DIFFICULT OF STRING

5

Sehun + Luhan

Romance, little bit hurt, family, school life, drama, Yaoi

E

And as a human, saya tidak pernah luput dari kesalahan

.

.

.

Preview…

Luhan POV

"..hahaha.. lihat ini. astaga, benar-benar memalukan. Aku tidak ingin seperti mereka." Seperti itulah tawa Baekhyun menggema di meja makan kami. Ia memperlihatkan padaku dan Lay foto kedua orang yang di ambilnya tadi. Yah, berharaplah kau tak akan melakukan hal yang fatal di depan ke empat orang yang duduk santai di seberang sana

Lihatlah betapa angkuh dan di pujanya mereka. Meskipun Kyungsoo tak terlihat lebih baik, namun.. tetap saja.. ia menjadi sedikit sombong bersama ke tiga orang lainnya. Sepertinya mereka juga sedang membicarakan sesuatu yang lucu. Buktinya dari tadi ketiga orang itu tertawa terbahak-bahak. Namun, tidak dengan salah satunya. Sehun. senyumnya sangat mahal. Bukan hanya senyum. Aku rasa, suaranya juga. Seharusnya aku salah satu orang beruntung yang bisa berkomunikasi dengannya. Bisa mendengarnya bicara, karna tak semua orang bisa mendengarnya bicara. Tapi.. eh ?. kenapa aku jadi memikirkan itu ? heh, lupakan

Dan. Oh ?, apa itu…? Kai ?

"eh,?" aku rasa tidak hanya aku yang terkejut. Kedua sahabatkupun menunjukan ekspresi yang sama

,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

.

.

.

Still Luhan POV

.

Sejak kapan Kai seakrab itu dengan mereka ?. bahkan ia berhigfive dan duduk bersama mereka. Apa Baekhyun dan Lay ketinggalan berita lagi ?. aku rasa tidak. Melihat sekitar kami mulai membicarakan hal yang baru saja di lihat mereka saat ini. apa aku juga harus mencaritaunya ?. karna sepertinya kedua sahabatku ini tengah menatapku penuh harap

"..akan aku tanyakan.." ucapku dan kedua sahabatku langsung tersenyum sumringah. Heh, dasar…

.

.

.

"ada apa ?."

"..kau kenal mereka ?." tanyaku to the point saat menghampiri Kai di atas YZF R1 –nya. Aku heran, kenapa Kai hobi sekali menggunakan motor yang membuatmu tak bisa meluruskan punggung. Yah, meskipun menggunakan motor terlihat keren. aku juga mau, kalau aku bisa meluruskan punggungku saat mengendarai benda berjalan itu

Ku lihat Kai mengeryitkan alisnya. Sepertinya ia kurang mengerti dengan pertanyaanku

"…aku melihatmu di cafetaria lantai 3." Perjelasku. Ku lihat ia mengangguk-angguk mengerti. Lalu menatapku dengan senyuman yang sulit ku artikan. Hei.. apa dia memikirkan..

"…bukan aku. Tapi Lay dan Baekhyun…, aku hanya melihatmu. Aku tak akan menanyakan ini kalau mereka tak memberiku tatapan yang membuat siapapun melihatnya menyerah.." aku memalingkan wajahku ke samping. Aku bohong, sebenarnya, Aku melakukan ini bukan hanya karna Baekhyun dan Lay. Tapi aku juga ingin tau. apa hubungan Kai dengan mereka. Kenapa Kai terlihat akrab dengan mereka

"..bukan kau ?. kalau begitu kau tidak benar-benar ingin tau. jadi, tak ku beritau, tak apa 'kan ?."

Seperti biasa. Menyebalkan!. Aku langsung menatapnya dengan tajam. Dan senyuman itu, senyuman menyebalkan yang selalu di tunjukannya saat ia merasa menang. aku tau ia menginginkanku mengakui bahwa aku juga ingin tau tentang keakrabannya dengan empat orang itu. hoh!, tidak akan, tidak akan ku biarkan kau menang dan terus mengukir senyum seperti itu

"..tidak apa!. Lagi pula, Bukan aku yang ingin mengetahuinya. Jadi, kurasa aku tak perlu membuang-buang waktu di sini." Aku melangkahkan kakiku menjauh darinya. Dan,… benar-benar tidak biasa. Ini seperti bukan Kai, biasanya ia akan mengejarku dan menawariku pulang bersama jika kami bertemu di tempat parkir. Tapi,,,,yang sekarang. Ia bahkan sudah memacu motornya mendahuluiku. Ada apa dengannya ?... tapi bukankah ini bagus ?. hanya saja, aku merasa sedikit aneh dengan tingkahnya yang seperti itu

.

.

.

Hari ini aku pulang sedikit larut. Bukan apa, tapi, aku kembali bertemu Kyungsoo di halte bis. Dan kami mengobrol cukup lama. Bahkan saat jemputannya sudah datang. Ia masih menetap di sana menungguku naik bis.

Aku heran, kenapa dia sangat baik padaku. ia memang baik pada semua orang. Tapi, tak terlalu berlebihan seperti yang ia lakukan terhadapku. Bahkan, ia memberiku undangan ulang tahunnya yang aku yakini berbeda dari undangan yang di dapat semua pelajar DO-HIS. Bentuknya beda dan katanya aku hanya boleh membacanya kalau sudah sampai di rumah. Ia juga repot-repot memberikannya secara langsung padaku. Sangat baik bukan ?

Aku juga menyempatkan bertanya tentang Kai. Ternyata Kai mengikuti club basket yang kebetulan ketua clubnya adalah Chanyeol. pertama kali masuk club, Kai menarik perhatian Chanyeol dengan caranya bermain basket. Mereka menjadi akrab, memang sudah lama, Hanya saja, Kai baru mau bergabung dan terlihat bersama-sama dengan mereka tadi siang.

.

.

Aku memasuki halaman rumah sedikit melihat kesana kemari. Hanya berjaga-jaga kalau ada orang yang mengikutiku. Merasa aman, aku berjalan memasuki pintu utama. Seperti biasa, Suasana sangat sepi.

Aku melangkah memasuki kamar dan tak seperti biasa, Kali ini Sehun pulang lebih awal. Ia berbaring di atas ranjang tanpa helaian benang menutupi punggungnya, ia tidur tengkulup dengan wajah tenggelam di bantal. Aku tak perduli dan berjalan meletakan tasku di atas meja. Aku mengambil handuk dan memasuki kamar mandi membawa pakaian ganti. Setelah mandi dan berganti pakaian, aku berniat untuk keluar kamar menuju dapur. Aku sedikit melirik Sehun, sepertinya ada yang aneh dengannya. Ku perhatikan lagi dia lebih lama dan.. astaga, kenapa dengan punggungnya ?. Ku dekati dia di ranjang dan duduk di pinggir menghadapnya

"hei !, kau kenapa ?. kau biru.." ucapku melihat punggung atasnya yang terlihat biru

"jangan sentuh!" ucapnya saat aku hendak menyentuh punggungnya "..sakit" lanjutnya memutar kepala menghadapku dengan mata tertutup. Aku menarik tanganku yang masih menggantung di udara

"..apa yang terjadi ?." tanyaku. Jujur saja, punggung memar berwarna biru itu tampak mengerikan. Aku bergidik ngeri membayang sesuatu yang sangat buruk mungkin baru saja terjadi

"… Kris sialan!."

"apa yang dia lakukan ?." tanyaku lagi. ia tak menjawab. Aku beranjak dari sana dan pergi ke dapur. Aku mengambil air dan handuk sereta obat gosok untuk Sehun. tak lupa tujuanku ke dapur, aku mengambil beberapa cemilan

/

.

.

"..bisa kau oleskan sendiri ?." aku menyerahkan sebuah botol padanya. Ia membuka matanya menatapku yang masih diam dengan botol mengarah padanya

"tak bisakah kau membantuku ?. itu di belakang!." Ucapnya datar. Benar, ia tak bisa menggapainya karna itu terletak di punggung. Aisshhh.. aku tidak mau melakukannya. Ini menjijikan, aku akan membelai punggungnya kalau ku lakukan itu, ih..

Dia berdecak tak mendapat respon dariku dan kembali menggelamkan wajahnya di bantal. Aku masih berpikir untuk melakukannya atau tidak. Punggungnya terlihat parah dan rasanya pasti sakit. Aku juga kasihan melihatnya, tapi… apa aku harus mengusapkan telapakku di sana ?. Tidak!.. aku tidak mau!.

Ku letakan botol itu di atas nakas dan mengambil handuk yang sudah ku rendam dengan air dingin lalu meletakannya di atas memar Sehun, setelahnya aku berbaring di sebelahnya yang aku tidak tau sudah tidur atau belum

.

.

.

"..kau tidak sekolah ?." ku lihat Sehun masih pada posisinya tadi malam. aku sudah rapi dan berpakaian lengkap siap berangkat sekolah. Sepertinya ia tak akan masuk hari ini melihat kondisi pungggungnya yang benar-benar terlihat parah. Sebenarnya apa yang terjadi…

Jujur saja aku sangat kasihan melihatnya. Aku mendekatinya meminta uang sakuku. Tapi, apa aku tidak salah lihat ? dia menatapku dengan tatapan memelas. Aku tidak tau apa maksudnya. Apa ia tak mau memberiku uang ?

"..sshhh.. tak bisakah kau libur hari ini ?." ucapnya masih dengan tatapan yang sama. Hei ? kenapa dia jadi seperti ini ?. mana Oh Sehun yang punya tatapan dingin dan berekspresi datar ?

"..kalau aku melakukannya. Kau akan cerita apa yang terjadi ?." dia bergumam pelan. Aku menghela napas dan meletakan ranselku di atas meja

.

.

"..arrghh…sshhh…" aku tidak tau bagaimana aku bisa berakhir tampak menjijikan seperti ini. ia berbaring di hadapanku dan tanganku tengah melakukan tugas, menggosokkan obat ke punggungnya. Kenapa aku harus melakukan ini ?! aishh

"..shh.. pelanlah sedikit. Kau membuatnya semakin sakit.." dia memalingkan wajahnya menatapku. Pelan ? jangan harap. Aku tak ikhlas melakukan ini, jadi jangan mengaturku…

Luhan POV end

.

.

Luhan duduk dengan sebuah komik di tangannya. Mulut dan matanya bergerak menelusuri tiap deret tulisan di sana.

Drrttt….. Drrrtttttt… Drrrtttttt…

Luhan mengalihkan pandangannya ke arah Sehun kala mendengar suara getaran ponsel berasal dari sekitar pemuda tampan itu.

Drrtttt….. Drrrrtttttt…..

Luhan mengeryitkan alisnya. ponsel itu terus bergetar dan Sehun tak ada tanda-tanda akan menjangkau ponsel itu.. Apa dia tidur ?

Luhan menutup komik dan meletakannya di atas meja. Ia berjalan ke arah Sehun, melihat apa yang di lakukan pemuda itu hingga mengabaikan ponselnya. Di lihatnya wajah Sehun yang membelakanginya. Dan benar saja, Sehun tengah tidur. Matanya terpejam dan napasnya teratur. Luhan memutar bola matanya mengalihkan pandangan pada ponsel Sehun. di raihnya benda persegi empat itu melihat siapa yang membuat smartphone itu bergetar

Kris…

Luhan mengeryitkan alis. Apa yang harus ia lakukan ?, apa ia harus menjawabnya atau tidak. Tapi tunggu, kenapa ia harus menjawabnya. Toh, ini bukan smartphonenya. Luhan kembali meletakan smartphone Sehun yang sudah berhenti bergetar. Ia hendak pergi, namun smartphone Sehun kembali bergetar. Luhan hanya menengok sekilas tidak perduli. Namun, melihat siapa yang menelepon. Ia menimbang untuk mengangkatnya atau tidak panggilan itu. Ia meraih kembali smartphone Sehun.

Kyungsoo

Kasihan juga kalau mengabaikan orang yang baik padamu. Begitulah pikir Luhan hingga ia menggeser tanda deal berwarna hijau di layar itu dan meletakan benda persegi empat itu di telinga kanannya

"..Yeobosseo ?.."

"..Sehun. Ya! Akhirnya kau menjawab telpon kami. Kenapa kau tidak membalas pesan kami eoh ?. apa yang terjadi denganmu ? kenapa kau tidak masuk sekolah ?. kau baik-baik sajakan ?. punggungmu tidak separah itukan ?. Sehun Sehun kenapa kau diam saja eoh ?.."

Luhan menjauhkan smartphone itu dari telinganya saat Kyungsoo bertanya panjang lebar di seberang sana dengan nada yang beraturan. Luhan baru tau kalau Kyungsoo bisa secerewet itu. luhan kembali menempelkan benda itu ke telinganya saat mendengar Kyungsoo memanggil-manggil Sehun karna tak mendapat respon

"..Maaf.. ini bukan Sehun. dia sedang tidur..." ucap Luhan. Kyungsoo terdiam di seberang sana. Entah apa yang ia pikirkan

"..bukan Sehun ?. lalu kau siapa ?. kenapa kau bisa berada di sana saat dia sedang tidur ?.." Luhan yakin kalau itu bukan suara Kyungsoo. Suara itu lebih berat. Pasti Kyungsoo meloundspiker ponselnya, dan itu pasti suara Chanyeol atau Kris. Luhan jadi malas menanggapi mereka

"..maaf, kalau ingin bicara dengannya. Hubungi nanti saja jika dia sudah bangun.."

Pip..

Tanpa menunggu apapun. Luhan mematikan sambungan itu. Ia langsung meletakan ponsel Sehun ke asalnya. Pergi mengambil komik lalu kembali ke arah Sehun dan berbaring di sebelah Sehun sambil membaca komik

.

.

.

".. di mana Baekhyun ?." tanya Luhan saat jam pelajaran tengah berlangsung. dari tadi ia tak melihat Baekhyun dan tidak mungkin sahabtnya itu datang terlamabat. kalaupun ia tak masuk ia pasti akan member kabar. Tapi ini ?, tak ada kabar apapun dari pemuda pecinta eyeliner itu

"entahlah, kemarin dia juga tidak masuk. Aku sudah menghubunginya tapi tidak di angkat.." ujar Lay merasa di arahkan atas pertanyaan Luhan.

" kemarin dia tidak masuk ?. tidak biasanya anak itu tak memberi kabar… apa terjadi sesuatu dengannya ?."

"..mm.. tidak tau. bagaimana kalau kita kunjungi rumahnya.."

"Mr. Zhang.. Mr. Xi. Apa pembicaraan kalian lebih lebih menarik dari pada membahas tentang tour liburan musim panas ?." Jung seongsanim yang sedari tadi berbicara di depan kelas rupanya merasa terganggu dengan dua murid yang tak memperhatikannya. Luhan dan Lay menunduk sambil bergumam maaf sadar mendapat teguran

.

.

.

"..ada apa ini ?."

" enathlah. Dari kemarin mereka terus melakukannya. Menurut kabar, Chanyeol mendapat masalah. Orangtuanya tau hubungannya dengan yejin…, orang tua mereka membawa yejin entah kemana. Dan lihatlah, bagaimana Chanyeol melampiaskan kemarahannya.."

Haa…?

Baru 1 hari Luhan absen tapi begitu banyak kejadian yang ia lewatkan. Bahkan, liburan musim panas tahun ini akan ada tour, dan pembullyan yang berlangsung di hadapannya ?

Di sana Chanyeol tengah menendangi beberapa siswa yang entah apa salah mereka hingga mendapat perlakuan demikian. Kyungsoo dan Kai terlihat berusaha menenangkan Chanyeol. sementara Kris ? ia hanya bersandar di dinding menyaksikan kejadian di hadapannya dengan tampang menyebalkan. Semua yang menyaksikan itu tak ada yang berani ikut campur kecuali kaisoo. Hanya jika mereka ingin bernasib sama seperti siswa-siswa malang itu. bahkan para gurupun tak ada yang berani ikut campur. Sebenarnya sekolah macam apa ini ? kenapa guru takut dengan anak didiknya…

Tak mau melihat kejadian naas itu lebih lama. Luhan menarik Lay meninggalkan tempat itu

"YAK!"

Bruukkk.. bruukk…

Luhan dan Lay otomatis menghentikan langkah mereka dan menoleh ke arah Chanyeol yang tengah mengamuk. Ia mendorong Kai dan Kyungsoo yang berusaha menenangkannya hingga tersungkur di lantai. Ia juga mendorong seorang siswa hingga mengenai siswa lainnya dan mereka semua jatuh ke lantai. Luhan melebarkan matanya. Chanyeol sudah benar-benar gila, ia pasti sudah tidak waras, Chanyeol tak bisa di kendalikan lagi.

"..Kris!, lakukan sesuatu!. Ia bisa membunuh seseorang!.." seruan Kyungsoo membuat beberapa murid lari terbirit-birit meninggalkan tempat itu. benar, jika sudah seperti ini. Chanyeol terlihat seperti monster. Sangat mencerminkan bahwa ia adalah anak dari mafia terbiadab se asia

Chanyeol akan selalu seperti ini jika ada yang mengganggu pikirannya. Tapi, tidak pernah terlihat seburuk ini sebelumnya. yah tentu saja saat ini sangat parah. Bagaimana mungkin orang yang sangat di kasihi dan di cintainya di bawa pergi dari sisinya. Orang yang sangat di jaganya, sangat di lindunginya dan orang yang merupakan segalanya dalam kehidupan seorang, park chanyeol.

Semua orang lari terbirit-birit saat Chanyeol mendekati mereka. Kris sudah di belakang Chanyeol berjaga-jaga kemungkinan yang akan terjadi. Luhan tidak mau terlibat dan berakhir di rumah sakit. Maka dari itu, iapun sama seperti kebanyakan orang di sana, meninggalkan tempat itu bersama Lay

.

.

.

.

Seperti rencana mereka. Lay dan Luhan mampir ke rumah Baekhyun pulang sekolah. Namun, sudah 1 jam mereka menekan bel rumah Baekhyun, tidak ada tanda-tanda mereka akan di persilahkan masuk. Luhan dan Lay semakin di buat khawatir dengan Baekhyun. Sebenarnya ada apa dengan sahabat mereka yang satu ini…

"BAEKHYUN…" pekik Lay membuat Luhan terlonjok kaget. Luhan menatap Lay yang dari tadi berusaha menelepon Baekhyun dan ternyata sudah bisa tersambung. Luhan langsung mendekat ke arah Lay dan Laypun meloundspiker Smartphonenya

"..Baekhyun, kau di mana eoh ? kenapa susah sekali menghubungimu ?. kami di depan rumahmu!. Kenapa tidak membukakan pintu untuk kami ?!." ujar Lay menggebu-gebu

"untuk apa kalian ke rumahku ?. aku tidak di sana…"

"lalu kau di mana pabbo!.."

"ya! Jangan mengataiku. Tega sekali, sudah tak menjengukku, kalian juga mengataiku pabbo.."

"menjengguk ?. apa maksudmu ?" tanya Luhan sebelumnya ia dan Lay bertatapan dengan raut wajah bingung

"aku di rumah sakit international seoul. Jika ingin tau lebih lanjut. Kalian kesinilah, aku sudah tak sabar ingin bercerita." Baiklah… tidak memberi kabar, dan ia bilang ia berada di rumah sakit. tapi tetap saja tidak berubah. Baekhyun selalu suka bercerita

Tanpa menunggu jawaban dari Lay dan Luhan, Baekhyun langsung mematikan sambungannya

.

.

.

Luhan POV

"..yeah, aku mengikuti Sehun. dan kebetulan waktu itu mereka pergi ke rumah Chanyeol."

"..lalu ?." tanggap Lay penasaran dengan cerita Baekhyun. Akupun tak kalah penasaran. dugaanku benar, Baekhyun benar-benar akan menyelidiki siapa gadis yang bersama Sehun di pesta yang ada di majalah sekolah. Aku hanya bisa berdoa Baekhyun tak dapat apapun dari kegiatan stalkernya

"..aku hanya melihat dari depan pagar. Itupun tak terlalu jelas. Kau taukan bagaimana halaman rumah Chanyeol ? dan tinggi—"

"aku tau, aku tau… lanjutkan ceritanya.." potong Lay memutar bola matanya. Yeah… Baekhyun akan mulai lagi dengan keterkagumannya kalau tidak segera di peringati

"..mereka masuk ke dalam rumah Chanyeol. aku hanya bisa menunggu Sehun di depan pagar sembunyi-sembunyi-"

"ya! Langsung ke intinya!. Kenapa kau menceritakan yang tidak penting ?. ck!" kesal Lay

"..ini juga sudah intinya!.." Baekhyun tak mau kalah. Ia menatap Lay dengan kesal

"..sudah-sudah, ceritakan saja.." leraiku. Kalau tidak seperti ini, kapan Baekhyun akan bercerita ?.

"..ehem. aku tidak tau apa yang terjadi di dalam rumah Chanyeol. tiba-tiba saja aku melihat mereka semua keluar. Aku juga melihat Yejin yang di seret seorang ahjjuma dan Chanyeol yang berusaha manarik-narik Yejin. Tapi, dia di tahan beberapa orang berbadan besar.."

".. apa terjadi perkelahian ?." tanyaku penasaran. Di angguki oleh Lay

"..ne, Chanyeol memukuli semua yang ada di sana dan berusaha menarik Yejin yang sudah masuk ke mobil. Tapi, dia tidak berhasil karna mobil itu sudah berjalan. Chanyeol mengejarnya diikuti Kai, Kris, Sehun dan Kyungsoo. Sampai mereka di depan gerbang dan Kris menahan Chanyeol karna mobilnya sudah sangat jauh.."

oh astaga Baekhyun. Apa perlu kau mendeskripsikan kejadian itu dengan gerakan tanganmu ?. bukankah tanganmu di perban ?. Kenapa bisa di gerakan begitu lancar dan tak ada rasa sakit sedikitpun di wajahmu. Benar-benar, beginilah kalau Baekhyun kalau sudah bercerita

"lalu ?:"

"Chanyeol juga memukuli Kris, begitu juga dengan Kai. chanyeol benar-benar mengamuk saat itu. bahkan, entah bagaimana ia bisa melihatku yang bersembunyi dan menghampiriku. Aku panic!, aku berniat kabur. tapi terlambat. Chanyeol sudah menarik kerah bajuku dan memukulku sampai… kalian bisa lihat keadaankukan ?." salahmu. Sudah tau kejadiannya benar-benar tak aman. Kenapa kau masih bersembunyi di sana ckckck….

"..Kai tidak membantumu ?." tanyaku. yah, seharusnya Kai membantu Baekhyun karna bagaimanapun Kai juga sudah berteman dengan Baekhyun

"..Kai membantuku. Tapi, dia juga di tendang. Dan lihat hasil perbuatan Chanyeol. bahkan, kamera yang ku bawa pecah.." Baekhyun mengarahkan pandangannya pada kamera di atas sofa "..tapi, aku lebih kasihan lagi pada Sehun dari pada Kai!.."

"..sehun ? kenapa dia ?" tanyaku mengeryitkan kedua alisku. Lay sendiri, dari tadi ia diam serius menyimak cerita Baekhyun

"..meskipun dari awal dia tak ikut campur. Tapi, dia juga menjadi korban. Saat Kris hendak memeluk Chanyeol guna membawanya masuk karna para pekerja di rumah Chanyeol sudah tak ada yang berani menhadapi tuannya itu. Chanyeol menghempaskan Kris hingga mengenai Sehun yang tepat berada di belakang Kris." Baekhyun memberi jeda menatap Lay dan Luhan bergantian "sehun jatuh, tapi naasnya punggungnya mengenai pot bunga berbentuk persegi enam. Aku tidak tau, mungkin punggungnya tepat mengenai bagian runcing pot itu sampai-sampai dia meringis kesakitan.. kyungsoo langsung menolongnya. Tapi sungguh.. ekspresi Sehun benar-benar menggambarkan betapa sakitnya punggungnya itu. selanjutnya aku tak tau apa yang terjadi karna tanpa sadar aku sudah berada di atas motor Kai."

Tunggu!. Punggung ?

Apa memar biru di punggung Sehun….., tapi, dari cerita Sehun kejadiannya bukan seperti yang Baekhyun ceritakan. apa Sehun mengarang cerita dan membohongiku ?. cerita Baekhyun rasanya lebih masuk akal dan tepat dari pada cerita Sehun yang berkata ia terpeleset karna Kris mendorongnya di toilet, lalu punggungnya mengenai lantai. Kalau hanya lantai toilet. Aku rasa memar biru itu tak akan separah yang ku lihat di punggungnya

Tapi, kenapa ia harus mengarang cerita ?. kenapa ia harus berbohong. Kenapa ia tak memberitau yang sebenarnya ?

"..lalu, gadis yang ingin kau selidiki itu bagaimana ?." jujur saja aku masih khawatir dengan hal ini

"…aisshh.. tentu saja aku tak dapat apapun seputar gadis itu. ck.." hhh…. Aku sedikit legah mendengarnya. Yah, setidaknya aku masih aman dan bisa bernapas legah Baekhyun tak dapat apapun. Mulai sekarang, aku harus lebih berhati-hati

"..sial. karna harus masuk rumah sakit. Aku tidak bisa menyelidikinya.." ucap Baekhyun mengepalkan kedua tangannya. Tentu saja, aku juga tak akan membiarkanmuu tau siapa gadis itu

.

.

.

.

Seperti biasa. Aku memasuki halaman rumah mengendap-endap. Melihat sekitar sambil menutupi wajahku. Saat memasuki kamar, aku tak menemukan Sehun di sana. Apa dia sudah sembuh dan bisa berjalan kesana kemari ?. ah, ya, dia memang bisa berjalan. Yang bermasalahkan punggungnya, bukan kakinya.

Selesai berganti pakaian. Aku menuju dapur hendak menjalankan kebiasaanku memakan cemilan. Namun, aku bertemu Sehun di depan TV. Ia berjalan terseok sambil memegangi punggungnya. Ugh.. dari cerita Baekhyun pasti itu sakit sekali. Apa lagi sampai biru dan bengkak seperti itu. tiba-tiba aku teringat sesuatu. Aku membalik tubuhku mengahadapnya yang hendak menaiki tangga

"..menceritakan kejujuran ?." ia menghentikan langkahnya di anak tangga pertama namun masih membelakangiku ". Kau berkata akan menceritakan apa yang terjadi. Tapi, aku mendengar cerita yang berbeda dan lebih masuk akal dari orang lain dari pada ceritamu." Ucapku ketus.

"YAK! Aku bicara padamu, jangan mengacuhkanku!.." pekiku saat ia kembali menaiki tangga seakan tak perduli dengan ucapanku

Jujur saja aku kesal karna ia tak memnceritakan yang sebenarnya. Lihatlah, aku terkesan seperti seorang sahabat yang sangat buruk. Sahabatku ditimpa musibah tapi aku tidak tau. Kalau dia menceritakan yang sebenarnya, pasti aku lebih awal menjenguk Baekhyun dan pasti aku juga ikut merawatnya di rumah sakit. Untuk sahabatku, itu tak akan terkesan menjijikan seperti gay. Yah, karna kami jelas bersahabat. Aku, Lay dan Baekhyun

"..lalu ?." katanya membalik badan menghadapku

"mwo ?." orang ini hobi sekali bicara tidak jelas. Membuatku harus bertanya kembali

"..lalu, kau akan meninggalkanku kesakitan di sini ?."

Hohh ? apa maksudnya ?

Aku mengeryit bingung. Ia berjalan mendekatiku

"..jika aku beritau yang sebenarnya. Kau akan memilihnya dan meninggalkanku kesakitan di sini ?." ucapnya datar seperti biasa. Eh ? tunggu, kenapa dia bicara seperti itu ?. tapi… sepertinya aku mengerti yang di maksud

"..te-tentu saja. dia sahabatku dan kau….. kau.." aisshh.. kenapa tatapannya sangat mengerikan. Aku mengalihkan pandanganku ke arah lain. aku tak mau melihatnya menatapku seperti hendak melayangkan sebuah tinju. Lihatlah, matanya benar-benar menakutkan, dan sepertinya rahangnya mengeras. Kenapa dia ?

Beberapa saat kami hanya diam di posisi yang sama. Dia masih menatapku seperti tadi. Aku tidak tahan seperti ini. apa dia marah ?, kenapa dia harus marah ? harusnya aku yang marah karna dia tak memberitau seputar Baekhyun. aku mengalihkan wajahku menatapnya dengan tajam. Yah, di sini harusnya aku yang marah, bukan dia

".wae ?. kenapa melihatku seperti itu, eoh!" rahangnya makin mengeras. Ku lihat ia juga mengepalkan kedua tangannya. Hei ? kenapa dia ?

"…kau marah ?. kenapa ?. harusnya aku yang marah karna kau tak memberitauku tentang Baekhyun. aku jadi seperti orang yang jahat. Kondisinya cukup parah, lebam di sana sini dan kau tau ?, dia tak punya siapapun untuk merawatnya!. Tapi, gara-gara kau aku tak bisa merawatnya lebih awal—"

"..LALU BAGAIMANA DENGANKU ?!" aku menutup mata kaget saat ia memotong perkataanku dengan bentakan

"bagaimana denganku ?. harusnya kau lebih memilihku dari pada sahabat tololmu itu. apa kau tidak ingat ?!, kau dan aku ?. kau tidak ingat ?!."

Apa baru saja ia mengatai Baekhyun tolol ?

"kau yang tolol!. Kalau kau sakit, kau bisa pergi ke rumah sakit. Tidak perlu merepotkanku!. Kau dan aku ?, aku ingat!. Aku tau, sangat tau. ku rasa kau melupakan sesuatu. Aku menikah denganmu karna terpaksa. Keadaan ini, bukan aku yang menginginkannya, tapi orang tuaku. Aku tidak pernah menginginkan ini, aku tidak pernah secuilpun ingin berhubungan denganmu!. Dan camkan, aku namja normal, aku—"

PRRAAAANNGGG…

Aku menghentikan ucapanku saat ia membanting sebuah guci yang di pajang dekat anak tangga. Guci yang tadinya berdiri dengan manis di sana kini tak berbentuk lagi. Hanya ada serpihan-serpihan keramik yang berserakan. Setelah memcahkan guci besar nan antik itu, dia berjalan menaiki tangga meninggalkanku mematung di tempat

BLAMM….

Ku dengar di atas sana suara bantingan pintu yang sangat keras.

Luhan POV end

.

.

Sejak kejadian beberapa hari yang lalu. Hubungan Luhan dan Sehun kembali seperti awal-awal penikahan mereka. Tak ada yang bicara, tak ada saling menyapa atau kontak apapun. Mereka melakukan semua hal seperti mereka tinggal sendiri-sendiri di rumah itu.

mereka tidak tidur di kamar yang sama. Tidak pernah mau berada di tempat yang sama satu sama lain. walaupun bernaung di atap yang sama. Luhan juga tak pernah lagi meminta uang pada Sehun. luhan kebanyakan menghabiskan waktu di rumah Lay atau Baekhyun. kadang, ia akan menginap di rumah dua sahabatnya itu

"…kau akan datang ?."

"ya, tentu saja. aku tidak mau menyesal karna melewatkan pesta Kyungsoo. Hhh… pasti akan sangat menyenangkan." Ucap Baekhyun berbinar-binar

Baekhyun sudah sembuh dan kembali bersekolah beberapa hari yang lalu. Seperti biasa, Baekhyun, Lay dan Luhan menghabiskan waktu istirahat layaknya pelajar DO-HIS di cafetaria sekolah. Mereka tengah mendiskusikan pesta ulang tahun Kyungsoo beberapa hari lagi. bukan hanya mereka yang mendiskusikan hal itu. tapi, seluruh pelajar DO-HIS juga membicarakan hal yang sama.

Pesta dengan tema yang..err… bagaimana Luhan mendeskripsikannya dengan kata 'Fulgar'. yeah… Luhan tak tau kalau Kyungsoo yang terlihat sangat baik, polos, kalem akan membuat pesta dengan tema seperti itu. Tapi Luhan tentu saja datang, kapan lagi ia bisa melihat gadis-gadis seksi mempertontonkan lekuk tubuh mereka. Tapi, bukan berarti dia akan berpaling pada gadis seksi yang nanti akan ia temui dan meninggalkan Hara. Tentu saja tidak, ini hanya untuk bersenang-senang. Apa lagi, dia di undang oleh Kyungsoo secara special. Luhan merasa tidak enak hati jika tak menghadirinya…

"..kau sudah memiliki kostum ?." tanya Lay mencodongkan tubuhnya ke arah Baekhyun

"eumm.. belum." Baekhyun terlihat berpikir sebelum berkata

"cha, bagaimana kalau pergi bersama pulang sekolah ?." usul Lay menatap Luhan dan Baekhyun secara bergantian

".. tema yang sangat panas. Bukankah lebih baik jika kau datang tanpa sehelai benangpun di tubuhmu ?"

"mwo ?." seru Baekhyun dan Lay bersamaan mendengar ucapan Luhan . tak lama mereka bertatapan satu sama lain dan tertawa

"..hahaha, jika aku seorang gadis, mungkin aku akan melakukannya." Ucap Baekhyun sebelum menyeruput jus strowberynya

Mereka terus berbincang sambil memakan makanan mereka. Canda dan tawa ikut mengiringi kebersamaan mereka. Menyenangkan. Hanya saja, Luhan merasa ada yang mengganjal di hatinya

.

.

.

Perpustakaan adalah salah satu tempat terbaik untuk di kunjungi jika kau bosan. Membaca buku atau tidur di tempat yang tenang seperti itu akan terasa lebih baik dari pada duduk tak tau harus melakukan apa. Luhan salah satu yang memilih perpustakaan untuk menghilangkan bosan. Membaca komik atau novel mungkin bisa sedikit membantu

Tidak ada pelajaran di jam berikutnya, dan kedua sahabatnya tengah sibuk membantu Kang seongsae di ruangannya. Matanya serius dengan buku bacaan di tangannya sampai tiba-tiba ia merasa semuanya gelap. Bukan, bukan karna ia pingsan atau tertidur. Tapi, sesuatu menghalangi pandangannya. Luhan menyentuh sesuatu itu yang menempel tepat di matanya. Sebuah telapak tangan di sana, luhan merasakannya. Luhan meletakan buku bacaannya di atas meja dan berusaha melepas tangan itu dari matanya

"ya! Lepas!. Ck, kau menghalangi penglihatanku. Lepaskan kau siapa, ck!" Luhan berusaha melepas tangan yang menempel di matanya

"..tebak dulu siapa aku.." ucap orang itu cekikikan. Luhan menghembuskan nafas sebelum berdecak kesal. Ia menarik-narik paksa telapak tangan yang menutupi matanya itu

"..ya! Kai, lepas sialan." Refleks Kai langsung melepas tangannya dari mata Luhan dan duduk di samping Luhan menatap wajah Luhan yang menggerutu kembali membuka buku bacaannya

"bagaimana kau tau itu aku ?." tanya Kai dengan tampang di buat se shock mungkin

"…Baekhyun dan Lay tak punya suara seberat itu." yah, Luhan tau itu Kai karna hanya tiga orang itu yang dia tau sebagai temannya. Meskipun ia sering merelat kalau Kai juga temannya. Memangnya siapa yang akan melakukan hal, bertindak sok akrab dengan menutup matamu tanpa kenal sama sekali ?

"wow!, kau memperhatikanku ?. suaraku.. sampai-sampai, kau hapal dengan jelas."

"jangan berlebihan. Aku hanya menebak." Ketus Luhan

"aku tidak berlebihan, mengaku saja. kau memang memperhatikanku.." Kai berkata sambil moncolek dagu Luhan bermaksud menggodanya. hal itu membuat Luhan kesal, mendongak dan melihat sekitarnya sebelum menatap Kai penuh kebencian

"…jangan lakukan sesuatu yang dapat mempermalukanku!." Ucap Luhan menutupi wajahnya dengan buku sebelum berdiri hendak meninggalkan Kai. namun, sebelum itu terjadi, Kai menariknya duduk kembali

".kau malu padaku, eoh ?." Kai melepas buku dari wajah Luhan agar wajahnya dapat terekpos bebas di depan Kai dan orang-orang di perpustakaan yang tengah memperhatikan mereka

"..bitch.." luhan mengumpat sebelum pergi meninggalkan Kai dan orang-orang yang terus menatapnya. Ia berfikir lebih baik pergi dari pada bicara di selingi umpatan kasar yang sama sekali tidak akan berarti apa-apa bagi pemuda tan itu. jusru ia akan semakin mempermalukan Luhan dan orang akan beranggapan mereka adalah pasangan gay. Tidak, Luhan bukan gay

.

.

.

Esok harinya. Luhan tak tau apa yang terjadi saat ia berjalan memasuki kelas. banyak pelajar DO-HIS yang mengerumuni jalan masuk kelasnya. Ia tak tau apa yang membuat semua orang berkumpul di sana, yah… kecuali ke empat, tidak.. sekarang mereka berlima dengan Kai. yah.. kecuali lima orang itu berada di kelasnya.

"permisi.." Luhan ingin tau apa yang terjadi menyisip ke dalam kerumanan itu. sungguh ini pertama kalinya ia masuk ke dalam kelasnya penuh perjuangan. Keadaannya yang semula rapi kini acak-acakkan. Meskipun ia selalu merutuki dirinya yang bertubuh mungil, namun kali ini ia mensyukuri porsi pemberian Tuhan itu karna ia dapat masuk ke sela-sela kecil kerumunan itu walau terjepit

"YA! JAWAB!" sebuah bentakan merupakan hal yang pertama kali di dapati Luhan saat memasuki kelas. Sekarang ia dapat melihat dengan jelas apa yang terjadi di dalam kelasnya. Dugaannya benar, lima orang populer itu berada di situ. Tepatnya di sana, di sekitar tempat duduknya dan Baekhyun juga berada di sana menundukkan kepalanya

Eh ?. Baekhyun ?

Seketikan Luhan sadar dengan kebingungannya mencari tau apa yang terjadi saat melihat Baekhyun. dan apa itu, kenapa ia bersama kelima orang itu ?. apa yang terjadi….?

.

.

To Be Countinue

A/N : CHA!. Eum.. gimana ngejelasin chapt ini yah ?. hoh.. okok, dari komen yang Ell baca kemarin. Kebanyakan nanya 'kapan Luhan punya perasaan sama Sehun ?', kayaknya readers harus ekstra sabaaaaaaaarrrr… soalnya itu masih sedikit lama. Luhannya harus di siksa dulu baru dia bakal sadar dengan keberadaan Sehun yang selalu ada buat dia. Harus di aniyaya dulu baru perasaannya berubah perlahan-lahan. Gak segampang yang readers mau dia jatuh sama Sehun. orang normal susah tau berubah jadi gay, kalaupun dia berubah, itu bertahap, dan butuh beberapa pengertian buat nerima dirinya yang kayak gitu.

Chapt ini Ell tau emang tidak memuaskan, gak ada HUNHAN moment yah ?,'. Dan kalau ada yang mikir ini awal konflik, sebenarnya bukan. Ell gak bikin konflik berawal di chapt ini. kemarin ada juga yang minta Chanyeol sama Baekhyun aja, eum… Ell pikir dulu deh. Soal Kris yang suka Luhan ?, emang keliatan gitu yah ?, hhh…. Sebenarnya banyak banget yang salah paham sama FF ini dari segi yang banyak pula. Tapi yaudalah, tergantung pemikiran kalian. Ell Cuma bikin FF ini berlanjut terus *mudah-mudahan*

Di A/N sebelumnya ada yang nanya umur Ell sama saudara Ell ?.

Kak Nelo – 92 line

Ell – 95 line

Jay – 05 line

Dan buat yang Cuma menghina. Silahkan out, jangan ninggalin jejak apapun. Ell benci orang yang selalu merasa diri paling sempurna kayak gitu.

Ah ya, Ell mau Tanya. Kalian itu kalau lari paling jauh berapa km ?, atau meter mungkin ?, atau putaran ?. terus apa yang kalian pikirin kalau lagi lari biar gak cepat lelah ?, tanpa music yang ngiringin kalian lari/jogging.

Jja! Sayonara~