Wish Tree
Main Cast : Luhan , Sehun , Lay , Kyungsoo (EXO)
Genre : Romance , Hurt
Rate : T
Summary : "Luhan mencoba mencari seseorang yang ada didalam ingatan tiga detiknya!"
WARNING ! : BL , BOYS LOVE , YAOI , CERITA ABAL
My Fanfition Present™
"WISH TREE"
.
.
.
Chapter 1
Masih sama keadaan malam hari ini , dikota California. Masih dengan salju tebal dan udara dingin yang menyelimuti kota berkembang itu . Terlihat sesosok namja bersurai merah kecoklatan yang memakai mantel berwarna coklat muda tengah berjalan diantara orang-orang yang sedang menikmati malam dikota California. Meskipun sedang dilanda musim salju tetapi masih banyak orang yang masih ingin melihat bagaimana keadaan malam kota itu .
Sosok namja itu bernama Luhan . Xiao Luhan nama lengkap namja itu , namja keturunan China itu tengah menggosok-nggosokkan kedua tangannya berharap bisa mendapatkan sedikit kehangatan dari gosokan tangannya tersebut .
Namja itu terus berjalan sampai ia berhenti disebuah toko yang bertuliskan 'Heart Café' , ia mendorong pintu lalu berjalan masuk kedalam Café tersebut .
"Permisi tuan , mau pesan apa ?"Tanya seorang waiteress
"Aku aku ingin secangkir Americano Coffee"kata Luhan
"Baiklah tunggu sebentar"kata waiteress itu lalu beranjak pergi
"Setidaknya aku harus meminum secangkir Americano sebelum aku pergi dari Negara ini"kata Luhan
Yah , memang Luhan akan meninggalkan Negara yang telah menjadi tempat ia tumbuh , untuk kembali kerumah orang tuanya di Seoul
"Ini tuan pesanan anda"kata seorang waiteress sambil menyerahkan secangkir Americano Coffee kepada Luhan
"Yes , Thank You"kata Luhan
"You're welcome"jawab waiteress itu
Sesekali Luhan meniup kopi itu untuk menghilangkan sedikit rasa panasnya , lalu menyesap minuman itu . Sekejap Luhan memejamkan matanya , sekedar menyerapi panasnya kopi itu yang melewati kerongkongannya
"Hello , Luhan lama menunggu ?"Tanya seorang namja manis
"Ah tidak duduklah Lay"kata Luhan
"Kau sudah membulatkan keputusanmu untuk kembali kesana chagi ?"Tanya Lay
Ya , memang Luhan dan Lay adalah sepasang kekasih , kisah kasih mereka sudah berjalan selama 8 tahun ini
"Ya … aku sudah memutuskannya chagi"kata Luhan sambil berusaha meraih rambut blond milik Lay
"Hnn… Baiklah , berjanjilah kau tidak akan melirik yeoja atau bahkan namja lain disana ge"kata Lay sambil memberikan Luhan senyum terbaiknya
"Tidak akan , tak ada yang sebaik dirimu dihidupku Lay"kata Luhan lalu mencium lembut pucuk kepala namja manis tercintanya itu
"Berjanjilah"kata Lay
"Aku akan menjadikannya sebagai misi paling utama dihidupku"kata Luhan
"Kau yakin tak mau ikut aku ke seoul ?"Tanya Luhan pada Lay
"Tidak ge , aku harus menyelesaikan kuliahku tahun ini"kata Lay , lalu mempoutkan bibirnya imut
"Jangan pout-kan bibirmu seperti itu chagi aku merasa ingin memakanmu sekarang"kata Luhan
"Eitss… tidak sekarang ge"kata Lay lalu tertawa renyah didepan Luhan
'terimakasih sudah memberiku kenangan terbaik dihidupku Lay'batin Luhan
"Oh… ya gege harus pulang sekarang , besok gege berangkat dengan pesawat pagi chagi"kata Luhan sambil mengelus kepala Lay
"Baiklah ge , let's go"kata Lay lalu berjalan mendahului Luhan
Mereka –Luhan dan Lay berjalan beriringan menuju kediaman Luhan , kediaman Luhan berada diblok sebelah café yang disinggahinya tadi . Sedangkan rumah Lay , berjarak beberapa rumah dari rumah Luhan
Beberapa menit mereka berjalan , akhirnya mereka sampai didepan rumah Luhan . Lay berdiri menghadap Luhan menggenggam tangan namja tampan didepannya lalu tersenyum manis dan menatap dalam mata Luhan
"Berhati-hati lah ge"kata Lay
"Pasti"jawab Luhan singkat
"Aku akan merindukanmu"kata Lay lalu memegang kepala Luhan dan sedikit menjinjitkan dirinya dan ..
CUP
Lay mengecup sekilas pipi Luhan , lalu menatap dalam lagi mata namja yang merangkap sebagai kekasihnya itu
"Jangan melupakanku ge"kata Lay lagi
"Tidak akan"kata Luhan
"Baiklah , Good Night , Luhan-ge"kata Lay lalu …
CUP
Lay mencium sekilas bibir Luhan , lalu berlari meninggalkan namja itu . Luhan hanya bisa tersenyum kecil sambil memegangi pipi dan bibirnya yang semula suci(?) sudah tak suci lagi seperti sebelumnya karena dikecup oleh Lay .
Oh ya satu lagi , ini pertama kalinya bagi mereka . Yahh pertama kalinya Lay mengecupnya , Pertama kali ia merasa seperti ini , Pertama kali ia akan meninggalkan Lay untuk pergi ke Negara tempat orangtuanya tinggal
Luhan menggelengkan kepalanya lalu , beranjak masuk kedalam rumahnya yang bergaya minimalis dengan cat yang berwarna biru langit .
Ia mendudukkan dirinya disebuah sofa yang terdapat diruang tamunya . Ia tergerak untuk mengambil sebuah barang dikolong meja ruang tamunya . Sebuah foto yang diambilnya , sebuah foto yang terdapat dua namja didalamnya , satu namja yang diyakini adalah Luhan dan satu lagi adalah teman namja Luhan sedang berfoto didepan pohon sakura .
Luhan sangat mengenal tempat itu , tempat yang hanya diketahui olehnya dan mungkin namja didalam foto itu juga mengetahui tempat itu . Luhan menyebut tempat itu sebagai Wish Tree , tempat yang digunakannya sebagai tempat mencurahkan isi hatinya , tempat ia menenangkan dirinya .
Tapi sungguh Luhan benar-benar tak mengenal namja yang ada disampinya didalam foto itu . Saat ia berusaha mengingatnya lalu beberapa detik kemudian ia merasa pusing . Anggap saja ingatan Luhan sekarang menjadi ingatan tiga detik , tiga detik mengingat namja itu , lalu tiga detik kemudian ia benar-benar tak mengenal namja itu
Membingungkan , hanya satu kata yang bisa mendiskripsikan namja itu
"Aku akan menemukanmu"kata Luhan sambil menunjuk namja didalam foto itu
Lalu Luhan berdiri dan berjalan menuju kamar pribadinya dan merebahkan dirinya untuk tidur
~.::Channie10_::.~
Pagi datang sang mentari dengan berani mulai memancarkan sinarnya . Luhan yang sedang bergelut dengan selimutnya itupun merasa terusik dengan sinar mentari yang dengan lantang menusuk kekornea matanya
Luhan menerjapkan matanya beberapa kali , mencoba membiasakan dengan sinar matahari yang menusuk matanya
"Eunghh…"lengkuhan manis terdengar dari mulut mungil namja tampan itu
"Pukul berapa ini ?"Tanya Luhan dengan dirinya sendiri
Diambilnya jam beker yang ada dimeja nakas disebelah ranjangnya , diliriknya berapa angka yang tergambar dijam beker itu
"Ahhh… masih pukul 6 pagi , padahal penerbanganku masih 2 jam lagi"kata Luhan lalu beranjak dari tempat tidur dan masuk kedalam kamar mandi
Selesai dengan tubuhnya Luhan memutuskan untuk memasak karena dari tadi perutnya sudah lapar minta diisi
Luhan memutuskan untuk membuat sarapan berupa Ramyeon , yahh karena dilemari dapurnya hanya sebuah ramyeon untuk sarapan saja . Lalu ia mendudukkan tubuhnya disofa empuk milikknya
E
Pukul 9 pagi Luhan sampai diSeoul . Ia sempat lupa dengan kota kelahirannya tersebut , ternyata Negara itu sudah lebih berkembang dari 10 tahun yang lalu . Luhan berhenti didepan bandara Incheon , lalu ia menghentikan sebuah taksi dan masuk kedalam taksi tersebut
10 menit kemudia Luhan sampai disebuah tempat yang sangat indah , ia menuntun kedua kakinya untuk berjalan menuju kesebuah tempat , tempat yang menjadi alasan kenapa ia kembali ke Negara asalnya itu .
Tempat yang sangat indah , sebuah padang dandelion luas yang hari ini tertutupi oleh salju ditengahnya terdapat sebuah pohon sakura yang sedang tak berdaun karena hari ini masih musim dingin . Luhan memandang tempat itu dengan mata berbinar
"Hahhh…."desahnya menghembuskan nafas panjang
"Luhan hyung ayo kejar aku"kata seorang namja yang tengah tertawa keras sambil berlari menjauhi Luhan
"Ya Oh Sehunnn… jangan lari"kata Luhan lalu mengejar namja itu
"Akhhhh …"erang Luhan kesakitan sambil memegangi kepalanya sakit . Karena sekelebat ingatan muncul dikepalanya
"Siapa namja itu ?"tanya Luhan pada dirinya sendiri . Lalu berjalan mendekati pohon sakura yang sedang tak berdaun itu
Didekatinya pohon sakura itu , dan mengelusnya perlahan lalu , ia membersihkan salju-salju yang menempel dibatang pohon sakura itu , ia mengeryitkan dahinya pada saat ia melihat sebuah tulisan yang diukir diatas batang pohon tersebut
'Luhan and Sehun forever'
Itulah tulisan yang terukir dibatang pohon sakura itu . Luhan merasakan jantungnya berdetak tak normal saat melihat ukiran itu .
"Sebenarnya siapa namja yang bernama Sehun dan apa hubungannya dia denganku ?"tanya Luhan pada dirinya sendiri
"Ah molla"kata Luhan sambil berjalan menjauhi pohon itu
Setelah Luhan pergi dari tempat itu , ada seorang namja yang datang kesana juga . Sehun , Oh Sehun nama namja itu . Namja bersurai blond dengan memakai mantel berwarna biru langit dengan topi yang terbuat dari wol berwarna putih
Namja itu berjalan pelan kearah pohon itu , sedikit tersentak karena menyadari bahwa ada seseorang yang membersihkan disisi bagian pohon itu . Sehun berdiri didepan pohon itu , tersenyum dengan tulus dan memandang pohon itu seolah pohon itu adalah sesuatu yang sangat berharga baginya
"Kapan kau akan kembali Hyung ?"tanya Sehun sambil menatap lembut pohon sakura itu
"Kau tahu hyung aku sangat sangat merindukanmu , apa kau tak merindukanku eoh ?"tanya Sehun seolah pohon didepannya akan menjawab pertanyaannya itu
"Aku akan menunggumu seperti janjiku dulu"kata Sehun
"Hueee….. eomma Luhan tidak mau pisah sama Sehunniee…. Huweee eommaa…."tangis Luhan pecah saat dirinya akan pindah rumah ke California
"Kajja Luhannie kita berangkat"kata eomma Luhan tanpa menggubris penolakan putranya
"Luhannie aku janji akan menunggu hyung pulang , sampai kapanpun"kata Sehun sambil menggenggam tangan Luhan kecil yang sedang sesegukan
"Jinjja ?"tanya Luhan
"Ne"kata Sehun menjawab enteng
"Yaksok ?"tanya Luhan sambil mengangkat jari kelingkingnya
"Yaksok"jawab Sehun sambil menautkan jari kelingkingnya dengan jari kelingkin Luhan
CUP
"Dah Sehunnie , jangan lupa janjinya yahhh…"kata Luhan sambil berlari kearah orangtuanya
Sehun kecil tersenyum melihat Luhan kecil berlari kegirangan kearah orang tuanya
Sehun tersenyum membayangkan kejadian itu , dimana ia berjanji pada Luhan bahwa ia akan menunggunya . Dan ternyata janji itu masih dipegang teguh oleh Sehun ia masih menunggu pulangnya Luhan dari California
Luhan menyempatkan mengunjungi sebuah restoran Bulbogi didistrik dekat dengan rumahnya . S ungguh ia benar benar merindukan makanan yang satu ini . Karena di California sulit atau bahkan tak ada orang yang menjual Bulbogi seenak diKorea
"Mau pesan apa agasshi?"tanya seorang waiteress
"Bulbogi untuk satu orang dan ehmmm…. Apa disini menjual buble tea ?"tanya Luhan agak sedikit mengecilkan volume suaranya saat menyebutkan kata 'buble tea'
"Mian agasshi , disini tidak menjual minuman itu"kata waiteress itu
"Oh , kalau begitu orange jus saja"kata Luhan sambil memberikan senyum terbaiknya untuk waiteress yang kira-kira sudah berumur berkepala tiga itu
"Ah , arasseo , mohon tunggu sebentar"kata waiteress itu lalu berjalan menjauhi meja Luhan
Luhan menatap sekelilingnya , banyak orang yang memakan Bulbogi disini . Salah satu pengunjung disana menarik perhatiannya . Seorang namja yang tengah duduk dipojok Restaurant itu . Namja berambut blond , kulit putih pucat , badan yang tinggi dan wajah stoicnya yang menambah kesan tampan pada namja itu
Merasa diperhatikan namja itu menatap kearah Luhan dengan wajah yang dingin dan err… sinis . Luhan hanya mampu memberikan senyum manisnya sambil membungkukkan kepalanya . Menyapa namja itu , dan namja itu hanya menatap malas Luhan lalu mengalihkan pengelihatannya
"Aishhh… kenapa dengan namja itu ?"lirih Luhan
"Benar-benar tidak sopan … Aishhh"kata Luhan masih dengan nada suara yang lirih dan mengacak-acak rambutnya kesal
"Mianhae agasshi , ini pesanan anda"kata waiteress itu sambil meletakkan sepaket Bulbogi dan Orange Jus pesanan Luhan
"Ne gwaenchana"jawab Luhan sambil menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal
"Ah , ahjumma dimana aku bisa memukan toko yang menjual bubble tea ?"tanya Luhan
"Agasshi bisa membelinya ditoko yang letaknya berjarak lima toko dari Restaurant ini"kata waiteress itu
"Ah Kamsahamnida"kata Luhan sambil tersenyum manis
Luhan menggosok-nggosokkan tangannya , ingin segera menyantap makanan didepannya . "Selamat makan"katanya lalu memakan sesuap demi sesuap Bulbogi itu
Setelah selesai dengan urusan pembayaran makanan itu . Luhan segera keluar dari toko itu . Membeli Bubble Tea . Luhan mulai menghitung dari Restaurant itu
Satu ….
Dua …
Tiga …
Empat …
Lima…
Ah ketemu . Langsung saja Luhan mendorong pintu masuk toko itu dan langsung memesan segelas Bubble Tea "Bubble Teanya satu"kata Luhan sambil mengangkat telunjuknya membentuk angka satu . "Ah ne tunggu sebentar"kata seorang yeoja yang menjadi shopkeeper ditoko itu
"Agasshi ini pesanan anda"kata yeoja itu sambil menyerahkan segelas Bubble Tea pada Luhan . "Ah ne kamsahamnida"kata Luhan sambil menyerahkan uangnya
Luhan menyusuri jalanan Seoul dengan sesekali menyesap Bubble Tea-nya . Ini sudah hampir malam . Sadar akan hal ini Luhan segera melirik jam tangan yang dengan cantik bertengger dipergelangan tangan kirinya
Luhan membulatkan matanya saat melihat pukul berapa saat ini
"Oh ya tuhan .. sudah pukul 05.45 P.M . Bagaimana ini ? pasti mereka mencariku"kata Luhan panic . Segera saja ia mempercepat langkahnya karena ia mencemaskan orangtua-nya , pasti mereka mencari Luhan dari tadi . Salahkan Author yang dari tadi membuat Luhan jalan-jalan terus #plakkk #author sarap #abaikan
Back To Story
Salahkan indahnya kota Seoul yang membuat Luhan masih ingin menjelajahi kota ini lebih lama . Sadar kalau jarak rumahnya tak jauh lagi , Luhan bergegas menuju rumahnya dan …
Brakkk….
Didobraknya pagar rumahnya dengan kasar . Luhan berhenti sejenak , ia menekuk tubuhnya 90o . Mencoba menstabilkan nafasnya , setelah nafasnya mulai stabil Luhan memasuki rumahnya dengan lelah
"Annyeong , aku pulang"teriak Luhan memberi salam
"Jinjja … Nugu ? jangan berteriak"kata seorang namja datang menghampiri Luhan sambil menutupi kedua telinganya
"Jiahhh … Kau"kata atau teriak Luhan sambil menunjuk namja itu dengan telunjuknya tepat dihidungnya
"Kita pernah bertemu ?"tanya namja itu sambil mengingat-ingat Luhan
"Bukankah kau namja itu , yang melihatku dengan tatapan dingin dan sinis , Cih … tak sopan"kata Luhan sambil mengangkat tangannya dipinggangnya
"Oh jadi kau namja itu , namja yang tersenyum SOK MANIS itu ?"kata namja itu dengan nada menghina
"Apa kau bilang … SOK MANIS … ? Menantangku eohh…. Begini-begini aku SEME sejati"kata Luhan sambil melepas mantelnya lalu menggulung lengan bajunya dan menekan kata 'SEME'
"Mwo !? Aku tak salah dengar , kau seme ? kau itu tidak pantas jadi seme pantasnya kau itu jadi U-KE"kata namja itu sambil memenggal dan menekan kata 'UKE'
"Aisshhh . …. Jinjja … Sehun kenapa kau berteriak eoh . Luhan kau sudah datang rupanya ?"datang seorang namja yang ternyata adalah Ny. Xiao
"Eomma … Siapa namja ini ?"tanya Luhan
"Luhan … kau tak mengenalnya dia Sehun , Oh Sehun"kata
"Sehun …"gumam Luhan sambil mengernyitkan dahinya … Tiba-tiba
"Arghhh…"erang Luhan sambil memegangi kepalanya . Sakit . Satu kata yang ia rasakan saat mengingat kata 'Sehun'
Bughh…
Luhan pingsan seketika . Jeritan histeris menggelegar dipenjuru mansion milik keluarga Xiao ini
"OMO…. Luhan dia pingsan .. SEHUNNNN… CEPAATTT BAWA LUHAN KEKAMAR"teriak
"Ara-arasseo"kata Sehun gugup sambil menggendong Luhan ala bridal style
Sehun menggendong Luhan kekamarnya . Lalu membaringkan dengan lembut tubuh namja yang digendongnya keatas ranjang king size nya
"Dia … Luhann"lirih Sehun sambil masih menatap Luhan yang tengah terbaring lemah diranjangnya
"Dia terlihat berbeda"kata Sehun , entah mengapa jari tangannya tergerak untuk mengelus wajah halus milik Luha
Ia merindukannya . Sehun merindukan Luhan . Ia merindukan perhatian Luhan . Ia merindukan senyuman tulus Luhan . Ia merindukan tatapan mata Luhan . Ia merindukan kekonyolan Luhan . Ia merindukan …. Semuanya
"Hyung kau mengurus sejak terakhir aku melihatmu Hyung"kata Sehun sambil mengelus rambut kemerahan Luhan , lalu turun kewajah . Sehun memulai mengecup sepasang mata Luhan yang sedang tertutup , lalu Hidung , kedua pipi Luhan , dan Final di bibir ranum merah muda milik Luhan
"Saranghae Luhan Hyung"kata Sehun lalu beranjak keluar dari kamar-nya
Luhan membuka matanya , tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi . Namja itu yang bernama Sehun , namja yang berada difoto masa lalunya . Dan apa yang baru saja dilakukan namja itu , Luhan tak percaya namja itu berani mencium Luhan tanpa ijin dan kalimat terakhir itu . Sukses membuat jantung Luhan berdegup lebih cepat lagi , ia merasakan pipinya memanas lalu , ia mengangkat tangannya untuk menutupi kedua pipinya yang pasti sudah merona merah sekarang
Luhan jangan lupa kau punya Lay sekarang …
Lalu Luhan menutup matanya dan beberapa menit kemudia ia sudah terjun kedalam dunia mimpinya
_TBC_
Annyeong
Ini FF pertama yang dipublish oleh Owner FP ini . Bantuin cari Like ya ! . Ntar setiap sebulan bakalan ada Hiring 1 Admin .
Kamsahamnida
Sign ,
Channie , OWNER
