ia benar-benar penasaran dengan seorang Kai. Siapa sebenarnya namja itu?
"o-oppa? K-kau… hiks… oppa kau jahat padaku… hiks… bagaimana bisa kau mengatakan itu kepadaku! Hiks… aku yeojachingu mu oppa! Hiks…" sohee menangis. Ia benar-benar sakit hati sekarang. Bagaiman bisa kai tidak menganggapnya?
Kai hanya menatap datar sohee. Ia benar-benar benci pada gadis ini. Bagaimana pun juga, ia sangat tidak terima dengan keputusan kedua orang tua nya yang seenaknya saja menjodohkannya dengan gadis manja seperti sohee.
Walupun sohee adalah anak dari pengusaha kaya dan memiliki wajah yang cantik, kai tidak akan pernah sudi di perjodohkan seperti ini. Oh ayolah, ini sudah zaman modern, bukan lagi zaman kerajaan.
Menjodohkan putra ini dengan putri itu, menjodohkan putri itu dengan putra ini, bla bla bla…
kai sangat muak mendengarnya.
"daripada kau membuang waktu mu disini hanya untuk menangis, lebih baik kau pulang," ucap kai dingin. Sohee menatap kai, "kau tega oppa!" sohee berbalik dan berdiri tepat di depan sehun, "kau! Beraninya merebut namjachingu ku! Kau yeoja murahan!" sohee berlalu melewati sehun sambil menabrak pundak sehun keras, membuat sehun terjungkal kebelakang.
BRAK
Pintu apartement di tutup keras. Tandanya yeoja itu sudah pergi, meninggalkan kai dan sehun dalam suasana hening.
Sehun memikirkan ucapan sohee tadi. 'yeoja murahan? Apa aku serendah itu?' batin sehun.
Kai berjalan mendekati sehun, hendak mengusap rambut yeoja itu. Namun dengan cepat sehun menahan tangan kai, "k-kau mau bercerita sesuatu?" Tanya sehun.
"sepertinya…" jawab kai.
.
.
.
TBC
Huft, akhirnya chap ini siap juga.
Eottae? Ceritanya makin membosankan yah? Maaf, kalau NC nya kurang hot, nanti kalau ada adegan NC lagi, jiki usahain kok buat yang lebih bagus #ok, yadong mode on-_-
Balas Review:
: ini udah panjang belum? belum ya? Nanti chap depan jiki panjangin lagi deh #ditabok , Gomawo udh RnR^^
sayakanoicinoe : Gomawo udh RnR^^
barbieLuKai : ini udh kan? Gomawo udh RnR^^
daddykaimommysehun : sip! Ini udh lanjut, gomawo udh RnR^^
Benivella : benarkah? Kayaknya sih, gomawo udh RnR^^
Kahunxo : chap depan nanti kamu tau kok, gomawo udh RnR^^
Teleportbabies : ini udh panjang belum? Gomawo udh RnR^^
utsukushii02 : kkk~ ga papa kok^^, gomawo udh RnR^^
KaiHunnieEXO : kayaknya sehun eomma gak bakalan aman-aman aja deh di rumahnya kai appa #ditendang kai appa, gomawo udh RnR^^
Wereyeolves : ini udh lanjut^^. Gomawo udh RnR^^
Urikaihun :iya dong, kai appa kan emang cweet banget sama sehun eomma, gomawo udh RnR^^
jung yeojin : hmm, nanti kamu tau kok^^V gomawo udh RnR^^
Ifi. sehuna : ini masih pendekkah? Nanti kalau masih kependekkan, jiki buat lebih panjang lagi deh^^ gomawo udh RnR^^
JUNG OH JUNG : udh tau kan yeoja manja nya siapa, Gomawo udh RnR^^
Blackforwhite : huwaa, gomawo! Salam kenal juga^^ semoga kamu makin suka kaihun ya? Gomawo udh RnR^^
JungByungie : jinjha? Mian buat kamu nunggu lama^^ soalnya ide untuk ff ini hilang timbul hilang timbul terus, makanya jiki lama mempost ni ff -_- gomawo udh RnR Byungie^^
Review Please…
