Thx atas reviewnya. Sangat sangat sangat sangat membangun. Kemaren udah sempat dibilangin, tapi gue lupa. Maklum penulis gagal, huahahahaha. Thx ya reviewnya.
Classique
Chapter 2
=Normal pov=
3hari setelahnya (264 jam menuju kehari pertunangan NejiNaru)
Pagi
Disekolah.
Dikelas hanya Sasuke sendiri saat masih pagi. Dan teman-temannya juga sudah mendengar beritanya, berita bahwa SasuNaru sedang dalam keadaan yang koma#maksudnya hubungan mereka.
"…..Sitting here wide awake
Thinking about when I last saw you
I know you're not far away
I close my eyes and I still see you
Lying here next to me
Wearing nothing but a smile…."
Sasuke memejamkan matanya saat mencerna lirik akhir dari lagu yang ia dengar dari earphonenya itu, "Wearing nothing but a smile…." sungguh lirih, sungguh sangat berat baginya.
Sangat berat…
"…She's someone else's angel
It may sound stupid that I'm wanting you back…" (NB: she's diganti he's)
Ia tak mungkin menangis untuk seseorang yang sudah bukan menjadi miliknya lagi. 2 tahun menjalin hubungan, semenjak kls IX hingga sekarang , dengan kejadian ini benar-benar membuat Sasuke tak habis pikir.
Kenapa?
Pertanyaan itu selalu menggantung dibenaknya. Bahkan Kushina sudah merestui hubungan mereka. Begitu juga Minato. Sasuke merasa dikhianati.
"….I remember tears streaming down your face
When I said, "I'll never let you go"
I remember you said, "Don't leave me here alone"….
Lagu itu sekarang yang sedang mewakili perasaan Sasuke. #wah Sasuke di buat author galau tingkat Dewa Jashin disini, huahahaha, maaf Suke. Di sharingan Sasuke -_-
Balik ke cerita.
'Kenapa!' batin Sasuke berteriak kesal. Saking kesalnya, ia membanting iPodnya.
Ting tong….. Bel masuk kelas berbunyi.
Para siswa masuk ke kelas dengan berisik. Tampak oleh Sasuke,Naruto berlari terburu2. Naruto hampir saja terlambat. Setelah absen selama 3 hari, akhirnya Naruto memberanikan diri untuk bersekolah. Ia tak tega melihat Sasuke bersedih. Lagipula, perjodohan ini juga bukan keinginannya. Naruto menggantikan larinya dengan berjalan lambat kearah kursinya yang tak lain berada disebelah Sasuke. Sakit. Itu yang dirasakan Naruto sekarang. Dan, hanya kata maaf yang ingin ia ucapkan ke Sasuke.
Ia memandang Sasuke yang langsung mengalihkan pandangannya keluar jendela saat melihat Naruto berjalan ke kursinya.
Tak ada pembicaraan sama sekali saat pelajaran berlangsung antara SasuNaru. Biasanya Naruto akan mengeluh "ngantuk" ke Sasuke saat sedang menghadapi mata pelajaran pagi, tapi sekarang…. Keduanya hanya bisa terdiam. Aura SasuNaru yang sedang galau memenuhi seluruh ruang kelas saat itu.
Skip time…
Diatap sekolah setelah pelajaran berakhir.
"Sudahlah, perjodohan ini juga bukan kemauan Naruto, kan? Kau juga harus mengerti."
"Tapi aku merasa di khianati, Shika." jawab Sasuke sambil mengacak-acak rambut melawan gravitasinya itu.
"Aku mengerti. Masih ada waktu sebelum pertunangan, kan?" Kata Shikamaru yang sepertinya sedang memasang rencana untuk membantu temannya itu untuk mengambil kembali Narutonya. "Jika kau tak keberatan tentunya." tanya Shikamaru saat melihat Sasuke sudah membelakanginya dan berjalan menuju ke arah tangga.
Shikamaru hanya melihatnya heran. Sepertinya Sasuke benar-benar kecewa.
Flashback
Beberapa minggu yang lalu.
=Shikamaru pov=
"Sebaiknya kau jaga tanganmu, Teme."teriak Naruto yang saat itu sedang mengejar Sasuke ditaman belakang sekolah.
Tampak mereka sangat serasi dan harmonis. Ya, aku memang selalu mengintip mereka, maaf. Menurut ku, mereka sangat cocok meskipun sangat tak wajar, boyXboy. Tapi tak apalah selama itu membahagiakan, aku iya-iya saja, huahahaha. Ya, mereka memang selalu bertengkar. Entah itu karena ucapan Sasuke yang selalu memangginya Dobe atau mengambil jatah makan siang Naruto. Sepertinya kali ini Naruto benar-benar marah karena Sasuke memegang pantatnya sambil berbisik gaje, kayaknya bisikan mesum deh, maklum aku kan hanya menguping dan mengintip.
Hari-hari mereka memang selalu diisi dengan pertengkaran mulut dan diakhiri dengan senyuman ditambah dengan pelukan dan kecupan hangat Sasuke dikening si pirang. Uh, mereka membuatku iri saja. Meskipun Sasuke tipe laki-laki yang dingin dan pendiam, namun saat dihadapkan dengan Naruto yang selalu bersemangat dan ceria, ia langsung berubah 180 derajat. Aku tak tahu jampi-jampi apa yang Naruto gunakan. Teman-teman dan guru-gurupun tahu bahwa mereka berpacaran. Setiap hari, hari-hari mereka selalu dipenuhi dengan cinta. Aku sungguh iri :'(
Aku ingin Naruto, pletakkk…. Shikamaru ditampar author.
author: Naru just for Sasu, ga ada yang lain!
Shika: maaf, kan u sndri yg ngebuat gue berpikir gtu. Totor jahat.
author: oh iya2, maaf ya Shika#sambil mengejekin Shikamaru.
Flashback end
=Normal pov= (baca sambil dengerin instrument dari Tashiro Masuda: grief and sorrow pasti bakal mewekan palagi kalau diresapi dengan sangatttt, instrumentnya mesti diulang2)
Shikamaru menyusul Sasuke yang sudah yang sudah setengah jalan.
Terlihat oleh Shikamaru, Sasuke menghentikan langkahnya.
'Naruto' batinya.
Naruto ada disana dan dengan cepat Shikamaru bersembunyi.
Sasuke menatap Naruto datar seperti saat-saat sebelum Sasuke menjalin hubungan dengan Naruto. Jarak mereka tak lebih dari 1 meter. Pandangan itu, pandangan yang sangat dibenci Naruto.
"Maafkan aku..." Naruto memberanikan diri.
Terdiam.
Mata sapphire itu mengeluarkan air mata. Sementara onyx masih dengan munafik dan dinginnya menahan segala emosi yang ada didalam sana. Terlihat oleh Sasuke, Naruto menggelintir-gelintir(?) tangannya dan masih saja tertunduk.
"Aku…aku tak menginginkan semua ini. aku tak menginginkan perjodohan ini. Aku juga merasa dikhianati." lanjutnya lagi pelan dan sungguh sangat tenang meski Sasuke tau bahwa Naruto juga merasa dikhianati.
"Aku…hm.." kecupan hangat Sasuke memotong pembicaraan Naruto.
Dia mengecupnya hangat. Meresapi setiap rasa yang ada disana. Naruto masih terus meneteskan airmatanya.
"Naruto..." panggil Sasuke lembut saat melepaskan kecupannya.
Naruto hanya memandanginya. Penuh rindu dengan kecupannya yang akhir-akhir ini tak pernah ia rasakan lagi. Sasuke menghapus air mata Naruto dengan jempolnya perlahan. Menempelkan keningnya ke kening Naruto.
"Sudahlah," kata Sasuke mencoba mengikhlaskan keadaan. "ikuti saja permintaan orangtuamu." lanjutnya.
Sepertinya sasuke benar-benar sudah menyerah.
Naruto hanya menatapnya datar.
"Kenapa…" Naruto terhenti saat telunjuk Sasuke menyentuh bibirnya.
"Aku menyayangimu, Naruto. Dan ku yakin kau tau itu." kata Sasuke mencoba menenangkan Naruto.
Melihat keadaan yang seperti ini membuat si penguping kita, Shikamaru, menangis dibuatnya.
"Aku menyayangimu, Naruto." kata Sasuke.
Tampak mata onyxnya kini sudah tak mampu lagi membendung air matanya. "Sangat..." lanjutnya lirih.
Penuh luka disana. terkoyak-koyak, tercabit-cabit. Ingin rasanya ia memuntahkan semuanya itu kepada-entah siapa yang harus menerimanya.
"Sasuke..."
Mereka kembali berciuman hingga akhirnya…
"NARUTO!"
Keduanya menghentikan ciuman mereka yang mungkin akan menjadi ciuman terakhir mereka, mungkin, siapa yang tau. Mereka terkejut dengan kedatangan Neji ke sekolah. Penguping kita juga dibuat terkejut olehnya.
"Neji..." ucap naruto perlahan dan masih berada dipelukan Sasuke.
#maaf Neji seperti dirimu akan author buat agak kasar n dibenci di ff ini. gomen ne^^
Neji menghampiri mereka. Menarik kasar Naruto dari pelukan Sasuke. Entah tersambar apa, Sasuke hanya melepaskan Naruto begitu saja. Naruto tampak kecewa dengan sikap Sasuke yang seperti ini. Tadi ia mengatakan ia sangat menyanyangi Naruto, namun sekarang? Semuanya seperti angin belaka.
"Jangan temui dia lagi." kata Neji datar entah kepada siapa.
Mungkin itu berlaku untuk keduanya.
Neji memaksa Naruto untuk pulang. Dan Naruto mengiyakan saja. Bagaimana tidak, dengan sikap Sasuke yang menjadi lemah begini membuat Naruto tak bisa berbuat apa-apa. Ia kecewa.
10 menit setelah kepergian Naruto, Sasuke masih mematung ditempatnya berdiri. Shikamaru mendatanginya.
"Sasuke..." panggil Shikamaru pelan.
Sasuke sungguh sangat berantakan. Shikamaru bahkan tak menyangka kenapa Sasuke bisa bersikap seperti itu, membiarkan Naruto pergi tanpa perlawan. 'Ada apa dengan Sasuke?' pikir Shikamaru.
Tbc
