Hwaa jadi juga Chapter 2 ini adalah last chapter. Aku yakin ceritanya banyak yang gak suka karena aku newbie, aku janji deh kalo aku buat ff lagi, bahasanya yang kalian bisa mengerti. Kata Kevin-kun bahasanya kurang enak apakah itu benar Readers? Jangan ragu untuk flame ya ;) untuk kak Rui Dakota makasih yaaa untuk kritik saran nya sangat membantu sekali!:)
"Aku tidak ikut"jawab Ino-chan datar. "Sudahlah aku juga lama udah gak main bola lagi, ayo kamu jadi penjaga gawang ya?"Sakura memohon kepada Ino-chan. "Huft, aku ada trauma tersendiri menjadi penjaga gawang saat aku masih tinggal di J***** tau?"kata Ino-chan. Memang menurutku skill penjaga gawang Ino-chan bagus(Author: ane muji diri sendiri wkwk tapi memang kenyataan). "Ino-chan, kamu kan jago jadi gawang saat classmeeting! Ayolah!."kata Hinata. "Huahh, aku malas tau? Karena aku yakin pasti akan terjadi kejadian yang kita gak suka. Aku gak mau cari masalah. Aku kan tinggal disini kalian enggak!"kata Ino-chan. "Aku juga gak mau ikut kalo mau kalian berdua aja"jawabku sambil menunjuk kepada Sakura dan Hinata. "Aku juga"kata Naruto. Tapi, terbesit di pikiran Naruto yang senyum-senyum dan langsung bisik-bisik sama Sakura.
Bla bla bla
Terus blablabla
Nanti blabla bla
Terus blablabla, Ngerti?
Kata Naruto "Sakura beri tau Sasuke dan Ino-chan saja"kata Naruto lagi. Dan kami bertiga langsung nimbrung. "Kita kerjain Hinata. Bilang kalau kalian juga pengen main bola suruh dia jalan duluan sendiri ntar kita langsung lari saat dia sampai di lapangan, ngerti?"kata Sakura. Wow ide yang bagus sekaligus licik. Ino dan aku mengangguk tanda kami setuju. "Yaudah kami mau, kamu duluan Hinata yang jalan"kata Naruto. Tapi Hinata langsung percaya aja saat kita suruh paling depan seakan benar-benar dia yang jadi ketuanya. Saat Hinata paling depan dengan (sok) jagoannya dia maju dan tingkahnya membuat kami tertawa. Kami langsung lari ke rumah dan mengunci nya. "HAHAH! Hinata kenaaa!Gausah masuk-masuk"kata Naruto. "Huaaa Naruto kamu memang jahat dasar jelek!"kata Hinata. "Yaudah kasian Hinata tuh"kata Sakura. Sebelum keluar kami membuat persetujuan dan membuat strategi walaupun Ino-chan kami buka pintunya dan langsung ke lapangan lagi yang tandanya kami setuju. "Hah dateng juga kalian"kata salah satu anak kecil. "Hey Ino-chan gak apa-apa, lawannya anak kecil semua haha"kata Sakura bisik ke Ino-chan yang terdengar olehku. "Hey?kamu gak tau kan? Aku selalu online twitter diluar? Otomatis aku melihat mereka bermain. Dan mereka sangat jago sekali"kata Ino-chan tegas. "Sudahlah kita coba dulu"kata Hinata. "Aku gak ikut ya"kata ku. "Aku juga"kataa Naruto dan akhirnya kami duduk di tiang voli yang sudah tak terpakai lagi. "Hahh? Masa cewe cewe doang yang maju?"kata Ino-chan. "Iya Naruto Sasuke bantuin!"teriak Hinata. "Kami tidak mau"kata Naruto. Kita memang tadi memberikan strategi tapi kami gak maju. "Huaa tamat riwayat kita!"kata Ino-chan. "Udah woles aja sih"bentak Sakura. "Yuk lempar koin dulu"kata anak kecil tadi.
"Kita duluan"kata Sakura. Akhirnya mereka mulai bermain bola. Dimana-mana saat kita melihat orang bermain bola, emosi kita juga ikut-ikutan meluap kadang kalo pemain bola mainnya jelek kita suka marah-marah sendiri, iya kan?. Itu juga terjadi sama Naruto yang udah tegang liat cewe-cewe main, dan akhirnya
...
...
...
"GOOOLLL!"huahh mereka yang menang. Akhirnya karena daritadi Naruto udah kesel dia maju. "Sudah Naruto. Biar mereka aja sendiri"kataku tenang sambil memegang pundak sebelah kirinya. "Udah gausah halangin gua, baka"kata Naruto. "Terserah lah"jawabku pasrah. "Udah Ino-chan aku ikut main"kata Naruto dari ujung. Keadaan semakin ramai dan memadati lapangan
Goll!
Detik-detik mulai berlalu
GOOLLLL!
Mereka semakin tangguh
Tapi aku melihat ada yang aneh kenapa ada anak yang satu sekolah kami melihat-lihat disitu. Dia melihat Hinata lalu bisik-bisik. Aku merasa mereka memerhatikan itu... nya Hinata yang bergoyang-goyang karena berlari. "Aku nyerah, Sasuke maju. Aku lelah"kata Ino-chan sambil menghampiriku. "Gak mau. Kalo kamu mau istirahat duduk disebelahku"kata ku sambil menepuk tempat duduknya yang berarti menyuruh dia duduk, dan akhirnya dia segera duduk. "aku sangat lelah. Kepala ku mulai pusing lambungku terasa sakit kalo berlari!"kata Ino-chan. "Hnnn"jawabku cuek sambil melihat anak-anak itu.
Beberapa saat kemudian...
Normal POV
"Aku maju lagi"kata Ino-chan yang badannya udah agak enakkan. "Oke tapi aku yang jadi penjaga gawang"kata Naruto. "Iyalah"kata Ino-chan. Saat asik menggocek bola, tiba-tiba ada anak yang menendang kaki Ino dan Ino langsung meringis kesakitan. "Oke kita tetap bermain bola, hahaha"tawa anak-anak itu. "Dasar anak tak tau diri #$%^"! #"teriak Ino dan mengeluarkan semua kata-kata kasar yang dia ketahui selama dia hidup(?). Ketahuilah dia dulu adalah seorang anak yang tomboy dan sering dikatakan perempuan kasar, dan sering ikut twitterwar (Author: Ini kenyataan aku memang anak yang baru-baru aja pindah dari J****** ke C****** dulu di J****** aku suka dibilang ampun bang atau bang reman dan baru-baru ini temanku memberi julukan "she's male" dan membuat ku sakit hati)"PERMAINAN SELESAI!"kata ketua nya. "Hahaha, 4-0! Untuk kami"kata mereka. Naruto yang tak terima karena Ino sudah kesakitan langsung di selesaikan permainannya langsung maju sayangnya di hadang oleh Sakura. "Gak apa-apa namanya permainan kok"kata Sakura sambil tersenyum(palsu).
Mereka memutuskan untuk ke Kamar Ino yang tadi sudah disiapkan AC karena Ino tau pasti mereka sangat lelah "Huahh cape sekali. Kenapa tidak main?"kata Sakura berbicara pada Sasuke. "Aku tidak mau cari masalah dan ada yang aku ingin ceritakan"kata Sasujke (Ceritanya gak Author ceritakan karena ini masalah pribadi yang bisa berurusan jadi perang)
"Oh iya ku kira yang waktu kamu ceritakan ke aku dan gelisah itu bohongan"kata Ino-chan dan memang Ino-chan duduknya depan belakangan sama Sasuke dan otomatis Sasuke suka bercerita. "Aku tidak pernah bohong sama kamu, Ino"kata Sasuke. "Yaudah kamu minta ampun aja sama Tuhan"kata Sakura. "Ya"jawab Sasuke gelisah. "Ohya, Sasuke tadi kenapa kamu menatap anak-anak yang ngumpul disitu"tanya Naruto. "Soalnya tadi dia liat itu nya Hinata, hahahaha"jawab Sasuke ngakak. "HAHAHAHAHA!"Ino, Sakura dan Naruto ngakak. "Sasuke nyebelin abis najis"kata Hinata yang siap-siap muku kepala Sasuke. "Kiri 2 ribu kanan 3 ribu tengah-tengah?6ribu sebenernya goceng, seribunya buat keuntungan hahahaha"kata Naruto. "Dari mana pikiran itu terbesit di pikiran mu?"tanya Ino-chan. "Ya kamu kaya gak tau aku aja hahaha"kata Naruto. "D-DA-DASAR HENTAI!"Hinata teriak histeris. Huaa Hari yang melelahkan dan pasti akan menjadi kenangan absurd gila"kata Ino. "Iyaiya sampai ketemu hari Sabtu ya! MOTTO kita?"kata Naruto dengan nada yang berarti mereka suruh menjawab. "KANAN 3 RIBU KIRI 2 RIBU TENGAH-TENGAH? 6 RIBU HAHAAHAH!"teriak kami kompak sudah pasti kecuali Hinata yang udah ngeliat mereka ber-empat dengan sinis.
Saat naik kelas 8 mereka ber5 masih dekat apalagi Sakura dan Hinata sering numpang pulang sama Ino. Sasuke, Naruto, Hinata, dan Sakura mendapatkan kelas yang sama kecuali Ino yang kesal karena tidak sekelas
*di mobil saat pulang sekolah*
"Tadi pelajaran apa?"tanya Ino. "Oh tadi pelajaran Ipa Praktek"kata Sakura. "Huaa pasti udah ada pengganti aku deh kalian jahat"kata Ino. "Gak kok. Aku dapet kelompok sama Rock Lee,anak nya gak asik kan kalo dirumah mu dulu kalo mau pulang kita tanya mau main apa pasti jawabnya bola. Kalo dia mah enggak jawabnya pulang sendiri-sendiri lah mau ngapain lagi, gituu"kesal Hinata. "Sasuke sama Naruto gak sama kalian?"tanya Ino. "Enggak tadinya Sasuke mau sama kita tapi Naruto suruh dia cari kelompok lain karena males ada Rock Lee"kata Sakura. "Si Sasuke tadi waktu pulang cerita sama aku, enakan ada Ino ya seru-seruan udah gitu Ino anaknya enak, ya kan Hinata?"kata Sakura. "Ya, semoga kelas 9 kita ber5 satu kelas dan kelompok nya sama lagi hahaha"kata Hinata.
OWARI
Wahh bahasanya masih kurang bagus ya? Maaf deh author bakal banyak berlatih heheh maklum masih baru :D . Ini sesuai kisah nyata jadi gak ada tambah-tambahan cerita ataupun kata-kata, mungkin kalo kurang ada, tapi kalo tambah gak ada karena ini murni TRUE to Review?
