Daisy and Black Tulip

….

KrisTao and HunTao and Others

This fict was adapted from "Daisy" movie

WARN! THIS IS YAOI FICT!

IF YOU DON'T LIKE IT DON'T READ OR BASH !

..

Happy Reading ..

CHAPTER 3

POV TAO

Mengapa ia mengirim bunga tetapi tidak pernah menunjukkan dirinya ?

Esoknya, tepat disaat Tao sedang menikmati segelas kopi, seseorang tanpa sengaja mendekatinya dan duduk di kursi yang disediakan Tao untuk pelanggan yang ingin dilukisnya. Tidak seperti pelanggan – pelanggannya yang lain, kali ini Tao merasa aneh dengan pelanggannya kali ini karena ia membawa sepot bunga Daisy. Dan dia adalah Oh Sehun ..

"How much ?" tanya Sehun terlihat waspada

"30 euro" jawab Tao

"ok" Sehun menyilangkan kakinya, siap untuk dilukis

"Can you pay first ?" tanya Tao

"No problem" jawab Sehun sambil memberikan uangnya kepada Tao

Tao pun akhirnya melukis pria dihadapannya itu, tetapi matanya selalu melihat bunga Daisy yang diletakkan oleh Sehun dibawah kakinya.

Belum selesai Tao melukis, Sehun mengatakan harus pergi. Tao tentu saja terkejut karena lukisannya sudah hampir selesai.

"Sorry, but I have to go. Oke ?" ujar Sehun buru – buru.

"Oh, tapi aku belum selesai .." tanpa sengaja Tao berbicara Korea

"Ah ! Kamu orang Korea ?" Sehun yang sudah ingin pergi, kembali bertanya pada Tao

"Nde" jawab Tao sambil tersenyum

Sehun terlihat berpikir "Apakah kamu berada di sini besok ?" tanya Sehun

Tao menganguk. Sehun melihat kearah sebuah jalan lorong sempit "Aku akan datang besok pada waktu yang sama. Kamu dapat melanjutkan lukisanmu itu. Ok ?" tawar Sehun

Belum selesai Tao menjawab, Sehun berlari meninggalkannya, tetapi Sehun sempat berbalik, memberikan senyumnya kepada Tao. Tao terus memandangi sosok Sehun yang mulai menjauh dan memungut bunga Daisy yang dilupakan oleh Sehun.

Malam harinya, dengan daya ingatannya yang kuat, Tao menyelesaikan lukisan Sehun.

..

.

Keesokan harinya, Tao sedang melukis seorang anak dengan rambut merah yang keriting dan anak itu terlihat sangat bosan karena ia harus diam di kursinya sampai Tao selesai melukisnya.

"You want some lollipop ?" tawar Tao pada pelanggan kecilnya itu. Tao pun tertawa melihat perubahan wajah yang sangat drastis sesudah mendapatkan lollipop darinya.

Tiba – tiba ada Sehun muncul dibelakang anak itu dan tersenyum kepadanya. Tao pun membalas seyum Sehun dan berusaha secepat mungkin menyelesaikan lukisan anak yang ada di hadapannya.

"Mianhae, aku menumpahkan kopi di lukisanmu yang sebelumnya" sesal Tao sambil mengambil kertas baru, berniat melukis ulang Sehun. "Aku akan memulainya lagi" lanjutnya

"Oh, oke, tak apa. Kau bisa membuatnya ulang" jawab Sehun dan pandangannya mulai teralihkan pada arah belakang tempat Tao duduk.

Tao pun mulai melukis ulang wajah Sehun, tetapi melihat mata Sehun yang selalu fokus kearah belakangnya membuat Tao kesal karena lukisannya menadi kacau.

"Hello ?" panggil Tao

"…"

Tao memutar matanya dengan malas, lalu berdiri dari kursinya dan menegur Sehun dengan menyentuhkan jari telunjuknya pada wajah Sehun.

"Mian, kau harus melihat ke arahku jika ingin dilukis"

"oh, mian-mianhae" kaget Sehun

Sementara itu, dari atas apartemen, Yifan terlihat marah melihat Sehun mendekati Tao. Yifan yang memang seorang pembunuh bayaran mengambil senapan laras panjangnya dan membidiknya ke kepala Sehun.

Beberapa menit berlalu, Tao yang sedang melukis tertawa setiap kali melihat wajah Sehun. Sehun yang pertama heran melihat Tao tertawa, akhirnya ikut tertawa tanpa tau akibat Tao tertawa seperti itu (agak sedikit gila memang, tapi namanya cogan gak apa-apa lah).

Nafas Yifan semakin memburu melihat Tao dan Sehun tertawa bersama. Yifan yang sedari tadi sudah membidik kepala Sehun mengaktifkan kunci senapan laras panjangnya.

"Aigoo, sepertinya aku harus pergi sekarang" seperti hari sebelumnya, Sehun kembali mengatakan harus pergi.

"Sebenarnya, aku sudah selesai" Tao memberikan tanda tangannya pada hasil lukisannya.

"Woah, kau sangat cepat melukisku" kagum Sehun.

"aku bisa melakukannya lebih cepat lagi" pamer Tao

"I know" jawab Sehun sambil melihat lukisan wajahnya

Tao yang melihat Sehun yang terus menatap hasil lukisannya takut jika pelanggannya ini tidak menyukainya.

"Jika kamu tidak menyukainya, aku bisa melakukan hal yang lain …" tanya Tao ingin mengambil lukisannya kembali.

Sehun refleks melipat kertas lukisannya itu "Bagaimana kalau aku datang lagi minggu depan ? Tapi minggu depan, aku ingin dilukis seperti itu .." tanya Sehun menunjuk contoh lukisan yang memakai cat minyak.

Tao menganguk

"Oke, annyeong" pamit Sehun

"Chakkaman, ada sesuatu di wajahmu" Tao membersihkan noda kuas di wajah Sehun waktu menegurnya tadi.

POV YIFAN

Siapa laki – laki itu ? Siapa dia ? Siapa dia yang bisa membuatnya tersenyum ?

Yifan yang sudah sangat emosi, membawa jari telunjuknya kearah pelatuk senjatanya, bersiap ingin menembak kepala Sehun.

Sehun pun berlari pergi setelah mengucapkan terima kasih pada Tao yang terus memandangnya yang mulai menjauh, sementara Yifan perlahan – lahan menurunkan senjatanya.

Seminggu kemudian

Tao yang sedari duduk menunggu Sehun datang, harus mencari tempat berteduh ketika hujan tiba – tiba turun dengan deras. Sementara Yifan, seorang yang tidak pernah tidak memandangi Tao segera memakai mantelnya.

Tao memandangi kuas dan cat lukis yang lupa diambilnya yang terkena derasnya air hujan

POV TAO

Hujan turun dengan deras dan dia tidak akan datang, mungkin jika tidak hujan, mungkin aku sekarang sudah duduk disana dan menunggunya ..

Di seberang jalan, terlihat Sehun yang menggunakan payung dan memandangi Tao. Tanpa disadari Sehun,disampingnya ada sosok yang menggunakan mantel hitam. Sama sepertinya, dia juga memandangi Tao. Dan dia adalah Wu Yifan ..

Setelah puas memandangi Tao, Yifan memasuki sebuah lorong sempit. Sehun yang curiga melihat pria menggunakan mantel hitam,berlari mengejarnya. Namun sayang, Sehun sudah kehilangan jejaknya. Yifan yang sudah menyadari jika ada seseorang mengikutinya ternyata bersembunyi di balik tembok langsung memukul belakang kepala Sehun yang membuat Sehun pingsan.

Yifan pun mengambil uang di dompet Sehun, dan memeriksa kartu namanya.

"Oh Sehun, seorang Interpol …"

TBC

Maaf lama buat lanjutin ff ini.

Aku gak tau ff yang WonKyu Ver. Ada yang niat kasih tau judulnya apa ?

Review ?