Wish Tree
Main Cast : Luhan , Sehun , Lay , Kyungsoo (EXO)
Genre : Romance , Hurt
Rate : T
Summary : "Luhan mencoba mencari seseorang yang ada didalam ingatan tiga detiknya!"
WARNING ! : BL , BOYS LOVE , YAOI , CERITA ABAL
My Fanfition Present™
"WISH TREE"
.
.
.
Chapter 2
Pagi harinya Luhan terbangun setelah tidur lelapnya tadi malam . Luhan duduk diranjang itu dan menyenderkan punggungnya diranjang sesaat kembali mengingat kata-kata Sehun tadi malam
'Saranghae Luhan Hyung'
"Apa maksudnya ?"tanya Luhan bermobolog sendiri . Lalu Luhan hanya mengendikan bahunya . Luhan menyingkap selimut yang menyelimuti pinggul sampai kakinya itu dan berjalan menuju jendela
Disingkapnya gorden jendela yang berwarna putih itu dan membuka jendela itu . Luhan menghirup dalam-dalam udara pagi hari di Seoul itu . Sejuk . Angin itu menerpa halus kulit wajah Luhan . Luhan menutup kedua kelopak matanya dan menghirup dalam udara pagi itu
Cklek
Luhan membalikkan badannya , melihat siapa yang membuka pintu kamarnya . Terlihat seorang namja tengah berdiri didepan pintu itu . Sehun . Memakai kaus casual dengan celana pendek selutut berwarna hitam dengan wajah stoic-nya
Luhan menatap namja itu dengan tatapan bertanya
"Sudah pagi . Cepat mandi dan sarapan dibawah , sudah menunggumu"kata Sehun lalu tersenyum tulus untuk Luhan . Oh ya Tuhan , kemana perginya si evil Sehun kemarin malam
"Ah ne kamsahamnida Sehun-sshi"kata Luhan lalu membalikkan badannya menatap jendela lagi . Mencoba menetralisir detakan jantungnya sekarang
Sehun berjalan meninggalkan pintu kamar Luhan . Dia berjalan dengan pertanyaan yang semakin memenuhi otaknya
'Sehun-sshi' batin Sehun sambil berhenti dari jalannya
"Sebelumnya dia tak pernah memanggilku se-formal itu"kata Sehun lalu berjalan menuju ruang makan keluarga Xiao
Luhan terlihat keluar dari kamar mandi dikamar Sehun , dengan rambut basah , handuk yang melingkar manis dipinggangnya dan handuk kecil yang bertengger diatas kepalanya
Diseretnya kopernya yang berwarna hitam kebiruan itu , lalu dibukanya resleting yang menutup koper itu . Diambilnya sepasang pakaian casual dari dalam kopernya , hanya celana jeans dan kaus v-neck berwarna putih tulang
Setelah selesai dengan urusannya dikamar Luhan segera turun menuju ke ruang makan mansion milik keluarganya itu . Dilihatnya ada 3 orang yang duduk dikursi makan itu , ada eomma-nya , ada Sehun dan ada seorang namja cantik bermata bulat yang duduk disamping Sehun
Luhan berjalan kearah meja makan dengan langkah yang berat , diliriknya namja yang duduk disamping Sehun . Cantik sekali . Batin Luhan
"Ah Luhan kajja kita sarapan bersama"kata eomma Luhan . Luhan hanya tersenyum tanpa menjawab lalu duduk dikursi yang berada berhadapan dengan kursi Sehun
Luhan terus menatap namja disamping Sehun dengan tatapan bingung . Siapa namja itu ?
"Ah Luhan kenalkan dia Do Kyungsoo namjachingu Sehun"kata sambil menunjuk kearah namja yang duduk disamping Sehun . Do Kyungsoo . Namja berrambut hitam kecoklatan dengan kulit putih mulus dengan mata bulat dan bibir kissable yang menambah kesan cantik dan manisnya
"Do Kyungsoo imnida"kata namja itu sambil tersenyum cantik kearah Luhan
"Ne Xiao Luhan imnida"jawab Luhan sambil membalas senyum Kyungsoo
Sarapan pagi ini terasa sangat sunyi . Mereka tenggelam dengan pemikiran masing-masing . Sehun sebenarnya sudah kuliah tapi hari ini hari Minggu jadi dia tak ada kelas pagi maupun sore hari ini . Luhan , mungkin dia punya agenda sendiri untuk hari ini . namja cantik itu menghabiskan makannya dengan cepat karena ada agenda meeting hari ini dengan kliennya dari China
"Ah Luhan , Sehun , Kyungsoo eomma berangkat dulu ne . Eomma sudah hampir telat"kata lalu berdiri dan mengecup dahi Luhan dan pergi meninggalkan mereka dimeja makan
Terdengar suara bunyi ponsel yang menggema diruangan itu . Ponsel Kyungsoo . Segera saja dia membungkkuk dan keluar sebentar untuk mengangkat teleponnya
Tinggalah Sehun dan Luhan berdua dimeja makan , tak ada yang memulai pembicaraan . Hanya hening yang menyelimuti mereka sampai …
"Akhhh …"teriakan kesakitan terdengar dari luar mansion itu . Mereka berdua menoleh dan memasang wajah kagetnya
"Kyungsoo"teriak Sehun lalu berlari keluar yang disusul oleh Luhan dibelakangnya
Kyungsoo terlihat tak sadarkan diri dengan darah yang mengalir dari kepalanya . Langsung saja Sehun menggendongnya dan menaikkan Kyungsoo kedalam mobil . Luhan masih mengikuti apa yang Sehun lakukan , dia juga ikut masuk kedalam mobil saat Sehun masuk kedalam mobil . Dia terlalu bingung
Terlalu bingung untuk mencerna apa yang terjadi . Terlalu bingung dengan detak jantungnya dan terlalu bingung tentang … perasaannya
Ada setitik rasa tak terima saat melihat Sehun sangat excited ketika melihat Kyungsoo yang tak sadarkan diri . Membayangkan apabila dia yang diposisi Kyungsoo , apakah Sehun akan se-khawatir itu
Sehun menghentikan mobilnya didepan sebuah rumah sakit , segera saja digendongnya Kyungsoo memasuki rumah sakit itu . Sehun berteriak sekencang mungkin memanggil suster untuk segera menolong Kyungsoo
Terlihat beberapa suster berlari kearah Luhan dan Sehun dengan membawa ranjang dorong . Segera ditidurkannya Kyungsoo diranjang itu , lalu mereka berlari mengikuti kemana perginya suster itu membawa Kyungsoo
Sampai mereka berhenti didepan pintu ruang ICU , Sehun terlihat sangat khawatir terus saja mondar mandir didepan pintu itu . Seperti seorang yang akan kehilangan separuh hidupnya
Benar … Kyungsoo adalah jiwa Sehun , maklum saja kalau Sehun sekhawatir itu . Mungkin kalau Lay yang ada didalam dia akan menangis sekeras mungkin karena orang yang penting baginya sedang merenggang nyawa
"Sehun tenanglah"kata Luhan berusaha menenangkan Sehun . Dipegangnya bahu Sehun . Mungkin bisa sedikit menenangkan namja itu
Dengan tiba-tiba Sehun membalikkan tubuhnya menghadap Luhan , dipeluknya Luhan secara tiba-tiba . Luhan hanya mampu membalas pelukannya dan membulatkan matanya karena kaget
Luhan merasa basah dibahunya
Eh… basah . Sehun , Sehun menangis . Menangis karena seorang Do Kyungsoo . Luhan hanya bisa tersenyum kecut sambil mengelus pelan punggung Sehun
"Sehun … maaf aku .. aku harus pergi"kata Luhan sambil melepaskan pelukan Sehun lalu berlari meninggalkan Sehun
Luhan menyusuri lorong-lorong rumah sakit untuk mencapai kejalan keluar . Luhan berlari membawa tubuhnya entah kemana . Dia hanya mengikuti hatinya
Sampai dia berhenti , Luhan mendongkakkan wajahnya menatap langit . Gelap . Ternyata mendung sudah datang , sepertinya sebentar lagi akan hujan
Luhan tak peduli , dia terus berlari entah tak tentu arah sampai dia sampai kesebuah tanah lapang . Sangat luas . dia berheti ditanah lapang itu . Dia menangis . Entah kenapa
"Kenapa sesakit ini ? , ini pasti karena Lay , ya benar karena Lay , aku terlalu merindukannya"kata Luhan sambil menghapus kasar air matanya lalu . Dia jatuh terduduk ditanah itu . Masih dengan sesegukan
Luhan mulai berhenti menangis saat dia sudah dapat meyakinkan perasaannya . Dia merasa sakit karena Lay , hanya karena Lay . Bukan karena Sehun dan Kyungsoo
Sekitar pukul 5 sore Luhan baru memasuki kepekarangan mansion-nya . Luhan berjalan dengan langkah pelan dan berat . Dia terlihat berantakan , sangat berantakan
Wajah yang kusut karena air mata , kaus-nya yang mulai kusut karena terus saja digengggamnya dan rambut yang berantakan
"Aku pulang"kata Luhan sambil membuka pintu mansion-nya
"Ah Luhan-sshi , sudah pulang"kata seorang namja yang ternyata Kyungsoo menyembulkan kepalanya dari dapur mansion ini
"Kyungsoo , kau sudah pulang"kata Luhan sambil berjalan mendekat kearah Kyungsoo
"Ne"jawab Kyungsoo sambil tersenyum manis , terlihat kedua matanya seperti hilang saat dia tersenyum . Cantik . Batin Luhan saat melihat Kyungsoo
"Apa lukanya parah ?"tanya Luhan sambil melihat perban yang ada dikepala Kyungsoo
"Ah sudah tidak apa-apa"kata Kyungsoo sambil menutupi perbannya
"Ah … Kyungsoo-ya boleh aku bertanya ?"tanya Luhan
"Kau sudah bertanya Luhan-ah , tentu bertanya lah"jawab Kyungsoo sambil tersenyum manis kearah Luhan
"Kapan kau bertemu dengannya dan bagaimana kejadiannya ?"tanya Luhan sambil menyeret tangan Kyungsoo dan mengajaknya duduk dikursi
"Dia ? Sehun maksudmu ?"tanya Kyungsoo dengan muka innocent
"Yeah"jawab Luhan malas
Hari ini , Senin pagi dipertengahan bulan February . Terlihat Sehun sedang berlari diantara banyaknya orang yang berlalu-lalang dipinggir jalan kota Seoul . Sehun terlihat sedang berlari sambil sesekali melirik arlojinya
"Aishhh … 20 menit lagi"kesal Sehun sambil terus berlari . Dia berlari sampai tak mengetahui jika dari arah berlawanan ada seorang namja yang juga tengah berlari dan …
Bukk…
"Akhh appo"kata namja itu sambil berdiri lalu mengelus pantat-nya yang baru saja berciuman dengan trotoar itu
Terlihat namja itu berdecak kesal karena semua buku yang dibawanya berantakan dimana-mana . Sedangkan Sehun berdiri lalu membersihkan setelan seragamnya yang kotor
"Kalau jalan lihat-lihat donk"kata namja itu sambil memunguti bukunya yang berceceran ditanah
"Hnn… mianhae"kata Sehun lalu mensejajarkan tubuhnya dengan namja itu lalu membantu memunguti bukunya
"Lihatkan tugas dan buku-ku jadi berantakan"kata namja itu masih memunguti bukunya
"Mian…
Kata-kata Sehun berhenti saat kedua manic matanya bertemu pandang dengan manic mata namja itu . Sehun tertegun . Cantik sekali .Bantinnya
Kedua mata bulat namja itu , pipi yang chubby dan kulit putih yang mulus . Sehun tertegun –lagi saat matanya berhenti dibibir namja itu , bibir Kissable merah muda yang menggoda
"Hei lihat ada kotoran dimatamu"kata Sehun sambil menunjuk mata sebelah kanan namja itu . Namja itu segera mengalihkan pandangannya kearah lain dan menundukkan kepalanya. Lalu tangan kanannya bergerak untuk mengucek matanya itu
"Akh…"rintih namja itu
"Ada apa ?"tanya Sehun sambil mengangkat dagu namja itu . Sehun tertegun lagi melihat wajah namja itu , walau satu matanya sedikit tertutup
"Perih"kata namja itu sambil mengucek mata kanannya lagi
Sehun melihatnya langsung menyingkirkan tangan namja itu yang sedang mengucek matanya
"Kau bodoh atau apa ? jangan dikucek , nanti akan memerah dan pedih bodoh"kata Sehun sambil menyingkap helaian rambut yang menutupi mata kanan namja itu . Lalu meniupnya halus
"Bagaimana ?"tanya Sehun . Namja itu terlihat mengedip-ngedipkan matanya
"Ah sudah . Kamsahamnida"kata namja itu sambil memunguti buku dan kertasnya lagi lalu berlari meninggalkan Sehun
Sehun melirik arlojinya lagi . Kedua matanya membulat . Pukul 07.20 . Segera saja Sehun berdiri lalu berlari sekencang mungkin
F
Luhan tertawa terbahak-bahak saat dia mendengar cerita dari Kyungsoo . Sungguh itu pertemuan yang sangat konyol
"Kapan itu terjadi ?"tanya Luhan sambil memegangi perutnya dan tertawa
"Aishh … tak akan ku beritahu kalau kau tidak berhenti tertawa"kata Kyungsoo dengan nada kesal
"Ah ne ne arasseo"kata Luhan sambil mencoba menghentikan tawanya
"Sudah … itu terjadi 3 tahun lalu saat aku sudah masuk Universitas dan Sehun ehmm… mungkin kelas 2 atau 3 SMA"kata Kyungsoo menjelaskan
"Ah"jawab Luhan dengan wajah biasa
"Luhan-ah cepatlah mandi aku akan memasak , kau terlihat sangat … berantakan"kata Kyungsoo sambil membisikkan ketelinga Luhan saat kata 'Berantakan'
"Ah ne arasseo arasseo"kata Luhan , berdiri lalu berjalan meninggalkan dapur menuju kamarnya
Luhan berdiri didepan kaca yang terdapat didalam kamarnya . Benar kata Kyungsoo , Luhan berantakan . Segera saja Luhan berjalan menuju kamar mandi , lalu menanggalkan semua pakaiannya dan masuk kedalam bathup
Luhan berjalan menuju ruang makan dengan setelah baju yang casual . Dia dapat melihat hanya Sehun dan Kyungsoo yang sedang bercengkrama disana , lalu dimana eomma-nya ?
"Ah … Annyeong"kata Luhan lalu menyeret kursi dan duduk dikursi itu
"Eomma belum pulang ya ?"tanya Luhan sambil mengambil sesendok nasi lalu dimasukkan kedalam mulutnya
" hari ini ada meeting diCalifornia dengan klien barunya"kata Sehun sambil menelan makanannya . Luhan tersedak saat mendengar kata 'California' keluar dari mulut Sehun
"Aigo , Luhan .. hati-hati ini minumlah"kata Kyungsoo sambil memberikan Luhan segelas air
"Ah Kamsahamnida"kata Luhan sambil tersenyum simpul
"Jadi .. bisakah kau menceritakan bagaimana kehidupanmu di California ?"tanya Kyungsoo yang membuat Luhan membulatkan matanya lagi . Entah , mungkin sekarang Luhan mulai sensitive dengan kata 'California'
"Baiklah jika kau benar-benar ingin mendengarnya"jawab Luhan lalu menelan ludahnya beberapa kali
"Aku kuliah disalah satu Unversitas terkenal disana dan aku sudah mendapatkan gelar sarjana ku"kata Luhan sambil tersenyum mengingat saat kejadian wisuda-nya . Pertemuan pertamanya dengan Lay
"Kapan kau lulus ?"tanya Sehun sambil menumpuk sendok dan garpunya diatas piring
"Tahun lalu"jawab Luhan sambil mengendikkan bahunya
"Dimana kau tinggal ?"tanya Kyungsoo yang terlihat mulai tertarik dengan perbincangan ini
"Disebuah apartement yang ukurannya lumayan luas"jawab Luhan
"Kau punya namjachingu atau yeojachingu disana ?"tanya Sehun datar yang membuat jantung Luhan mulai berdetak tak normal
"Yeah … aku punya"jawab Luhan dengan gemetar
"Namja atau Yeoja ?"tanya Sehun
"Namja sama seperti dirimu dan Kyungsoo"jawab Luhan lalu menundukkan kepalanya dan tersenyum pahit
"Siapa namanya ?"tanya Sehun lagi . Hey lihatlah ! , sekarang ini sudah seperti sesi wawancara
"Yixing , Zhang Yixing . Tapi aku memanggilnya Lay"jawab Luhan lalu mendongakkan kepalanya menatap sepasang kekasih didepannya
"Bagaimana orangnya ?"tanya Kyungsoo sambil tersenyum tulus kearah Luhan , dan Luhan-pun membalasnya dengan senyum yang manis
"Dia orang yang baik hati , dia suka menari , dan dia orang yang manis"jawab Luhan . Sehun terlihat menghela nafasnya dengan wajah yang tak bisa diartikan
"Berapa …
"Sudahlah Sehun-ah , ini sudah malam"kata Kyungsoo menghentikan Sehun yang hendak bertanya
"Hnn … baiklah"jawab Sehun sambil memasang wajah kesal
"Kyungsoo-ah , Sehun-ah . Aku kekamar duluan"kata Luhan sambil menggeser kursinya lalu berdiri dan berjalan menuju kamarnya
_TBC_
Annyeong ! #muka#excited
Jangan tabok author karena menempatkan tebece ditempat yang salah
Mind To Review ?
