The Call OF The Tattoos | Abi - Syafitri

-To Be A KUZE-

"apa ini?" kataku sambil secara perlahan mengambil benda di tengah bercak. . tubuh kei. .

"anting?" pikirku

Aku berpikir pasti semua kertas kertas yang ada di dekat kei ini berguna dan mungkin dapat membantuku memberitahu apa yang terjadi pada kei. Aku membaca semua tentang ritual tersebut, tentang bagaimana cara melengkapi ritual reika yang gagal.

"paku. . reika membutuhkan satu paku lagi. ." kataku perlahan.

"ti. . dak. ."

Aku tersentak, sebuah suara seperti anak kecil muncul di pikiranku. Aku mencoba mencari dari mana sumber suara itu berasal, namun belum sempat aku memalingkan muka, aku melihat pendeta kecil itu lagi. Kali ini berdiri didepanku.

"ohayou. . gozaimasu (selamat pagi). . reika san" katanya

"s. selamat pagi. . " kataku perlahan

Anak kecil itu adalah amane, pendeta kecil dengan rambut yang terikat pigtail 2 di belakangnya. Amane menunjukkan jarinya ke buku yuu.

"ritual. . reika san. . gagal. . bukan karena itu" katanya

Aku memandangi amane dengan wajah yang kebingungan.

"t. . tolong beritahu aku. . tolong. .aku ingin menghentikan kegilaan reika, sebelum ada korban lagi yang terjatuh" kataku

"reika. . san. . tidak bersalah. ." kata amane sambil menundukkan kepalanya

"huh? A. .apa katamu? Dia sudah memberikanku tato itu. . Yuu. . lalu miku. .dan kei. ." kataku pada amane

"ti. .dak. . reika san. . ingin kamu membantunya. ." kata amane sambil menggelengkan kepalanya.

"b. bantu?" tanyaku

"semua itu. . akibat master yashuu. .hiks. ." kata amane sambil mulai meneteskan air mata.

"y. .yashuu katamu?"

"r. rei san. . sudah waktunya. . master yashuu memerintahkanku untuk menjemputmu. ." kata amane

"w. waktu? Waktu apa?"

Belum sempat amane menjawab pertanyaanku, dia sudah menggenggam tanganku.

*cring* *cring*

"haah. .hah. . " kataku sambil terkejut

"reika? Reika chan?"

Aku membalikkan pandanganku . .aku melihat seorang lelaki setengah tua sedang memandangiku dari atas.

"apakah sudah puas mengumpulkan bunganya?" katanya sambil tersenyum.

"i. . iya. ."kataku

Astaga! Suaraku berubah seketika. . seperti suara seorang anka kecil.

"hm? Ada yang aneh? Sudahlah ayo kita pulang, adikmu sendirian di rumah bisa berbahaya kalau dia mengamuk." Kata pria itu.

Aku tidak berkata apa apa sambil mulai melangkah mengikuti pria itu. Serangkaian bunga yang tadinya aku genggam, terjatuh akibat aku memperhatikan tanganku. Kulitku terlihat putih pucat, dan rambutku tampak lebih panjang dari yang kumiliki.

"a. . aku adalah reika?" pikirku

Kami sampai di sebuah rumah kecil yang tersusun dari kayu dan dedaunan besar sebagai atapnya.

"reika! Ayah!"

Alangkah kagetnya aku ketika merasakan seorang anak kecil yang lebih pendek dariku memelukku dan pria itu.

"haha toshie. . sudahlah. . kakakmu sedang kecapekan. . nanti saja bermainnya." Kata pria itu

"ayah? Kakak? A. .apakah ini keluarga reika?" pikirku

*cring*

Tiba tiba semua pemandangan itu berubah. Tampak seperti malam hari. Aku mencoba bangkit dari kasurku, tanpa kusadari tubuhku tampak semakin tinggi dan rambutku menjadi sangat panjang.

"kami ingin mencari reika yukishiro. . tolong jangan halangi kami pak yukishiro. ."

Aku mendengar suara seperti suara ayah reika dan suara seorang pria yang tak kukenal. Aku berusaha mengintip dari celah lubang di kamarku. Itu adalah para pendeta kuil, beserta pria berbaju putih dengan topeng, persis seperti ketua pembangun kuil di rumah tua itu.

"tidak. . aku tidak akan memberikan reika sebagai tumbal. .pergi, cari saja wanita lain untuk jadi tumbal keluarga kalian" kata ayahku

"hmph. . nampaknya kamu ingin master yashuu sendiri yang mengambilnya darimu, baiklah. . permintaanmu kami kabulkan. ."

Setelah berbincang bincang beberapa saat, pria pria itu pergi meninggalkan rumah reika. Karena takut ketahuan oleh ayah kalau aku mendengar semua itu, aku segera berlari kembali ke kamarku dan ber pura pura tidur.

*cring*

Semua pemandangan itu kembali berubah. Menjadi sebuah padang rumput yang dipenuhi berbagai macam semak dan bunga bunga di sekitarnya.

"hah? d. . dimana aku?" pikirku

Aku melihat di tanganku sudah terdapat seikat rangkaian bunga . . aku berpikir mungkin reika membuatnya untuk diberikan ke ayahnya, aku memutuskan untuk kembali ke rumah.

Sesaat setelah aku membalikkan tubuhku, aku mleihat gumpalan asap hitam naik ke langit.

"i. .itu. . dari arah desa. . tempat tinngal reika. ." kataku

Aku segera berlari menuju tempat darimana asap itu berasal. Semakin dekat aku berlari, suara suara teriakan, dan pantulan besi dimana mana mulai terdengar. Aku terus berlari, hingga pada akhirnya aku sampai di pinggir desa, dan memang benar, desa itu sedang diserang.

"a. .ayah!"

Suara reika terdengar di kepalaku, dan seketika tubuhku bergerak dengan sendirinya dan berlari menuju arah rumah reika.

"a. .apa apaan ini? Aku tidak dapat mengontrol tubuhku. ." pikirku

Dimana mana aku melihat mayat bertebaran, darah, dan berbagai peralatan perang yang penuh darah.

"a. .ayah!"

Suara itu kembali terdengar di kepalaku, seiring dengan langkah kakiku, aku akhirnya menemukan ayahku. . bersama sama dengan para pendeta dan yashuu.

"yashuu. .hmph. ." pikirku dalam hati

"a. .ayah!"

Reika berteriak sambil berlari menuju arah ayahnya. Namun para pendeta dengan cepat menangkap tangan reika. reika terus memanggil manggil ayahnya yang terduduk dengan wajah tertunduk ke bawah.

"aah. . ini dia. . gadis dalam ramalan. ." kata yashuu

"lepaskan ayahku!" kata reika

"master yukishiro. . anakmu memanggilmu. ." kata yashuu sambil tertawa kecil.

Secara perlahan, ayah reika mulai mengangkat kepalanya, dan menunjukkan wajah yang penuh dengan luka dan darah.

"re. .i. ka. ." katanya perlahan

"ayah!" teriak reika. .

Yashuu memerintahkan pada para pendeta untuk melepaskan reika, dan tanpa menunggu lama lagi, reika langsung memeluk ayahnya.

"ayah! Apa yang terjadi?"

"reika. . dengarkan ayah. ."

"tidak! Beritahu reika . . apa yang terjadi disini?" kata reika sambil menangis

"rei. . ka. . desa ini. . tidak aman lagi. . ayah ingin kamu. . ikut bersama para pendeta ini. . uhuk. . kamu akan aman disana. ."

"h. huh? Tidak aman? T. tapi aku ingin bersama ayah. ." kata reika sambil tetap memeluk leher ayahnya

"a. .ayah akan menyusulmu. . bersama toshie. .uhuk"

Ayah reika menutup mulutnya ketika mulai memuntahkan darah.

"a. ayah tidak apa apa? Hiks. ."

"ayah janji. . kita akan bertemu lagi. . kita bertiga. . di seberang nanti. ."

"h. hah? a. .apa maksud ayah?"

"a. .ayah akan sangat bangga padamu. . apabila kamu dapat mencari ayah dan toshie . . di seberang. . nanti. .uhuk"

Ayah reika kemudian mendorong reika menuju ke pelukan yashuu.

"e. ekh! A. ayah. . tidak. . aku ingin bersama ayah" teriak reika

"semoga. . para Dewa selalu memberkatimu. . master Kuze" kata ayahnya dengan tatapan tajam pada Yashuu

"fufu. . . tentu saja. . master yukishiro. ." kata yashuu sambil memeluk tubuh kecil reika.

Yashuu memerintahkan 2 orang pendeta untuk membawa reika kembali ke Kuil Kuze yang letaknya tidak terlalu jauh dari desa itu.

Reika terus memikirkan apa kata ayahnya tentang dunia seberang, sampai ia tidak dapat berkata apa apa. Beberapa jam kemudian, akhirnya aku atau tepatnya reika, sampai di sebuah kuil yang sangat besar. Sudah kuduga, tempat itu ialah rumah mimpi, persis dengan rumah mimpi yang selalu kudatangi setiap malam.

*cring*

Tiba tiba aku merasa sudah berada di sebuah ruangan yang besar dengan berbagai macam kertas berisikan mantra semacam jimat di semua tembok dan jendelanya. Yashuu dan 2 orang pendeta telah terduduk di depanku.

"reika. . ."

"m. master yashuu" kataku sambil secara otomatis membungkukkan badanku untuk menghormatinya.

"sudah berkisar 3 tahun semenjak kamu meninggalkan desamu dan bergabung bersama kami disini. . . tak disangka juga umurmu yang sudah menginjak 17 tahun." Kata yashuu

"hmph. . ayahku. . dan diriku sendiri. . pasti sangat berterima kasih. . atas semua yang master berikan. . tempat berlindung, makanan, pakaian, semuanya. . aku mewakili keluargaku mengucapkan banyak terima kasih" kata reika

"hah? apa apaan ini? Sudah jelas yashuu lah yang menyerang desamu reika!" pikirku dalam hati

Yashuu kemudian memberikan sebuah kertas kepada reika yang bertuliskan semacam pohon keluarga yang bertuliskan KUZE di atasnya.

"a. .apa ini master? Aku melihat nona kyouka, begitu pula dengan namamu disini. ." kata reika

"semua anggota keluarga kuze. . tercatat disini reika. . dimulai dari pendiri kami, sampai pemimpin saat ini. ." kata yashuu

"um. .lalu untuk apa ini master?" kata reika

Tiba tiba yashuu membungkukkan tubuhnya sambil berbicara di dekat telinga reika.

"apakah kamu mau melihat ayah dan adikmu lagi?" katanya

". . h. huh? T . . tentu saja master. . tapi bagaimana?" kata reika

"ingat ayahmu berkata tentang dunia di seberang? Aku bisa membawamu kesana. ." kata yashuu

"d. . dunia seberang katamu? T. .tapi bagaimana caranya master? Aku bahkan tidak tahu dimana dunia seberang itu" kata reika kebingungan

"fufufu. . . dunia seberang. . antara dunia kita. . dengan dunia yang berada di luar dari dunia kita. . setiap 10 tahun sekali, akan ada sebuah ramalan. . dimana akan ada 1 gadis di desa kita. . yang akan dapat kesempatan untuk pergi ke dunia itu.. dan tahun ini. .ialah kesempatanmu. . reika. ." kata yashuu

"a. .ku? tapi. . aku tidak tahu. . apa saja yang harus aku lakukan? Aku bahkan tidak punya uang sedikitpun. ."

"bwahahaha. . kamu tidak membutuhkan uang anakku. . yang dibutuhkan hanyalah kamu. .dan segelintir perayaan perayaan untuk mempersiapkanmu pergi ke dunia seberang. ." kata yashuu

"b. benarkah itu? T. .tapi kenapa aku master?umh. . apakah aku pantas menjalani tradisi. . keluarga Kuze yang sudah turun temurun ini? " kata reika sambil menundukkan kepalanya

"bukankah ayahmu akan menjadi sangat bangga? Apabila kamu bisa menemuinya lagi disana?" kata yashuu

Kata kata itu membuka lebar mataku, reika terdiam sejenak. Dia melihat kea rah lantai sambil memikirkan semua hal yang dikatakan yashuu Kuze kepada dirinya.

"reika! jangan lakukan! Itu semua hanyalah bohong. ."kataku perlahan dari dalam kepala reika

Percuma. . aku hanyalah penonton. . masa lalu reika. .tidaklah dapat kuubah dengan tanganku sendiri. Pada akhirnya reika menyetujui untuk menjalani ritual yang penuh dengan kebohongan milik yashuu.

"bagus. . sekarang kalau begitu kenapa tidak kita mulai dari sekarang?" kata yashuu sambil tertawa kecil

Tiba tiba semua jendela kamar itu tertutup rapat. Para pendeta berdatangan entah dari mana dan dengan cepat memegangi bahu reika.

"kita mulai ritual pendeta bertato. . untuk masa sekarang. ."kata yashuu sambil menyalakan lilin di dekatnya

"e. ekkh! Apa. Apaan ini?" teriak reika ketika para pendeta mulai menanggalkan kimono milik reika dan membakarnya di sudut ruangan

Tangan dan kaki reika ditahan sehingga ia hanya bisa meronta, menahan tekanan dari para pendeta.

"m. .master apa yang kamu lakukan. .tidak!" kata reika

Yashuu mulai membacakan doa sambil mengambil sebuah botol kecil berwarna hitam dan mulai memanaskannya ke pendeta kemudian juga mulai menyanyi diiringi dengan dentingan besi dan suara lonceng.

"m. .master. . tidak"

Yashuu mulai mengulas tubuh reika dengan semacam cairan, dimulai dari wajah, leher, dada, hingga sampai kakinya.

"tenang saja. . reika. . kami tidak akan melakukan apa apa pada tubuh cantikmu. ." kata yashuu sambil tertawa

Aku atau dalam hal ini, reika, hanya bisa menatapi para pendeta yang bernyanyi dan yashuu yang masih tetap membacakan doa pada botol itu.

"a. . apa apaan ini? Reika. .lepaskan reika!" kataku dalam hati

Tak lama kemudian yashuu memecahkan botol itu dengan tangannya sehingga darah dari tangannya bercampur dengan tinta hitam yang berada di dalam botol tersebut.

"dengan ini. . kamu akan kunyatakan. . sebagai seorang KUZE!" teriak yashuu

Yashuu segera menempatkan tangannya di perut reika dan alangkah hebat sakitnya yang dirasakan sampai membuat reika teriak sambil meronta dan meneteskan air mata. Aku pun ikut merasakan rasa sakit yang dalam itu, rasanya seperti ditusukkan puluhan . . tidak. . ratusan pedang ke perutku. Reika yang tak kuat menahan sakitnya, jatuh pingsan seketika.

Tinta hitam itu mulai merambat di perut reika. . dan pada akhirnya membentuk sebuah symbol. Symbol yang sama dengan tanda di bahuku.

"dengan ini. . maka ritual telah selesai. .bawa dia ke kandang. .sekarang. . kita hanya bisa menunggu. . fufufu. ." kata yashuu sambil tertawa. .

17