Classique
Chap 4
FLASHBACK FOCUS
"A..ayo keluar saja." Ajak Sasuke tergagap.
Flashback.
Bruk…
"ADUH"
"Naruto"
Mendengar ada suara seseorang yang terjatuh, Sasuke langsung mencari dari mana sumber suara tersebut.
Duarr…
Pintu kamar terbuka dengan kasar.
"GYA! TEME! APA YANG KAU LAKUKAN!"
Mata Sasuke membulat sempurna saat dia melihat badan Naruto tak terbungkus oleh sehelei kain.
"Aku..Aku ta..ta..tadi… Tadi aku mendengar suaramu" Kata Sasuke mencoba untuk focus.
Naruto dengan cepat mengambil handuk yang tadi terjatuh saat dia terpeleset dilantai sehabis mandi.
Flashback end
"Kau tidak apa-apa?" tanya Naruto sambil menyentuh kening Sasuke.
"Apa-apaan sih! Aku baik-baik saja." Bentak Sasuke sambil menyingkirkan tangan Naruto dari keningnya.
"Ya sudah. Kau keluar saja dulu. Aku mau beres-beres." Kata Naruto sambil memberesi barang-barangnya.
.
.
"Kami keluar dulu, kaa-san." Pamit Naruto saat akan pergi kencan bersama Sasuke.
"Iya, jangan pulang terlalu larut ya?" rayu Kushina sambil tersenyum genit kepada SasuNaru.
"Iya." Jawab Naruto lagi.
Ceklek…
"Eh, Naru-chan," sapa Minato saat berpas-pasan dengan Naruto di pintu masuk. "Siapa laki-laki ini?" tanyanya sambil melihat kearah Sasuke.
"Dia…" Naruto tampak malu-malu. Sasuke menyadari itu.
"Kami sepasang kekasih." Jawab Sasuke datar sambil melihat kearah Naruto.
Dan…
KYA!
/
Minato dan Sasuke mimisan ..
Wajah Naruto sangat kawai dan memerah…
'Aku ingin menalannya, Kami-sama.' Batin Sasuke sambil membersihkan darah yang keluar dari hidungnya.
'Naru-chan, jangan begitu. Lihat, orang ini akan menelanmu hidup-hidup, nak.' Batin Minato.
Kushina yang melihat kejadian itu hanya tersenyum saja.
"Sudahlah sayang. Biarkan mereka berkencan. Tidak mungkinkan mereka berkencan dirumah." rayu Kushina sambil mendatangi Minato yang masih berada didepan pintu.
"Kami permisi dulu." Pamit Sasuke lalu membawa Naruto keluar. Naruto hanya mengikutinya saja.
.
.
.
"Sudah, Dobe! Kau memakan terlalu banyak ramen. Bisa-bisa kau terlewat kenyang dan sakit perut!" omel Sasuke saat melihat Dobenya sudah menghabisi 5 mangkuk ramen. "AKU BILANG SUDAH!" teriak Sasuke sambil menarik dagu Naruto supaya dapat menatap onyxnya yang benar-benar sedang serius.
Naruto melihat Sasuke dengan tatapan Dobe(?)nya.
"Huh, kau ini." kata Sasuke lalu menjitaki kepala Naruto.
Naruto tak memberikan respon apa-apa. Terlalu banyak ramen yang menyumbati mulutnya, hehehehe. Setelah selesai makan, keduanyanya kembali pulang.
"Jadi, kencan seperti ini, ya, Teme?" tanya Naruto sambil mengotak-atik dompet kodoknya. Sasuke tak menjawab pertanyaan Naruto. "Aku pikir akan lebih seru dari ini. Misalnya berjalan-jalan ditaman, kedanau," tambah Naruto lagi yang kini kembali menatap Sasuke. "Eh… Ada apa? Kenapa berhenti? Kau melupakan sesuatu?" tanya Naruto saat melihat Sasuke tiba-tiba menghentikan langkahnya.
Sasuke manarik Naruto ketubuhnya. Hening, hening, hening…
Cup…
.
.
.
"Aku pamit dulu," kata Sasuke saat akan meninggalkan rumah Naruto. "Mari bibi, paman, aku permisi dulu," katanya lagi. "Bye, Naruto." Kata Sasuke lalu pergi.
Pintu rumah Naruto tertutup.
"Kau tidak apa-apa, Naru-chan? Wajahmu dari tadi terus-terusan memerah? Apa kau sakit?" tanya Minato bertubi-tubi.
"Hehehehe… aku baik-baik saja, tou-san." Jawab Naruto sambil memberikan senyum 5jari khasnya.
Flashback
Cup…
"hm…"
"Aku hanya akan mencium keningmu," kata Sasuke sambil melepaskan kecupannya dikening Naruto. "Bukan aku tak berani mengecup bibirmu, tapi karena aku ingin menjagamu. Jika kau siap, aku akan memberikan lebih." Lanjut Sasuke lalu memeluk Naruto.
"Iya," kata Naruto lalu menatap Sasuke. "Terima kasih."
"Kau sayang padaku, Naruto?" tanya Sasuke yang masih memeluk Naruto.
"Iya." Jawab Naruto singkat lalu mengeratkan pelukannya pada badan Sasuke.
"Kau terlihat sangat senang sekali." Kata Sasuke sambil mencium rambut pirang Naruto.
"Iya, ini pelukan pertama yang kudapat." Jawab Naruto polos dan berhasil membuat Sasuke tertawa pelan.
"Kita akan sering melakukan ini, Naruto." Kata Sasuke lalu melepaskan pelukannya dan mengangkat dagu Naruto. Onyx dingin bertemu dengan safir hangat dibawah terangnya bulan purnama. "Ayo, pulang."
"Hm…" jawab Naruto singkat sambil tersenyum gaje.
Flashback end
Kediaman Uchiha.
"Jadi, hubungan kalian sudah sampai dimana?" tanya Itachi mengagetkan Sasuke. "Sudah, jangan malu-malu padaku." Rayu Itachi pada adiknya saat sedang berjalan ke dapur.
"Hn"
"kenapa tak bermain-main dengannya tadi?"
Hening
"HEI! KAU MEMATA-MATAI KAMI, YA, KERIPUT?" teriak Sasuke yang behasil membuat Itachi menutup telinganya.
"Sudah malam, otouto, pelankan sedikit bicaramu." Bisik Itachi sedikit takut. Takut membangunkan orang rumah. Sasuke tak menggubrisnya.
Setelah menyelesaikan minumnya, Sasuke beranjak ke kamarnya, kamar Itachi dan dirinya.
'Kenapa aku harus satu kamar dengan aniki mesum ini?' itu yang selalu Sasuke tanyakan pada dirinya sendiri.
"Caranya gampang kok." Rayu Itachi lagi saat mereka berbarengan pergi ke kamar mereka.
"Sudahlah. Lagian kami masih sama dibawah umur." Kata Sasuke datar.
"Eh? Berarti kau mau dong? Ah, otouto…" rayu Itachi.
"Siapa yang tak ingin memakannya. Dia begitu manis."
"Bagus, otouto."
"Tapi maaf, aku tak semesum dirimu." Kata Sasuke lalu berbaring di ranjang king size mereka.
"Ah, kau in," kata Itachi sambil membaringkan dirinya. "Apa perlu aku beri tontonan gratis?" tanya Itachi sambil membalikan badannya untuk menatap Sasuke.
"TIDAK PERLU, ANIKI KERIPUT!" jawab cempreng Sasuke yang kemudian menarik selimutnya dan kemudian tidur.
Tbc
Maaf, klo fict'y pendek. Totor lagi tengah sibuk2nya.. :D
Maaf
Review
