Kiss
"Ahhnn… tidak … jang… an di sana. Oh…"
Erangan, desahan, dan deru nafas terputus putus sudah terbiasa menjadi pemandangan setiap malam di kamar Eren, kamar apartemennya.
"Rivaille, kumohon, Oh tidak … Engh …" tangan kanan Eren menjadi pelampiasan mulutnya yang terus meracau nikmat, tergigit hingga berdarah.
"Ssshh … seperti biasa Eren, lubangmu sempit … apa Kau menjahitnya?" rambut eboni mendesis.
Pinggul bergoyang, saling bertabrakan.
Tepukan kulit menggema bagai irama.
Kegiatan rutin tiap malam yang Rivaille lakukan, dan selalu Eren nantikan.
Tubuh Eren di jamah Rivaille tanpa absen.
Eren selalu suka akan sentuhan Rivaille, Eren selalu suka tangan Rivaille yang menjelajahi tubuhnya tanpa terlewat sedikitpun.
Eren selalu suka cara Rivaille memandangnya dalam.
Eren selalu suka cara Rivaille menemukan titik spot dalam lubang mungilnya.
Eren selalu suka saat, …
" Rivaille … Oughh"
Saat Rivaille menciumnya ketika mereka klimax.
TAMAT
