Daisy and Black Tulip
….
KrisTao and HunTao and Others
This fict was adapted from "Daisy" movie
WARN! THIS IS YAOI FICT!
IF YOU DON'T LIKE IT DON'T READ OR BASH !
..
Happy Reading ..
"Oh Sehun, seorang Interpol …"
…..
…
..
.
Tao berjalan mondar – mandir, menunggu Sehun yang sama sekali belum ada tanda – tanda akan datang. Karena kelamaan menunggu, Tao pun tertidur di kursinya.
"Ekheem" Sehun berdehem di dekat Tao. Tao sontak terbangun dan terkejut melihat Sehun dibelakangnya.
"Bagaimana kabarmu ?" tanya Sehun
Tao menundukkan kepala pertanda salam, tapi ketika menunduk Tao terkejut melihat tangan Sehun yang dibalut dengan perban.
"Oh .. i- ini hanya keseleo, ini akan baik – baik saja dalam beberapa hari" ujar Sehun yang melihat mata Tao tertuju kearah tangannya.
"Apa yang terjadi ?" tanya Tao yang masih penasaran
"Hujan begitu deras kemarin, dan aku terpeleset kemarin. Ahh apakah kau menunggu lama kemarin ?" tanya Sehun mengalihkan perhatian Tao
"Huh ? A-aniyo. Aku tidak … Maksudku hanya sebentar" gagap Tao
"Bagus, aku tak ingin kau harus menungguku di tengah hujan" ucap Sehun yang sudah tau jika Tao menunggunya lama kemarin.
"Aku tau .. ahh, bisakah kita mulai ?" Tao mempersilahkan Sehun untuk duduk di kursi
"Mulai apa ?" tanya Sehun bingung
"Lukisan Minyak, bukankah kau bilang ingin dilukis memakai lukisan minyak ?" tanya Tao
"Ohh, ya. Kau benar" ingat Sehun
Sehun pun duduk di kursi pelanggan. Dan dia hanya bergaya seperti patung. Tangannya berada di kedua pahanya, badannya tegap, tetapi wajahnya yang tanpa ekspresi.
"Kau ingin dilukis seperti itu ?" sindir Tao
"Ohh, terserah kau saja" jawab Sehun "Apakah kau suka pose ini ?" lanjut Sehun sambil berpose dengan jari telunjuk dan jempol berada di dagunya.
"Atau .. bagaimana dengan ini ?" tanya Sehun sambil berpose ala petinju handal.
Tao hanya diam, konsentrasi dengan lukisannya.
-10 menit kemudian-
"Bagaimana hasilnya ?" Sehun berjalan mendekati Tao untuk melihat lukisannya. "Woaah, aku akui ternyata lukisanmu lebih bagus daripada lukisanku" kagum Sehun.
Tao hanya tersenyum mendengar pujian Sehun untuknya
"Aku suka menghabiskan waktu bersamanya .."
…
..
.
"FLOWEEERRSS … !" teriak suara lelaki misterius
Tepat pukul 04.15, seseorang lagi – lagi mengirimkan sebuket bunga Daisy padanya. Tao yang mendengar suara itu dari dalam rumah berlari sekencang – kencangnya da terkejut saat melihat Sehun berdiri di depan rumahnya dan tersenyum padanya.
"Ini" ucap Sehun dan memberikan bunga Daisy yang tergeletak di depan pintu kepada Tao.
Tao pun menyangka jika pria misterius yang selama ini selalu mengirimkannya bunga Daisy adalah Oh Sehun.
"Bisakah aku masuk ?" tanya Sehun mengagetkan Tao dari lamunannya
"Si-silahkan" gugup Tao
"Bagaimana kau tahu aku tinggal disini ?" tanya Tao ketika Sehun melihat foto pigura yang dijual oleh Tao
"Hmm …" Sehun terlihat berpikir "Aku tahu semuanya" lanjut Sehun sambil tertawa. "Aku ingin membeli ini, berapa harganya ?" tanya Sehun sambil menunjuk salah satu pigura.
"Tidak, ambil saja, anggap sebagai hadiah dariku" ujar Tao
"Oke, bagaimana kalau kita bertukar ? aku mengambil pigura ini dan kau mengambil kimchi ini ? aku yakin kau susah mencari penjual kimchi disekitar sini. Jangan khawatir dengan rasanya, kimchi buatanku sangat enak" tawar Sehun sambil mengambil kantongan yang tadi dibawanya
Tao tersenyum dan menyetujui usul Sehun.
Tao pun mengajak Sehun ke ruang lukisnya.
"Apakah kau yang melukis semua ini sendiri ?" tanya Sehun
"Nde" jawab Tao sambil menuangkan kopi ke gelas. "Ini kopi mu" lanjutnya
Tao pun menaruh gelas kopi ke meja yang dipenuhi oleh banyak kertas kanvas. Sehun menghampiri Tao, dan terkejut melihat lukisannya ada di atas meja Tao
"Aku kira kau menumpahkan kopi ke lukisan ini" heran Sehun melihat lukisannya yang tergeletak di meja
"Itu bukan kau" jawab Tao sambil berusaha merebut lukisannya dari Sehun
"It's funny, aku berani bersumpah lukisanmu ini adalah wajahku" kekeh Sehun melihat sikap Tao
Sehun pun melihat ke lukisan Tao yang lain, dan perhatiannya tertuju pada sebuah lukisan dengan pemandangan bunga Daisy.
"Dimana ini ?" tanya Sehun
Tao melihat kearah Sehun dan lukisannya secara bergantian, ragu untuk menceritakan pengalamannya dengan lukisannya itu.
"Pada musim semi waktu itu, aku pergi ke padang yang dipenuhi oleh bunga Daisy. Tetapi jika aku ingin ke padang itu, aku harus menyeberangi sebuah jembatan yang hanya terbuat dari sebuah batang pohon kecil saja. Dan akhirnya aku mencoba untuk menyeberangi jembatan itu, tapi sayang aku terjatuh …" sedih Tao
"Setelah jatuh aku terlalu takut untuk menyeberangi jembatan pohon itu jadi aku mengambil jalan memutar. Tetapi kemudian aku melihat seorang pria memperbaiki jembatan itu, aku merasa ada dia sengaja membuatkan jembatan itu padaku. Kemudian aku membuat lukisan Daisy dan menaruhnya di jembatan itu sebagai ucapan terima kasih. Keesokannya lukisan ku telah hilang dan aku menemukan tas kuasku yang ditaruh di tempat yang sama dengan tempat dimana aku menaruh lukisanku. Setelah itu, seseorang mulai mengirimkanku bunga Daisy" lanjut Tao
"Aku melihat ke luar jendela dan berharap bisa melihat siapa pengirim bunga Daisy itu, tetapi tidak ada seorang pun disana. Jadi aku hanya melukisnya sebagai bayangan" ucap Tao memperlihatkan lukisan seseorang tetapi wajahnya tidak terlihat, seperti bayangan
"Aku telah menunggunya dan kurasa aku sudah menemukannya" ucap Tao samba tersenyum kearah Sehun
Sehun pun terkejut mengetahui jika Tao beranggapan pria misterius yang selalu mengiriminya bunga Daisy adalah dirinya. Sehun pun diam sambil memperhatikan Tao dari samping.
Lalu Sehun memegang tangan Tao lalu menariknya dalam pelukannya. Tao yang awalnya terkejut akhirnya tersenyum di pelukan Sehun.
POV SEHUN
"Aku tidak bisa mengatakan padanya kalau orang itu bukan aku. Daripada aku berbohong atau mengatakan hal yang sebenarnya … Aku lebih memilih untuk diam"
TBC
Maaf lama buat lanjutin ff ini, banyak tugas soalnya
Niatnya udah pengen munculin si Yifan di chapter ini, tapi untuk the next chapter ajha
Review ?
Next chapter
"Dia tampak begitu sedih, jadi aku tidak bisa lagi tinggal di belakangnya dan hanya bersembunyi saja sebagai pria misterius"
"Aku bersamanya sekarang, disampingnya. Dan aku membawanya pulang bersamaku"
