Annyeong..
Gomawooo buat review readers-nim semuaa di chapter2 kemarin, author seneng bangeettt *peluk cium satu-satu*
.
HAPPY READING :D
.
.
NAMANYA LUHAN
.
Main Cast:
Xi Luhan
Oh Sehun
Other Cast:
EXO Members
.
.
Suatu pagi yang TENANG di kediaman keluarga Kim..
Seorang namja bertubuh tinggi dan bertelinga lebar tampak sedang mencari-cari sesuatu didalam kulkas. Namja bernama Park Chanyeol, teman dari Kris itu memang semalam menginap dirumah Kris karena mereka harus melembur tugas kuliah.
Barusan dia bangun dalam keadaan kelaparan sehingga dia memutuskan untuk menggeledah kulkas rumah Kris tanpa seizin dari empunya yang masih tidur cantik dengan memeluk boneka alpaca-nya.
Setelah beberapa menit mengacak isi kulkas ternyata dia tidak menemukan apapun disana. Jadi dia memutuskan untuk keluar mencari makanan.
Di ruang tamu keluarga Kim tampak seorang yeoja berseragam baru saja memasuki rumah keluarga Kim. Byun Baekhyun, teman Luhan sengaja datang pagi-pagi sekali karena hari itu dia berjanji untuk mengajari Luhan berdandan. Tadi dia sudah mengirim pesan pada Luhan dan temannya itu menyuruh dia langsung masuk tanpa memencet bel karena nanti akan membangunkan naga dan beruang dirumahnya yang nantinya akan mengamuk dan berteriak-teriak. Dan itu JELAS akan merusak suasana pagi cerah Luhan.
Baekhyun sedang melepas sepatunya sambil menunduk dan tiba-tiba-BRUAKKKK.
"AWWW APA-APAAN SIH MAIN TABRAK-TABRAK SEGALA!" Baekhyun berteriak kesal sambil melotot kepada namja jangkung yang barusan menabrak tubuh kecilnya.
"Eh maaf kau pendek sih jadi tidak kelihatan, dan aku masih agak mengantuk jadi-"
"APAAA? KAU SUDAH MENABRAKKU DAN MALAH BERANI MENGATAIKU PENDEK! DASAR TIANG LISTRIK TIDAK TAU DIRI!" Baekhyun semakin berada dalam puncak amarahnya teriakannya hampir mengalahkan suara melengking Jongdae.
"HEI TIDAK USAH BERTERIAK-TERIAK BISA KAN? LAGIPULA AKU SUDAH MINTA MAAF KENAPA KAU MALAH BALIK MENGATAIKU, ASTAGA!" sekarang Chanyeol yang berteriak dengan suara bass ala om-om nya.
Dan teriakan mereka sukses membangunkan dua makhluk yang langsung berteriak tak kalah kerasnya dari kamar mereka masing-masing.
"YAAA PARK CHANYEOL APA-APAAN KAU BERTERIAK-TERIAK BEGITU DIRUMAH ORANG! SEKALI LAGI KAU BERTERIAK TIDAK AKAN KUPINJAMI MAJALAH PLAYBOY-KU LAGI SEUMUR HIDUP!" teriak si naga dari kamarnya yang dipenuhi poster-poster bergambar planet-planet dan galaksi (?).
"KRIS HYUNG TERNYATA KAU PUNYA MAJALAH PLAYBOY? KENAPA SELAMA INI AKU TIDAK PERNAH DIPINJAMI SIH? KAU JAHAT SEKALI! DAN BAEKKI NOONA AKU TAU ITU KAU DARI SUARA CEMPRENGMU, BERANI BERTERIAK LAGI DAN MENGGANGGU TIDURKU AKAN KUKATAKAN PADA JONGDAE KALAU KAU MENYUKAINYA HAHAHA!" si beruang aka Kim Jongin berteriak tak kalah keras dari dalam kamarnya yang sangat unik karena terdapat poster ayam goreng KFC berukuran besar seperti papan reklame didalamnya. Oke, that's weird.
Seorang yeoja melongokkan kepalanya dari kamar ketiga dilantai atas dan dia juga ikut berteriak "YA KALIAN BERDUA BISA DIAM TIDAK SIIHHH MENGGANGGU PAGI INDAHKU SAJA! DAN BAEKKI-AH SELAMA INI TENYATA KAU MENYUKAI SI KOTAK TV ITU? KENAPA KAU TIDAK PERNAH BILANG PADAKU?"
Di lantai bawah dua namja dan yeoja tengah menutup telinga mereka masing-masing. Dan khusus sang yeoja menutup telinga sambil blushing.
Sialan Jongin kenapa pakai bilang kalau aku menyukai Jongdae segala, Luhan jadi tau kan, batinnya.
"Heh minggir aku mau lewat" Chanyeol berkata ketus pada Baekhyun dan dihadiahi deathglare oleh Baekhyun.
"Yasudah lewat saja sih, di sampingku ini kan masih ada jalan, lagipula tadi kau bilang tubuhku kecil jadi tidak akan menghalangi jalan kan!" Baekhyun membalas tak kalah ketusnya.
"DASAR PENDEK CEREWET!"
"TIANG LISTRIK BODOH!"
"KENAPA KAU MENGATAIKU BODOH?!"
"KAU JUGA MENGATAIKU PENDEK CEREWET!"
"AH SUDAHLAH!"
BLAM! Chanyeol keluar dan menutup pintu ruang tamu dengan keras.
"ARRGHHHHH TIDAK BISAKAH KALIAN DIAAAMM?" dan dua makhluk tukang tidur diatas sana mengamuk lagi.
.
Baekhyun masuk ke kamar Luhan sambil manyun.
"Ishhh pagiku hancur gara-gara tiang listrik sialan, tidak tau diri dan bodoh itu, siapa sih dia Lu?" Baekhyun bertanya sambil terus merengut.
"Dia itu temannya Kris. Eh baekki, apa kau serius menyukai kotak TV itu? Astaga seleramu payah sekali sih!" Luhan menepuk jidatnya sambil menatap Baekhyun prihatin. Yang ditanya hanya blushing.
"Eh begitu-begitu dia punya banyak kelebihan tau, terutama suaranya itu sangat merdu, dan dia juga lucu—" Baekhyun blushing lagi dan Luhan hanya memutar bola matanya malas.
"-Yah kau tau sendiri kan, aku dia dan Kyungsoo satu klub vokal di sekolah, aku dan dia sangat dekat, menurutku dia orangnya sangat menyenangkan" lanjut Baekhyun lagi sambil tersenyum malu-malu.
"Tapi dia itu sangat sangat konyol Baek, astaga dia bahkan tidak memiliki kharisma sama sekali sebagai seorang namja" Luhan geleng-geleng kepala.
"YA! Aku memang tidak suka namja yang sok cool macam kakakmu si Kris itu, aku lebih suka seseorang yang tampil apa adanya dan menyenangkan tentunya" Baekhyun membela diri.
"Baiklah-baiklah aku doakan semoga akan ada segera kabar menyenangkan dari hubunganmu dan Jongdae" Luhan berkata sambil mengibaskan tangannya. "Sekarang dandani aku saja, nanti kita bisa terlambat."
"Eh ngomong-ngomong Lu, sebenarnya siapa sih yang kau sukai? Kau kemarin kan belum bercerita padaku." Baekhyun bertanya sambil mulai menyisir rambut panjang Luhan.
"Hehe itu nanti kau juga tau- AW PELAN-PELAN BAEK!" Luhan meringis karena Baekhyun menyisir rambutnya terlalu keras.
"Astaga rambutmu apa tidak pernah kau sisir Lu? Sebenarnya kau ini yeoja atau bukan sih? Wajahmu saja yang cantik tapi lainnya NOL BESAR."
"Sudahlah, maka dari itu aku meminta bantuan padamu, sebagai imbalannya kudoakan kau segera jadian dengan si Troll-AW!" Baekhyun kali ini sengaja menyisir rambut Luhan dengan keras.
"Diamlah kalau kau ingin ini cepat selesai" Baekhyun berkata dengan kalem, Luhan hanya meringis.
.
Pukul tujuh kurang seperempat, Sehun sudah menunggu didepan rumah Luhan. Sejak Jongin sakit dia memang sudah berjanji pada Luhan untuk berangkat bersamanya sampai Jongin masuk nanti. Sehun mengetukkan jari-jarinya pada jok motornya sambil sesekali melihat jam ditangannya.
Tumben agak lama, kemarin-kemarin dia malah yang sudah berdiri disini menungguku, batin Sehun.
Tiba-tiba pintu rumah keluarga Kim terbuka dan Sehun tercekat.
Luhan keluar bersama Baekhyun, tapi penampilannya tampak berbeda, rambutnya yang panjang digerai dan di-curly bagian bawahnya, tidak dikucir ekor kuda seperti biasanya. Dan dikepalanya terpasang bando pita cantik berwarna pink. Dan poin yang paling penting dia tidak memakai celana olahraganya, sehingga terlihat kaki jenjangnya karena rok sekolahnya memang lumayan pendek.
Sehun langsung mengalihkan pandangannya dan berusaha menormalkan ekspresi wajahnya. Kenapa jantungku jadi berdebar begini ya? Batin Sehun.
"Sehun-ah, mian sudah membuatmu menunggu lama hehe ayo kita berangkat." Luhan menghampiri Sehun sambil tersenyum. Dia terlihat semakin cantik, dan sebaran jantung Sehun semakin sulit untuk dinetralkan.
"Err.. ehm.. ayo noona" Sehun jadi gugup. "Ehmm tapi temanmu bagaimana noona?"
JDERR. Luhan baru sadar kalau disana ada Baekhyun. Jahat sekali kau Luhan, setelah dia membantumu sedemikian rupa.
"Eh? Aku naik bis saja tidak apa-apa kok, kalian duluan sajaa" Baekhyun menyahut cepat, dia tidak ingin menjadi pengganggu.
Akhirnya Luhan naik ke motor Sehun, dia menengok lagi ke arah Baekhyun dan mengucapkan 'maaf' dengan ekspresi sangat menyesal sambil menelungkupkan tangannya. Baekhyun berkata 'kau harus traktir aku makan' dengan bahasa tangannya. Luhan mengedip sambil mengangkat jempolnya. Lalu motor Sehun pun melaju dengan kencangnya meninggalkan Baekhyun yang merana.
Baekhyun sungguh sial hari itu, dan kesialan bertambah karena dia harus berjalan lagi ke halte dan menunggu bis padahal sudah hampir jam tujuh.
Tiba-tiba pintu rumah Luhan terbuka, ada Chanyeol keluar dari sana, dia menghampiri motornya yang terparkir di halaman, sepertinya dia akan pulang.
Ishh ada dia lagi, sungguh sial hidupku hari ini, batin Baekhyun.
"Heh kenapa kau berdiri disitu? Memangnya dengan kau berdiri disitu akan ada bis yang secara ajaib datang kesini? Aigoo" Chanyeol bertanya dengan nada menyindir.
Baekhyun hanya mendengus kesal.
"Ckck kasian sekali kau, ditinggalkan teman yang lebih memilih pacarnya. Seharusnya kau tadi jangan biarkan Luhan berangkat dengan namja itu jadi aku bisa mengantar Luhan ke-"
"SUDAHLAH JIKA KAU HANYA AKAN MENGATAKAN HAL-HAL TIDAK PENTING LEBIH BAIK PERGI SAJA SANA!" Baekhyun akhirnya meledak juga.
"Hey galak sekali sih jadi orang, by the way sekolahmu dimana? Siapa tau kita searah, yaah anggap saja sebagai permintaan maafku atas sikapku tadi, bagaimana?" Chanyeol nyengir sambil menaik turunkan alisnya.
Baekhyun memutar bolanya malas "SM High School."
"Okeee ayo naik tapi maaf agak sempit aku membawa gitar soalnya hehe" Chanyeol nyengir lagi.
Heran orang ini hobi sekali nyengir sih, seperti orang bodoh saja, batin Baekhyun.
"Heh kenapa bengong? Kalau kau tidak mau tak apa sih, siapa tau di jalan nanti ada Hyuna 4Minute yang butuh tumpa-" Baekhyun langsung naik dengan cekatan. "-ngan" Chanyeol hanya menaikkan alisnya heran dan segera menyalakan motornya. Di perjalanan mereka banyak membahas soal musik dan lagu yang mereka sukai, sepertinya mereka cocok dalam dua hal itu.
.
Luhan masuk kelas dengan wajah berseri-seri, tapi dia malah disambut Kyungsoo dengan wajahnya yang kusut.
"Lu... Jongin-" belum sempat Kyungsoo meneruskan kalimatnya sudah diserobot duluan oleh Luhan.
"Aigoo dia sudah hampir sembuh tenang saja Kyung, paling dia besok masuk tapi mungkin masih pakai alat bantu berjalan jadi-" Luhan menjelaskan panjang lebar tanpa menghiraukan Kyungsoo.
"JONGIN JATUH DARI TANGGA LU!" Kyungsso berteriak frustasi agar Luhan mau mendengarnya.
Luhan sontak melebarkan matanya, "MWOOO? Tadi pagi dia baik-baik saja, tunggu sebentar-" dan refleks mengecek handphone-nya di dalam tas, dan ternyata ada sms dari Kris yang mengabarkan kalau Jongin baru saja jatuh dari tangga yang menyebabkan kakinya semakin parah. Bagaimana bisa, batin Luhan.
"Tadi Jongin meneleponku, katanya kaki kanannya jadi tidak bisa digerakkan lagi, padahal tadinya sudah hampir sembuh. Dan parahnya lagi Lu, dia 2 minggu lagi kan ada pertunjukan dance, bagaimana ini? Kasihan dia" Kyungsoo berkata sambil menahan air matanya, dia sudah hampir menangis. Luhan jadi tidak tega, dia juga khawatir dengan adik satu-satuya itu.
Dasar Kris paboo, disuruh menjaga adiknya saja dia tidak betus, batin Luhan geram.
"Tenang Kyung, nanti sore kau ke rumahku saja ne, kita bicarakan bersama dan kita pikirkan bagaimana baiknya" Luhan tersenyum pada Kyungsoo dan Kyungsoo hanya mengangguk lemah.
"Ngomong-ngomong Lu, kau hari ini cantik sekaliiii aku baru menyadarinya" Kyungsoo menatap Luhan dari atas kebawah dengan matanya yang sudah kembali berbinar-binar.
"Hehe ini berkat Baekhyun, eh ngomong-ngomong dia belum sampai ke sekolah ya?"
"SUDAH!" jawab orang yang sedang dibicarakan tadi, Byun Baekhyun, yang masuk kelas sambil memasang wajah sebal. "Aku baru saja dikhianati oleh teman Kyung, asal kau tau" sindirnya.
Kyungsoo membulatkan matanya bingung, Luhan nyengir "Hehe mian Baekki-ah, tadi kan kau juga yang menyuruhku berangkat duluan."
"Aku kan hanya basa basi tau" Baekhyun memanyunkan bibirnya.
"Loh, memangnya tadi kau berangkat bersama siapa Lu?" Kyungsoo bertanya pada Luhan.
"Itu loohh, namja yang membuat dia berubah jadi seperti ini, yang membuat dia tergila-gila, yang mem-emmph" Luhan membungkam mulut Baekhyun. "Isshh biar aku saja yang cerita-AW" Luhan berkata tanpa melepas bungkamannya yang membuatnya dicubit keras oleh Baekhyun.
"Aku hampir mati tau kau bungkam begitu!" Baekhyun men-deathglare Luhan.
"Jadi siapa dia?" Kyungsoo semakin penasaran.
Luhan pun bercerita tentang Sehun dan semua kejadian memalukan yang terjadi antara dia dan Sehun yang sukses membuat Baekhyun tertawa terbahak-bahak. Lalu gantian Luhan menertawakan Baekhyun yang naksir dengan si Troll Jongdae.
Beberapa saat kemudian, seorang guru masuk dan Baekhyun langsung berpindah tempat duduk didepannya, dia duduk bersama Kyungsoo.
"Minseok belum masuk juga Lu?" tanya Kyungsoo sambil melihat bangku sebelah Luhan yang sekarang kosong.
Luhan menggeleng "Dia itu kebanyakan berdiet sih, sampai jatuh sakit seperti ini, padahal sudah kubilang ribuan kali bahwa dia tidak segemuk itu."
.
Siang itu sepulang sekolah, Luhan bergegas pulang ke rumah. Dia khawatir dengan Jongin. Sedangkan Kyungsoo bilang akan menyusul karena dia ingin pulang ke rumahnya dulu.
"Jongin-ah, kenapa bisa begini? aigooo apa itu sakit lagi?" Luhan bertanya pada Jongin, dia tengah duduk di ranjang kamar Jongin sekarang.
"Tadi itu aku mau mengambil minum di dapur, tapi Kris-hyung dipanggil tidak menyahut juga, akhirnya aku pergi sendiri saja, waktu ditangga aku kurang hati-hati, jadi beginilah, kakiku tidak bisa digerakkan lagi sekarang, paling tidak butuh waktu sebulan untuk sembuh total kata dokter" Jongin berkata sambil memasang wajah sedih, kesal, khawatir dan sebagainya lagi.
"Astagaa si naga itu, disuruh menjaga adiknya saja tidak becus, sekarang kemana dia?" Luhan berkata dengan gigi gemeretak saking marahnya.
"Barusan dia pergi membeli makan siang untuk kita katanya, tapi dia sangat merasa bersalah kok, tadi saja dia berkorban tidak ke kampus untuk menjagaku, padahal ada tugas yang harus dia kumpulkan, yang dia lembur semalaman itu" Jongin tersenyum miris.
"Baiklah, kau istirahat saja, masalah acara dance itu nanti kita pikirkan bersama, aku mau mandi dulu, astaga dandanan yeoja seperti ini membuatku gerah" Luhan menghela nafas dalam.
"Wah iya aku baru sadar kau tampak, err- berbeda noona, apa ini demi Sehunnie? Hahaha" Jongin menatap Luhan dari atas sampai bawah lalu tertawa.
"Ishhh kau ini, aku patahkan kakimu sekalian baru tau rasa!"
BLAM! Luhan keluar kamar Jongin dan menutup pintunya keras.
.
Luhan masuk ke kamar mandi lantai atas. Dia sudah melepas semua bajunya tapi sialnya airnya malah tidak mau mengalir, mungkin showernya rusak. Akhirnya Luhan memutuskan mandi dikamar mandi bawah, dia hanya memakai handuk saja karena dirumah sedang tidak ada siapa-siapa.
Saat menuruni tangga dia melihat ada yang membuka pintu depan, dia pikir itu Kris sehingga Luhan mendekat menghampirinya untuk mengomelinya habis-habisan.
Tapi ternyata-
"HWAAAAAAAAAAA" Luhan berteriak seperti melihat hantu saat tau siapa sosok yang baru datang itu, Oh Sehun.
"Mian..noona tadi kata Jongin aku disuruh langsung masuk, jadi… aku…" Sehun refleks mengalihkan pandangannya sambil blushing parah.
Tanpa babibu Luhan langsung melesat berlari ke atas dan masuk ke dalam kamarnya. Sehun menghela nafas lega.
Ya Tuhan, jantungku seperti mau lepas, batin Sehun.
Dan beberapa saat kemudian setelah kejadian awkward bin memalukan itu, mereka berdua sudah duduk manis di kamar Jongin sambil sama-sama blushing parah gara-gara kejadian tadi
"Tadi kau kenapa noona? Berteriak seperti orang kesetanan" Jongin bertanya sambil memasang wajah heran.
"Err.. itu.. tadi aku melihat..tikus...hehe" Luhan mengarang alasan seadanya sambil nyengir, Sehun yang disampingnya hanya sweatdrop. Jadi aku dianggap tikus, batinnya. Poor Sehun.
"Ehm.. jadi begini aku mau minta tolong kepada kalian berdua.." Jongin berkata sambil memasang puppy eyes-nya. Sehun dan Luhan hanya memandang Jongin dengan malas.
"Err..kalian kan tau 2 minggu lagi aku ada pertunjukan dance dengan klub dance-ku tapi kata dokter kakiku baru sembuh total sebulan lagi..jadi Sehun, aku ingin kau… menggantikanku pada acara itu." Dan perkataan Jongin sukses membuat mata Luhan dan Sehun melebar selebar mata Kyungsoo saking terkejutnya.
"MWOOOO? aku?" Sehun berkata sambil menunjuk mukanya sendiri.
"Iya, Sehun-ah aku tau kau jago dance, aku pernah tak sengaja melihatmu dance sendirian di ruang dance sekolah ketika semua siswa sudah pulang, kenapa kau tidak masuk klub dance saja sih?" Jongin berkata pada Sehun sambil tersenyum. Sehun hanya terdiam.
Luhan menatap Jongin, Sehun, kemudian Jongin lagi. Apa aku tidak salah dengar? Batin Luhan.
"Kau hanya meminta bantuan Sehun saja kan? Lalu apa hubungannya denganku?" Luhan bertanya pada Jongin.
"Nope, aku juga ingin meminta bantuanmu, karena ini dance Couple" Jongin mengeluarkan smirk-nya.
"MWOOOOO?" teriak Sehun dan Luhan kompak.
.
.
DITUNGGU REVIEWNYA YAA READERS-NIM SEMUAA
.
MAKASIH UDAH MAU BACA :D
