"Aku … –" . Jongin menolehkan kepalanya kearah Kyungsoo , mencium setiap bau yang menguar –meskipun Kyungsoo belum mandi- dari tubuh wangi Kyungsoo . "Aku mencintaimu tapi –"kata Kyungsoo tidak terselesaikan , saat Jongin membalikkan tubuhnya secara tiba-tiba
"Apa?"tanya Jongin . Kyungsoo menundukkan kepalanya , memainkan jari-jarinya "Aku merasa ambigu"kata Kyungsoo lirih . Jongin tersenyum pahit mendengar lirihan Kyungsoo , ambigu? Bukankah sudah ada banyak waktu untuk menyingkirkan kata ambigu dari hatimu itu Kyung? . "Kenapa?"tanya Jongin lembut dan tegas "Aku belum percaya sepenuhnya tentang ini tapi percayalah , ini yang selalu aku rasakan saat bersamamu"kata Kyungsoo , mengangkat kepalanya membuatnya bertemu pandang dengan mata hitam Jongin
"Apa yang kau rasakan? Dan kenapa kau memintaku mempercayaimu sedangkan kau saja belum mempercayai itu sepenuhnya?"pertanyaan Jongin seperti sebuah tuntutan telak yang harus ia jawab dengan pasti "Kau tidak pernah mengerti itu , dan kenapa ? karena hatiku yang memintamu untuk itu Jongin"kata Kyungsoo diikuti dengan air mata yang mengalir pelan dari mata bulatnya
"Bagaimana aku bisa mengerti kalau kau saja tak pernah berkata apa yang kau rasakan selama ini Kyungsoo"
..
..
..
Luhan berdiri dibalkon kamarnya sambil sesekali menyesap teh hangat yang dibuat Lay untuk-nya "Luhan ge~?"panggil seseorang sambil mengetuk pelan pintu kamar Luhan "Masuklah , pintunya tidak dikunci"kata Luhan lalu membalikkan badannya lagi seperti semula
"Gege~"panggil Lay manja sambil memeluk Luhan dari belakang . /Dimana detak jantung yang cepat dulu , pergi kemana cinta itu sekarang/ batin Luhan . "Lay bisa kau lepaskan aku ?"tanya Luhan pelan . Lay menurut "Gege sedang apa?"tanya Lay . Luhan menoleh kearahnya "Sedang minum teh buatanmu"kata Luhan sambil mengangkat sedikit cangkir teh-nya
"Gege tahu , aku punya seorang kenalan di China . Dia mempunyai seorang kekasih di Seoul"kata Lay mulai bercerita "Long Distance Relationship eoh?"tanya Luhan lalu meminum teh-nya , Lay menolehkan kepalanya kearah taman belakang rumah Luhan "Ya , begitulah"jawab Lay enteng sambil mengendikkan bahunya
"Tapi gege tahu , temanku itu bertunangan dengan teman gege-nya yang ada di China tanpa sepengetahuan kekasihnya di Seoul"kata Lay dengan menenelan air liurnya berat diakhir katanya . Luhan menolehkan kepalanya kearah Lay "Benarkah?" Lay hanya menggangguk kecil lalu mengarahkan pandangannya kearah bawah , ini sangat tinggi –batin Lay . "Lalu apa yang terjadi?" "Dia berkata akan mengatakan yang sejujurnya setelah ia bertemu seseorang yang ia percayai untuk kekasihnya itu"
"Jadi , dia akan mencari siapa yang mencintai pacarnya itu?"Luhan bertanya dengan mata yang membulat "Ya , begitulah"kata Lay , Luhan menghela nafas "Semoga kita tidak seperti itu"lirih Luhan membulat Lay merasakan jantungnya berdetak lebih cepat "Be-benar , semoga saja"kata Lay lirih diakhir kalimatnya
..
..
..
"Kyungsoo-ya"
Kyungsoo membalikkan badannya , menatap orang yang –meskipun masih dalam tahap meyakinkan itu- dicintainya "Ya?" , "Bisa buatkan aku makanan , aku lapar sekali"keluh Jongin yang sedang duduk diruang tamu "Ya Tuhan Jongin , kau belum makan?!"teriak Kyungsoo lalu berdiri dan berjalan menuju dapur
Jongin berjalan pelan menuju dapur , senyum lembut terukir saat ia melihat Kyungsoo menggunakan apron tengah memasakan sesuatu dengan mulutnya yang tak henti-hentinya mencaci-maki
"Hei , kau bisa membuat makanannya tidak terasa enak kalau kau melakukannya dengan marah dihatimu"kata Jongin menunjuk Kyungsoo sambil tertawa kecil . Kyungsoo hanya mem-pout-kan bibirnya "Kan aku sudah bilang padamu , kau seharusnya membeli makanan saat direstoran tadi"kata Kyungsoo sambil menggoyang-nggoyangkan wajannya
"Saat itu aku sudah kenyang saat melihatmu makan dengan lahap"kata Jongin sambil duduk diatas kursi . "Cih … pembual"kata Kyungsoo setelah sebelumnya memandang mata Jongin jengkel "Hei jangan memandangku seperti itu"kata Jongin "Aku tahu aku tampan Kyungie~"kata Jongin "Kyungie? Kyungsoo bodoh"kata Kyungsoo "Dan satu lagi , siapa yang bilang kau tampan . Bawa sini orang yang mengatakan kau tampan"kata Kyungsoo sambil menunjukkan sendok yang dibawanya kearah Jongin
Jongin berjalan kearah Kyungsoo , lalu memeluk namja manis itu dari belakang . Manisnya bila ia setiap hari memulai pagi dengan perdebatan kecil dengan Kyungsoo dan adanya satu atau dua malaikat kecil buah hati mereka "Kau tahu , ini yang aku inginkan"kata Jongin , Kyungsoo memiringkan kepalanya "Apa maksudmu?"tanya Kyungsoo
"Pagi hari , dimulai dengan perdebatan kecil yang manis"kata Jongin "Apalagi kalau ada satu atau dua malaikat kecil yang menemani pagi kita"lirih Jongin . Kyungsoo tersenyum manis didepannya "Aku ingin sangat ingin melakukannya"kata Kyungsoo sambil mengelus tangan Jongin yang memeluk pinggangnya . Jongin tersenyum senang "Berarti ada jawaban untuk permintaanku tempo hari?"tanya Jongin sambil memeluk Kyungsoo semakin erat . Kyungsoo berpikir , ia harus melakukannya sekarang atau ia akan kehilangan Jongin selamanya "Ya … dan tolong bantu aku , melupakan tentang masa lalu –semuanya"kata Kyungsoo lalu berbalik dan memeluk Jongin erat
"Pasti … aku akan mengubahmu menjadi –Kim Kyungsoo"kata Jongin lirih diakhirnya . Lalu menatap wajah manis Kyungsoo dalam dan mempertemukan bibir nya dengan bibir Kyungsoo . Kyungsoo kaget saat hidung-nya mencium bau –gosong "Kyaa…. Masakanku"teriak Kyungsoo lalu berbalik dan mematikan kompornya
"Ini semua gegara kau"kata Kyungsoo jengkel "Sudahlah cepat ganti bajumu , kita pergi"kata Kai . "Kemana?" "Kerumah orang tuaku"
..
..
..
Luhan tengah duduk dibangku samping pohon sakura –Wish Tree . Sehun mengajaknya bertemu pukul tiga sore . "Ughh … kemana namja itu?"gerutu Luhan sambil melihat arlojinya . Sudah pukul tiga lima puluh enam –empat menit menuju pukul empat "Sudah satu jam , dan dia belum menampakkan batang hidungnya . Cari mati ya dia"kata Luhan . Tiba-tiba ….
..
..
..
Lay sedang berjalan dilantai dua rumah Luhan . Sepi sekali rumah ini –batin Lay . Pikirannya kembali melayang saat ia menceritakan yang sebenarnya –meskipun ia bilang bukan dia- , ia sudah bertunangan dengan seseorang di China dan sebentar lagi namanya akan berubah menjadi Kim Yixing "Ugh .. menyebalkan"kata Lay
"Halo Luhan-ah"kata seseorang yang diyakini Lay adalah Sehun
"…."
"Ya .. bisa tidak nanti kita bertemu di Wish tree?" Wish Tree … ? seperti pernah dengar – batin Lay
"…"
"Baik pukul tiga sore ini"kata Sehun lalu memutuskan line teleponnya . Jam tiga ? sore ini ? . Aku harus mengikutinya , harus –batin Lay lagi
..
..
..
Lay berhenti tepat setelah mobil Sehun berhenti ditepi sebuah padang . Lay menuruni mobilnya "Whoaa…"lirih Lay saat matanya melihat padang ini . Cantik sekali – batin Lay
Lay menghentikan langkahnya saat ia melihat Sehun dan –Luhan , mereka duduk berdua disebuah bangku panjang didepan sebuah pohon sakura yang sedang tidak mekar . Lay tersenyum dalam , ia tahu ada perasaan lain saat ia melihat mata Sehun yang menatap Luhan dalam
..
..
..
Luhan berdiri tiba-tiba saat ada seseorang menepuk pundaknya . Luhan menolehkan kepalanya –Sehun , Luhan mem-pout-kan bibirnya seketika "Hei ada apa?"tanya Sehun lalu duduk disamping Luhan "Tidak , hanya saja Sehunnie~"panggil Luhan . Sehun tersenyum pahit "Ya?!" "Kau tahu kita janjian pukul berapa?" "Pukul tiga" "Dan sekarang?" Sehun membulatkan bibirnya "Mianhae Luhan hyung , aku-aku ada urusan sebelum ini" Luhan menghela nafas "Baiklah , don't repeat it" Sehun hanya menganggukkan kepalanya
"Jadi apa yang akan kau bicarakan?"tanya Luhan . Sehun berdehem sebentar lalu memutar tubuhnya menghadap Luhan . Tersenyum manis lalu menggenggam tangan Luhan , Luhan membulatkan matanya bingung "Ada apa?"tanya Luhan lagi wajahnya menyiratkan rasa takut tapi hatinya –merindukan ini
"Saranghae"kata Sehun lalu membawa bibirnya untuk menyatu kebibir Luhan . Sehun memejamkan matanya begitu juga Luhan –ada sesuatu yang ia rindukan dari semua ini
"Luhan hyung"panggil seseorang yang ternyata adalah Sehun kecil . Luhan menolehkan kepalanya , mata rusanya mengerjap-ngerjap lucu "Ne Sehunie?"jawab Luhan . "Luhannie hyung , kalau Luhannie dan Thehunie nanti thudah bethal , Luhannie mau menikah thama Thehunnie?"tanya Sehun dengan cadel 'S' nya . Luhan menghadap langit biru diatasnya , lalu menggaruk-nggaruk kecil dahinya "Baik , tapi Sehunnie tidak boleh nakal ya sama Luhannie"kata Luhan
Sehun hanya mengangguk lalu mencium bibir Luhan kecil kilat "Yah Sehunnie~"kata Luhan , Sehun terkikik kecil "Mianhae Luhannie~"kata Sehun
Luhan melepaskan tautan mereka secara tiba-tiba , menatap iris coklat Sehun lama lalu secara tiba-tiba memeluk namja jangkung didepannya "Sehunnie , aku merindukanmu"kata Luhan sambil mempererat pelukannya "Aku juga , sangat –sangat merindukanmu"kata Sehun juga
..
..
..
Lay tersenyum lembut meskipun ia akui ada sedikit –atau banyak- rasa menyesal dihatinya . Kenapa ia harus bertemu dengan namja Kim itu dan meninggalkan Luhan . Tapi , Lay tahu itu yang sudah dituliskan untuk mereka . Ini takdir mereka , takdirnya , Sehun dan Luhan
Lay tersenyum miris saat mata hazelnya melihat Sehun yang secara tiba-tiba mencium Luhan dan Luhan tak bereaksi apapun , dan matanya melebar saat melihat Luhan melepasnya tiba-tiba hanya untuk memeluk Sehun erat sambil menangis
..
..
..
"Luhan hyung"panggil Sehun "Ya?!" "Bagimana?" Luhan melepaskan tubuhnya dari Sehun "Apanya yang bagaimana?" Sehun menghela nafas "Luhan hyung , aku mencintaimu . Jeongmal Saranghamnida"kata Sehun lagi sambil menatap lurus kearah mata rusa Luhan
"Maaf"kata Luhan sambil berdiri lalu memunggungi Sehun "Maaf untuk apa?"tanya Sehun "Aku-aku tak bisa , maafkan aku Sehuna"jawab Luhan sambil terisak . Lalu berlari dan meninggalkan Sehun sendiri dipadang dandelion itu
..
..
..
Lay membulatkan matanya sekali lagi saat ia melihat Luhan meninggalkan Sehun begitu saja tanpa ada jawaban apapun , dan langsung masuk kedalam mobil saat melihat Luhan masuk untuk mengendarai mobilnya
Lay mengambil ponselnya "Halo Luhan hyung" "Bisa kita bertemu?" "Yah … di café dekat Mall" lalu Lay memutuskan sambungan teleponnya
..
..
..
Lay datang setelah Luhan menunggu tepat 10 menit disana "Gege , gege kenapa ? ada apa dengan wajahmu?"tanya Lay , Luhan menggeleng "Aku tidak apa-apa"kata Luhan lalu tersenyum kecil kepada Luhan
Lay menggenggam tangan Luhan seketika , Luhan mengankat kepalanya menatap Lay lekat "Terima dia ge!"kata Lay . Luhan hanya memandang tak mengerti "Terima Oh Sehun jadi kekasihmu"
..
..
..
Sehun terduduk lemas dibangku panjang tempatnya bertemu dengan Luhan , tangannya menutupi wajahnya yang kusam . sesekali mengusap wajahnya kasar "Apa yang terjadi padamu hyung"monolog Sehun . "Mana janjimu"kata Sehun "Kau berbohong hyung !"teriak Sehun sambil melempar ponselnya yang membuatnya jatuh dan hancur tak bersisa
..
..
..
Kyungsoo duduk dengan tenang diatas pangkuan Jongin malam ini . Orang tua Jongin tak percaya bahwa Jongin bisa berhubungan dengan anak mantan partner-nya dulu . Malam indah dilalui dua sejoli itu . "Kyungie~"panggil Jongin "Ya?!" "Kau mau berapa anak kalau kita menikah nanti?"tanya Jongin frontal membuat Kyungsoo mau tak mau harus mencubit paha Jongin "Yak jangan mencubitku"kata Jongin
"Jadi?" "Apanya?" "Kau mau berapa Kyung?" "Aku mau dua anak saja"jawab Kyungsoo membuat Jongin tersenyum lembut "Berarti kau mau menjadi ibu dari anak-anakku dan melewati hari-hari bersama sampai mau memisahkan?"tanya Jongin . Kyungsoo tahu , Jongin butuh kepastian sekarang dan Kyungsoo menjawab
..
..
..
Luhan merasa hidupnya benar-benar tak normal hari ini "Tapi , kenapa?"tanya Luhan "Gege aku –"kata Lay sambil menunjukkan kalung berbentuk setengah hati yang digunakannya –kalung pertunangan "K-kau?"tanya Luhan "Ya Ge , aku-aku sudah bertunangan" "Jadi yang kau ceritakan pagi tadi adalah – dirimu sendiri?" "Ya … sebelumnya ge . Maafkan aku sungguh , aku sangat menyesal melakukannya"kata Lay diikuti dengan air matanya yang mengalir
"Tidak-tidak apa-apa , ini sudah terjadi . Jadi siapa lelaki itu?"tanya Luhan tanpa menatap Lay "Dia?" "Namja yang kau pilih"jawab Luhan lirih diakhirnya "Oh Sehun"jawab Lay enteng "Kenapa?" "Karena dia mencintaimu dengan baik dan memperlakukanmu dengan benar"jawab Lay lagi
..
..
..
Sehun menghela nafas berat saat ia melihat rumah masih keadaan gelap , berarti Luhan dan Lay belum pulang . Sehun berjalan pelan menuju rumah besar itu . Dengan langkah berat ia berpikir tentang 'Bagaimana sikap Luhan padanya?'
Lalu membuka pintu besar itu dan masuk kedalamnya dengan langah yang berat dan terkesan –diseret . Berjalan menuju lantai dua dan masuk kedalam kamarnya
..
..
..
"Tapi Lay aku –" "Gege mencintainya , dan aku tahu itu"kata Lay memotong perkataan Luhan . Kenapa ia selalu bisa tahu apa yang sedang terjadi "Jadi aku mohon ge , aku tak akan pergi sebelum gege memberitahu Sehun tentang kebenaran ini"kata Lay lalu pergi meninggalkan Luhan
Luhan berjalan gontai menuju mobilnya lalu mengendarainya kencang menuju kediamannya
..
..
..
Mata Luhan tak menangkap adanya keberadaan mobil Lay dipekarangan rumahnya hanya ada mobilnya dan mobil –Sehun . Luhan merasa jantungnya berdetak lebih –atau sangat- diatas normal . Kaki dan tangannya gemetar ia takut , ia takut Sehun akan –menghapus perasaannya
Luhan membuka pintu kamar Sehun , ia tahu ia lancing masuk kedalam rumah orang tanpa izin dan hanya satu alasan yang bisa membuatnya lancing seperti ini –Cinta . Luhan duduk ditepi ranjang Sehun , mengelus wajah Sehun pelan . Tak terasa setetes air mata keluar dari matanya dan mengenai Sehun , semoga saja Sehun tak terbangun karena hal ini –semoga saja
"Ada apa?"tanya Sehun tiba-tiba membuat Luhan menjingkat dan melepaskan tangannya dari wajah Sehun "Katakan"kata Sehun lembut namun tetap memejamkan matanya "Maafkan aku . Ini-ini yang sejujurnya"kata Luhan , air mata sudah memenuhi wajahnya "Aku mencintaimu Oh Sehun"perkataan Luhan yang terakhir membuat Sehun mau tak mau harus membuka matanya lebar-lebar duduk disamping Luhan memeluknya dan menggumamkan kata 'Jangan menagis' kepada Luhan
"Tatap mataku Xi Luhan"kata Sehun
"Aku mencintaimu"kata Sehun
Luhan menutup matanya "Aku juga sangat mencintaimu Sehuna"kata Luhan lirih . Lalu Sehun membawa bibirnya untuk kembali mengecap rasa manis dari bibir Luhan , hanya menempelkan bibir tak ada lumatan atau apapun , hanya cinta yang terasa disini –Yah hanya Cinta .
'Seseorang itu adalah dirimu hanya kaulah cintaku hatiku tak akan bisa membiarkanmu pergi sebesar itulah aku mencintaimu satu menit satu detik terasa sangat menyakitkan
Seseorang yang muncul meskipun aku memejamkan mata orang itu ada di sampingku meskipun dalam mimpi apakah kau sekalipun tak ingat padaku?Apakah kau sekalipun tak pernah memikirkanku?
Aku merindukanmu, ku mohon
Hal yang bisa kulakukan hanyalah menangis namun aku hanya menunggumu seperti orang bodoh datanglah padaku secepatnya datanglah padaku dengan seperti ini permintaan terakhirku adalah seseorang itu adalah dirimu'
END
End at : 1 September 2013 . 12.36 PM
Page : 60 pages
Word : +12k
…
Kya~ akhirnya END juga . Happy ending yahh~
Makasih buat semua yang review , meskipun kaga sampe 20 orang gak papa kok
Yang penting saya udah menyalurkan hobby saya melalui ini , ada atau tidaknya yang menyukai atau mengikuti itu hak anda
Sekali lagi
Kamsahamnida *bow
Mind To Review?
