A/N: Author ingin mengucapkan Terima kasih banyak kepada para readers yang sudah mereview fic ini. Ceritanya memang agak ribet, author sendiri saja sampai kebingungan. Ya sudah, tanpa banyak ngomong lagi langsung saja dibaca ya.
Selamat membaca~
Summary:
Ini adalah kisah empat orang sahabat yang terjebak dalam cinta segi empat yang menyakitkan.
Previously on Him and her:
"Walaupun aku mendukung Natsu dengan Lucy, tapi aku takut kedua pihak yang lain akan tersakiti"
"Apa mereka ber-empat terlalu bodoh untuk menyadari perasaan satu sama lain?"
"Aku mengerti apa maksudmu Erza. Natsu menyukai Lucy, Lucy menyukai Sting, Sting menyukai Lisanna, tapi Lisanna menyukai Natsu"
NORMAL POV
Lisanna masuk ke kamarnya sambil membawa nampan yang berisi 2 gelas minuman dan biskuit-biskuit. Setelah selesai pulang sekolah, Lucy mampir ke rumah Lisanna karna Lisanna ingin membicarakan sesuatu.
"Silahkan di minum dulu Lucy" ucap Lisanna sambil menyodorkan segelas minuman ke arah Lucy. Luce pun mengucapkan terima kasih lalu meminum minumannya.
"Jadi apa yang mau kau bicarakan Lisanna?" tanya Lucy.
Lisanna mencondongkan badanya ke arah Lucy. "Aku ingin memberitahu mu salah satu rahasia terbesarku Lucy" bisik Lisanna pada Lucy.
"Ra-rahasia terbesarmu, kalau itu rahasia terbesarmu kenapa kau mau memberitahu aku?" tanya Lucy dengan kaget.
"Kau ini kan sahabat terbaik ku Lucy, jadi wajar saja kalau aku memberitahu mu" jawab Lisanna sambil tersenyum lembut.
Lucy tersenyum balik kepada Lisanna. "Memangnya apa rahasia terbesar mu Lisanna?" tanya Lucy.
Kali ini Lisanna berpindah tempat duduk menjadi di sebelah Lucy. "Tapi kau harus berjanji padaku bahwa kau tidak akan pernah bilang pada siapapun tentang rahasia ini" ucap Lisanna. Lucy mengangguk dengan mantap.
Lisanna menghirup napasnya, bersiap untuk memberitahu Lucy rahasia terbesarnya. "Sebenarnya aku menyukai Natsu."
Suasana hening seketika. Lucy menatap lurus ke Lisanna dengan pandangan yang sulit diartikan.
"APAA! KAU MENYUKAI NATSU?!" teriak Lucy di depan muka Lisanna.
Lisanna buru-buru menutup mulut Lucy. "Jangan teriak-teriak Lucy, nanti Elf-nii dan Mira-nee tahu" ucap Lisanna.
Lucy melepaskan tangan Lisanna yang berada di mulutnya. "Sejak kapan?" tanya Lucy yang masih dengan tatapan kagetnya.
"Sejak kelas 2 SMP" ucap Lisanna dengan malu-malu.
"Kenapa kau tak bilang padanya?"
"Aku malu Lucy, nanti bagaimana kalau di menolak ku?" tanya Lisanna dengan murung.
Lucy mengelus rambut Lisanna dengan lembut. "Kalau tidak dicoba mana mungkin kau tahu, lagipula siapa tahu saja Natsu menyukaimu" ucap Lucy mencoba menyemangati Lisanna.
Tetapi Lisanna menggelengkan kepalanya. "Natsu hanya menyukai ku sebagai sahabat."
"Sudah tenang saja, mulai sekarang aku akan membantu mu mendekati Natsu, oke" ucap Lucy sembari mengancungkan jempolnya.
Lisanna yang melihatnya pun terharu. Dia sangat bahagia karna mempunyai sahabat yang sangat baik seperti Lucy. "Terima kasih Lucyyy, kau memang sahabat terbaik ku" ucap Lisanna sambil memeluk lucy dengan erat.
Sepanjang malam Lisanna menceritakan tentang bagaimana dia bisa menyukai Natsu, sedangkan Lucy mendengarkan Lisanna dengan senang, Lucy tahu bahwa Lisanna tidak punya teman ngobrol untuk urusan percintaan, makanya Lisanna jadi sangat senang bisa menceritakan siapa yang dia sukai ke Lucy. Tapi entah kenapa Lucy tidak bisa memberitahu Lisanna bahwa Lucy menyukai Sting.
NATSU'S POV
aku merebahkan tubuhku di atas tempat tidur menatap lurus ke arah langit-langit kamarku.
"Apa Luce akan menerimaku jika aku menyatakan cinta padanya? Ah bodohnya aku, dia kan suka dengan Sting" ucapku sambil menjitak kepalaku sendiri. "Apa yang Sting miliki yang aku tidak punya ya?" tanya ku dengan diri sendiri.
'Apa Lucy menyukai pria berambut pirang?' batinku.
Lalu aku berjalan ke arah cerminnya. Dia menatap dirinya sendiri. "Gue ganteng kok, keren lagi" ujar ku sambil mengusap-usap dagu. "Kece apa lagi, pinter main basket sama musik, yah walaupun pelajaran enggak" ucapku dengan pedenya.
"Cuman gue cowok yang bisa kece dengan rambut pink hehehe..."ucap ku sambil tertawa-tawa.
"Yosh! Mulai besok aku akan mendekati Luce, mana mungkin aku akan kalah dengan Sting!" sahut Natsu dengan bersemangat. Tapi dia tidak tahu bahwa mendekati Lucy akan menjadi sangat sulit lebih dari perkiraannya.
NORMAL POV
Pagi ini seperti pagi biasanya. Natsu, Lucy, Sting, dan Lisanna berjalan menuju ke sekolah bersama.
'It's time to get Luce's attention!' sahut Natsu dalam hati.
"Yo Luce, jadi benar nih kau akan datang ke pertandingan basket minggu depan?" tanya Natsu yang sudah berpindah tempat menjadi di sebelah Lucy.
"Aku juga ikut loh Natsu" ujar Lisanna .
"Aku tahu Lis" ucap Natsu lalu memalingkan wajahnya ke arah Lucy lagi. "Jadi kau akan datang kan Luce?" tanya Natsu dengan semangat.
Lisanna memandang Natsu dengan sedih. 'Kenapa dia hanya bertanya pada Lucy? Lagipula aku dan Lucy kemarin sudah bilang bahwa kami berdua akan datang' batin Lisanna.
Tapi mereka bertiga tidak tahu bahwa dibalik percakapan mereka ada dua orang yang tersakiti. Tapi kejadiannya terlalu cepat sehingga tidak ada yang tahu.
Terlalu cepat sehingga tidak ada yang menyadarinya.
Terlalu cepat sehingga tidak ada yang merasakannya.
Terlalu cepat sehingga tidak ada yang melihatnya.
Bahwa Lisanna dan Sting tersakiti.
"Pagi Lucy-san, Lisanna-san, Natsu-san, dan Sting-san" sapa Juvia ketika bertemu mereka ber-empat di depan gerbang sekolah.
"Juvia! Kau sudah sehat?" tanya Lucy.
Juvia mengagguk dengan senang. "Iya Juvia sudah sehat. Oh ya, apa kalian melihat Gray-sama?" tanya Juvia sambil celinguk-celingukan mencari pacarnya.
"Si kepala es itu pasti datangnya telat" jawab Natsu yang disertai anggukan Sting.
"Lebih baik kau pergi ke kelas dengan kita saja Juvia" ucap Lisanna. Juvia pun mengangguk dan pergi ke kelas bersama yang lainnya.
Setelah sampai di kelas. Natsu, Lucy, Lisanna, Sting, dan Juvia langsung menuju bangku mereka masing-masing. Sejak berangkat ke sekolah tadi, Lisanna dan Sting kelihatan murung dan itu membuat Lucy khawatir. Lucy berniat untuk menanyakan Lisanna kenapa dia murung, tapi niatnya langsung dihentikan ketika ada suara gebrakan pintu yang sangat keras.
"Oi flame-head, scar-face!" sahut gray dari depan pintu.
Natsu dan Sting yang tidak terima namanya diganti oleh Gray langsung marah-marah. Walaupun mereka berdua sering ngerubah nama orang juga -_-
"Apa maksudmu hah ice-block?!" sahut Sting sambil menunjuk-nunjuk Gray dengan kesal.
"kau nyari ribut ya?!" sambung Natsu yang tidak kalah marahnya dengan Sting.
Gray berjalan menuju Sting dan Natsu, tapi langkahnya terhenti ketika dia melihat ke sampingnya, dia melihat Juvia. Senyumnya langsung melebar ketika melihat pacarnya sudah masuk, dia langsung berlari menuju Juvia dan lupa dengan apa yang tadi dia mau sampaikan ke Natsu dan Sting.
"Juvia kau sudah sehat ya? Syukurlah" ucap Gray dengan senang.
Tapi sepertinya Gray lupa bahwa dia sudah membuat kesal dua orang pagi-pagi.
"Woy orang yang punya penyakit telanjang! Jangan diamkan kami!" ucap Natsu dan Sting berbarengan.
Gray menghela napasnya. "Ada yang ingin aku sampaikan" ucap Gray.
"kalau mau menyampaikan sesuatu jangan pakai ngubah-ngubah nama orang dong!" sahut Natsu dengan kesal. Juvia, Lucy, dan Lisanna hanya bisa ber-sweatdropped mendengar perkataan Natsu, padahal tadi pagi Natsu baru ngubah nama Gray dengan 'kepala es' .
"Kata Laxus-sensei kau dan Sting hukumannya dicabut, karna kalian akan mengikuti pertandingan basket" ucap Gray. Natsu dan Sting langsung bersorak gembira sambil ber-high five ria.
"Kalau aku dan Lisanna bagaimana?" tanya Lucy, berharap bahwa hukumanya dan Lisanna di cabut juga.
"tenang saja, hukuman kalian juga dicabut, jadi jangan khawatir" Lucy dan Lisanna yang mendengarnya langsung menghela napas lega.
Setelah itu bel masuk berbunyi dan semua anak kembali duduk di bangku mereka masing-masing. Lucy menatap Sting dari tempat duduknya, terlihat ada semburat merah di pipinya, tapi Lucy tidak menyadari bahwa ada laki-laki berambut Pink yang memperhatikannya dari tadi, pemuda itu pun menghela napas kecewa melihat wanita yang disukainya tidak menyukainya balik.
STING' POV
Aku menatap buku pelajaranku dengan bosan. Aku sama sekali tidak mendengarkan apa yang diterangkan guru didepan. Aku menoleh pada wanita berambut putih pendek yang berada di samping ku. Aku tidak bodoh, aku tahu bahwa dia menyukai Natsu, tapi aku tetap mencintainya.
Sejak tadi pagi dia terlihat murung pasti karna pembicaraan Natsu tadi pagi. Dia cemburu karna Natsu hanya menanyakan Lucy, melihatnya murung seperti tadi pagi membuatku juga menjadi ikutan sedih.
Entah sejak kapan aku mulai menyukai sahabat kecil ku yang satu ini. Tapi satu hal yang aku tahu, aku selalu merasa bahwa Lisanna lah wanita yang paling manis di dunia. Aku tahu itu memang terdengar menjijikan, tapi itulah kenyataannya.
Aku tidak perduli pada siapa pun yang menyukai Lisanna, apa pun yang terjadi aku akan membuat Lisanna menyukai ku.
END OF STING'S POV
NORMAL POV
bel istirahat sudah berbunyi. Semua anak pergi ke luar kelas untuk mengisi perut mereka yang sedari tadi minta diisi.
Gajeel berjalan ke arah Levy yang masih membaca bukunya dengan serius. "Oi tet (A/N: kuntet maksudnya) jangan baca buku terus, ayo cepat temani aku ke kantin" sahut Gajeel.
Levy masih membaca bukunya. "Pergi dengan yang lain saja Gajeel, aku sedang serius" ucap Levy yang masih terpaku dengan buku yang dibacanya tanpa menoleh ke arah Gajeel.
"Kau ini bawel sekali cil, sudah ikut saja" ucap Gajeel sambil menarik-narik tangan Levy. Karna Levy yang memang dari dasarnya tidak suka diganggu akhirnya menuruti permintaan Gajeel, walaupun dengan terpaksa.
Gajeel dan levy berjalan menuju meja yang terisi dengan teman-temanya. Mereka saling menyapa satu sama lain.
"Tumben sekali kau makan disini Jellal?" tanya Gajeel sambil duduk di bangkunya yang berada di sebelah Natsu. Jellal adalah ketua osis, jadi wajar saja kalau dia jarang makan siang dengan teman-temanya karna dia sibuk dengan urusan-urusan sekolah.
"Hari ini semua tugas sudah kuselesaikan, jadi bisa makan siang di sini deh" ucap jellal dengan dengan ramah.
Gajeel menoleh ke arah Erza yang malu-malu. "Kau pasti senang sekali kan Titania?" tanya Gajeel walaupun dia sendiri sudah tahu jawabanya.
Erza hanya bisa menunduk malu mendengar pertanyaan Gajeel, sedangkan Gray, Natsu, dan Sting bisa makan dengan tenang tanpa harus diceramahi oleh Erza tentang masalah kemarin. Tentu saja Erza akan bersikap lembut dan manis di depan Jellal, secara gitu ya, jellal kan pacarnya.
"Oh ya, di pertandingan basket minggu depan aku dan Erza akan datang, kalian berjuang ya, jangan sampai membuat kalah sekolah kita" ucap Jellal pada Natsu, Sting, dan Gajeel
'Tentu saja aku akan menang! Akan aku tunjukkan betapa kerennya Natsu Dragneel!' batin Natsu.
'Lisanna akan datang, tentu saja akan aku menangkan" batin Sting.
'Si kecil itu katanya akan datang, hehehe... jadi menyenangkan" batin Gajeel.
Mereka bertiga tidak sadar bahwa sekarang sedang senyum-senyum sendiri, mereka sudah berada di khayalan mereka masing-masing, sedangkan yang lainnya hanya bisa menatap mereka bertiga dengan bingung.
"Lucy temani aku ke toilet yuk" pinta Lisanna. Lucy mengangguk tanda setuju.
Dalam perjalan ke kamar mandi, Lisanna membisikan sesuatu ke Lucy. " Lucy, nanti pulang sekolah aku ingin mengajak Natsu ke toko buku, tapi aku tahu dia pasti akan mengajak kau dan Sting, jadi aku minta bantuannya ya Lucy." Ujar Lisanna.
"Aku tahu, lagipula aku kan sudah berjanji padamu akan membantu hubungan kalian berdua, jika Natsu mengajak ku dan Sting maka aku akan memberikan alasan pada Natsu agar kau dan dia bisa ke toko buku bareng" ucap Lucy.
"Horee, Lucy ku memang baik, jika kau punya orang yang kau sukai bilang saja padaku aku pasti akan membantu mu" ucap Lisanna sambil memeluk Lucy.
Lucy mengangguk senang. Lisanna memang sahabat terbaiknya, tapi entah kenapa dia masih belum berani untuk bilang bahwa dia menyukai Sting.
Hari ini Lucy dan Lisanna menunggu Sting dan Natsu selesai latihan, biasanya mereka berdua tidak menunggu, tapi karna rencana Lisanna agar bisa jalan berdua dengan Natsu jadinya mereka menunggu Natsu dan Sting selesai latihan. Lucy sih senang-senang saja dengan rencana Lisanna karna itu berarti dia bisa pulang bareng Sting.
Dari kejahuan terdapat laki-laki dengan syal kotak-kotak tengah memandang dua orang yang sedang duduk santai sambil mengobrol dengan senang.
Hati pemuda itu sangat senang karna tidak biasanya wanita berambut pirang yang dia sukai menunggunya latihan. Dia sangat rindu pulang dengan wanita yang mempunyai rambut pirang dan mata indah cokelatnya itu, karna akhir-akhir ini dia selalu latihan sehabis pulang sekolah.
Tiba-tiba saja ada orang yang menepuk bahunya, membuatnya tersadar kembali ke pikirannya. "Kau pasti senang flame-hed, wanita pujaanmu menunggu mu selesai latihan" ujar Gray dengan seringai.
"Ya, aku jadi tidak sabar untuk selesai latihan" ucap Natsu yang masih memandangi dua wanita yang sedang menobrol dengan riang, terutama pada gadis pirang yang sudah memikat hatinya sejak dia kecil.
"Sabar flame-head, 30 menit lagi latihan akan selesai" ucap Gray.
"Oh ya, tumben Juvia tidak menunggu mu sampai selesai latihan?" tanya Natsu.
"Dia kan baru sembuh, jadi aku menyuruhnya untuk istirahat yang banyak di rumah, aku takut jika nanti dia sakit lagi" ujar Gray.
Obrolan mereka pun terhenti saat guru basket meneriaki mereka untuk kembali berkumpul membicarakan tentang siasat pertandingan.
Tapi mereka berdua tidak tahu, bahwa ada pemuda dengan rambut pirang yang tengah menatap dua gadis yang tadi mereka pandangi. Pemuda itu menatap gadis berambut silver pendek itu dengan senyumnya yang hangat, tapi sesaat kemudian senyumnya langsung pudar digantikan oleh tatapan sedih. Dugaannya memang benar, wanita itu tidak bemaksud menunggunya, melainkan menunggu pemuda dengan rambut pink yang sudah menjadi sahabatnya sejak kecil.
30 menit kemudian latihan selesai. Natsu dan Sting berjalan ke arah dua sahabat wanita mereka yang dari tadi sudah menunggu.
"Ayo kita pulang" ucap Sting yang diikuti anggukan Natsu, Lucy, dan Lisanna.
Di perjalanan pulang tiba-tiba saja Lisanna menepuk jidatnya sendiri. "Oh ya aku lupa, aku harus beli buku referensi di toko buku, Natsu bisakah kau temani aku?" tanya Lisanna.
Natsu mengnyeritkan dahinya. "Boleh saja, tapi Luce dan Sting juga bisa ikut kan?" tanya Natsu.
Lucy yang sudah mengerti ini saaatnya untuk dia memberi alasan pada Natsu agar Lisanna bisa ke toko buku bareng Natsu. "Aku tidak bisa Natsu, hari ini ayahku sudah pulang dari luar negeri, rasanya tidak sopan jika aku tidak menyambut kepulangannya" sebenarnya apa yang Lucy katakan tidak sepenuhnya bohong, ayahnya memang akan pulang hari ini, jadi dia dan ibunya akan menyambut kepulangan ayahnya yang sehabis melakukan job tour.
"Begitu ya, kalau begitu ya sudah aku dan Lisanna akan ke toko buku, Sting kau mengantar Luce pulang ke rumah ya, jaga dia baik-baik ini kan sudah hampir malam, jadi bahaya kalau perempuan jalan sendiri" ucap Natsu. Dia sebenarnya yang ingin mengantar Lucy pulang dan meminta Sting saja yang mengantar Lisanna, tapi rasanya tidak sopan jika menolak ajakan Lisanna.
"Lisanna aku akan mengantar mu ke toko buku, Natsu kau yang akan mengantar Lucy pulang" ucap Sting. Suasana hening seketika.
Lucy memandang Sting dengan sedih. Sebenarnya dia tidak ingin mempercayai ketakutan yang ada di hatinya, ketakutan yang selama ini selalu menjadi tanda tanya bagi dirinya sendiri, tapi dengan perkataan Sting tadi ketakutannya selama ini terbukti, ketakutan yang dia tidak ingin percayai tapi benar kenyataannya. Sting menyukai Lisanna.
BERSAMBUNG
A/N: Apa kalian sudah membaca fairy tail chapter 388? Sting sama Rogue hot banget, sampai melting ngeliatnya hehehe...
Author bingung akan menjadikan fic ini menjadi sad ending atau happy ending, jadi seterah kalian saja ya akhirnya bagaimana.
Karna para readers sudah baik hati mau membaca fic ini sekaligus mereviewnya maka Author akan membalas review-an kalian.
Najla Lisha:terima kasih atas fav & follow nya ya, semoga Najla-san selalu menyukai fic ini.
Ganba-chanEgao SM:hehehe... author jadi senang kalau cerita ini disukai :)
Synstropezia:memang rumit, author sendiri saja kadang-kadang suka bingung sendiri.
kanzo kusuri:tenang saja, main paringnya tetap NaLu kok ;)
Sekian dari ft-fairytail
REVIEWS~
