Between Friendship and Love

.

KyuMin

.

EYD berantakan, typo(s), amatir, GS, OOC, DLDR

.

Sebulan telah berlalu semenjak kejadian di hari ulang tahun sekolah, tepatnya pada saat Kyuhyun mengatakan lagu yang ia nyanyikan dipersembahkan untuk Kibum. Gosip-gosip yang beredar mulai dari Kyuhyun menyukai Kibum tetapi Kibum tidak menyukai Kyuhyun sampai Kyuhyun dan Kibum berpacaran. Jika ada yang bertanya benar apa tidaknya gosip tersebut, Kibum hanya menjawab, "Menurutmu?", "Sepenglihatanmu?" dan yang terakhir yang membuat orang-orang langsung terdiam "Sebelum bertindak, pastikan itu benar atau tidak. Jika tidak kau akan malu sendiri."

Berbeda dengan Kyuhyun. Jika ada yang bertanya benar apa tidaknya gosip tersebut, lelaki itu hanya diam tak menjawab. Menurut kebanyakan orang, jika ditanya hanya diam tak menjawab, itu berarti iya. Dan karena Kyuhyun, gosip-gosip tersebut jadi dikatakan benar dan tidak salah. Kibum jadi sebal sendiri karenanya.

.

.

.

Bulan telah berganti. Dan musim pun telah berganti. Korea Selatan sedang dilanda musim dingin dan sebentar lagi salju akan turun. Murid-murid SB High sedang sibuk-sibuknya menambah ilmu, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Tidak hanya SB High, sekolah lain pun sama. Tiga minggu lagi ujian semester ganjil akan dilaksanakan. Mereka semua tidak ingin mendapat nilai rendah.

November ini merupakanNovember yang tidak menyenangkan bagi Kyuhyun. Tidak perlu bertanya lagi bukan apa penyebabnya. Ingin sekali Kyuhyun mengatakan pada semua jika gosip tersebut tidak benar. Gosip tersebut salah besar. Kyuhyun dan Kibum tidak berpacaran. Dan sepertinya Kyuhyun baru menyadari kalau rasa sukanya terhadap Kibum telah sirna. Kyuhyun memang lambat dalam memahami perasaannya sendiri.

"Jadi sekarang kau sudah berhasil memahami perasaanmu sendiri?" Tanya Kibum sambil merapatkan jaket tebalnya. Dia dan Kyuhyun sedang berada di dalam cafe milik ayahnya. Karena adanya gosip tersebut, Kibum jadi semakin dekat dengan Kyuhyun. Bukan dekat dalam artian yang itu. Tapi dekat karena Kibum sebal dengan Kyuhyun. Gadis itu tidak suka menjadi pusat perhatian. Dan Kibum ingin menanyakan pada Kyuhyun tentang perasaan Kyuhyun yang sebenarnya.

"Sepertinya sudah, Kibum-ah." Jawab Kyuhyun tak yakin. Kyuhyun memang payah dalam memahami perasaannya sendiri dan sampai sekarang pun dia masih belum sadar siapa yang sebenarnya dia sukai.

"Aku rasa kau tak yakin dengan jawabanmu."

"Ya. Kau benar." Kyuhyun meminum coklat panasnya setelah berkata demikian.

"Apa perlu kupertegas lagi? Kau itu menyukai Sungmin bukan aku." Kibum sebal dengan Kyuhyun. Menurut Kibum Kyuhyun itu lambat dalam segala hal. Termasuk pelajaran. Walaupun demikian Kyuhyun bisa meraih peringkat di atasnya.

"Darimana kau bisa mengetahuinya? Aku sendiri saja tidak tahu."

"Terlihat dari sikapmu, Cho. Bukan hanya aku yang menyadarinya, Siwon juga. Bahkan lelaki itu telah lebih dulu menyadarinya sebelum kau sendiri."

"Sikapku? Memangnya begitu terlihat, ya?"

"Dengar, Cho. Sikapmu itu menunjukkan bahwa kau memang menyukai Sungmin. Dari awal semester ini. Kau sangat sering membicarakannya dibanding kau membicarakan aku. Dan tatapanmu. Saat kau menatapnya dan saat kau menatapku itu jelas berbeda." Kibum menjeda omongannya sebentar. "Saat kau menatap Sungmin, tatapanmu terlihat berbinar, sedangkan saat kau menatapku seperti sekarang ini. Tatapanmu biasa saja."

Kyuhyun langsung mengalihkan pandangannya dari Kibum setelah gadis itu berkata demikian. Sedikit malu karena Kyuhyun menatap Kibum cukup lama. Kyuhyun membenarkan ucapan Kibum. Dia memang lebih sering membicarakan Sungmin dibanding Kibum. Soal menatap, Kyuhyun akui kalau ia lebih senang menatap Sungmin dibanding Kibum.

"Apakah melamunmu itu membuahkan hasil, Kyu?" Kibum menyadarkan Kyuhyun yang sejak tadi diam saja. Gadis itu tahu kalau Kyuhyun sedang melamun.

Kyuhyun sedikit terkejut. Membuahkan hasil? Hasil apa? Kyuhyun membatin. Lelaki itu menatap Kibum yang juga sedang menatap dirinya. Kibum melihat kerutan di dahi Kyuhyun. Itu menandakan Kyuhyun sedang bertanya sesuatu di dalam hatinya. Pertanyaan itu tak dilontarkan lewat mulutnya hanya di dalam hatinya. Kibum tak mau menanyakannya, dia hanya menunggu jawaban dari pertanyaannya.

"Kau benar, Bum-ah. Aku memang menyukai Sungmin daridulu."

Kibum senang dengan jawaban yang dinantikannya tersebut. Senyum terkembang di bibirnya. Kyuhyun yang melihatnya menaikkan sebelah alisnya. Senyum itu terlihat aneh di mata Kyuhyun.

"Kau kenapa tersenyum seperti itu?"

"Aku senang tahu. Akhirnya seorang Cho Kyuhyun memahami perasaannya sendiri. Walaupun terlambat."

"Kau...tidak marah aku...menyukai...Sungmin?" Tanya Kyuhyun hati-hati. Kyuhyun heran dengan Kibum. Seharusnya, kan seorang gadis akan marah jika lelaki yang menyukai dirinya malah menyukai orang lain.

"Tentu saja tidak. Kau ingin aku marah? Hahaha aku justru malah senang kau tidak menyukaiku lagi."

"Memangnya kenapa? Kau tidak suka padaku?"

"Jadi selama ini kau berpikir aku menyukaimu begitu? Kyuhyun, Kyuhyun. Jangan membuatku tertawa."

"Kau, kan sangat perhatian terhadapku, Kibum-ah."

"Kau pikir hanya dirimu saja? Asal kau tahu Sungmin dan Siwon juga kuperhatikan seperti itu. Selama kalian teman dekatku, aku akan memberikan perhatian lebih pada kalian. Ternyata kau terlalu percaya diri, Cho." Setelahnya Kibum tertawa cukup keras. Kyuhyun terlalu percaya diri sampai-sampai menganggap Kibum menyukai dirinya. Menurut Kibum Kyuhyun itu benar-benar kepedean.

Hari semakin gelap. Kibum dan Kyuhyun memutuskan untuk kembali ke rumah mereka masing-masing. Tentunya Kyuhyun mengantar Kibum sampai depan rumahnya. Ini sudah malam tak mungkin ia membiarkan seorang perempuan pulang seorang diri. Setelah Kibum membayar minuman dia dan Kyuhyun, mereka berdua keluar cafe. Meskipun cafe tersebut milik ayahnya sendiri, Kibum tidak ingin membuat usaha ayahnya bangkrut hanya karena satu orang, -ralat, dua orang tak membayar minumannya.

.

.

.

Siwon sedang sibuk dengan buku-buku pelajaran yang bisa dibilang tebal itu. Lembar demi lembar ia pelajari agar hasil ulangan akhir itu memuaskan, seperti apa yang ia harapkan. Kyuhyun yang baru datang dari kantin tak tega untuk mengejutkan Siwon. Kebiasaan Kyuhyun memang mengejutkan orang lain. Kyuhyun hanya berdiri di depan pintu kelas.

"Cho, kau ingin masuk apa hanya memandangi sahabatmu dari kejauhan?"

Kyuhyun refleks menoleh ke arah sumber suara. Di sampingnya, Sungmin sedang melihat Siwon dari tempat yang sama dengannya. Jarak mereka benar-benar dekat. Tangan kanan Kyuhyun bersentuhan dengan tangan kiri Sungmin. Jantung lelaki itu berdegup tak karuan.

"Kau pasti tahu, kan kalau berdiri di depan pintu kelas itu mengganggu yang lain untuk masuk ataupun keluar? Lebih baik kau segera masuk ke dalam." Sungmin terlebih dulu masuk kelas. Kyuhyun memandangi gadis itu. Sungmin itu cantik. Tak hanya cantik di luar, dia juga cantik di dalam. Itu menurut Kyuhyun.

Kyuhyun pun akhirnya masuk ke dalam kelas dan duduk di samping Siwon. Siwon telah selesai membaca buku-buku tebal itu. Dia melihat Kyuhyun yang sudah duduk di sampingnya itu sambil tersenyum. Bisa dibilang senyum itu sangat aneh. Kyuhyun yang melihatnya geli sendiri.

"Kyu, kau harus tahu sesuatu!" Siwon mengejutkan Kyuhyun yang sedang meminum teh hangat dengan mengguncang tubuh Kyuhyun.

"Ya! Aku sedang minum tahu!" Kyuhyun tentu saja marah. Selain tersedak, seragam sekolahnya terkena tumpahan teh itu.

"Maaf, Kyu. Nanti pulang sekolah aku yang bersihkan."

"Tak perlu, Won-ah. Apa yang ingin kau beritahu padaku?"

"Bukan beritahu, sih. Sebenarnya aku ingin bertanya padamu. Apa saat menyukai seseorang...hati kita berdegup saat melihat orang yang disukai?"

"Wow, wow. Jangan bilang kau sudah menyukai seseorang. Akhirnya seorang Choi Siwon merasakan rasanya menyukai perempuan."

"Ya! Apa maksudmu? Memangnya selama ini aku menyukai siapa?"

"Buku-buku tebal itu." Kyuhyun menunjuk buku-buku tebal yang berada di atas meja Siwon.

"Ada apa ini?" Sungmin menarik kursinya dan duduk di sebelah Kyuhyun. Lagi. Kyuhyun merasakan jantungnya berdegup sangat cepat. Kyuhyun berdoa agar tak ada satu pun yang mendengar degupan jantungnya.

"Siwon menyukai seseorang, Ming." Kyuhyun pura-pura tenang.

"Itu bagus, bukan? Siapa orangnya, Siwon-ah?"

"Orangnya ada di sekolah ini. Aku tak mau memberitahumu, Min-ah. Nanti orangnya bisa tahu." Siwon memasukkan buku-bukunya ke dalam tas. Sungmin dan Kyuhyun terkejut dan saling pandang.

"Kau menyukai Kibum?!" Sungmin dan Kyuhyun bersamaan.

Siwon dengan santai berdiri dan berjalan keluar kelas, "Coba tebak saja." Setelahnya Siwon menghilang di balik pintu bercat putih itu.

"Kyu, apa kau tak apa?" Sungmin bertanya pada Kyuhyun. Sungmin tahu kalau Kyuhyun menyukai Kibum karena lelaki itu memang mengatakannya pada Sungmin. Padahal sebenarnya tidak. Sungmin belum tahu yang sebenarnya.

"Aku tidak apa, Ming. Selama itu bisa membuat Siwon bahagia, aku bahagia."

"Kata-katamu terdengar menjijikan. Kau dan Siwon seperti pasangan saja kalau begitu hahaha."

Kyuhyun berdiri dan mengajak Sungmin untuk pergi ke tempat persembunyiannya yang tak di ketahui siapapun, kecuali Kyuhyun sendiri. Sungmin berpikir kalau tempat persembunyian Kyuhyun itu di atap sekolah. Dan cuaca di luar sedang dingin sekali. Sungmin ingin menolak, tetapi Kyuhyun lebih dulu menarik tangannya.

.

.

.

Pemikiran Sungmin salah. Ternyata tempat itu ada di lapangan basket indoor sekolah ini, tepatnya di bawah tempat duduk penonton. Gelap dan sempit. Ya begitulah kondisinya. Memangnya di bawah bangku penonton mau seperti apa? Luas dan sangat terang? Bawa saja lampu sendiri.

Kyuhyun mendudukkan dirinya di sebuah matras yang memang sengaja di taruh di bawah bangku penonton. Ternyata lelaki itu memiliki lampu kecil yang tidak bisa dibilang terang. Tapi itu cukup untuk menerangi mereka berdua.

"Apa-apaan tempat persembunyianmu ini?" Sungmin pun akhirnya menemukan posisi duduk enaknya setelah berulang kali mencari posisi tersebut.

"Maaf jika tidak nyaman. Tapi aku lebih suka di sini dibandingkan dengan di atap. Jika aku ada masalah atau ingin sendiri, aku lebih memilih tempat ini. Dan hanya aku dan kau yang tahu tempat persembunyianku. Setelah ini tolong jangan beritahu siapapun, oke?"

"Tenang, Kyu. Aku akan menjaga rahasiamu itu. Tapi...kenapa kau membawaku kemari?"

"Aku ingin berbicara denganmu."

"Di kelas juga bisa."

"Tapi aku maunya di sini, Ming."

"Baiklah. Apa yang ingin kau bicarakan? Apakah itu menyangkut dengan dirimu yang sedang broken heart?"

"Tidak ada hubungannya sama sekali. Aku sudah tidak menyukai Kibum."

Sungmin terkejut. "Sejak kapan?"

"Sejak awal semester ini."

"Tapi kau sering mengatakan kalau kau menyukainya bahkan sampai mencintainya."

"Aku rasa aku mencintainya sebagai teman dan adik perempuan. Kibum lebih muda satu tahun dariku. Tak hanya dariku, darimu dan Siwon juga."

"Jadi Kibum itu satu tahun lebih muda dariku. Kupikir umur dia sama denganku. Lalu, sekarang kau sedang menyukai seseorang?"

"Ya. Dan dia belum tahu kalau aku menyukainya."

"Siapa perempuan itu? Apakah salah satu murid SB High?"

Kyuhyun tak langsung menjawab. Lelaki itu berpikir. Kalau ia menjawab iya, sama saja dia bunuh diri. Sungmin pasti akan mencari tahu. Sungmin itu, kan orangnya menyebalkan. Kalau Kyuhyun menjawab tidak, pasti ia akan dicecar dengan pertanyaan-pertanyaan oleh Sungmin. Sungguh rumit.

"Kau jangan kebanyakan melamun. Nanti dirasuki." Sungmin sebenarnya bosan melihat Kyuhyun yang sering melamun akhir-akhir ini. Pasti ada sesuatu yang membuat pikiran Kyuhyun terbebani. Tapi ternyata bukan masalah besar yang membuat Kyuhyun jadi tukang melamun. Dia sedang menyukai perempuan lain. Ayolah itu hanya masalah kecil. Tinggal dekati saja perempuan itu, setelah dekat ungkapkan saja perasaanmu padanya. Simple, kan? Tidak perlu sering melamun.

"Aku tidak bisa memberitahunya padamu, Ming."

"Lho? Kenapa? Kita, kan sahabat."

Sahabat. Satu kata, tujuh huruf yang diucapkan Sungmin membuat hati Kyuhyun sedikit sakit. Sungmin ternyata masih menganggapnya sahabat. Padahal Kyuhyun ingin Sungmin memiliki perasaan yang sama dengannya.

"Ming.."

Sungmin hanya berdehem menyahuti.

"Apa kau pernah menyukai seseorang? Atau sedang menyukai seseorang?" Tanya Kyuhyun dengan suara yang cukup pelan, tapi masih bisa terdengar di telinga Sungmin.

"Sejujurnya aku belum pernah menyukai seseorang. Dan sekarang pun aku tidak menyukai siapapun."

Hati Kyuhyun kembali terasa sakit saat Sungmin mengatakan secara jujur tentang perasaannya. Sungmin tidak menyukai siapapun. Itu berarti gadis itu belum pernah menjalin hubungan dengan siapapun. Tapi walaupun begitu, Kyuhyun akan membuat Sungmin menyukainya. Meskipun membutuhkan waktu lama, Kyuhyun akan tetap membuat Sungmin jatuh hati padanya.

"Ehm.. Ming?"

"Apa?" Sungmin sedang bermain permainan kesukaannya di ponsel berwarna merah muda tersebut. Tapi konsentrasinya tidak pecah.

"Kalau suatu saat kau jatuh cinta dengan seseorang, siapa orang yang ingin kau cintai?"

Sungmin mempause gamenya. Dia menatap Kyuhyun dengan tatapan bertanya. Walaupun tempat itu tidak begitu terang, Kyuhyun masih bisa melihat wajah Sungmin. Lelaki itu tahu bahwa Sungmin pasti sebentar lagi akan bertanya. Terlihat dari raut wajahnya.

"Kenapa kau bertanya seperti itu?"

Bingo!

"Ya...aku hanya bertanya saja."

"Aku belum tahu. Lagipula aku tidak mau memikirkan laki-laki dulu. Lebih baik aku memikirkan pelajaran."

"Kalau suatu saat ada lelaki yang mengungkapkan perasaannya padamu, kau akan membalasnya atau tidak?" Jantung Kyuhyun berdegup kencang setelah ia bertanya demikian. Kyuhyun deg-degan dengan jawaban atas pertanyaannya sendiri.

"Ya tergantung. Kalau aku menyukainya, ya aku membalasnya. Tapi kalau aku tidak menyukainya, ya aku tidak mungkin, kan membalas perasaannya. Kasihan lelaki itu. Masa aku menjalin hubungan dengannya karena rasa kasihan dan terpaksa. Aku tidak mau menyakitinya."

Mendengar jawaban Sungmin, Kyuhyun jadi semakin bertekad untuk membuat Sungmin jatuh cinta padanya. Kyuhyun mulai memikirkan caranya.

"Kapan, sih kau akan berhenti melamun?" Setelah Sungmin menjawab pertanyaan Kyuhyun, lelaki itu kembali terdiam. Dan Sungmin jenuh melihatnya.

"Aku berjanji tidak akan sering melamun lagi."

"Kupegang janjimu."

Saat Sungmin hendak memainkan kembali permainannya yang tertunda, bel masuk berbunyi. Dengan sangat terpaksa Sungmin menyentuh ikon silang pada permainan itu. Kyuhyun yang sudah keluar lebih dulu segera membantu Sungmin untuk keluar.

.

.

.

Dua minggu lagi ulangan akhir semester ganjil akan dimulai. Murid-murid semakin giat belajar. Persaingan di sekolah itu memang berat. Tidak ada satu murid pun yang ingin tertinggal. Dan mereka sama-sama ingin menjadi yang terdepan.

Kyuhyun, Sungmin, Kibum dan Siwon sedang belajar bersama di rumah Sungmin. Mereka saling bertanya tentang apa yang belum mereka ketahui. Yang paling sering mendapat pertanyaan adalah Kyuhyun. Dia peringkat satu seangkatan mulai dari semester ganjil kelas sepuluh. Dan peringkat keduanya adalah Siwon. Sungmin menduduki peringkat tiga. Dan Kibum menduduki peringkat lima.

"Kyuhyun-ah, jawaban dari ini apa? Bisa jelaskan caranya?" Sungmin menunjuk soal nomor enam kepada Kyuhyun. Kyuhyun hanya melihat sekilas dan dia sudah tau jawabannya.

"Itu jawabannya 0."

"Soal serumit itu jawabannya hanya 0?! Menyebalkan!" Sungmin merengut kesal. Sejak tadi dia mencoba menyelesaikan soal tersebut dengan susah payah dan tidak mendapatkan hasilnya. Ketika dia sudah tahu hasilnya, Sungmin jadi sebal sendiri. Soal itu sudah memeras otaknya. Dan 0 adalah hasilnya.

"Anak-anak, kalian makan siang dulu! Sudah jam setengah dua. Nanti kalian kena maag." Itu suara ibunya Sungmin yang menyuruh mereka berempat makan siang.

Mereka berempat segera meninggalkan ruang belajar itu dan berjalan menuju ruang makan. Jarak ruang makan ke ruang belajar bisa dibilang cukup jauh. Ruang belajar berada di lantai dua, sedangkan ruang makan berada di lantai satu. Rumah Sungmin juga besar.

.

.

.

Hari yang dinantikan itu akhirnya tiba. Murid-murid SB High sedang serius mengerjakan soal pertamanya di hari pertama ulangan akhir.

Bahasa Korea.

Kebanyakan orang meremehkan pelajaran bahasa negara mereka sendiri. Padahal bahasa negara mereka itu belum tentu mudah.

Waktu ulangan Bahasa Korea telah berakhir. Sebelum pengawas mengumpulkan lembar jawaban dan soal, murid-murid itu mengecek lembar jawaban mereka. Setelahnya, pengawas mulai mengumpulkan lembar jawaban beserta soal.

Jam istirahat ini dimanfaatkan kebanyakan murid untuk belajar mata pelajaran yang akan diujikan selanjutnya. Termasuk Sungmin, Kyuhyun dan Siwon. Mereka bertiga sedang belajar bersama di taman sekolah. Karena mereka bertiga satu kelas, jadi ruangan mereka di lantai yang sama. Hanya saja Sungmin tidak seruangan dengan Kyuhyun dan Siwon.

"Siwon-ah. Aku penasaran dengan gadis yang kau sukai itu."

"Ya, aku juga sama penasarannya dengan Sungmin. Pasti gadis itu benar-benar istimewa, kan? Sampai-sampai kau mengubah gayamu. Kau yang biasanya memakai kacamata bulat sekarang memakai kacamata kotak. Dan itu juga kalau kau tidak sedang belajar, kau melepasnya."

"Aku akui kau yang sekarang terlihat lebih keren dari sebelumnya." Perkataan Sungmin membuat Siwon senyum-senyum sendiri. Kyuhyun agak cemburu mendengarnya. Dia juga ingin dibilang begitu oleh Sungmin.

"Orang itu memang istimewa bagiku. Karena dia cinta pertamaku juga tentunya. Itulah yang membuatku ingin terlihat tampan di matanya." Siwon kembali membaca bukunya.

"Apakah perempuan itu Kibum?" Tebak Sungmin.

Siwon hanya tertawa. Dia meminum susu hangatnya dan kembali membaca bukunya. Sungmin dan Kyuhyun saling bertatapan. Bel istirahat telah berakhir. Murid-murid mulai memasuki ruang ujian mereka.

.

.

.

Hari berlalu dengan sangat cepat. Hari ini adalah hari terakhir ulangan akhir semester. Murid-murid SB High sedang berkutat dengan kertas coretan. Tentunya untuk berhitung. Mata pelajaran hari ini adalah matematika. Pelajaran yang disegani banyak orang.

Mereka semua memang dari kecil terlatih untuk tidak mencontek. Sebab saat mereka sekolah ditingkat sekolah dasar, mencontek tidak diperbolehkan karena melatih kejujuran. Dan setiap kelas memiliki satu kamera cctv yang menemani pengawas dalam mengawas ujian.

Lima menit lagi waktu ulangan matematika berakhir. Seperti biasa, mereka mengecek lembar jawaban. Dan tak lama bel pertanda berakhirnya ulangan itu berbunyi. Pengawas mengumpulkan lembar jawaban beserta soal. Tentunya dibantu oleh ketua kelas. Setelah selesai, mereka berdoa dan diperbolehkan pulang.

Kyuhyun menghampiri Siwon yang masih setia duduk di kursinya. Perlahan dia mendekati Siwon yang sedang mencoret-coret buku tulisnya. Sadar kalau Kyuhyun sedang mendekat, Siwon langsung menutup buku tulisnya.

"Kenapa ditutup? Aku, kan juga perlu tahu apa yang kau tulis." Kyuhyun duduk di samping Siwon.

"Kau tidak perlu tahu, Kyuhyun."

"Hei, Siwon. Kita ini bersahabat dari kecil. Kenapa kau masih saja merahasiakan sesuatu dariku?"

"Aku tidak ingin siapapun mengetahuinya."

"Mengetahui apa? Orang yang kau suka?"

Siwon terdiam. Kyuhyun menganggap bahwa apa yang dia tanyakan benar. Siwon menulis nama orang yang disukainya di buku tulisnya. Seperti perempuan saja.

"Ehm.. Kyuhyun."

"Apa?"

"Kau harus berjanji padaku. Bahwa kau tidak akan memberitahu siapapun. Termasuk Sungmin dan Kibum."

"Baiklah, baiklah. Kau tahu bukan kalau seorang Cho Kyuhyun jika sudah berjanji?"

Siwon memutar bola matanya malas. "Iya aku tahu, aku tahu."

"Kalau begitu siapa?"Siwon membuka lembar demi lembar buku tulisnya itu. Kyuhyun ingin tertawa melihatnya. Menurutnya Siwon seperti perempuan. Jika sedang jatuh cinta pasti ditulis di buku.

Ketika Siwon akan membuka lembar terakhir, Sungmin dan Kibum datang menghampiri mereka. Dengan refleks Siwon menutup buku tulisnya. Kyuhyun agak kesal karenanya. Sedaritadi nama perempuan itu belum terlihat. Ternyata Sungmin dan Kibum mengajak mereka untuk ke kantin. Kyuhyun memilih di kelas dulu. Nanti dia akan menyusul mereka.

Sepeninggal Sungmin, Kibum dan Siwon, Kyuhyun mengeluarkan ponselnya untuk bermain. Tetapi dia teringat sesuatu. Nama perempuan yang disukai Siwon belum ia ketahui. Kyuhyun masukkan kembali ponselnya itu ke dalam saku celananya. Kyuhyun mengambil buku itu di kolong meja. Sebelum membuka lembar terakhir, Kyuhyun melihat keadaan sekitar. Dirasa aman, Kyuhyun mulai membuka buku tersebut. Nafasnya tercekat setelah ia mengetahui siapa nama perempuan tersebut.

"Ini tidak mungkin, kan? Tidak mungkin aku dan Siwon menyukai orang yang sama, kan? Siwon pasti bercanda."

Sayangnya Siwon memang tidak bercanda. Setelah Kyuhyun mengetahui siapa perempuan yang disukai sahabatnya itu, Siwon mengiriminya sebuah pesan.

Kau pasti penasaran dengan perempuan yang kusukai itu, kan? Dia Lee Sungmin.

.

.

.

TBC

itulah chapter4nya!^^ terima kasih kepada pembaca yang setia menunggu kelanjutan ff ini^^ semoga alurnya tidak membosankan hehe. Terima kasih juga buat pembaca yang mereview^^ kalo begitu aku boleh minta reviewnya lagi? :)

Thanks to:

JeongHyun137, kiikyunnie, Cho Hyun Ah Sparkins 137, dewi. , Guest, abilhikmah, beebee ming, chominhyun, PaboGirl, choleerann, KyuMinElfcloud, Shin, anakyumin, SEungyo, hanna, jihyunelf, , Anggunyu, Guest, borntobesnower

Dan

Silent readers

*mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan pen name kalian