Annyeong readers-nim, author mau berterima kasih lagi buat semuanya yang udah review dan maaf bangeett nggak bisa bales satu-satu huhu tapi request-annya udah author penuhin nih hehe
.
HAPPY READING :D
.
.
NAMANYA LUHAN
.
Main Cast:
Xi Luhan
Oh Sehun
Other Cast:
EXO Members
.
.
Luhan masih belum dapat mencerna perkataan Jongin barusan dengan baik.
Dia? Dance? Dengan Sehun? Dance Couple pula. Apa aku bermimpi Ya Tuhan? Batin Luhan.
"Oi kalian berdua kenapa bengong begitu?" Jongin mengibas-ngibaskan tangannya didepan muka Sehun dan Luhan.
"Aku tau kau gila Kkamjong tapi aku tidak menyangka kau cukup gila untuk memintaku... Dance? Astaga" Luhan menepuk jidatnya dan menghela nafas pasrah.
Sehun dari tadi hanya terdiam, sepertinya dia masih di alam imajinasinya sendiri.
"Hoi Oh Sehun kenapa malah melamun sih? Kau pasti sedang membayangkan dance couple yang hot dan memegang-megang kakakku kan, Aigooo kau ter-AW! Apa-apaan sih main jitak saja!" Luhan menjitak Jongin sekuat tenaga sambil melotot tajam ke arahnya.
"Kau-bisa tidak sih sekali saja berpikiran lurus!" Luhan berkata setengah menggeram saking kesalnya.
"Baiklah aku mau" Suara datar Sehun sukses membuat duo kakak beradik yang sedang ribut itu diam seketika dan menatap Sehun tak percaya.
"MWOOO? Kau pasti bercanda!" Luhan langsung berteriak frustasi. Dan Jongin tentu saja berteriak senang sambil meninjukan tangannya ke udara. "Yeesss, kau memang sahabat terbaikku Oh Sehun."
"Aku kan belum mengetujuinya Kkamjong! Ya Tuhaan apa-apaan sih ini sebenarnya, kenapa aku harus terlibat dalam situasi semacam ini" Luhan berteriak lagi dengan lebih frustasi.
Sebenarnya hati Luhan tengah bergejolak, di satu sisi dia ingin SEKALI dance dengan Sehun karena itu berarti dia bisa dekat bahkan SANGAT SANGAT SANGAT dekat dengan Sehun, tapi di sisi lain dia TIDAK BISA dance. Luhan bingung.
"Noona, ayolah, kalau tidak ada yang menggantikanku aku bisa dimarahi oleh para senior dan bisa-bisa aku dikeluarkan dari klub" Jongin memohon dengan puppy eyes-nya.
"Tapi kenapa harus kami Jongin-ah? Bukankan di klub-mu itu ada banyak orang yang lebih jago dance, dan partnermu dance couple itu kan tidak cedera kenapa tidak dia saja sih? Kenapa harus aku menggantikannya, astaga" Luhan berkata sambil mondar-mandir di kamar Jongin. Sedangkan Sehun hanya memandang keluar jendela entah berpikir apa.
"Yixing noona sedang pulang kampung ke Cina karena ibunya sakit dan baru kembali kesini 2 hari sebelum kami tampil, dia pikir kami sudah cukup menguasai dance ini jadi dia-ARRGH ayolaaah bantu aku sekali ini sajaaa" Jongin berteriak frustasi dan kembali memasang puppy eyes-nya.
"Lagipula… kau mau apa kalau Sehun dance bersama Yixing noona hm?" Jongin bertanya sambil memasang smirk andalannya.
Luhan melirik Sehun. HELL NOO, tentu saja Luhan tidak akan rela.
Luhan berpikir dan berpikir keras.
"Ayolah noona" Jongin sekarang malah berlutut di depan Luhan.
Tiba-tiba pintu kamar Jongin terbuka, ternyata Kyungsoo.
Kyungsoo yang begitu masuk langsung disuguhi pemandangan Jongin berlutut didepan Luhan langsung shock dan membulatkan matanya sempurna.
"Kyungie bantu akuuu, Luhan noona bilang dia tidak mau membantuku hiks" Jongin berteriak manja kepada Kyungsoo. Dan tiba-tiba saja Kyungsoo langsung ikut berlutut didepan Luhan.
Ya Tuhan situasi macam apa ini, kenapa aku jadi merasa seperti orang jahat disini, batin Luhan. Dia memijat pelipisnya, "Aigooo baiklah-baiklah kalian tidak perlu berlutut seperti itu."
Jongin dan Kyungsoo bertukar pandang dan tersenyum. Kemudian Jongin mencuri kesempatan untuk memeluk Kyungsoo yang kemudian membuatnya kena jitakan keras lagi dari Luhan.
"Baiklah, jadi dance macam apa yang harus kami lakukan?" Luhan bertanya pada Jongin.
"Troublemaker, Now" Jongin kembali mengeluarkan smirk nya.
"MWOOO?" kali ini Sehun yang berteriak keras. Sementara Luhan masih santai-santai saja karena tidak tahu menahu lagu itu.
.
.
Luhan menatap layar laptop Jongin dengan sedikit menganga, memperhatikan setiap gerakan dance yang dilakukan oleh duo Troublemaker yang sedang ditunjukkan Jongin padanya.
Ya Tuhan, benarkah aku dan Sehun akan melakukan dance yang errr sesensual itu? Membayangkannya saja sudah membuat Luhan blushing sendiri. Sedangkan Sehun tetap berusaha memasang wajah biasa saja, meskipun dia sedikit blushing juga membayangkan dia dan Luhan beradegan ala Troublemaker itu.
Dan di akhir performance Troublemaker pada acara MAMA yang sedang mereka tonton tersebut ternyata ada kiss scene.
Luhan semakin menganga lebar. "Whaatt? Apa kissing juga masuk dalam gerakan dance?" dia bertanya pada Jongin. Sebenarnya sih setengah berharap Jongin menjawab IYA.
"Well kalau kau mau sih sebenarnya tidak apa-apa memasukannya ke dalam-AW! kenapa sih kau hobi sekali menjitak kepalaku!" Jongin sukses mendapat jitakan entah ke berapa kalinya dari Luhan.
"Makanya jangan berkata hal-hal yang tidak-tidak seperti itu dong!" Luhan berseru dengan kesal.
"Kan kau duluan yang bertanya hal tidak penting tadi, aku tau kau menginginkannya kan, astaga kenapa tidak mengaku saja" Jongin berkata sarkastik, dan hanya dibalas Luhan dengan deathglare dari mata rusanya.
"Sudah-sudah jangan berdebat terus, lebih baik Luhan dan Sehun sekarang mencoba dance-nya saja daripada membuang waktu, kita kan hanya punya waktu 2 minggu" Kyungsoo melerai dengan bijak.
"Baiklah, sana kau ambil speaker di kamar Kris, biar aku menyingkirkan kursi-kursi diruang tengah agar lebih leluasa untuk berlatih" suruh Luhan pada Jongin.
"YA! Kau tidak lihat kakiku seperti ini? Tega-teganya menyuruh aku naik turun tangga!" Jongin berkata sambil menunjuk kakiknya yang di-gips sambil memasang wajah sedih.
Sehun menghela nafas, dia lelah mendengar kedua bersaudara itu bertengkar dari tadi. "Baiklah biar aku saja." Dia beranjak menaiki tangga.
"Sebelah kamarku ya! Speakernya paling ada diatas meja!" Jongin berteriak, Sehun mengangguk.
.
Sehun memasuki kamar Kris dan agak shock karena merasa baru saja menginjakkan kaki di luar angkasa. Dengan segala macam poster planet dan miniatur-miniatur planet tergantung di langit-langit.
Sehun menuju meja belajar dikamar Kris dan agak terkejut melihat boneka panda tergeletak disana.
Cih, benar-benar aneh selera orang itu, dengan segala hal tentang galaxy-nya, dan sekarang ada panda juga. Sehun geleng-geleng kepala.
Sehun mengambil boneka panda itu, dan dia terkejut karena ada inisial huruf 'T' di pantat panda lusuh itu. Dia sepertinya tidak asing dengan panda berinisial 'T' itu.
Kenapa seperti milik Tao? Batin Sehun.
Sehun menggelengkan kepalanya, toh orang yang berinisial 'T' dan menyukai panda bukan Cuma Tao kan?
Dan dia pun beranjak dari kamar Kris.
.
Setelah menonton video Troublemaker beberapa kali, Sehun dan Luhan mulai mencoba gerakannya. Pada bagian awal ketika ada part solo, Luhan diajari Kyungsoo karena Kyungsoo agak sedikit lebih bisa dance daripada Luhan dan dia juga sudah sering melihat Jongin berlatih dengan Yixing. Belum apa-apa Luhan sudah mengacak rambutnya frustasi karena tidak dapat meliuk-liuk seseksi Hyuna. Sedangkan Sehun dan Jongin berkali-kali menelan ludah melihat Luhan dan Kyungsoo.
Sehun tentu saja tidak merasa kesulitan dengan part solo-nya, karena pada dasarnya dia memang jago dance. Sampai-sampai Luhan menganga melihat gerakan lincah Sehun dan jangan lupakan keringat yang mengalir dari tubuh Sehun yang membuat Sehun seratus kali lebih seksi.
Luhan menggigit bibirnya sendiri. Astaga, Sehunnie kau tampan sekali, batinnya.
Ketika berlatih part duo, Sehun dan Luhan begitu gugup. Luhan merasa ada jutaan kupu-kupu meronta ingin keluar ketika badan Sehun menempel pada badannya dan ketika Sehun menyentuhnya. Dan dia langsung pura-pura ke kamar mandi, daripada pingsan ditempat. Dan Sehun kabur ke dapur dengan alasan mengambil minum, meninggalkan Jongin dan Kyungsoo yang menatap mereka heran.
"Aigooo mereka itu kenapa sih? Masa begitu saja tidak tahan! Aku saja berlatih dengan Yixing noona berkali-kali biasa saja tidak sampai seperti ini!" Jongin berteriak frustasi.
"Kau itu biasa saja karena selalu ada aku disana, coba tidak ada siapa-siapa bisa-bisa sudah kau apa-apakan Yixing noona! Aku tau pikiran menyimpangmu Kim Jongin!" Kyungsoo menatap Jongin sambil menyipitkan matanya. Jongin hanya nyengir sambil menggaruk kepalanya.
.
.
Di sekolah keesokan paginya, Luhan dan Kyungsoo tengah bercerita dengan heboh perihal dance couple Luhan dan Sehun pada Baekhyun yang disambut si yeoja bereyeliner tebal itu dengan tawanya yang khas.
"Astaga Luu kau itu sangat beruntung tauuu! Bisa kontak fisik dengan orang yang kau suka, aku juga mauuu" kata Baekhyun sambil mengerucutkan bibirnya lucu.
"YA! Aku harus menahan detak jantungku mati-matian tauu, dan itu membuat dadaku sangat sesak. Aku juga takut kalau Sehun bisa merasakan detak jantungku yang berlebihan itu dan dia akan tau kalau aku menyukainya!" Luhan menghela nafas pasrah.
"Lu kau harusnya bersyukur kalau dia tau, itu artinya kau tidak perlu repot-repot mengungkapkan perasaanmu padanya. Hahh jangan sampai kau sepertiku yang terjebak di friend zone" keluh Baekhyun sambil menghela nafas dalam.
"Kau itu tinggal mengatakan pada Jongdae-"
"LUHAN!" ucapan Luhan terpotong oleh teriakan khas si muka kotak alias Kim Jongdae yang baru saja mereka bicarakan, yang baru saja memasuki kelas Luhan. Jongdae tidak memanggil noona pada Luhan karena dia sebenarnya seangkatan dengan Luhan tapi katanya sewaktu JHS dia sangat nakal jadi pernah tidak naik kelas sekali.
"YA! Sedang apa kau disini, kami baru saja membicarakanmu-AW!" Luhan sukses dicubit Baekhyun yang tengah melotot padanya. Oke aku diam, Luhan berkata pada Baekhyun dengan bahasa isyarat.
"Lu, kenapa Minseok tidak masuk-masuk juga? Dia sebenarnya sakit apa sih?" tanya Jongdae pada Luhan.
JDERRR.
Minseok? Kenapa Jongdae menanyakan Minseok? Baekhyun berusaha tetap menunjukkan wajah tenang walaupun hatinya bergemuruh hebat.
"Memangnya kenapa kau tiba-tiba menanyakan dia?" Luhan bertanya pada Jongdae sambil agak begidik ngeri melihat ekspresi Baekhyun.
"Ehm… itu… sebenarnya… tapi kalian janji tidak menertawakanku ya?" Jongdae berkata sambil malu-malu, seperti punya malu saja dia. Luhan dan Kyungsoo menatap Jongdae penuh selidik, sekaligus merasa khawatir pada Baekhyun. Sedangkan Baekhyun sedang berusaha menyiapkan menatal untuk kemungkinan terburuk.
"Ayo cepat katakan Chen!" desak Kyungsoo yang memanggil Jongdae dengan nama panggungnya, yang dibuatnya sendiri tentunya. Dia berkata jika menjadi penyanyi terkenal suatu saat nanti akan memakai nama itu, percaya diri sekali kau Jongdae.
Chen nyengir sambil menggaruk kepalanya, "Err… sebenarnya… aku menyukai Minseok sejak lama."
JDERRR.
Baekhyun bagaikan tersambar petir di siang bolong. Demi eyeliner yang sangat dia cintai, dia tidak tau harus berekspresi apa. Luhan dan Kyungsoo hanya menatap prihatin pada Baekhyun kemudian kembali menatap Jongdae.
"Aku ke toilet sebentar" Baekhyun pergi secepat kilat.
Jongdae menatap kepergian Baekhyun dengan bingung, "Kenapa sih si bebek? Tumben dia tidak cerewet seperti biasanya."
Luhan dan Kyungsoo bertatapan lalu menggedikkan bahu.
"Jadi kenapa kau bisa suka pada Minseok? Kenapa tidak memberitahu kami selama ini?"
"Dia itu mirip hamsterku dirumah." Kata Jongdae disertai dengan senyuman khasnya.
"MWOOO? Kau ini sama saja seperti Jongin, masa membandingkan yeoja yang kau sukai dengan binatang!" Luhan berteriak tak percaya.
"Eh? Memang Jongin membandingkanku dengan apa?" Kyungsoo bertanya dengan nada heran.
"Anjing maltesse" Luhan menjawab dengan wajah datar dan Jongdae hanya mengeluarkan gelak tawa khasnya.
Kyungsoo yang tidak tau apa itu maltesse langsung mencari gambarnya di internet. Dia kemudian tersenyum. "Ini imut kok."
Luhan menepuk jidatnya dan Jongdae tergelak lagi.
.
Baekhyun tengah termenung didepan cermin toilet. Hatinya hancur berkeping-keping.
Bagaimana bisa si troll sialan itu malah menyukai Minseok?
Rasanya Baekhyun ingin sekali menangis, tapi jika dia kembali ke kelas nanti kelihatan seperti habis menangis apa yang akan dia jelaskan pada Jongdae?
Baekhyun harus kuat.
Baekhyun membasuh mukanya berkali-kali, lalu menghela nafas dalam.
Dan dengan jiwa besar dia kembali ke kelasnya dengan senyum palsu.
Poor Baekkie.
.
Malamya, dirumah Luhan terdengar suara bising dari kamar Kris yang sedang menyetel lagu dengan volume keras. Sepertinya mood galaxy-hyung sedang baik.
Jongin yang merasa tidak tahan kemudian beranjak ke kamar Kris dengan terseok-seok.
"HYUNG! Bisa kau kecilkan tidak sih suara musik tidak jelasmu itu kau tidak tau apa adikmu ini sedang sakit!" kata Jongin sambil membuka kamar Kris tanpa mengetuk pintu.
"Yang sakit kan kakimu bukan telingamu" jawab Kris santai tanpa berniat sedikitpun untuk mengecilkan volume musiknya.
"Tapi kalau kau terus menyetel musik sekeras itu telingaku juga lama-lama ikut sakit ASTAGA!" Jongin berteriak frustasi karena kelakuan kakaknya itu.
"Baiklah, bagaimana kalau kubelikan ayam untuk makan malam? Akan kubelikan 2 bucket ayam khusus untukmu, aku sedang bahagia hari ini" kata Kris sambil menunjukkan senyum langkanya.
Jongin menatap Kris heran, dia sudah gila atau apa sih? batinnya.
"Hari ini aku putus dengan Suzy, akhirnya aku bisa bebaaas" Kris berkata dengan raut wajah bahagia. Jongin cengo. Bagaimana bisa orang putus malah bahagia?
"Kau gila ya? Dimana-mana orang putus itu sedih Hyung!" Jongin geleng-geleng kepala.
"Ck, aku itu tidak benar-benar mencintainya tau, selama ini aku sudah mencoba pergi dari dia tapi dia selalu mengancam akan bunuh diri lah, itu lah, tapi kali ini aku sudah tidak peduli lagi. Aku sudah tidak tahan" Kris menjelaskan sambil menghela nafas. "Aku hanya mencintai satu orang dalam hidupku, dan mungkin tidak akan bisa mencintai seperti itu lagi."
"Baiklah-baiklah terserah kau saja, tapi ayamnya jadi kan? Cepat kau telepon delivery service" suruh Jongin seenaknya sambil beranjak dari kamar Kris.
Kris hanya mendengus pelan. Dia kemudian menatap boneka pandanya di atas meja, dan mengelus boneka itu dengan penuh kasih sayang. "Kau tau, sampai sekarang hanya kau yang kucintai, kenapa kau meninggalkanku? Dimana kau sekarang?"
.
.
Seminggu kemudian,
Luhan dan Sehun sudah cukup menguasai dance mereka. Tapi tak jarang terjadi awkward moment yang berujung pada kaburnya Luhan atau Sehun ke kamar mandi dan teriakan frustasi dari Jongin.
Seperti siang itu, ketika mereka berlatih lagi, tidak sengaja Sehun menyentuh bagian yang EHM seharusnya tidak tersentuh. Sehun refleks menjauhkan tangannya, mereka bertatapan sejenak, kemudian menjauhkan diri dengan canggung dan melesat pergi dari ruangan itu.
Jongin mengerang dan mengeluh dengan desperate-nya. Kemudian Kyungsoo yang juga ada disana berusaha menghibur Jongin.
Hari itu mereka berlatih sampai malam, dan akhirnya Kyungsoo menginap ditempat Luhan karena sudah terlalu malam dan kemungkinan sudah tidak ada bis untuk pulang. Kyungsoo meminta izin Luhan untuk menumpang mandi, karena sedari sepulang sekolah tadi dia belum mandi dan badannya sangat bau keringat.
Dia memakai kamar mandi lantai atas, di sebelah kamar Jongin, dan sialnya, atau beruntungnya, kalau bagi Jongin, Kyungsoo lupa mengunci pintu.
Beberapa menit setelah Kyungsoo masuk kamar mandi, Jongin keluar kamarnya hendak ke kamar mandi juga, dengan terseok-seok tentunya. Dia langsung membuka pintu kamar mandi, dan…
Satu Detik.
Sepuluh Detik.
Tiga Puluh Detik.
Jongin masih setia di depan pintu yang terbuka lebar dan Kyungsoo yang sedang asyik dengan kegiatan mandinya yang membelakangi pintu belum menyadari keberadaan Jongin disana.
"Ehm, kalau aku masuk sekalian bagaimana?" Jongin akhirnya membuka suara sambil mengeluarkan smirk-nya.
Kyungsoo menoleh dan langsung berteriak, "HWAAAAA APA-APAAN KAU!"
BLAM! Pintu ditutup keras dan sukses menghantam muka Jongin. Membuat hidung peseknya semakin melesak ke dalam. "AWW TEGA SEKALI KAU CHAGI!" keluh Jongin sambil mengelus hidungnya.
Pintu dibuka lagi, Kyungsoo berniat menyiram Jongin dengan air, tapi Jongin malah menahan pintunya.
"Ayolah izinkan aku masuk pretty pleeaseee" Jongin mendorong pintu dan Kyungsoo menahan pintunya dari dalam. Sampai seseorang datang.
"AW AW AW! Kau ini apa-apaan sih! Bisa-bisa aku jadi bodoh kau jitak terus-menerus setiap hari!" Luhan menjitak Jongin tiga kali dan mendapat protes keras dari korbannya.
"Kau memang sudah bodoh Kkamjong! Lihat saja kelakuanmu ini! Apa yang akan kau lakukan pada Kyungsoo anak mesum!" Luhan berkata geram sambil menjewer telinga Jongin.
"Aduh sakit lepaskan noona!" Jongin meringis. Kyungsoo terkikik geli dan kembali menutup pintu kamar mandi, kali ini tidak lupa untuk menguncinya tentu saja.
"Kyung, lebih baik kau putuskan saja bocah gila mesum ini! Astaga, kenapa aku bisa memiliki adik semacam ini sih! Memalukaaan!" Luhan memijit pelipisnya saking frustasinya.
"Kau jahat sekali sih noona, kau tidak sayang padaku ya?" Jongin berpura-pura memasang wajah sedih.
Luhan hanya mendengus dan berbalik menuju kamarnya.
.
.
Hari pertunjukan tiba.
Luhan sangat panik, dia mondar-mandir di ruang ganti, tidak percaya diri sama sekali dengan apa yang akan dia tampilkan mengingat semua yang tampil di acara itu adalah anak-anak klub dance yang sangat jago. Dia memakai kostumnya, yang tadinya adalah kostum Yixing, dia bersyukur badan Yixing lebih tinggi darinya sehingga hotpants berwarna hitam yang dia pakai sekarang menjadi tidak terlalu pendek. Tapi tetap saja itu terlalu pendek dan ketat menurut Luhan, karena selama ini satu-satunya celana pendek yang pernah dia pakai adalah celana seragam sepakbolanya.
Sehun yang baru saja selesai berganti pakaian terkejut melihat penampilan Luhan dengan celananya yang seksi dan baju tanpa lengannya.
Glek, Sehun menelan ludah. Dia menghela nafas panjang untuk menormalkan detak jantungnya.
Luhan juga terkejut dengan penampilan Sehun, dengan celana jeans hitamnya, baju tanpa lengannya, dan jas hitam yang dia taruh dipundaknya. He's so damn sexy, batin Luhan.
Mereka masih sibuk memandang satu sama lain, sampai seorang senior klub dance menegur mereka untuk melakukan rehearsal.
.
Di luar ruang ganti, seorang yeoja tinggi berlesung pipit tengah kebingungan mencari sesuatu. Dia mengedarkan pandangan ke setiap sudut yang bisa dia lihat. Sampai seseorang menegurnya.
"Ehm permisi, ruang ganti dimana ya? Saya ingin mencari seseorang" ternyata Kim Junmyeon, teman Kris yang bertanya, sampai sekarang dia masih menyukai Luhan sehingga dia memaksa untuk datang ke acara itu bersama Kris untuk melihat Luhan-nya dance.
Yeoja yang ditanya hanya menunjuk ruang di belakangnya tanpa menghiraukan si penanya sama sekali.
"Ehm maaf kau sedang mencari apa sih?" Junmyeon bertanya dengan keheranan karena yeoja itu terlihat sangat aneh penampilannya.
"Sepatuku" jawabnya singkat sambil terus mencari.
"Err… itu… bukannya kau kalungkan dilehermu ya?" Junmyeon berkata sambil menunjuk sepatu yeoja itu yang memang dia kalungkan dilehernya. Aneh sekali orang ini, batin Junmyeon.
"Aahh akhirnya ketemu jugaa, gomawooo kau membantuku menemukannya, tadi aku mengalungkannya agar tidak lupa tapi nyatanya aku tetap lupa hehe" Yeoja itu berteriak girang sambil tersenyum sangat manis pada Junmyeon.
Junmyeon cengo. Yeoja itu aneh tapi senyumnya sangat manis.
"Ehm aku Kim Junmyeon, kau siapa?" Junmyeon mengeluarkan senyum malaikatnya.
"Aku Zhang Yixing, salam kenal yaaa" jawab Yixing ramah. Junmyeon terpesona dan lupa akan niat awalnya untuk menemui Luhan. Dia kemudian kembali ke kursi penonton karena Yixing bilang dia akan tampil setelah ini.
Setelah Yixing dan teman-temannya tampil dengan lagu Sistar – Give It To Me, yang sukses membuat Junmyeon berstanding applause cukup lama, dan akhirnya ditarik paksa duduk kembali oleh Kris dan Chanyeol sambil menahan malu, sekarang giliran Sehun dan Luhan tampil.
Deretan penonton yang duduk dibarisan tengah langsung riuh, karena ada Kris, Jongin, Junmyeon, Chanyeol, Kyungsoo dan Baekhyun disana. Hanya Baekhyun yang tidak ikut berteriak-teriak karena dari tadi melihat ke arah bawah tribune dimana Minseok dan Jongdae duduk bersebelahan. Minseok yang notabene teman dekat Luhan tentu tidak mau ketinggalan momen dimana sahabat tomboy-nya dance kan? Jadi walaupun masih belum sehat betul dia tetap datang menonton Luhan, Jongdae yang tau Minseok datang pun tidak menyia-nyiakan kesempatan dan duduk disampinya di barisan depan. Jadilah Baekhyun galau di barisan tengah di atas sana.
Sehun dan Luhan memulai dance-nya dengan teriakah riuh dari penonton. Dan mereka benar-benar melakukannya dengan SANGAT BAIK, sampai-sampai anak-anak klub dance banyak yang berbisik-bisik memuji mereka di belakang. Chemistry mereka benar-benar bagus.
Sampai ketika bagian ending,
Sehun memeluk Luhan kemudian menciumnya.
MENCIUMNYA.
Sangat lama, sampai Luhan menutup matanya dan para penonton tidak bersuara saking terkejutnya.
Ketika Sehun melepas ciumannya sontak penonton berteriak histeris, terutama Jongin dan Jongdae yang bersiul-siul dengan sangat hebohnya. Dan kecuali Chanyeol yang tampak sangat terkejut dan kecewa.
Muka Luhan tampak memerah sempurna kemudian dia langsung berlari ke belakang panggung menuju kamar mandi.
Ya Tuhan, ini bukan mimpi kan? Luhan bermonolog di depan cermin sambil memegang bibirnya. Luhan blushing, kemudian dia keluar dari kamar mandi sambil senyum-senyum sendiri, sampai dia melihat Sehun mengobrol dengan akrabnya dengan seorang yeoja.
Hey apa-apaan dia setelah menciumku di panggung malah sekarang mengobrol mesra begitu dengan yeoja lain? Batin Luhan cemburu.
Luhan pun berjalan melewati Sehun dan yeoja yang Luhan kenal sebagai Minzy, adik kelasnya itu dengan wajah sewot dan masuk ke ruang ganti lalu menutup pintunya dengan keras.
Luhan menelungkupkan wajahnya dimeja rias. Sebenarnya apa maumu sih Oh Sehun?
Luhan sudah hampir menangis ketika dia mendengar namanya dipanggil melalui microphone.
"Ehm bagi siswi yang bernama Luhan harap segera ke depan panggung sekarang juga, terima kasih."
Kenapa dia dipanggil? Sepertinya dia kenal dengan suara itu. Luhan terdiam sesaat kemudian bergegas ke menuju ke depan.
Dia terkejut ketika Sehun sudah berdiri di atas panggung. Jadi dia yang memanggilku tadi? Batin Luhan.
"Aku bukan tipe orang yang bisa merangkai kata-kata dengan baik, jadi aku hanya mau bilang, aku mencintaimu Xiao Lu… Ehm maukah kau menjadi yeojachingu-ku?" perkataan Sehun sukses membuat para audience berteriak heboh. Dan lagi-lagi Jongin dan Jongdae bersiul berlebihan yang menyebabkan Kyungsoo dan Minseok harus memaksa mereka diam sambil menahan malu karena mendapat tatapan menusuk dari orang-orang.
Luhan masih terdiam.
Dia masih terlalu takut kalau ini hanya mimpi.
"Hey kenapa kau tidak menjawab? Tell Me Now Now Now" Sehun tersenyum sambil memperagakan salah satu gerakan dance mereka tadi.
Luhan mengangguk pelan sambil menundukkan wajahnya karena malu.
Dan sekali lagi penonton menggila dan bertepuk tangan riuh.
.
.
MIND TO REVEW? :D
.
.GHAMSAHAMNIDAAA *BOW BARENG HUNHAN*
