Judul lagu yang di chap 2 kemaren "Standing in The Dark" by Lawson. Happy Ending or ga, ikutin aja ceritanya. Tapi maaf, sepertinya disini bakal ada sedikit lemon antara NejiSasu, dikit aja kok, soalnya akan ada BDSM, dikit aja. Tapi kayaknya adegan NejiNaru ga akan ada di chap ini, mungkin chap yang berikut-berikutnya. N yang di FB, iya sih ada, tapi kayaknya ga ada yang berminat . Ya, lebih baik di publish disini aja, peace^^V
Di chap 3 ini, ceritanya bakal ngeflashback semua kejadian antara SasuNaru. Jadi, untuk sementara lupakan dulu chap-chap sebelumnya
Classique
Chapter 3
FLASHBACK FOCUS
=Normal pov=
"Kenapa tak kau datangi saja dia?" tanya Shikamaru.
"Jangan bergurau. Lihat saja dia," jawab Sasuke ketus sambil menuntun mata Shikamaru untuk melihat kearah pemuda pirang yang sedang asyik-asyiknya bergoyang tak jelas yang tak jauh dari Sasuke dan Shikamaru. "benar-benar konyol." Lanjut Sasuke lagi sambil melihat kearah Shikamaru dan….
"HEI! APA YANG KAU LAKUKAN?" teriak Sasuke saat melihat Shikamaru mendatangi Naruto.
Sasuke membatu ditempatnya berdiri sekarang.
Dug
'Pandangannya….' Batin Sasuke saat onyxnya tak sengaja bertatapan dengan safir indah Naruto.
Indah
"Hei!" sapa Naruto yang ternyata sudah berdiri didepan Sasuke dan tak digubris olehnya.
"Kau melamun saja, Sasuke." Kata Shikamaru sambil menepuk bahu Sasuke pelan.
Sasuke terkejut saat tahu ternyata Naruto sudah berada didepannya.
"Hn"
"Apa?" tanya Shikamaru saat Sasuke memandanginya dengan pandangan orang bodoh. "Naruto ada didepanmu. Jadi, sapalah dia. Aku akan ke kantin sebentar." bisik Shikamaru lalu meninggalkan Naruto dan Sasuke berduaan diteras depan kelas mereka.
"Apa kau sakit?" tanya Naruto pelan.
"Aku tidak sakit." Jawab Sasuke dengan datarnya.
"Lalu, kenapa wajahmu terlihat pucat?" tanya Naruto lagi dengan polosnya sambil meletakkan punggung tangan kanannya dikening Sasuke. "Eh, wajahmu memerah." Kata Naruto diiringan dengan cekikikan yang tertahan.
"Minggir, Dobe." Kata Sasuke pelan lalu meninggalkan Naruto sendirian.
3detik
6 detik
"YAAAA! JANGAN MEMANGGILKU DOBE, TEME PANTAT AYAM!" teriak Naruto sambil berlari kearah Sasuke yang sedang berjalan menuju kantin.
Dub dub dub dub dub dub dub terdengar lari Naruto kencang dilantai yang berposelin. Sasuke membalikkan badannya. Dia melihat Naruto sedang berlari kearahnya. Ingin rasanya ia menghindar tapi kakinya serasa diikat ditempatnya berdiri sekarang.
Srwit…
Naruto menginjak tali sepatunya yang terlepas saat ia berlari tadi tepat didepan Sasuke. Mata Sasuke membulat sempurna saat badan Naruto menghantam badannya dan…
Dug…
Keduanya terjatuh bersamaan dengan Naruto menindih badan Sasuke. Karena otak seorang Uchiha sangat pintar, akhirnya Si bungsu Uchiha 'mengambil kesempatan dalam kesempitan'.
Cup
Sasuke mengankat kepalanya sedikit lalu mencium Naruto tepat dibibirnya. Semua yang melihat kejadian itu hanya terdiam.
1 detik
5 detik
10 detik
"SASU/NARU" teriak siswa siswi serempak saat melihat SasuNaru berciuman dilantai.
"GYAAA! TEME!" teriak Naruto dengan gilanya sambil bangkit dari terjatuhnya. "Ka…ka…ka…ka…ka…kau..!" katanya lagi sambil tergagap-gagap dan menutup mulutnya.
"Huh, kau ada-ada saja, Dobe." Kata Sasuke santai yang sudah berdiri kembali sambil menepuk-nepuk punggungnya yang sepertinya kotor karena terjatuh tadi.
Siswa siswi yang melihat kejadian tadi hanya terdiam sambil menahan darah yang hampir keluar dari hidung mereka masing-masing.
"Apa yang kalian lihat?" tanya Sasuke datar sambil mendeathglare teman-temannya(?) satu per satu.
Dengan sekali deathglare dari Sasuke, teman-temannya langsung bubar, entah itu ke kelas atau ke kantin. Entahlah, apakah mereka ingin mengintip atau tidak setidaknya jangan sampai ketahuan Sasuke saja.
Satelah berkata demikian, Sasuke melanjutkan langkahnya ke kantin dengan santai.
"TEME!" teriak Naruto sontak menghentikan langkah Sasuke.
Sasuke hanya ber'hn'ria.
"Ka..ka…kau…KAU HARUS BERTANGGUNG JAWAB!" teriak Naruto kemudian setelah sebelumnya bergagapria.
"Hn?" tanya Sasuke sambil mendekatkan jaraknya dengan Naruto.
"KAU HARUS BERTANGGUNG JAWAB, TEME JELEK!" teriak Naruto lagi sambil menatap Sasuke yang sudah berdiri tepat dihadapannya.
"Baiklah, aku akan bertanggung jawab," Kata Sasuke santai. "mulai detik ini kau dan aku adalah sepasang kekasih." Lanjut Sasuke lagi yang berhasil membuat Naruto naik darah.
"BUKAN ITU MAKSUDKU, TEME NO BAKA!"
"Pelankan sedikit suaramu, Dobe. Tidak perlu khawatir dengan teman-teman yang akan mengadukanmu pada orangtuamu. Aku pasti akan bertanggung jawab," jelas Sasuke yang kemudian melanjutkan langkahnya ke kantin yang sempat tertunda tadi. "dan…" Sasuke menghentikan langkahnya. "yang tadi aku hanya bergurau." Lanjutnya lalu benar-benar menghilang dari pandangan Naruto.
'Hah? Sasuke hanya bergurau? Padahal ini adalah kesempatannya. Dasar Sasuke bodoh.' omel Shikamaru yang ternyata tadi mengintip mereka berdua.
.
.
.
.
"Aku pikir kau benar-benar menyukainya. Kenapa kau lepaskan begitu saja saat kalian sudah berciu…"
"Jadi kau mengintip juga, hah?" potong Sasuke cepat dan hanya mendapat tundukan lemas dari Shikamaru. "Sudahlah. Mana mungkin Naruto menyukaiku. Diakan laki-laki normal." Tambah Sasuke sambil menaiki motornya untuk pulang ke rumah.
"Kau selalu saja begitu." omel Shikamaru yang juga sudah menaiki motornya.
Tak ada pembicaraan lagi, akhirnya keduanya memutuskan untuk pulang.
.
.
.
.
"Ada apa denganmu, Otouto?" tanya Itachi saat melihat langkah adiknya sangat lesu. "Apa kau sakit?" tanyanya lagi.
"Tidak. Dimana Tou-san dan Kaa-san?" tanya Sasuke sambil berjalan ke dapur.
"Ada disana" jawab Itachi sambil menoleh ke ruang keluarga.
Belum sempat menginjakkan kakinya kelantai dapur, Sasuke berjalan pelan ke ruang keluarga yang ditunjukan Itachi tadi. Dia berdiri didepan kursi-dimana ayah dan ibunya duduk-sambil menundukkan kepalanya.
"Ada apa, Sasuke?" tanya Mikoto lembut saat melihat tingkah Sasuke yang tak seperti biasanya. "Apa kau sakit?" tanyanya lagi sambil menghampiri Sasuke.
Sasuke hanya menunduk dan tak berbicara sepatah katapun. Melihat hal ini, Fugaku hanya terduduk diam saja dikursinya.
"Ada apa dengan Sasuke, Itachi?"
Itachi hanya menggeleng.
"Kaa-san…" panggil Sasuke lirih.
"Ada apa, nak? Bicaralah pada ibu, hm." Pinta Mikoto lembut. "Ayo Sasuke. Katakan ada apa."
"Aku… Aku minta maaf."
"Untuk apa Sasuke? Apa kau sudah melakukan kesalahan?" tanya Mikoto lagi dengan lembut. Onyxnya sama sekali belum melihat onyx putra bungsunya.
"Aku… Aku menyukai laki-laki, bu." Kata Sasuke yang kemudian membuat Mikoto terduduk lemas dilantai.
"APA YANG KAU BICARAKAN, SASUKE!?" teriak Fugaku sambil berjalan menghampiri Sasuke dan…
Pletak….
Satu tamparan keras mendarat dipipi kiri Sasuke.
"Tou-san…" Itachi menghampiri ayahnya berusaha menghentikan tindakan Fugaku pada Sasuke.
"APA YANG KAU BICARAKAN!" teriak Fugaku lagi yang kemudian melepaskan diri dari pegangan Itachi.
Tampak ditangannya sebilah pisau tajau siap dihujamkan kearah Sasuke.
Mata Sasuke membulat sempurna saat melihat pisau yang dipegang oleh Fugaku dan…
Srek…
"Sasuke… Sasuke… Hei, bangun." Panggil Itachi saat melihat adiknya tengah mengigau disiang bolong.
Sasuke terbangun dari igauannya yang menyeramkan.
"hah hah hah…" desah penuh kesal Sasuke terdengar dengan amat sangat di telinga Itachi.
"Kau ini kenapa? Sampai mengigau seperti ini. Pasti igauanmu tentang…." kata Itachi sambil menahan tawanya.
"Jangan menertawaiku, Aniki mesum. Dan aku tidak mengigau yang tidak-tidak." Kata Sasuke datar kemudian melangkahkan kakinya ke dapur.
Ternyata sepulang sekolah tadi, Sasuke tertidur pulas di kursi tamu sampai-sampai tak sempat mengganti seragamnya.
"Hei, teman-temanmu ada didepan," kata Itachi sedikit berteriak saat melihat Sasuke meneguk air dari botol yang ada didalam kulkas. "ganti dulu seragammu ke kamar. Aku akan menyuruh mereka masuk." Tambah Itachi lagi sambil melemparkan tas punggung Sasuke kearah Sasuke.
'Teman-temanku?' batin Sasuke bingung. 'Ah, masa bodoh. Tapi untung saja Aniki mesum itu membangunkanku. Bisa saja kan igauanku tadi jadi tontonan umum. Uh, untuk kali ini, aniki mesum bisa diandalkan.' batin Sasuke lagi kemudian beranjak ke kamarnya yang berada dilantai dua.
Sasuke membongkar-bongkar buku sekolahnya, mencoba mnegingat-ingat pelajaran apa yang akan dia kerjakan bersama dengan teman-temannya(?).
(Sasuke belum tahu siapa teman-teman yang datang ke rumahnya)
Blap…
'Tadi itu apa ya maksudnya?' batinnya sedikit seram saat mengingat igauanan siang bolongnya. 'Ah, masa bodoh. Mati-mati saja.' Tambahnya lagi kemudian tiba-tiba pikirannya kosong.
1 detik
3 detik
7 detik
12 detik
'Naruto' pikirnya lalu mengingat lagi ciumannya tadi siang dengan pemuda pirang yang dia sukai. "Aish, jangan bodoh, Sasuke." Katanya sendiri sambil mengacak-acak rambut ravennya itu.
"SASUKE, KENAPA KAU LAMA SEKALI?" teriak Itachi dari ruang tamu. "TEMAN-TEMANMU SUDAH MENUNGGU, OTOUTO!"
"IYA, SEBENTAR LAGI." Balas Sasuke tak kalah kencang dari Itachi.
Sasuke menuruni tangga dengan malas sambil membawa buku-buku pelajarannya.
"Hah?" Sasuke terkejut.
"Hai, Sasuke…"
Siapakah yang datang ke rumah Sasuke?
Tbc ;)
