We Love You, Kouki
Kuroko no Basuke Fanfiction
KnB © Fujimaki Tadatoshi-sensei
Story © Dee Kyou
Rating : T
Genre : Humor, Mystery
Summary : Akibat meminum sekaleng minuman hangat, tubuh Furihata mengecil. Dengan tidak bertanggung jawab, Kiyoshi menyerahkan Furihata pada sang bad boy Hanamiya Makoto. Bagaimanakah nasib Furihata di tangan Hanamiya? Silahkan di lihat dalam fic ini. Fiction special for Calico Neko. Hope you all like this fiction. No Flame, just give me some criticism or proposition.
Chara: Furihata Kouki, Hanamiya Makoto (HanaFuri, Slight!KiyoHana)
Warning: Fluffy fic(maybe), miss typo, OOC, aneh, gaje, mengandung unsur pedo, alur maksa, semuanya serba maksa. Hati-hati! Jangan sampai keimutan Furihata membuatmu jadi pedo juga.
- Chapter 2 : A Bad Luck or A Good Luck? –
.
Keesokan harinya, sepanjang hari Furihata dikerubungi oleh teman sekelas Kiyoshi dan anggota tim basket Seirin yang lain. Furihata bersikeras untuk ikut latihan meski dengan tubuh kecilnya. Akhirnya Riko mengalah dan mengizinkan Furihata untuk ikut berlatih. Lagipula, melihat tangan kecil Furihata kesusahan memegang bola basket yang besar –sehingga Furihata terpaksa memeluk bola bundar itu– menjadikan hal itu pemandangan yang cukup menarik. Belum lagi ketika Furihata berusaha mengoper bola pada Izuki, namun dengan tenaga anak kecilnya, bola basket itu tidak sampai pada Izuki dan Furihata terlihat kesal melihat bola itu hanya memantul-mantul di lantai gym.
Mata Furihata berkaca-kaca, pipi tembemnya menggembung, dan wajahnya memerah menahan rasa kesal. Dan seluruh anggota Seirin kembali harus menahan mimisan melihat keimutan Furihata. Well done, Furihata. Kau berhasil membuat seluruh anggota tim basketmu menjadi pedofil.
Sepulang latihan basket, Kiyoshi mengajak Furihata untuk mencari animal pajama dan beberapa baju ganti untuk Furihata. Dengan riang, Kiyoshi menggandeng tangan Furihata pergi ke toko baju. Di tengah perjalanan, mereka berpapasan dengan Hanamiya dan anak-anak basket Kirisaki Daiichi yang juga baru pulang latihan. Melihat Hanamiya, Kiyoshi langsung melambai-lambai dan meyapa dengan ramah.
"Hanamiyaaaa~~~~" sapa Kiyoshi sambil tersenyum. Sedangkan Furihata langsung bersembunyi di belakang kaki Kiyoshi.
"Che! Ketemu orang bodoh!" balas Hanamiya ketus sambil membuang muka. Namun mata hijau Hanamiya melihat sesosok tubuh kecil bersembunyi di balik kaki Kiyoshi. Alis tebalnya mengernyit, dan Hanamiya langsung menyembur Kiyoshi dengan kata-kata pedas.
"Haha! Aku tidak tau kalau kau pedofil, Kiyoshi. Anak siapa yang kau culik?"
"Ah, aku tidak menculiknya kok. Hora, Kouki. Jangan bersembunyi begitu. Keluarlah lalu sapa Makoto dan yang lain." Perintah Kiyoshi.
"Chotto! Jangan panggil nama kecilku!" protes Hanamiya. namun segera terhenti melihat kepala Furihata menyembul dari balik kaki Kiyoshi, tangan kecilnya memeluk kaki Kiyoshi, dengan gemetaran Furihata berusaha menyapa Hanamiya dan yang lain.
"Ma-ma-Makoto—" saking gugupnya Furihata tergagap dan malah memanggil Hanamiya dengan mama, membuat anggota tim Kirisaki Daiichi yang lain menjadi heboh.
"Mama Makoto!?" seru Seto.
"Dia anakmu, Hanamiya!?" tanya Hara panik.
"Kapan kau melahirkan?" tambah Furuhashi.
"Ahahaha…. Kouki, mulai sekarang panggil aku Papa Teppei juga yah… agar pasangan dengan Mama Makoto…." Pinta Kiyoshi bodoh.
"EEEEEEEKKKHHHH!? Hanamiya sudah menikah dan punya anak dengan Kiyoshii!?" ketiga teman Hanamiya histeris. Dan Hanamiya langsung menghadiahi ketiga temannya dan Kiyoshi bogem mentah.
"Dia bukan anakku dan Kiyoshi, Baa-ka! Dan kami tidak menikah!" umpat Hanamiya.
"Anak di luar nikah." Celutuk Hara.
"Ung. Anak di luar nikah." Setuju Furuhashi.
"Aku tahu ini berat, Hanamiya. Tapi kami mendukung kalian." Dukung Seto.
"Oii—"
"Hahaha…. Terima kasih dukungannya, minna-san. Aku akan membahagiakan Makoto dan Kouki." Kiyoshi sepertinya terbawa suasana dan ikut memainkan opera sabun bersama ketiga angota regular tim basket Kirisaki Daiichi. Hanamiya kembali melayangkan bogem mentahnya dan keempat orang idiot itu pun terkapar tak berdaya. Hanamiya mendelik kesal pada Furihata yang kini menatapnya dengann tubuh gemetar ketakutan.
"Oi, anak kecil! Siapa kau? Kenapa mau saja dibawa-bawa oleh si idiot ini!? Sana pulang ke tempat ibumu!" perintah Hanamiya. Furihata sangat ketakutan ditatap oleh Hanamiya sehingga tidak sanggup menjawab dan hanya gemetaran.
"Sudah, sudah. Jangan galak begitu, Kouki menjadi ketakutan kan?" pinta Kiyoshi yang sudah bangkit dan merangkul Furihata protektif. Melihat hal itu, Hanamiya hanya mendecih dan membuang mukanya. Dan di mata ketiga anggota basket Kirisaki Daiichi, pemandangan itu seperti seorang ibu yang sedang memarahi anaknya dan tidak terima sang ayah membela anak mereka. Dan diam-diam mereka bertiga pergi meninggalkan 'keluarga bahagia' itu disana.
Ketika Hanamiya sedang beradu mulut dengan Hiyoshi –dan Furihata terlihat ketakutan berada di antara Hanamiya dan Kiyoshi– tiba-tiba saja ponsel Kiyoshi berdering.
"Ah, time out, Hanamiya." Pinta Kiyoshi sambil mengangkat ponselnya. "Moshi-moshi?"
"Kiyoshi! Sudah aku bilang ini waktunya kau terapi lututmu!" semprot seseorang di seberang telepon. Kiyoshi sampai harus menjauhkan ponselnya dari telinganya.
"Ahahaha… Maaf, Dokter… Tapi aku—" Kiyoshi melirik Furihata dan Hanamiya yang tengah bertatapan canggung, dan muncullah satu ide usil dalam pikirannya, "—baik, Doker. Aku segera ke rumah sakit." Dan Kiyoshi langsung memutus hubungan telepon. Dengan senyum lebar nan polos, Kiyoshi berkata,
"Hanamiya, aku harus ke rumah sakit untuk terapi. Tolong jaga Kouki sampai besok aku menjemputnya, yah."
"Eeeeeekkkhhhhh!?" Furihata langsung histeris mendengar kata-kata Kiyoshi.
"Aku menolak! Merepotkan!" ujar Hanamiya.
"Cenpai, aku cidak mauuh.. huks…" Kiyoshi nyaris luluh melihat wajah mewek Furihata, namun dia menguatkkan hatinya.
"Gomen ne, Kouki. Ini untuk lututku. Kau bisa mengerti kan?" Furihata terdiam mendengarnya, dan meski enggan, akhirnya Furihata mengangguk.
"Yosh! Anak pintar!" puji Kiyoshi sambil menelus kepala Furihata. Lalu Kiyoshi menggendong Furihata dan langsung menyerahkannya pada Hanamiya yang mau tidak mau harus menggendong Furihata kalau tidak mau tubuh kecil itu jatuh. "Aku serahkan kouki hari ini padamu, Hanamiya. Jaa na~~~" ujar Kiyoshi yang langsung melesat pergi.
"Oi! Kiyoshi! Kiyoshi! Kono bakaaa!"
.
Dan kini Hanamiya dan Furihata duduk bersebelahan di bangku sebuah taman. Beberapa anak kecil mengajak Furihata untuk ikut bermain, namun Furihata menolak dengan sopan.
"Oi!" panggil Hanamiya. Furihata berjengit mendengarnya. "Siapa namamu? Apa hubunganmu dengan Kiyoshi?" lanjutnya.
"A-a-a-aku, aku fulihata kooki. Kiyochi cenpai cidak ada hubungan apa-apa denganku, cumpah kok! 'Anamiyah-can cidak pelu cembulu." Jelas Furihata panjang lebar. Hanamiya mengernyit mendengar omongan cadel Furihata. Hell, bahkan dengan otak jeniusnya, Hanamiya tidak mengerti satu pun yang Furihata katakan. Satu-satunya yang dia paham adalah nama Furihata.
"Oke. Jadi tadi namamu Furihata Kouki, benar?" Furihata mengangguk menjawab pertanyaan Hanamiya. Hanamiya terlihat berpikir, lalu kembali bertanya, "Kau, bukan si nomor 12 anggota basket Seirin kan?"
"I-itu aku. Poin gaad ceilin keyas catu, nomol punggung dua beyas." Hanamiya serasa mau pingsan mendengarnya. Bagaimana mungkin seorang remaja SMA berubah menjadi bocah cadel menggemaskan? Tidak, Hanamiya menolak pikirannya yang tadi sempat berpikir kalau Furihata itu menggemaskan.
"Kenapa kau bisa jadi seperti ini?" tanya Hanamiya lagi.
"Kemalin pagi, aku mauh belangkat lacihan. Telus aku di kasyih kopi kayeng, dan aku minyum itu. Telus tiba-tiba aku cudah jadi kecil cepelti ini." Jelas Furihata. Hanamiya memijat pelipisnya, dia tidak mengerti kata-kata Furihata, demi Tuhan!
'Sudahlah, nanti aku tanya pada si bodoh itu saja.' Batin Hanamiya menyerah. Hanamiya menghela nafas panjang, sedang Furihata menatapnya takut-takut.
"Kau pergi saja bermain dengan bocah-bocah berisik yang mengajakmu daritadi itu. Aku mau baca dengan tenang." Perintah Hanamiya yang mengeluarkan buku dari dalam tasnya dan mulai membaca.
Furihata terlihat ragu dan hanya menatap polos Hanamiya. Setelah beberapa saat hanya menatap dan Hanamiya terlihat tidak tertarik mengajaknya bicara lagi, akhirnya Furihata memutuskan untuk menerima ajakan bermain dari bocah-bocah yang sedari tadi sibuk mengajaknya ikut bermain dengan mereka. Salah satu keuntungan tubuhnya menjadi kecil, Furihata tidak perlu malu untuk kembali bermain di bak pasir atau pun jungle rope. Dan untuk sekejap, Furihata lupa kalau dia remaja berumur 15 tahun.
"Oi, bocah! Pulang!" teriak Hanamiya pada Furihata. Sudah sekitar 1 jam berlalu sejak Furihata bermain, jadi Hanamiya beranggapan itu sudah cukup. Furihata segera berlari mendekati Hanamiya dan berdiri malu-malu di depan Hanamiya. Bagaimana tidak malu, dia keasyikan bermain dengan anak-anak. Hanamiya kembali mengernyit melihat keadaan Furihata, badan kecilnya kotor dan basah oleh keringat. Rambut cokelatnya pun lepek dan penuh pasir. Dan Hanamiya tidak tahu apa saja permainan yang dimainkan Furihata hingga membuat wajahnya menjadi hitam. Sambil menghela nafas, Hanamiya menyeret Furihata ke keran air yang ada di taman. Hanamiya membuka keran dan berjongkok membasuh wajah dan tangan Furihata.
"A-aku bica cendili…" ujar Furihata.
"Diam!" dan Furihata pun terdiam dan membiarkan Hanamiya membersihkan dirinya. Setelah selesai membasuh wajah dan tangan Furihata, Hanamiya mengeringkan wajah Furihata dengan menggunakan handuk kecil yang tadi di ambilnya dari dalam tas sekolahnya. Kemudian menepuk lembut kepala Furihata guna mengurangi pasir yang ada di rambut Furihata. Lalu Hanamiya berdiri dan berjalan keluar dari taman. Seolah terhipnotis, Furihata segera mengekori Hanamiya dari belakang.
Sepanjang perjalanan menuju apartemen Hanamiya (Hanamiya terpaksa membawa Furihata ke apartemennya setelah mendapat informasi dari Kiyoshi kalau Furihata tinggal sendirian) dilalui Hanamiya dan Furihata dengan diam. Hanamiya tidak tahu bagaimana cara menjaga anak kecil dan Furihata terlalu takut untuk membuka suara.
Namun ketika mereka melewati toko kue, kaki kecil Furihata berhenti di depan estalase toko yang memajang beragam macam kue. Mata dengan pupil kecil berwarna cokelat itu berbinar, menatap penuh harap pada kue strawberry short cake yang menggiurkan. Hanamiya yang menyadari Furihata berhenti mengikutinya, berbalik dan mendapati Furihata berdiri tak bergeming menatap kue-kue yang terpajang. Hanamiya segera kembali dan mendekati Furihata.
"Oi, apa yang kau lakukan?" tegur Hanamiya. Furihata menggenggam celana Hanamiya dengan tangan kecilnya, lalu Furihata mendongak menatap Hanamiya dengan mata berbinar dan penuh harap.
"Aku mauh itcu…" pinta Furihata sambil menunjuk kue yang diinginkannya.
"Haaaaa?"
"Aku mauh sutlobeli sot keik, 'Anamiyah-can…."
"Tidak!"
"Mauuuhhh…"
"Aku bilang tidak ya tidak! kalau kau makan itu sebelum makan malam, kau tidak akan menghabiskan makan malammu."
"Aku akan habisykan makan mayamnya! Aku mauh keik!"
"Jangan kira aku seperti Kiyoshi yang akan menurutimu! Kita pulang!" ajak Hanamiya sambil menyeret tangan Furihata.
"Huks… Mauh! Mauh! Mauh!" Furihata bersikeras menginginkan kue strawberry-nya. Hanamiya menulikan telinganya dari segala rengekan Furihata dan menyeret Furihata pulang.
.
Sepanjang sore, Furihata ngambek pada Hanamiya dan mendiamkan Hanamiya. Bahkan ketika Hanamiya memandikan dan memakaikan bajunya yang kebesaran pada Furihata, Furihata tetap menolak untuk bicara. Dan ketika Hanamiya memanggil Furihata untuk makan malam, Furihata berpura-pura tidak mendengar dan menenggelamkan diri dengan membaca majalah basket.
"Haaahh…. Anak merepotkan." Keluh Hanamiya sambil menghela nafas. Apa boleh buat, Hanamiya terpaksa mengeluarkan senjatanya.
"Oi, lihat apa ini." Panggil Hanamiya lagi. Tidak merasakan reaksi dari Furihata, Hanamiya mendekati Furihata dan menunjukkan sesuatu yang pasti bisa membuat Furihata menanggapinya. Mata Furihata langsung berbinar melihat—
"Sutlobeli shot keik!" –satu buah kue strawberry short cake utuh, bukan berupa potongan seperti yang dilihatnya di toko kue tadi.
"Kalau kau menghabiskan makan malammu, kue ini jadi milikmu."
"Haaaiii~~~"
Dan akhirnya Hanamiya berhasil menyuruh Furihata untuk makan malam. Selepas makan malam, Hanamiya memotong kue tersebut dan memberikannya pada Furihata yang langsung memakannya lahap.
"Enyaakk…. 'Anamiyah-can beyi dimana?"
"Beli? Aku tidak mungkin menghabiskan uang sia-sia. Itu aku buat sendiri."
"Heee…. Keyen… Ah, aligatoo Mama Makoto…"
"Ya, sama-sam—Oi! Aku bukan mama-mu!"
"Ehehehe…. Tapi 'Anamiyah-can cepelti ibu. Mayahi aku dan menegul aku kalo aku calah."
Hanamiya terdiam mendengar perkataan Furihata. Dia akhirnya mengerti perkataan cadel Furihata. Tangan Hanamiya yang selama ini memegang bola basket, beralih mengelus lembut kepala Furihata.
"Sudah. Habiskan saja kuenya." Ujar Hanamiya sambil tersenyum dan mengelus kepala Furihata.
"Ung!" jawab Furihata sambil melanjutkan acara makan kuenya.
Hanamiya memperhatikan Furihata memakan kue buatannya dengan lahap, dan sedikit krim menempel pada pipi chubby Furihata. Wajah Hanamiya mendekati wajah Furihata dan tanpa disangka oleh Furihata, Hanamiya menjilat krim yang menempel pada pipinya.
"A-a-a-apa yang 'Anamiyah-can lakukan?" tanya Furihata panik sambil memegang pipinya yang tadi dijilat oleh Hanamiya.
"Ada krim nempel di pipimu." Jawab Hanamiya santai. Wajah Furihata merona mendengarnya.
"Ah, ada krim lagi di dekat bibirmu." Lanjut Hanamiya sambil kembali mendekat. Kali ini wajah Furihata memucat dan berusaha menjauhi Hanamiya. Namun Hanamiya memamerkan seringainya dan terus mendekati wajah Furihata yang semakin memucat.
"Cho—Ja-jangan mendekat, 'Anamiyah-can! Gyaaaaaaaahhhhh! Tacuketeeeeee!" teriakan Furihata menggema dari apartemen Hanamiya. Dan ternyata bukan hanya tim Seirin yang menjadi pedofil karena Furihata, sang Bad Boy dari Kirisaki Daiichi pun sepertinya berubah mejadi seorang pedofil karena seorang Furihata kouki.
– To Be Continued –
Nyahallow~~~ dee kembali…. Neko-san, Lala-chan…. Ini pesanan kaliaaannn…. Harus puas yah…. Awas kalo gak puas! Dee gak lanjutin nih fic… *digebuk rame-rame*
Berhubung waktu deadline yang mepet, Dee gak sempat bales satu per satu review nya…. Big thanks to kisafuuma, Anne Garbo, Kuroshi Rei, Aoikiri Ayane, Rin Cassells, Minge-ni, Calico Neko, Eqa Skylight, Seijuurou Eisha, ByuuBee, Dena Shinchi, icyng, dan guest yang udah bersedia mampir dan me-review fic Dee ini…. Hontou ni domo arigatou gozaimashita…. Well, would you give me some review again?
