Halooooo readers semuaaa~~~
Maapkeuun lama nggak update harus nyari inspirasi sepenggal demi sepenggal huhu
Semoga suka yaaaaa~~~
HAPPY READING~~
.
.
NAMANYA LUHAN
.
Main Cast:
Xi Luhan
Oh Sehun
Kim Jongin
Do Kyungsoo
Other Cast:
EXO Members
.
.
"HAHAHA Aigoo uri Sehunnie kecil sampai menamai boneka kesayangannya segala, jangan-jangan kau tidak bisa tidur jika tak ada boneka itu ya? HAHAHA." Luhan masih saja dengan asyiknya mengejek dan menertawai Sehun. Tiba-tiba Sehun menutup pintu kamarnya. Luhan sweatdrop dan langsung berhenti tertawa.
"H-hun.. kenapa pintunya ditutup? YA! Kau mau apa?" kata Luhan ngeri ketika Sehun mendekatkan tubuhnya ke arah Luhan.
"Tak apa jika pinku pinku tidak menemaniku tidur malam ini, asal ada kau" Sehun mengeluarkan seringai mesumnya.
"MWOOOOO?!"
.
.
"Sehun stoooppp, berhenti, jangan mendekat!" Luhan melangkah mundur sambil membuat tanda silang dengan kedua tangannya.
Sehun mengacuhkannya dan terus mendekat sambil tersenyum tampan, menurutnya, dan menyeramkan menurut Luhan.
"Wae? Kau sudah berani masuk ke kandang singa, kau juga harus siap menerima konsekuensinya, little deer" Sehun menunjukkan seringaiannya lagi.
Satu langkah,
Luhan terjatuh ke ranjang Sehun.
Tak berapa lama Sehun mengambil posisi di atas Luhan, dan sang korban hanya menutup mata pasrah.
"Malam ini, pinku pinku sepertinya tak akan menemaniku disini, kau mau menggantikannya?" Sehun berbisik di telinga Luhan, dan itu membuat Luhan super merinding. Dia tidak pernah sedekat ini dengan seorang namja sebelumnya.
Luhan sudah pasrah dengan apa yang terjadi selanjutnya, apakah tiba-tiba pagi seperti di drama-drama yang selama ini sering Baekhyun ceritakan padanya. Luhan tidak pernah menonton drama tentu saja, tapi mempunyai teman yang seorang drama lover tentu akan membuatmu mau tidak mau mengingat beberapa penggal kisah drama yang dia ceritakan.
Ketika Luhan tengah asyik dengan imajinasinya, handphone di sakunya berdering dengan tidak elitnya.
Sontak Luhan mendorong tubuh Sehun dan buru-buru mengangkat teleponnya.
"Aishhh!" Sehun mengacak rambutnya frustasi. Padalah tinggal sedikit lagi kan, aishh harus bersama pinku pinku lagi malam ini, batinnya.
"Yeoboseo, Kris, wae?"
"WAE KAU BILANG? KAU DIMANA? APA-APAAN MENINGGALKAN RUMAH TIDAK TERKUNCI? KALAU ADA PERAMPOK MASUK BAGAIMANA HAH? DAN SUDAH BERAPA KALI AKU BILANG PANGGIL AKU OPPA! ASTAGA!" Kris berteriak seenak jidat di telepon, membuat Luhan menjauhkan handphone dari telinganya.
"YA! Bisa pelan tidak sih bicaranya? Aku tidak tuli tau! Dan aku hanya ke rumah Sehun!"
"Sedang apa kau disitu? Kalau sampai kalian berdua berbuat yang aneh-aneh aku tenggelamkan kalian berdua di sungai Han!"
Aisshh orang ini benar-benar, membuat orang kesal saja, batin Luhan.
PIP.
Luhan dengan teganya mematikan sambungan telepon. Pasti Kris sedang mengomel di rumahnya.
"Sehun-ah aku pulang dulu ya, takut kena sembur naga, annyeong Sehunnie!" Luhan berpamitan kilat pada Sehun, dan hanya dibalas senyuman palsu oleh Sehun.
Aisshh, maybe next time Sehun-ah, sabar saja ne. Sehun berkata pada dirinya sendiri.
Poor Pervert Sehun.
.
.
Seminggu setelah kejadian yang membuat Jongin dan Kyungsoo break, mereka berdua masih belum berbicara satu sama lain. Walaupun Kyungsoo dan Baekhyun sepertinya sudah berdamai.
Entah di sekolah ataupun di rumah Jongin, ketika Kyungsoo disana, mereka tidak terlibat pembicaraan sama sekali.
Beberapa kali Jongin berusaha membuka obrolan, tapi Kyungsoo selalu menghindarinya. Dan hal itu membuat Jongin murung. Tidak bisa tidur, makan juga hanya beberapa suap saja. Bahkan 5 bucket ayam pemberian Junmyeon, karena berhasil mengenalkannya pada Yixing, akhirnya berakhir di perut Kris dan Luhan.
Hal itu membuat Kris dan Luhan khawatir pada Jongin tentu saja, walau bagaimanapun dia adik mereka kan. Tapi mereka merasa tidak berhak untuk mencampuri urusan Jongin dan Kyungsoo, biar mereka yang menyelesaikan masalahnya sendiri.
Siang itu, Kyungsoo berkunjung ke rumah Luhan. Katanya dia baru saja belajar membuat Kimchi Spaghetty dan berencana memasakkannya untuk teman-temannya.
"Kyung, boleh tidak aku ajak Sehun makan juga?" kata Luhan saat membantu Kyungsoo menyiapkan bahan-bahan di dapur. Kyungsoo hanya tersenyum dan mengangguk. Kemudian Luhan melesat mengambil handphone-nya dan segera meng-sms namjachingu-nya.
Baekhyun baru saja datang, dia sebenarnya ingin membantu Kyungsoo di dapur tapi semenjak kejadian itu hubungan mereka menjadi agak canggung. Walaupun Kyungsoo berkata dia sudah memaafkan Baekhyun, tapi tetap saja. Akhirnya Baekhyun memutuskan untuk duduk di depan TV.
Tidak berapa lama, Sehun dan Jongin datang. Mereka baru saja selesai latihan dance, karena Jongin sudah lama tidak berlatih, maka dia memutuskan berlatih sampai sore, dan Sehun menemaninya.
Begitu melihat Luhan di ruang tamu, Sehun langsung saja menghampiri Luhan dan mencubit pipi rusa cantik itu dengan penuh sayang, mereka mengobrol dan terkikik-kikik di sana. Melihat itu Jongin hanya mendengus sebal dan berlalu masuk ke dalam.
Huh sama sekali tidak peka, tidak mempedulikan perasaanku sama sekali, batin Jongin kesal.
Di ruang tengah dia melihat Baekhyun sedang menonton TV dan di dapur dia melihat Kyungsoo. Jongin ingin sekali menghampiri Kyungsoo tapi ia tau ia hanya akan diacuhkan. Dia menggendikkan bahu dan akhirnya menghampiri Baekhyun kemudian duduk disampingnya.
"Noona nonton Pororo saja" Jongin langsung merebut remote dari tangan Baekhyun dan mengganti channel-nya.
"Ya! Aku sedang menonton drama ishh!" Baekhyun merebut kembali remote itu dan akhirnya terjadi pertarungan tidak elit antara keduanya.
Kyungsoo yang mendengar ribut-ribut kemudian melongokkan kepalanya ke ruang tengah dan dia melihat Jongin dan Baekhyun tampak sangat akrab melempar bantal satu sama lain. Kyungsoo menghela nafas, dan memutuskan untuk kembali fokus memasak.
Aku masih sangat mencintaimu Jongin-ah, sangat, tapi sepertinya kau memang terlihat lebih bahagia bersama Baekhyun, batin Kyungsoo.
.
Tak berapa lama, pintu depan kembali terbuka, kali ini Kris dan Chanyeol datang, baru pulang kuliah.
"Woaahh baunya harum sekali, siapa yang sedang memasak?" Chanyeol langsung menghambur ke dapur mencari sumber bau sedangkan Kris langsung menuju kamarnya diatas.
"Hey sedang memasak apa?" Chanyeol bertanya sok akrab sambil nyengir memamerkan gigi rapinya.
"E-eh? Memasak spaghetty oppa" Kyungsoo memamerkan mata besarnya karena terkejut dengan kemunculan Chanyeol di dapur.
Chanyeol nyengir lagi. "Panggil Chanyeol saja biar lebih akrab, kau temannya Luhan kan? Wah tidak menyangka kalau kau pandai memasak, aku juga bisa memasak sedikit-sedikit, mau kubantu?"
Kyungsoo mengangguk.
Dan akhirnya dengan skill memasak Chanyeol yang lumayan mereka berdua berhasil menyelesaikan Kimchi Spaghetty dengan lebih cepat.
"Hoi semuanya makanan sudah siap!" Chanyeol berteriak untuk mengumpulkan semua penghuni rumah.
Semuanya sudah berkumpul di meja makan, hanya Kris yang tidak ikut makan, karena kepala sang naga dari galaxy itu sedang agak pusing katanya.
"Taddaaaa, silahkan menikmati Kimchy Spaghetty buatan chef Kyungsoo dan chef Chanyeol" Kata Chanyeol sambil nyengir dan bergaya ala chef terkenal yang membat Jongin merutuk dalam hati. Cemburu mungkin.
"Whoaa kau bisa memasak juga rupanya? Sepertinya enaakk" Luhan berkata sambil mengambil spaghetty dalam jumlah banyak yang langsung kena deathglare dari semuanya, kecuali Sehun.
"Yap, aku kan multitalent iya kan Kyung?" Chanyeol mengedipkan matanya pada Kyungsoo, dan demi kesopanan Kyungsoo mengangguk dan tersenyum kikuk. Hal itu membuat Jongin kehilangan selera makan dan beranjak ke kamarnya tanpa menyentuh spaghetty-nya sama sekali.
Kyungsoo tidak memandang Jongin dan memilih fokus pada makanannya. Suasana menjadi canggung.
"Kenapa sih dia? Padahal biasanya kalau Kyungsoo memasak dia akan berlagak ingin menghabiskan semua makannya" Luhan sama sekali tidak peka pada keadaan. "Ahh aku lupa mereka kan sudah putus yah" Luhan menepuk jidat.
Mendengar perkataan Luhan, Baekhyun dan Kyungsoo sontak menghentikan makan mereka. Sehun menyenggol lengan Luhan. Yang bersangkutan baru merasa kalau dia keceplosan dan langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
Dan akhirnya acara makan pada waktu itu berlangsung dengan canggung, hanya ada suara sendok dan garpu, semua orang takut salah bicara lagi.
.
.
Semenjak hari itu, Kyungsoo dan Chanyeol semakin akrab. Banyak persamaan antara keduanya yang semakin mendekatkan mereka, sebagai teman tentunya. Tetapi ada yang menganggap hubungan mereka lebih dari teman, dan orang itu mengalami panas dalam berkepanjangan alias cemburu buta. Orang itu adalah si hitam manis Kim Jongin, mantan-eh bukan belum jadi mantan-Kyungsoo. Dia akhirnya sampai di titik dimana tidak bisa menahan diri untuk bicara pada Kyungsoo tentang kejelasan hubungan mereka.
"Kyung, aku ingin bicara sebentar" Jongin mendudukkan diri di depan Kyungsoo ketika mereka makan di kantin sekolah. Semua yang duduk satu meja dengan Kyungsoo sontak menyingkirkan diri. Luhan pergi menggandeng Sehun. Minseok menghampiri meja Jongdae, yang kini sendirian karena ditinggal Sehun dan Jongin. Dan Baekhyun? Sebenarnya ingin menghampiri Jongdae juga tapi akhirnya mengalah dan entah pergi kemana.
"Ada apa?" Kyungsoo berkata tanpa memandang Jongin.
"Sebenarnya hubungan kita bagaimana?" Jongin memandang Kyungsoo dan tidak sengaja melihat sebuah cincin di jari Kyungsoo. Sepertinya cincin couple.
Jongin menarik tangan Kyungsoo dan menunjuk cincin itu. "Bisa jelaskan apa ini?"
"Chanyeol yang memberikannya" Kyungsoo melepaskan tangannya dari Jongin.
"Oh jadi begitu. Kau sekarang berpacaran dengannya begitu? Bahkan tanpa memutuskan hubungan denganku kau sudah menjalin hubungan dengan Chanyeol-hyung?" Jongin berkata setengah berteriak.
"Bukan begitu, ini.. cuma cincin persahabatan kok" Kyungsoo menjawab dengan kalem.
"Kyung, aku mohon, jangan seperti ini lagi, aku ingin kita kembali seperti dulu.."
Kyungsoo terdiam.
Jujur dia sebenarnya masih sangat mencintai Jongin. Apalagi semenjak mereka break tidak ada yang menemaninya nonton Pororo lagi. Hey Kyung kenapa itu yang kau pikirkan?
Tapi ia juga merasa takut hatinya tersakiti lagi.
"Baiklah kalau kau belum bisa memberikan jawaban.." Jongin menghela nafas, menunjukkan raut wajah tersedihnya. "Nanti sore aku ada pertunjukan Street Dance, aku harap kau bisa datang. Yah.. paling tidak kau bisa memberiku semangat, untuk yang terakhir kali mungkin.."
Jongin berlalu, meninggalkan Kyungsoo dengan sejuta kebimbangan hatinya.
.
.
Di tempat lain, ada pasangan baru yang sedang asik ber-lovey dovey.
"Sehunnie, ayo tunjukkan gerakan dance nya, nanti aku nilai bagus atau tidak" Luhan tengah duduk di salah satu kursi di ruang dance, bergaya layaknya seorang juri dance profesional.
"Shireo, aku ingin kau terkejut ketika menonton pertunjukan nanti" Sehun menjulurkan lidahnya mengejek Luhan.
Luhan manyun dan berpura-pura marah sambil menyilangkan tangan didepan dadanya. "Terserah kau saja Tuan Oh, aku bisa bertanya pada Jongin atau melihat dia latihan di rumah kok."
Drrt…drrttt…
Ponsel Sehun yang berada di kursi samping Luhan bergetar, tampak di layar ada pesan dari Jongin. Panjang umur anak itu, batin Luhan.
Ketika hendak memberikan handphone pada Sehun tanpa sengaja Luhan melihat foto seorang wanita terpampang dengan cantiknya sebagai wallpaper, dan itu bukan fotonya tentu saja.
"Sehunnie, ini siapa?" Luhan menunjukkan foto dengan tatapan penuh selidik sekaligus penasaran sekaligus cemburu pada Sehunnya.
"Oh, itu cinta pertamaku"
JDERRRRR.
Sehun menjawab dengan sangat enteng dan tanpa dosa. Tapi jawaban itu terdengar seperti petir di siang bolong bagi Luhan. Ribuan pikiran negatif begitu saja terlintas di pikiran Luhan.
Kenapa foto cinta pertamanya yang dipasang disitu? Kenapa bukan fotonya?
Apa Sehun masih belum bisa melupakan orang itu?
Apa jangan-jangan mereka malah masih berhubungan?
DAN KENAPA WAJAHNYA SANGAT CANTIK tapi.. seperti bukan orang Korea?
Luhan sebal.
Sehun bingung menatap Luhan yang tampaknya frustasi.
Dengan gerakan tiba-tiba Luhan melemparkan handphone Sehun ke pemiliknya yang tentu saja menangkapnya dengan gelagapan dan kebingungan kemudian keluar dari ruang dance dengan membanting pintu. Sehun sweatdrop.
"HEH KALAU JALAN LIHAT-LIHAT DONG JANGAN MAIN TABRAK-TABRAK!" Ternyata di depan pintu ada Jongin yang hendak masuk ke ruang dance.
"KAU YANG HARUSNYA LIHAT-LIHAT! KENAPA JALAN MENUNDUK BEGITU SIH!"
Akhirnya kedua bersaudara yang sama-sama sedang badmood itu saling melempar teriakan dan beberapa saat kemudian akhirnya Jongin masuk ruang dance dengan membanting pintu (lagi). Pintu yang malang.
"Hun, si rusa galak kenapa sih? Marah-marah tidak jelas bikin kesal saja!"
Yang ditanya masih shock dan hanya menyodorkan handphone putihnya pada Jongin.
Jongin mengerutkan alisnya tidak paham.
Sehun menghela nafas dan akhirnya menjelaskan kejadian yang baru saja terjadi pada Jongin, tentang kata-kata 'cinta pertama' yang membuat Luhan ngambek.
Jongin langsung tertawa terbahak-bahak sambil memukul-mukul lengan Sehun, kebiasaan Jongin kalau tertawa membuat orang babak belur. Sehun hanya mendengus sebal.
"Aigooo ceritamu benar-benar membuat mood-ku baik lagi HAHAHA rusa bodoh itu cemburu pada Miranda Kerr? Astaga bahkan dia tidak sebanding dengan Miranda Kerr yang cantik, seksiiiii, mempesona-AW! Jangan menjitakku pabbo!" Sehun yang tidak tahan akhirnya menjitak Jongin yang langsung dibalas dengan pukulan keras dari Jongin. Seperti anak SD yang sedang bertengkar saja.
"Hahhh.. aku bermaksud bercanda, tapi ternyata dia tidak tau siapa itu Miranda Kerr dan menyangka dia cinta pertamaku betulan, Astaga" Sehun mengacak rambutnya.
Jongin tergelak lagi.
"Selesaikan masalahmu segera, bung, sebelum semuanya terlambat HAHAHA tahun 2014 tidak tau Miranda Kerr, aduh aku malu menjadi adiknya."
Sehun mendengus.
Sepertinya dia harus segera melakukan sesuatu malam ini.
.
.
.
.
MAAPKEUN KAGAK BISA BIKIN NC SOALNYA MASIH DIBAWAH UMUR SIH *SLAPPED* HAHAHA
REVIEWNYA YAAA YEOROBUUUNN~~~
