Title : Virtual Game
Chapter 2 : Rules of Game
Disclaimer : Kamichama Karin Chu © Koge Donbo
~Virtual Game~ © Bella-chan
Rated : T
Genre : Sci-Fi ; Adventure
Pairing : KazuRin
Warning : AU, OOC, typo, abal, gaje, alur kenceng, nggak nyambung, dll
Summary : Karin dan Kazune. Keduanya adalah murid-murid jenius di sekolahannya. Keduanya bersaing meskipun tidak mengenal satu sama lain. Takdir mereka dipertemukan ketika mereka diharuskan untuk mewakili negaranya untuk mengikuti acara peluncuran sebuah game berteknologi terbaru. Apa maksudnya? Kenapa harus mereka berdua yang dipilih?
.
.
Please Enjoy Reading
.
.
~Virtual Game~
Normal POV
"Uappppaaaa!"
Tampak ada yang melongo, histeris, teriak-teriak gaje, bahkan ada yang sampai jungkir balik. Author hanya bisa sweatdrop melihat peserta acaranya adalah anak alay bin lebay bin aneh.
(Kazune dkk : Hei kita masih waras. Kita nggak norak kayak Nitsuki dan Ringo)
Rupanya pemirsa sekalian, Nitsuki dan Ringo sedang goyang gayung#dirajam.
Oke back to story
"Minna, selamat datang di dunia virtual game ala Bella!" seru author riang gembira. Sekarang posisi author sedang berdiri di atas mimbar yang melayang-layang di atas langit tapi masih dalam jangkauan penglihatan para peserta.
Semua peserta langsung menatap sekeliling mereka yang berupa pohon-pohon. Mereka berkesimpulan kalau mereka sekarang berada di tengah-tengah hutan.
"Anuu bisa dijelaskan game yang akan kita mainkan seperti apa?" tanya Himeka gugup.
"Pertanyaan yang bagus. Baiklah, akan saya jelaskan cara permainannya. Permainan ini adalah permainan bertahan hidup. Jadi kalian harus bertarung satu sama lain karena tidak semua perwakilan yang bisa lolos ke babak selanjutnya. Sedangkan untuk lolos ke tempat babak selanjutnya kalian harus menemukan batu suci karena batu itulah gerbang menuju tempat babak selanjutnya. Batu ini tersebar secara acak di seluruh penjuru hutan tapi ingat tidak mudah untuk menemukannya," jelas author seraya memasang wajah sok misterius.
"Kau bilang tadi kita harus bertarung satu sama lain. Apa yang akan terjadi jika kalah di pertarungan nanti?" tanya Rika.
"Tentu saja kalian akan mati," jawab author seraya tersenyum ala setan. "Tapi di sini mati sama saja game over dan tenang saja segala sesuatu yang timbul di game ini tidak akan berpengaruh pada tubuh kalian di dunia nyata," lanjutnya.
"Bagaimana cara kami bertarung nanti, tidak mungkin kan kita bertarung dengan tangan kosong?" tanya Kazusa bingung.
"Soal itu kalian semua tenang saja. Saya sudah menyembunyikan berbagai macam senjata termasuk item lainnya di seluruh hutan. Jadi kalian bisa menemukannya selama perjalanan nanti. Tapi berhubung saya lagi baik hati, saya sudah memberikan setiap orang satu item secara cuma-cuma. Kalian bisa cek di I-Pad yang saya kasih tadi."
Semua peserta langsung mengikuti intruksi dari author dengan mengeluarkan I-Pad yang sedari tadi mereka simpan. Tampak beberapa dari mereka ada yang senang, cemberut, maupun bingung. Salah satunya Karin yang mendapatkan item yang bernama "Orange Ball". Memangnya siapa coba yang ngerti maksudnya. Yah mungkin cuma author dan Tuhan yang tahu.
"Lalu apa maksud dari angka di layar I-Pad kami?" tanya Yura seraya menunjukkan layar I-Padnya yang terdapat angka 960.
"Itu adalah hasil tes kalian tadi dan juga sebagai health poinmu di game ini. Health poin kalian akan berkurang jika kalian terkena serangan, jatuh, terbentur, dll," terang author tenang.
"Uappaa!" Lagi-lagi semua peserta dibuat shock dan langsung menatap ngeri ke arah layar I-Pad mereka masing-masing. Ada yang langsung menghela napas lega karena poin mereka tinggi, tapi ada juga yang menghela napas pasrah karena poinnya pas-pasan saja
"Oh iya ada satu hal penting lagi!" seru author tiba-tiba.
Semua peserta langsung memusatkan perhatiannya kembali kepada author.
"Dalam I-Pad itu juga sudah dilengkapi peta hutan ini dan juga petunjuk game dan beberapa tipsnya. Berhubung hutan ini bukan hutan biasa. Jadi berhati-hatilah!" seru author dengan senyum misteriusnya.
"Dan jika kalian merasa tidak kuat, lambaikan tangan kalian pada kamera CCTV yang sudah dipasang di segala sudut."
Maaf salah skrips.
"Dan jika kalian merasa tidak kuat dan ingin menyerah dalam game ini. Kalian bisa meklik pilihan surrender pada layar I-Pad secara otomatis kalian akan langsung dikirim ke dunia nyata dengan kata lain game over," jelas author.
Semua peserta langsung bergidik ngeri. Mereka merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi nanti.
"Yosh game-nya akan dimulai begitu kembang api dinya-"
Dor
Dor
Dor
Tiba-tiba banyak kembang api yang diluncurkan secara besar-besaran dan tentunya menciptakan pemandangan yang indah di langit bagi siapapun yang melihatnya. Kecuali author yang langsung memasang ekpresi kesal begitu tahu kembang apinya diluncurkan tanpa aba-aba darinya terlebih dahulu.
"Ya sudah kita mulai gamenya saja," ucap author kehilangan moodnya. Dia segera mengambil I-Pad miliknya sendiri dan segera menyalakan sistemnya.
Begitu sistem sudah diaktifkan. Tiba-tiba tubuh seluruh peserta menghilang mulai dari ujung kaki hingga ujung rambut dan dalam sekejap lautan manusia tadi menghilang dalam sekejap mata.
"Rukaaaaa! Kenapa kau menyalakan kembang apinya sebelum aku memberi aba-aba heh?" tanya author garang.
Tiba-tiba saja ada cahaya putih berkilauan lalu menampakkan sosok laki-laki berambut blonde dengan seekor kelinci di pelukannya dan sepasang sayap di punggungnya. "Maafkan saya nona, tadi saya tidak sengaja menekan tombolnya," sesal laki-laki tadi yang dipanggil Ruka.
"Makanya lain kali berhati-hatilah, jadi orang jangan ceroboh!" seru author.
"Baik," jawab Ruka patuh.
"Bagaimana pasukanmu? Apa mereka sudah siap?" tanya author.
"Yah semuanya sudah pada posnya masing-masing. Saya yakin tidak ada peserta yang mampu bertahan," ujar Ruka.
"Bagus, tapi ingat pastikan mereka yang terpilih lolos ke babak selanjutnya dan pastikan semua hama pengganggu harus disingkarkan," ujar author seraya membuka daftar peserta dari tiap perwakilan negara-negara yang ia pilih dengan I-Padnya.
"Nona, kenapa anda tidak membuat peserta-peserta yang terpilih itu lolos dengan mudah saja. Jadi kita tak perlu repot-repot?" tanya Ruka bingung.
"Kalau aku meloloskan mereka dengan mudah nanti ceritanya jadi tidak seru. Lagipula aku ingin main-main sebentar dengan mereka," ujar author dengan senyum evil.
Ruka yang melihatnya hanya bisa sweatdrop menanggapinya.
"Ruka jangan lupakan tugasmu, apapun yang terjadi pastikan mereka yang terpilih lolos ke babak selanjutnya!" perintah author.
Ruka hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Sudah gugur sebanyak 21 tim rupanya," gumam author begitu mengecek daftar peserta yang masih bertahan dan peserta yang sudah game over. "Sepertinya pasukanmu bisa diandalkan," ucap author takjub.
"Tentu saja saya tidak akan mengecewakan pencipta saya," ucap Ruka patuh.
"Bagus. Baiklah kalau begitu aku akan menyiapkan babak akhir. Pastikan setelah semua urusan di sini telah selesai, kau langsung menyusulku ke sana!" perintah author. "Aku akan selalu mengawasi perkembangan di sini. Jadi jangan ceroboh!" tambah author.
"Ba-baik," jawab Ruka sedikit takut.
Setelah itu author pun ikut menghilang dari sana, meninggalkan Ruka sendirian bersama kelincinya.
"Yosh target pertama adalah negara-" Ruka langsung mengecek I-Pad miliknya sendiri. Dan membaca nama negara yang berada paling atas dalam daftarnya.
"Jerman."
~Virtual Game~
Kita lakukan flashback 5 menit yang lalu
"Itu adalah hasil tes kalian tadi dan juga sebagai health poinmu di game ini. Health poin kalian akan berkurang jika kalian terkena serangan, jatuh, terbentur, dll," terang author tenang menjawab pertanyaan Yura tadi.
Yura and Rika side
Yura tersenyum puas begitu mengetahui arti dari angka 960 dalam layar I-Padnya.
"Sepertinya kita akan menjadi pasangan yang kuat di sini," ucap Rika seraya berjalan menghampiri Yura. Dia menunjukkan angka yang tertera pada layar I-Padnya yaitu 942.
Yura tersenyum begitu mendapati angka Rika sama tingginya dengan angkanya. "Aku sependapat denganmu, kalau begitu kita menangkan game ini," sambungnya.
"Pastinya!" sahut Rika.
Himeka and Micchi side
Micchi langsung menghela napas lega. "Rupanya poinku tidak buruk juga," ucapnya seraya menatap angka 795 pada layar I-Padnya. Dia langsung menoleh menatap teman setimnya yang sedari tadi tersenyum terus. Pasti Himeka dapat nilai bagus, pikir Micchi.
"Himeka, poinmu berapa?" tanya Micchi seraya berjalan mendekati Himeka.
Himeka segera menunjukkan layar I-Padnya pada Micchi. "500," ucap Himeka seraya tersenyum.
Micchi langsung sweatdrop begitu mengetahui nilai Himeka tidak lebih tinggi dari miliknya. "Aku pikir poinmu tinggi," gumam Micchi.
Akira and Niimi
"Niimi, health poinmu berapa?" tanya Akira penasaran.
"Kau sendiri, berapa?" tanya Niimi balik.
"Jangan jawab pertanyaanku dengan pertanyaan juga, bodoh!" seru Akira kesal.
"Siapa yang kau sebut bodoh heh!" balas Niimi kesal.
"Tentu saja kau, bodoh!" sahut Akira tak mau kalah.
"Palingan juga nilaimu tidak lebih tinggi dariku," ucap Niimi sinis.
"Apa kau bilang, bukannya itu kau ya. Kau kan bodoh," balas Akira.
"Baiklah, kalau begitu kita tunjukkan nilai kita sama-sama. Dengan begitu kita tahu siapa yang bodoh di antara kita," usul Niimi.
"Ayo, siapa takut!" ucap Akira setuju.
"Dalam hitungan ketiga, kita tunjukkan layar I-Pad kita masing-masing," ujar Niimi.
1
2
3
…..
"HEEEEHHHHH!"
Rupanya nilai keduanya sama pemirsa-pemirsa sekalian yaitu 920.
Kazusa and Jin side
"Coba saja soal fisika sama kimianya mudah. Aku pasti dapat nilai yang lebih tinggi lagi dari ini," sewot Kazusa.
"Sudahlah nilai 890 itu sudah cukup tinggi kok," hibur Jin.
"Memangnya Jin dapat nilai berapa?" tanya Kazusa penasaran.
"850, mungkin aku banyak salahnya di soal matem," ucap Jin.
"Huh andai saja tadi tesnya kerja kelompok. Mungkin kita bisa dapat nilai 1000," ujar Kazusa cemberut.
Jin hanya mengacak-ngacak rambut Kazusa.
Karin and Kazune side
Kazune tersenyum puas begitu mengetahui ia mendapat nilai sempurna alias 1000. Yah, meski dirinya sudah memprediksikannya tapi tetap saja dia merasa lega begitu mengetahui prediksinya tidak meleset. Kazune menoleh menatap Karin yang hanya menatap kosong ke arah layar I-Padnya. Entah kenapa dia mendapatkan firasat buruk. Maka dari itu ia langsung berjalan menghampiri Karin.
"Karin, kau dapat berapa?" tanya Kazune langsung.
Karin langsung terlonjak kaget begitu mengetahui Kazune sudah berada di dekatnya. Sontak saja dia langsung menyembunyikan I-Padnya di balik punggungnya.
Merasa ada yang tidak beres, Kazune dengan cekatan langsung merebut I-Pad milik Karin. Karin hanya bisa pasrah begitu I-Padnya sudah berada di tangan Kazune. Kazune melotot begitu melihat angka pada layar I-Pad milik Karin.
"Kariinnnnn," panggil Kazune dengan aura seram.
Karin langsung bergidik ngeri begitu melihat Kazune sekarang ini. "Huweee gomenne Kazune," sesal Karin.
.
.
To Be Contiuned
.
.
Please Review
Session Talkshow
Bella : *balik ke dunia nyata* Haloo minna-san. Apa kabar kalian? Apa ada yang kangen sama Bella :3 *BLETAK*
Ruka : *mukul pakek centong nasi*
Bella : Huweee Rukaaa, dirimu jahat sekali padaku T_T *nangis bombay*
Ruka : Habisnya kenapa aku nggak ikut main game di sini. Aku kan ingin…
Bella : Kau kan anak baru, jadi masih perlu beradaptasi di sini.
Ruka : Memangnya aku hewan -,-
Bella : Bukannya kau itu manusia setengah kera ya *masang wajah polos*
Ruka : *Berapi-api*
Bella : *Bakar sate dari panas yang dihasilkan dari tubuh Ruka*
Ruka : *pundung* Aku nggak kuat punya majikan kayak dia.
Bella : *makan sate* Hmmm…. *baca kertas*
Ruka : Author, yang lain pada kemana? Masak kita berdua di sini?
Bella : Lho yang lain kan masih pada kejebak di dunia game yang Bella buat *masih baca kertas*
Ruka : Oohhh…. Author lagi baca apaan sih? *menengok isi kertas yang dibaca author*
Bella : Ini hasil audisi para karakter OC yang akan berpatisipasi dalam game ini.
Ruka : Authorjahat, masak yang OC-nya sendiri nggak diikutin *ngambek*
Bella : Ruka sayaaaang, justru kamu bersyukur kau nggak ikut main, karena nanti kita bisa *bisik-bisik ke Ruka*
Ruka : Wahhh kalau gitu aku ikhlas lahir batin nggak ikut main :D
Bella : Oke berhubung yang Bella butuhin cuma 4 karakter baru dan yang mendaftar ada banyak. Akhirnya Bella memutuskan mengambil 10 karakter baru dari setiap author/reader dengan konsekuensi tidak banyak muncul di sini. Mungkin ada yang bakal muncul pada satu chapter doang dan itu acak. Gomenneee
Nah ini dia 10 karakter yang terpilih.
1. Mionamichan
Nama : Okawa Sazumi
Gender : Perempuan
Ciri-ciri :
-warna rambut putih
-Warna mata merah tua
-Model rambut panjang sepinggang bergelombang, dikuncir ekor kuda dengan pita berbentuk kelinci
Negara : Prancis
2. Ritsu matsuoka
Nama : Skye Steiner
Gender : Laki-laki
Ciri-ciri :
-Rambut silver
-Mata emerald
Negara : Prancis
3. Liching
Nama : Mei Sing
Gender : Perempuan
Ciri-ciri :
-Rambut hitam
-Rambut lurus memakai hiasan bunga sakura
Negara : Cina
4. Kujyo Naila-Chan
Nama : Ichiko Ngamchaweng
Gender : Perempuan
Ciri-ciri :
-Warna rambut biru tua
Negara : Cina
5. Vanessacchi
Nama : Vanessa Skyfinger
Gender : Perempuan
Ciri-ciri :
-Rambut berwarna pink kapas sepinggang
-Warna mata pink kemerahan
Negara : Inggris
6. anaracchi
Nama : Javier Naylon
Gender : Laki-laki
Ciri-ciri :
-Warna rambut silver melawan arah gaya gravitasi
-Bola mata hitam mirip batu onyx
Negara : Inggris
7. Yunnah-chan
Nama : Miura Kazuna
Gender : Perempuan
Ciri-ciri :
-Warna rambut pirang lurus sepunggung
-Rambut dikuncir kuda dengan pita berwarna hitam
-Warna mata navy blue
Negara : Belanda
8. Reo Toa Hikari dan Hikaru
Nama : Nanao Kaga
Gender : Perempuan
Ciri-ciri :
-Warna rambut coklat caramel
-Rambut panjang dan sedikit bergelombang
-Warna mata oranye gelap
Negara : Belanda
9. Meirin Hinamori16
Nama : Hayato Midori
Gender : Laki-laki
Ciri-ciri :
-Warna rambut dark blue
-Warna mata gold
Negara : Amerika
10. ryukutari
Nama : Uraki Sakura
Gender : Perempuan
Ciri-ciri :
-Rambut warna ungu kemerah mudaan
-Mata biru sapphire
Negara : Amerika
Bella : Bagi yang terpilih. Selamaattt dan maaf kalau Negara perwakilannya tidak sesuai dengan harapan kalian.
Ruka : *sibuk dengan I-Padnya*
Bella : Gimana Ruka, persiapannya sudah selesai?
Ruka : Yap, tinggal nunggu perintah dari author.
Bella : Kalau begitu kita harus segera kembali ke virtual game.
Ruka : Sip Bos.
Bella : Nah minna terima kasih sudah membaca sampai akhir. Arigatou, dan jangan lupa tinggalkan review dan maaf kalau kali ini nggak ada balasan review. Oh ya satu lagi sebutkan juga 2 pasangan jagoan kalian di Virtual Game. Terserah... Berhubung di Piala Dunia, Bella jagoin Jerman. Chapter depan bakal diceritain pasangan dari Jerman dalam game ini XD
Ruka : Author, katanya mau balik ke Virtual Game. Sudah aku aktifin proses perpindahannya!
5
4
Bella : Kalau begitu, jaa minna!
1
BLASH
Note :
Kalau kalian bingung dengan penggambaran OC Bella, bisa lihat di profil akun ff kalau bingung dengan penggambaran Bella, hmm coba gunakan imajinasi kalian sendiri-sendiri untuk menggambarkan Bella itu seperti apa. Yang pasti Bella manusia XD
