Luhan berjalan dengan langkah cepat saat memasuki kamarnya , ditutup dan dikuncinya pintu itu . Luhan menyandarkan punggungnya kepintu berwarna putih tulang itu , Luhan memejamkan matanya . Mencoba untuk menetralisir detakan jantungnya
Luhan berjalan dengan langkah pelan dan berat , dia membuka pintu balkon kamarnya dan keluar menuju balkon . Mencoba rileks mungkin
"Hah…"desahnya pelan dan berat . Luhan berdiri didekat pagar balkon kamarnya . Udara malam yang dingin mengingat ini musim dingin membuat Luhan bergidik menggigil karenanya
Luhan mendongakkan kepalanya melihat langit malam yang kosong . Tak ada bintang ataupun bulan hari ini . Luhan mengusap kedua lengannya dengan tangannya . Mencoba mencari kehangatan
Pikirannya kembali melayang saat ia menangis tadi . Ia mulai berpikir , apakah ia harus meminta Lay untuk datang ke Seoul . Untuk menemaninya , Untuk memberinya pelukan hangat , Untuk memberinya senyuman yang menyamankan hatinya dan Untuk…. Mencegah hatinya berubah haluan
Sekali lagi Luhan berpikir , apakah ia harus benar-benar melakukan itu . Meminta Lay datang ke Seoul . Ia menggeleng-gelengkan kepalanya , tidak . Ia tak boleh egois pada Lay . Lay sedang kuliah , dan diberkata bahwa ia akan datang ke Seoul setelah dia lulus tahun ini
Luhan menghela nafas lagi , entah sudah berapa kali ia menghela nafas seharian ini . Luhan bangkit dan berjalan menuju ranjangnya , setelah sebelumnya menutup pintu balkon tentu saja .
Luhan bangun saat ia merasa kedinginan . Bodoh , ia lupa menutup jendela kamarnya kemarin . Inilah akibatnya , ia merasa badannya panas . Saat ia akan berjalan keluar kamar ia terjatuh diranjangnya lagi . Setelah percobaan kedua ternyata dia berhasil , dia membuka kunci dan berjalan dengan langkah berat dan gontai , sesekali memegangi kepalanya yang terasa pening
Luhan duduk dikursi makan , didapur ada Kyungsoo yang sedang memasak . Kyungsoo terlihat menyembulkan kepalanya dari dalam dapur . Melirik seseorang yang tengah duduk dengan satu tangan yang menopang kepalanya , merasa khawatir Kyungsoo pun berjalan kearah Luhan
"Luhan-ah"kata Kyungsoo sambil mengguncang-ngguncang tubuh Luhan pelan
"Eungh…"desah Luhan diikuti dengan pingsannya Luhan , Luhan jatuh kelantai dengan tangan yang saling menumpu . Kyungsoo yang khawatir langsung berjongkok dan memegang dahi Luhan dengan telapak tangannya . Kyungsoo membulatkan matanya saat merasakan panas yang sangat saat kulit tubuhnya menyentuh kulit Luhan
"Ya Tuhan Luhan ,… Sehun-ah"teriak Kyungsoo sambil diikuti dengan setetes air mata mengalir dari kelopak matanya
Sehun datang dengan berlari , ia terlihat terengah-engah . Sehun langsung berjongkok dan menggendong Luhan ala bridal . Menuju kamar Luhan
Kyungsoo terlihat datang dengan membawa seember air dan sebuah kain kompres . Segera saja dimasukkannya kain itu kedalam air dingin itu , lalu menaruhnya didahi Luhan
Sehun terlihat sebagai orang yang paling gelisah diantara dia dan Kyungsoo . Sehun mendudukkan dirinya diranjang yang tak terpakai oleh Luhan. Sambil terus memegang tangan Luhan
Kyungsoo melihatnya hanya tersenyum pahit , entah dia harus senang atau sedih sekarang . Sehun pernah bercerita padanya bahwa ia mencintai seorang namja teman masa kecilnya , namja itu masih membekas sampai sekarang dihati Sehun . Dan mulai detik ini Kyungsoo tahu bahwa Luhan orang itu , orang yang sebenarnya dicintai Sehun
Kyungsoo merasa ia mulai menyukai Sehun , ia mulai tidak menyukai keberadaan Luhan ditengah-tengahnya dan Sehun . Dan dia tak menyukai Luhan menyita semua perhatian Sehun darinya
Ia tahu bahwa hubungannya dengan Sehun hanya sebatas perjanjian . Yah , hanya sebatas perjanjian konyol yang diajukan Sehun padanya
Bodoh memang karena waktu itu ia yang berumur 20 tahun bisa dibodohi oleh anak SMA . Perjanjian tetap perjanjian dan Kyungsoo tak ingin menjadi orang yang tidak menepati janjinya
K
Terlihat Sehun tengah berlari ketempat janjiannya dengan Kyungsoo , namja yang tempo hari ditemuinya .Setelah sampai segera ia duduk dengan nafas yang terengah-engah . Kyungsoo melihatnya hanya menggeser sebotol air mineral kearah Sehun
"Sehun-sshi"panggil Kyungsoo
"Ne ?"respon Sehun
"Sebenarnya apa yang ingin kau katakan ? , kau bilang ditelepon tadi ada hubungannya dengan perjodohan ku"kata Kyungsoo
"Kyungsoo hyung aku ingin bertanya"kata Sehun
"Tanya lah"jawab Kyungsoo
"Kau mencintainya ? , akhh maksudku kau mencintai calon tunanganmu ?"tanya Sehun . Tatapan mata Kyungsoo yang semula cerah menjadi redup , ditundukkannya kepalanya menghadap kakinya
"Ani"jawab Kyungsoo . 'Gotcha!' satu jawaban dapat menjawab semua pertanyaan yang ada dikepala Sehun
"Mau membuat perjanjian denganku ?"tanya Sehun sok asik
"Perjanjian ? , Perjanjian apa ?"tanya Kyungsoo dengan mata yang mengerjap-ngerjap lucu
"Tenang saja perjanjian ini simbiosis mutualisme , kau untung aku untung"kata Sehun
"Katakan maksudmu sebenarnya Oh Sehun"kata Kyungsoo dengan pandangan yang mendelik kearah Sehun
"Aku tahu kalau hyung akan dijodohkan dengan salah satu pewaris tunggal Kim Coorporation , dan hyung bilang tadi hyung tidak mencintainya kan"kata Sehun masih dengan suara sok asiknya
"Lalu ?"tanya Kyungsoo lagi
"Aku juga akan dijodohkan dengan salah satu adik dari pemimpin Byun Coorporation , aku sudah memiliki orang yang aku cintai hyung , jadi …. Mau ya ?"tawar Sehun
Kyungsoo menaruh jari telunjuknya didagunya . Mencoba menimang-nimang penawaran Sehun . Dan akhirnya Kyungsoo menganggung . GOTCHA Sehun segera mengambil secarik kertas dan sebuah bolpoin dari saku jasnya
Sehun menulis
'Saya Oh Sehun berjanji akan menjadi pacar palsu dari Do Kyungsoo sampai perjodohan yang diatur oleh orang tua Kyungsoo dan Sehun membatalkannya dan sampai orang yang dicintai Sehun pulang keSeoul . Tidak boleh ada perasaan yang tumbuh diantara keduanya . Jangan sampai terlihat bersama yeoja/namja lain diluar persetujuan Oh Sehun / Do Kyungsoo'
Kyungsoo menatap cengo kertas didepannya , Sehun memberinya bolpoin dan secarik kertas lalu menyalin apa yang yang ditulis Sehun
'Saya Do Kyungsoo berjanji akan menjadi pacar palsu dari Do Oh Sehun sampai perjodohan yang diatur oleh orang tua Kyungsoo dan Sehun membatalkannya dan sampai orang yang dicintai Sehun pulang keSeoul . Tidak boleh ada perasaan yang tumbuh diantara keduanya . Jangan sampai terlihat bersama yeoja/namja lain diluar persetujuan Oh Sehun / Do Kyungsoo'
"Sudah sekarang apa yang kau inginkan ?"tanya Kyungsoo
"Cap stempel , disini . Aku juga akan cap stempel Hyung"kata Sehun sambil merogoh sakunya mengambil sebuah stempel pribadinya
TAK
Kyungsoo menyetempel kedua kertas perjanjian yang ditulisnya . Sehun mengikutinya dengan senyum yang mengembang dibibirnya
F
Hati Kyungsoo sakit saat membayangkan hubungannya dan Sehun hanya sebatas sandiwara . Yah .. sandiwara yang dibuatnya dengan Sehun , Kyungsoo merasa ia tak dibutuhkan lagi . Karena Sehun sudah menemukan teman masa kecilnya Xi Luhan
Kyungsoo perlu mengucapkan sebuah kata 'Terimakasih' untuk Luhan , karena dia datang disaat yang tepat . Disaat Kyungsoo belum benar-benar mencintai Sehun
Setelah beberapa menit melamun , Kyungsoo tersadar lalu mengambil kain kompres dari dahi Luhan , lalu mencelupkannya lagi kedalam air dingin dan menaruhnya ditempat semula , didahi Luhan
"Sehun-ah kau istirahatlah , kau bisa jatuh sakit nanti . Aku akan menjaganya"kata Kyungsoo sambil berjalan kearah Sehun
Perlahan dilepaskannya genggaman tangan Sehun dari tangan Luhan , lalu Kyungsoo membantu Sehun untuk kembali kekamarnya
Kyungsoo membantu Sehun untuk naik keatas ranjang , lalu ditariknya selimut tebal Sehun sampai sebatas leher
"Apa dia akan baik-baik saja ?"tanya Sehun sambil menatap Kyungsoo yang tengah membenarkan selimutnya
"Ya … kalau besok pagi demamnya belum juga turun , kita akan membawanya kerumah sakit , sekarang kau tidurlah"kata Kyungsoo lalu beranjak pergi keluar dari kamar Sehun
Kyungsoo berhenti sebentar saat dia merasa kerongkongannya terasa kering , ia berjalan kearah dapur lalu membuka kulkas disana dan mengambil sebotol air mineral dingin dari dalam kulkas
Setelah selesai dengan acara minumnya , Kyungsoo segera berjalan menuju kamar Kyungsoo yang ada dilantai dua . Kyungsoo berjalan dengan pelan dan berat , seakan setiap langkahnya mengandung keputusan yang akan diambilnya
Akhirnya Kyungsoo menggeleng pasrah dan berjalan cepat menuju kamar Luhan
Kyungsoo menarik salah satu kursi yang ada didekat meja nakas Luhan dan duduk disana , Kyungsoo terus mengganti kompres itu setiap setengah jamnya , menjaga agar kompres itu tetap dingin . Sesekali Kyungsoo menguap karena mangantuk
Kyungsoo melipat kedua tangannya diranjang Luhan lalu memasukkan kepalanya diantara lipatan tangannya . Dan akhirnya ia jatuh kedalam alam bawah sadarnya . Alam yang disana ia bisa memiliki apapun yang ia inginkan termasuk SEHUN
Kyungsoo terbangun saat ia merasa ada pergerakan dari Luhan , ia segera meregangkan tubuhnya , mengucek matanya sesekali lalu menggeleng-gelengkan kepalanya untuk mengusir rasa kantuk yang menjalarinya
Kyungsoo terbangun lagi saat ia ingat bahwa ia belum mengganti kompres Luhan , ia hendak menggambil kompres itu sebelum sebuah tangan mencegahnya , tangan Luhan . Kyungsoo menatap dengan tatapan bingung kearah Luhan , Luhan hanya membalasnya dengan sebuah senyuman pahit
"Terimakasih Kyungsoo-ya sekarang tidurlah , aku tahu kau sudah begadang malam ini . Kau tahu ini sudah pukul 3 Kyungsoo-ya kau harus tidur atau kau akan bangun dengan kepala yang pening lalu kau akan jatuh sakit juga"kata Luhan dengan suara serak sesekali tertawa kecil karena perkataannya
"Arasseo , kau sudah baikan ?"tanya Kyungsoo
"Lebih baik dari tadi ah… maksudku kemarin pagi"kata Luhan . Kyungsoo mengangkat tangannya untuk memegang dahi Luhan . Dingin .Terimakasih karena tidak sia-sia dia begadang sampai pukul 3 untuk menunggui Luhan
"Sudah turunkan demamnya sekarang kau tidurlah sana"kata Luhan dengan senyum manis yang masih bertengger diwajah nya
"Baiklah , kau juga tidurlah"kata Kyungsoo lalu berjalan keluar kamar Luhan
"Terimakasih Do Kyungsoo , Terimakasih"lirih Luhan diikuti setetes air mata mengalir dari pipinya
Luhan segera menyamankan posisi tidurnya diranjang ukuran queen size itu . Lalu dengan cepat ia sudah terbang kealam mimpinya
Luhan terbangun dari tidurnya karena ia sudah merasa tidak mengantuk lagi , diliriknya jam dinding diatas jendela kamarnya . Pukul enam , masih terlalu pagi untuk bangun dan mandi . Tapi ia berpikir , mungkin ia bisa memasak sarapan untuk ucapan terimakasihnya kepada Kyungsoo
Luhan bangkit dari tidurnya lalu memegangi kepalanya yang kadang-kadang terasa pening dan Luhan hampir terjatuh karena peningnya
Luhan berjalan dengan langkah pelan kearah dapur . Saat pening menjalar dikepalanya Luhan hanya memukul-mukul kecil kepalanya , berdo'a supaya pening dikepalanya segera hilang . Ia ingin memasak untuk Kyungsoo
Luhan sudah tidak kuat sampai … Bruk
Luhan hampir terjatuh karena ia merasa pening merayapi kepalanya lagi . Tapi Luhan tak merasa sakit dibagian manapun badanya , Luhan mendongakkan kepalanya . Sehun . Hanya berjarak beberapa centi darinya .
Sehun menatap matanya dalam-dalam . Luhan tersentak saat matanya menemukan kerinduan yang sangat besar dari Sehun padanya . Lalu perlahan , entah siapa yang memulai sekarang mereka sedang memagut bibir mereka berdua . Sampai terdengar
Pyarrr…
Luhan dan Sehun sontak melepaskan pagutan bibir mereka . Ada Kyungsoo disana didepan pintu , dengan mata yang memerah dan senyum yang dipaksakan
"Kenapa berhenti ?"tanya Kyungsoo . Ia menghapus kasar air mata yang dengan mudah menetes dari matanya itu
"Lanjutkan saja jangan pedulikan aku"kata Kyungsoo lalu menggigit bibir bawahnya dengan keras sambil memejamkan matanya
"Aku harus pergi , aku … aku … ada janji dengan seseorang"kata Kyungsoo lalu berlari meninggalkan Sehun dan Luhan didapur . Terlihat Luhan meneteskan air matanya
"Sehun , cepat … cepat kejar dia"kata Luhan sambil mendorong tubuh Sehun dan menunjuk kearah pintu dimana Kyungsoo tadi lewati
Sehun dengan jantung yang berdetak kencang , berlari dengan cepat . Dalam hati ia berdo'a semoga Kyungsoo belum berlari terlalu jauh
Sehun mengedarkan pandangannya saat ia kehilangan jejak Kyungsoo dipersimpangan dekat mansion nya . Tak sengaja ekor matanya melihat Kyungsoo berlari kearah Selatan , dengan cepat Sehun berlari menyusul Kyungsoo . Mengkhawatirkannya . Tentu saja , menskipun dia dan Kyungsoo bukanlah sepasang kekasih yang asli tapi dia sudah berhutang budi pada hyung cantiknya itu
Sehun mengikuti arah jalan Kyungsoo dengan diam , tak ada teriakan apapun yang dikeluarkan namja itu . Dia hanya ingin tahu apa yang akan Kyungsoo lakukan
Langkah Sehun berhenti saat dia melihat Kyungsoo berhenti dijarak 5 meter didepannya . Sehun baru sadar Kyungsoo berlari ketempat ini , tempat kenangannya dengan Kyungsoo
Padang dandelion didepannya . Ia masih bisa melihat Kyungsoo karena tinggi dandelion ini hanya sampai lututnya . Mata Sehun membulat saat dia melihat Kyungsoo menjatuhkan dirinya dipadang dandelion itu , Kyungsoo jatuh dengan kaki yang ditumpu dibawahnya . Lalu ia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya dan mulai menangis
Sehun berjalan dengan langkah pelan memastikan Kyungsoo tak mengetahui keberadaannya . Kyungsoo terus saja terisak sambil berdiri dan berjalan kearah tengah padang dandelion itu
TBC
Heii
Mian karena author gak pernah bales review T.T . Author apdetnya cepet-cepet soalnya
Panda Shippo : ya alasanny udah tertera diChappie ini kan , Semoga gak mbosenin ya
Lisnana1 : Ne ini udah dilanjut !
Me-fujoshi : ya semoga penuh dengan fluff ! . Ini udah dilanjut
Luhan Deer : soal kenapa Luhan lupa ingatan , soal plot itu masih author simpen diketiaknya Suho #lirikSuho
ExileZee : Soal Lay tersakiti ato enggak kita tunggu chappie-chappie setelahnya . Terus review ya !
Ohristi95 : Author sempet mikir mau jadiin Lay seme , tapi mukanya sumpe gak mendukug sama sekali . Jadi author pilih Luhan aja yang mukanya ada laki-lakinya dikit . Mau masukin Kai , noh dia udah keluar jadi mantan calon tunangannya Kyungsoo
Buat semua yang udah review Kamsahamnida , semoga kagak bosen sama FF ini . Sekali lagi Kamsahamnida #bow
