Daisy and Black Tulip

….

KrisTao and HunTao and Others

This fict was adapted from "Daisy" movie

WARN! THIS IS YAOI FICT!

IF YOU DON'T LIKE IT DON'T READ OR BASH !

..

Happy Reading ..

CHAPTER 1

Yifan mengambil sebuah map di loker yang berisi identitas 'target' selanjutnya. Di taman, Yifan pun membuka map yang telah diambilnya tadi. Ia memperhatikan foto 'target' nya dengan seksama, 'Target' nya kali ini seorang pria yang lumayan garang dengan rambut pirangnya. Dan jangan lupa, ada sebuah tiket bioskop di dalam map itu.

Yifan pun membakar foto 'target' nya itu, dan pergi dari taman itu.

"Senjata Magnum 357 tidak meninggalkan bekas …" Yifan mulai membersihkan senjata kesayangannya.

"Ujung pelurunya juga tidak meninggalkan bekas di sarangnya …" Ia mulai mengisi senjatanya dengan peluru tajamnya.

"Bagi seorang pembunuh, meninggalkan jejak berarti kematian…." Terakhir, ia memasang alat peredam suara di senjatanya.

Setelah menonton bioskop yang membuat dia mengantuk itu, Yifan pun berjalan dengan santai ke sebuah gedung yang terlihat klasik dan di dalamnya didominasi oleh warna emas.

Yifan bersandar di balik tembok ketika seorang yang berpakaian pelayan keluar dari sebuah ruangan. Ketika orang itu sudah menjauh, Yifan pun masuk tanpa mempedulikan tulisan "jiny nez zamestnanci, jsou zakazany od vstupu" yang berarti larangan jika orang lain tidak dapat memasuki ruangan itu.

Yifan dengan perlahan menaiki tangga yang ada dalam ruangan itu. Tatapannya tetap siaga dan waspada. Yifan masuk ke dalam sebuah ruangan dan tatapannya bertemu dengan seorang pria yang merupakan targetnya. Sebelum pria di depannya bergerak, Yifan mengambil senjata di balik jaket hitamnya lalu ia mengeluarkan seringai mematikannya itu seakan mengejek pria didepannya itu.

"DOOORR .." dengan sekali tarikan pelatuk pistolnya, pria yang berada di hadapannya seketika roboh.

Yifan keluar dari ruangan itu dengan langkah yang cuek, makanya tidak ada yang menyangka jika ia adalah pembunuh bayaran yang sangat handal. Setelah sampai di sebuah gedung tua,Yifan langsung dihadang dan diperiksa oleh beberapa pria yang berpakaian serba hitam. Setelah dirasa aman, pria yang memakai serba hitam tadi memperbolehkan Yifan masuk ke dalam sebuah ruangan, yang sepertinya ruangan bos Yifan.

"Selamat datang …" pria tua yang tadi sedang membersihkan senjata kesayangan, langsung memeluk ketika Yifan masuk. " Aku menyesal membuatmu bekerja lagi" lanjutnya dengan muka yang sangat gembira.

"Jika kau mengikuti aturan, hidupmu akan menjadi lebih baik" kata Yifan

"Aishh … lihatlah dirimu seperti bongkahan batu, berat, keras, dan tidak berubah"

"Kau sangat mengetahui diriku"

"Tentu saja .. ! Aku dengar kau memiliki hobi baru belakangan ini. Apa itu ?"

"Aku menanam bunga"

"Menanam bunga ?" pria tua itu memberikan sebuah map yang berisi uang bayaran untuk Yifan. "Aku pikir ada seorang yang kau sukai. Bagi seorang pembunuh, orang yang dicintai sangat berbahaya daripada sebuah senjata, kau harus berhati – hati" lanjut pria itu.

"Jangan khawatir" balas Yifan.

"Lihatlah pistol antik ini, jika kau tidak bisa menjaganya dengan baik maka dia pistol ini akan membunuhmu terlebih dahulu sebelum kau bisa membunuh musuhmu, begitu juga dengan orang yang kau cintai, ambil ini" tawar bos Yifan itu.

Yifan mengambil pistol dari tangan Bosnya dan memeriksa pistol antik tersebut. Saat menarik pelatuknya, ada seorang penjaga yang terlihat waspada. Yifan pun mengembalikan pistol kepada Bosnya dan tersenyum.

"FLOWEERS ….." teriak seorang pria di depan rumah Tao. Tao yang sedang melukis bunga Daisy di kanvas nya segera berlari keluar.

"Haaaii ….." sapa seorang anak kecil.

" Haa.. Haaiii …" balas Tao yang heran melihat anak kecil di depan rumahnya sambil memegang sebuket bunga Daisy.

"This is for you …" ucap si anak kecil sambil memberikan bunga Daisy ke Tao

"Thank …. You. Heyyy waiittt ….. !" teriak Tao pada anak kecil itu. Yahh anak kecil itu berlari setelah menyerahkan bunga Daisy kepada Tao.

Tao melihat di sekitar nya, melihat apakah ada orang misterius yang sering mengirim bunga ke rumahnya ini.

POV TAO

Siapa yang melakukannya ? Orang yang mengirimkan kepadaku bunga setiap sore. Aku mencari arti dari bunga Daisy dan jawabannya adalah cinta yang tersembunyi. Kakekku berpikir, aku ini seperti barang antik karena di usiaku yang ke 24 tahun, aku sama sekali belum pernah berpacaran dan kencan. Tapi aku memiliki seseorang yang aku tunggu ….

Tanpa disadari oleh Tao, ada seseorang yang melihatnya dari tiang listrik seberang jalan dan dia adalah Yifan.

Yifan tersenyum melihat Tao walau cuma dari kejauhan. Setelah puas melihat Tao, Yifan membuang puntung rokoknya dan melanjutkan perjalanannya mencari tempat tinggal di sekitar rumah Tao.

"Ok, this is your keys" kata pemilik apartement sambil menyerahkan kunci pada Yifan.

"Thank you"

"Good, all the best" pamit pemilik apartement

Yifan mengunci pintu apartement nya dan langsung menuju ke jendela kamarnya

POV YIFAN

Aku ingat pertama kali aku melihatnya. Tanggal 15 april. Satu hari setelah aku membunuh seorang laki – laki untuk pertama kalinya.

Flashback~

Yifan menginap di sebuah rumah yang terlihat asri yang menghadap ladang bunga Daisy. Tatapan Yifan selalu tertuju pada sosok seorang pemuda manis yang sedang asyik melukis dan sama sekali tidak menyadari jika Yifan yang memandangnya dengan intens.

Esoknya, Yifan yang baru bangun tidur terkejut saat mendengar suara teriakan dari luar. Ternyata Tao terjatuh ke dalam sungai saat menyebrang dengan mnggunakan sebuah batang pohon. Yifan berlari sekencang – kencangnya, dan melihat Tao yang berusaha bangkit sambil memeluk kanvasnya. Tetapi tas yang berisikan kuasnya hanyut terbawa arus sungai.

Yifan yang melihat itu, tanpa aba – aba berenang ke dalam sungai dan mengambil tas milik Tao, sayang Tao sudah pergi dengan sepedanya.

Setelah itu aku mulai memberikan bunga Daisy kepadanya setiap hari. Karena dia, aku mulai belajar tentang Van Gogh, Monet dan Rembrandt.

Flashback End

Yifan pindah ke apartemen baru agar bisa melihat Tao setiap hari. Tao akan berada di jalan tempat para pelukis jalanan berkumpul dan kebetulan tempat Tao biasa melukis menghadap ke apartement baru Yifan.

DIINGG DIIINGG DIINGG ….

"Okeee, five o'clock coffee time …. !" teriak seorang pelukis jalanan yang sudah tua. "You want some coffee ?" tawar pelukis itu pada Tao

"Yes, please" ucap Tao sambil menodong gelas yang dibawanya

Yifan yang memang sedang memperhatikan Tao dari jendela kamar mengambil sebuah teropong dan melihat pelukis tua menuangkan kopi ke gelas Tao.

Yifan pun mengangkat gelas kopinya, lalu mengarahkan gelasnya ke depan seakan sedang bersulang dengan Tao.

"Is it good ?" tanya pelukis tua pada Tao

"Yes .." jawab Tao sambil tersenyum

Yifan terseyum saat melihat senyuman Tao itu.

Yifan ingin mengenal sosok Tao lebih jauh. Esoknya, Yifan tersenyum saat bersentuhan dengan Tao dengan menyenggolkan punggungnya dengan pelan saat berpapasan di jalan. Sampai di apartement nya, Yifan langsung melukis Tao yang saat itu memakai topi bewarna hijau, dan menghadapkannya pada Tao seakan Yifan ingin meminta pendapat Tao tentang lukisannya itu. Tidak hanya memperhatikan Tao dari atas apartemennya, tetapi ia juga menghabiskan waktunya dengan duduk di sebuah coffee house yan tidak jauh dari tempat Tao melukis.

POV YIFAN

Jika aku berpura – pura seperti dia, aku merasa seperti memiliki jiwa yang baru. Setidaknya sedikit …

Tao yang kecapean, tertidur di kursinya. Yifan yang melihat itu tidak melepaskan pandangannya dari Tao walau dia sendiri juga sangat mengantuk.

Tao pun bangun, dia lalu merentangkan tangannya, kebiasaannya jika baru bangun tidur. Yifan yang sedari tadi hanya duduk juga merentangkan tangannya. Tao pun membereskan alat lukisnya, lalu berjalan pulang. Yifan yang bersandar di jendelanya tersenyum dan melambaikan tangannya seakan Tao melihatnya.

TBC

Maaf lama buat lanjutin ff ini.

Aku gak tau kalau soal ff ini sama dengan ff yang dipakai dengan cast siwon, kyu ama yunho.

Dan kalau ada yang gak suka ama ff ini, gak usah baca .. ! udah aku bilang dari awal

Review ?