We Love You, Kouki
Kuroko no Basuke Fanfiction
KnB © Fujimaki Tadatoshi-sensei
Story © Dee Kyou
Rating : T
Genre : Humor, Mystery
Summary : Akibat meminum sekaleng minuman hangat, tubuh Furihata mengecil. Dan dengan penuh tanggung jawab kebapakan(?), Kiyoshi menawarkan dirinya untuk merawat Furihata. Bagaimana satu hari yang dilalui Furihata bersama Kiyoshi? Silahkan di lihat dalam fic ini. Fiction special for Calico Neko. Hope you like this fiction.
Warning: Fluffy fic(maybe), miss typo, OOC, aneh, gaje, mengandung unsur pedo. Hati-hati! Jangan sampai keimutan Furihata membuatmu jadi pedo juga.
Chara: Furihata Kouki, Kiyoshi Teppei
- Chapter 1 : A Day With Papa Teppei -
.
Setelah membujuk dan memakaikan pakaian yang cocok pada Furihata (Mitobe meminta adiknya datang ke Seirin membawa pakaian lama milik adik laki-lakinya), akhirnya disepakati kalau hari ini Kiyoshi-lah yang akan merawat Furihata sehari penuh. Dan di sinilah Furihata berada, di dalam kelas bersama Kiyoshi, duduk di pangkuan Kiyoshi. Bagaimana caranya seorang bocah berumur 4 tahun diijinkan untuk berada di kelas? Silahkan tanyakan pada manusia lebay overprotective bernama Kiyoshi Teppei yang sambil berlutut memohon pada pihak sekolah agar Furihata bisa bersamanya di kelas.
Furihata terlihat gugup dan kaku berada di dalam kelas salah satu seniornya, apalagi teman-teman sekelas Kiyoshi sesekali mencuri pandang pada Furihata, membuatnya semakin gugup dan meringkuk di pangkuan Kiyoshi. Sedangkan Kiyoshi, dia hanya memamerkan senyuman(pedo)-nya sepanjang hari.
Entah karena terlalu lelah atau tuntutan tubuh kecilnya, Furihata merasa mengantuk sekali. Padahal saat ini masih pukul 10 pagi. Dan akhirnya Furihata berakhir dengan tertidur di pangkuan Kiyoshi. Kepala Furihata bersandar pada dada kokoh Kiyoshi, dengan mulut yang sedikit terbuka, pipi yang memerah dan wajah polos nan damai, membuat siapa pun yang melihat sosok Furihata kecil yang tertidur akan berubah menjadi pedo*il. Tapi Kiyoshi tidak akan membiarkan siapa pun mendekati atau pun mengganggu tidur putri(?) kecilnya(?).
Dan ketika tiba waktu istirahat makan siang, meja Kiyoshi langsung di kerubungi siswi-siswi sekelasnya. Reaksi para siswi bisa ditebak. Mulai dari berkata, "Kawaii…", atau mengelus lembut rambut Furihata, mengajak Furihata mengobrol namun tidak dijawab Furihata karena dia ketakutan, sampai mencubit gemas pipi chubby Furihata dan membuatnya menahan tangis.
"Sudah, sudah. Jangan ganggu Kouki lagi." pinta Kiyoshi yang entah sejak kapan memanggil Furihata dengan nama kecilnya.
"Tapi Kou-chan imut sekali, Kiyoshi-kun. Boleh untukku?" tanya salah satu siswi.
"Ahahaha… Tentu saja tidak boleh. Kouki hanya boleh untukku." Jawab Kiyoshi sambil tersenyum cerah namum mengeluarkan aura yandere.
"Huks…. Cenpai, aku lapal…" ujar Furihata memegang perutnya yang sudah keroncongan.
"Ah, Kou-chan mau makan ini?" tanya salah satu siswi sambil menyodorkan maiubo. Furihata menatap maiubo itu dengan mata berbinar, namun dia segera teringat kejadian sial yang dialaminya karena menerima pemberian dari orang asing. Dengan mata kelerengnya yang kini sedikit lebih besar, Furihata mendongak dan menatap Kiyoshi, meminta ijin. Kiyoshi nyaris mimisan ditatap oleh mata polos Furihata dari bawah. Sambil menepuk lembut kepala Furihata, Kiyoshi tersenyum dan mengangguk. Furihata yang mendapat persetujuan, langsung mengambil maiubo dari tangan sang siswi.
"Aligatoo, onyee-chaa…" ujar Furihata sambil tersenyum polos. Mendengar dan melihat Furihata bicara, beberapa orang langsung pingsan bersimbah darah sedang yang lain langsung berteriak heboh.
"Kyaaaaaahhhhh! Kawaiii!"
"Aku juga mau punya anak kayak Kou-chan!"
"Ayo kita buat kalau begitu!" dan suara tamparan terdengar.
"Kou-chan, sini onee-chan raep!"
Kiyoshi langsung membawa Furihata kabur dari kelasnya sebelum kesucian Furihata terenggut paksa oleh teman-teman sekelasnya. Kiyoshi berlari menuju atap sekolah. Setibanya di atap, Kiyoshi melihat Kuroko, Kagami, Riko dan Junpei sedang makan bersama.
"Yo, minna." Sapa Kiyoshi sambil memamerkan giginya.
"Kyaaaahhhh….. Kouki-kuuunnn…. Duduk di sebelah onee-san, sini…." Ujar Riko yang langsung merebut Furihata dari gendongan Kiyoshi.
"Kan-kantoku. Aku bica jayan cendili! Tulunkan aku!" pinta Furihata sambil merona. Dia berusaha memberontak dalam gendongan Riko, namun dengan tubuh kecilnya, dia bahkan tidak bisa melawan kekuatan Riko. Kemudian Riko mendudukkan Furihata di sebelahnya dan bertanya, "Kouki-kun, kau sudah makan?"
"Beyum…" jawab Furihata.
"Mau sandwich ini?" tawar Kuroko. Furihata menggeleng menjawab tawaran Kuroko.
"Maap, Kuloko. Aku cedang tidak celela makan cenwiich."
Kuroko langsung mencubit salah satu pipi gembul Furihata.
"Yang benar Tetsuya onii-san, Kouki-kun." Ujar Kuroko datar.
"Tapi kau kan cebaya denganku, Kuloko—ittaaii…" lagi-lagi Kuroko mencubit pipi Furihata.
"Tetsuya onii-san. Dan kau harus menghormati orang yang lebih tua, Kouki-kun." Oke, sepertinya semua anggota tim Seirin sudah menganggap Furihata sebagai anak kecil dan merupakan adik mereka.
"Huks…. Techuuya nyii-chaa…" ujar Furihata akhirnya.
"Bagus." Ujar Kuroko senang.
"Kuroko, jangan terlalu keras pada anak-anak." Nasihat Hyuuga.
"Hiks…. Kapteenn…." Furihata langsung mewek mendengar pembelaan Hyuuga.
"Korra! Anak laki-laki tidak boleh mudah menangis! Anak laki-laki tidak boleh cengeng, DaAho!" bentak Hyuuga.
Padahal baru saja Hyuuga membela, tapi kenapa sekarang Hyuuga malah memarahinya? Jiwa Furihata sekarang sedang tidak stabil dan akhirnya Furihata menangis keras.
"Hiks… Huwaaaaaaanngggg….. Aaaaaahhhh….."
"Baka! Kenapa kau buat Kouki-kun menangis, Hyuuga-kun!?" marah Riko pada Hyuuga.
"Kapten tidak seharusnya membuat Kouki-kun menangis." Tambah Kuroko yang ikut marah biar pun wajahnya tetap datar. Sedangkan Hyuuga kebingungan diberondong oleh Riko dan Kuroko.
"Cep, cep, cep…. Jangan menangis, Kouki." Bujuk Kiyoshi sambil mengelus kepala Furihata. Sebenarnya Kiyoshi juga bingung bagaimana menghadapi anak yang sedang menangis. Kagami yang sedari tadi diam, mengambil sepotong tamagoyaki dari bento-nya dan menyuapkannya pada mulut Furihata. Furihata otomatis berhenti menangis dan mengunyah tamagoyaki dalam mulutnya.
"Bagaimana?" tanya Kagami.
"Nyam…Nyam…nyam… Enyaa, hahami." Jawab Furihata.
"Telan dulu baru bicara." Nasihat Kiyoshi. Dengan segera Furihata menelan makanannya.
"Enak cekali, Kagami." Ulang Furihata.
"Oh, baguslah. Kau mau lagi?" tanya Kagami.
"Ung! Aligatoo, Taigah onyii-chaa!" Furihata menganggukkan kepalanya penuh semangat. Dan makan siang hari itu berakhir dengan Furihata disuapi oleh Kagami.
.
Pulang sekolah, karena masalah Furihata, akhirnya klub ditiadakan. Kiyoshi pulang dengan membawa Furihata pulang ke rumahnya. Di tangan kiri, dia menggandeng Furihata, sedang tangan kanan membawa tas berisi perlengkapan untuk Furihata kecil yang sudah disiapkan oleh anggota timnya secara sukarela. Kaki kecil Furihata tertatih-tatih mengikuti jalan kaki panjang Kiyoshi. Kiyoshi yang sadar kalau sekarang dia sedang berjalan dengan anak kecil, segera melambatkan laju jalannya, menyamakan irama langkahnya dengan irama langkah Furihata.
Setibanya di rumah Kiyoshi, Furihata langsung dibawa ke kamar oleh Kiyoshi. Kemudian, setelah meletakkan barang-barang mereka di kamar, Kiyoshi menggendong Furihata menuju kamar mandi. Furihata yang kebingungan, bertanya pada Kiyoshi,
"Cenpai, kita mau ngapain di kamal mandi?" tanya Furihata polos.
"Mandi bersama, tentu saja." Jawab Kiyoshi sambil tersenyum. Wajah Furihata langsung pucat mendengar perkataan Kiyoshi. Sekuat tenaga, Furihata meronta dari gendongan Kiyoshi. Namun apa daya, tenaga Furihata yang normal saja tidak sanggup melawan kekuatan Kiyoshi, apalagi dengan tenaga Furihata sekarang yang hanya tenaga bocah berumur 4 tahun.
Akhirnya Furihata hanya bisa pasrah ketika Kiyoshi membantunya membuka bajunya, kemudian membawanya ke dalam kamar mandi. Lalu Kiyoshi membilas dan menyabuni tubuh Furihata.
"Kkkhhhhh…." Furihata menahan suaranya.
"Kenapa, Kouki?" tanya Kiyoshi yang masih menyabuni tubuh bagian depan Furihata.
"Puh… Ge-geli, cenpai… Kkkkhhhh…." Furihata berusaha menahan tawanya merasakan tangan besar Kiyoshi menyabuni ketiak, dada dan perut kecilnya. Kiyoshi menyeringai usil melihat wajah merah Furihata menahan tawa. Dengan sengaja, Kiyoshi menggelitiki Furihata.
"Kyaahahahahaha…. Hen.. ti… kan… Ahahahaha…. Ge… li… Cenpai… Ahahahaha…." Furihata tertawa terbahak-bahak digelitiki oleh Kiyoshi. Namun bukannya berhenti, Kiyoshi malah semakin menggelitiki Furihata. Kesal karena permintaanya tidak digubris Kiyoshi, Furihata menggapai-gapai barang yang ada di dekatnya. Dan tangan kecil Furihata mendapatkan sebuah baskom. Dengan segera, Furihata melempar beskom itu tepat ke wajah Kiyoshi membuat hidung Kiyoshi mimisan.
"Cudah aku bilang belhenti kan, baka!" teriak Furihata marah. Kiyoshi membelalakkan matanya tidak percaya melihat Furihata yang sedang marah di depannya.
"Ahahaha… Maaf, maaf, Kouki. Aku kelewatan tadi. Sini, aku bilas badanmu yah." Ujar Kiyoshi meminta maaf.
"Tapi aku gak mauh digelitikin lagi!"
"Hai, hai…"
Beberapa saat berlalu dan akhirnya Kiyoshi keluar membawa Furihata yang terlihat segar sehabis berendam. Dengan cekatan, Kiyoshi mengeringkan tubuh kecil Furihata. Lalu memakaikan piyama pada Furihata sambil berusaha menahan mimisannya. Bagaimana tidak mimisan? Piyama yang dikenakan Furihata adalah piyama kelinci lengkap dengan hoodie telinga kelinci, bahkan terdapat ekor pada bagian belakang bajunya.
"Eeeehhh? Keyinci?" protes Furihata ketika menyadari bahwa piyama yang dikenakannya adalah piyama kelinci.
"Tidak apa kan? Toh kau imut memakai piyama ini, Kouki." Jawab Kiyoshi.
"Cenpai! Aku laki-laki! Laki-laki tidak dibilang imut! Lagipula aku tidak mauh pakai keyinci!"
"Baik, baik. Besok kita beli animal's pajama yang lain ya."
"Bukan itu maksudku…. Mhuuuhhh…" Furihata menggembungkan pipinya. Kiyoshi lagi-lagi harus menekan hidungnya mencegah cairan merah mengalir dari hidungnya. (kalau Dee sih udah tepar mimisan duluan)
Akhirnya setelah perjuangan panjang, Kiyoshi membawa Furihata untuk tidur. Biar pun Furihata protes dengan mengatakan hal-hal seperti, "Aku belum ngantuk, cenpai!" atau, "Inyi macih jam 8!"
Namun beberapa saat setelah kepala Furihata menyentuh bantal dan Kiyoshi menepuk-nepuk lembut kepala Furihata, akhirnya Furihata jatuh tertidur. Melihat wajah tidur Furihata yang sangat polos, membuat Kiyoshi tidak tahan lagi. Dan Kiyoshi mengambil handphone-nya dan memotret wajah tidur Furihata yang kemudian diaturnya menjadi wallpaper handphone-nya.
"Hooaaahhhmmm…. Kenapa aku jadi ngantuk juga?" gumam Kiyoshi sembari mengucek-ngucek matanya. Lalu Kiyoshi memutuskan untuk berbaring di sebelah Furihata yang sudah bertualang jauh di dunia mimpinya. Sambil tersenyum, Kiyoshi mendekatkan wajahnya pada wajah Furihata, kemudian—
CUP!
—mencium pucuk kepala Furihata. Furihata sedikit menggeliat namun dengan segera dia kembali tertidur tenang.
"Oyasumi, Kouki." Ujar Kiyoshi sebelum dia membiarkan dirinya ditarik sepenuhnya oleh buaian mimpi.
– To Be Continued –
Yosha….. Selesai ngetik chapter 1…. Gimana? Gimana? Kerasa pedo-nya? *plak*
Ahahaha…. Gak nyangka ada yang nge-fave fic ini… Arigatou gozaimashita…. Ah, Dee bales review-nya di sini aja yah….
Calico Neko
Tadinya memang mau buat kumpulan one-shot… Tapi entah kenap gak dapet feel-nya… Jadi, yaudah deh… Terciptalah fic ini, Neko-san… Ngetik cadel rada beribet sih…. Tapi susah-susah gampang kok… Yosh… Ini udah ada adegan mandi-mandiannya… Moga-moga suka….
Eqa Skylight
Tenang, Eqa-san… Kiyoshi seorang papa yang bertanggung jawab kok… Ini udah lanjut… Cepet kan?
Anne Garbo
Gyaaaahhh! Jangan gigit my Kouki, Anne-san! Ekh!? Serius? Anne-san juga buat baby!Kouki? Uwaaahhh… Kita memang kompak ssu~~~ *bales peluk* Ini udah makin Dee tebarin ke-pedo-an, ralat, keimutan our beloved baby Kouki~~~
Dena Shinchi
Ahahaha…. Kalo gitu dena-san harus masuk Seirin biar bisa ngikut sama papa Teppei… Sebenernya sih Dee lebih khawatir Kouki di raep sama papa Teppei daripada sama Shotacon… *plak*
ByuuBee
Kyaaaaahhh…. Byuu-san…. Ohisashiburi ssu~~ XD
Arara…. Bukannya Kiyoshi memang alay lebay yah? *dirajam sama kiyoshi's fans* Ini udah lanjut loh, Byuu-san… cepet kan? Ah, MFeD juga Dee apdet tuh…. Dee ada apdet beberapa fic… Mungkin ada juga yg Byuu-san baca…. Monggo dilihat…
Seijuurou Eisha
Eisha-chan. Kok jadi cadel? Uuuummm…. Dee ragu sih apakah papa teppei bisa ngurus apa gak… Tapi mari kita doakan bersama-sama semoga gak di apa-apain sama papa Teppei… Karena Cuma Dee yang boleh apa-apain Kouki… *digunting* Ini udah apdet loh….
icyng
What!? I won't give you my beloved Kouki! Memang Dee rencanain bakal dikasih giliran satu-satu ngerawat Kouki kecil kok…
kisafuuma
Kisa-san, ohisashiuburi desu ne... Wakakakakaka... Nanti Dee buat software 'gugel cadel' supaya chara KnB dan readers dapat mengerti perkataan cadel Kouki... Ini udah lanjut...
Oke deh… sekian dulu… Makasih buat yang udah review, fave dan follow fic Dee ini… Ah, kalau bisa, setelah baca chapter ini, tolong tinggalin jejak juga yah…. Aligatoo gojaimachita~~~ *ikutan cadel*
