Between Friendship and Love

.

KyuMin

.

EYD berantakan, typo(s), amatir, OOC, GS, DLDR

.

This fanfiction belongs to me but the characters belong to themselves

.

Hari demi hari telah berlalu dengan cepat. Sekarang adalah bulan keempat mereka bersekolah. Angin dingin semakin terasa karena musim tak lama lagi akan berganti. Musim gugur makin lama makin mendekati musim dingin. Banyak siswa siswi SB High yang mulai memakai jaket jika pergi sekolah. Bahkan di dalam kelas pun mereka juga memakainya.

Semakin cepat berlalunya hari, semakin dekat juga Kyuhyun dengan Sungmin. Tak hanya Kyuhyun yang sudah menjadi teman dekat Sungmin, Siwon pun juga. Bahkan Siwon dan Sungmin sering sekali pulang bersama. Kyuhyun merasa lega karena Sungmin tak perlu terburu-buru pulang hanya demi sebuah bis yang datangnya bisa dikatakan cukup lama. Bis itu membawanya ke halte pemberhentian di depan komplek rumahnya.

Sekarang-sekarang ini Sungmin juga sering terlihat berduaan dengan Kibum. Betapa senang hati seorang Lee Sungmin mendapatkan teman-teman yang sangat baik seperti mereka. Sungmin berharap pertemanan mereka akan selamanya menjadi sebuah pertemanan, bukan sebuah percintaan seperti yang sudah-sudah.

.

.

.

Dua pasang murid SB High itu sedang asyik menghabiskan waktu pulang sekolah sembari mengobrol di kantin. Menurut mereka tidak ada salahnya menghabiskan waktu pulang dengan berkumpul bersama dan mengobrol. Mereka bisa beranggapan begitu karena besok adalah hari Sabtu.

"Jadi sekarang Siwon sudah berani membawa mobil ke sekolah, eoh?" Ledek Kyuhyun dengan menyenggol lengan sahabatnya itu.

"Demi seorang Lee Sungmin. Iya, kan?" Kibum juga ikut meledek Siwon.

Kyuhyun merasa ada yang tidak beres dengan hatinya. Kenapa dia tidak suka jika Sungmin dekat dengan Siwon. Padahal, kan mereka hanya berteman. Setelah Kibum meledek Siwon seperti itu, Kyuhyun menunggu Siwon menjawab dengan harap-harap cemas.

"Tidak mungkin begitu. Iya kan, Siwon-ah?" Sungmin menatap Siwon yang sedang memandangi temannya satu persatu.

"Tentu saja tidak. Itu memang kemauanku."

Jawaban yang keluar dari mulut Siwon berhasil membuat hati Kyuhyun lega. Tanpa sadar Kyuhyun menghela nafas leganya. Ketiga temannya itu melihat ke arah Kyuhyun dengan tatapan bertanya.

Kyuhyun yang merasa dilihat seperti itu akhirnya bertanya, "Kenapa?"

"Kenapa kau menghela nafas begitu? Apa yang membuatmu merasa lega?" Tanya Sungmin.

Kyuhyun bingung menjawabnya. Kenapa Sungmin bisa tahu kalau aku menghela nafas lega, batin Kyuhyun.

"Kenapa tidak menjawab, Kyuhyun-ah? Apa yang membuatmu ragu untuk menjawab? Apakah itu bersangkutan dengan salah satu diantara kami?" Sungmin mulai menyudutkan Kyuhyun.

"Memangnya kenapa, sih kalau aku menghela nafas? Salah? Dan itu tidak ada hubungannya dengan kalian." Kyuhyun mulai sebal dengan Sungmin. Sungmin benar-benar berbahaya kalau sudah menyudutkan seseorang dengan pertanyaan-pertanyaan yang dia lontarkan.

Dari nada bicaranya, Sungmin sudah tahu kalau Kyuhyun sebal padanya. Tak lama Kyuhyun berdiri dari duduknya dan berjalan meninggalkan Sungmin, Kibum dan Siwon. Sungmin tahu ini adalah kesalahannya, jadi dia memutuskan untuk mengejar Kyuhyun.

.

.

.

"Kyuhyun-ah, tunggu!" Dengan nafas terengah-engah, Sungmin berlari mengejar Kyuhyun yang juga berlari di depannya.

Kyuhyun terus berlari tanpa memperdulikan Sungmin yang terus memanggilnya di belakang. Dia benar-benar kesal jika Sungmin sudah menyudutkannya seperti tadi. Kyuhyun paling tidak suka disudutkan.

Kyuhyun telah lebih dulu sampai parkiran sekolah. Sepertinya lelaki itu benar-benar sudah unmood. Sebelum Kyuhyun pergi meninggalkan sekolah dengan motornya, dia melihat ke belakang. Sungmin masih jauh di belakang sana. Kyuhyun pun pergi dengan motornya. Sungmin berada di depan Kyuhyun secara tiba-tiba dan itu membuat Kyuhyun menghentikkan motornya mendadak.

"Ya! Kau sudah gila?! Mau mati, eoh?!"

Sungmin sedang menetralkan nafasnya yang terengah-engah itu. Setelah dirasa sudah netral, dia meminta maaf pada Kyuhyun soal kejadian di kantin tadi.

"Maafkan aku, Kyuhyun-ah. Aku benar-benar minta maaf." Ujar Sungmin tulus.

Kyuhyun turun dari motornya dan berjalan mendekati Sungmin, "Jika ingin minta maaf tidak usah sampai seperti itu. Kau membuatku jantungan tahu."

"Sekali lagi maaf, Kyuhyun-ah."

"Sudah tidak usah memohon maaf dariku lagi. Aku sudah memaafkanmu, Ming."

Sungmin teringat sesuatu saat Kyuhyun memanggilnya seperti itu. Dia sampai sekarang belum tahu kenapa dia bisa dipanggil begitu oleh Kyuhyun.

"Kenapa kau memanggilku 'Ming'?"

Kyuhyun tidak langsung menjawab. Sebenarnya Kyuhyun sendiri tidak tahu kenapa dia bisa memanggil Sungmin dengan panggilan itu.

"Sebenarnya aku sendiri juga tidak tahu, Ming. Tapi entah kenapa aku lebih suka memanggilmu begitu. Oh, iya. Kau beritahu Siwon lewat sms kalau kita pulang duluan dan suruh dia antar Kibum sampai depan rumahnya."

"Memangnya dia tidak pernah mengantar Kibum sampai depan rumahnya?"

"Tidak pernah mau. Sudah cepat. Langit mulai mendung. Keburu hujan."

Kyuhyun kembali menaiki motornya. Lelaki itu senyum-senyum sendiri melihat ekspresi Sungmin jika sedang bermain ponsel. Terkadang Sungmin suka memajukan bibirnya dan itu sangat lucu di mata Kyuhyun. Setelah Sungmin selesai, mereka pun pulang.

.

.

.

Kyuhyun dan Sungmin telah sampai di depan rumah Sungmin. Melihat langit semakin mendung, Sungmin khawatir pada Kyuhyun. Gadis itu takut jika Kyuhyun kehujanan dan akhirnya sakit.

"Kyu, apa kau membawa jas hujan?"

"Tidak. Kenapa memangnya?"

"Lebih baik kau masuk ke rumahku dulu. Aku rasa sebentar lagi hujan."

"Eii, kau mengkhawatirkanku, ya?"

Sungmin menatap Kyuhyun malas. Kyuhyun itu benar-benar percaya diri. Terlalu percaya diri malah. Sampai-sampai dia kesenangan karena di khawatirkan seperti itu saja.

Benar dugaan Sungmin. Hujan pun turun membasahi kota Seoul. Sungmin menyuruh Kyuhyun membawa motornya beserta dirinya masuk ke dalam rumah. Tentunya motor Kyuhyun terparkir di garasi rumah Sungmin.

Sesampainya di dalam, Sungmin dan Kyuhyun disambut ramah oleh pelayan rumah. Sungmin yang merasa keadaan rumah yang tidak seperti biasa itu bertanya pada si pelayan.

"Eomma dan appa kemana?"

"Tuan dan nyonya belum kembali dari jalan-jalan, nona."

"Jalan-jalan? Kemana?" Sungmin merasa heran. Ada acara apa orang tua Sungmin jalan-jalan sepulang kerja.

"Aku tidak tahu, nona. Tapi mereka berpesan agar nona segera makan malam."

"Oke, terima kasih. Oh, ya. Tolong buatkan minum untuk temanku, ya."

"Baik nona." Setelahnya si pelayan pun pergi meninggalkan Kyuhyun dan Sungmin berdua.

Sungmin menyuruh Kyuhyun untuk menunggunya di ruang tamu. Sungmin ingin mandi. Jam sudah menunjukkan pukul enam petang. Tentu saja waktu mandi sore telah lewat. Sepeninggal Sungmin, Kyuhyun menunggu sambil mengelilingi rumah yang bisa dibilang besar itu.

.

.

.

Sungmin dan Kyuhyun sedang menikmati makan malam mereka. Berhubung hujan belum reda, jadilah Kyuhyun makan malam di sana. Makan malam yang disajikan adalah makanan luar. Sejujurnya Kyuhyun jarang-jarang bisa memakan makanan luar negeri.

"Lezat tidak?" Tanya Sungmin setelah selesai makan pada Kyuhyun.

Kyuhyun meletakkan sendok dan garpunya di atas piring, "Lezat! Kau yang membuatnya?"

Sungmin dengan bangga menganggukkan kepalanya. Kyuhyun bertepuk tangan karena Sungmin sangat bisa memasak. Sungmin berdiri dan membereskan piring-piring beserta gelas-gelas sehabis mereka makan. Kyuhyun tentunya tidak tinggal diam. Sebagai tamu dia tahu diri. Kyuhyun membantu Sungmin merapikan piring-piring dan gelas-gelas.

.

.

.

Sungmin sedang menonton televisi dengan serius. Kyuhyun yang melihatnya ingin mengagetkannya. Didekatinya Sungmin pelan-pelan. Dan, yap! Kyuhyun mendudukkan dirinya tepat di sebelah Sungmin.

"Hahahah maaf membuatmu kaget." Kyuhyun masih tertawa tanpa memperhatikan wajah Sungmin yang mulai memucat.

"Kyu. Bisakah kau menjauh?"

Nada suara Sungmin terdengar dingin di telinga Kyuhyun. Kyuhyun tidak langsung bergeser. Dia penasaran kenapa Sungmin menjadi dingin seperti itu.

"Kau kenapa, Ming? Kau marah?" Kyuhyun bertanya dengan hati-hati.

Sungmin tidak menjawab. Kyuhyun merasa kalau dirinya harus menunggu cukup lama agar suasana yang sebelum ini kembali. Tak lama terdengar suara isakan keluar dari bibir berbentuk M milik Sungmin. Kyuhyun terkejut bukan main.

"Kenapa kau menangis?" Tanya Kyuhyun. Sumpah demi apapun dia benar-benar terkejut bukan main dengan keadaan Sungmin.

Sungmin tidak menjawab. Dia kembali terisak pelan dan tentunya mejauh dari Kyuhyun. Kyuhyun malah makin mendekati Sungmin. Lelaki itu penasaran setengah mati. Pertanyaan dia belum terjawab. Dengan hati-hati Kyuhyun membelai surai hitam milik Sungmin.

Plak!

Sebuah tamparan berhasil mendarat mulus di pipi kiri Kyuhyun. Pipi yang semula putih itu memerah. Kyuhyun membelalakan matanya. Dia shock dengan kejadian barusan. Sungmin melihat Kyuhyun yang sedang terkejut itu dengan tatapan bersalah.

"Maaf, Kyu." Ujar Sungmin lirih.

"Kau kenapa, Ming?" Kyuhyun tidak perlu Sungmin untuk meminta maaf padanya. Dia hanya perlu Sungmin untuk menjawab pertanyaannya.

"Kau mau tahu bukan kenapa aku tidak suka bergaul dengan laki-laki?"

Ya. Kyuhyun memang penasaran dengan itu. Jika ia menjawab ya, apakah Sungmin akan memberitahunya? Tapi dia sangat menghormati privasi Sungmin.

"Aku tahu rasa pensaranmu akan hal itu belum juga hilang, kan? Baiklah akan kuceritakan." Sungmin mengusap air matanya sendiri. "Ketika aku masih smp, ada seorang lelaki bermain di rumahku. Dia memang teman dekatku. Lelaki itu bermain sampai jam sembilan malam. Saat itu hujan turun deras sekali. Aku sedang serius menonton tv seperti tadi dan dia juga mengagetkanku seperti yang kau lakukan tadi. Setelahnya dia duduk di sebelahku. Awalnya jarak dia denganku cukup jauh. Makin lama dia makin mendekat. Aku yang sedang serius menonton tidak menyadarinya. Dan setelah dia benar-benar dekat denganku, dia..."

Kyuhyun menunggu Sungmin untuk melanjutkan ceritanya. Sungmin kembali terisak. Ingin Kyuhyun menenangkan gadis itu. Dengan sangat pelan dia mendaratkan tangannya di puncak kepala Sungmin. Kyuhyun sudah tak perduli lagi jika ia akan mendapat tamparan kedua dari Sungmin. Kyuhyun hanya ingin membuat Sungmin tenang dan melanjutkan ceritanya.

Setelah tangannya berada di puncak kepala Sungmin, lelaki itu tak mendapat respon apa-apa. Kyuhyun pun mulai mengusap-usap pelan rambut Sungmin. Menurut Kyuhyun rambut Sungmin wangi dan lembut. Lelaki itu sudah siap dengan tamparan kedua yang mungkin akan dilayangkan kepadanya. Tetapi Sungmin masih terisak dan sepertinya Sungmin tidak akan menampar Kyuhyun lagi. Kyuhyun merasa lega sendiri. Dia tidak perlu mengompres pipinya dengan air dingin sepulang dari rumah Sungmin.

"Ming.. kalau kau memang tak mau melanjutkan ceritanya. Itu tidak masalah. Yang terpenting sekarang kau harus berhenti menangis, oke? Kau tahu, kan kalau aku tidak bisa melihat perempuan menangis di depan mataku sendiri? Lebih baik kau tenangkan dirimu."

Sungmin mendongakkan kepalanya menatap Kyuhyun, "Tidak, Kyuhyun-ah. Kau pasti penasaran."

"Aku memang penasaran dan kau tahu sendiri kalau aku sudah penasaran bagaimana, ya kan? Tapi kali ini rasa penasaranku sudah terbayar, Ming."

Bohong. Kyuhyun masih penasaran dengan kejadian yang menimpa Sungmin. Tetapi ia tahan rasa penasaran itu. Kyuhyun tidak ingin melihat Sungmin menangis. Cukup ini, pertama dan terakhir ia melihat Sungmin menangis.

"Kau berbohong, Kyuhyun-ah."

Kyuhyun terkejut. Bagaimana bisa Sungmin tahu kalau dia sedang berbohong kepadanya. Memang, sih Sungmin itu paling pintar dalam membaca gerak-gerik seseorang. Dia bahkan tahu siapa yang jujur dan siapa yang berbohong. Selama ini Kyuhyun pernah berbohong kepada Sungmin tidak ketahuan. Sekarang? Kyuhyun telah tertangkap basah.

Merasa sudah tenang, Sungmin melanjutkan ceritanya, "Lelaki itu… teman dekatku, dia… menciumku."

Penasaran dengan reaksi Kyuhyun, bukan? Lelaki itu hanya diam. Dia menunggu Sungmin untuk melanjutkan ceritanya. Menurut Kyuhyun mencium adalah hal biasa dan dia mengambil kesimpulan bahwa teman dekat Sungmin itu menyukai Sungmin.

"Dan dia hampir memperkosaku."

Reaksi Kyuhyun kali ini berbeda. Kyuhyun terkejut bukan main. Mulutnya saja sampai terbuka lebar dan matanya hampir keluar.

"Kyuhyun-ah, tutup mulutmu. Kau sangat jelek tahu."

Kyuhyun sadar dan dia segera menutup mulutnya. "Ming. Kau tahu bukan ini masalah serius dan wajar bila aku terkejut seperti itu. Jangan ditertawakan. Dan, ya Tuhan. Temanmu itu benar-benar. Masa iya anak smp sudah mau melakukan hal seperti itu. Kemana akal pikirannya saat itu."

"Aku tidak tahu akalnya kemana saat itu. Tapi aku sangat bersyukur karena Tuhan masih menolongku dengan perantara ayahku."

"Ayahmu apakan anak itu?"

"Hampir dibunuh."

"Hampir? Kenapa tidak dibunuh saja?"

"Kau mau ayahku masuk neraka karena membunuh orang?"

"Aku, sih sebagai calon ayah pasti akan melakukan hal semacam itu. Walaupun bukan aku yang melahirkan anakku. Kalau anak seperti itu belum menghilang dari muka bumi, dendamku tetap ada."

"Kau itu emosian, tidak sabaran dan pendendam. Aku benar, bukan?"

Kyuhyun tidak perlu menjawab. Sungmin selalu benar tentang dirinya. Ingin sekali Kyuhyun memasang tameng agar dirinya tidak terbaca oleh Sungmin. Tetapi itu tidak mungkin, kan. Itu termasuk hal tidak sopan. Masa iya memakai tameng saat lawan bicaramu berbicara denganmu. Tidak menatap mata saja sudah tak sopan apalagi ini.

Hujan pun telah berhenti. Kyuhyun pamit pulang pada Sungmin dan kedua orang tuanya. Selang lima belas menit setelah Sungmin bercerita, orang tua gadis itu telah kembali ke rumah. Sang ayah tadinya sangat memperhatikan gerak-gerik Kyuhyun. Takut-takut kejadian yang dulu terulang. Sungmin yang tahu itu langsung mengajak ayahnya berbicara dan mengatakan bahwa Kyuhyun orang yang sangat baik. Sang ayah tadinya tak percaya, tetapi lama kelamaan dia percaya.

.

.

.

Hari ini murid-murid yang mengikuti osis di SB High sedang sibuk berlalu-lalang di koridor. Hari ini adalah hari ulang tahun sekolah mereka. Kepala sekolah mengadakan acara untuk memperingati ulang tahun sekolah yang ke 56. Acara hari ini diisi oleh murid-murid yang ingin menunjukkan bakat mereka dan tentunya semua ekstrakulikuler sekolah dipertunjukkan.

Sungmin sedang sibuk melihat susunan acara dan daftar murid-murid SB High yang akan mengisi acara ulang tahun sekolah ini. Dia terkejut saat melihat salah satu murid yang akan mengisi acara ini. Di sana tertulis nama Cho Kyuhyun dengan keterangan menyanyi. Sungmin tertawa pelan. Kibum datang menghampirinya.

"Sungmin-ah. Sebentar lagi acara akan dimulai. Kau segera bersiap."

"Baiklah."

Sungmin langsung bergegas menuju belakang panggung yang bisa dibilang megah itu. Lee Sungmin adalah salah satu pembawa acara ulang tahun sekolah ini. Dia tidak sendirian. Gadis itu ditemani oleh wakil ketua osis, Tan Hangeng.

Acaranya sudah berlangsung selama satu jam lebih tiga puluh menit. Sekarang saatnya sesi bagi murid-murid yang mengisi acara ini. Sungmin dan Hangeng naik ke atas panggung setelah penampilan dari murid kelas sepuluh yang menyanyikan sebuah lagu dari Alicia Keys. Suara tepuk tangan terdengar sangat meriah mengiringi murid kelas sepuluh itu ke belakang panggung.

"Itulah tadi penampilan dari Heo Hwasun."

"Suaranya luar biasa indah, ya kan, Sungmin-ssi?"

"Kau benar, Hangeng-ssi. Selanjutnya ada murid kelas sebelas yang akan menyanyi juga."

"Dia seorang lelaki yang diidolakan banyak perempuan di sekolah ini. Langsung saja kita panggil."

"Cho Kyuhyun!" Sungmin dan Hangeng bersamaan.

Seketika lapangan penuh dengan suara teriakan dan tepuk tangan dari para penggemarnya. Kyuhyun naik ke atas panggng dan menyanyikan sebuah lagu yang berjudul Isn't She Lovely?

Setelah Kuhyun selesai membawakan lagu tersebut, suara tepuk tangan terdengar sangat meriah dari sebelumnya. Tidak ada yang menyangka bahwa Kyuhyun memliki suara sebagus itu. Sebelum Kyuhyun turun, Hangeng menghadangnya dan mengajaknya untuk mengobrol di atas panggung.

"Aku tidak menyangka suaramu sebagus itu, Kyuhyun-ssi." Celetuk Sungmin.

"Terima kasih, Sungmin-ssi."

"Oh, iya. Kau menyanyikan lagu tersebut untuk siapa?"

Pertanyaan yang dilontarkan Hangeng membuat suasana menjadi hening. Para penggemar Kyuhyun menahan nafas mereka demi mendengar jawaban dari Kyuhyun dengan jelas. Kyuhyun bingung diberi pertanyaan seperti itu. Lelaki itu tidak menyanyikan lagu tersebut untuk siapapun. Kyuhyun berpikir sambil melihat sekeliling. Dan akhirnya dia mendapatkan jawabannya.

"Aku menyanyikan lagu tersebut untuk Kim Kibum."

.

.

.

TBC

Part tiganya sudah selesai~~ terima kasih kepada pembaca yang sudah menunggu kelanjutan ff ini dan terima kasih juga kepada pembaca yang sudah mereview Jsemoga kalian masih setia menunggu kelanjutan ff ini ^^

Hanna: perasaannya? Ya begitulah._.

PaboGirl: maunya kyu sih temenan tapi ya begitulah hahaha

Shin: Siwonnya gak gimana-gimana._. pokoknya ikuti terus ya kelanjutannya(?) hahaha

SEungyo: hehe makasih makasih Jaku gak ngambil dari mana2, ini kebetulan aja nyangkut pas lagi ngelamun

beebee ming: aku kasih bocoran deh. kibum tuh sebenernya biasa aja sama kyuhyun. Kibum gak peduli kyuhyun mau suka sama siapa aja. Sebenernya kibum pengennya kyuhyun gak suka sama dia. Soalnya dia….. *silahkan tebak sendiri :p*

Thanks to:

JeongHyun137, kiikyunnie, Cho Hyun Ah SparKins 137, dewi. , Guest, abilhikmah, beebee ming, chominhyun, PaboGirl, choleerann, KyuMinElfcloud, Shin, anakyumin, SEungyo, hanna

Dan

Silent readers