NAMANYA LUHAN
Main Cast:
Xi Luhan
Oh Sehun
Kim Jongin
Do Kyungsoo
Other Cast:
EXO Members
.
.
Backsong :
2PM – A.D.T.O.Y
Taeyang – I Need A Girl
(Dengerin lagu ini biar dapet feel-nya hihi^^)
Happy Reading~
.
.
Sehun.
Namja itu terlihat bimbang di arena street dance dimana ia dan Jongin akan tampil sebentar lagi. Pikirannya kalut karena yeojachingu-nya tengah salah paham padanya, sedangkan dia belum sempat meminta maaf atau menjelaskan apapun karena teleponnya sedari tadi tidak diangkat.
"Heh bagaimana? Tidak diangkat juga?" tanya Jongin yang tampak sudah bersiap untuk penampilannya bersama Sehun dan anggota klub dance-nya yang lain.
"Arrghh aku bisa gila kalau begini! Bagaimana aku bisa konsentrasi kalau pikiranku terbagi begini! Dasar wallpaper sialan!" gerutu Sehun.
"Hei hei kau sedang menyalahkan Miranda Kerr?" tanya Jongin keheranan.
"Tentu saja tidak" Sehun berkata sambil mengelus layar ponselnya penuh sayang.
Jongin menatapnya tak percaya. "Dasar gila!"
Para penonton sudah mengerumuni arena jalan yang memang setiap minggunya dijadikan tempat para anak muda yang memiliki kemampuan dance untuk menunjukkan bakatnya. Dan anak-anak dari klub dance sekolah Jongin rutin mengikuti acara itu, walaupun tidak ada hadiah, bayaran atau semacamnya. Hitung-hitung untuk latihan tampil di depan banyak orang, kata mereka.
Jongin tampak mencari-cari seseorang di tengah kerumunan. Wajahnya tampak muram ketika belum menemukan sosok yeoja kecil bermata bulat di tengah hiruk pikuk orang yang menonton.
Aku yakin kau akan datang, Kyung.
Pertunjukan dimulai, diiringi tepuk tangan riuh penonton saat Jongin, Sehun dan ketiga teman dance-nya yang lain membuka show dengan 2PM – A.D.T.O.Y.
Haru jongil ni saenggak ppuniya~
Haru jongil ni saenggak ppuniya~
Para yeoja berteriak histeris, kebanyakan meneriakkan nama Sehun dan Jongin. Pasalnya mereka berdua mengenakan kaus tanpa lengan yang memperlihatkan dengan jelas tubuh berbentuk mereka, apalagi ketika bermandikan peluh.
"SEHUN OPPA SARANGHAE!" teriak seorang yeoja histeris.
Ihh tidak tau malu sekali sih. Batin seorang yeoja ber-hoodie yang berada tepat di samping yeoja yang berteriak histeris tadi.
Tapi memang Sehun sangaat seksi, uggh rugi kalau sampai aku tidak menonton ini gara-gara sedang ngambek. Batinnya lagi.
Yeoja itu berusaha tidak tampil mencolok dengan menutupi mukanya tapi sayangnya ia malah terlihat semakin mencolok karena hoodie yang ia pakai dihiasi dengan tanduk rusa dan berwarna kuning terang.
Dia tak lain tak bukan adalah Kim Luhan, yang tengah menonton namjachingu-nya tetapi terlalu gengsi kalau sampai ketahuan, karena dia sedang marah tentu saja.
All day i think about you. Thats all i do~
All night i think about you. Thats all i do~
Saat part itu tatapan Sehun dan Luhan tidak sengaja bertemu.
Di bagian 'you' Sehun mengarahkan jari telunjuknya ke arah Luhan sambil tersenyum tampan. Para penonton pun spontan menengok ke arah Luhan.
Sial, sial aku ketahuan! Batin Luhan sambil menutupkan hoodie yang dipakainya ke mukanya.
"Hey Lu, kau datang juga?" sapa seseorang yang tiba-tiba berada di samping Luhan dan menepuk bahunya.
"Sssttt jangan panggil-panggil namaku nanti aku ketahuan—" Luhan menepis tangan yang menepuknya ketika sedang asyik menonton namjachingu-nya yang seksi itu.
"—eh ternyata kau Kyung hehehe."
Kyungsoo memutar bola matanya malas. "Memangnya siapa lagi? Dan kau tadi kan juga sudah terlihat oleh Sehun. Kau tidak merasakan tatapan iri di sekelilingmu apa gara-gara dia menunjukmu tadi? Dan lagi, bajumu itu sangat mencolok astaga."
Benar juga, semua yeoja di sekeliling Luhan tampak menatapnya dengan tidak suka.
"Biar saja lah—" kata Luhan cuek.
"—kau kesini mau menonton Jongin ya? Ciee yang baikan" goda Luhan.
"S-siapa yang baikan? A-aku hanya kebetulan lewat, mau ke suatu tempat di dekat sini" Kyungsoo beralasan. Luhan hanya mencibir.
"Dan kau kenapa tidak mau terlihat oleh Sehun?" tanya Kyungsoo heran.
"Aku sedang marah padanya. Karena.. dia.. masih menyimpan foto cinta pertamanya" Luhan berkata lirih.
Kyungsoo membulatkan matanya. "MWOOO? —hmmptt"
Luhan membungkam Kyungsoo secara brutal. "Jangan keras-keras bisa tidak sih!"
"Itu berarti Sehun masih menyukainya Lu, waspadalaaah" Kyungsoo berkata dengan nada sok misterius. Luhan begidik.
"Jelas Sehun masih menyukainya, dia sangat cantik dan bukan orang Korea" kata Luhan sambil manyun. Kyungsoo membulatkan matanya lagi.
Tepat setelah tampil, Sehun sebenarnya ingin segera menghampiri Luhan tetapi dia masih ada penampilan duo bersama Irene, teman satu klub-nya.
Dan ternyata mereka tampil membawakan—
—Troublemaker.
Tentu saja hal itu membuat Luhan membelalakkan matanya dan menggeram kesal. Baru beberapa bulan lalu ia dance Troublemaker bersama Sehun dan sekarang posisinya digantikan dengan yeoja lain? Luhan benar-benar tidak habis pikir.
Kyungsoo berusaha menenangkan Luhan tapi ia tahu betul jika Luhan sudah marah susah untuk meredakannya.
"Errghh aku benar-benar tidak tahan! Ingin sekali aku menjambak rambut setengah pink menjijikannya itu!" kata Luhan dengan gigi bergemeretak menahan marah.
Ketika menjelang akhir lagu Kyungsoo sudah merasa lega karena dia tidak perlu memegangi Luhan yang tampaknya siap memukuli orang kapan saja itu. Tapi kelegaan Kyungsoo tidak bertahan lama karena—
—Irene mencium pipi Sehun pada ending-nya.
Satu Detik.
Dua Detik.
Luhan terdiam.
Tiba-tiba..
"YAA! KAU YEOJA TIDAK TAU MALU! BERANI-BERANINYA MENCIUM NAMJACHINGU ORANG DI DEPAN UMUM!" Luhan maju menyeruak ke depan dan sesuai omongannya tadi, dia menjambak rambut Irene.
"KYAA APA YANG KAU LAKUKAN!" Irene yang dianiaya tidak bisa berbuat banyak karena Luhan yang notabene terkenal tomboy-nya sudah jelas lebih kuat.
"Luhannie, sudahlah, malu dilihat orang!" Sehun akhirnya menghentikan Luhan dengan menarik tangannya.
Tapi Luhan menghempaskan tangan Sehun dengan tatapan tajam. "KAU—"
"—MENYEBALKAN!" teriaknya sambil menunjuk muka Sehun kemudian berlari pergi dari sana.
Sehun mengacak rambutnya frustasi.
"Sehun-ah, ini sakit" Irene bergelayut manja pada Sehun sambil memegangi rambutnya.
"SALAHMU SENDIRI!" jawab Sehun ketus sambil menghempaskan dengan kasar tangan Irene dan berlari menyusul Luhan.
Jongin yang melihat kejadian yang menimpa Sehun tampak gusar. Bukan karena khawatir pada Sehun atau Luhan melainkan pada rencananya yang hampir gagal karena kejadian tadi.
"Lebih baik aku mulai sekarang saja sebelum dia juga ikut pergi" gumam Jongin sambil berjalan ke arah microphone.
"Ehem.. setelah ini ada penampilan solo dariku dan.. aku butuh seorang yeoja untuk menemaniku dance —"
Penonton yang semula memang sudah riuh gara-gara kejadian jambak-menjambak tampak bertambah riuh dan berteriak menominasikan dirinya masing-masing. Jongin mengedarkan pandangannya sejenak mencari sosok Kyungsoo.
"— ehm nona yang memakai baju hitam-hitam disana bisa maju ke depan?" Jongin menunjuk Kyungsoo yang langsung mengeluarkan ekspresi khasnya, membulatkan matanya yang bulat.
Diiringi senyum manis Jongin dan tepuk tangan riuh penonton, Kyungsoo maju ke depan dengan malu-malu. Dia melupakan janjinya dengan seseorang di kafe seberang jalan.
Jongin menjentikkan jarinya, meminta musik dimulai.
(Taeyang – I Need A Girl)
I'm tired of being alone
Sick of being single
I think I need me a girl
I need a girl like~
Jongin sedikit bernyanyi dengan suara beratnya sambil mengedipkan matanya seksi, kemudian menggerakkan tubuhnya mengelilingi Kyungsoo yang hanya diam di tempat.
One that speaks without thinking
Not a little child, but one that will embrace me
Not a girl that plays around sometimes when she's bored
But one that will only love me
Even if she stays still and guys hand her their phone
That kind of girl that will proudly take out and show my picture
Jongin yang memang seorang pro terus meliuk-liukkan badannya sambil memasang smirk khasnya di depan Kyungsoo yang terus menunduk malu karena penonton dari tadi terus menyoraki mereka.
A girl that acts shy, but knows how to be bold
Always pretends to careful of her behavior
But when you're with her
Hmm, y'all know what I'm talking about
Girl, I need a girl, pretty no matter what she does
A pretty body, too
Girl, I need a girl,
I like this kind of girl~
Terakhir,
Jongin berlutut di depan Kyungsoo.
Sambil agak terengah dia mendongak menatap Kyungsoo dan berkata. "Aku minta maaf atas semua kebodohanku. Aku masih sangat mencintaimu—"
"—bisakah.. kita kembali seperti dulu?"
Penonton kembali bersorak heboh.
Kyungsoo terdiam.
Menunduk beberapa saat, tampak berpikir.
Tapi akhirnya,
dia mengangguk sambil malu-malu.
"YEESSS!" teriak Jongin sambil meninju udara.
Dan perayaan kembalinya hubungan Jongin dan Kyungsoo berakhir dengan ciuman manis.
Mereka tidak menyadari ada seorang namja tinggi dengan gitar dipunggungnya yang tengah menatap mereka di antara riuhnya penonton dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Baiklah jika kau lebih memilihnya, Kyung."
Namja itu pun berlalu sambil melepas sebuah cincin di jari manisnya.
.
.
Malam harinya, seorang namja tampak mondar-mandir di kamarnya. Dia adalah Oh Sehun, yang tengah diacuhkan oleh yeojachingu-nya. Tadi dia tidak berhasil mengejar yeoja-nya ketika ia pergi dari arena dance. Dan hingga detik ini sang yeoja, Kim Luhan, masih tidak bisa dihubungi. Semua pesannya pun tidak ada yang dibalas.
"Apa aku ke rumahnya saja ya? Tapi pasti dia tidak mau menemuiku— arrghh kapan aku bisa menjelaskan semuanya kalau begini terus?" Sehun bermonolog.
Akhirnya Sehun mendapat ide untuk melempar kertas berisi pesan yang ia bungkuskan pada batu kecil ke jendela kamar Luhan, yang memang terlihat dari halaman rumahnya.
PLETAK.
"ADAW! SIAPA SIH MALAM-MALAM MAIN LEMPAR BATU SEMBARANGAN KE KAMAR ORANG!"
Itu suara Jongin.
Sehun salah jendela.
"Wah ada suratnya, aku baca ah!" teriak Jongin lagi.
Sialan kau kkamjong, kenapa malah dibaca? Batin Sehun kesal.
Jongin membacakan surat Sehun dengan gaya membaca puisi di jendelanya.
"Kau.. bagaikan mentari yang selalu menyinari setiap hariku—" Jongin berekspresi seolah ingin muntah saat membaca ini.
"—tanpamu hidupku pasti hampa, Lu. MAAFKAN AKU, DAN IZINKAN AKU MENJELASKAN SEMUANYA!" Jongin berkata dengan suara lantang di bagian akhirnya.
Sehun berterima kasih pada Jongin untuk ini, karena Luhan sekarang melongokkan kepalanya lewat jendela.
Dan Kris juga sama.
"HEH APA SIH MALAM-MALAM TERIAK-TERIAK! AKU SEDANG MENGGAMBAR KALAU GAMBARKU JADI JELEK GARA-GARA KAU RIBUT BAGAIMANA?!" teriak Kris pada Jongin.
"Gambarmu kan memang jelek—" Jongin memutar bola matanya malas.
"— sampai sekarang aku masih heran kenapa kau bisa masuk jurusan arsitektur ya?"
Kris hanya men-deathglarenya lalu menutup jendelanya dengan keras.
"Itu dari Sehun?" kali ini Luhan bertanya dengan suara agak serak, sepertinya habis menangis, matanya juga sembab.
"Mungkin, dan kenapa matamu bengkak begitu? Habis berkelahi?" tanya Jongin iseng, padahal ia tahu semuanya.
Luhan malas berdebat, dan mengalihkan pandangan ke arah bawah, saat itulah dia melihat Sehun tengah tersenyum kikuk padanya.
"Baiklah, kalian silahkan selesaikan masalah kalian. Awas jangan sampai main cakar-cakaran atau jambak-menjambak!" sindir Jongin sambil terkekeh.
Luhan melemparkan deathglare pada adik hitamnya itu.
"Ehm, Lu bisakah kau turun sebentar? Aku ingin bicara, kumohon.." ucap Sehun dengan muka memelasnya.
Luhan menghela nafas panjang.
TAP.
Sedetik kemudian dia sudah melompat ke pohon durian, yang sangat memorable karena disanalah dulu dia mengintip Sehun. Dan yeoja manly itu turun melalui pohon durian itu dengan tidak elitnya.
"YA! Bisa tidak sih turun secara normal? Kalau kau jatuh bagaimana?" teriak Sehun shock.
"Tidak akan jatuh, aku kan profesional. Dan kalau jatuh kan ada kau yang menangkapku" kata Luhan enteng sambil menepuk-nepuk bajunya yang agak kotor karena panjat memanjat tadi.
"Lu, aku mau jelaskan—"
"Oke 5 menit dari sekarang."
"Tapi—"
"Dipotong 1 menit kalau protes."
Sehun manyun, lalu menarik nafasnya dalam.
"Oke, pertama—yang menjadi wallpaper ponselku itu Miranda Kerr, dia itu model terkenal dan bukan cinta pertamaku, yah memang cinta pertamaku sih— tapi aku hanya sebatas mengaguminya. Dan masalah Irene tadi itu kan dia yang menciumku astaga aku bahkan tidak melakukan apa-apa kenapa kau harus marah—" Sehun mengatakan semuanya dengan satu tarikan nafas.
"—HAH.. HAH.. HAH.. kau kejam" dan sekarang dia terengah-engah.
Luhan mengerjapkan matanya imut. "Ooh jadi Miranda Kerr itu artis ya? Kok aku tidak tau?"
"MASA CEMBURU SAMA MIRANDA KERR? MAKANYA KALAU BODOH JANGAN KETERLALUAN DONG HAHAHA—" teriak seseorang di atas sana, rupanya Jongin menguping.
"—AW! YAAA! KENAPA SUKANYA MAIN LEMPAR-LEMPAR SIH!" Luhan melemparkan sendal Sehun pada dongsaeng usilnya itu dan tepat sasaran.
"Jadi.. kita baikan kan?" tanya Sehun hati-hati, mengabaikan Jongin yang berteriak-teriak.
Luhan mengulum senyum dan—
—CUP.
Mencium pipi Sehun.
"Itu untuk menghapus bekas yeoja tidak tau malu tadi, dan—"
"—kau harus berjanji jangan dekat-dekat yeoja gila itu lagi!" kata Luhan sambil menyilangkan tangan di depan dadanya.
"Iya janji"
Dan jari kelingking mereka bertautan dengan manisnya.
.
.
.
HAHAHA ABSURD YA? XD
Mohon kritik dan saran ya apabila ada kejanggalan dalam chapter ini, sumpah aku nggak bisa menjelaskan dengan baik yang pas bagian dance nya itu jadi mungkin agak aneh hehehe
Oia makasih banget banget buat yang udah review dan belom sempet dibaless, buat guest juga aku bingung balesnya lewat mana hehe review lagi yaa (kebanyakan omong)
P.S : Itu ceweknya aku pake Irene soalnya sempet sebel pas liat poto Ivy Club Sehun sama Irene ewrrr (malah curhat) XD.
