Part 3
-The tattoos-
*shower*
air hangat itu membasahi dari rambut hingga kakiku.. Aku tertunduk sambil membasahi kepalaku dengan air tersebut..
"Rumah itu nyata.. Wanita itu nyata.. Sosok ibu dan anak itu nyata.. Berarti. . . . Yuu. . . Juga . . ."
Dengan cepat ku mengambil handuk dan memakai bajuku..
"Miku! Mikuuu~" kataku..
"Sebentar Rei. . ." Jawabnya..
Karena tidak sabar menunggu, aku melanjutkan pembicaraanku..
"Kamu ingat soal rumah tua yang ada di dalam mimpiku kan?"
Miku berjalan menuruni tangga sampai berada di depanku..
"Rei. . . Untuk kesekian kalinya akan kukatakan. ."
"Lihat ini. . . Kemarin malam aku bermimpi di rumah itu dan mendapatkan 2 kertas ini. . Lihat ini.. ."
Aku dapat melihat wajah miku yang kebingungan..
"Aku tahu kamu pasti kebingungan, namun aku ingin kamu mencari tahu tentang passport ini.. Cek ID pass nya beserta namanya. . Dan kabari aku kalau kmu menemukan sesuatu. ."
"Siap bos!" Kata miku smbil tersenyum manis. . .
"Oke aku mau ke atas sbentar" kataku
Aku terduduk di atas ranjangku.. Kunyalakan komputerku dan mulai mencari informasi tentang rumah itu..
"Rumah tua terbakar, tidak. . . Rumah kuil tua ambruk, tidak . . . Hmm. . Pasti ada yang relevan dengan rumah itu.." Kataku sambil mengusap kepalaku
Aku mencoba mencari lagi dan lagi. . . Aku mencari tentang kuil di dalam rumah. . Sosok ibu dan anak yang ditinggal ayah. . . Sampai wanita penuh tato tersebut. .
Hingga aku menemukan sebuah link suggestion "Pendeta bertato" namun sesaat aku mengekliknya, ternyata membawaku ke link gambar..
Aku melihat lihat isi link tersebut. . .
"Kenapa isinya pria kekar dan bertato semua?" Pikirku bingung
Namun akhirnya perhatianku terfokus kepada sebuah foto kecil dengan latar warna hitam putih bergambarkan seorang gadis kecil berkimono putih dan bawahan biru tua, yang membawa sebuah lentera...
Aku mencoba mencari sumber foto gadis kecil itu, dan akhirnya aku sampai pada sebuah artikel kuno yang berjudul.. "The manor of sleep" sebuah cerita legenda tua...
Aku membungkukkan badanku, tertarik oleh judul tersebut. . . Mataku bergerak mengikuti paragraf2 bacaan tersebut.
"Rumah yang ditinggali sebuah keluarga bernama Kuze. . . Habis terbakar, semua anggota keluarga meninggal. ."
Konon katanya, rumah dan keluarga itu telah terkutuk akibat ritual gelap yang mereka lakukan. . .
"Hmm. . . Lalu apa hubungannya dengan Yuu?" Pikirku
kutukan itu terus berlanjut, meskipun rumah itu sudah tidak ada, namun beberapa orang sempat mengaku berada di rumah tua itu. . .
Namun, setiap orang yang mengaku pernah bermimpi masuk ke dalam rumah itu selalu meninggal secara mengenaskan dengan tubuh yang dipenuhi tinta hitam . .
"Tinta hitam? Meninggal? Bermimpi?"
*cring*
"aaaaargh!" Jeritku bersamaan dengan rasa sakit di pundakku..
Tato di tubuhku muncul kembali.. Kali ini sedikit menyebar ke arah lengan. . .
"Mikuu! Aaaargh! Tolong!" Teriakku sambil menahan sakit. . .
tiba tiba suara aneh muncul di dalam pikiranku..
"Saatnya.. Kembali. . . Priest. . . Kutukanmu. . . Sudah mulai. . . Menyebar"
"Aaarggh!" Jeritku semakin keras
Aku mencoba berdiri, namun rasa sakit itu semakin menjadi jadi, akhirnya sampai membuatku terjatuh ke kasur. . .
*cring* *cring*
"uumh.." Kataku sambil meraba keningku. . .
Belum sempat kusadarkan diri, suara aneh itu muncul kembali..
"Kutukan. . . Menyebar. . . Ritual. . . Harus dijalankan. ."
Tato di tubuhku muncul, namun aku tidak merasakan sakitnya lagi. . .
Akhirnya aku dapat melihat jelas, tato itu bergambar mirip ular, dengan hiasan abstrak di sekitarnya. . .
"Kutukan? Tato ini? Kutukan?" Kataku. . .
Aku melihat gerbang besar rumah tua itu. . .
"Kalian Mau apa?! Kenapa harus aku? Kenapa?" Teriakku...
Aku menjatuhkan diriku di antara tanah bersalju tersebut. . . aku kembali menangis. . .
Suara aneh itu tidak muncul kembali. . . Aku terus berpikir, apa hubungan dengan aku dan Yuu? Kenapa harus aku?
To be continue part 4
"The Lullaby"
