Tittle: You're So…!

Author : Kim Ji Ki

Cast : Oh Sehun, Kim Jongin(Kai) and Other…

Rate : T / M ?

Genre : Romance (maybe)

Disclaimer: Cast yang pasti punya Tuhan YME, orang tuanya, entertainment, dan fans.

Warning : typo(s), GS! For uke

NO BASH! NO PLAGIAT!

Note: ff ini asli dari otak ku sendiri, bukan hasil PLAGIAT!
walau ff nya abal dan gaje, tapi ini tetap ff murni dari otak ku!

.

Happy Reading… ^^

.

.

.

Kai meletakkan kantung kresek yang ia bawa dari supermarket tadi diatas meja makan lalu menoleh pada Sehun.

"Hun-ah, aku membeli sayur-sayuran, buah-buahan, daging, ikan, ayam, dan beberapa yang lain." Kai memeriksa kantung tersebut sambil menyebutkan semua barang yang dibelinya.

"ah, aku juga membeli beberapa ice cream!" Kai menunjukan ice cream yang dibelinya.

"ne, arraseo! kau ini seperti anak kecil saja! Tidak seperti Kai yang kukenal saat bertemu pertama kali sewaktu di jalan gang dulu." Sehun mengambil sayur-sayuran lalu mencucinya.

Sedangkan Kai hanya tertawa mendengus, "Hun-ah, aku akan membantumu memasak!" Sehun menoleh kepada Kai dengan kening dikerutkan bingung.

"apa kau bisa memasak?"

"tentu aku bisa! Memang siapa selama ini yang memasak di sini, eo?"

"Sohee…"

Sehun langsung terdiam saat ia menyebutkan nama itu. Nama itu tidak sengaja ia ucapkan. Sehun melirik Kai dengan ujung matanya, untuk melihat ekspresi apa yang ditunjukkan Kai saat ia menyebut nama gadis itu.

Ia melihat Kai hanya menunjukkan ekspresi datar sambil membantunya mencuci sayur-sayuran.

"K-Kai?" Kai menoleh pada Sehun.

Ups, jarak wajah mereka sangat dekat!

Jantung Sehun berdetak tak normal.

"wae?" Tanya Kai masih mempertahankan jarak wajahnya pada wajah Sehun.

"ne?"

"kau memanggilku tadi,kan?"

"oh, ya. Tidak jadi…" Sehun hanya tersenyum canggung matanya melirik kearah lain, asal jangan bertemu dengan mata Kai saja.

"lengan baju mu, kenapa?" Sehun menunjuk bagian lengan baju Kai yang berwarna sedikit kecoklatan.

Kai juga melirik pada lengan bajunya, "oh, ini. Tadi ada seseorang yang tidak sengaja menabrakku." Kai kembali melanjutkan kegiatannya mencuci sayur-sayuran. Sehun mengangguk mengerti.

.

.

.

"Sohee-ya, apa kau sudah bertemu dengan Kai?" Tanya seorang yeoja paruh baya yang sedang membaca majalah kepada gadis yang juga sedang duduk di hadapannya.

"ne, eommoni." Jawab Sohee singkat. Ia teringat seorang yeoja yang ia lihat tadi pagi di apartement Kai.

"eommoni…" panggil Sohee.

Merasa dirinya dipanggil, nyonya Kim menatap gadis dihadapannya sambil tersenyum, "ne?"

"Kai oppa…" Sohee menjeda ucapannya sebentar. Sedangkan nyonya Kim menaikkan kedua alisnya masih menunggu ucapan Sohee.

"Kai oppa… apa dia sudah mempunyai kekasih sebelum dijodohkan denganku?" Tanya Sohee sambil menatap nyonya Kim yang menatapnya dengan ekspresi kaget.

"kekasih? Siapa yang mengatakannya? Eommoni tidak tau kalau dia sudah mempunyai kekasih,"

"jeongmalyo? Tapi aku melihat seorang yeoja di apartement nya tadi pagi…" Sohee berkata dengan nada yang dibuat-buat sedih agar calon mertuanya itu kasihan terhadap dirinya dan mengusir yeoja yang berada di apartement Kai itu.

"benarkah? Dasar anak itu! Apa ia mencoba untuk berselingkuh?" Sohee diam-diam tersenyum. 'lihat saja nanti! Kau pasti akan pergi dari kehidupan Kai oppa!'

.

.

.

Kai dan Sehun kini sedang memakan ice cream mereka di depan televisi yang menayangkan sebuah berita.

Kai berhenti sebentar karna ia merasa ada sesuatu yang ia lupakan. "Hun-ah…" panggilnya. Sehun menoleh pada Kai. "ne?"

Kai mencoba berfikir sebentar. Yang tadi siang ia temui di supermarket itu, apa benar oppa Sehun? Pasalnya, saat ia menatap manik mata namja tersebut, ia seperti melihat manik mata Sehun. Sangat mirip.

Tapi, dia mana tau kan? Secara dia belum pernah bertemu dengan oppa nya Sehun. Ia takut nanti ia hanya memberi harapan palsu pada Sehun, karena ternyata orang yang ia sangka oppa Sehun itu, bukan orang yang benar.

Sehun yang melihat Kai hanya diam, mengibaskan tangannya tepat didepan wajah Kai, membuat namja tersebut tersadar dari lamunannya.

"ada apa?" Tanya Sehun. Kai menggeleng.

"ani. Tidak jadi, aku lupa apa yang akan ku katakan,"

"kau aneh," Sehun kembali menyuap es nya sambil menatap kembali layar televisi didepannya.

"hey, kau makan seperti anak balita saja," Kai menunjuk sudut bibir Sehun yang terdapat remahan ice cream.

Tanpa aba-aba, Kai langsung menyambar bibir Sehun. Dan membersihkan remahan tersebut. Namun setelah selesai ia tidak melepaskan ciumannya. Ia semakin memperdalam ciumannya.

Sehun tersentak menerima perlakuan Kai. Namun ia hanya diam saja, kalau dia melawan pun, dia tidak akan sanggup. Ingat, Kai itu lelaki. Sedangkan ia wanita.

Tapi, selain itu ia juga menyukai setiap sentuhan yang Kai berikan padanya. Jangan bilang kalau dia adalah yeoja murahan, ini memang kenyataannya. Lagipula Kai melakukannya atas dasar cinta, kan?

.

.

.

"apa kau sudah bertemu dengannya?" Tanya seorang yeoja bersurai blonde dan pendek sebahu kepada seorang lelaki yang sedang berdiri di balkon sebuah apartement yang beberapa bulan ini ia tempati bersama kekasihnya -istri- itu.

Namja itu menggeleng, "belum, aku sangat khawatir padanya. Dimana ia tinggal sekarang?" namja tinggi tersebut menerawang menatap langit malam.

GREP

Yeoja berambut pendek yang hanya memakai kemeja putih berukuran besar di bandingkan tubuhnya itu memeluk sang namja dari belakang.

"jangan khawatir. Ia pasti baik-baik saja," ucap si yeoja lembut.

Namja itu membalikkan tubuhnya menatap yeoja berambut pendek itu. Ia memeluk pinggang yeoja itu lalu mengecup singkat bibir cherrynya.

"gomawo, Lu. Aku mencintaimu…"

"sama-sama. Aku lebih mencintaimu, Kris…"

.

.

.

.

Sudah satu bulan lebih Sehun tinggal di apartement Kai. Ia merasa semakin nyaman tinggal disana, apalagi bersama Kai. Seperti tidak ingin tinggal dimana-mana lagi selain di apartement namja yang sudah ia cintai itu.

Namun, ia hanya takut. Takut kalau keluarga Kai mengetahui keberadaannya di apartement Kai, apalagi Sohee mengetahui ia disini. Dan gadis itu sangat tidak menyukainya. Ia tau itu.

Ia juga takut apabila nanti Sohee mengatakan tentang dirinya yang berada bersama Kai. Ia pasti di benci setelahnya. Pastinya, ia tidak menginginkan hal itu terjadi.

Jujur, sebenarnya ia sangat tidak ingin Kai meninggalkannya maupun sebaliknya.

Sehun menghela nafas lalu menatap keluar jendela dari tempatnya duduk sekarang. Di ranjang.

"oppa, kau dimana sekarang? Apa kau baik-baik saja? Appa eomma bagaimana? Kuharap kalian semua baik-baik saja… aku merindukan kalian…" air matanya jatuh.

Selalu seperti itu. Setiap ia memikirkan tiga orang yang sangat disayanginya itu, ia selalu menangis.

"uljima… kau sedang memikirkan apa eo?" tiba-tiba Kai memeluk Sehun. Ia menghapus air mata Sehun dengan ibu jarinya lembut.

Sehun menatap Kai, "oppa, appa, eomma…" jawab Sehun pelan.

Kai tersenyum lembut pada Sehun. Ia memeluk Sehun lebih erat dan menenggelamkan wajahnya pada dada bidangnya. Mengecup puncuk kepala yeoja yang di cintainya ini.

"jangan khawatir. Apabila nanti Tuhan sudah mengizinkanmu untuk bertemu mereka bertiga, kau pasti akan bertemu dengan mereka. Tapi mungkin Tuhan sekarang masih menahannya, jadi kau disuruh-Nya untuk bersabar… Kau harus yakin itu…" Kai menangkup wajah Sehun, lalu mengecup dahinya dan kembali memeluknya.

"arraseo?"

"hm, ne…"

.

.

.

"yeobo, bagaimana dengan Kai. Anak itu sudah keterlaluan. Kita tidak bisa berdiam seperti ini lagi," ucap nyonya Kim pada suaminya yang sedang duduk di ruang kerjanya sambil membaca beberapa dokumen yang berada diatas meja kerjanya. Sesekali menyeruput kopi nya.

Lelaki paruh baya itu membuka kacamata bacanya lalu menatap sang istri yang berada di hadapannya, "kita akan datangi apartement nya besok,"

.

.

.

"kamsahamnida," Kai membungkuk sambil menerima kantung yang berisi ddokbokki. Ia memberikan beberapa lembar uang kepada sang penjual lalu beranjak dari kedai tersebut.

PLUK

Saat iasudah berada diluar kedai tempat ia membeli ddokbokki tadi, seorang yeoja berjalan dihadapannya dan tidak sengaja menjatuhkan dompetnya.

Kai segera mengambil dompet tersebut.

"Chogiyo! Aggashi!" yeoja yang Kai panggil berhenti berjalan lalu menghadap ke belakang –ia merasa kalau yang dipanggil adalah dirinya-.

Kai langsung berlari mendekati yeoja tersebut, "a-apa kau memanggilku?" yeoja tersebut menunjuk dirinya sendiri dengan telunjuk lentiknya.

"ne. ini dompet anda, kan?" Kai menyodorkan dompet tersebut. Sang yeoja menatap benda yang disodorkan namja tinggi dihadapannya ini.

"eo? Benar ini milikku!" yeoja tersebut mengambilnya dari tangan Kai.

"kamsahamnida! Untung kau mengembalikannya, ini sangat berharga bagiku. Ah, ngomong-ngomong namamu siapa?" Tanya yeoja tersebut sopan.

"ah, namaku Kai."

"oh, aku Luhan. Senang bertemu denganmu, Kai-ssi. Dan sekali lagi terima kasih karena sudah mengembalikan ini. Aku tidak tau bagaimana lagi kalau dompet ini akan hilang." Luhan tertawa kecil.

Kai mengangguk, "ne, sama-sama, Luhan-ssi,"

"Chagi! Kau sudah selesai?" seorang namja merangkul pundak Luhan.

Kai menatap namja tersebut, "eo? Kau?"

Namja yang Kai tunjuk menoleh pada Kai.

"ah, kau… orang yang dulu tidak sengaja ku tumpahkan minuman, kan?" Tanya namja tersebut.

Kai tersenyum, "ne, kau benar! Senang bertemu denganmu lagi…?"

"Kris! Namaku Kris!"

"ne, Kris-ssi… !" Kai langsung terdiam saat menyebut nama tersebut.

'Kris?'

Kris dan Luhan saling pandang saat melihat Kai yang tiba-tiba terdiam.

"K-Kai-ssi, Gwenchana?" ucap Luhan sambil memegang pundak Kai.

.

.

.

TING TONG

Bel apartement Kai berbunyi. Sehun yang tadinya hendak berjalan kearah dapur tiba-tiba berhenti. "nugu?" gumamnya.

Ia melangkah menuju pintu utama apartement tersebut. Lalu membukanya…

Nafas Sehun tercekat saat ia melihat siapa yang datang.

"anyeong! Ah, Kai oppa eodi? Kenapa kau yang membuka pintunya? ck!" orang yang datang ternyata adalah Sohee. Ia melipat tangannya kesal.

"K-Kai, dia keluar sebentar…" ucap Sehun gugup.

"hey, yeoja murahan! Kenapa kau masih berada di apartement calon suami ku, eh? Kau itu benar-benar perebeut namja orang!" gertak Sohee.

Sedangkan Sehun hanya diam. Hatinya sangat sakit dikatai seperti itu. Bagaimanapun juga, dia juga seorang manusia yang masih mepunyai harga diri dan hati. Sohee sangat tega mengatakan itu padanya.

"mwo? Kenapa kau diam? Berarti apa yang kukatakan benarkan?cih! aku sudah menduga itu!" Sohee memandang kuku-kuku nya santai. Sedangkan Sehun berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh.

'oppa! Ini benar-benar sakit! Kenapa aku harus terjebak di kehidupan orang-orang seperti mereka oppa?'

"Sohee! Apa yang kau lakukan disini?" tiba-tiba Kai datang dan sedikit mendorong Sohee agar menjauhi Sehun yang sedang tertunduk.

"oppa! Apa yang kau lakukan? Kenapa kau mendorongku?" protes Sohee.

"Hun-ah, gwenchana?" Kai mengabaikan Sohee dan memilih bertanya pada Sehun.

Sehun menggeleng, "gwenchana,"

"YAK! Gadis manja! Kenapa kau berada disini? Kau ingin mencari masalah, eo? Lebih baik kau pergi sekarang!" bentak Kai. "K-Kai, gwenchana. Aku tidak apa-apa. Jangan membentaknya," bela Sehun.

"aku tidak percaya. Dia pasti mengataimu, kan?"

"oppa! Kau lebih memilih yeoja ini? Oppa, kau tidak sadar pilihanmu itu sangat rendah?" bentak Sohee pada Kai.

"Yoon Sohee! Lebih baik kau pergi sekarang!" usir Kai.

"geurae! aku pergi sekarang! Tapi, liat saja nanti, yeoja ini pasti yang akan pergi nanti!" setelahnya Sohee langsung beranjak meninggalkan Kai dan Sehun.

"sudah, perkataan Sohee jangan dimasuki ke hati ne? dia hanya menggertak mu saja, kajja kita masuk. Aku membeli ddokbokki," Kai merangkul pundak Sehun lalu masuk kedalam apartement.

.

.

.

[Flashback]

"K-Kai-ssi, Gwenchana?" ucap Luhan sambil memegang pundak Kai.

Kai langsung tersadar dari lamunannya, "ne, gwenchana,"

Ia berdehem sebentar, Kai harus benar-benar memastikan kalau namja bersurai blonde ini adalah oppa Sehun, ia tidak mau salah orang nantinya,"Kris-ssi, kalau boleh ku tau, marga mu apa?" Tanya Kai.

"ne? ah, aku bermarga Wu…" Kai mengangkat kedua alis matanya, "Wu?"

Kris mengangguk. Nama Kris itu banyak, bukan satu saja. Pasti dia salah orang. Tapi, manik matanya…

"oh, begitu. Aniya, aku hanya sekedar bertanya saja, hehe… Kalau begitu aku permisi dulu…" Kai pun berlalu meninggalkan Kris dan Luhan.

"tadi ada apa?" Tanya Kris pada Luhan.

"aniya, dia mengembalikan dompetku yang terjatuh tadi." Kris pun mengangguk mengerti. "ya sudah, ayo kita pergi,"

[Flashback Off]

.

.

.

"Kai, kau tidak makan?" Tanya Sehun yang melihat Kai hanya mengaduk ddokbokki nya.

"ne? aniya, aku makan," Kai langsung menyuap makanannya.

"apa ada masalah, Kai-ah?"

"aniya. Nan gwenchana. Jangan khawatir," Kai menyeruput air mineralnya.

Sehun pun hanya mengangguk mengerti.

"Hun-ah, kalau kau sudah bertemu dengan oppa mu, apa kau akan tinggal bersamanya?" Tanya Kai.

"hmm, aku tidak tau. Tapi, jujur aku sudah nyaman disini bersamamu, Kai-ah." Kai tersenyum mendengar jawaban Sehun.

Suasana hening sebentar,

Mereka mulai menyuapi ddokbokki mereka. Tiba-tiba Kai teringat manik mata namja bernama Kris tadi. Ia menatap Sehun yang berada di hadapannya. "Hun-ah,"

"hm?"

"di keluargamu… apa ada yang bermarga Wu?" Tanya Kai pelan.

Mendengar pertanyaan Kai, membuat Sehun tersentak. Ia berhenti mengunyah.

"B-bagaimana kau tau? I-itu marga oppa ku…" ucap Sehun. Kai membelalakkan matanya. Jadi, namja yang ia temui itu, benar oppa Sehun?

Tapi… Sehun itu bermarga Oh…

"jinja? Tapi, kenapa marga mu dengan marganya berbeda?"

"Wu itu marga kakek dari eomma. Kris oppa lahir di china jadi ia memakai marga kakek. Tapi, kenapa kau bisa tau? Kau bertemu dengan Kris oppa?" mata Sehun berkaca-kaca.

"sebulan yang lalu, aku bertemu dengannya di supermarket, dia yang tidak sengaja menumpahkan minumannya ke lengan baju ku waktu itu. Dan, aku juga bertemu dengannya tadi…"

"jinjha? Kenapa kau tidak memberitahu ku?" air mata Sehun keluar. Ia menjadi kesal dengan Kai sekarang. Kenapa ia tidak memberitahunya kalau ia sudah lama bertemu dengan oppanya?

"awalnya aku ingin memberitahu mu, tapi aku tidak yakin waktu itu. Mianhe, aku akan berusaha menemukannya lagi, aku janji, eo?"

Sehun hanya diam tertunduk. Ia menangis terisak. Kai berpindah duduk disamping kursi Sehun lalu memeluknya. "mianhe, aku benar-benar tidak tau, Hun-ah," Kai mengusap punggung Sehun agar ia tenang.

"jebal. Aku merindukan oppa…"

.

.

.

TBC

Huft, ini lumayan panjang gak? Jiki takut, nantik kalau kepanjangan, readers jadi bosan bacanya :(

Terus, alurnya kecepatan, kah? Huh, ff ku memang banyak kekurangannya, maaf ya?

Balas review :

zoldyk : I love you too.. ^^ /plak/, gomawo udah RnR^^

askasufa : eh, kamu tau aja wkwkwk kalau untuk soal keluarga Sehun /mianhe, aku gak ada certain di ff nya/ ceritanya keluarga Sehun tu punya utang, jadi ya gitu lah… udah tau aja kan ceritanya gimana.. ^^, Gomawo udah RnR ^^

: BINGO! Hahaha, gomawo udah RnR^^

daddykaimommysehun : huwee jinjha? Aku takutnya nanti kalau pnjang bener, nanti jadi bosen bacanya TT, tapi ini udah lumayan panjang gak? Nantik kalau masih pendek bilang ne? nantik ku usahain panjang deh, gomawo udah RnR^^

urikaihun : hehe makasih ya? Gomawo udah RnR^^

hyenakim501 : makasih^^ gomawo udah RnR^^

shinshin99SM : ne ini udah di lanjut ^^ gomawo udah RnR^^

KaiHunnieEXO : sabar, jangan sampe emosi kayak gitu, wkwkwk gomawo udah RnR^^

xohunaa : ya, kalau krystal aku udah buat juga di ff ku yang I don't know my heart, lagian kalau orang ketiganya krystal terus, nanti kan jadi bosan, Gomawo udah RnR^^

afranabilah19 : benar benar benar, hahaha Gomawo udah RnR^^

bellasung21 : gimana ya? Menurut kamu nya? Wkwkwk Gomawo udah RnR^^

: wuish, kamu tau aja kkkk, Gomawo udah RnR^^

Lhea winds : makasih ya? Ini udah dilanjut, gomawo udah RnR^^

DiraLeeXiOh : udah tau kan Kai ketemunya sama siapa? Gomawo udah RnR^^

kihae forever : ya, ini udah dilanjut kok, Gomawo udah RnR^^

ifi. sehuna : hahaha, Gomawo udah RnR^^

blackforwhite : hm, ini udah panjang belum? Kalau masih belum, bilang ya? Nanti aku usahain panjangin ff nya. Tapi, kalau kepanjangan, aku takutnya nanti jadi bosen bacanya. :( , Gomawo udah RnR^^

snowy07 : Hmm, gimana ya? Kamu liat nanti aja deh, hehe, Gomawo udah RnR^^

Jiki mau minta saran readers semua, bagusnya ff ini panjangnya berapa kata? 3k+ atau 2k+ aja? Gomawo /Bow/

Review lagi ne?

Kritik dan Sarannya di terima asal jangan di Bash ya?