.
.
Sehun berhenti sejenak melihat apa yang akan terjadi selanjutnya . Sungguh ia tak mau hyungnya itu sakit . Sehun mendongakkan kepalanya melihat langit . Mendung . Awan hitam dan angin dingin sudah semilir menusuk kulitnya
Ini masih pagi , tapi karena mendung jadi kelihatan gelap . Kyungsoo hanya diam disana sambil sesekali mengusap kasar pipinya
Tes…
Air hujan menetes dari langit . Sehun segera menutupi kepalanya dengan kedua tangannya , sedangkan Kyungsoo . Dia tetap diam disana sambil kepalanya mendongak kearah langit
"Arghhh…."teriak Kyungsoo yang terdengar frustasi lalu menjambak rambutnya pelan . Sehun , tentu miris melihat hyung 'kesayangannya' se-menderita itu
"Kau bodoh Oh Sehun … kenapa … ? kenapa aku tak pernah kau lihat , bodoh…"teriak Kyungsoo lagi , terlihat Kyungsoo mengusap kasar pipinya . Masih membiarkan air hujan membasahinya . Masa bodoh dengan penyakitnya sekarang
"Kau bodoh … Oh Sehun"lirih Kyungsoo sambil jatuh terduduk dengan kedua tangan yang menutupi wajahnya
PUK
Kyungsoo mendongakkan kepalanya , melihat siapa yang menepuk bahunya . Kim Jongin atau Kai . Namja yang sempat akan dijodohkan dengannya tapi tidak berhasil karena ia membuat perjanjian dengan Sehun . Namja itu berjongkok mensejajarkan badannya dengan Kyungsoo . Kyungsoo melihatnya dengan tatapan penuh tanya
"Apa yang kau lakukan disini bodoh , kau bisa sakit nanti"kata Kai sambil mengajak Kyungsoo berdiri
"Apa … apa yang kau lakukan disini ?"tanya Kyungsoo dengan suara yang masih gemetar dan isakan yang masih terdengar
"Aku … ? Aku hanya berjalan-jalan disekitar sini"kata Kai sambil memayungi Kyungsoo
"Kau ?"tanya Kai
"Tidak , aku hanya sedang frustasi"kata Kyungsoo sambil mendongak menatap Kai
"Jangan menangis ne"kata Kai sambil menghapus air mata yang telah bercampur dengan air hujan diwajahnya
"Palli"kata Kai sambil menggandeng Kyungsoo . Kyungsoo masih berdiri disana , tak mengikuti kata Kai . Kyungsoo ambigu . Pulang ? Kemana ? , kerumahnya atau kerumah Sehun
"Kita akan pulang , aku sangat merindukanmu hyung"kata Kai sambil tersenyum lembut . Kyungsoo ikut tersenyum lalu berjalan beriringan dengan Kai
Sehun yang melihatnya tersenyum bahagia , semoga Kai bisa menjadi orang yang dicintai dan mencintai Kyungsoo . Sehun tahu dari cara pandang Kai , Kai terlihat sangat mencintainya . Mencintai Kyungsoo
Kemudian Sehun berlari pulang sambil menutupi kepalanya dengan kedua tangannya . Jarak antara padang dandelion ini hanya beberapa blok dari rumahnya
Sehun datang dengan keadaan baju yang basah kuyup . Ia segera masuk kedalam kamarnya dan mengganti bajunya .
Sehun berkeliling rumah mencari Luhan , sejak kejadian tadi pagi Sehun belum bertemu Luhan sama sekali , 'Apa Luhan ada dikamar ?'batin Sehun
"Luhan-ah"panggil Sehun sambil membuka satu persatu pintu ruangan dirumah Luhan .
Sehun sudah mencari , namun hasilnya sama . Nihil , tak ada Luhan dimana pun , ia memutuskan untuk menelepon ponsel Luhan
"Yeoboso"kata Sehun
"Yeoboso"kata Luhan menjawab dari telepon
"Hyung , kau dimana ?"tanya Sehun dengan nada panic
"Aku sedang keluar sebentar"jawab Luhan
"Ah Baiklah"kata Sehun lalu memutuskan sambungan telepon mereka
.
.
.
.
Luhan berdiri disebuah padang dandelion , didepannya ada sebuah pohon yang sempat didatanginya saat dia pertama di Korea . Wish Tree . Luhan berjalan mendekat kearah pohon sakura itu
Sekarang sudah mendekati bulan april . Udara sudah memanas dan tak ada salju yang menutupi semua bagian . Luhan mendekati pohon itu , mengelus batangnya perlahan . Lalu duduk dibawah pohon itu dan menangkup kedua tangannya menjadi satu
Ini kebiasaan Luhan –dan Sehun mungkin- sejak kecil , ia suka berdo'a dibawah pohon yang diberi nama Wish Tree itu
"Ya Tuhan , jika aku dan Lay adalah sepasang dari berjuta pasangan yang kau takdirkan bersama , tolong jangan pisahkan dan dekatkan kami berdua . Dan bila bukan tolong jauhkan dan tolong dekatkan aku dengan orang yang kau takdirkan bersama dengan ku"Luhan mengakhiri do'anya lalu berdiri dan berjalan meninggalkan pohon itu sendiri
..
.
.
Luhan berjalan ditepi sungai Han petang ini . Ini sudah dua tahun semejak kedatangannya ke Korea . Banyak perubahan dalam hidupnya sekarang
Ia sekarang selalu memasak untuk porsi dua orang , ia sekarang selalu pergi berbelanja berdua dengan Sehun –meskipun terkadang di California ia pergi dengan Lay- dan sekarang ia hanya tinggal berdua dengan Sehun
Ini semua karena opini bodoh –meskipun Luhan menyukainya- yang diajukan Sehun kepada orang tua Luhan . Mereka tinggal tetap dikediaman keluarga Xi tetapi bedanya hanya mereka –Sehun dan Luhan- yang menempati rumah itu
Luhan mempercepat langkahnya saat ia merasa hari sudah semakin gelap , dan bukan kebiasaannya pulang malam hari –kecuali saat dia merasa bosan-
Luhan berhenti sesaat saat ia datang dalam keadaan pintu rumah yang terbuka . Ia sedikit melirik takut jika ada seorang pencuri atau penjahat yang masuk kedalam rumahnya . Tak ada apapun , rumah dalam keadaan biasa . Luhan berjalan kembali untuk menutup pintu rumah dan berjalan keatas menuju kamarnya
Luhan turun kelantai bawah untuk memasakkan makan malam untuknya dan Sehun –Sehun belum pulang karena dia ada kelas malam hari ini- . Luhan membuka kulkas dan hanya menemukan mie instant dan semangkuk sedang kimchi . Luhan berjalan keluar –setelah sebelumnya mengambil mantel- lalu keluar untuk pergi ke Super Market
Luhan pulang dengan membawa sekresek bahan makanan dan sekotak susu tanpa lemak –kesukaan Lay sebenarnya- entah kenapa hatinya mendorongnya untuk membeli susu itu
Lalu ia kembali dengan keadaan pintu yang terbuka lagi . Mata rusanya membulat saat ia melihat seseorang sedang duduk menunggu diruang tengah dengan dua koper disekitarnya . Namja manis , dengan mata hazelnya dan rambut coklay yang membuatnya semakin terlihat manis
"Lay"panggil Luhan dengan senyum yang sedikit ditariknya . Lalu menjatuhkan pelan kresek yang dibawanya –dan sekotak susunya- dan berlari memeluk kekasih yang sudah tak dilihatnya selama 2 tahun ini
"Luhan ge"panggil Lay disaat Luhan memeluknya erat , seakan tak ingin melepaskannya lagi . Ia merindukan gege-nya yang satu ini . Kerinduan yang terkumpul selama 2 tahun seakan klimaks saat ini
Partikel hangat keluar dengan deras dari pelupuk mata Lay , menandakan dia sangat merindukan sosok namjachingu-nya itu
.
.
.
.
Kyungsoo sedang duduk disebuah sofa berwarna maroon disebuah rumah besar berdinding tebal berwarna putih . Rumahnya didominasi oleh barang-barang berwarna emas dan putih . Hampir sama dengan rumah Sehun , pikirnya
Ini sudah lama sejak dia melarikan diri dari rumah besar Xi , dan tak ada yang mencarinya ataupun menghubunginya . Yang Kyungsoo ingat hanya Sehun yang terakhir mengejarnya saat dia menangis dan bertemu Jongin di padang dandelion
"Aku pulang"teriak seseorang yang membuyarkan lamunan Kyungsoo , dia segera berdiri dari duduknya dan menyambut sang pemilik rumah
Banyak yang berubah dari hidupnya –tapi Kyungsoo sedikit tidak yakin dengan itu- Kyungsoo mencintai Jongin untuk saat ini , mungkin juga untuk selamanya ?!
"Jongin sudah makan malam?"tanya Kyungsoo , Jongin hanya menggeleng sambil menatap wajah Kyungsoo dalam
"Kyung?"panggil Jongin . Kyungsoo menoleh dengan mata doe-nya yang membulat lucu
"Bagaimana kalau kita makan diluar ?"tanya Jongin sambil mengendikkan kedua bahunya
"Baiklah , bukan ide yang buruk"jawab Kyungsoo lalu berjalan menuju kamar untuk mengganti pakaiannya
.
.
.
.
Sehun mematung didepan pintu masuk rumahnya –juga rumah Luhan- saat melihat Luhan tengah berpelukan dan menangis dengan seseorang yang tak dikenalnya sama sekali . Sehun memandang kosong dengan senyum pahit yang diukirnya dibibir tipisnya lalu melenggang pergi lagi dari halaman rumah Xi . Untung saja Sehun sempat memakirkan mobilnya diluar halaman rumah Xi
.
.
.
Luhan dan Lay melepaskan tautan antara mereka , Luhan tersenyum –sangat manis- dan menatap lembut mata hazel milik Lay . Lay tersenyum membalas hanya senyuman kecil tak mendiskripsikan sesuatu
"Ada apa ? apa yang terjadi ?"tanya Luhan sambil menangkup kedua pipi tirus Lay
"Tidak hanya saja , Luhan ge ?"panggil Lay . Dan Luhan menoleh kearahnya dengan wajah bingung yang menyelimutinya
"Apa gege masih mencintaiku –maksudku masih menganggapku sebagai namjachingu-mu?"tanya Lay dengan tatapan yang melembut kearah mata rusa milik Luhan
"Ya…"
"Aku rasa ya …"batin Luhan sambil menundukkan kepalanya
Luhan terpenjat kaget sata tiba-tiba Lay memeluknya erat , menyerukkan kepalanya dicelah leher Luhan lalu menggumamkan kata 'Terimakasih' sebanyak-banyaknya
.
.
.
.
Kyungsoo dan Jongin tengah duduk disebuah meja direstoran ternama didistrik Gangnam , Kyungsoo terlihat begitu tidak berselera dengan tempat ini
"Ehmm… Jongin"panggil Kyungsoo dengan kedua tangan yang saling ditautkan . Gugup sedang menyelimutinya sekarang
"Ya"jawab Jongin denga pandangan yang menghadap kearah Kyungsoo
"Kenapa kita makan ditempat seperti ini ? dan … kenapa sepi sekali ?"tanya Kyungsoo bertubui-tubi dengan suara kecil
"Aku hanya ingin memberi kesan dimakan malam pertama kita Kyung"jawab Jongin dengan senyum yang bertengger diwajah tampannya
"Kenapa kita tidak makan di McDonald saja ? , itu akan lebih berkesan untukku ini terlalu formal untukku"protes Kyungsoo masih dengan suara lirih
"Tidak untuk hari ini Kyung , aku mohon . Biarkan semua ini berjalan seperti air yang mengalir"kata Jongin selembut mungkin , tak ingin memberi kesan buruk pada Kyungsoo . Kyungsoo terdiam tak bergemin hanya sesekali melirik Jongin yang tengah memakan makanannya
.
.
.
.
Sehun duduk didepan meja bartender disebuah club yang ada dipusat kota . Hanya minum beberapa gelas vodka untuk menghilangkan pikirannya malam ini . Sungguh melihat Luhan berpelukan dengan seseorang yang –ugh … tidak dikenalnya itu benar-benar membuat mood Sehun berubah drastic
Tanpa pikir panjang Sehun menarik seorang namja panggilan karena yang didatanginya adalah sebuah club khusus untuk para gay . Sehun menarik namja itu kepangkuannya , mencium rakus belahan bibir sang partner hingga sang partner mengerang halus
Dengan sekali gerakan Sehun menarik namja panggilan itu masuk kedalam kamar yang disediakan bagi para gay yang ingin dipuaskan . Menjatuhkan kasar namja itu keatas ranjang queen size yang membuatnya berderit pelan , menindihnya lalu menciumnya kasar lagi dan seperti itu lagi hingga bosan
"Siapa namamu?"tanya Sehun sambil menatap garang pelacur didepannya
"Jo-joneun Byun-Byun Baekhyun Imnida"kata namja Byun itu takut-takut
"Ini . Kau boleh pergi"kata Sehun setelah sebelumnya memberikan Baekhyun beberapa lembar uang
Luhan tengah berdiri dibalkon kamarnya . Ia menunggu Sehun sejak tadi , kenapa bocah itu belum kembali juga?
Pikiran Luhan kembali saat ia melihat mobil Sehun memasuki pekarang rumahnya . Luhan langsung keluar dan berlari menuruni tangga ia ingin menyambut Sehun terlebih dulu . Luhan membuka pintu utama saat bel berbunyi dengan senyum manis yang bertengger diwajah manisnya
"S-sehun"senyum Luhan hilang saat Sehun jatuh didalam dekapannya . Luhan terpenjat saat hidungnya mencium bau yang menusuk hidung –vodka . Lalu dengan cekatan ia mengangkat Sehun menuju kamarnya
.
.
.
..
"Kyung"panggil Jongin saat mereka sudah tiba dirumah . "Ya"balas Kyungsoo sambil membalikkan tubuhnya menghadap Jongin . Jongin berjalan mendekat , menggenggam kedua tangan Kyungsoo erat seakan takut terjatuh bila pemilik tangan ini pergi melepaskannya . "Wae geurae?"tanya Kyungsoo
"Tidak hanya saja …" Chu~ kata Jongin dilanjutkan dengan kecupan manis dibibir kissable Kyungsoo . Mata Kyungsoo membulat "J-jongin"kata Kyungsoo saat Jongin melepaskan tautan mereka sambil memandang Jongin bingung
"Saranghae"kata Jongin . Pandangannya melunak , bibirnya menyunggingkan senyum tulus yang membuat Kyungsoo terasa terbang keatas . "N…"Kyungsoo ragu –atau ambigu lebih tepatnya- ia mencintai Jongin atau …
"Mianhae"kata Kyungsoo sambil membalikkan badannya memunggungi Jongin . Jongin menggenggam pergelangan tangannya saat ia hendak berjalan masuk kedalam kamar "Aku sangat berharap ada jawaban cerah dari pernyataanku ini"kata Jongin lirih atau lebih tepatnya –seperti- ultimatum
Kyungsoo tak bergerak , hanya memandang Jongin dari ekor matanya . Melepaskan pelan genggaman tangannya lalu melenggang pergi menuju kamarnya .
.
.
.
.
Luhan merebahkan pelan Sehun diatas ranjang King size milik Sehun . Lalu menarik selimut sampai batas perpotongan leher Sehun . Memandang wajah tampan Sehun lama . Jemari Luhan tergerak untuk mengelus wajah tampan Sehun , mulai dari mata sampai final dibibir tipis merah muda Sehun yang sempat menciumnya singkat
"Sehuna … kamu tahu yang kurasakan sekarang , hah… aku merasa –ambigu"lirih Luhan diakhiri dengan hembusan nafas panjang dan berat
Luhan berjalan keluar dari kamar Sehun . Menuruni tangga dan berjalan menuju dapur untuk mengambil air . Menyempatkan diri untuk duduk disofa empuk diruang tengah itu . Sambil sesekali meminum sebotol kecil bir yang ada dikulkas tadi . "Hah…"helaan nafas lirik Luhan terdengar menggema diruang tengah yang kosong itu
Diluar hujan , Luhan tahu itu . Ia merasa –diejek , langit malam yang hujan yang seolah mengejek air mata yang keluar dari mata rusanya dan ruangan ini seperti mengejek hati dan pikirannya yang –kosong .
Luhan berjalan menaiki tangga setelah membuang botol bir-nya . Luhan berhenti didepan pintu kamar Sehun yang bersebelahan dengannya saat berjalan menuju kamarnya . Kamar Sehun , Kamarnya dan Kamar Lay ?
..
..
..
Kyungsoo terbangun dari tidurnya saat ia meras ada sesuatu yang mengganjal perutnya . Ugh , makan apa dia tadi . Hanya sepotong beef steak dan sepiring kecil abalone masak . Abalon ? . Kyungsoo mengumpat kecil saat ia mengingat makanan yang ia makan tadi . Ia makan abalone tadi , Kyungsoo memukul perutnya keras berusaha menghilangkan rasa sakitnya
Kyungsoo berjalan keluar kamarnya bermaksud mengambil obat didapur . Kyungsoo jatuh saat ia merasa perutnya benar-benar melilitnya sekarang . Kyungsoo berdiri dengan berpegangan dengan pagar dan berjalan pelan menuju kamar Jongin "Jongin .. Ugh … Jongin"panggil Kyungsoo sambil menggedor-nggedor pintu kamar Jongin keras
Jongin keluar dengan masih mengucek matanya kantuk . "Ya tuhan Kyungsoo . Ada apa denganmu?"tanya Jongin panic , entah kemana perginya rasa kantuknya beberapa menit –atau bahkan detik- yang lalu . "T-tolong bawa aku ke-ke rumah sakit"kata Kyungsoo sambil membungkuk memegangi perutnya . Dengan cepat Jongin mengambil kunci mobil lalu menggendong Kyungsoo bridal menuju mobil
Tampak raut khawatir yang bisa Kyungsoo lihat dari wajah Jongin . Ia merasa –terlindungi
Jongin langsung berteriak memanggil suster dan dokter untuk cepat menolongnya dan teriakannya berakhir dengan dibawanya Kyungsoo masuk kedalam ruang UGD . Jongin menunggu dengan tidak sabar Kyungsoo didepan pintu UGD . Sempat terlintas diotaknya untuk menelepon sang 'namjachingu' Kyungsoo tapi dibuangnya cepat pemikiran itu karena dia tahu Kyungsoo telah –atau masih berusaha- melupakan sosok 'itu'
Jongin berdiri cepat saat ekor matanya melihat sang uissanim keluar dari ruang UGD sambil memasukkan stetoskop kedalam saku jas dokter-nya . "Bagaimana Kyungsoo?"tanya Jongin to the point , sang uissanim memandang bingung "Anda keluarganya?"tanya uissanim Jongin hanya menggangguk menjawab "Mari ikut saya"kata uissanim lalu berjalan mendahuluin Jongin
"Jadi , apa yang terjadi dengan Kyungsoo?"tanya Jongin tidak sabaran , sang uissanim menghela nafas "Anda sabar dulu , saya akan menjelaskannya"kata uissanim dijawab sebuah anggukan oleh Jongin . "Makan apa tuan Do kemarin malam?"tanya uissanim , Jongin memiringkan kepalanya berpikir "Sepotong beef steak dan sepiring kecil abalone , ada yang salah?"tanya Jongin . "Itu dia akar masalahnya"jawab uissanim , Jongin cengo' "Maksudnya ?"tanya Jongin bingung . uissanim menghela nafas lagi "Begini tuan Kim , tuan Do itu alergi dengan abalone . Jadi , jangan pernah menyuruhnya makan barang sedikit"jelas uissa , Jongin kembali mengangguk lalu melenggang keluar dari ruangan uissanim
Jongin membuka pelan pintu ruang rawat inap Kyungsoo . Matanya menyiratkan penyesalan yang dalam saat mata onyx-nya melihat Kyungsoo terbaring lemah diatas ranjang rumah sakit . Tangannya menangkup tangan kecil Kyungsoo seakan-akan melahapnya dalam sekali kedipan "Mianhae"lirih Jongin
Setetes air mata Jongin mengenai tangan mungil milik Kyungsoo yang membuat pemiliknya menggeliat-nggeliat tak nyaman ditidurnya . Kyungsoo membuka matanya perlahan , senyum kecil terukir ketika mata bulatnya melihat Jongin menangis lirih sambil menggumamkan kata 'Mianhae' berulang kali . "Jonginnie~"panggil Kyungsoo
Jongin mengangkat kepalanya bertatapan dengan mata sayu Kyungsoo . Lalu memeluknya –meskipun tak erat- sambil mengucapkan kata 'Mianhae' lagi . "Tak apa , aku baik-baik saja"kata Kyungsoo sambil mengelus pelan punggung Jongin
..
..
..
Luhan terus saja mengguling-nggulingkan badannya diatas ranjang King Size miliknya . Pikirannya yang dibawa lari Sehun membuat rasa kantuknya juga ikut lari . Logiskah ?
"Hahh… Ummaaa…"rengek Luhan . Dia menutup seluruh tubuhnya dengan selimut tebalnya lalu mewek-mewek seperti seorang anak kecil "Ayo tidurlah Luhan …"katanya bermonolog dengan dirinya sendiri . Luhan duduk diranjangnya dengan wajahnya yang ia tutup dengan selimut tebalnya . Luhan membuka selimutnya lalu berjalan keluar dari kamarnya
Segelas susu hangat mungkin bisa membuatnya tidur . Segelas susu ? untuk namja berumur 20 tahun ? . Luhan meminum dengan cepat susu yang dibuatnya , lalu mencuci gelasnya dan berjalan keatas menuju kamarnya
Luhan duduk diatas ranjang yang keadaannya sudah tidak bisa dibilang 'rapi' lagi . "Oh Sehun …."lirih Luhan "Zhang Yixing …."lirihnya lagi , tapi ada helaan nafas berat diakhir katanya . "Siapa sebenarnya yang aku sukai?"tanya Luhan –lagi lagi- bermonolog sendiri
..
..
..
Matahari sudah Nampak diufuk timur , Kyungsoo refleks membuka matanya saat merasa sinar matahari menusuk matanya yang tertutup . Menolehkan kepalanya kesisi kiri , ada Jongin . Namja itu menggenggam tangannya erat , bahkan lebih erat jika Kyungsoo menggerakkan sedikit tangannya seakan tak mau kehilangan orang yang dianggapnya sebagai –oksigen
"Jongin , hei . Bangun ini sudah pagi"kata Kyungsoo lembut sambil menggoncang-nggoncangkan badan Jongin pelan . Ada gerakan halus dari mata Jongin yang seperempat terbuka "Eugh…"lengguhnya sambil mengangkat kepalanya
"Hei … selamat pagi"sapa Kyungsoo sambil tersenyum lebar . Jongin tersenyum kembali padanya "Selamat pagi Kyung"sapa Jongin pada Kyungsoo . Mereka dilanda keheningan selama beberapa saat "Ehmm… Jongin?!"panggil Kyungsoo memecah keheningan "Ya?"
"Kapan aku bisa keluar dari rumah sakit . Aku merasa mual bila terus mencium baut seperti ini"kata Kyungsoo menjelaskan , Jongin mengangkat tangannya untuk mengelus rambut hitam Kyungsoo "Mollayo , aku akan bertanya pada uissanim nanti"kata Jongin lembut dengan tatapan lembut juga ditambah dengan senyum lembutnya
..
..
..
Pukul 11 pagi dikediaman Xi masih sepi saja . Seperti si tuan rumah tak ingat kalau ada seorang tamu yang berkunjung ke-kediamannya . Luhan membuka matanya , lalu menguceknya pelan . Matanya memerah , terasa berat . Entah pukul berapa Luhan kemarin tertidur yang jelas kantuk masih melandanya sekarang
Tok tok tok
"Luhan ge~ , Ayo bangun sudah siang ge~"kata seorang namja dengan nada lembut untuk membangunkan gege kesayangannya itu . Luhan membulat , Demi Tuhan . Ia lupa kalau Lay ada dirumahnya sekarang "N-nde Lay , aku sudah bangun"teriak Luhan lalu segera turun dari ranjang dan masuk kedalam kamar mandi
..
..
..
Sehun duduk tenang sambil memakan masakan Lay sebagai sarapannya . Sehun juga baru saja bangun saat mendengar teriakan Luhan yang menjerit kata 'Lay' . Siapa itu ? , pikir Sehun
"Ehmm… agasshi , temannya Luhan hyung?"tanya Sehun sambil menyendokkan sesendok nasi kedalam mulutnya . Lay menoleh lalu tersenyum manis kearah Sehun "Nde joneun Zhang Yixing imnida , kau bisa memanggilku Lay"kata Lay sambil mengulurkan tangannya kearah Sehun . Sehun membalas mengulurkan tangannya "Oh Sehun imnida , aku 'adik' Luhan hyung"kata Sehun rela setengah tidak rela
"Kau orang cina hyung?"tanya Sehun , Lay menoleh dipanggil 'hyung' "Yah aku pikir kau mungkin dibawah atau sama dengan umur Luhan hyung"kata Sehun lalu mengendikkan bahunya –masa bodoh . "Ya aku orang cina Sehun-sshi"kata Lay lalu melanjutkan acara makannya
Luhan turun dari kamar saat jam sudah menunjukkan pukul sebelas lebih empat puluh sembilang , sebelas menit menuju pukul dua belas . Ia tersenyum kecut saat melihat keakraban Lay dan Sehun . "H-hai … maaf aku bangun kesiangan"kata Luhan sambil mengambil piringnya lalu menyendokkan sesendok besar nasi
"Luhan ge , gege tidur pukul berapa kemarin?"tanya Lay . Luhan memutar kepalanya –berpikir . "Mungkin sekitar pukul dua"jawab Luhan , Sehun terbatuk-batuk karena tersedak "Sehun-ah ini minum dulu"kata Lay sambil memberikan Sehun segelas air putih
"Terimakasih Lay hyung"
..
..
..
Jongin masuk kedalam ruang rawat inap Kyungsoo dengan senyum dan sebuket bunga mawar merah ditangannya . Matanya terpaku melihat sosok Kyungsoo yang tengah berdiri dibalkon ruang rawat inapnya . Indah , batin Jongin
GREP
Kyungsoo tersentak saat sebuah lengan memeluk pinggangnya posesif dari belakang . Kyungsoo tersenyum kecil "Jongin"lirih Kyungsoo , Jongin merendahkan kepalanya "Ya? , kau tahu kau bisa sakit kalau membuka balkon lebar-lebar apa kau tak terpikir dengan sebuah benda yang bernama Jendela , aku bisa mengijinkanmu kalau itu jendela"kata Jongin lalu terkekeh geli
"Aku sempat memikirkan jendela tapi , aku ingin melihat dengan luas Jongin . Maka dari itu aku langsung teringat balkon"jawab Kyungsoo lalu menaruh tangannya diatas lengan Jongin .. "Jongin"panggil Kyungsoo lagi .. "Nde"jawab Jongin
"Aku…
TBC
Kya~ *sembunyi dibelakang Chanyeol
Mian author update-nya lama , soalnya flashdisk author dibawa ke Surabaya sama kaka author . Katanya sih mau buat mug
Gimana dengan chappie ini?
Mian kalo ngebosenin dan mian juga karena author gak pernah balas review kalian , tapi suer deh author selalu baca review kalian
One more , Mind to review ?
