Annyeong readers semuaaa, maap lama nggak update lagi UAS sama banyak tugas kemaren huhuu semoga chapter ini ceritanya nggak mengecewakan hehe makasihhh jugaaa yang udah review kemaren-kemaren *bow*

.

HAPPY READING~~

.

.

NAMANYA LUHAN

.

Main Cast:

Xi Luhan

Oh Sehun

Kim Jongin

Do Kyungsoo

Other Cast:

EXO Members

.

.

Seusai pertunjukan, semua teman Luhan dan Sehun langsung menyerbu mereka berdua untuk memberi ucapan selamat atas resminya hubungan mereka hari itu. Terkecuali Chanyeol yang langsung keluar dari gedung pertunjukan tanpa berkata sepatah kata pun.

"Kyaaaa Luluuu chukaee, akhirnya kau punya pacar jugaaa hihihi" Kyungsoo menyerbu Luhan dan langsung memeluknya, diikuti dengan Baekhyun, jadilah mereka bertiga berpelukan di tengah keramaian orang. Jongin dengan tertatih-tatih juga menghampiri mereka, disertai Kris dan terakhir menyusul Jongdae yang mencuri kesempatan menggandeng tangan Minseok.

Tapi ketika baru saja hendak membuka mulutnya untuk melempar ejekan sekaligus selamat pada Sehun dan noona-nya ada seseorang yang menarik tangan Jongin. Kim Junmyeon.

"Eh hyung? Ada apa? Aku mau memberi selamat dulu kepada mereka" Jongin keheranan ketika Junmyeon membawanya ke sudut panggung yang agak sepi.

"Jongin-ah to the point saja, ehmm itu.. sebenarnya aku mau meminta bantuanmu" Junmyeon berkata sambil agak malu-malu. Jongin agak begidik, wah jangan-jangan Junmyeon-hyung beralih naksir aku setelah ditolak oleh Luhan noona hiii, batinnya.

"Err.. bantuan apa ya hyung? Akan kubantu sebisaku" kata Jongin basa-basi.

"Itu.. bisakah kau mengenalkanku pada temanmu.. dari klub dance yang bernama Yixing? hehehe" Junmyeon nyengir sambil menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal.

"Eh? Yixing noona?" Jongin keheranan.

"Iya.. kumohon Jongin-ah, aku akan mentraktirmu satu bucket ayam goreng, bagaimana?" rayu Junmyeon.

"No no no, 5 bucket kalau mau"

"Eh? 2 saja bagaimana?"

Jongin geleng-geleng sambil tetap menunjukkan 5 jarinya.

"Ahh baiklah-baiklah" Junmyeon mengalah.

"Oke deal" Jongin nyengir membayangkan lautan 3 bucket ayam untuk dirinya sendiri.

.

.

Beberapa hari setelah jadian, hunhan couple semakin mesra saja dan sering membuat Jongin merasa sebal karena mereka sering bermesraan didepan umum, padahal Luhan sendiri sering mengomelinya kalau dia dan Kyungsoo melakukan hal yang sama. Seperti sore itu ketika Jongin melihat adegan mereka berdua menonton TV diruang tengah sambil saling menyuapi es krim.

"Es krimnya manis semanis kau, Lu" gombal Sehun yang langsung membuat Luhan merona dan membuat Jongin mengeluarkan ekspresi ingin muntah dibelakang sana.

"Hihihi Sehunnie gombal sekali sih, padahal baru beberapa hari yang lalu rasanya masih melihatmu dengan gaya ice prince-mu itu."

Jongin dengan sengaja lewat didepan mereka yang sontak membuat Sehun dan Luhan refleks menjauhkan posisi duduk mereka.

"Awas ada setan lewat loh" sindir Jongin.

"Kau itu setannya kkamjong!" teriak Luhan sebal.

"Isshh kalian harusnya berterima kasih padaku, kalau tidak ada aku mungkin saja kalian sudah berbuat yang tidak-tidak, ckck, lagipula mana ada setan setampan dan seseksi ini" kata Jongin sok bijak dan diikuti dengan kenarsisan overload-nya.

"Isshh jangan samakan kami dengan kau dan otak mesummu, sudah pergi sana!" Luhan membentak adiknya lagi, diiringi dengan kekehan Sehun. Jongin hanya menjulurkan lidahnya dan beranjak naik ke kamarnya.

.

.

Sore itu, Baekhyun sudah berada di rumah Luhan, dia dan Kyungsoo ingin menemani Luhan berbelanja baju untuk kencan pertamanya dengan Sehun, mengingat Luhan tidak memiliki baju yang pantas untuk acara kencan, karena hampir semua isi lemarinya adalah baju bola.

"Astagaa, mau kencan saja pakai belanja segala, lagipula pakai baju bola saja juga tidak apa-apa kan? Sehun bukan tipe orang yang ribet masalah penampilan pacarnya noona" kata Jongin frustasi setelah Baekhyun menceritakan tentang first date dan sebagainya.

"Aisshh kau ini, perempuan mana yang mau terlihat jelek di kencan pertamanya" kata Baekhyun sambil mengganti channel TV dan langsung menghentikan kegiatannya ketika ada SNSD yang muncul di layar.

"Kau ini seperti pernah kencan saja, kau dan si muka kotak saja tidak pernah ada kemajuan hahaha" canda Jongin yang langsung membuat raut muka Baekhyun berubah sendu. Baekhyun teringat Chen, dan kejadian ketika Chen duduk di samping Minseok dan menggandeng tangan Minseok.

"Noona, kau baik-baik saja?" Jongin menatap Baekhyun dengan khawatir. Dia tau apa yang terjadi ketika hari pertunjukan, dimana Baekhyun benar-benar merasa terpukul melihat Jongdae bersama Minseok. Walau bagaimanapun dulu dia pernah menyukai gadis disampingnya ini, sebelum dia jadian dengan Kyungsoo, sebelum Baekhyun bilang dia menyukai Jongdae, Jongin sudah mengagumi Byun Baekhyun.

Baekhyun yang ceria, yang selalu bisa mencairkan suasana, ketika pertama kali datang ke rumahnya dan berkenalan dengannya mereka bisa langsung dekat karena sifat Baekhyun yang supel.

Tiba-tiba perasaan itu datang lagi, perasaan yang sudah lama hilang karena kehadiran Kyungsoo dalam hidupnya.

Jika Jongdae jadian dengan Minseok noona, apakah Baekhyun noona akan melupakan Jongdae dan bisa menyukainya? Setan dalam diri Jongin berbicara. Hey Jongin, bagaimana dengan Kyungsoo? Kali ini malaikat yang berbicara. Jongin kalut.

"Noona sudahlah, kau pasti bisa mendapatkan yang lebih baik daripada Jongdae, jangan menangis ne?" Jongin menangkup pipi Baekhyun dan menghapus air mata yang mulai mengalir di pipi yeoja ber-eyeliner itu.

Dan tiba-tiba saja wajah mereka semakin mendekat.

Semakin dekat.

Dan..

"Ehem"

Sebuah suara yang cukup familiar menyadarkan Jongin dan Baekhyun ke dunia nyata dan menoleh ke sumber suara, Do Kyungsoo.

"Maaf sepertinya aku mengganggu ya?" sindir Kyungsoo yang baru saja datang dan malah langsung disuguhi pemandangan yang sangat tidak menyenangkan.

"Errr.. noona ini tidak seperti yang kau pikirkan, sungguh" Jongin mendekat pada Kyungsoo, memegang tangan gadis mungil itu tapi langsung ditepis dengan keras.

"Iya Kyung.. tadi aku dan Jongin hanya…" Baekhyun bingung memilih kata-kata.

"Sepertinya lebih baik aku pergi saja, kalian silahkan lanjutkan apa yang tadi sedang kalian lakukan, annyeong!" Kyungsoo meninggalkan rumah Jongin sambil menahan ribuan tusukan dihatinya dan tangisnya yang hampir meledak.

"Loh Kyungsoo mana? Sepetinya tadi aku mendengar suaranya?" Luhan baru saja selesai mandi, melewatkan kejadian gawat yang baru saja terjadi.

Jongin yang dari tadi mematung tiba-tiba melesat keluar untuk mengejar Kyungsoo.

"YA YA! Ada apa sih? pergi mendadak begitu mengagetkan saja!" hardik Luhan yang tidak dihiraukan oleh Jongin yang berusaha berjalan dengan cepat dengan keadaan kakinya yang masih sakit. Alhasil dia kehilangan Kyungsoo yang sepertinya telah pergi naik taksi.

AARGHHH! Jongin mengerang frustasi.

.

.

Jongin terus berusaha menghubungi Kyungsoo, yang juga terus diabaikan oleh yeoja imut berpipi chubby itu. Jongin sangat merasa bersalah. Sial, setan apa yang tadi merasuki tubuhku? Batin Jongin. Kau itu setannya Jongin, Luhan benar.

Jongin sungguh mencintai Kyungsoo, tapi jujur dia juga merasa agak bosan dengan hubungan mereka, yang menurutnya terlalu manis. Hey kau itu sungguh sangat tidak bersyukur Jongin.

Kyungsoo yang penurut dan pemaaf, mereka hampir tidak pernah bertengkar, karena Kyungsoo yang terlalu sabar dan sangat mudah memaafkan Jongin.

Jongin menerawang, kembali teringat awal dia bertemu yeoja bermarga Do itu. Awalnya dia merasa agak seram karena tatapan dari mata besar yeoja itu. Dan juga kecintaan Kyungsoo pada warna hitam membuatnya terkesan mistis dan misterius.

Tapi ada satu kesamaan yang akhirnya membuat mereka dekat, Pororo, kecintaan mereka pada kartun penguin lucu berkacamata besar itu.

.

FLASHBACK..

Jongin baru pulang dari rumah Jongdae, dan mendapati yeoja bermata bulat teman Luhan yang selama ini sering ke rumahnya tapi jarang dia sapa, masalahnya yeoja itu jarang sekali mau menatapnya, dan terkesan menghindarinya. Yeoja itu baru saja mengambil minum di dapur dan baru saja hendak kembali ke kamar Luhan. Jongin hanya melihatnya sekilas lalu duduk di depan TV dan langsung menonton kartun Pororo favoritnya yang tayang setiap sore. Yap, tontonan favorit Jongin selain film yadong adalah Pororo.

"Hey kau juga suka Pororo ya?" tiba-tiba Jongin dikejutkan dengan suara yeoja itu yang ternyata sudah duduk di sebelah Jongin. Dia bicara padaku? Tumben sekali, batin Jongin.

"Err.. iya noona.. memangnya kenapa?" Jongin menjawab dengan sedikit bingung.

"Waahhh aku juga sukaaa, aku pikir hanya aku siswa SMA yang masih suka menonton Pororo" yeoja itu berkata sambil memamerkan senyum lebar di bibir heartshape-nya.

DEG.

Melihat senyum itu tiba-tiba jantung Jongin berdetak ribuan kali lebih cepat. Dia Cantik.

"Hehehe wah aku juga sering sebal gara-gara diejek oleh Kris hyung dan Luhan noona gara-gara masih suka nonton Pororo."

"Hihi bahkan adikku saja sudah tidak nonton Pororo, dia juga selalu mengejekku saat aku menonton dirumah, baiklah mulai saat ini aku akan kesini saja kalau ingin menonton Pororo." Jongin lagi-lagi terperangah dengan senyum manis dan ucapan ramah dari yeoja itu. Ternyata penilaiannya selama ini padanya salah. Makanya Don't judge a book by its cover , Kim Jongin.

"Oia namaku Kyungsoo, Do Kyungsoo, sepertinya aku sudah sering kesini tapi kita belum sempat berkenalan ya hehehe" Kyungsoo terkekeh. Jongin jadi salah tingkah sendiri, karena merasa bersalah selama ini tidak pernah menyapa duluan. Jongin hendak membuka mulutnya tapi Kyungsoo sudah menyambar duluan.

"Kau Jongin kan? Aku sudah tau" Dia tersenyum lagi, dan itu membuat Jongin gila.

.

Jongin menghela nafas, hatinya sakit karena dia telah menyakiti orang yang paling mencintainya dan paling dicintainya.

Tiba-tiba pintu kamar Jongin terbuka, Luhan masuk tanpa basa-basi dan langsung mengomel padanya.

"YA KKAMJONG! DIMANA SIH OTAKMU SAMPAI BISA MELAKUKAN ITU DIDEPAN KYUNGSOO? DAN BAEKHYUN JUGA.. ASTAGA!" semprot Luhan yang baru tau kejadian detailnya dari Baekhyun barusan, sebelum dia pamit pulang.

"Melakukan apa noona? Kami belum sempat melakukan apa-ap-AW AW! YA! AKU BELUM SELESAI BICARA!" ucapan Jongin terpotong oleh pukulan-pukulan keras dari kakak tomboynya.

"Jadi kau malah berharap terjadi 'apa-apa' begitu? Aigooo anak ini!" kata Luhan sambil terus menganiaya adik satu-satunya itu. "Kau harus minta maaf pada Kyungsoo!"

"Tentu saja aku akan minta maaf tapi daritadi aku menelepon tidak diangkat, dan kakiku juga begini, apa aku harus berjalan ke rumahnya?" Jongin memasang tampang putus asa.

Luhan tiba-tiba mendapat ide.

"KRIS CEPAT KESINI!" teriak Luhan di pintu kamar, diikuti keluarnya Kris dengan wajah sebalnya, sepertinya dia baru saja bangun tidur.

"Bisa tidak sih tidak usah pakai teriak-teriak segala, dan apa itu Kris? Kau harusnya memanggilku Oppa, O-P-P-A!" dikte Kris kesal.

"Arrasseo, arrasseo, lain kali saja ceramahnya sekarang antarkan Jongin ke rumah Kyungsoo, cepat, darurat!" Luhan seenaknya saja menyuruh Kris yang membuat yang disuruh bertambah sebal. Tanpa babibu Kris langsung melesat ke garasi, malas mendengar ocehan Luhan lagi, diikuti Jongin yang bingung dengan sikap hyung-nya yang tiba-tiba menjadi penurut.

.

.

Kyungsoo tengah menangis sejadi-jadinya dikamarnya. Dia sangat berharap kejadian yang tadi hanyalah mimpi. Dia tidak ingin mempercayai bahwa orang yang sangat dicintai dan sahabat yang paling disayanginya tega berbuat itu padanya.

Mana bisa dia merelakan Jongin? Bahkan untuk Baekhyun sekalipun. Sejak pertama dia bertemu dengan adik Luhan itu, dia langsung terpesona dengan ketampanannya. Dia sangat gugup bila berada didekat namja dengan kulit eksotis itu hingga tak berani menatapnya, sampai akhirnya Pororo yang berhasil mendekatkan mereka.

Kyungsoo tengah membenamkan kepalanya pada bantal Pororo-nya ketika eomma-nya memanggil.

"Kyungsoo-ya ada Jongin datang!"

Kyungsoo terkesiap. Dia bingung harus menemui namja itu atau tidak.

Dengan helaan nafas panjang akhirnya Kyungsoo keluar dari kamarnya, dia harus memutuskan.

Jongin langsung meminta maaf dengan seribu alasan dan memegang tangan Kyungsoo ketika gadis itu baru muncul dari dalam rumah. Tapi yeoja yang wajahnya sekarang terlihat berantakan itu hanya diam.

"Aku mau kita break, sebulan" Kyungsoo akhirnya membuka suara yang langsung membuat Jongin shock.

"E-eh? Apa maksudmu Kyung?" Jongin masih tidak percaya dengan apa yang Kyungsoo-nya ucapkan. Break? Apa maksudnya?

"Dalam sebulan.. jika perasaan kita masih sama seperti sebelumnya, kita bisa kembali.. Dalam sebulan, kau boleh melakukan apapun yang kau mau, bersama siapapun yeoja yang kau suka, dan jika dalam sebulan itu kau menemukan yeoja yang lebih baik dari aku.. tak apa, kita berakhir.. Dalam sebulan itu kita bisa mengintrospeksi diri kita masing-masing, yang aku rasa sudah mulai jenuh dengan hubungan ini, iya kan?" Kyungsoo berkata sambil mati-matian menahan tangis. Jongin hanya terpaku, dia bingung harus berkata dan menjawab apa.

"Baiklah Jongin-ssi jika tidak ada yang akan kau bicarakan lagi kau boleh pergi" Kyungsoo melenggang masuk ke dalam, dan Jongin keluar rumah dengan wajah frustasinya. Kris yang sedari tadi menunggu di mobil memasang wajah keheranan.

"Heh kau kenapa? Wajahmu terlihat seram sekali" Kris mengibas-ngibaskan tangannya di depan Jongin yang terlihat seperti zombie berjalan.

Dalam perjalanan pulang Jongin menceritakan semuanya pada Kris.

"Ckck kau benar-benar mirip denganku, hahaha tapi sebagai lelaki sejati kau harus memilih salah satu, kau tau." kata Kris sambil menepuk bahu Jongin.

Dan perkataan Kris semakin membuat Jongin frustasi.

.

.

Luhan yang kesepian dirumah karena ditinggal oleh Jongin dan Kris akhirnya memutuskan untuk berkunjung ke rumah tetangga dan kekasih tercintanya, Oh Sehun.

Rumah Sehun tampak sepi karena dirumah hanya ada Sehun dan noonanya sedangkan ibunya bekerja hingga malam.

"Sehunnie, noonamu ada dimana? Aku kan belum pernah berkenalan dengannya" tanya Luhan yang sekarang sudah duduk manis di ruang tamu Sehun.

"Dia baru saja tidur, kalau kau ingin bertemu dengannya nanti sore saja, jam segini itu memang jadwalnya tidur siang" jawab Sehun sambil tersenyum manis. Luhan merasa dia semakin menyukai namja tampan didepannya ini, karena semua perhatiannnya pada noonanya itu.

"Hunnie, aku minta minum boleh ya? Aku ambil sendiri di dapur" Sehun mengangguk dan Luhan langsung melenggang ke dalam.

Tapi saat melewati sebuah kamar dia penasaran dan agak mengintip ke dalam kamar bernuansa biru muda itu. Karena penasaran pada sebuah foto, akhirnya dia memutuskan masuk. Masuk sebentar tidak apa-apa kan ya? Batinnya.

Perhatiannya tertuju pada sebuah foto namja kecil yang sedang tersenyum lebar sehingga menunjukkan eyesmile-nya. Aahh Sehunnie kecil nomu kyeoptaa, wajahnya masih sama dengan yang sekarang, hihi, batin Luhan.

Dan disamping foto itu ada foto keluarga, dimana kakak Sehun masih terlihat sehat dan ceria, dan sangat cantik menurut Luhan.

Ketika pandangannya beredar lagi dia menemukan sebuah boneka pink kecil diatas ranjang Sehun. Luhan mengambilnya, dan dia terkekeh. Aigooo anak itu sama childish-nya dengan Jongin, masih suka kartun macam begini.

"Hey hey, sedang apa disini?" suara berat Sehun mengagetkan Luhan yang langsung meletakkan si boneka pink ke tempat asalnya.

"Aku.. hanya.. melihat-lihat hehe mian kalau tidak sopan" Luhan menggaruk tengkuknya dengan canggung.

"Tak apa, toh suatu saat ini akan menjadi kamarmu juga"

DEG.

Apa yang Sehun katakan barusan? Kamarnya? Kamar Luhan? Berarti..

Muka Luhan langsung merona hebat.

"Hei berapa umurmu masih suka main boneka macam itu?" Luhan mengalihkan pembicaraan untuk menutupi rasa malunya.

"Ck, itu bukan boneka, dia punya nama, pinku pinku" Perkataan Sehun sukses membuat Luhan tergelak sambil memegangi perutnya.

"HAHAHA Aigoo uri Sehunnie kecil sampai menamai boneka kesayangannya segala, jangan-jangan kau tidak bisa tidur jika tak ada boneka itu ya? HAHAHA." Luhan masih saja dengan asyiknya mengejek dan menertawai Sehun. Tiba-tiba Sehun menutup pintu kamarnya. Luhan sweatdrop dan langsung berhenti tertawa.

"H-hun.. kenapa pintunya ditutup? YA! Kau mau apa?" kata Luhan ngeri ketika Sehun mendekatkan tubuhnya ke arah Luhan.

"Tak apa jika pinku pinku tidak menemaniku tidur malam ini, asal ada kau" Sehun mengeluarkan seringai mesumnya.

"MWOOOOO?!"

.

.

.

Maap yaa kalo chapter ini banyak terfokus sama Kaisoo habisnya author itu kaisoo hardshipper hihihi

Jangan lupa review neee~~

Ghamsahamnidaa~~

*bow bow bow*