Between Friendship and Love

.

KyuMin

.

EYD berantakan, pemula, typo(s), GS, OOC, DLDR

.

This fanfiction belongs to me but the characters belong to themselves

.

Kyuhyun menggantungkan jaketnya di gantungan pintu kamarnya. Lalu ia berbaring di atas kasur empuknya. Lelaki itu masih memikirkan penyebab Sungmin tidak mau dekat dengan laki-laki. Suara nada dering ponselnya sendiri berhasil membuatnya tersadar dari pikiran-pikirannya itu. Dibukanya sebuah pesan yang berasal dari Kibum.

Kyu, apa kau sudah sampai rumah?

Kyuhyun membalasnya dengan cepat. Siapa, sih yang tidak senang jika orang yang disukai mengirimi pesan yang menandakan ke khawatiran seperti itu.
Kibum memang selalu menanyakan apakah Kyuhyun sudah sampai rumah atau belum. Jika belum Kyuhyun akan menjelaskannya dan jika sudah Kibum merasa lega.

Kyuhyun tersenyum melihat pesan yang selanjutnya dikirim Kibum. Kibum memang perhatian. Dan itulah yang membuat Kyuhyun menyukainya. Sebenarnya Kibum tidak hanya berlaku seperti itu kepada Kyuhyun saja, tetapi semua teman dekatnya. Namun Kyuhyun menganggap bahwa hanya dialah yang di perhatikan seperti itu oleh Kibum.

Setelah selesai acara kirim-mengirim pesan, Kyuhyun membuka akun sns-nya. Di home sns-nya ada Sungmin. Kyuhyun melihat jam dan tanggal post-an Sungmin.

Monday, July 13th. 17.50 p.m

Sepuluh menit yang lalu. Sungmin meng-update sns-nya sepuluh menit yang lalu. Kyuhyun meng-klik ikon comment pada post-an Sungmin.

Kau lucu sekali jika sedang memakan lollipop hahaha.

Sungmin mem-post foto dirinya yang sedang mengemut permen lollipop berwarna-warni itu di sns-nya. Tidak perlu menunggu lama. Sungmin membalas komentar Kyuhyun.

Ya! Sejak kapan aku berteman denganmu di sns? Ngomong-ngomong terima kasih telah memujiku.

Kyuhyun tertawa melihatnya. Ia kembali mengetik beberapa kata lalu mengirim komentarnya. Acara balas-membalas komentar itu berlangsung sampai Kyuhyun di panggil ibunya untuk makan malam.
.

.

.
Sungmin sedaritadi terus memperhatikan ponselnya. Dia sedang menunggu balasan dari Kyuhyun. Menurutnya, berteman dengan lelaki itu tidak menjadi masalah. Kyuhyun itu sepertinya orang baik. Begitulah menurut Sungmin.

Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam lebih lima belas menit. Sudah lewat waktu makan malam dan Kyuhyun belum membalas komentarnya. Sungmin memutar lagu di ponselnya sambil menunggu balasan Kyuhyun. Sepertinya gadis itu akan menerima pertemanan yang diajukan Kyuhyun tadi sore.
.

.

.

Jam istirahat pertama. Kebanyakan murid lebih memilih berada di kelas karena perut mereka belum merengek meminta jatah. Tetapi beberapa lagi ada yang memilih menghabiskan jam istirahat pertamanya di perpustakaan, di taman dan ada yang di atap sekolah. Seperti murid laki-laki yang sedang mengunyah makanan ringannya sambil mendengarkan lagu melalui headset. Angin bertiup sepoi-sepoi dan itu menambah ketampanan murid laki-laki tersebut. Rambutnya yang berwarna coklat alami itu tertiup angin. Dan dia memejamkan kedua matanya. Menikmati sejuknya angin yang sedang bertiup itu.
Sungmin yang memperhatikannya tertegun. Gadis manis itu tadinya ingin mengejutkan lelaki yang diketahui namanya adalah Kyuhyun itu. Tetapi sesampainya di atap sekolah, pemandangan seperti itulah yang dilihatnya.

Kyuhyun membuka matanya dan Sungminlah yang dilihatnya pertama kali. Dia tersentak tentu saja. Bagaimana tidak, jika kalian sedang enak-enaknya menikmati suasana seperti tadi lalu ketika kalian membuka mata hal yang pertama dilihat adalah hal yang benar-benar mengejutkan.

"Sudah selesai acara menikmati suasananya?" Tanya Sungmin sambil duduk di samping Kyuhyun.

"Aku pikir kau tidak serius dengan jawabanmu semalam itu. Ternyata kau datang juga. Aku senang."

Sungmin memutar bola matanya malas. Semalam setelah Sungmin hampir ketiduran menunggu balasan dari Kyuhyun, ponselnya bergetar menandakan pemberitahuan masuk. Kyuhyun mengajaknya pergi ke atap sekolah saat jam istirahat pertama. Sungmin membalasnya dengan jawaban iya dan tentu saja Kyuhyun tidak percaya. Tetapi sekarang Kyuhyun sudah percaya.

"Kau mengajakku ke sini untuk apa? Menghabiskan jam istirahat pertama seperti tadi?"

"Tidak. Ada sesuatu yang ingin kutagih darimu." Kyuhyun menyodorkan makanan ringannya dan Sungmin tidak langsung menerima. "Kenapa? Ambil saja. Tidak ku racuni, kok."

Sungmin mengambil makanan itu dengan hati-hati. Dan kemudian makanan tersebut telah berada di dalam mulutnya.

"Tidak ada racun, kan?"

"Hahaha tidak. Maafkan aku telah mencurigaimu."

Kyuhyun tertegun melihat pemandangan yang di sajikan di hadapannya yang hanya berdurasi sepersekian detik itu. Lee Sungmin tertawa. Dan itu sangat manis.

"Oh, iya. Apa yang ingin kau tagih dariku? Aku rasa aku tidak punya hutang padamu."

"Yang kemarin sore. Kau mau berteman denganku atau tidak? Sudah kau pikirkan pastinya."

Sungmin diam. Dia sebenarnya ingin menjawab iya, tetapi ia takut kejadian yang lalu kembali terulang. Kyuhyun memperhatikan wajah Sungmin yang tengah berpikir itu. Ada raut kekhawatiran tergambar di wajah Sungmin.

"Aku orang baik, kok. Tidak akan macam-macam padamu. Aku janji. Dan kau boleh pegang kata-kataku itu."

Sungmin menatap kedua bola mata Kyuhyun. Dia mencoba mencari kebohongan dan keraguan di sana. Sayangnya, hal yang dicari Sungmin tidak dapat ditemukan di sana.

"Sudah selesai menatap mataku?" Kyuhyun membuat Sungmin tersadar. Betapa malunya Sungmin menatap mata Kyuhyun cukup lama.

"Kyuhyun-ssi.. aku harap semua yang kau katakan tadi benar dan aku akan memegang kata-katamu."

Hening sejenak. Sungmin menjeda kata-katanya dan Kyuhyun tetap diam mendengarkan.

"Aku mau berteman denganmu."

Empat kata yang diucapkan gadis manis itu berhasil membuat Kyuhyun tersenyum senang. Sungmin yang melihatnya merasa aneh.

"Mulai sekarang jangan panggil aku dengan embel-embel ssi lagi. Kita, kan teman." Kata Kyuhyun dengan senyum lima jarinya.

"Baiklah, Kyuhyun-ah."

"Panggil 'Kyu' saja juga tak masalah."

"Oke, Kyu."

Terasa aneh bagi Sungmin memanggil Kyuhyun dengan nama akrab lelaki itu. Mungkin baru, nanti juga terbiasa.
.

.

.
Hari ini Kibum tidak bisa pulang bersama Kyuhyun. Dia dijemput ibunya. Jadilah Kyuhyun memaksa Sungmin untuk pulang bersama. Awalnya Sungmin menolak. Tetapi karena Kyuhyun terus menerus memaksa, jadilah sekarang Sungmin menunggu di gerbang sekolah.
Kyuhyun sudah berada di depan Sungmin. Lelaki itu menyerahkan helm merah muda, warna kesukaan Sungmin. Kyuhyun tahu warna kesukaan gadis itu baru semalam. Dan kebetulan di rumahnya ada helm berwarna merah muda.

"Ayo naik." Suruh Kyuhyun setelah Sungmin memakai helmnya. Dan Sungmin pun menurut.
.

.

.
"Ternyata rumahmu dan rumahku tidak jauh." Ujar Kyuhyun disebrang sana.

"Tapi bagiku itu lumayan jauh. Kau, kan pakai motor."

"Ya sudah. Kalau begitu mulai besok kau berangkat ke sekolah bersamaku saja."

"Tidak, tidak terima kasih. Aku diantar ayahku."

"Baiklah. Ini sudah malam. Cepat kau tidur. Jangan sampai kesiangan bangunnya. Jaljayo, Lee Sungmin."

Sambungan telepon pun putus. Bukan Kyuhyun yang memutuskannya, tetapi Sungmin. Dia merasa aneh saat Kyuhyun mengatakan kata itu. Ayolah mereka, kan teman. Dan teman tidak pernah mengucapkan kata yang seperti itu. Sungmin masih merasa asing. Mungkin kesananya dia akan terbiasa.
.

.

.
Goo seonsaengnim memerintahkan murid-murid kelas unggulan dua untuk membentuk kelompok. Satu kelompok terdiri dari tiga orang. Dan kelompok yang sudah langsung terbentuk adalah kelompok Kyuhyun. Kelompok lelaki tersebut diketuai oleh Sungmin. Itu pilihan Kyuhyun dan Sungmin tidak bisa menolak. Kelompok mereka berada diurutan empat.

Setelah kelompok terbentuk, Goo seonsaengnim membagikan lembaran kertas yang harus mereka isi. Jika tugas itu tidak selesai di sekolah boleh diselesaikan di rumah, tetapi harus berkelompok. Itulah kata Goo seonsaengnim.

"Nanti kalau tidak selesai kita kerjakan di rumahku saja, bagaimana?" Kyuhyun menawarkan.

"Aku inginnya tugas ini selesai di sekolah." Ucap Sungmin.

"Lho, memangnya kenapa kalau kita kerjakan di rumahku?"

"Aku maunya selesai di sini." Ucap Sungmin final.

Kyuhyun akhirnya pasrah dan menurut dengan apa yang dikatakan Sungmin. Sungmin benar-benar tegas. Jika dia ingin A maka harus A. Tidak boleh B. Pantas dia terpilih menjadi ketua osis.

"Kyu." Siwon memanggil Kyuhyun yang sedang sibuk mengerjakan tugas.

Kyuhyun hanya berdehem menyahutinya.

"Kau ternyata sudah dekat dengan Sungmin, ya. Hebat." Bisik Siwon agar tak terdengar Sungmin.

"Belum terlalu dekat, Won-ah. Memangnya kau juga mau dekat dengannya?"

"Kalau ditanya mau atau tidak, aku menjawab mau."

"Hei, ada apa dengan dirimu? Apa kau mulai tertarik padanya?" Kyuhyun akhirnya menatap wajah Siwon.

"Tertarik? Tidak. Ada untungnya jika aku bisa berteman dekat dengannya. Dia, kan pintar. Ilmuku bisa bertambah. Dibanding denganmu."

"Ya! Apa maksudmu, Choi Siwon?"

"Bisa tidak kalian berdua duduk tenang sambil mengerjakan tugas? Kalian menggangguku." Nada suara Sungmin terdengar seperti orang marah saatmengucapkan kata-kata tersebut

Kyuhyun dan Siwon langsung diam dan kembali mengerjakan tugas mereka. Dan mereka bertiga tidak perlu repot-repot mengerjakan tugas itu di rumah Kyuhyun, karena setengah jam sebelum pelajaran Goo seonsaengnim berakhir, tugas mereka sudah selesai. Dan sekarang saatnya mereka semua kembali ke rumah masing-masing.

.

.

.

Kyuhyun menunggu Kibum di parkiran motor. Hari ini Kibum pulang dengannya. Tak sengaja Sungmin melintas di depannya. Kyuhyun menegur Sungmin ramah.

"Hari ini kau bersama Kibum-ssi?" Tanya Sungmin sambil mendekat ke samping lelaki itu.

"Iya. Dan kau? Sendirian lagi?"

"Memangnya aku bersama siapa? Lagipula aku sudah terbiasa mandiri. Jadi, tak masalah."

Tak lama Kibum datang dan mengejutkan Kyuhyun dan Sungmin.

"Hai, Sungmin-ah." Sapa Kibum ramah.

"Hai, Kibum-ah. Bagaimana tadi rapatnya? Maaf aku pamit duluan."

"Aku juga pamit duluan, Min."

"Tunggu dulu. Kalian sejak kapan sudah saling kenal? Dan rapat. Rapat apa?" Tanya Kyuhyun heran. Jelas lelaki itu heran. Dia tidak pernah melihat Sungmin dan Kibum berduaan.

"Sejak ikut lomba debat Bahasa Inggris. Dan rapat itu adalah rapat osis." Sungmin menjawab.

"Sejak kapan Kibum ikut osis?"

"Tanya saja sendiri."

Kyuhyun menyuruh Kibum untuk naik ke motornya. Setelahnya, Kyuhyun menyalakan mesin motornya dan bertanya kapan gadis itu mengikuti organisasi tersebut. Kibum pun menjawab. Merasa terasingi, Sungmin pamit pulang.

"Hati-hati, Sungmin-ah." Kata Kibum.

"Kau juga hati-hati, Kibum-ah."

Ketika Sungmin mulai melangkah, Kyuhyun menegurnya, "Kau tidak mengatakannya padaku?"

Sungmin mengernyitan dahinya, "Mengatakan apa?"

"Kata-kata yang barusan kau katakan pada Kibum. Kau tidak mengatakannya untukku juga?"

Sungmin menghela nafasnya malas. Kyuhyun benar-benar. Kibum yang berada di belakang Kyuhyun sedang berusaha menahan tawanya.

"Ayolah katakan Sungmin. Katakan 'Hati-hati, Kyu'. Ayolah."

Sungmin memandang Kyuhyun dengan tatapan malas.

"Sung-"

"Baiklah. Hati-hati, Kyu. Sudah puas?"

Kibum sudah tidak bisa menahan tawanya lagi. Dia tertawa karena tingkah kedua orang itu yang menurutnya lucu.

"Kalian lucu sekali." Ujar Kibum.

"Dia yang membuatku terlihat konyol bukan lucu." Ralat Sungmin malas.

"Kau juga hati-hati, Ming. Aku duluan."

Kyuhyun menancapkan gas dan meninggalkan Sungmin yang sedang mencerna kata di akhir kalimat yang Kyuhyun ucapkan.

"Ming?"

.

.

.

TBC

Hahh selesai juga part 2nya :-D semoga ceritanya tidak membosankan, ya? ;-) terimakasih buat semua pembaca ff ini dan pembaca yang me-review :)

Jeonghyun137: iya itu prolognya. mian baru dibalas dichapter ini. yang ngecup siapa yaaa? hahaha. iya siwon di sini aku jadiin namja kutu buku gitu deh :D

abilhikmah: mingnya gak kenapa kenapa._.

beebee ming: dichapter 1 udah ketauan siapa yang dijutekin ming. dia jutekin laki laki yang pengen deket sama dia

chominhyun: thank you so much! :-)

PaboGirl: eheheh ketauan deh siapanya

kiikyunnie: liat nanti kyuhyun sama kibum pacaran atau gak. sampe sini sih mereka masih berteman

choleerann: hehe bener kok. aminnn yaa

Thanks to:

JeongHyun137, kiikyunnie ,Cho Hyun Ah SparKins 137, dewi. , Guest, abilhikmah, beebee ming, chominhyun, PaboGirl, choleerann