Tittle: You're So…!

Author : Kim Ji Ki

Cast : Oh Sehun, Kim Jongin(Kai) and Other…

Rate : T / M ?

Genre : Romance (maybe)

Disclaimer: Cast yang pasti punya Tuhan YME, orang tuanya, entertainment, dan fans.

Warning : typo(s), GS! For uke

NO BASH! NO PLAGIAT!

Note: ff ini asli dari otak ku sendiri, bukan hasil PLAGIAT!
walau ff nya abal dan gaje, tapi ini tetap ff murni dari otak ku!

.

Happy Reading… ^^

.

.

.

[Flashback]

"appa, aku akan tinggal sendiri. aku tidak ingin di atur-atur seperti ini lagi, kalian hanya mementingkan uang! Bukan anak kalian!" setelah meluapkan semua kekesalannya pada sang orang tua, Kai langsung berjalan meninggalkan kedua orang tuanya.

"ya, aku menyetujui mu untuk tinggal sendiri. tapi, perjodohan antara kau dan Sohee, tetap akan berlangsung," ucap appa Kai membuat langkahnya terhenti. Ia menggeram kesal. Appa nya ini sangat keras kepala.

"Kai, ikuti saja kemauan appa mu, ini demi perusahaan kita. Kau tidak ingin kami berdua bangkrut, bukan begitu?" kata eomma Kai sambil menghampiri anaknya dan mengusap pundak tegap sang anak.

"kalian melakukan ini hanya untuk perusahaan? Kalian tidak memikirkan ku? Cih! Orang tua macam apa kalian?" Kai menepis tangan sang eomma.

"Kim Jongin! Jaga ucapanmu!" tegas appa Kai.

"mwo? Itu memang benarkan? Lalu apa yang salah?" Kai melipat kedua tangannya di depan dada lalu menatap sang Appa dengan santai.

"kau benar-benar anak kurang ajar!" "itu, karna kalian!" ucap Kai cepat.

Setelahnya Kai langsung berjalan keluar rumah dan masuk ke mobilnya lalu langsung menancap gas ke suatu tempat yang dapat menenangkan dirinya. Club malam.

.

.

.

"ada masalah apalagi? Kau tampak semakin kacau sekarang," chanyeol duduk disamping Kai yang sedang meneguk minumannya.

TAK

Kai menghentak keras gelas kecil yang dipakainya untuk minum tadi keatas meja bar didepannya. Lalu menghela nafasnya keras.

"bajingan! Aku benar-benar benci dengan kehidupanku sekarang! Mereka berdua mulai mengatur-ngatur hidupku!" geram Kai. Ia mengisi gelas itu lagi lalu kembali meminumnya.

Chanyeol hanya tersenyum kecut menatap sahabatnya ini. Kisah Kai hampir menyerupai kisah miliknya.

Chanyeol menepuk pelan pundak namja tan itu, lalu mengusapnya. "kita sama Kai, bukan kau saja yang mengalami hal tersebut…" Kai hanya diam, lalu mengalihkan pandangannya kepada panggung di club tersebut.

Disana ia mendapatkan seorang yeoja yang sudah lama ia perhatikan. Yeoja yang sudah membuat hatinya jatuh pada pesona yeoja itu.

.

.

.

Kai sudah sampai dirumahnya dalam keadaan setengah mabuk.

"tuan muda, anda darimana saja? Nyonya dan Tuan besar sudah menunggu anda." Kai menatap malas maid dirumahnya itu. "ada urusan apa mereka? Sudah, biarkan saja! Aku akan masuk kekamar!" Kai berjalan dengan sedikit sempoyongan menuju kamarnya.

Setibanya dikamar, Kai langsung mengempaskan tubuh jakungnya ke ranjang berukuran king size miliknya.

Ia memijit pangkal hidungnya. Berusaha menghilangkan pusing yang menyerang kepalanya. Mungkin ini akibat dari minuman beralkohol yang diminumnya tadi.

"cih! Perjodohan gila!"

Kai pun menutup matanya dan terbang ke alam mimpinya, yang bahkan lebih indah dibandingkan hidupnya sekarang. Itu menurut Kai.

.

.

.

Bias cahaya matahari menyelusup masuk melalui celah-celah jendela pada sebuah kamar dengan ruangan yang didominasi dengan hitam-putih, warna kesukaannya.

Kai mengerutkan dahinya, saat cahaya itu tepat mengenai wajahnya. Ia membuka perlahan matanya.

"Tuan muda, bangunlah. Pakaian sudah saya siapkan, hari ini keluarga Yoon akan datang sekitar 10 menit lagi, jadi anda diminta untuk bersiap-" belum selesai sang maid menjelaskan, Kai sudah lebih dulu beranjak dari ranjangnya dan langsung berjalan menuju kamar mandinya. Ia mulai muak sekarang.

Sedangkan sang maid hanya bisa menghela nafas pelan melihat tingkah langku tuan muda nya itu.

.

.

.

Kai melihat ruang makannya sudah diisi oleh 5 orang, menyisakan satu kursi yang Kai yakin pasti untuk dirinya.

"oh, Kai. Kau sudah siap, ayo duduk," eomma Kai menyuruhnya untuk duduk di kursi tersebut. Tepat didepan seorang yeoja cantik-menurut Kai biasa saja- yang sedang tersenyum manis kearahnya. Kai hanya membalas senyuman tersebut dengan tatapan datarnya lalu berjalan menuju kursinya.

"mari kita makan dulu," mereka pun mulai makan dengan tenang. Hanya suara dentingan garpu sendok kepada piring yang terdengar. Sangat tenang.

Setelah beberapa saat meluangkan waktu untuk mengisi perut, mereka memulai pembicaraan pokok yang sangat Kai tidak sukai. Perjodohan.

"anak anda cantik tuan Yoon, ia kelihatan sangat cocok dengan Kai." Appa Kai memulai percakapan dengan sopan, membuat Kai mendengus. 'dasar topeng!'

Sedangkan yang dipuji hanya menunduk malu. "hahaha, ya. Anak anda juga tampan. Ia sangat cocok memimpin perusahaan," Tuan Yoon balas memuji.

"Kai, akan lebih baik jika kau membawa Sohee berjalan-jalan, agar kalian lebih dekat dan tidak terlalu canggung nantinya," ucap eomma Kai lembut.

Kai menghela nafas kasar, ia membuka mulut untuk mengeluarkan protesnya. Sungguh, ia lelah hari ini.

Namun tatapan tajam yang diberikan sang appa, membuat ia harus menutup mulutnya kembali. Ia pun langsung berdiri dan beranjak meninggalkan meja makan. Sohee pun menoleh, lalu menyusul Kai.

.

.

.

Mereka berdua berjalan menyusuri jalan setapak taman yang berada di tengah-tengah kota Seoul ini.

Hening

Sohee menatap wajah Kai yang hanya datar saja. Tidak ada ekspresi apapun yang ditunjukkannya semenjak tadi.

"oppa…" panggil sohee pelan. Sedangkan Kai hanya memandang yeoja disampingnya. "kenapa kita hanya kesini, kau tidak mengajak ku pergi ke Lotte World atau ke menara N? taman sudah sangat membosankan," ucap sohee dengan nada manja membuat Kai mual melihatnya.

"tidak perlu. Cukup disini saja." Kai berjalan menuju sebuah bangku dan duduk disana.

"kalau begitu, berbicaralah sesuatu. Kau sejak tadi diam saja, membosankan." Sohee ikut duduk disamping Kai sambil mengerucutkan bibirnya.

Kai menatap sohee, "aku tidak suka dijodohkan. Lebih baik kau diam saja, jangan berceloteh lagi." Ucap Kai datar. Soohe mengerutkan keningnya, "tapi kita belum bercerita tentang diri masing-masing,"

"apa itu perlu?" nada bicara Kai masih datar. Sohee pun hanya diam.

.

.

.

"hey, apa kalian bersenang-senang?" Tanya eomma Kai saat melihat anaknya dan calon menantunya datang.

Sohee hanya tersenyum tipis dan sedikit menunduk, "ne,"

Kai tidak peduli, ia hanya berjalan menuju kamarnya. "kai, kau akan kemana?" Tanya appa Kai. "kamar," jawab Kai singkat.

"tapi-" Kai tidak mendengarkan appa nya lagi, ia langsung beranjak pergi.

"mungkin Kai hanya lelah. Biarkan ia beristirahat." Kata appa Kai.

[Flashback Off]

.

.

.

"j-jadi, kau anak pengusaha Kim? K-kau… karena itu ajhussi-ajhussi itu takut padamu, dan-" Sehun berhenti berbicara. Sepertinya, semua rasa penasarannya tentang kehidupan Kai sudah terjawab oleh cerita yang sudah di ceritakan Kai tadi.

"aku sangat tidak suka perlakuan orang tuaku terhadap diriku, dia seperti… mencampakkan anaknya?" Sehun menoleh saat Kai berkata seperti itu. Lalu ia tersenyum miris, "tidak seharusnya kau berkata seperti itu Kai. Bagaimana pun juga, mereka adalah orang yang pertama kali kau lihat dimuka bumi ini, mereka yang membesarkan mu, dan menghidupimu sampai kau sudah dewasa seperti sekarang." Sehun berkata sambil menatap lurus televisi yang hanya menampilkan layar bewarna hitam.

Kai menoleh pada Sehun…

.

.

.

[Flashback]

"oppa, apa yang sedang kau lakukan?" Sehun menghampiri seorang namja yang duduk di sebuah sofa sambil menatap serius buku tebal yang ada di tangannya.

Namja itu menoleh lalu tersenyum menatap adiknya itu. "aniya, hanya membaca buku. Kemarilah," Kris-nama namja itu- menepuk tempat disebelahnya agar adiknya itu duduk disampingnya. Sehun pun menurut.

Ia duduk dan langsung dipeluk oleh Kris, Sehun membalas nya.

"eomma dan appa dimana?" Sehun menoleh menatap Kris. "mereka bilang, pergi keluar sebentar. Entahlah, oppa pun tidak tau mereka ada urusan apa," Kris mengeratkan pelukannya.

Ia merasakan firasat buruk. Ia merasakan sesuatu akan terjadi sebentar lagi, tapi ia tidak tau apa itu.

Keluarga Sehun bukanlah keluarga yang mempunyai harta berlimpah. Keluarganya hanya sebuah keluarga yang sederhana tetapi harmonis.

Biarlah, seperti itu. Asalkan Sehun merasakan kehangatan dan kasih sayang dari keluarganya.

CEKLEK

"KRIS! SEHUN!" eomma Sehun tiba-tiba datang dengan wajah panik dan cemas. "eomma, w-wae?" Sehun melepaskan pelukannya pada Kris.

"eomma, ada apa? Kenapa begitu panik?" Kris memegang kedua pundak eommanya itu.

"Kris, cepat bawa Sehun kabur! Dia sudah tidak aman!" ucap eomma Sehun masih dengan wajah panik nya.

Sehun mengerutkan dahinya. Apa yang terjadi?

"eomma, eomma tenang dulu. Appa dimana?" ucap Kris berusaha tenang. Walau dalam hatinya ia juga khawatir yang luar biasa.

"tidak ada waktu lagi! Mereka ingin membawa Sehun pergi! Kris, eomma mohon, bawa Sehun kabur!" liquid bening keluar dari kedua mata yeoja paruh baya tersebut.

Sedangkan Sehun hanya berdiri dengan tubuh bergetar takut. Kenapa dirinya? Ada apa sebenarnya?

"ok, eomma. Sehun cepat!" Kris menarik pergelangan tangan Sehun dan langsung menariknya menuju kamar Sehun dan dengan cepat mengemasi seluruh barang Sehun.

Ia kembali menarik Sehun menuju pintu belakang rumah tersebut.

"o-oppa, ada apa? Kenapa eomma seperti itu? A-aku akan kemana oppa?" Sehun sudah menangis sekarang. Ia sangat takut.

"hun-ah, oppa mohon. Kau lari lah sejauh mungkin, ne? jauh dari rumah ini," Kris menangkup pipi Sehun dengan tangannya yang besar. "k-kenapa?"

"pokoknya kau harus lari. Oppa tidak ingin sesuatu terjadi padamu disini. Oppa akan membantu eomma dan appa, jadi oppa tidak bisa pergi bersamamu. Oppa mohon dengan sangat, lari sejauh mungkin, ne?" Kris menyempatkan mencium kening Sehun lalu memberikan koper Sehun dan mendorong tubuh Sehun agar lari.

"t-tapi oppa, a-aku" "sudahlah Sehun, oppa mohon!" Sehun pun mau tidak mau berlari sekuat tenaganya. Ia berlari dengan air mata yang terus menetes dan terisak.

Sekarang ia harus kemana? Ia benar-benar sangat takut. Masalah apa yang ditimpa keluarganya sehingga ia harus berlari seperti ini?

.

.

Sehun merasa sudah berlari terlalu jauh. Ia terduduk di sebuah tempat yang ia tidak tau dimana. Hari sudah malam, ia tidak tau akan kemana lagi.

Sehun menutup wajahnya. Ia menangis terisak. Bagaimana bisa tiba-tiba keluarganya menjadi seperti ini. Ia merasa keluarganya itu tidak mempunyai masalah apa-apa. Atau memang dirinya saja yang tidak mengetahui masalah apa itu?

"nona? Kenapa kau duduk disini?" seseorang memegang pundak Sehun membuatnya menoleh.

Ia sedikit memicingkan matanya agar melihat wajah orang itu dengan jelas.

Orang tersebut berjongkok agar menyamakan tingginya dengan Sehun yang masih terduduk.

"apa kau diusir?" Tanya orang tersebut sopan dan hati-hati, takut membuat yeoja didepannya ini tersinggung. Ia melirik kearah koper yang berada di samping Sehun.

"a-, n-ne," jawab Sehun bohong.

"siapa namamu?" Tanya orang itu lagi. "aku O-oh Sehun," jawab Sehun lambat.

Orang didepannya tersenyum. "aku Park Chanyeol,"

[Flashback Off]

.

.

.

Sehun mengusap air matanya, saat setelah selesai bercerita. "sampai sekarang, sudah satu tahun, aku belum pernah bertemu lagi dengan eomma, appa dan oppa ku lagi. A-aku merindukan mereka…" ucap Sehun masih meneteskan air matanya.

Kai memeluk Sehun lalu mengusap punggung yeoja manis tersebut. Agar ia tenang.

"aku akan membantumu bertemu dengan keluargamu nanti. Uljima, mereka pasti baik-baik saja. Aku yakin itu…" Ucap Kai menenangkan. Sehun membalas memeluk Kai.

"ku harap begitu. Gomawo, Kai-ah…"

.

.

.

"Sehun-ah, aku keluar sebentar ne? sepertinya kulkas perlu diisi." Kai mengikat tali sepatu sneakernya.

Sehun yang berdiri didekat Kai, mengangguk pelan. "hati-hati, ne?" ucapnya.

Kai tersenyum. Ia sekarang seperti mempunyai seorang istri. wkwkwk

"ne, arraseo. Kau juga hati-hati dirumah," Kai mengusap rambut Sehun. "saranghae…" ucap Kai pelan.

Entahlah, sifat Sehun menjadi berubah semenjak mereka melakukan 'itu'. Ia menjadi seseorang yang lembut. Dan Kai sangat menyukai itu.

"mungkin aku juga mencintaimu…" jawab Sehun. Kai menanggapinya hanya dengan tersenyum.

Ia pun beranjak meninggalkan Sehun, dan melambaikan tangannya saat ia berada di ambang pintu. Sehun pun membalas lambaian Kai.

.

.

.

Kai berhenti didepan sebuah supermarket lalu memasukinya.

Ia memasuki seluruh belanjaan yang sudah dipilihnya kepada trolli yang di pegangnya.

BRUK

Seseorang dengan tidak sengaja menubruk pundaknya, membuat dirinya sedikit oleng dan lengan bajunya terkena air dari minuman kaleng yang orang itu pegang.

"mianhe," ucap orang yang menabrak Kai. Kai menatap orang tersebut yang sedikit lebih tinggi darinya.

"ne, gwenchana," Kai tersenyum. "sekali lagi maafkan aku, bajumu jadi basah dan kotor. Apa aku harus menggantinya?" ucap orang tersebut dengan perasaan bersalah.

"aniyo, ini hanya sedikit, tidak perlu sampai menggantinya. Kalau begitu saya permisi dulu," Kai mendorong trolli nya menjauh dari orang tersebut.

Kai berhenti sebentar karna merasa teringat sesuatu. Ia menoleh kebelakang, namun namja yang menabrak nya tadi sudah tidak ada.

"aku seperti familiar dengan manik matanya. Seperti… Sehun?" gumam Kai.

.

.

.

TBC

Huft…

Ceritanya makin kagak nyambung ya? Mianhe, kalau chap ini mengecewakan dan jelek pendek juga…

Maaf juga karna post ff nya lama banget, semoga masih ada yang baca ff jiki ^^ gomawo!

Balas Review:

miszshanty05 : ini udah lanjut. Gomawo udah RnR ^^

zoldyk : wkwkwk Thank You! ^^

suyanq : haha iya, gak papa kok. Tentang konfliknya ke depan, aku masih mikir ^^ Gomawo udah RnR^^

LKCTJ94 : haha eomma kan emang polos -_- gomawo udah RnR ^^

wereyeolves : iya, sohee nya di tendang aja #plak -_- gomawo udah RnR ^^

Hayoung Oh : sama-sama! ^^ gomawo udah RnR ^^

daddykaimommysehun : hueee iya, tapi tenang Sehun tu always milik Kai /apa sih?/ ok, gomawo udah RnR ^^

kahunxo : ne, ini udah lanjut ^^ Gomawo udh RnR ^^

askasufa : ne, kai itu cumin sukanya sama sehun. Gomawo udh RnR^^

urikaihun : tenang aje, Kai appa gak akan kemana-mana kok. Mana tega dia tinggalin istrinya sendiri #plak Gomawo udah RnR ^^

shinshin99SM : ne, ini udah di lanjut ^^ Gomawo udah RnR^^

KaiHunnieEXO : eh eh jangan sampe gila kkkk ne, Gomawo udah RnR^^

ifi. sehuna : ya sama sama, Gomawo udah RnR ^^

jung oh jung : ok, ini udah. Gomawo udah RnR ^^

blackforwhite : ini udah dilanjut. Oiya, maafin aku ya, bikin kamu lama nunggunya? Nantik chap depan-depannya aku usahain untuk cepat update. Gomawo udah nunggu ^^

teleportbabies : ya namanya Sehun kan -_-, Gomawo udah RnR^^

DiraLeeXiOh : benar banget. Wajah Kai emang ngedukung banget untuk ngelakuin 'itu' -_- Gomawo udah RnR

bellasung21 : ya, salam kenal^^ gak papa kok, yang penting kamu udah baca wkwkwk ^^ Gomawo ya udah RnR ^^

ling-ling pandabear : ya, ini udah dilanjut, Gomawo udah RnR^^

udah dibalas semua kan? /lirik ke atas/

Review lagi ne?

Kritik dan Sarannya di terima asal jangan di Bash ya?